Pengembangan Sukhoi Su-57 (PAK-FA) Membuat Amerika Serikat "Takut" akan Kebangkitan Militer Rusia - Radar Militer

09 Februari 2018

Pengembangan Sukhoi Su-57 (PAK-FA) Membuat Amerika Serikat "Takut" akan Kebangkitan Militer Rusia

Sukhoi Su-57 (PAK-FA)
Sukhoi Su-57 (PAK-FA) 

Seperti dilaporkan oleh The National Interest (7/2), Amerika Serikat ternyata mulai memperhitungkan kehadiran alutsista Rusia yang sebenarnya masih dalam tahap pengujian. Adalah Sukhoi Su-57 atau yang dulunya dikenal sebagai PAK-FA yang disebut oleh Amerika Serikat dalam dokumen NPR atau Nuclear Posture Review.
NPR yang diterbitkan oleh Pentagon tersebut sudah sempat membuat kehebohan karena menyebut bahwa Amerika Serikat akan menggunakan opsi nuklir terhadap negara yang menyerang AS dalam skala yang ekstrim, walaupun serangan itu bukanlah serangan nuklir. Saat NPR menyebut Su-57, pasti ada sesuatu.
NPR ternyata juga menyebutkan bahwa Su-57 merupakan pesawat tempur yang sedang dalam pengembangan, dan memiliki kemampuan serang konvensional maupun serangan nuklir. Faktanya, sampai saat ini dari pihak Rusia sendiri tidak pernah menyebutkan kalau Su-57 akan menjadi jet tempur generasi 5 yang ditugaskan untuk membawa bom nuklir. Rusia sendiri memiliki arsenal pembom strategis macam Tu-160M2 yang tugasnya memang menjadi penggentar nuklir.
Penyebutan Su-57 sebagai pesawat serang nuklir nampaknya semakin menunjukkan kekhawatiran AS pada kemajuan teknologi Rusia, dimana Su-57 secara potensial akan menjadi jet tempur generasi kelima yang setanding dengan F-22 Raptor buatan Amerika Serikat. NPR sendiri juga menyebut-nyebut bahwa Rusia akan memodernisasi arsenal nuklirnya yang saat ini terdiri dari kurang lebih 200 hululedak.
Salah satu rudal jelajah yang dikembangkan Rusia saat ini berkode X-50, dan menurut ahli militer Rusia Vasily Kashin yang bertugas di Pusat Studi Komprehensif Eropa dan Internasional di Moskow, muat untuk dimasukkan dalam ruang bom Su-57. Kementerian Pertahanan Rusia sendiri tentu saja tidak pernah mengkonfirmasinya secara resmi. (Aryo Nugroho)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb