Radar TNI AD

Radar TNI AL

Radar Terbaru

Rencana Pembuatan 3 Kapal Selam Tambahan Tergantung Menhan

radarmiliter.com - Pembangunan 3 kapal selam baru di Indonesia sudah direncanakan akan dibuat kembali sebagai fase kedua pengadaan kapal selam di bawah pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Sempat direncanakan pembangunan kapal selam ke-4, 5 dan 6 yang akan dibangun di PT PAL Surabaya.
Kontrak pengadaan kapal selam yang ke 4, 5, dan 6 sempat diteken pada 12 April 2019 oleh menteri pertahanan sebelumnya. Bagaimana dengan kebijakan menteri pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat ini?
Kapal Selam TNI AL
Kapal Selam TNI AL 
Sebelumnya dua kapal selam yaitu KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404 dikirimkan ke Kemenhan pada Agustus 2017 dan Mei 2018. Kedua kapal dibuat di galangan DSME, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Sedangkan kapal selam ketiga Kapal Selam ALugoro-405 yang dibuat di PT PAL Surabaya sudah berhasil dibuat dan lolos tes menyelam, dan rencananya akhir 2020 akan diserahkan ke Kemenhan.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh sempat menyinggung soal nasib kontrak pengadaan kapal selam fase kedua sebanyak 3 unit, termasuk soal permasalahan anggaran.
"Pada 2020 ini kita fokus untuk menyelesaikan unit kapal selam ke 4, 5, dan 6, untuk itu kami berharap adanya kepastian tentang penambahan kekurangan dana PMN Rp 1,7 triliun," kata Budiman Februari 2020 lalu.
Selain akan memproduksi 3 kapal selam tersebut, PT PAL Indonesia masih akan memproduksi sekitar 6 kapal selam lagi, sehingga nantinya Indonesia punya 12 unit kapal selam buatan dalam negeri.
Rencana produksi kapal selam di Indonesia dalam jumlah besar sudah digariskan oleh Kemenhan sebelum era Menhan Prabowo. Dalam laporan tahunan Ditjen Potensi Pertahanan 2018 menunjukkan rencana tersebut
"Program Kapal Selam akan dilanjutkan ke tahap kedua, dengan pembuatan kapal selam ke-4 hingga ke-6. Pada tahap ini, proporsi PT. PAL dalam proses produksi diproyeksikan untuk semakin membesar, di mana Kapal Selam ke-6 sudah dibuat sepenuhnya di PT. PAL," jelas laporan itu.
Dari sisi PT PAL Indonesia selaku perusahaan pembuat, sejak awal sudah bersiap. Mereka menegaskan pengembangan kapal selam bagian dari rencana perusahaan, termasuk kapal-kapal lainnya.
"Perusahaan ke depan akan terus berinovasi mengembangkan berbagai tipe kapal perang, termasuk pengembangan lanjutan dari Kapal KCR 60 M, Kapal PKR, Kapal LPD 124 M, dan Kapal Selam Nagapasa Class," jelas PT PAL dalam laman resminya.(Ferry Sandi)

