Perang Asimetris sedang Berlangsung di Negara Indonesia

08:44
Loading...
Perang Asimetris
Perang Asimetris
Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, meski Indonesia sudah merdeka namun sesungguhnya masih dihadapkan dengan peperangan.
Jika di masa lalu di zaman penjajahan, para pejuang dulu berperang secara fisik dengan menggunaka senjata dan lawannya jelas yakni penjajah Belanda dan Jepang.
"Kalau jaman sekarang, peperangan terus berlanjut tapi bangsa ini tidak tahu siapa yang menjadi musuh, semuanya samar-samar apakah musuh apakah teman. Itulah yang namanya perang asimeteris atau perang tak berbentuk, perang ideologi. Orang asing tidak ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar," kata Mahyudin dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, di Aula Gedung Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten, Kamis ( 25/2 /2016).
"Sebab, mereka sangat memahami, bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dan maju," imbuhnya.
Mahyudin menjelaskan, mengapa orang asing begitu khawatir dengan Indonesia, sebab Indonesia sangat kaya semuanya ada antara lain, jumlah penduduk yang besar 200 juta jiwa lebih, punya sumber daya alam yang sangat berlimpah dan alam yang baik.
Menurutnya, Indonesia sangat kaya tapi anehnya Indonesia selalu bergantung pada impor bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, itu masalahnya.
"Maka mereka melancakan perang ideologi dan perang ekonomi, kalau kita tidak mampu atasi, kita akan selalu dibawah negara-negara lain," tuturnya.
Pimpinan MPR RI, lanjut Mahyudin, sangat memperhatikan hal tersebut. Penting sekali melakukan pendalaman cinta kepada tanah air agar generasi muda itu berpikir bagaimana membangun bangsanya ini menjadi lebih baik.
"Untuk itu mahasiswa harus betul-betul memperhatikan itu. Jangan hanya teriak-teriak mengeluarkan kritik keras kepada pejabat. Generasi muda hanya harus menolak semua bentuk penyimpangan tapi harus juga melakukan penyadaran minimal dari diri sendiri jika menjadi pejabat harus jujur dan amanah, sebab tantangan bangsa ini sangat sekali ," katanya.
Wakil Ketua MPR: Pancasila Benteng Terakhir Generasi Muda Indonesia
Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin menghadiri serta membuka acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan BEM Nusantara, di aula Fakultas Teknik, Universitas AgengTirtayasa, Cilegon Banten, Kamis (25/2/2016).
Sosialisasi yang dihadiri sekitar 200 mahasiswa mengangkat tema 'Mencegah radikalisme dengan empat pilar MPR dalam memperkokoh NKRI' menampilkan narasumber anggota MPR dari kelompok DPD Intsiawati Ayus dan anggota MPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyudin mengatakan kepada peserta mahasiswa bahwa Pancasila adalah nilai atau intisari bangsa Indonesia yang memang sudah ada dari dulu tertanam kuat dalam pribadi bangsa Indonesia. Bung Karno-lah yang menggali kembali Pancasila ke permukaan sehingga menjadi falsafah bangsa.
"Maka itu menjadi sangat penting para mahasiswa generasi muda agar mengenal, mencintai kembali serta mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian," katanya.
Mengapa hal tersebut menjadi sangat penting, sebab saat ini generasi digempur habis-habisan dengan berbagai kejadian kasus dan fenomena aneh dan sangat negatif yang sangat berpotensi merusak generasi muda Indonesia. Contoh, masih banyak kasus korupsi, radikalisme, terorisme dan yang sedang ramai diperbincangkan saat ini LGBT.
"Pancasila akan menjadi benteng generasi muda untuk bertahan dan tidak terpengaruh. Malah sebaliknya, mahasiswa agar menjadi agen perubahan menjadi teladan baik. Mengapa tidak, generasi muda menjadi teladan kalau memang baik dan banyak oknum-oknum generasi yang rusak," ujarnya.
Intinya, lanjut Mahyudin, mahasiswa generasi muda harus benar paham akan nilai-nilai luhur bangsa sehingga akan juga memahami potensinya buat kemajuan bangsa.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/02/26/wakil-ketua-mpr-yang-terjadi-sekarang-adalah-perang-asimetris
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon