Radar TNI AD

Radar TNI AL

Radar TNI AU

Radar Terbaru

AL Korea Selatan akan Akuisisi Dua Kapal Selam Tenaga Nuklir


Angkatan Laut Korea Selatan sedang berusaha untuk membangun 2 kapal selam bertenaga nuklir dan telah menugaskan suatu satuan tugas untuk mempelajari proyek tersebut. Panglima Angkatan Laut Korea Selatan Admiral Sim Seung-seob mengatakan bahwa kapal selam bertenaga nuklir akan "paling efektif dalam menemukan dan menghancurkan kapal selam Korea Utara yang dilengkapi dengan rudal balistik yang diluncurkan kapal selam."
Kapal Selam
Kapal Selam 
Seoul dikelilingi oleh tiga kekuatan nuklir - Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara yang menginvasi tetangganya pada tahun 1950, dan tetangganya Jepang. Meski Korea Selatan dan Jepang keduanya merupakan sekutu AS tetapi dengan mereka mempunyai hubungan yang sulit, dan keduanya bergantung pada payung nuklir Washington.
Pyongyang pada pekan lalu menguji apa yang dikatakannya sebagai rudal balistik luncur kapal selam (submarine-launched ballistic missile - SLBM), meskipun AS mengatakan rudal tersebut tampaknya ditembakkan dari "platform berbasis laut".
Kemampuan rudal berbasis kapal selam terbukti akan membawa persenjataan Korea Utara ke tingkatan yang baru, yang memungkinkan pengerahan jauh melampaui semenanjung Korea dan kemampuan serangan kedua dalam hal terjadi serangan di pangkalan militernya.
Dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada Parlemen Korea Selatan, AL Korea Selatan mengatakan telah membentuk satuan tugas yang dipimpin oleh seorang pejabat tingkat commander untuk mempelajari pengadaan kapal selam bertenaga nuklir dalam jangka panjang, kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan.
Tampaknya ini adalah pertama kalinya Seoul berbicara di depan umum tentang pengembangan kapal selam nuklir, yang tidak disebutkan dalam Buku Putih Pertahanan terbaru. Dokumen itu, yang dirilis pada Januari, mengatakan Korea Selatan memiliki 10 kapal selam bertenaga diesel konvensional, dibandingkan dengan 70 kapal selam di Korea Utara.
Rencana untuk membangun kapal selam nuklir itu diluncurkan pada awal tahun 2003 sebagai bagian dari program pembangunan militer jangka panjangnya. Seoul membatalkan proyek tersebut pada tahun 2004 setelah pengungkapannya di media. Kemudian pada tahun 2017, kementerian pertahanan melakukan penelitian tentang masalah ini melalui entitas swasta, yang membuat militer merasakan kebutuhan aset tersebut, menurut seorang perwira AL Korea Selatan.
Spekulasi yang tersebar luas adalah bahwa negara itu akan mengembangkan kapal selam Chang Bo Go-III berbobot 3.000 ton sebagai kapal selam bertenaga nuklir. Seoul saat ini sedang melaksanakan proyek untuk membangun kapal selam buatan dalam negeri berkapasitas 3.000 ton pada tahun 2031, dengan proses untuk mengembangkan sistemnya yang akan dimulai tahun ini.(Angga Saja-TSM)

PMPP TNI Bertugas Ciptakan Peacekeepers yang Profesional


Berdasarkan pengalaman penugasan dan catatan keberhasilan Kontingen Garuda TNI di berbagai medan penugasan, PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI berkomitmen untuk terus menciptakan prajurit penjaga perdamaian (peacekeepers) yang profesional.
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian 
Hal tersebut disampaikan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus, dalam keterangannya saat menghadiri Konferensi Tahunan IAPTC Ke-25 di Lima, Peru, Jumat (11/10/2019)
Diungkapkan Brigjen Victor, perkembangan konflik dunia yang telah menciptakan berbagai bentuk tantangan penugasan baru, berimplikasi pada semakin tingginya standarisasi profesionalisme peacekeepers yang nantinya ditugaskan di daerah konflik.
“Peran strategis operasi perdamaian diperlukan dalam mengatasi transformasi konflik multidimesional dalam setiap operasi perdamaian dunia,” ucap Victor.
Pada kegiatan The Internasional Assosiation of Peacekeeping Training Centres (IAPTC) yang berlangsung pada tanggal 7 s.d 10 Oktober 2019, bertempat di Convention Center Westin Hotel. Dirinya dipercaya untuk mengisi sesi panel yang bertema “Safety and Security in the High-risk Environments”.
Dalam paparannya, Brigjen Victor menyampaikan pembahasan tentang perspektif dan pengalaman Indonesia dalam menganalisa berbagai tantangan penugasan operasi perdamaian multidimensi serta menyiapkan para peacekeepers Indonesia (TNI) agar dapat bertugas secara professional.
“Operasi perdamaian dunia dibentuk untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat dan host country, memelihara stabilitas keamanan, dan meyakinkan implementasi Hak Asasi Manusia,” terang Victor.
“Selain itu untuk mendukung terselenggaranya tugas-tugas komponen sipil PBB dalam mendistribusikan bantuan kemanusiaan dan asistensi kepada masyarakat yang terdampak oleh konflik,”imbuhnya.
Jenderal Bintang satu ini juga menjelaskan tentang metode pelatihan efektif yang diprogramkan oleh PMPP TNI, baik bagi kontingen maupun individual peacekeepers.
“Materi seperti security awareness, global threat and security trending issues, global health challenges and medical response, safety movement procedure, dan environment security penting untuk diterapkan bagi seorang calon peacekeepers,” urainya.
Di akhir paparanya, ia memberikan penjelasan tentang strategi penguatan deployment pasukan melalui penempatan personel berkualifikasi khusus untuk mengatasi situasi darurat dan kontijensi dalam penugasan.
Acara turut dihadiri oleh perwakilan dari Markas besar PBB, Komandan Peacekeeping Center dari seluruh dunia, termasuk para ahli dan pengamat Operasi Perdamaian Dunia. (Dispenad)

Trump Perintahkan Penarikan Pasukan AS dari Suriah Utara


Presiden Donald Trump memerintahkan penarikan pasukan sebanyak 1.000 orang dari Suriah utara yang terjebak dalam operasi militer Turki memerangi pasukan Kurdi. Penarikan ini dilakukan lebih awal dari rencana karena dipicu operasi militer Turki ke wilayah itu.
Tentara Amerika Serikat
Tentara Amerika Serikat 
"Pasukan Amerika kami sepertinya terperangkap di antara dua pasukan yang saling berseberangan, angkatan bersenjata yang maju dan ini situasi yang sangat sulit dipertahankan. Saya berbicara dengan Presiden tadi malam, setelah berdiskusi dengan anggota tim keamanan nasional yang lain, dan dia memerintahkan agar kami memulai penarikan pasukan dari Suriah utara," kata Mark Esper, Menteri Pertahanan AS, sebagaimana dilaporkan CNN, 13 Oktober 2019.
Selain operasi militer Turki yang semakin gencar ke wilayah perbatasan di mana pangkalan militer AS bersama sekitar seribu pasukan ada di sana, alasan lain di balik penarikan pasukan AS dari Suriah utara adalah pasukan Kurdi, SDF memberitahukan bahwa pihaknya telah meminta bantuan dari pasukan Suriah di bawah pimpinan Bashar al-Assad.
Menteri Esper mengindikasikan SDF meminta bantuan Assad saat diwawancara dalam program televisi CBS, seperti dilaporkan Reuters.
Menurut SDF, Assad telah menyetujui pengiriman pasukan untuk membantu SDF menghadapi gempuran pasukan Turki.
Penarikan pasukan AS dari Suriah utara disesalkan sejumlah petinggi militer AS dan sejumlah negara sekutu AS.
SDF menuding AS pengkhianat karena meninggalkan pasukan Kurdi sendirian menghadapi Turki dan ISIS yang memanfaatkan situasi perang itu. Selain itu, warga sipil Kurdi di perbatasan semakin terancam terluka dan kehilangan nyawa karena digempur oleh senjata-senjata pasukan Turki.

Kunjungan Pangkostrad ke Divisi 3 Singapura


Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), melaksanakan kunjungan kerja ke negara Singapura, pada Kamis 11-10-2019.
Kunjungan Pangkostrad ke Divisi 3 Singapura
Kunjungan Pangkostrad ke Divisi 3 Singapura  
Dalam kunjungan kerja kali ini, Pangkostrad didampingi oleh Asops Kaskostrad, Komandan Batalyon Mandala Yudha, Komandan Batalyon Kavaleri 1 Kostrad dan Komandan Batalyon Kavaleri 8 Kostrad.
Kunjungan Pangkostrad ini dalam rangka kegiatan Profesional Interaction Programe (PIP) antara TNI AD (Kostrad) dengan SAF yang akan membahas masalah hubungan antara TNI dan SAF.
Pangkostrad berkesempatan mengunjungi Armor HQ serta melihat dan mencoba simulasi Tank Leopard. (Penkostrad).

Momen Pertama Jet Siluman F-35 Mendarat di Kapal Induk Queen Elizabeth


Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau RAF merilis foto-foto yang mengabadikan momen pertama kalinya pesawat-pesawat jet tempur siluman F-35B mendarat di kapal induk HMS Queen Elizabeth. Lepas landas dan pendaratan jet-jet tempur termahal buatan Lockheed Martin Amerika Serikat (AS) ini bagian dari uji operasional di lepas pantai AS.
F-35 Mendarat di Kapal Induk Queen Elizabeth
F-35 Mendarat di Kapal Induk Queen Elizabeth 
"Setelah beroperasi penuh, UK Carrier Strike Group (Kelompok Tempur Kapal Induk Inggris) akan menjadi kekuatan yang tangguh di seluruh dunia, menggunakan sejumlah platform untuk bekerja bersama sekutu kita," kata Kementerian Pertahanan Inggris, Senin (14/10/2019).
"Jet Lightning memulai uji coba operasional di kapal induk 65.000 ton di lepas Pantai Timur Amerika Serikat," lanjut kementerian itu, seperti dikutip Express.co.uk.
"Selama waktu ini, kapal induk dikawal oleh kapal perusak HMS Dragon Type 45, kapal pemburu kapal selam HMS Northumberland, kapal tanker RFA Tideforce dan Merlins dari Skuadron Udara Angkatan Laut 814, 820 dan 845, Wildcat dari Skuadron 815, dan Marinir Kerajaan dari Lima Company, Komando 42," imbuh Kementerian Pertahanan Inggris.
Jet tempur F-35 yang dibeli Inggris memiliki kecepatan tertinggi 1.200 mph. "Ini adalah langkah lain menuju kemampuan serangan kapal induk Inggris menjadi sepenuhnya operasional," kata Menteri Pertahanan Ben Wallace.
"Penyatuan (jet-jet tempur) Lightning pada HMS Queen Elizabeth pertama di kelasnya membuka jalan bagi pasukan kapal induk terintegrasi yang sepenuhnya terbaru di dunia," ujarnya.
Jet tempur F-35 adalah yang pertama kali menggabungkan teknologi stealth (siluman) yang menghindari radar dengan kecepatan supersonik.
Jet tempur ini produksinya menelan biaya masing-masing sekitar £100 juta. Inggris saat ini memiliki 18 pesawat canggih tersebut, dan memiliki pesanan tambahan 30 unit. Pesawat-pesawat ini memiliki kemampuan mendarat secara vertikal.
"Ini adalah pertama kalinya saya mendarat di atas kapal induk, untuk menjadi (bagian dari) HMS Queen Elizabeth, dan di pesawat yang luar biasa seperti Lightning Inggris, adalah sesuatu yang cukup," imbuh Komandan Sayap RAF, Adam Curd, yang pertama kali melakukan pendaratan.(Muhaimin)

Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) W000302 Memasuki Fase Keel Laying


Produksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) kedua TNI AL W000302 memasuki tahap pemasangan lunas kapal (keel laying). Kapal tersebut memiliki kemampuan yang lebih ketimbang kapal BRS sebelumnya.
Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) W000302
Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) W000302  
Terkait pembuatan Kapal BRS, Kepala Divisi Corporate Secretary PT PAL Indonesia, Rariya Budi menyampaikan tentang pernyataan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 3 Kapal BRS.
"Indonesia saat ini, menurut Pak Jokowi, membutuhkan 3 Kapal Bantu Rumah Sakit. Sebelumnya Indonesia memiliki Kapal BRS yaitu Kapal Dr Soeharso dan KRI Semarang," ujar Rariya di Grand Assembly Divisi Niaga PT PAL, Senin (14/10/2019).
"Akhirnya KRI Semarang sesuai instruksi Pak Jokowi, kapal ini digunakan sebagai Kapal BRS," imbuhnya.
#Tahukahkamu ? Tahapan keel laying ini penting karena nantinya usia kapal akan dihitung sejak pertama kali pemasangan lunasnya. Kapal tersebut mampu mengakomodasi pasukan, kru dan pasien sebanyak 651 orang.
#SobatPAL harus tahu bahwa fungsi Kapal BRS sangat pas, bersifat mobile dan dapat digerakkan kapan saja ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana. Kapal BRS dilengkapi dengan berbagai fungsi medis hingga tindakan medis. Fasilitas medis yang dimiliki setara dengan sebuah rumah sakit, hingga julukan sebagai rumah sakit mengapung layak diberikan pada Kapal BRS.

Arab Saudi Bantah Terlibat Serangan Rudal terhadap Kapal Tanker Iran


Pemerintah Arab Saudi membantah terlibat serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak milik Iran di Laut Merah, yang oleh para pejabat Teheran dilakukan dengan dua rudal. Kapal tanker minyak Sabiti dihantam ledakan pada Jumat pekan lalu di lepas pantai Jeddah.
Serangan Rudal terhadap Kapal Tanker Iran
Serangan Rudal terhadap Kapal Tanker Iran 
"Kami sama sekali tidak terlibat dalam perilaku seperti itu. Ini bukan cara kami beroperasi dan itu bukan bagaimana kami melakukannya di masa lalu," kata Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Adel al-Jubeir kepada wartawan di Riyadh pada hari Minggu.
"Ceritanya masih belum lengkap. Jadi mari kita tunggu dan cari tahu apa yang terjadi sebelum kita langsung mengambil kesimpulan," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (14/10/2019).
Insiden di kawasan Laut Merah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Stasiun televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa ledakan itu merusak dua gudang di atas kapal tanker minyak Sabiti dan menyebabkan kebocoran minyak di Laut Merah dekat kota pelabuhan Jeddah.
Kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran, mengutip National Iranian Tanker Company (NITC), mengidentifikasi kapal yang diserang bernama Sabiti. Kapal itu terakhir kali menyalakan alat pelacak pada Agustus di dekat pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang mengawasi Timur Tengah, Letnan Pete Pagano, mengaku bahwa pihaknya mengetahui laporan tentang insiden tersebut. Namun, Pagano menolak berkomentar lebih lanjut.
TankerTrackers, situs web yang memantau ekspor minyak, mengatakan kapal tanker itu membawa minyak ke Suriah.
Serangan hari ini terjadi setelah AS dalam beberapa bulan terakhir menuduh Iran menyerang kapal-kapal tanker minyak di dekat Selat Hormuz, di mulut Teluk Persia. Namun tuduhan-tuduhan itu telah dibantah oleh Teheran.(Muhaimin)

Perancis Desak UE Embargo Senjata ke Turki


Perancis menyatakan bahwa Uni Eropa (UE) harus mengutuk serangan Turki di Suriah. Paris lalu menyerukan embargo senjata terhadap Ankara dan meminta Amerika Serikat (AS) mengadakan pertemuan anggota koalisi melawan ISIS.
Jean-Yves Le Drian
Jean-Yves Le Drian 
"Serangan ini akan menyebabkan kehancuran kemanusiaan yang serius," kata Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian jelang pertemuan Menteri Luar Negeri UE di Luksemburg, seperti dilansir Reuters pada Senin (14/10/2019).
"Perancis mengharapkan dari pertemuan ini, permintaan khusus untuk mengakhiri ofensif, posisi tegas pada ekspor senjata ke Turki dan bahwa AS mengadakan pertemuan koalisi internasional (melawan ISIS)," sambungnya.
Sebelumnya, Perancis menuturkan, mereka akan menghentikan sementara penjualan senjata kepada Turki, sebagai respon atas operasi militer di Suriah. Selain Perancis, Jerman juga telah mengatakan bahwa mereka telah melarang ekspor senjata ke Turki atas serangannya terhadap milisi YPG Kurdi di Suriah.
"Terhadap latar belakang serangan militer Turki, Pemerintah Federal (Jerman) tidak akan mengeluarkan izin baru untuk semua peralatan militer yang dapat digunakan oleh Turki di Suriah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman.
Norwegia dan Finlandi juga telah menghentikan penjualan senjata ke Turki dengan alasan yang sama. Norwegia bahkan akan meninjau semua lisensi untuk ekspor senjata yang telah dikeluarkan.(Victor Maulana)

Kurdi dan Tentara Suriah Akhirnya Bersatu Lawan Invasi Turki


Pasukan Kurdi akhirnya sepakat bersatu dengan tentara rezim Suriah untuk menghadapi invasi Turki di Suriah timur laut. Kesepakatan tercapai ketika 700 militan yang berafiliasi dengan ISIS melarikan diri dari sebuah kamp tahanan saat wilayah tersebut diserang Ankara.
Kesepakatan bersatu antara pasukan Kurdi dan tentara Suriah tercapai pada hari Minggu atau ketika invasi Turki memasuki hari kelima.
Suriah
Suriah 
Para pejabat Kurdi pada Minggu malam mengatakan pihak Kurdi yang menguasai wilayah Suriah timur laut akan menyerahkan kota perbatasan Manbij dan Kobane ke pemerintah Suriah dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Rusia.
"Unit-unit dari pasukan Presiden Bashar al-Assad bergerak ke utara untuk menghadapi agresi Turki di wilayah Suriah," tulis kantor berita pemerintah Suriah, SANA, yang dilansir The Guardian, Senin (14/10/2019).
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kesepakatan antara Kurdi dan rezim Assad akan diperpanjang untuk diterapkan di seluruh Suriah timur laut.
"Setelah semuanya, tampaknya nasib rakyat Kurdi (harus ditinggalkan). Kami melakukan semua yang kami bisa, kami menyerukan kepada masyarakat internasional...tetapi itu tidak menghasilkan solusi. Kami mendesak semua (kelompok) Kurdi untuk menunjukkan solidaritas, tetapi tidak ada yang mendengarkan," kata Ismat Sheikh Hassan, pemimpin dewan militer di Kobane—salah satu faksi pasukan Kurdi—kepada stasiun televisi lokal.
Kesepakatan itu akan mengakhiri status semi-otonomi selama lima tahun bagi kelompok-kelompok Kurdi di Suriah timur laut akibat serangan ofensif Ankara. Invasi Turki dengan nama sandi "Operation Spring Peace" dimulai pada hari Rabu setelah pengumuman Presiden Donald Trump bahwa pasukan AS akan menarik diri dari wilayah tersebut.
Trump belum menentukan jangka waktu untuk penarikan AS dari Suriah, tetapi pada hari Minggu Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan 1.000 pasukan khusus yang tersisa di negara itu telah diperintahkan untuk meninggalkan wilayah secepat mungkin sebagai imbas dari pertempuran antara Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. Pertempuran itu mulai mengancam posisi militer AS.
SDF telah didanai dan dilatih oleh AS untuk memerangi kelompok Islamic State atau ISIS sejak 2015. SDF berhasil mengalahkan ISIS pada Maret lalu setelah kehilangan 11.000 tentaranya dalam pertempuran.
Namun, Turki mengatakan unit terbesar SDF, Kurdi YPG, adalah kelompok teroris yang tidak dapat dibedakan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah berperang dalam pemberontakan melawan negara Turki selama beberapa dekade.
Keputusan Trump untuk meninggalkan SDF untuk diserang Turki dikecam banyak pihak, termasuk dari negara-negara sekutunya. Keputusan Trump dianggap sebagai pengkhianatan terhadap pasukan Kurdi yang selama ini menjadi sekutu AS dalam perang melawan ISIS.
Pada hari Minggu, setidaknya 750 militan yang berafiliasi dengan ISIS dilaporkan melarikan diri dari kamp tahanan di Suriah timur laut.
Perancis menyuarakan keprihatinannya atas laporan itu. "Saya tidak tahu, hari ini, siapa sebenarnya orang-orang yang melarikan diri dari kamp; telah menjadi kekhawatiran bagi Prancis sejak awal intervensi bersenjata ini," kata juru bicara pemerintah Sibeth Ndiaye kepada televisi France 3.
Perancis telah dilanda gelombang serangan jihadis sejak 2015, di mana banyak yang mengklaim atau terinspirasi oleh ISIS. Prancis telah menyatakan keprihatinan bahwa serangan Turki akan mendukung kelompok itu.(Muhaimin)

Arab Saudi Umumkan Terima Pasukan Tambahan AS


Arab Saudi mengumumkan keputusannya untuk menerima pasukan tambahan Amerika Serikat (AS). Demikian laporan kantor berita Sauid, Saudi Press Agency.
Tentara Amerika
Tentara Amerika 
"Keputusan itu adalah bagian dari arahan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan ikatan sejarah antara kedua negara," kata laporan itu mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan.
"Penguatan tambahan pasukan dan peralatan pertahanan bertujuan untuk menjaga keamanan regional dan menghadapi segala upaya yang mengancam stabilitas di kawasan dan ekonomi global," kata kementerian itu seperti dilansir dari Xinhua, Minggu (13/10/2019).
Arab Saudi mengumumkan pada Juli lalu menerima pasukan AS di wilayahnya untuk melindungi keamanan dan stabilitas regional.
Sebelumnya AS mengumumkan pengerahan pasukan baru dalam jumlah besar ke Arab Saudi. Pengerahan pasukan ini untuk membantu meningkatkan pertahanan kerajaan di Teluk itu pasca serangan 14 September terhadap fasilitas minyaknya.
Pentagon mengatakan rencananya penyebaran pasukan itu akan mencakup skuadron tempur, satu sayap ekspedisi udara dan personel pertahanan udara. Selain itu, dua baterai rudal Patriot dan satu sistem pertahanan udara THAAD juga akan dikirimkan.(Berlianto)

Radar Acak