Mantan Sekjen Hankam: Penjualan MV-22 Osprey Klaim Sepihak AS

radarmiliter.com - Mantan Sekjen Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Purn. Agus Setiadji menyebutkan informasi penjualan alat utama sistem persenjataan (alutsista) MV-22 Osprey kepada pemerintah Indonesia merupakan klaim sepihak Amerika Serikat.
Hal itu mengingat, kata Agus Setiadji, pengadaan alutsista membutuhkan proses yang matang, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan pertahanan Indonesia.
Mantan Sekjen Kementerian Pertahanan
Mantan Sekjen Kementerian Pertahanan 
"Konsep pengadaan perencanaan tidak semata-mata kita ingin, sekarang kita beli. Kita tidak seperti metode pembelanjaan rumah tangga," kata Agus saat peluncuran buku karyanya yang berjudul "Ekonomi Pertahanan: Menghadapi Perang Generasi Keenam" di Jakarta, Selasa (07/07).
Menurut Agus, pembangunan kekuatan alutsista apa pun tipenya sepenuhnya ditentukan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia melalui proses yang ketat dan bersifat rahasia.
Informasi tentang persetujuan Departemen Luar Negeri AS atas rencana penjualan delapan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey Block C kepada Indonesia, kata dia, merupakan statemen dari pihak AS semata.
Dalam diskusi yang diselenggarakan Jakarta Defence Studies (JDS) yang berjudul "Strategi di Balik Kebijakan Alokasi Anggaran Pertahanan ", Agus menjelaskan bahwa pembelian alutsista merupakan proses bertahap yang panjang. Hal ini pasti ada perencanaan yang berjenjang.
"Apa kepentingan nasional kita. Itu yang jadi pertimbangan utamanya," kata Agus.
Sementara itu, Jubir Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak enggan berkomentar tentang rencana pembelian Osprey tersebut.
Sebelumnya, dalam siaran pers Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS, disebutkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS menyetujui rencana penjualan delapan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey Block C kepada Indonesia.
Disebutkan pula bahwa DSCA telah mengirim notifikasi akan kemungkinan penjualan Osprey tersebut ke Kongres AS pada hari yang sama.
Menurut AS, pemerintah Indonesia telah mengajukan pembelian delapan pesawat MV-22.
Osprey Block C kepada pemerintah AS, beberapa waktu lalu. Nilai total pembelian ini mencapai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,9 triliun.(Syaiful Hakim)

Hensoldt Dapatkan Kontrak untuk Kembangkan Radar AESA Baru untuk Armada Eurofighter Jerman dan Spanyol

radarmiliter.com - Perusahaan teknologi pertahanan Jerman Hensoldt telah dianugerahi kontrak oleh Airbus Defense and Space untuk mengembangkan dan memproduksi radar AESA (Active Electronic Scanning Array) baru untuk armada Eurofighter Jerman dan Spanyol.
Proyek ini secara gabungan dibiayai oleh negara-negara mitra Eurofighter, Spanyol dan Jerman, yang juga akan menjadi pengguna pertama radar tersebut dalam armada mereka. Setelah persetujuan anggaran oleh pemerintah Spanyol dan yang terbaru oleh Bundestag Jerman pada pertengahan Juni, kontrak senilai lebih dari 1,5 miliar euro kini telah ditandatangani.
Radar AESA
Radar AESA 
"Fakta bahwa Jerman dan Spanyol mengambil peran perintis dalam modernisasi Eurofighter merupakan sinyal kepercayaan dalam kerja sama pertahanan Eropa," kata CEO Hensoldt Thomas Müller. "Keputusan ini memastikan bahwa angkatan bersenjata kita akan terus dapat memenuhi misi mereka di masa depan dan terlindungi dengan cara terbaik."
Kontrak tersebut mencakup pengembangan baru komponen inti radar Eurofighter - termasuk receiver multi-channel digital dan modul transmitter/receiver antena - dan akan memperlengkapi sekitar 130 pesawat Eurofighter tranche dua dan tiga. Pengembangan sedang dilakukan oleh konsorsium industri Spanyol-Jerman di bawah kepemimpinan Jerman dengan dukungan dari negara-negara Eurofighter Inggris dan Italia.
Hensoldt telah terlibat dalam pengembangan dan produksi teknologi sensor Eurofighter yang saat ini digunakan. Di pusat radar di Ulm, Hensoldt saat ini mempekerjakan 2.200 orang, dan di sektor radar Eurofighter saja, perusahaan mengharapkan akan menciptakan 400 pekerjaan yang sangat berkualitas selama seluruh periode program. Perusahaan spesialis sensor itu juga berinvestasi sekitar 15 juta euro dalam perluasan kapasitas yang diperlukan, terutama di situs Ulm.(Angga Saja-TSM)
Sumber : defpost.com

Saab Mulai Produksi Gripen di Brasil

radarmiliter.com - Saab Aeronáutica Montagens (SAM) Brasil, pabrik aerostruktur pertama Saab di luar Swedia untuk pesawat tempur Gripen E/F yang baru, mencatat sejarah penting dengan dimulainya produksi Gripen di Brasil.
Situs ini akan membangun bagian-bagian dari Gripen, yang kemudian akan dikirimkan ke fasilitas perakitan akhir di pabrik Embraer di Gavião Peixoto, São Paulo, Brazil dan ke Linköping, Swedia.
Gripen Brasil
Gripen Brasil 
Pada tahun 2014, Saab menandatangani kontrak dengan pemerintah Brasil untuk pengembangan dan produksi 36 pesawat Gripen E/F. Pada bulan September tahun lalu, pesawat Gripen E Brasil pertama dikirim untuk memulai program uji terbang. Sekarang, tonggak sejarah baru telah tercapai, dimana produksi Gripen dimulai di pabrik SAM, yang terletak di São Bernardo do Campo, sebuah kota di daerah metropolitan São Paulo di Brasil.
Tail cone dan fuselage depan pesawat tempur Gripen E versi kursi tunggal adalah aerostruktur pertama yang masuk ke produksi di SAM. Selanjutnya, aerodynamic brake, fuselage belakang, wing box, dan fuselage depan untuk versi dua tempat duduk juga akan diproduksi di SAM.
“Ini adalah hasil lain dari Transfer Teknologi (T.o.T) program Gripen. Berdasarkan pelatihan teoretis dan praktis di tempat kerja para engineer dan assembler Brasil di Saab di Linköping, kami dapat membangun jalur produksi yang sangat berkualitas di SAM, mengikuti standar yang sama yang kami miliki di pabrik kami di Swedia,” kata Jonas Hjelm, kepala area bisnis Saab Aeronautics.
Saat ini, SAM memiliki lebih dari 70 karyawan yang berkualifikasi tinggi, setengahnya berpartisipasi atau telah berpartisipasi dalam Program T.o.T di Swedia. Sebagian dari karyawan ini telah menyelesaikan pelatihan dan kembali untuk memulai produksi di Brasil.
Brasil telah memesan 28 jet Gripen E kursi tunggal yang akan dikirim ke Brasil mulai dari 2021 dan delapan jet Gripen F kursi ganda, mulai dari 2023. Gripen F juga ditawarkan oleh Saab ke Finlandia untuk program penggantian pesawat tempur mereka.
Pada awal tahun ini, Saab melakukan pemotongan logam pertama untuk pesawat tempur Gripen F, menandai tonggak penting dalam program ini. Bagian pertama dibuat baru-baru ini di fasilitas Saab di Linköping, Swedia dan untuk air duct section, tepat di belakang kokpit pesawat.(Angga Saja-TSM)
Sumber : defpost.com

China Awasi Latihan Militer Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di LCS

radarmiliter.com - Dua kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang melakukan latihan di Laut China Selatan, dalam jangkauan pandang kapal-kapal Angkatan Laut China yang sedang mengawasi. Demikian dilaporkan komandan salah satu kapal induk, USS Nimitz, kepada Reuters, Senin (07/07).
"Mereka telah melihat kami dan kami sudah melihat mereka," kata Rear Admiral James Kirk dalam sebuah wawancara telepon dari Nimitz.
Latihan Militer Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat
Latihan Militer Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat  
Kapal tersebut telah melakukan latihan terbang di perairan tersebut dengan kapal induk dari Armada Ketujuh AL AS, USS Ronald Reagan. Rangkaian latihan dimulai pada saat liburan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.
Sebelumnya, Angkatan Laut AS pernah membawa kapal-kapal induk untuk unjuk kekuatan di Laut China Selatan. Tetapi, latihan tahun ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat ketika AS mengkritik China atas penanganan virus Corona.
AS juga menuduh China mengambil keuntungan dari pandemi untuk memperkuat klaim teritorialnya di perairan tersebut. Kementerian Luar Negeri China mengatakan AS telah sengaja mengirim kapalnya ke Laut China Selatan untuk pamer kekuatan. China juga menuduh AS berusaha memantik kemarahan antarnegara di kawasan itu.
Pentagon, ketika mengumumkan latihan kedua kapal induk, mengatakan ingin "membela hak semua negara untuk terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan".
AS menggambarkan kapal-kapal berbobot 100 ribu ton dan 90 unit pesawat yang mereka angkut itu masing-masing merupakan sebagai "symbol of resolve". Sekitar 12 ribu pelaut berada di kapal dalam kedua carrier strike group tersebut.
China mengklaim 90 persen wilayah di Laut China Selatan, yang kaya sumber daya dan merupakan jalur perdagangan senilai tiga triliun dolar AS (sekitar Rp45 kuadriliun) per tahun.
Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim di wilayah itu. China telah membangun pulau-pulau buatan di kawasan Laut China Selatan tetapi mengatakan bahwa niatnya damai.
"Kontak dengan kapal-kapal China terjadi tanpa ada insiden," kata Kirk.
"Kami berharap bahwa kami akan selalu berinteraksi secara profesional dan aman. Kami beroperasi di perairan yang sangat padat, banyak jenis lalu lintas laut," ujar Kirk menambahkan.(Angga Saja-TSM)

Damai dengan India, China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan

radarmiliter.com - China mulai menarik mundur pasukannya dari perbatasan pada Senin (6/7/2020), menyusul perjanjian damai dengan India. Laporan yang diberitakan Reuters menunjukkan militer China membongkar kamp dan fasilitas-fasilitas lainnya di Lembah Galwan, yang berdekatan dengan lokasi bentrokan. Keterangan itu disampaikan oleh sumber-sumber pemerintahan di India, yang menolak disebut namanya karena tidak berwenang bicara ke media.
China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan
China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan 
Mereka melanjutkan, kendaraan-kendaraan militer juga terlihat mulai ditarik dari daerah itu, serta di Hotsprings dan Gogra - dua zona perbatasan yang diperebutkan. Bentrokan militer India vs China pada 15 Juni terjadi selama berjam-jam, yang dilakukan dengan pentungan dan adu jotos. Beberapa tentara tewas di perairan Sungai Galwan yang beku di Himalaya barat. China belum mengungkap jumlah korban luka-luka atau tewas. Sementara itu jumlah korban tewas di pihak India adalah yang terbanyak dalam lebih dari 50 tahun terakhir.
Insiden ini membuat petinggi militer kedua negara bertemu untuk mencari cara mengurangi ketegangan. Penasihat keamanan nasional India Ajit Doval dan Menteri Luar Negeri Wang Yi dilaporkan "bertukar pandangan secara terbuka dan mendalam" pada Minggu (5/7/2020) mengenai perbatasan, menurut catatan kedua negara yang dirilis pada Senin (6/7/2020). Kedua pihak mengatakan, mereka sudah setuju menarik mundur pasukan secara signifikan. India juga mengatakan, kedua pihak telah sepakat untuk menghormati Garis Kontrol Aktual (LAC) sesuai posisi di sepanjang bagian perbatasan yang diperebutkan itu. Namun, referensi ini tidak masuk dalam catatan Beijing di pertemuan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menanggapi pertanyaan tentang apakah China telah memindahkan peralatan-peralatannya di Lembah Galwan. Ia mengatakan, kedua pihak "mengambil langkah-langkah efektif untuk melepaskan dan meredakan situasi di perbatasan." "Kami berharap India akan bertemu China di tengah jalan dan mengambil langkah konkret untuk melaksanakan apa yang disepakati kedua belah pihak, terus berkomunikasi secara erat melalui saluran diplomatik dan militer, serta bekerja sama untuk mendinginkan situasi di perbatasan." Keterangan itu disampaikan Zhao dalam konferensi pers pada Senin (6/7/2020).(Aditya Jaya Iswara)

Argentina Beli Kendaraan Pengangkut Infantri Stryker

radarmiliter.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memberi Argentina persetujuan untuk membeli 27 kendaraan pengangkut infanteri M1126 Stryker dan peralatannya senilai $ 100 juta.
Kendaraan Pengangkut Infantri Stryker
Kendaraan Pengangkut Infantri Stryker 
Pemerintah Argentina telah mengajukan untuk membeli dua puluh tujuh (27) M1126 Stryker Infantry Carrier Vehicle dan dua puluh tujuh (27) M2 Flex .50 Cal Machine Gun. Juga termasuk AN/VAS-5 Driver’s Vision Enhancer; AN/VIC-3 Vehicle Intercom Systems; AN/VRC-91E Single Channel Ground and Airborne Radio System (SINCGARS); Basic Issue Items (BIi); Components of End Items (COEI); Additional Authorized List (AAL); Special Tools and Test Equipment (STTE); M6 Smoke Grenade launchers and associated spare; Layanan De-processing Luar Continental Amerika Serikat (OCONUS); Pelatihan yang disediakan Kontraktor OCONUS; Perwakilan Layanan Lapangan (FSR); manual teknis; suku cadang; engineering Pemerintah AS dan kontraktor; layanan dukungan teknis dan logistik dan unsur-unsur terkait lainnya dari dukungan logistik dan program. Total estimasi biaya program adalah sebesar $ 100 juta.
M1126 Stryker adalah keluarga kendaraan tempur delapan roda yang dapat melaju dengan kecepatan hingga 62mph (99,77 km/j) di jalan raya, dengan jangkauan 312 mil (502,11 km). Konfigurasi kendaraan Stryker termasuk kendaraan pengintaian; kendaraan pengangkut misil anti-tank dan evakuasi medis; dan pembawa mortir, regu zeni, regu infanteri, kelompok komando, dan tim pendukung tembakan.(Angga Saja-TSM)

Kapal Selam Type 218SG Pertama AL Singapura akan Diserahkan pada Tahun 2022

radarmiliter.com - Menteri Pertahanan Singapura Dr. Ng Eng Hen mengatakan bahwa kapal selam kelas Invincible pertama buatan Jerman akan dikirimkan pada 2022
Kelas Invincible, yang juga dikenal sebagai Tipe 218SG, adalah kelas kapal selam yang dipesan oleh Angkatan Laut Singapura dari ThyssenKrupp Marine Systems.
Kapal Selam Type 218SG Pertama AL Singapura
Kapal Selam Type 218SG Pertama AL Singapura  
Setelah peluncuran pada Febriuari 2019 lalu, Invincible menjalani serangkaian sea trial sebelum dikirim ke Singapura pada tahun 2022. Tiga kapal selam lainnya sedang dibangun.
Dengan displacement 2.200 ton, kapal selam ini akan memiliki kecepatan lebih dari 15 knot di bawah air. Panjangnya 70 meter dan diameter 6,3 meter. Persenjataan mereka akan diluncurkan dari 8 tabung torpedo 533mm. Kapal selam Type 218SG didasarkan pada desain TKMS Type 214, dengan elemen dari Type 212A (seperti bagian X ruder).
Kapal selam kelas Invincible dilengkapi dengan kemampuan yang ditingkatkan secara signifikan. Kapal selam dilengkapi dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP) berdasarkan teknologi Fuel Cell, yang akan memungkinkan kapal selam untuk tetap menyelam sekitar 50% lebih lama dari kapal selam kelas "Archer". Kapal selam juga membawa sistem tempur yang dirancang oleh Atlas Elektronik dan ST Electronics.(Angga Saja-TSM)

AS Setujui Penjualan MV-22 Block C Osprey untuk Indonesia

radarmiliter.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memutuskan untuk menyetujui kemungkinan Foreign Military Sale kepada Pemerintah Indonesia untuk delapan (8) pesawat terbang MV-22 Block C Osprey dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya sebesar $ 2 miliar. Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) akan memberikan sertifikasi yang diperlukan untuk memberi tahu Kongres AS tentang kemungkinan penjualan ini.
 MV-22 Block C Osprey
 MV-22 Block C Osprey 
Penjualan tersebut jika dijalankan, akan menandai negara diluar AS kedua yang membeli Osprey, dimana Jepang menjadi negara asing pertama. Hal itu juga akan menjadi kemenangan bagi konsorsium Bell-Boeing yang membuat Osprey. Osprey ke-400 baru saja dikirim dari jalur produksi sebulan yang lalu.
Pemerintah Indonesia telah mengajukan untuk membeli delapan (8) pesawat MV-22 Block C Osprey. Pembelian termasuk dua puluh empat (24) mesin AE 1107C Rolls Royce; dua puluh (20) AN / AAQ-27 Forward Looking InfraRed Radar; dua puluh (20) AN/AAR-47 Missile Warning System; dua puluh (20) AN/APR-39 Radar Warning Receiver; dua puluh (20) AN/ALE-47 Countermeasure Dispenser System; dua puluh (20) AN/APX-117 Identification Friend or Foe System (IFF); dua puluh (20) AN/APN-194 Radar Altimeter; dua puluh (20) AN/ARN-147 VHF Omni­Directional Range (VOR) Instrument Landing System (ILS) Beacon Navigation System; empat puluh (40) ARC-210 629F-23 Multi-Band Radio (Non-COMSEC); dua puluh (20) AN/ASN-163 Miniature Airborne Global Positioning System (GPS) Receiver (MAGR); dua puluh (20) AN/ARN-153 Tactical Airborne Navigation System; dua puluh (20) Traffic Collision Avoidance System (TCAS II); dua puluh (20) M-240-D 7.64mm Machine Gun; dua puluh (20) GAU-21 Machine Gun; Joint Mission Planning System (JMPS) with unique planning component; publikasi dan dokumentasi teknis; suku cadang pesawat terbang dan suku cadang perbaikan; perbaikan dan pengembalian; layanan pengiriman ferry; dukungan tanker; peralatan pendukung dan uji; pelatihan personil dan peralatan pelatihan; perangkat lunak; kontraktor Pemerintah AS dan engineering, logistik, dan layanan dukungan teknis; dan elemen pendukung teknis dan program lainnya. Perkiraan total biaya adalah $ 2,0 miliar.
Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan bela diri yang kuat dan efektif.
Usulan penjualan pesawat dan dukungannya akan meningkatkan kemampuan bantuan kemanusiaan dan bencana Indonesia dan mendukung operasi amfibi. Penjualan ini akan meningkatkan pembagian beban dan interoperabilitas dengan Pasukan AS.
Menurut thedrive.com, V-22 meskipun tidak murah, sangat cocok untuk Indonesia, negara yang terdiri dari 17.000 pulau yang membentang ribuan mil. Kemampuan V-22 untuk mengangkut beban yang signifikan pada kecepatan turboprop, dan masih bisa mendarat dan lepas landas secara vertikal akan secara drastis meningkatkan kemampuan logistik militer Indonesia.(Angga Saja-TSM)

Media Tiongkok: Pakistan Terlihat Kerahkan UGV di Dekat Perbatasan India

radarmiliter.com - Menurut laporan media Tiongkok "Baidu", Angkatan Darat Pakistan telah mengerahkan "banyak" kendaraan darat tak berawak (unmanned ground vehicle - UGV) di dekat perbatasan dekat dengan India.
UGV tersebut dikatakan mirip dengan UGV Platform-M buatan Rusia, menurut beberapa laporan media.
Unmanned Ground Vehicle - UGV
Unmanned Ground Vehicle - UGV 
miRobot Platform-M yang dikendalikan dari jarak jauh tersebut dipersenjatai dengan peluncur roket RPG-26 dan senapan mesin 7,62 mm. Kendaraan dapat mencapai kecepatan 25 km per jam dan dapat diarahkan hingga jarak 16 km dengan teknologi LOS (line of sight).
UGV dapat digunakan untuk mengumpulkan intelijen, menemukan dan menghancurkan sasaran tetap dan bergerak, dukungan daya tembak, patroli dan misi perlindungan lapangan.
UGV tersebut dilengkapi dengan pelacak elektro-optik dan radio reconnaissance locator, yang memungkinkan robot untuk melakukan tugas-tugas tempur pada malam hari tanpa menunjukkan dirinya sendiri. Platform-M adalah platform universal yang dapat dipasok dalam berbagai macam sasis dan persenjataan defensif.(Angga Saja-TSM)

Radar Acak

Radar TNI AU