Penyelam Kanada Temukan Bom Nuklir Mark IV "Fat Man" Buatan AS yang Hilang Saat Era Perang Dingin - Radar Militer

09 November 2016

Penyelam Kanada Temukan Bom Nuklir Mark IV "Fat Man" Buatan AS yang Hilang Saat Era Perang Dingin

Bom Nuklir Mark IV "Fat Man" Buatan AS
Bom Nuklir Mark IV "Fat Man" Buatan AS

Seorang penyelam asal Kanada menemukan objek yang diyakini sebagai bom nuklir Amerika Serikat (AS) yang hilang di kawasan laut di Banks Island. Lokasi itu merupakan situs di mana pesawat pengebom nuklir AS jatuh selama Perang Dingin.
Penyelam bernama Sean Smyrichinsky, mengira objek yang dia temukan adalah UFO. Namun, dia kaget setelah melakukan riset foto di internet bahwa benda yang dia temukan adalah bom nuklir Mark IV.
Angkatan Laut Kanada langsung melakukan penyelidikan atas temuan bom nuklir tersebut. Setidaknya, dua kapal telah dikirim ke lokasi temuan, untuk memastikan apakah objek itu bom nuklir Mark IV “Fat Man” yang hilang atau bukan.
Bom berbahaya itu hilang setelah pesawat pengebom Angkatan Udara AS jatuh selama Perang Dingin. “Saya sedikit jauh dari perahu saya dan saya menemukan sesuatu yang saya tidak pernah lihat sebelumnya,” kata Smyrichinsky kepada CBC News, semalam (7/11/2016).
”Ini mirip seperti potongan bagel,” katanya lagi. “Saya keluar dari penyelaman dan saya muncul, saya mulai mengatakan kepada kru saya, 'Ya Tuhan, saya menemukan sebuah UFO, saya menemukan hal aneh yang pernah saya lihat!..,” ujarnya.
Setelah ia kembali ke daratan, Smyrichinsky mempelajari sejarah pesawat pengebom AS, Convair B-36B, yang terbakar dan jatuh pada bulan Februari 1950. Saat itu, kru melompat keluar dari pesawat, yang terbang dari Alaska ke Texas, sebelum akhirnya menabrak gunung di lepas pantai British Columbia.
Mayor Steve Neta dari Angkatan Bersenjata Kanada mengatakan kepada CBC News bahwa temuan yang diyakini bom nuklir yang hilang itu adalah kapsul tiruan.
Dia mengatakan ada sedikit risiko jika temuan itu adalah senjata nuklir, tetapi Angkatan Laut Kanada mengirimkan kapal untuk menyelidikinya.
Sumber : http://www.sindonews.com/

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb