Radar TNI AD

Radar TNI AL

Radar TNI AU

Radar Terbaru

Rencana Pelaksanaan Misi Satgas Dukpur dalam Latihan Angkasa Yudha 2019 di Lanud Abdulrachman Saleh


Satuan Tugas Dukungan Udara (Satgas Dukpur) yang terdiri crew pesawat angkut dan helikopter sebagai salah satu pelaku Latihan Angkasa Yudha TNI Angkatan Udara 2019 melaksanakan rapat untuk penyusunan mission planning Dukpur di Ruang Briefing Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Selasa (16/7). Rapat di supervisi oleh Kolonel Pnb Meka Yudanto, S.Sos.,M.M., dan Kolonel Pnb Atang Sudrajat sebagai pejabat dari Komando Latihan (Kolat) diikuti para penerbang unsur angkut berat, angkut sedang, angkut ringan, helikopter juga penerbang Tempur Taktis pesawat Super Tucano dan unsur lainnya.
Misi Satgas Dukpur
Briefing Misi Satgas Dukpur 
Beberapa misi Satgas Dukpur dibicarakan dan digeladikan oleh para penerbang.sebagai para pelaku latihan tersebut. Dibicarakan urutan-urutan kegiatan kemampuan yang digeladikan disesuaikan dengan aturan/doktrin yang berlaku. Dengan menggunakan pesawat model dan peta landasan pangkalan udara yang ada di ruang rapat para penerbang berupaya untuk menyusun skenario latihan crew Satgas Dukpur untuk menguji kemampuannya pada manuver lapangan dalam Latihan Angkasa Yudha 2019. Tentu saja skenario disusun dengan mempertimbangkan berbagai hal agar kemampuan termanifestasikan secara profesional, aman dan lancar. Dari skenario yang disusun dan digeladikan tersebut akan menjadi acuan dalam praktek saat manuver di lapangan yang akan dilaksanakan pada esok harinya.
Latihan Angkasa Yudha adalah latihan puncak TNI AU bertujuan menguji tingkat kesiapan operasional satuan-satuan di jajaran TNI Angkatan Udara mulai dari tingkat Kotama operasi sampai dengan satuan setingkat pangkalan udara dengan berbagai unsur kekuatannya. Latihan didahului dengan penyusunan skenario latihan yang telah direncanakan sebagai panduan untuk menguji kemampuan seluruh satuan tersebut dalam mengimplementasikan doktrin Swa Bhuana Paksa ketika melaksanakan operasi Udara.(Pen Lanud Abd)

Bocoran Lokasi 150 Bom Nuklir AS di Eropa


Sebuah bocoran draft laporan yang berafiliasi dengan NATO mengungkapkan jumlah dan lokasi penyebaran bom nuklir Amerika Serikat (AS) di Eropa. Menurut bocoran dokumen itu, ada 150 bom mengerikan Amerika di enam pangkalan militer negara-ngara NATO.
Bom Nuklir AS di Eropa
Bom Nuklir AS di Eropa 
Draft laporan yang sensitif ini disusun oleh Senator Kanada, Joseph Day. Namun, entah kenapa laporan itu diubah tak lama setelah diterbitkan.
Secara resmi, baik AS maupun NATO tidak akan pernah bersedia mengungkap data rahasia ini. Kanada, negara asal Senator Day, juga tidak membocorkan rahasia tersebut.
"Era baru untuk pencegahan nuklir? Modernisasi, pengontrolan senjata, dan pasukan sekutu nuklir," bunyi dokumen yang ditulis oleh Senator Day.
Day duduk di Komite Pertahanan dan Keamanan Majelis Parlemen NATO, sebuah badan konsultatif antar-parlemen untuk blok militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut. Draft asli dibahas pada sesi majelis di Bratislava, Slovakia, pada 1 Juni, untuk direvisi lebih lanjut dan akhirnya diadopsi pada sesi tahunan di London pada bulan Oktober.
Anggota Parlemen Partai Hijau Belgia, Wouter De Vriendt, yang menghadiri sesi itu, memberikan salinan draft tersebut kepada surat kabar De Morgen. Menurut draft itu, NATO menyimpan sekitar 150 bom nuklir B61 di enam pangkalan militer.
Lokasinya antara lain Kleine Brogel di Belgia, Büchel di Jerman, Aviano dan Ghedi-Torre di Italia, Volkel di Belanda dan İncirlik di Turki. Walaupun draft tersebut tidak menyebutkan berapa banyak bom di masing-masing pangkalan, informasinya sudah tersedia secara online, meskipun dengan tingkat akurasi yang berbeda-beda.
Menurut laporan surat kabar tersebut, Pangkalan Udara Volkel menyimpan hingga 20 bom nuklir, sementara Pangkalan Udara Kleine Brogel dilaporkan menampung 10 hingga 20 bom serupa atau hulu ledak gravitasi.
Italia, yang merupakan satu-satunya negara dalam daftar dengan dua pangkalan nuklir, diperkirakan menyimpan bom nuklir terbesar AS, yakni antara 60 hingga 70 unit.
Selanjutnya, Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan dilaporkan menyimpan 50 bom nuklir B61. Pangkalan Udara Büchel di Jerman dilaporkan menjadi rumah untuk 20 bom nuklir.
Data itu selama ini dianggap sudah menjadi rahasia umum, namun Majelis Parlemen NATO memilih untuk mengubah laporan itu. Versi saat ini, yang diunggah pada 11 Juli, tidak menentukan lokasi bom nuklir lagi dan mengacu apa yang mereka sebut sebagai "sumber terbuka" sambil menyatakan jumlah bom di Eropa.
"Menurut sumber terbuka, Amerika Serikat menyebarkan sekitar 150 senjata nuklir, khususnya bom gravitasi B61, ke Eropa untuk digunakan pada pesawat berkemampuan ganda AS dan sekutu," bunyi laporan itu, yang dikutip dari Russia Today, Kamis (18/7/2019).
Laporan ini memberikan amunisi figuratif bagi mereka di Eropa yang tidak senang menjadi tuan rumah bom nuklir Amerika di tanah mereka. Sebab, ada kekhawatiran bahwa pangkalan tersebut dapat berfungsi sebagai target utama serangan teroris dan konvensional dan menempatkan Eropa di garis silang dari setiap potensi konflik nuklir.
Rusia sendiri telah lama membunyikan alarm tentang penyeberan senjata berbahaya AS di dekat perbatasannya. Kekhawatiran itu sekarang diperkuat oleh draft laporan yang bocor.(Muhaimin)

Lanud Sam Ratulangi Manado Segera Miliki Skadron Udara


Pertahanan udara di Sulawesi Utara bakal makin kokoh sebagai benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi Manado tak lama lagi bertipe-A. Tipe A bakal mendorong kehadiran pangkalan militer berupa skadron udara.
Skadron Udara TNI AU
Skadron Udara TNI AU 
Pesawat-pesawat tempur bakalan mondar-mandir di angkasa Sulut. Hal ini diungkapkan Komandan Pangkalan Angkatan Udara Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado Kolonel Penerbang (Pnb) Johnny Sumaryana.
“Seperti kita ketahui, Sulawesi Utara memang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Filipina. Nah, pembentukan Skadron sudah sangat dibutuhkan di daerah ini (Sulut) guna semakin memperkuat wilayah udara kita,” ungkap Kolonel Sumaryana, ketika diwawancarai Manado Post di ruang kerjanya, Selasa (16/7) siang.
Lanjutnya, panglima sudah memberi bocoran soal beberapa daerah yang bakal dibentuk skadron. “Ada Manado, Kupang, dan Solo,” ujarnya.
“Karena salah satu syarat naik ke tipe A itu (pembentukan skadron). Selain penambahan pembangunan kantor pangkalan. Sekarang kan masih tipe B. Jadi kita tunggu saja perkembangannya,” sambung Sumaryana.
Rencana tersebut juga untuk mendukung program Presiden RI Joko Widodo, yang ingin terus menguatkan pertahanan udara kita lewat keberadaan pangkalan militer milik TNI AU. Lalu kapan Skadron tersebut bisa dibentuk? Jawabnya tak lama lagi.
“Nantinya akan ada pesawat-pesawat tempur yang nongkrong di pangkalan. Kita juga mulai perluas pangkalan yang ada sekarang. Misalnya penambahan fasilitas apron (tempat parkir pesawat) serta semua kebutuhan pangkalan militer lainnya,” paparnya. “Skadronnya tetap akan berkedudukan di lokasi saat ini (samping Bandara Sam Ratulangi),” bebernya.
Bagaimana dengan pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista)? “Misalnya, di Makassar ada Sukhoi-nya. Maka, di Sulut juga akan ada jet-jet tempur dan pesawat-pesawat tempur canggih pendukung lainnya. Tapi untuk sekarang saya belum tahu pesawat jenis apa yang akan hadir di daerah ini,” jelasnya.
Diketahui, jika Lanudsri sudah tipe A, otomatis komandan Lanudsri bakal dikendalikan jenderal bintang satu dengan pangkat Marsekal Pertama TNI.(gnr)
Sumber : Herroe Soestiana-TSM manadopostonline.com

'Ditendang' AS dari Program Jet Tempur F-35, Turki Murka


Turki buka suara setelah "ditendang" Amerika Serikat (AS) dari program pesawat tempur siluman F-35. Turki mengatakan bahwa keputusan Washington menghentikan keterlibatan Ankara dari program F-35 adalah tindakan ilegal dan menyebutnya sebagai sebuah kesalahan.
Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35   
Turki menekankan bahwa keputusan yang diambil AS membahayakan hubungan strategis antara dua negara sekutu NATO. Turki pun meminta AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.
"Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa negara kami akan dihapus dari program F-35 karena kami mengimpor sistem pertahanan udara S-400. Langkah sepihak ini tidak terkait dengan semangat aliansi dan tidak memiliki dasar yang sah. Tidak adil bahwa Turki, yang merupakan salah satu mitra utama (Amerika Serikat) pada program F-35, dikecualikan darinya," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
"Kami menyerukan Amerika Serikat untuk meninggalkan kesalahan ini yang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada hubungan strategis kami," tambah pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (18/7/2019).
Sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan AS, Ellen Lord, dalam sebuah jumpa pers mengatakan bahwa Pentagon tengah bekerja untuk melepaskan hubungannya dengan Turki dalam program F-35 internasional. Hal itu menyusul keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia, dan sekarang mengharapkan prosesnya akan selesai pada Maret 2020.
Lord mengatakan Pentagon akan menghabiskan antara USD500 - USD600 juta untuk menggeser rantai pasokan bagian jet tempur F-35 buatan Turki. Ia juga menekankan bahwa penghapusan Ankara dari program tidak akan mempengaruhi keseluruhan implementasi F-35 karena Pentagon telah bekerja untuk menemukan sumber alternatif untuk suku cadang.
Gedung Putih telah mengumumkan bahwa Turki tidak akan lagi menjadi bagian dari program F-35 setelah Ankara membeli S-400 Rusia dan membuat hubungan itu "mustahil".
Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pada Desember 2017 untuk pengiriman empat baterai S-400. AS dan negara-negara anggota NATO mengkritik perjanjian tersebut dan menyatakan keprihatinan atas ketidaksesuaian sistem S-400 dengan sistem pertahanan udara dan rudal NATO.
AS mengklaim S-400 dapat membahayakan proyek jet siluman F-35. Washington mengumumkan pada Juni bahwa mereka tidak akan menerima pilot Turki untuk pelatihan F-35 kecuali Ankara membatalkan perjanjian S-400 dengan Rusia. Tetapi Turki mengatakan akuisisi sistem pertahanan udara Rusia akan berjalan terus dan akan mempertahankan kontraknya senilai USD2,5 miliar dengan Rusia.
Menurut laporan media, AS telah menyiapkan sanksi terhadap Turki atas pengadaan sistem S-400, dan langkah-langkah kemungkinan akan diumumkan kemudian pada bulan Juli.(Berlianto)

Latihan Bersama Talisman Saber 2019


Pasukan Australia memimpin pendaratan amfibi dan serangan ofensif terbesar sejak Perang Dunia II sebagai gugus tugas yang terdiri dari personel dari beberapa negara yang mendarat di Pantai Langham, dekat Stanage Bay, Queensland.
Talisman Saber 2019
Talisman Saber 2019 
Serangan amfibi tersebut adalah bagian dari latihan Talisman Saber 2019 dimana pasukan Australia, AS, Inggris, Jepang, dan Selandia Baru berlayar ke pulau fiksi bernama Legais sebagai expeditionary strike group gabungan.
Pasukan diangkut dengan kapal USS Wasp, USS Green Bay, kapal-kapal Angkatan Laut Australia, dan kapal-kapal Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF). Kemudian diluncurkan dari kapal dengan landing craft air cushion
(LCAC), kendaraan tempur serbu amfibi (AAV), combat rubber raiding craft (CRRC), dan berbagai pesawat angkut.
Latihan ini merupakan tonggak penting bagi Angkatan Laut Australia, karena merupakan latihan serangan amfibi internasional pertama di mana kedua kapal landing helicopter dock (LHD) AL Australia, yaitu HMAS Canberra dan Adelaide, dikerahkan untuk menggunakan kemampuan amfibi mereka secara bersama-sama.
Partisipasi mereka dalam serangan ini menyusul latihan persiapan Sea Explorer dan Sea Raider, yang dilakukan menjelang latihan Talisman Saber.
Hal yang unik dari latihan Talisman Saber kedelapan ini adalah keikutsertaan Pasukan Bela Diri Jepang. Brigade Reaksi Cepat Amfibi Jepang yang baru didirikan melakukan perjalanan ke Australia dengan kapal JMSDF, yaitu JS Ise dan JS Kunasaki.
Talisman Saber adalah latihan gabungan terbesar yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Australia hingga saat ini, dengan lebih dari 34.000 personel, 30 kapal dan 200 pesawat dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Inggris, Jepang dan Kanada.(Angga Saja-TSM)
Sumber :  navaltoday.com

Jet Tempur F-5E/F Tiger II Telah Lahirkan 104 Penerbang Tempur Terbaik TNI AU


Berdasarkan telegram pimpinan TNI AU Nomor T/719/2016 tanggal 3 Mei 2016 tentang penghentian sementara pengoperasian (stop flying) seluruh pesawat F-5E/F Tiger II Skadron Udara 14 Lanud Iswahyudi, Madiun, maka sejak itu berhenti lah seluruh operasi penerbangan pesawat tempur TNI AU ini.
Daftar Penerbang Jet Tempur F-5E/F Tiger II
Daftar Penerbang Jet Tempur F-5E/F Tiger II  
Total 35 tahun sudah F-5E/F mengabdi untuk Ibu Pertiwi.
Kedatangan pertama Si Macan, demikian julukannya, adalah pada 21 April 1980. Sebanyak delapan unit dari 16 pesawat yang dibeli TNI AU, diangkut menggunakan pesawat C-5A Galaxy milik Military Airlift Command USAF yang diterbangkan langsung dari Amerika Serikat. Sisanya dikirim pada 5 Juli 1980.
Selanjutnya pesawat dirakit di Skadron Udara 14 dengan melibatkan teknisi TNI AU.
Sejak resmi dioperasikan Skadron 14, F-5 menjadi tulang punggung operasi udara. Sejumlah operasi dan latihan diikuti F-5.
Mulai dari Operasi Panah di Aceh tahun 1990-1992, Operasi Elang Sakti XXI (Pengamanan Perbatasan NTT) 1999, dan Operasi Oscar yang merupakan operasi pengamanan wilayah perairan.
Tercatat empat pesawat mengalami kecelakaan selama dioperasikan. Yaitu F-5E TS-0504, F-5E TS-0505, F-5E TS-0507, dan F-5E TS-0506.
Akhirnya pada 28 April 2016, pesawat F-5E/F Tiger II melaksanakan penerbangan terakhir di Indonesia lewat misi Simulated Surface Attack (Phoenix Flight).
Pesawat TS-0516 diterbangkan Phoenix 1 Letkol Pnb Abdul Haris, dan Phoenix 2 Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa menerbangkan TS 0512.
Selama pengabdiannya di TNI AU, F-5E/F Tiger II telah melahirkan begitu banyak tempur terbaik.
Daftar nama penerbang F-5 di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung.
Daftar nama penerbang F-5 di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung.
Banyak yang menjadi marsekal, bahkan meraih bintang empat.
Seperti Marsekal (Pur) Djoko "Beetle" Suyanto, Marsekal (Pur) Imam "Fish Bed" Sufaat, Marsekal (Pur) Agus "Dingo" Supriatna, dan Marsekal TNI Yuyu "Lion" Sutisna yang sekarang menjadi KSAU.
Meski tidak dimaksudkan untuk reuni, sejumlah penerbang F-5E/F itupun menyempatkan hadir dan berkumpul saat peresmian monumen F-5E/F Tiger II di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung, Jawa Barat (5/7/2019). Monumen diresmikan oleh KSAU Marsekal Yuyu Sutisna.
Dari papan nama daftar penerbang F-5 yang dipajang, tercatat 104 perwira TNI AU pernah menjadi penerbang F-5E/F Tiger II.
Keterangan foto:
Duduk kiri-kanan
Marsdya (Pur) Toto Riyanto
Marsdya (Pur) Suprihadi
Perwakilan Gubernur Jawa Barat
Marsekal TNI Yuyu Sutisna
Ketua Pembina Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Prof. Dr. Ing. Yul Yunaswin Nazaruddin, IPM
Marsdya (Pur) Eris Herryanto
Marsdya (Pur) Dede Rusamsi
Marsda (Pur) Bonar Hutagaol
Berdiri kiri-kanan
Tokoh masyarakat Bandung
Marsma TNI Arif Mustofa
Capt Zaenol
Capt James Singal
Capt Memed Alibasah
Kolonel Pnb Agung Sasongko Jati
Marsda TNI Yadi Indrayadi
Marsda TNI Andyawan Martono Putra
Marsma TNI Anang Nurhadi
Marsma TNI Widyargo Iko Putra
Marsma TNI Roni Moningka
Capt Nasrun Natsir
Letkol Pnb Reza Muryadi (Komandan Skadron 14) (Beny Adrian)
Sumber : Herroe Soestiana-TSM https://angkasa.news

Trump Tegaskan AS Tidak akan Jual F-35 ke Turki


Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington tidak akan menjual jet tempur F-35 Turki. Keputusan ini datang setelah Turki mulai menerima sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.
Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35  
Trump membuat pengumuman itu saat pertemuan kabinet di Gedung Putih. Di mana dia menyalahkan administrasi mantan Presiden Barack Obama untuk kebuntuan dan mengekspresikan simpati terhadap keputusan Turki.
"Kami memiliki situasi di mana Turki sangat baik dengan kami, dan kami sekarang memberitahu Turki bahwa karena Anda benar-benar terpaksa membeli sistem rudal lain, kami tidak akan menjual kepada Anda jet tempur F-35," kata Trump, seperti dilansir PressTV pada Rabu (17/7).
"Ini adalah situasi yang sangat sulit bagi mereka dan ini adalah situasi yang sangat sulit yang telah kami tempatkan di AS. Dengan semua yang dikatakan, kita sedang mengerjakannya. Kami akan melihat apa yang terjadi, tetapi itu tidak terlalu adil," sambungnya.
Terkait S-400, sebelumnya pesawat kargo kesembilan Rusia yang mengangkut komponen sistem rudal S-400 mendarat di Pangkalan Udara Murted, pinggiran Ankara, Senin sore. Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pengiriman akan terus belanjut.
Pengiriman senjata pertahanan canggih Moksow yang dibeli Ankara itu dimulai sejak Jumat pekan lalu. Pengiriman berlangsung meski AS memperingatkan Ankara bahwa pembelian senjata Rusia akan terkena sanksi dari Washington.(Victor Maulana)

India Keluarkan Tender senilai $ 291 Juta untuk Pembelian Torpedo Berat


Kementerian Pertahanan India telah mengeluarkan tender senilai $ 291 juta (INR 2000 crore) untuk pengadaan 100 torpedo berat untuk kapal selam diesel-elektrik (SSK) kelas Scorpene (kelas Kalvari).
"Tender ini untuk pembelian sekitar 100 torpedo dan akan memenuhi kebutuhan segera Angkatan Laut India," kata seorang pejabat tinggi kementerian pertahanan India sebagaimana dikutip oleh media setempat.
Kapal Selam India
Kapal Selam India 
"Torpedo ini akan mempersenjatai kapal selam kelas Scorpene yang sedang dibangun oleh galangan kapal Mazagon yang berbasis di Mumbai," kata pejabat itu lebih lanjut.
Kontrak untuk produksi berlisensi enam kapal selam kelas ini senilai $ 3,75 miliar ditandatangani pada Oktober 2005 di bawah Project 75. Proposal untuk mempersenjatai kapal selam asal Prancis ini dengan torpedo telah disetujui oleh Kementerian Pertahanan Inida pada Februari tahun ini.
Hingga saat ini semua tender telah dikeluarkan untuk vendor asing, yaitu Perancis, Swedia, Rusia dan Jerman. Namun Kementerian Pertahanan India telah merencanakan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dengan torpedo berat buatan India.
"Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) juga menantikan untuk menggunakan torpedo kelas berat sebagai versi berikutnya dari torpedo ringannya untuk kapal selam dan kapal permukaan," kata pejabat itu menambahkan.
Armada kapal kelas Arihant bertenaga nuklir yang dikembangkan sendiri oleh India juga membutuhkan torpedo baru. Kapal selam itu saat ini dilengkapi dengan torpedo lama dan kurang efektif.
Kesepakatan India untuk pembelian 98 torpedo berat Black Shark telah dicapai dengan Whitehead Alenia Systemi Subacquei (WASS), tetapi kemudian dibatalkan pada tahun 2017 setelah perusahaan induk WASS, Finmeccanica, dimasukkan dalam daftar hitam karena memiliki tuduhan korupsi pada anak perusahaan FInmecacanica lainnya, yaitu Agusta Westland dalam kesepakatan pengadaan helikopter VVIP.(Angga Saja-TSM)

Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Singapura Sandar di Surabaya


Tiga Kapal Perang Asing dari Singapura RSS Justice -18, RSS Steadfast - 70 dan RSS Vigour - 92 di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tj. Perak Surabaya, Selasa (16/7).
RSS Steadfast - 70
RSS Steadfast - 70 
Hadir dalam penyambutan Dan KRI Sultan Iskandar Muda, Dan KRI Nala, Dan KRI Nuku, LO Kaprang Singapura Mayor POM Aang, Pamen/Pama Sops Lantamal V, 1 SST Yonmarlan V Sby, Disayahal Lantamal V, 1 SST Merflug TNI AL , 1 SST Korsik TNI AL dan Deputasi Pa, Ba, Ta.
Data2 kapal RSS Steadfast -70 No. M. F. A :050/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner: Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Steadfast -70, Nationality: Singapore, Ship LRIT 56 KK, Type: Formidable Class Fregate, Dimensions: L 114 M, B 16 M, D 6 M, Displacement: 3200 Tones, Call Sign: 86 KK, Captain: LTC Song Shadoong, Charlin, Crew :12 Officer, 59 crew.
RSS Justice - 18 No. M. F. A : 048/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner:Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Justice 18, Nationality: Singapore, Ship LRIT 9VTQ, Type: Independence Class Littoral Mission, Dimensions: L 80 m, B 12 m, D 4.5 m, Displacement: 1230 Tones, Call Sign: 9VTQ, Captain: LTC Ye Yeeming, Crew: 8 Officer 32 crew.
RSS Vigour 92 No. M. F. A :049/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner: Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Vigour 92, Nationality: Singapore, Ship LRIT 56 KT, Type: Victory Class Missile Corvette, Dimensions: L 62 M, B 8,5 M, D 3 M, Displacement: 530 Tones, Call Sign: 86 KT, Captain Maj Lot Shing Tong, Crew: 8 Officer, 32 crew.
Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Singapura sandar di Surabaya dalam rangka Latihan bersama Eagle Indopura 2019, yang dilaksanakan pada tanggal 16 - 20 Juli 2019.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tni.mil.id

Pasukan Bela Diri Darat Jepang Pamerkan Foto Pesawat Osprey Terbarunya


Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JDSDF), atau Angkatan Darat Jepang, telah men-tweet di akun Twitter resminya, foto-foto yang menunjukkan pesawat V-22 Osprey terbaru Jepang selama latihan dengan Marinir Amerika Serikat.
JGSDF
Pesawat Osprey JGSDF 
Postingan akun Twitter “JGSDF” mengatakan bahwa: “Pilot tengah mempelajari manuver V-22 dengan menggunakan JGSDF V-22 di USMC New River Airfield. Ini adalah pertama kalinya dilakukan penerbangan formasi dengan USMC, USAF, Angkatan Laut AS dan JGSDF secara bersama-sama dan ini memperdalam interoperabilitas antara Jepang dan AS."
Pemerintah Jepang berencana untuk mengakuisisi varian operasi khusus dari pesawat tilt-rotor V-22 Osprey untuk Pasukan Bela Diri untuk melakukan misi berbahaya dan rahasia di luar negeri, seperti penyelamatan warga Jepang, menurut para narasumber.
JGSDF akan menerima varian V-22B Block C, pesawat yang sama dalam kedinasan Korps Marinir AS yang dikenal sebagai MV-22. Osprey Block C memiliki radar baru, juga manajemen misi tambahan dan peralatan peperangan
elektronik.
Jepang memesan lima Osprey pertama untuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang pada Juli 2015 senilai $ 332 juta.
Sejumlah V-22 juga akan ditempatkan di kapal induk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang baru Izumo. Kementerian Pertahanan Jepang juga mengumumkan niatnya untuk mengerahkan beberapa V-22 di Laut Cina Timur.
Pembelian pesawat tilt-rotor V-22 adalah bagian dari kebutuhan Pasukan Bela Diri Jepang untuk meningkatkan kemampuan perang amfibi dan perang lautnya.(Angga Saja-TSM)

Radar Acak