Radar TNI AD

Radar TNI AL

Radar TNI AU

Radar Terbaru

Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Singapura Sandar di Surabaya


Tiga Kapal Perang Asing dari Singapura RSS Justice -18, RSS Steadfast - 70 dan RSS Vigour - 92 di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tj. Perak Surabaya, Selasa (16/7).
RSS Steadfast - 70
RSS Steadfast - 70 
Hadir dalam penyambutan Dan KRI Sultan Iskandar Muda, Dan KRI Nala, Dan KRI Nuku, LO Kaprang Singapura Mayor POM Aang, Pamen/Pama Sops Lantamal V, 1 SST Yonmarlan V Sby, Disayahal Lantamal V, 1 SST Merflug TNI AL , 1 SST Korsik TNI AL dan Deputasi Pa, Ba, Ta.
Data2 kapal RSS Steadfast -70 No. M. F. A :050/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner: Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Steadfast -70, Nationality: Singapore, Ship LRIT 56 KK, Type: Formidable Class Fregate, Dimensions: L 114 M, B 16 M, D 6 M, Displacement: 3200 Tones, Call Sign: 86 KK, Captain: LTC Song Shadoong, Charlin, Crew :12 Officer, 59 crew.
RSS Justice - 18 No. M. F. A : 048/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner:Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Justice 18, Nationality: Singapore, Ship LRIT 9VTQ, Type: Independence Class Littoral Mission, Dimensions: L 80 m, B 12 m, D 4.5 m, Displacement: 1230 Tones, Call Sign: 9VTQ, Captain: LTC Ye Yeeming, Crew: 8 Officer 32 crew.
RSS Vigour 92 No. M. F. A :049/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner: Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Vigour 92, Nationality: Singapore, Ship LRIT 56 KT, Type: Victory Class Missile Corvette, Dimensions: L 62 M, B 8,5 M, D 3 M, Displacement: 530 Tones, Call Sign: 86 KT, Captain Maj Lot Shing Tong, Crew: 8 Officer, 32 crew.
Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Singapura sandar di Surabaya dalam rangka Latihan bersama Eagle Indopura 2019, yang dilaksanakan pada tanggal 16 - 20 Juli 2019.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tni.mil.id

Pasukan Bela Diri Darat Jepang Pamerkan Foto Pesawat Osprey Terbarunya


Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JDSDF), atau Angkatan Darat Jepang, telah men-tweet di akun Twitter resminya, foto-foto yang menunjukkan pesawat V-22 Osprey terbaru Jepang selama latihan dengan Marinir Amerika Serikat.
JGSDF
Pesawat Osprey JGSDF 
Postingan akun Twitter “JGSDF” mengatakan bahwa: “Pilot tengah mempelajari manuver V-22 dengan menggunakan JGSDF V-22 di USMC New River Airfield. Ini adalah pertama kalinya dilakukan penerbangan formasi dengan USMC, USAF, Angkatan Laut AS dan JGSDF secara bersama-sama dan ini memperdalam interoperabilitas antara Jepang dan AS."
Pemerintah Jepang berencana untuk mengakuisisi varian operasi khusus dari pesawat tilt-rotor V-22 Osprey untuk Pasukan Bela Diri untuk melakukan misi berbahaya dan rahasia di luar negeri, seperti penyelamatan warga Jepang, menurut para narasumber.
JGSDF akan menerima varian V-22B Block C, pesawat yang sama dalam kedinasan Korps Marinir AS yang dikenal sebagai MV-22. Osprey Block C memiliki radar baru, juga manajemen misi tambahan dan peralatan peperangan
elektronik.
Jepang memesan lima Osprey pertama untuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang pada Juli 2015 senilai $ 332 juta.
Sejumlah V-22 juga akan ditempatkan di kapal induk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang baru Izumo. Kementerian Pertahanan Jepang juga mengumumkan niatnya untuk mengerahkan beberapa V-22 di Laut Cina Timur.
Pembelian pesawat tilt-rotor V-22 adalah bagian dari kebutuhan Pasukan Bela Diri Jepang untuk meningkatkan kemampuan perang amfibi dan perang lautnya.(Angga Saja-TSM)

Brasil Lakukan Uji Coba Ketiga Rudal Anti-Kapal MANSUP


Angkatan Laut Brasil telah melakukan uji peluncuran ketiga rudal anti-kapal MANSUP (Míssil Antinavio de Superfície) pada 10 Juli, dengan sasaran bekas tugboat Tridente.
Rudal Anti-Kapal MANSUP
Rudal Anti-Kapal MANSUP 
Rudal diluncurkan oleh fregat kelas Niterói, BNS Independência (F44) pada 10 Juli dan didukung oleh sejumlah aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara Brasil.
Pengujian itu dinilai sukses oleh pihak Angkatan Laut.
"Hasil pengujian mengkonfirmasi kemajuan proyek dan perbaikan yang dilakukan setelah pengujian pertama pada November 2018 dan Maret 2019," kata pihak Angkatan Laut.
MANSUP adalah rudal yang dikembangkan secara lokal Brasil, berukuran panjang 5,6 meter, beratnya sekitar satu ton dan mencapai kecepatan 1000 km/jam. Desainnya bertujuan untuk mencapai kinerja setara dengan MBDA MM40 Exocet Block III
Brazil juga mengembangkan versi peluncuran rudal anti-kapal udara yang disebut MANAER (Missil Antinavio Nacional lancado por Aeronaves).(Angga Saja-TSM)

Komandan Korps Marinir Kunjungi Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir


Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han) mengunjungi Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur (Lattap Rupanpur) Korps Marinir TA. 2019 di Puslatpurmar 7 Lampon, Banyuwangi, Minggu (14/07).
Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir
Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir 
Kedatangan Dankormar yang didampingi Asops Dankormar Kolonel Y. Rudy Sulisyanto, Asintel Dankormar Kolonel Marinir Hendro Suwito, Danlanmar Sby dan Kolonel Marinir Mauriadi, S.E disambut oleh Dankolatmar Kolonel Marinr Suliono, S.E, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sarana Prasaran di Rahlat Puslatpurmar 7 Lampon, dilanjutkan melihat secara langsung kegiatan Lattap Rupanpur diantaranya mendayung menembus ombak, latihan menembak Sniper dan pengamanan helikopter dalam menyalurkan bantuan logistik.
Dalam kesempatan tersebut Dankormar menyampaikan kepada pelatih dan peserta Lattap Rupanpur bahwa pada puncak Latihan Armada Jaya ke XXXVII Tahun 2019, profesionalisme prajurit Korps Marinir semakin meningkat baik personel maupun material, manuver kendaraan tempur serta pasukan Korps Marinir dalam merebut sasaran pokok didalam latihan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Regu Pandu Tempur (Rupanpur) marupakan satuan elit kecil yang mengemban tugas sebagai ujung tombak Batalyon dan sebagai mata telinga satuan infanteri Kops Marinir yang sangat menentukan keberhasilan satuan dalam melaksanakan tugas didaerah medan penugasan.
“Saya yakin, kalian adalah prajurit terpilih dan terpercaya di satuan masing masing, oleh karena itu laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan tunjukkan bahwa kalian memiliki kemampuan, fisik dan mental yang kuat serta kualitas lebih dari prajurit biasa,” tegas Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han) .
Mengakhiri arahannya Dankormar berpesan kepada para pelatih agar mampu memberikan inovasi dan kreatifitas lebih dalam memberikan pelatihan Rupanpur, agar nantinya terbentuk prajurit Rupanpur yang tangguh, handal dan mampu menjadi ujung tombak infanteri yang sangat menetukan keberhasilan satuan tingkat Batalyon Infantri dijajaran Korps Marinir.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tni.mil.id

Prancis Pertimbangkan Beli Helikopter Chinook


Prancis sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi sejumlah yang belum diketahui jumlahnya, helikopter angkut berat Boeing CH-47 Chinook untuk Angkatan Udara Prancis.
Helikopter Chinook
Helikopter Chinook 
Meskipun militer Prancis mengoperasikan sejumlah besar helikopter Airbus Helicopters H225M Caracal dan NH Industries NH90 Caiman - keduanya pada kelas 11 ton - pengerahan pasukan Prancis ke Mali didukung oleh tiga helikopter Chinook Angkatan Udara Inggris.
Kehadiran AU Inggris baru-baru ini diperpanjang setidaknya selama enam bulan, dan sepasang helikopter rotor tandem dari Inggris tersebut juga berpartisipasi dalam fly past di Paris sebagai bagian dari perayaan Hari Bastille pada tanggal 14 Juli.
Dalam informasi pers yang berkaitan dengan acara tersebut, komando pasukan khusus Prancis mengatakan: "Angkatan udara secara aktif mempelajari akuisisi [CH-47] untuk pasukan khusus Prancis. Mereka akan melengkapi berbagai helikopter Prancis saat ini."
Beberapa bagian dari militer Prancis telah lama berkeinginan untuk mempunyai kemampuan angkut berat. Selama akhir 2000-an Paris terlibat dalam upaya bersama dengan Jerman di bawah program Future Transport Helicopter.
Program itu melibatkan Eurocopter - pendahulu Airbus Helicopters - bekerja sama dengan Boeing untuk mengusulkan desain rotor tandem seperti Chinook tetapi dengan bobot take-off maksimum yang lebih tinggi yaitu 33 ton. Namun, proyek itu dihentikan.
Jerman saat ini sedang dalam tahap awal untuk membeli platform baru untuk menggantikan armada Sikorsky CH-53G/GA/GS yang sudah menua, dan akan menentukan pilihan antara CH-53K dan CH-47F.
Dengan Berlin dan Paris sudah sepakat untuk menyatukan aset-aset tertentu - terutama Lockheed Martin C-130 - ada spekulasi bahwa pengaturan yang sama dapat terjadi berkaitan dengan helikopter yang akan dipilih Jerman. (Angga Saja-TSM)

Netanyahu Sebut IDF Satu-satunya Pasukan yang Siap Hadapi Iran


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) adalah satu-satunya pasukan militer di dunia yang mampu menghadapi Iran jika terjadi perang.
Tentara Israel
Tentara Israel 
"Saat ini, satu-satunya tentara di dunia yang memerangi Iran, ini adalah tentara Israel," kata Netanyahu saat berbicara kepada anggota Akademi Keamanan Nasional Israel, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/7).
Dia kemudian mengingat kembali perannya dalam memerangi kesepakatan nuklir Iran, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Dia mengatakan perjanjian itu hanya akan memberi Iran ratusan miliar dolar untuk berinvestasi di kerajaan mereka dan membuka cara untuk mendapatkan senjata nuklir.
"Saya harus berjuang sendirian untuk memblokir perjanjian nuklir. Saya harus berjuang melawan semua kekuatan dan melawan presiden Amerika Serikat (AS)m saya pergi ke Kongres AS. Hari ini, kalian bisa menilai apakah kita benar atau tidak. Jadi, pertama-tama, kamu harus menghentikannya," ungkapnya.
"Satu-satunya hal yang diberikan perjanjian nuklir kepada Israel adalah pemulihan hubungan yang kuat dengan negara-negara Arab utama, yang juga terancam oleh ancaman Iran," sambungnya.(Victor Maulana)>/div>

China: Penjualan Senjata AS ke Taiwan Langgar Hukum Internasional


Pemerintah China kembali menegaskan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menjual sendiri ke Taiwan adalah pelanggaran terhadap hukum internasional. Beijing juga menyebut penjualan senjata ini juga merusak kedaulatan dan keamanan nasional China.
Amerika - China
Amerika - China 
Pekan lalu Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan potensi penjualan senjata senilai USD2,2 miliar kepada Taiwan. Senjata-senjata yang disepakati untuk dijual itu mencakup 108 tank Abrams dan 250 rudal surface-to-air Stinger.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menuturkan bahwa Beijing akan memutus hubungan dengan perusahaan-perusahaan AS yang menjual senjata kepada Taiwan.
"Pemerintah China dan perusahaan-perusahaan China tidak akan bekerja sama atau memiliki kontak komersial dengan perusahaan-perusahaan AS ini. Saya tidak bisa mengungkapkan detailnya saat ini. Tapi percayalah ini, orang-orang China selalu menekankan kata-kata mereka," kata Geng, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/7).
Media china pada akhir pekan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan AS yang berpotensi menjual senjata ke Taiwan. Mereka termasuk Honeywell International Inc, yang membuat mesin untuk tank Abrams, dan pembuat jet pribadi Gulfstream Aerospace, yang dimiliki oleh General Dynamics.
China sendiri adalah pasar penting bagi Honeywell dan Gulfstream. Kedua perusahaan itu sampai saat ini belum angkat bicara mengenai hal ini.(Victor Maulana)

Armada Jaya XXXVII Usai, Ribuan Pasukan Pendarat dan Puluhan Tank Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590


Usai perhelatan akbar yakni Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 dilaksanakan Sabtu (13/7) kemarin, saatnya ribuan pasukan pendarat serta puluhan tank dan ranpur melakukan re embarkasi ke KRI Makassar-590 dan KRI Teluk Banten-516.
Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590
Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590 
Proses Re embarkasi tersebut disaksikan langsung oleh Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos, M. Si yang on board di KRI Makassar -590 ,pada hari Minggu (14/7/2019).
” Hari ini kita laksanakan proses re embarkasi yakni pemberangkatan kembali seluruh pasukan pendarat dan ranpur dari rahlat di Pantai Banongan ke KRI Makassar dan KRI Teluk Banten, sebelum seluruh unsur dan pasukan kembali ke Surabaya. Karenanya penting untuk memastikan proses re embarkasi ini berjalan aman, tertib dan lancar “, tandas Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos, M. Si ketika menyaksikan langsung proses re embarkasi tersebut.
Sebagaimana telah diberitakan jika pelaksanaan latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 melibatkan 8.493 personel, serta berbagai jenis Kapal Perang (KRI) dari jajaran Koarmada I dan Koarmada II.
Selain Kapal Perang, dalam pelaksanaan latihan tersebut juga melibatkan beberapa Pesawat Udara, serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM – 70 Grad, PK dan Mopel, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Polisi Italia Rampas Rudal 800 Kg Milik Kelompok Pro-Nazi


Polisi anti-terorisme di Italia merampas rudal air-to-air, senapan mesin dan peluncur roket selama penggerebekan di sebuah rumah kelompok simpatisan Nazi. Misil yang disita itu adalah rudal Matra seberat 800 kilogram.
Rudal Matra
Rudal Matra  
Tiga orang ditangkap, dua di antaranya dekat bandara Forli. Materi propaganda Neo-Nazi juga disita, dalam penggerebekan.
Media Italia melaporkan, penggerebekan itu merupakan bagian dari investigasi terhadap kelompok ekstremis sayap kanan Italia yang membantu pasukan separatis di Ukraina timur.
Menurut polisi misil Matra adalah jenis senjata yang digunakan oleh tentara Qatar.
Pasukan polisi khusus Turin, yang dikenal dengan nama Digos, memimpin operasi tersebut. Mereka dibantu oleh polisi di Milan, Varese, Forli dan Novara.
Media Italia yang dikutip BBC, Selasa (16/7/2019), menyebut mereka yang ditangkap adalah Fabio Del Bergiolo, 50, seorang mantan petugas bea cukai Italia dan aktivis partai sayap kanan Forza Nuova; Alessandro Monti, 42, berkebangsaan Swiss; dan Fabio Bernardi, 51, warga Italia.
"Selama operasi, sebuah rudal air-to-air dalam kondisi kerja yang sempurna dan (jenis yang) digunakan oleh tentara Qatar disita," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah penyitaan yang signifikan, dengan beberapa preseden di Italia," imbuh komisioner kepolisian Turin Giuseppe De Matteis.
Rudal sepanjang 3,54 meter itu dibuat di Prancis. Del Bergiolo berharap bisa menjualnya seharga €470.000.(Muhaimin)

Di Tengah Laut Jawa, Unsur Kogasgabfib Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut


Berada di tengah Laut Jawa, sejumlah unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) yakni KRI Makassar-590, KRI Teluk Banten-516, dan KRI dr.Soeharso-990 melaksanakan serial latihan laut AAROFEX dan NSIC, pada Jumat (12/7/2019) dinihari.
Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut
Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut 
Latihan serial laut ini merupakan salah satu bagian dari berbagai serial latihan yang dimainkan dalam Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII. Adapun seri latihan lainnya antara lain latihan udara dan pendaratan Marinir, termasuk Peperangan Ranjau yang sudah dilaksanakan oleh Koarmada II beberapa waktu lalu, Peperangan Laut Modern seperti Cyber Warfare dan Information Warfare.
Dalam latihan AAROFEX atau Anti Air Rapid Open Fire Exercise, KRI dr. Soeharso-990 yang berada di jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II menembakkan roket sasaran udara (flare), yang disusul dengan rentetan tembakan meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) dari KRI Teluk Banten-516, dan KRI Makassar-590.
Peluncuran roket dari KRI dr.Soeharso-990 merupakan simulasi latihan menembak sasaran udara pada malam hari atau disebut dengan istilah (Aarofex). Roket tersebut merupakan jenis peluru untuk sasaran udara, pengelabuhan sasaran peluru kendali lawan sekaligus dapat memancarkan cahaya sangat terang (rocket flare). Dalam latihan itu roket yang diluncurkan disimulasikan sebagai pesawat terbang musuh.
Latihan menembak malam merupakan salah satu rangkaian Latihan Parsial dari unsur-unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), dimana mereka di skenariokan mendapat serangan udara dari pesawat intai musuh. Ancaman itu direspon oleh kapal-kapal perang yang tergabung dalam Kogasgabfib dengan memberikan perlawanan anti serangan udara.
Hal ini bertujuan untuk melindungi kapal pengangkut pasukan pendarat amfibi Marinir TNI AL yang diincar oleh pesawat udara musuh. Kemampuan pertahanan udara sangat dibutuhkan dalam gelar operasi amfibi, karena ancaman serangan udara musuh dapat berpotensi menimbulkan kerusakan yang signifikan bagi kapal perang bahkan dapat membuat misi menjadi gagal.
Latihan perang malam hari tersebut disaksikan langsung oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si dan seluruh pejabat Latihan Parsial Operasi Daya Yudha Unsur Kogasgabfib yang berada di kapal markas KRI Makassar-590.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Radar Acak