Pesawat Latih AU India Jatuh di Telangana India

Irvan Dwi P 22:00 Add Comment
HAL HJT-16 Kiran
HAL HJT-16 Kiran 

Sebuah pesawat latih jet Kiran milik Angkatan Udara India jatuh di Telangana India pada hari Kamis siang (28/09), namun pilot dan siswa di pesawat tersebut berhasil eject dengan selamat. Pesawat tersebut lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara Hakimpet pada hari Kamis pagi untuk menjalani latihan rutin, dan jatuh sekitar pukul 11.45. Pesawat itu diterbangkan oleh siswa.
Narasumber AU India menambahkan bahwa tim penyelidikan telah diperintahkan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Menurut polisi, pesawat tersebut terbakar dan hancur setelah jatuh di dekat desa Ankireddypalli di mandal Keesara distrik Medchal.Beberapa menit setelah lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara Hakimpet, pesawat tersebut mengalami beberapa masalah teknis dan jatuh di ladang.
Saksi mata mengatakan bahwa mereka mendengar bunyi ledakan keras dan nyala api menyelimuti pesawat. Pilot dan siswa yang menyertainya keluar dengan parasut sebelum kecelakaan itu, kata polisi. Penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui.
HAL HJT-16 Kiran adalah pesawat latih jet menengah berkursi ganda (side-by-side) India yang dibuat oleh Hindustan Aeronatics Limited. Pesawat tersebut terbang perdana pada tahun 1964 dan mulai masuk kedinasan militer AU India pada tahun 1968. Pesawat latih jet Kiran digunakan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut India. Pesawat itu juga digunakan oleh tim aerobatik AL India Sagar Pawan dan pernah digunakan oleh tim aerobatik AU India Surya Kiran hingga tahun 2011.

ST Marine Luncurkan Littoral Mission Vessel Kelima AL Singapura

Irvan Dwi P 20:00 Add Comment
Littoral Mission Vessel
Littoral Mission Vessel 

Pembuat kapal Singapura ST Marine telah meluncurkan kapal Littoral Mission Vessel (LMV) kelima.
Kapal yang akan beroperasi pada Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) sebagai RSS Indomitable dengan nomor lambung 19, diluncurkan pada tanggal 23 September lalu di galangan kapal perusahaan ST Marine di Benoi. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan-Jin, dan dihadiri oleh pejabat senior dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Singapura.
Indomitable adalah satu dari delapan LMV yang dipesan berdasarkan kontrak yang diberikan kepada ST Marine pada tahun 2013. Program ini bertujuan untuk mengganti kapal patroli kelas Fearless AL Singapura, yang juga dibangun oleh pembuat kapal yang sama, dan telah beroperasi sejak pertengahan 1990an . "Kapal-kapal ini memperkuat kemampuan RSN dalam pertahanan laut Singapura," kata Tan dalam sambutannya saat acara peluncuran.
Menurut Jane's Fighting Ships, LMV memiliki panjang keseluruhan 80 m, beam 12 m, draft 3 m, dan displacement 1.250 ton pada muatan penuh. Kapal bisa mencapai kecepatan tertinggi lebih dari 27 knot, jangkauan standar 3.500 mil laut pada kecepatan 15 knot, dan dapat menampung kru baseline 23 orang termasuk lima perwira. LMV ditenagai oleh empat mesin diesel MTU 20V 4000 M93 dalam konfigurasi combined diesel and diesel (CODAD).
Platform ini telah dirancang dengan ruang yang dapat dikonfigurasi dengan cepat, dan dapat menggunakan berbagai kontainer modul misi termasuk paket yang dimaksudkan untuk interdiksi maritim, dan bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana.
Sumber :  janes.com

Setelah 17 Tahun, TNI AL Kini Resmi Menerima Helikopter AKS Terbaru, AS565 MBe Panther!

Irvan Dwi P 18:00 Add Comment
TNI AL Kini Resmi Menerima Helikopter AKS Terbaru
TNI AL Kini Resmi Menerima Helikopter AKS Terbaru 

Sejak tahun 2000, TNI AL tak lagi mengoperasikan helikopter AKS (Anti Kapal Selam), pasca dipensiukannya Westland Wasp karena usianya telah uzur. Dan kini setelah 17 tahun berselang, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) kini telah memiliki helikopter AKS keluaran terbaru, AS565 MBe Panther yang hari ini (29/9) secara resmi diserahkan oleh pihak PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada TNI AL di fasilitas Hanggar Rotary Wing PT DI di Bandung, Jawa Barat.
Dalam momen penyerahan helikopter ini mencakup dua unit helikopter AS565 MBe Panther dengan nomer HS-4203 dan HS-4204. Sebelumnya diserahkan ke pihak TNI AL, kedua helikopter tersebut menggunakan nomer sementara dalam beragam test flight, yakni HX-5602 (HS-4203) dan HX-5604 (HS-4204). Kedua helikopter produksi Airbus Helicopters ini diserahkan Direktur Niaga PT DI, Irzal Rinaldi Zailani kepada pihak TNI AL yang diwakili Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama Manahan Simorangkir.
Berdasarkan informasi dari pihak PT DI, setelah diserahkan kepada TNI AL, selanjutnya pada Sabtu (30/9), kedua helikopter akan melakukan ferry flight dalam misi persiapan mengikuti parade alutsista di HUT TNI Ke-72 di Cilegon, Banten. Dan secara eksklusif, penulis mendapatkan beberapa foto helikoper Panther setelah di cat dengan atribut TNI AL.
Secara keseluruhan TNI AL akan mendapatkan 11 unit AS565 MBe Panther, setelah penyerahan dua unit hari ini, selanjutnya dijadwalkan akan ada penyerahan 5 unit Panther pada September 2018, berlanjut 3 unit pada November 2018 dan 3 unit lagi pada Januari 2018 termasuk instalasi sistem sonar dan torpedo. Pihak PT DI menyebut delivery time untuk helikopter Panther dapat dilakukan lebih cepat satu tahun dari jadwal pengiriman yang tertuang di dalam kontrak.
Sebagai penghancur kapal selam, helikopter ini dilengkapi dengan dua torpedo. Jenis torpedo yang dapat dibawa adalah MK46 dan A.244. Sementara untuk mengendus keberadaan kapal selam, AS565 MBe Panther TNI AL akan dilengkapi dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Selama ini teknologi HELRAS sudah banyak dipakai dalam platform AKS di negara-negara NATO. Sonar ini dapat beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam. HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pads sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mendeteksi keberadaan kapal selam dari jarak jauh.Khususnya dengan perangkat DS-100, dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dalam dan dangkal.
Cara operasi HELRAS DS-100 dengan diturunkan dari helikopter hingga masuk ke permukaan air. HELRAS DS-100 terdiri dari tujuh elemen proyektor dan delapan lengan hidrolik yang dapat dibentangkan hingga 2,6 meter saat digunakan. DS-100 mampu beroperasi di kedalaman 500 meter dan memiliki Figure Of Merit (FOM) untuk mencapai konvergensi zona deteksi. DS-100 berjalan dengan frekuensi rendah 1.38 Khz menggunakan transduser eksklusif, mengurangi kontaminasi gema dari sinyal yang diterima, dan interoperabilitas dengan sonars kapal dan sonobuoys dalam pekerjaan bistatic atau multistatic.
Diawaki oleh pilot dan co-pilot, Panther dapat membawa 10 pasukan. Dengan komposisi muatan tersebut, orang mengira AS-565 Panther adalah heli yang berbobot besar. Tapi itu keliru, helikopter ini punya bobot maksimum saat take off hanya 4,3 ton. Kuncinya adalah adopsi material bodi dari kombinasi glass fibre yang diperkuat Nomex untuk menambah daya tahan dan sekaligus mengurangi berat helikopter. Nomex juga dikenal sebagai bahan tahan api. Rotorhead dengan empat bilah baling-baling utama menggunakan bahan serat gelas Starflex. Posisi pilot juga ditingkatkan keamanannya dengan kursi yang dapat menahan tekanan gravitasi hingga 2 g.
AS565 Panther disokong dua mesin turboshaft Turbomeca Arriel 2C. Masing-masing mesin punya kekuatan 635 kW. Dengan mesin ini, Panther memiliki performa yang dapat diandalkan dalam kondisi apa pun, termasuk panas dan di ketinggian. Kendali mesin digital dengan otoritas penuh memungkinkan starter mesin secara otomatis dan menjamin operasional mesin sesuai batas akselerasi, torque dan suhu. Panther dapat melakukan hovering hingga ketinggian 2.600 meter, bicara tentang kecepatan, Panther dapat melesat hingga 285 km per jam.
AS565 MBe Panther dengan kemampuan AKS saat ini juga telah dioperasikan oleh beberapa negara, seperti Irlandia, Uni Emirate Arab, Islandia, Saudi Arabia, Israel, Meksiko, China, dan tentunya Perancis. (Haryo Adjie)

Rafael Ramirez : Komite Dekolonisasi PBB Bantah Terima Petisi Papua

Irvan Dwi P 16:00 Add Comment
PBB
PBB  

Ketua Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Rafael Ramirez menyatakan bahwa petisi mengenai Papua yang disampaikan oleh kelompok separatis Benny Wenda hanya sebuah propaganda.
Pernyataan tersebut ditegaskan Rafael Ramirez pada 28 September 2017 bertempat di markas besar PBB di New York untuk memberikan klarifikasi pada media, seperti disampaikan dalam keterangan pers Perutusan Tetap RI untuk PBB yang diterima di Jakarta, Jumat.
"Sebagai Ketua Komite Khusus Dekolonisasi PBB (C-24), saya maupun Sekretariat Komite, tidak pernah menerima, secara formal maupun informal, petisi atau siapa pun mengenai Papua seperti yang diberitakan dalam koran Guardian," kata Duta Besar Venezuela untuk PBB, Rafael Ramirez, sebagai ketua Komite Kolonisasi PBB di markas besar PBB di New York.
Menjawab pertanyaan wartawan apakah Ramirez pernah berkomunikasi dengan Benny Wenda, ia menegaskan bahwa selaku Ketua Komite Dekolonisasi PBB, ia tidak mungkin berhubungan dengan pihak-pihak di luar agenda C-24.
Selain itu, Duta Besar Rafael Ramirez menyampaikan kegusarannya dengan adanya individu maupun pihak-pihak yang memanipulasi namanya untuk propaganda.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramirez setelah pada 27 September 2017 koran Guardian dalam artikelnya menyebutkan bahwa Benny Wenda telah menyampaikan petisi yang meminta dilakukannya referendum untuk Papua kepada Komite Dekolonisasi PBB.
Lebih lanjut Ramirez menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati integritas dan kedaulatan wilayah semua negara anggota.
Ketua Komite Dekolonisasi PBB itu menjelaskan bahwa mandat dari Komite Dekolonisasi terbatas kepada 17 "Non-Self-Governing Territories", dan dia menegaskan fakta bahwa Papua tidak termasuk dalam daftar 17 wilayah tersebut.
"Sebagai sesama anggota Gerakan Non Blok, kita selalu menjunjung tinggi prinsip utama GNB yang menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara anggota," ujar Ramirez.
Untuk itu, dia menekankan bahwa Venezuela tidak akan pernah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
Pernyataan dari Ketua Komite Dekolonisasi PBB kembali menunjukkan bahwa kelompok separatis dan Benny Wenda telah menyebarkan berita palsu dan kebohongan kepada publik. Kebohongan dan penyebaran berita palsu seperti itu sudah sangat sering dilakukan oleh kelompok separatis, khususnya apabila ada pertemuan besar PBB dan pada pertemuan yang dihadiri pejabat tinggi PBB.
"Tahun lalu Benny Wenda pernah menyebutkan bahwa telah menyerahkan dokumen mengenai Papua kepada Sekjen PBB, namun setelah dikonfirmasi ke kantor Sekjen PBB ternyata bohong," kata Dubes RI untuk PBB, Triansyah Djani.

Tiongkok Resmikan Operasional Pesawat Tempur Stealth J-20

Irvan Dwi P 14:00 Add Comment
Pesawat Tempur Stealth J-20
Pesawat Tempur Stealth J-20 

Pesawat tempur stealth terbaru Tiongkok J-20 telah secara resmi masuk dinas militer Angkatan Udara Tentara Pebebasan Rakyat Tiongkok, kata Wu Qian, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok pada hari Kamis (28/09).
Uji coba penerbangan telah dilakukan sesuai jadwal, kata Wu dalam sebuah konferensi pers, People's Daily melaporkan.
J-20 adalah jet tempur stealth menengah jarak jauh Tiongkok. Pesawat ini melakukan penerbangan perdananya pada tahun
2011 dan pertama kali diperlihatkan kepada publik pada acara Chinashow ke-11 di Zhuhai, Provinsi Guangdong, pada bulan November tahun lalu.
Dengan peresmian tersebut, J-20 bergabung dengan F-35 dan F-22 buatan AS sebagai jet tempur stealth operasional di dunia.
Tiongkok juga telah melangkahi mendahului pemasok peralatan pertahanannya sejak dahulu, Rusia, yang jet tempur stealthnya Su-57 (T-50) masih dalam pengembangan.
Pakistan telah menyatakan minatnya untuk memiliki pesawat J-20.

Angkatan Laut Pakistan Uji Tembak Rudal Anti-Kapal dari Helikopter Sea King

Irvan Dwi P 12:00 Add Comment
 Uji Tembak Rudal Anti-Kapal dari Helikopter Sea King
Uji Tembak Rudal Anti-Kapal dari Helikopter Sea King 

Angkatan Laut Pakistan (PN) berhasil menguji tembak rudal anti-kapal (ASM) dari salah satu helikopter Sea King pada tanggal 23 September. Rudal tersebut "mencapai sasaran dengan akurasi yang tinggi, menegaskan kembali senjata dan pukulan ofensif yang mematikan armada AL Pakistan", kata pihak AL Pakistan dalam sebuah pernyataan.
Uji tembak live, yang berlangsung di Laut Arabia, merupakan bagian dari rangkaian latihan yang dilakukan oleh AL Pakistan di daerah tersebut.
Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rudal tersebut, namun gambar dari uji coba tersebut menunjukkan bahwa helikopter tersebut melepaskan yang tampaknya merupakan rudal ASM berpemandu radar MBDA Exocet AM39, yang diketahui memang digunakan oleh AL Pakistan. Namun, tidak jelas varian peluru kendali mana yang ditembakkan.
Uji tembak itu dilakukan sekitar empat bulan setelah AL Pakistan menerima tujuh helikopter Sea King surplus dari Inggris. AL Pakistan memperoleh helikopter-helikopter tersebut di bawah kontrak antar pemerintah yang ditandatangani pada 2016 yang menyebutkan empat pesawat digunakan untuk suku cadang.
Jane's melaporkan pada bulan Juli bahwa dua helikopter HC4 telah dilucuti bagian-bagiannya, sementara dua platform lainnya, HC4 dan HAR 3A yang juga akan digunakan untuk suku cadang, akan dibiarkan tetap utuh untuk dikirim ke Karachi, Pakistan.
Tiga helikopter lainnya terbang lagi pada awal September. Platformnya termasuk Royal Air Force Westland (sekarang Leonardo Helicopters) Sea King HAR3A dan dua Royal Marine HC4 'Junglies'. Upacara peresmiannya diperkirakan akan berlangsung di Pangkalan Angkatan Laut Pakistan (PNS) Mehran pada awal Desember.
Skuadron 111 AL Pakistan di PNS Mehran sebelumnya telah mengoperasikan enam Westland Sea King Mk45/45A yang telah beroperasi sejak 1976. Dalam beberapa tahun terakhir, pesawat-pesawat lama telah diupgrade dengan radar Seaspray 5300 untuk meningkatkan kemampuannya secara signifikan.
Sumber : janes.com 

Soal Pesawat R80, BJ Habibie : Dirgantara Indonesia Belum Berakhir

Irvan Dwi P 11:00 Add Comment
Pesawat R80
Pesawat R80 

Pendiri PT Regio Aviasi Industri (PT RAI), BJ Habibie, dan Presiden Direktur PT RAI Agung Nugroho angkat bicara mengenai program pesawat R80. Menurut Habibie, hambatan dalam program pesawat berteknologi turboprop adalah pembiayaan.
"Padahal saat ini kita sudah bisa membuat pesawat kita sendiri dengan tenaga kita sendiri," ujar presiden ke-3 Indonesia itu di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis, 28 September 2017.
Menurut Habibie, dunia dirgantara dalam negeri belum berakhir. Dia percaya Indonesia masih memiliki sumber daya manusia yang bagus di bidang dirgantara. "Dukungan masyarakat adalah suatu bentuk kembalinya kedirgantaraan Indonesia. Kita buktikan bahwa Indonesia mampu membuat pesawat sendiri," katanya.
Pesawat dengan kapasitas 80-90 penumpang itu merupakan program milik swasta (PT RAI). Karena itu, pendanaan tidak dapat dilakukan dengan mengambil anggaran negara. Sedangkan total biaya yang dibutuhkan untuk membuat enam prototipe pesawat sekitar US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 20 triliun.
Karena itu, salah satu program pembiayaan dilakukan dengan crowd funding yang diselenggarakan kitabisa.com. Dana yang terkumpul di situs kitabisa.com per Kamis, 28 September 2017, sudah mencapai Rp 581.829.873 dengan jumlah donatur 1.933 orang. Program ini masih akan dibuka hingga 63 hari ke depan. Menurut Fransiscus Djordi Iskandar, campaigner dari kitabisa.com, target sasaran crowd funding mencapai Rp 5 miliar.
Selain dengan crowd founding, RAI sedang mencari investor yang sesuai dengan program R80. Dalam hal ini, peran pemerintah sebagai fasilitator sangat penting untuk meningkatkan dukungan masyarakat dan investor. Sejak Juni 2017 pemerintah telah memberikan dukungan dengan memberikan status Program Strategis Nasional untuk R80.
Menurut Agung Nugroho, pesawat ini telah sampai pada tahap rancang bangun. "Untuk masuk ke tahap berikutnya butuh dana yang cukup besar," ujarnya.
Agung mengatakan pemerintah sangat mendukung program ini. Menurut dia, pemerintah akan memfasilitasi pembiayaan dalam bentuk pembiayaan investasi non-APBN yang formatnya sedang dibicarakan dengan tim Bappenas.
Pesawat R80 akan bersaing dengan produk pabrikan Italia-Prancis lain, seperti ATR 72 yang berkapasitas 72 penumpang, juga Bombardier Dash 8 Q400 buatan Kanada yang berdaya angkut 76 penumpang. "Pesawat R80 lebih ekonomis karena daya angkutnya lebih banyak," ujar Agung.

Marder Medium Tank Indonesia, Pesaing Kuat Harimau Baja Pindad

Irvan Dwi P 10:00 Add Comment
Marder Medium Tank Indonesia
Marder Medium Tank Indonesia 

Pameran Indo Defense 2016 mungkin sudah lama berlalu. Tapi tetap ada sejumlah hal menarik yang bisa diulik. Salah satu yang sukar dilupakan tentu adalah Marder Medium Tank Republic of Indonesia (MMTRI) yang dibawa utuh oleh pabrikan Rheinmetall dari Jerman. Datang di malam hari tanggal 31 Oktober 2016 atau dua hari sebelum pelaksanaan, Marder Medium Tank RI menjadi tank medium yang diciptakan khusus untuk Indonesia.
Penulis tertarik untuk mengulik kembali mengenai MMTRI, setelah melihat dari dekat harimau baja Pindad. Sampai saat tulisan ini diangkat, mungkin penulis satu-satunya orang sipil dan awam yang pernah merasakan duduk di dalam kubah MMTRI dan melihat harimau baja Pindad dari dekat, jadi setidaknya dari ergonomi bisa membandingkan antara keduanya.
Pasar yang diincar MMTRI tentu adalah pengadaan tank medium untuk TNI AD untuk menggantikan AMX-13. Dengan potensi penjualan yang begitu besar, sementara semua pabrikan tentu tertarik. Apalagi masih butuh waktu sampai tank medium Pindad bisa menjalani sejumlah sertifikasi dan diproduksi, sementara Rheinmetall mengatakan bisa memulai produksi dalam waktu sesingkat-singkatnya begitu ada kontrak sudah ditandatangani.
Rheinmetall memang beruntung. Saat mereka mengakuisisi perusahaan Thyssen Henschel Wehrtechnik pada 1999 dan membentuk Rheinmetall Landsysteme GmbH, mereka mendapatkan banyak sekali know how terkait kendaraan tempur Marder. Thyssen Henschel berpengalaman melakukan modifikasi sasis atau hull dari Marder menjadi tank medium TAM untuk Argentina, yang sampai sekarang masih digunakan negeri asal Maradona tersebut.
Pada MMTRI, sasis Marder yang digunakan masih menggunakan sasis dasar, dengan beberapa modifikasi. Hull Marder yang digunakan untuk MMTRI terbuat dari baja RHA (Rolled Homogeneous Armor), yang dilengkapi dengan sekat dan filter agar mampu bertahan dalam pertempuran nubika, ancaman terbesar dalam Perang Dingin.
Varian yang diambil untuk dimodifikasi menjadi MMTRI adalah Marder 1A3 dengan kemampuan meluncurkan rudal antitank LFK-MILAN. Ini diketahui dari stiker label di dalam kendaraan yang belum dilepas, dengan penanda untuk menyimpan cadangan amunisi untuk rudal antitank berpemandu optik tersebut.
Layout Marder dibuat sedemikian rupa sehingga mesin ditempatkan di depan, disusul kru Marder, dan kemudian di bagian belakang adalah kompartemen/ kabin untuk pasukan infantri. Pada MMTRI, tentu saja kursi-kursi untuk pasukan duduk dilepas semuanya sehingga meninggalkan ruang belakang yang kosong untuk penempatan kubah dan keranjangnya (turret basket).
Desain mesin didepan menambah proteksi, mengingat serangan frontal sebagian bisa ditahan oleh blok mesin. Kompartemen mesinnya dibuat kedap air dan kedap gas buang. Hal ini penting, mengingat pengemudi duduk langsung di samping kiri kompartemen mesin.
Sudut glacis Marder memiliki kemiringan yang cukup tajam, membantu meningkatkan kemungkinan peluru memantul saat menghantam Marder, atau setidaknya menambah ketebalan baja yang harus ditembus oleh peluru lawan.
Marder ditenagai oleh mesin diesel 4 langkah Daimler Benz MB833 Ea 500 dengan 2 turbocharger. Dipadukan dengan sistem transmisi Renk HSWL, Marder mampu menyemburkan daya sebesar 600hp pada torsi 2.200rpm. Pada MMTRI, mesin ini diutak-atik lagi sehingga daya yang disemburkan naik 15% ke angka 690hp.
Hal ini penting mengingat MMTRI ketambahan bobot berupa kubah dengan kanon kaliber besar sehingga perlu diambil langkah untuk mempertahankan rasio daya berbanding dengan bobot untuk menjaga kelincahan kendaraan.
Sistem penggerak Marder menggunakan rantai baja yang diputar oleh enam roadwheel dan tiga return roller. Roadwheelnya terbuat dari alumunium dilapis baja, dengan lingkar karet untuk mengurangi friksi dengan rantai. Sistem rantai Diehl Remscheid yang digunakan Marder dapat dipasangi tapak karet yang ramah terhadap jalanan aspal.
Bergeser ke tengah, disinilah terletak perbedaan utama Marder 1A3 dengan MMTRI. Bekerjasama dengan Leonardo (nama perusahaan baru, sebelumnya Finmeccanica) dari Italia, terjadi perkawinan antara teknologi Jerman dengan Italia.
MMTRI menggunakan sistem kubah OTO-Melara HITFACT I, yang sudah terbukti dan laris karena juga digunakan oleh panser antitank Centauro 1 milik AD Spanyol dan AD Italia. Disinilah nampak modifikasi pada MMTRI.
Bagian atap MMTRI diperbarui dengan pelat yang lebih tebal dan lebih tinggi, untuk tempat memasang cincin kubah dan tentu saja mengakomodasi panjang keranjang kubah sehingga dapat masuk ke dalam ruang yang tadinya merupakan kabin untuk pasukan.
OTO HITFACT (Highly Integrated Technology Firing Against Combat Tanks), merupakan sistem kubah modular yang dapat mengadopsi baik kanon 105mm maupun 120mm. Yang ditawarkan ke Indonesia adalah varian dengan kanon 105mm standar NATO.
Apabila melongok ke dalam kubah HITFACT, pembaca akan melihat layout kubah konvensional. Ya, HITFACT memang masih menggunakan format komandan, juru tembak, dan pengisi peluru, tanpa menggunakan sistem isi otomatis (autoloader). Saat penulis masuk dari pintu belakang MMTRI, terlihat kalau posisi duduknya agak unik.
Komandan duduk di sebelah kiri meriam, sementara juru tembak dan pengisi duduk di sebelah kanan dan dipisahkan oleh breech dari meriam 105mm. Juru pengisi (loader) duduk pada kursi lipat pada posisi 45 derajat atau pada posisi diagonal dari komandan.
Kursi juru pengisi ini juga sangat kecil sehingga harus sangat berhati-hati, karena di sisi kirinya sudah merupakan jalur recoil dari meriam utama. Juru pengisi meriam memang sengaja diposisikan di belakang juru tembak, agar dapat mengakses kompartemen peluru di bagian bustle dan memasukkannya ke dalam kamar peluru.
Kompartemen amunisi di bustle dilindungi oleh dinding tahan api, jadi apabila bagian ini tertembak, resiko kebakaran di kompartemen tempur dapat ditekan. Resiko kebakaran lebih dapat ditekan lagi karena HITFACT juga menggunakan sistem elektrik untuk perputaran kubahnya, sehingga lebih halus dan tidak berisik saat diputar.
Seluruh tubuh kubah dibuat dari bahan alumunium, dan dapat ditingkatkan dengan penggunaan applique armour model bolt on untuk meningkatkan perlindungan kubah sampai STANAG 4569 Level 4 atau mampu menahan impak peluru 14,5mm AP. Dibandingkan dengan Tank Medium Pindad, MMTRI masih kalah satu tingkat. Pengisian stok peluru dapat dilakukan melalui lubang pengisian di sisi kanan kubah yang dapat dibuka sehingga peluru dari luar dapat diangsurkan langsung tanpa perlu memanjat ke atas palka kubah.
Walaupun terpisahkan oleh meriam, komandan tetap dapat melihat tampilan yang tersaji di sistem bidik juru tembak. Untuk membantunya awas terhadap keadaan sekitar, di sekeliling palka komandan dipasangi sembilan periskop prismatik untuk melihat ke arah luar. Untuk mencari sasarannya, komandan dilengkapi sistem bidik/ kamera panoramik Selex ES Atilla yang distabilisasi dan mampu berputar secara independen dari putaran kubah.
Sang komandan dapat menggerakkan sistem Selex ES ini dengan menggunakan dua joystick yang ada di konsol kendali. Atilla terdiri dari kamera digital dengan pembesaran 10x, kamera termal Erica FF dan sistem laser rangefinder untuk mengukur jarak ke sasaran.
Sementara untuk juru tembak disediakan sistem bidik terstabilisasi Selex ES Lothar-S yang berisi kamera termal generasi ketiga Tilde-A untuk memburu sasaran pada kondisi minim cahaya atau dalam cuaca buruk. Juru tembak juga memiliki akses ke optik bidik konvensional sebagai cadangan apabila sistem elektronik mengalami kerusakan. (Aryo Nugroho)

Presiden Jokowi Ikut Nobar Film G30S/PKI di Makorem Bogor

Irvan Dwi P 09:00 Add Comment
Presiden Jokowi Ikut Nobar Film G30S/PKI
Presiden Jokowi Ikut Nobar Film G30S/PKI 

Presiden Joko Widodo nonton bareng (nobar) pemutaran Film G30S/PKI bersama ribuan warga dan anggota TNI serta Polri di Makorem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam.
Korem 061/Suryakancana sejak tanggal 18 September 2017 secara serentak mengadakan nobar di seluruh Kodim dan Koramil yang ada di wilayah teritorial Korem 061/Suryakancana.
"Malam ini dijadwalkan nobar film pengkhianatan PKI dengan versi full 4 jam," kata Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus.
Mirza mengatakan sebelum nobar bersama Presiden, Korem 061/Suryakancana telah memutar penayangan film di Makorem dengan versi yang singkat yakni 1 jam.
"Khusus malam ini kita nonton bersama masyarakat, TNI, Polri dan rencana Presiden juga akan hadir," kata Mirza.
Karena yang ditayangkan film versi 4 jam, Korem 061/Suryakancana secara khusus mendatangkan pedagang kaki lima berjualan di lapangan tenis Makorem, seperti gorengan, batagor, nasi goreng, baso, dan mie ayam.
"Silahkan kalau mau jajan bisa langsung ke belakang, apakah masih tersedia atau tidak saya juga tidak tahu," kata Mirza.
Mirza mengatakan dengan kegiatan nobar Film G30S/PKI diharapkan kebersamaan antara TNI, Polri dan masyarakat dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Pemutaran film dimulai pukul 20.00 WIB, Presiden Jokowi tiba tepat waktu disambut antusias oleh warga yang sudah hadir lebih awal.
Film dokumenter sejarah yang dulu pernah ditayangkan sejak masa Orde Baru tahun 1984 telah banyak berubah. Film yang aslinya berdurasi 3 jam lebih diedit menjadi hampir satu jam atau sekitar 50 menit 37 detik.
"Tindakan kekerasan yang dulu ada di film aslinya (durasi 3 jam) sudah diedit, jadi murni sejarah tentang bagaimana proses kudeta yang dilakukan PKI di bawah Letkol Untung terhadap Pemerintah Indonesia," kata Mirza.

Pesawat Tempur Mirage 2000N AU Perancis Kecelakaan di Chad

Irvan Dwi P 08:00 Add Comment
Mirage 2000N AU Perancis Kecelakaan di Chad
Mirage 2000N AU Perancis Kecelakaan di Chad 

Sebuah jet tempur Mirage 2000N Angkatan Udara Perancis jatuh dan terbakar tepat setelah lepas landas dari bandara ibukota Chad, N'djamena, pada Kamis pagi (28/09).
Pesawat yang jatuh itu adalah pesawat yang ambil bagian pada Operasi Barkhane, sebuah misi anti-pemberontakan di wilayah Sahel, yang melibatkan 3.000 orang pasukan Prancis.
Pesawat tersebut jatuh dan menabrak dinding di bandara tersebut pada pukul 7:55 pagi, sebelum terbakar saat bersiap lepas landas dari landasan pacu dalam perjalanannya ke Prancis. Kedua pilot yang ada di pesawat tersebut berhasil eject, dan salah satunya mengalami luka ringan.
Akibat kejadian ini, kegiatan di bandara N'djamena terganggu selama 3 jam.
Dassault Mirage 2000N adalah varian dari Mirage 2000 yang dirancang untuk melakukan serangan nuklir. Mirage 2000D adalah varian serangan konvensionalnya.
Mirage 2000N merupakan inti dari deteren nuklir taktis berbasis udara Prancis yang menggantikan pesawat Mirage IVP.
Pesawat tempur tersebut diperkuat sayapnya untuk melakukan operasi dengan ketinggian rendah, serta dilengkapi sistem
navigasi/serang presisi untuk ketinggian rendah yang intinya adalah radar Dassault/Thales Antilope 5, yang dirancang untuk peran serangan dan mempunyai kemampuan terrain-avoidance (menghindari tabrakan dengan benda-benda didarat secara otomatis, ketika terbang dengan ketinggian sangat rendah).
Pesawat tempur Mirage 2000N awalnya dirancang untuk membawa rudal stand-off nuklir Aerospatiale Air-Sol Moyenne Portee (ASMP). Rudal ASMP memiliki panjang 5,38 meter dengan mesin ramjet yang memungkinkannya untuk terbang jelajah dengan kecepatan Mach 3 sampai jarak maksimal 100 km dengan membawa hulu ledak nuklir berkekuatan 300 kiloton.
Mirage 2000N memasuki dinas operasional pada tahun 1988 dan total sejumlah 75 unit dibuat untuk Angkatan Udara Prancis saja.

BJ Habibie Ajak Rakyat Berpartisipasi untuk Mendanai Pesawat R80

Irvan Dwi P 06:00 Add Comment
Pesawat R80
Pesawat R80 

Chairman PT Regio Aviasi Industri (RAI), Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie, membuka kesempatan bagi publik untuk ikut andil dalam pengembangan purwarupa pesawat R80. Ide ini dituangkan lewat program crowdfunding atau penggalangan dana melalui situs donasi Kitabisa.com.
"Untuk hal itu dibutuhkan pembiayaan, funding. Kalau rakyat sesuai kemampuannya mengadakan crowdfunding, itu menggarisbawahi bahwa ada political will dari rakyat untuk bisa menguasai teknologi dan membuatnya sendiri," kata Presiden RI ke-3 ini di kediamannya, Patra Kuningan, Setiabudi, Jakarta, Kamis 28 September 2017.
Menurut pria, lulusan RWTH Aachen University Jerman tersebut, fungsi utama crowdfunding adalah untuk membuktikan kepada seluruh dunia, khususnya Indonesia, bahwa rakyat berkomitmen dan berkeinginan untuk memiliki pesawat buatan anak bangsa, yaitu R80.
"Berdasarkan political will itu ada perusahaan-perusahaan, yang juga pengusaha-pengusaha yang punya duit 'ayo kita ikut invest itu' karena ada return of investasinya," ujar Habibie.
Secara resmi, PT RAI menjalin hubungan kerja sama dengan Kitabisa.com sejak 2017. Program Manager Kitabisa.com, Fransiscus Djordy Iskandar menyampaikan, masyarakat bisa berpartisipasi langsung dengan mengakses Kitabisa.com/pesawatR80. Ia menyebutkan, total dana yang harus terkumpul adalah Rp5 miliar, hingga nanti pada 2022 purwarupa R80 diuji terbangkan.
"Sampai hari ini (dana) sudah terkumpul Rp467.463.677, bisa dicek di kitabisa.com/pesawatr80 untuk update-nya. Untuk target, masih seperti kemarin dan yang utama bukan target uang, tetapi dukungan dari publik. Sejauh ini, sudah ada 1.597 orang yang mendukung pesawat R80," ucap Djordy.
Menurut Djordy, keterlibatan publik dalam penggalangan dana selain untuk membantu para teknisi mengembangkan pesawat R80, juga merupakan bentuk kampanye agar masyarakat luas mengetahui upaya pembangunan industri dirgantara nasional. Setiap dukungan dari masyarakat Indonesia akan menaikkan kemungkinan PT RAI dalam mendapat investasi dan dukungan pemerintah.
Tentunya, setiap Rupiah dari kontribusi publik juga akan dipakai oleh tim teknisi untuk mengembangkan purwarupa R80. Setelah melewati proses sertifikasi, R80 baru akan diproduksi secara massal pada 2025 dan akan melayani penerbangan jarak pendek-menengah. (mus)

Panglima TNI: Akan Ada Kejutan di HUT TNI ke-72

Irvan Dwi P 04:00 Add Comment
HUT TNI ke-72
HUT TNI ke-72 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan, bahwa akan ada yang berbeda pada puncak perayaan HUT TNI ke-72 pada 5 Oktober 2017 mendatang.
"Lihat saja nanti, pasti beda. Ada (ada yang baru diperlihatkan), lihat saja nanti. Kalau saya kasih bocoran sekarang, nanti enggak nonton," kata Gatot saat menghadiri bakti sosial di dermaga Pelabuhan PT Indah Kiat, Kota Cilegon, Kamis (27/9/2017)
Gatot menyatakan, perhelatan puncak HUT TNI sudah siap dilaksanakan. Bahkan, sudah jauh hari seluruh pasukan yang akan tampil sudah melakukan latihan guna suksesnya acara.
"HUT TNI sudah siap dan mulai tanggal satu, dua, ini mulai geladi bersih, tempatnya di tempat ini (Pelabuhan Indah Kiat)," ujarnya.
Kembali dipilihnya Banten sebagai lokasi HUT TNI, Gatot menjelaskan, Pelabuhan Indah Kiat di Merak, Kota Cilegon, dinilai lokasi cocok untuk melakukan parade dari tiga materai baik itu darat, udara maupun laut.
"Tidak ada tempat lain, dari segi keamanan, di sini yang cocok," katanya.
Gatot menambahkan, tujuan digelarnya perayaan HUT TNI sebagai bentuk pelaporan kepada Presiden, dan terutama kepada masyarakat Indonesia, sejauhmana sistem dan alusista yang dimiliki TNI.
Sejauh ini, persiapan sudah dilakukan seperti panggung utama, alutsista milik TNI angkatan udara, laut, darat, sudah jauh-jauh hari disiapkan. Nantinya akan dipertunjukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang direncakan menjadi Inspektur Upacara.
Panglima TNI Ingin Presiden Pimpin Upacara HUT TNI
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menegaskan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo kemarin untuk melaporkan persiapan Hari Ulang Tahun ke-72 TNI.
"Seperti dikatakan Pak Johan Budi (Jubir Kepresidenan-red), kemarin ini saya melaporkan kesiapan HUT TNI, dan mohon juga kepada Pak Presiden untuk menjadi Irup (Inspektur Upacara-red)," kata Gatot kepada di Pelabuhan PT Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, Kamis (28/9/2017).
Dalam pertemuan tersebut juga melaporkan kegiatan hiburan bertajuk Wayang NKRI untuk rakyat yang akan dilaksanakan pada 29 September besok di Museum Fatahillah, Jakarta. "Saksikan dengan gratis, mudah-mudahan Pak Presiden hadir," ujarnya.
Terkait isu pembelian 500 senjata, Gatot mengatakan sudah melaporkan kepada Presiden Jokowi secara langsung. "Hanya saya dengan Pak Presiden yang tahu," ucapnya. (Rasyid Ridho)

Panglima TNI : Prajurit TNI Wajib Nonton Film G30S/PKI

Irvan Dwi P 23:00 1 Comment
Panglima TNI
Panglima TNI 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan seluruh prajurit wajib menonton film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI.
"Kami menginstruksikan semua prajurit di lingkungan satuan TNI AD, TNI AL dan TNI Udara wajib menontonnya," kata Panglima Gatot Nurmantyo pada acara puncak bakti sosial sekaligus memperingati HUT TNI ke-72 di Pelabuhan Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, Kamis.
Pemutaran ulang film G30S/PKI itu merupakan sejarah kelam yang harus dipahami dan diketahui oleh seluruh prajurit.
Dimana tindakan PKI sangat kejam hingga membunuh tujuh jenderal, termasuk diantaranya petinggi Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani.
Kekejaman PKI itu jangan sampai terulang kembali sehingga prajurit harus mengetahui dan mehamami sejarah tersebut.
Menyinggung adanya pro dan kontra pemutaran ulang film G30S/PKI itu, kata dia, hal itu sudah biasa.
Namun, pihaknya tetap menginstruksikan seluruh prajurit wajib menontonnya karena film itu bagian sejarah bangsa Indoensia.
Karena itu, pemutaran ulang film G30S/PKI dinilai sangat penting bagi prajurit.
"Kami minta sejarah kelam itu jangan sampai terulang lagi," katanya menegaskan.
Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi di berbagai daerah di Tanah Air sangat antusias menonton pemutaran film G30S/PKI yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat juga pemerintah daerah.
Apalagi, saat ini sejarah PKI di sekolah-sekolah sudah dihapus sehingga banyak generasi bangsa yang tidak mengetahui sejarah tersebut.
"Kami berharap film G30S/PKI itu menjadikan sejarah yang terjadi di Indonesia dan jangan sampai terulang kembali," katanya.

Ranpur AV-8 Gempita Sedang Diuji Coba di Timur Tengah

Irvan Dwi P 21:00 Add Comment
Ranpur AV-8 Gempita
Ranpur AV-8 Gempita 

Deftech dan FNSS telah mengirim beberapa bulan ranpur AV-8 Gempita untuk menjalani uji coba di padang pasir di sebuah negara Timur Tengah.
Tersebar di Internet sebuah Gempita dengan warna kamuflase Gurun yang sedang diuji kehandalannya. AV-8 telah dipamerkan dalam varian sebelumnya dari keluarga Gempita.
Uji coba ketahanan ini tidak harus menghasilkan penjualan namun dalam MMP ini terbukti AV-8 Gempita bisa diekspor keluar oleh Deftech dan FNSS.

Bomber Tu-22M3 Rusia Overshoot di Landasan di Shaikavka Rusia

Irvan Dwi P 19:00 Add Comment
Bomber Tu-22M3 Rusia Overshoot
Bomber Tu-22M3 Rusia Overshoot  

Sebuah video baru telah beredar memperlihatkan kecelakaan yang dialami pesawat pembom Tupolev Tu-22M3 "Backfire" Rusia pada 15 September 2017. Pembom berat tersebut, yang dikatakan mendekati berat lepas landas maksimum pada saat kecelakaan tersebut menurut laporan berbahasa Rusia, melampaui ujung landasan pacu di Pangkalan Udara Shaikavka Rusia ketika mengikuti latihan Zapad 2017. Video tersebut dirilis tanggal 27 September oleh outlet media "Vzglyad", sebuah sumber berita online berbahasa Rusia. Pesawat tersebut tergabung dalam Resimen Penerbangan Pembom Berat 52.
Media berbahasa Rusia itu mengutip "narasumber berpangkat tinggi" yang mengatakan, "penyebab kecelakaan itu adalah kegagalan sensor kecepatan saat lepas landas (take-off), mengakibatkan awak pesawat memutuskan untuk membatalkan lepas landas." Belum ada pernyataan pejabat terkait sehubungan penyebab kecelakaan itu. Keempat awak pesawat yang berada di dalam pesawat pembom strategis supersonik itu tidak terluka dalam kecelakaan tersebut.
Ini adalah kejadian serupa ketiga yang dilaporkan di media Rusia saat pembom Tu-22M3 lepas landas. Dua insiden sebelumnya tidak terlalu serius karena pesawat yang mengalami kecelakaan membawa beban dengan take-off weight yang lebih rendah dan bisa berhenti di ujung landasan pacu.
Tupolev Tu-22M3 Rusia dapat dibandingkan dengan pembom berat Amerika Serikat B-1B. Kedua pesawat tersebut berkecepatan supersonik dan menggunakan swept wing variabel geometri. Namun, Tu-22M3 mempunyai mesin ganda sementara B-1B Angkatan Udara AS bermesin empat. Kedua pesawat tersebut berukuran mendekati sama dimana Tu-22M3 sedikit lebih kecil daripada pesawat B-1B AS.
Varian Tu-22M3 dan M3M banyak digunakan oleh Rusia, dengan lebih dari 80 dilaporkan dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia dan lebih dari 40 digunakan oleh Penerbangan Angkatan laut Rusisebagai pesawat patroli maritim jarak jauh, pengintai dan pesawat serang maritim. Varian angkatan laut pesawat itu menjadi terkenal di Barat setelah pada tahun 1991 dirilis buku novel fiksi "The Sum of All Fear" oleh penulis Tom Clancy. Buku ini diikuti oleh sebuah film layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 2002. Dalam cerita fiksi tersebut sekelompok pesawat Tu-22M3 meluncurkan serangan rudal jelajah pada kapal induk AS di Atlantik dalam sebuah krisis internasional antara bekas negara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

KRI Bima Suci Melintasi Laut Mediterania

Irvan Dwi P 17:00 Add Comment
KRI Bima Suci
KRI Bima Suci 

KRI Bima Suci yang saat ini tengah melaksanakan pelayaran Satgas Kartika Jala Krida (KJK) sedang melintasi laut mediterania dalam perjalanannya dari Vigo Spanyol menuju Indonesia dengan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-64.
Sebanyak 119 Taruna AAL melaksanakan praktek layar dan pengenalan di KRI Bima Suci. Kegiatan ini dilakukan setelah pelaksanaan apel pagi di geladak tengah KRI Bima Suci yang diarahkan langsung oleh Mayor Laut (P) Sugeng Harianto selaku Kepala Departemen Senjata dan Bahari (Kadepsenbah) KRI Bima Suci.
Dalam kesempatan ini Kadepsenbah yang dibantu oleh tim dari Freire yaitu galangan yang membantu pengerjaan kapal KRI Bima Suci, memberikan penjelasan terkait pengenalan Tali, tiang dan layar terutama bagaimana cara penggunaan tali untuk penarikan layar dan fungsi layar yang akan dibentangkan di setiap tiang yang ada pada kapal latih terbaru milik TNI AL ini.
Larksen salah satu anggota dari Freire yang ikut dalam pelayaran KRI Bima Suci menuju Italy turut menjelaskan bahwa ada beberapa peranan yang harus diperankan dalam membentangkan tali, diantaranya tim penarik yang berfungsi menahan tali agar tidak tersapu terjangan angin, selanjutnya ada stopper yang berperan untuk memastikan bahwa tali tetap dapat dijangkau untuk diikat sesuai kebutuhan, kemudian yang terakhir mark man yang berperan memutar tali pada tuas yang tersedia di KRI Bima suci agar layar berkembang sesuai dengan arah angin yang ditentukan.
“Dalam hal ini tentunya diperlukan keseriusan oleh para taruna, dalam membentangkan layar harus dapat menentukan arah angin yang di terima demi lancarnya pelayaran KRI Bima Suci” ujar Mayor Laut (P) Sugeng Harianto.

Nagmachon, Cara Cerdik Israel Manfaatkan Alutsista Tua

Irvan Dwi P 15:00 Add Comment
Nagmachon
Nagmachon 

Pada bulan Oktober tahun 1973, Israel berhasil menahan gempuran tank-tank Suriah dan Mesir di dua front sekaligus dalam Perang Yom Kippur atau dikenal juga sebagai Perang Ramadhan. Modal mereka adalah tank-tank Centurion Sho’t yang aslinya dibuat pada akhir 1940an, tetapi dimodifikasi dengan kanon 105mm L7 standar NATO dan penggantian mesin.
Dalam perang di Kuneitra, Korps Lapis Baja Israel yang gagah berani berhasil menghancurkan 500 tank dan panser Suriah, dengan korban 100 tank dan gugurnya puluhan komandan tank Israel. Kemenangan ini tercapai walaupun Suriah didukung dengan tank-tank modern seperti T-62 dan T-72 yang diberikan oleh sekutunya, Uni Soviet.
Tahun-tahun berlalu, dan Israel memiliki tanknya sendiri, Merkava. Tetapi Centurion Sho’t yang berjasa itu tidak bisa dilupakan begitu saja. Israel tidak mau menjadikannya sekedar pajangan museum. Karena Israel banyak melancarkan operasi militer ke Tepi Barat dan Gaza, mereka merasa membutuhkan satu platform yang mampu beroperasi dengan baik di perkotaan dimana ancaman datang dari segala penjuru baik itu bom Molotov, granat, sampai mortar dan peluncur granat.
Centurion Sho’t dengan sasis tank yang bajanya tebal pun dianggap memenuhi syarat untuk kebutuhan tersebut. Maka, proyek Nagmachon pun diluncurkan, yang merupakan singkatan dari Nagmash (panser) dan gashon (perut). Centurion yang awalnya tank dirubah sebagai panser roda rantai angkut pasukan untuk 10 prajurit infantri. Pabrikan IMI (Israeli Military Industries) ditunjuk sebagai pembuatnya.
Sasis Centurion pun dimodifikasi habis-habisan. Karena kelemahan utama bagi tank adalah pada sistem penggeraknya, Nagmachon dimodifikasi dengan penutup rantai (skirt) tebal yang dilengkapi dengan balok peledak reaktif ERA. Sebanyak tujuh segmen menutupi setiap sisi rantai, yang bisa dibuka sebagian untuk memudahkan perawatan. Balok ERA juga dipasang pada bagian glacis. Bagian perut Nagmachon juga ditambah lagi dengan pelat baja tebal sehingga kebal terhadap ranjau anti tank standar.
Untuk kompartemen pasukan, Centurion Sho’t juga ditambahi kabin dengan bentuk seperti atap rumah di bagian tengah kendaraan. Pasukan duduk di dalam cincin kubah dalam kursi melingkar. Pasukan keluar dari belakang kabin tersebut melalui dua pintu yang mengangkat ke atas. Di atas kabin tersebut dipasang sebuah kubah baja dengan kaca pandang anti peluru.
Varian awal masih menggunakan kubah dengan desain terbuka dengan perisai-perisai baja, namun karena rawan dilempari granat, maka pada varian akhir kubah tersebut dibuat tertutup penuh. Di bagian atasnya masih ditambah lagi dengan dua pintu palka untuk akses keluar. Nagmachon varian akhir ini jadi sering disebut rumah anjing karena bentuk kubahnya tersebut.
Makin kesini, karena para pejuang Palestina juga kini memperoleh pasokan persenjataan berat dari Iran, IDF juga memodifikasi Nagmachon dengan proteksi yang semakin bertambah. Pagar-pagar anti RPG (slat armor) juga dipasang di sekeliling kubah pandang Nagmachon untuk meningkatkan keselamatan prajurit di dalamnya.
Karena didesain sebagai kendaraan angkut pasukan, Nagmachon hanya dibekali dengan sejumlah titik pemasangan senapan mesin FN MAG 7,62mm NATO dan empat klaster pelontar granat asap IS-10 untuk menciptakan tabir asap atau melontarkan gas air mata untuk mengusir kerumunan penduduk sipil yang sering melempari tank-tank Israel yang dianggap sebagai penjajah dengan batu.
Dengan seluruh modifikasi tersebut, Nagmachon membengkak bobotnya sampai di kisaran 50-55 ton, namun mobilitasnya tetap mengandalkan pada mesin diesel AVDS dengan daya 750hp milik Centurion Sho’t. Saat ini Nagmachon sendiri masih digunakan dalam tugas-tugas zeni tempur, terutama untuk menyapu ranjau dan membuka jalan untuk bulldozer kelas berat D9 yang pernah penulis ulas dalam tulisan sebelumnya. (Aryo Nugroho)

Korea Selatan Luncurkan Kapal Selam KSS-2 Type 214 untuk AL Korsel

Irvan Dwi P 13:00 Add Comment
Kapal Selam KSS-2 Type 214
Kapal Selam KSS-2 Type 214  

Korea Selatan telah meluncurkan kapal selam KSS-2 kesembilan dan merupakan kapal selam terakhir, yang diproduksi oleh Hyundai Heavy Industries (HHI), di Ulsan Shipyards pada tanggal 7 September. Kapal selam kelas Son Won-il diberi nama Sin Dol Seok, seorang laksamana Korea yang memimpin perang melawan agresi Jepang pada akhir 1890-an dan awal 1900-an.
Kapal selam tersebut merupakan kapal selam Type 214 (TKMS/HDW) dengan displacement 1.800 ton dan menggunakan propulsi AIP (Air-Independent) diesel. Hyundai Heavy Industries telah membangun enam kapal selam di kelas tersebut, sementara Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) membangun 3 kapal selam lainnya di kelas yang sama. Sin Dol Seok akan diserahkan secara resmi kepada Angkatan Laut Republik Korea (ROK Navy) pada bulan Juli 2019 setelah menyelesaikan dock dan sea trial.
Korea Selatan memesan batch pertama terdiri dari tiga kapal selam Type 214 pada tahun 2000. Pesanan kedua dilakukan pada tahun 2009 sebanyak enam unit tambahan, yang menampilkan peningkatan dengan memanfaatkan sistem AIP.
Kapal selam KSS-2/Type 214 AL Korea Selatan memiliki panjang 65 m, beam 6,3 m, draft 6 m, mampu mencapai kedalaman 400 m. Awak kapal terdiri dari 40 orang. Senjata yang digunakan antara lain termasuk ranjau dan torpedo White Shark yang diluncurkan dari delapan tabung torpedo 533 mm. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa Sin Dol Seok akan "dilengkapi dengan rudal jelajah dengan jangkauan 1.000 km buatan Korea Selatan".
Angkatan Laut Korea Selatan akan mulai menggunakan kapal selam kelas 3.000 ton KSS-III pada tahun 2020.

Militer Ukraina Sukses Uji Peluru Penembus Baja Baru Stiletto

Irvan Dwi P 11:00 Add Comment
Produk Stiletto
Produk Stiletto 

Pusat Persenjataan dan Lembaga Penelitian Perangkat Keras Militer Angkatan Bersenjata Ukraina baru-baru ini melakukan uji coba peluru armor-piercing (penembus baja) baru yang dikembangkan oleh perusahaan Ukraina-Inggris Stiletto Systems Ltd.
Pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa peluru penembus baja 5,45 × 39 Stiletto mampu menembus armor plate Armstal 500 setebal 15 mm pada jarak 100 m dengan tingkat kemungkinan 100%. Sementara, peluru varian B-32 7,62 mm (7BZ3) senapan mesin Soviet tidak mampu menembus armor plate.
Dirancang khusus untuk mendukung operasi tingkat taktis di medan perang, peluru armor-piercing Stiletto dimaksudkan untuk mengalahkan berbagai spektrum jenis sasaran.
Perusahaan Stiletto Systems telah melakukan serangkaian pengujian dan eksperimen untuk amunisi kaliber 7,62x39mm dan 5,45x39mm termasuk uji tembak, baik dengan proyektil dengan inti baja dan carbide.
Untuk saat ini, peluru Stiletto dapat benar-benar menjamin menembus berbagai jenis jenis peralatan anti peluru, dimana peluru tersebut berhasil menembus armor depan dari kendaraan tempur infanteri dan kendaraan pengangkut personel lapis baja Soviet dan modern, mengenai sasaran yang dilindungi oleh beton atau terlindung pada pillbox atau modul berlapis baja.

Dua Helikopter AKS AS565 MBe Panther Akan Unjuk Kebolehan di HUT TNI Ke-72

Irvan Dwi P 09:00 Add Comment
Helikopter AKS AS565 MBe Panther
Helikopter AKS AS565 MBe Panther 

Dari aspek udara, acara puncak HUT TNI Ke-72 pada 5 Oktober mendatang di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, dijadwalkan juga akan dimeriahkan dengan penampakkan dua helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AS565 MBe Panther pesanan Kementerian Pertahanan untuk Puspenerbal TNI AL. Selain AH-64 Apache, kemunculan helikopter ini menjadi sesuatu yang amat ditunggu, mengingat Indonesia tertinggal dari Australia, Singapura, Malaysia dan Thailand dalam kepemilikan helikopter AKS.
Sebelumnya kemunculan helikopter AS565 MBe Panther telah menjadi viral di mesia sosial, terutama lewat foto hasil jepretan Abdiel Ivan Rivandi (Jetphotos) yang ramai diperbincangkan. Dalam foto tersebut nanpak helikopter Panther dengan logo Puspenerbal bernomer HX-5602. HX menyiratkan Helicopter Experiment, yang artinya helikopter sedang melaksanakan sesi test flight.
Dari hasil konfirmasi penulis ke Humas PT Dirgantara Indonesia (PT DI), memang dipastikan yang nampak di foto adalah helikopter pesanan Kemhan untuk TNI AL. “Saat ini ada empat unit yang sudah dalam proses pengerjaan di PT DI, dua unit diantaranya sudah diterbangkan dalam sesi test flight. Dan jika tak halangan, rencananya AS565 MBe Panther akan ikut memeriahkan HUT TNI di Cilegon,” ujar Kerry Apriwan, Staff Humas PT DI.
Belum ada keterangan tentang jadwal penyerahan perdana helikopter Panther dari PT DI ke Kemhan/TNI AL. Disebutkan konfigurasinya saat ini masih basic. Jadwal penyerahan helikopter Panther dipastikan molor dari jadwal, mengingat pada Maret 2017 lalu PT DI menyebut akan menyerahkan tiga unit helikopter AS565 MBe Panther pada pertengahan tahun ini (2017), dan melihat saat ini sudah masuk akhir September, maka telah terjadi keterlambatan dari komitmen sebelumnya.
Sebagai informasi, sejak pertengahan November 2016 pihak Airbus Helicopters telah menyerahkan tiga unit AS565 MBe Panther kepada PT Dirgantara Indonesia di Marignane, kota di bagian selatan Perancis. Dua unit platform dasar, atau disebut juga dengan “unit hijau”, pertama tipe AS565 MBe Panther telah tiba di Indonesia untuk diperlengkap dan diselesaikan oleh PT DI. Secara keseluruhan ada 11 helikopter AS565 MBe Panther yang akan tiba di Indonesia, dan tiga unit yang diserahkan saat ini adalah gelombang pertama.
Pada Maret 2015, PT DI dan Rotorcraft Service Group Inc. (RSG) telah mengadakan kontrak kesepakatan untuk adopsi pengembangan dan sistem integrasi ASW pada armada AS565 MBe Panther pesanan TNI AL.
Peran PT DI dalam proyek ini tidak sebatas merakit ulang helikopter Panther setibanya di Indonesia, lebih jauh PT DI mengambil peran besar dalam penentuan desain sistem anti-submarine warfare (ASW) suite. Untuk menjalankan peran sebagai helikopter AKS, AS565 MBe Panther TNI AL akan dipasang perangkat integrasi yang mencakup L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sementara untuk misi menghancurkan kapal selam, dalam kesepakatan Panther TNI AL juga akan dipasang sistem peluncur torpedo, sistem peluncur ini disiapkan untuk menghantarkan jenis torpedo Raytheon MK46 atau Whitehead A244/S. Kedua torpedo tersebut kebetulan sudah sejak lama dimiliki TNI AL. (Haryo Adjie)

Siapkan Tenaga Ahli Keamanan Siber melalui Kompetisi Cyber Jawara

Irvan Dwi P 07:00 Add Comment
Kompetisi Cyber Jawara
Kompetisi Cyber Jawara 

Serangan siber internasional ke Indonesia, membuat Kementerian Pertahanan bekerja ekstra. Karena itu, Kementerian Pertahanan pun membuat gelaran kompetisi para ahli di bidang keamanan siber atau biasa disebut hacker. Bahkan, 10 ribu tenaga ahli di bidang keamanan siber akan disiapkan untuk menghalau serangan pertahanan keamanan di bidang IT.
Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan RI, Mayjend TNI Hartind Asrin, menyatakan bahwa pertahanan keamanan di bidang siber tidak bisa ditunda lagi, karena keamanan siber adalah prioritas ketiga dalam upaya bela negara setelah ancaman radikalisme plus terorisme dan narkoba. "Dengan memanfaatkan segala sumber daya dan mengoptimalkannya, maka mewujudkan 10 ribu tenaga ahli keamanan siber sangat mungkin," ucapnya, setelah membuka acara kompetisi Hacker nasional Cyber Jawara di Padma Resort
Legian Bali, (26/9/2017).
Ia mengaku, dengan Kompetisi Hacker nasional Cyber jawara adalah salah satu cara untuk menemukan potensi-potensi yang dimiliki generasi muda Indonesia.Kemenhan juga fokus menyiapkan tim yang fokus menghadapi ancaman siber.
Dan perkiraan para pakar siber di dunia, setidaknya dibutuhkan satu juta ahli di bidang keamanan siber untuk menghadapi serangan dan tindakan kejahatan di dunia maya."Di Indonesia sendiri mungkin jumlahnya baru ratusan atau paling optimis sekitar seribu-an lah mereka yang telah memiliki sertifikasi Internasional di keamanan siber. Masih perlu banyak upaya edukasi dan peningkatan
kemampuan sumber daya manusia kita," ungkapnya.
Untuk diketahui, bahwa lomba Hacker tingkat nasional yang populer dengan nama Cyber Jawara ini sudah berlangsung 6 tahun. Dan tahun lalu juga digelar di Kuta. Sejak tiga tahun terakhir penyelenggaraannya selalu bersamaman dengan even seminar dan workshop internasional terkait keamanan siber Code Bali.Dalam ajang kompetisi Cyber Jawara, tiap tim yang terdiri dari tiga orang harus bisa menunjukkan kemahiran menemukan celah (capture the flag), melakukan uji penetrasi, melakukan pertahanan jaringan dan analisa forensik digital serta membuat pelaporannya secara rinci dan mudah dibaca para pengambil kebijakan.

Risiko RI Beli Alat Tempur Pakai Utang

Irvan Dwi P 05:00 Add Comment
Sukhoi TNI AU
Sukhoi TNI AU 

Pemerintah berencana membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari pinjaman dalam maupun luar negeri untuk di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Rencana pengadaan dari utang itu memiliki risiko bagi fiskal yang harus diantisipasi pemerintah.
"Kalau sebagian besar diambil dari pinjaman luar negeri (beli alutsista), ada risiko ketika mau membayar, dan lainnya. Ini yang harus dijaga, jangan sampai mengganggu APBN," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (26/9/2017).
Eko berpendapat, pengadaan alutsista yang berasal dari utang luar negeri rawan dengan risiko nilai tukar (kurs). Potensi terjadinya gejolak kurs ini diakuinya semakin besar, lantaran ada peluang The Fed menaikkan suku bunga acuan, uji coba bom nuklir oleh Korea Utara yang diprediksi akan menggoyang perekonomian global maupun stabilitas kurs rupiah.
"Kalau (rupiah) kurang stabil, maka membuat risiko pembayarannya membesar. Ini yang harus diantisipasi pemerintah," Eko menegaskan.
Dia mengingatkan kepada pemerintah untuk berutang secara terukur, apalagi untuk pembelian alutsista oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dengan demikian, APBN tetap sehat yang dilihat dari level defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) yang terkendali.
"Kalaupun harus utang, tapi yang terukur, dibatasi. Kalau tidak, defisit bakal membengkak karena pemerintah Joko Widodo (Jokowi) secara masif juga ingin membangun infrastruktur secara besar-besaran," terangnya.
Menurut Eko, penting bagi pemerintah untuk mengatur skema pembayaran utang pembelian alutsista sehingga tidak menimbulkan gejolak terhadap permintaan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Dan pada akhirnya, nilai tukar rupiah terseret ke bawah.
"Kalau pesannya ke luar negeri, kan harus dibayar dengan mata uang dolar AS. Jadi cara mainten-nya supaya tidak banyak gejolak, pembayaran dilakukan bertahap dan bisa dikomunikasikan dengan pihak Bank Indonesia (BI) jadwal pembayarannya. Jangan tergesa-gesa, borong dolar AS di pasar dan akhirnya rupiah melemah," jelas Eko.
"Jadi ada jadwalnya kapan pemerintah mau bayar sehingga BI tahu akan ada permintaan dolar tinggi di bulan-bulan tertentu untuk bayar pembelian alutsista. Mekanisme moneter ini dimungkinkan supaya tidak timbul gejolak," Eko mengatakan.
Alokasi Utang
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengungkapkan, alokasi pinjaman (netto) di RAPBN 2018 sebesar negatif Rp 15,5 triliun di 2018. Terdiri dari pinjaman dalam negeri (netto) sebesar Rp 3,1 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar negatif Rp 18,6 triliun.
Jumlah untuk pinjaman luar negeri negatif Rp 18,6 triliun. Artinya, penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp 51,5 triliun, sementara pembayaran cicilan pokok utang Rp 70,1 triliun. Dari penarikan pinjaman Rp 51,5 triliun, terdiri dari pinjaman tunai Rp 13,5 triliun dan pinjaman kegiatan proyek Rp 38 triliun.
"Paling banyak pengguna pinjaman luar negeri adalah Kemenhan sebesar Rp 11,7 triliun untuk pembiayaan alutsista," kata Suahasil.
Selain Kemenhan, Polri merupakan salah satu pengguna pinjaman luar negeri terbanyak, sebesar Rp 3,3 triliun untuk pembelian alat material khusus (alumatsus), yakni helikopter, labfor Mabes Polri, peralatan Serse, serta Siskom di Indonesia bagian Timur di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
Suahasil menjelaskan, Kemenhan dan Polri pun mendapatkan jatah anggaran yang berasal dari pinjaman dalam negeri di RAPBN 2018 yang totalnya Rp 3,1 triliun. Berasal dari penarikan utang Rp 4,5 triliun, sedangkan pembayaran cicilan pokok pinjaman alokasinya Rp 1 triliun.
"Penarikan pinjaman dalam negeri Rp 4,5 triliun ini, terdiri dari Rp 3,5 triliun untuk Kemenhan dan Polri Rp 1 triliun untuk membiayai alutsista dan alumatsus yang diproduksi industri pertahanan dan keamanan dalam negeri," ujar dia.
"Pemberi pinjaman dalam negeri adalah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," dia menambahkan.
Suahasil lebih jauh menuturkan, Kemenhan dan Polri telah menyampaikan proyek strategis 2015-2019, terutama untuk membeli alutsista dari industri lokal yang akan dibiayai pada tahun depan.
Saat ini, ia menuturkan, daftar nama-nama kegiatan atau alutsista yang akan dibeli di tahun depan sedang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Dan akan masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018.
"Kan alatnya dari luar dan dalam (dua pinjaman). Kalau beli dari luar kan biasanya mengeluarkan letter of credit (L/C) untuk kegiatan impornya. Tapi kalau dalam negeri, pembiayaannya dari bank lokal," terangnya.
"RKP ini nanti akan didalami di Panja Belanja untuk kebutuhan alutsista yang diperlukan oleh Kemenhan dan Polri," pungkas Suahasil. (Fiki Ariyanti)

Radar Acak