Membangun Kapal Selam Ternyata Tak Mudah. Tidak Semua Negara Mampu Membuatnya

Membangun Kapal Selam
Membangun Kapal Selam 

Membuat kapal selam ternyata jauh lebih banyak yang harus diperhitungkan jika dibanding membuat kapal permukaan.
"Pembangunan kapal selam sangat jauh beda dengan pembangunan kapal permukaan karena risiko yang dihadapinya pun lebih besar ," ujar Komandan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Selam Laksma TNI Iwan Isnurwanto di Seoul, pertengahan pekan ini.
Dia menjelaskan, kapal permukaan setelah pembuatan hanya dicek di permukaan, apabila gagal masih dapat mengapung, tetapi kapal selam tidak.
Kapal selam jika mengalami kedaruratan, kata Iwan, maka dapat menyelam dalam, tetapi tidak dapat naik sehingga membahayakan para awak.
"Jadi harus dua alam, di dalam air dan di permukaan. Kalau dia pengecekan di atas permukaan normal semua tidak masalah, tetapi di bawah air ini bagaimana," kata dia.
Ia mengatakan lebih dari 50 hal yang harus dilaksanakan dalam mengecek kapal selam, mulai dari penyelaman, kecepatan, kemampuan sampai ketahanan lamanya.
Pada Rabu (25/4), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menghadiri acara penamaan kapal dan penyerahan KRI Ardadedali-404 di galangan kapal DSME, Okpo, Korea Selatan.
Kapal selam tersebut adalah hasil kerja sama yang kedua kali dengan Korea Selatan, setelah kapal selam pertama KRI Nagapasa-403 yang diluncuran 24 Maret 2016.
Adapun kapal selam ketiga kerja sama dengan Korea Selatan telah mulai proses penyambungan antarbagian beberapa bulan lalu dan ditargetkan selesai pada Juli 2018.
Pembuatan kapal selam pertama dilakukan oleh para teknisi Korsel, kapal kedua dilakukan bersama dengan para teknisi Indonesia yang telah dilatih oleh Korsel. Kapal ketiga dibuat oleh para teknisi Indonesia dengan supervisi dari Korsel.
Laksma TNI Iwan Isnurwanto mengatakan pembuatan kapal selam ketiga oleh PT PAL dan DSME (Korsel) perlu melibatkan praktisi seperti satuan kapal selam TNI Angkatan Laut, yang berpengalaman mengoperasikan kapal selam.
"Jadi PT PAL harus mau membuka diri menerima ide dan saran dari awak kapal selam seharusnya bagaimana dan tidak bisa berdiri sendiri karena pengetahuan dari praktik dimiliki awak kapal selam," katanya.
Pihak PT PAL pun, tutur Iwan, tidak bisa langsung masuk kapal selam, melainkan memerlukan perizinan dari otoritas berwenang.
"Untuk itu, diperlukan komunikasi yang baik sehingga nantinya saat akan memperbaiki ini, pasti melalui orang-orang kapal selam," kata dia.
Menurut dia, tidak ada yang instan dalam hal kapal selam, karena kemampuan yang dimiliki pun akan berbeda sesuai proses yang telah dijalani.
"Contoh awak kapal selam tidak langsung mengawaki, tapi melihat dari kapal permukaan kemudian kapal selam, itu pun melalui tes psikologi, lalu dari kemampuan yang ada, akan dinilai apakah bisa masuk menjadi orang kapal selam," ucap Iwan.
Kapal selam ketiga yang dikerjakan PT PAL Surabaya akan diberi nama KRI Alugoro-405, diambil dari nama senjata pemukul berbentuk palu yang Prabu Baladewa.
"Dengan posisi yang ada harus menyelesaikan dengan sesuai jadwal yang telah dibuat, itu harus. Direncanakan pada Juli 2018 itu peluncuran," ujar Iwan Isnurwanto.
Penyambungan bagian-bagian kapal selam di PT PAL, tutur Iwan Isnurwanto, juga didampingi delapan personel dari DSME yang akan membantu memberikan arahan kepada personel dari PT PAL.
"Personel galangan DSME tidak aktif untuk melaksanakan di PT PAL, hanya memberikan arahan, misalnya, ini harusnya begini, tetapi kuasa sesungguhnya adalah orang PT PAL," kata Iwan.
Contohnya, kata dia, seperti meluruskan kabel yang sebelumnya dirangkai di galangan kapal DSME sebelum digabung, setelah digabung nantinya harus meluruskan dari belakang ke depan.
Ia percaya PT PAL dapat menjadikan bagian-bagian kapal selam menjadisuatu sistem yang nantinya bisa terintegrasi penuh dan bekerja dengan baik.
Alutsista
Mengenai pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di sela acara penamaan KRI Ardadedali-404 mengatakan pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) harus bekerja sama dengan negara lain untuk mengatasi kekurangan suatu negara.
"Pada masa sekarang ini tidak ada yang bisa sendiri-sendiri, harus bekerja sama, apalagi dalam alutsista, negara besar pun bekerja sama," ujar Ryamizard Ryacudu kepada Antara usai penamaan dan penyerahan kapal selam KRI Ardadedali-404 di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine (DSME), Okpo, Korea Selatan, Rabu, 25/4/2018.
Dengan bekerja sama, suatu negara dapat menutupi kekurangannya, ia mencontohkan dengan kerja sama pembuatan kapal selam Indonesia-Korea Selatan, akan memberikan efek gentar pada negara lain di kawasan.
"Melihat kekuatan kita, dia tidak berani ganggu jadi memberikan efek gentar. Terutama yang maling-maling ikan itu. Maling ikan itu tidak usah ditembak, disundul dari bawah saja," ujar Menhan sembari berkelakar.
Secara terpisah, Menteri Pengadaan Pertahanan Korea Selatan Jeon Jei Guk mengatakan dalam era keamanan dengan tantangan yang rumit, tidak ada negara yang dapat mengatasinya sendiri sehingga solusinya adalah dengan bekerja sama.
Jeon Jei Guk menuturkan sejak Presiden Korea Selatan Moo Jae In berkunjung ke Indonesia pada November tahun 2017, hubungan dua negara terus berkembang menjadi hubungan yang strategis.
"Dalam kondisi seperti ini, saya yakin hubungan bilateral dalam kerja sama teknologi pertahanan juga tumbuh lebih besar," ujar Jeon Jei Guk.
Apalagi, kata dia, kedua negara secara aktif bekerja sama mengembangkan kerja sama industri pertahanan, contohnya dengan adanya Komite Kerja Sama Industri Pertahanan Indonesia-Korea (DICC).
Selain kapal selam, kata Jeon, kedua negara juga akan mengembangkan pesawat tempur dengan teknologi bersama. (Dyah Dwi Astuti)

Pasukan Khusus Korea Utara, Tentara dengan Jumlah Besar yang Diklaim Hancurkan Musuh dalam Sekejap

Pasukan Khusus Korea Utara
Pasukan Khusus Korea Utara 

Sebagai negara yang sangat menutup diri dari negara lain, Korea Utara disinyalir memiliki tentara berkemampuan hebat.
Tidak perlu diragukan lagi, sepak terjang para pasukan militer Korea Utara untuk menjaga keselamatan Kim Jong Un pasti sangat luar biasa.
Unit Pasukan Khusus Korea Utara ini diresmikan pada bulan April 2017.
Pasukan khusus ini dilatih dengan sangat keras demi menciptakan tentara yang punya kemampuan militer tingkat dewa.
Panglima tertinggi pasukan ini adalah presiden Korea Utara, Kim Jong Un.
Begitu Kim mengeluarkan perintah, maka mereka telah berjanji untuk melaksanakan perintah itu meski nyawa jadi taruhannya.
Kehadiran pasukan khusus ini seolah-olah menjadi persiapan Kim kalau harus terjun dalam konflik dunia yang sedan terjadi.
Bahkan, Kim kala itu sesumbar bahwa 200.000 pasukan khusus ini mampu menghancurkan istana kepresidenan Korea Selatan dengan mudah.
Seragam yang dikenakan pasukan terlatiih ini adalah loreng hitam dan hijau gelap.
Mereka membawa senapan yang dilengkapi dengan peluncur granat di ujungnya.
Sebuah laporan dari tim penyelidik khusus Pentagon juga menyebutkan bahwa pasukan ini sangat berbahaya.
"Di antara semua pasukan Korea Utara, unit ini yang paling terlatih, punya peralatan tempur yang sangat lengkap, dapat jatah makanan yang gizinya dijaga dan punya motivasi menang yang tinggi," ungkap juru bicara Pentagon.
Pasukan ini tidak dikenali lagi identitasnya karena mereka direkrut dan dilatih secara rahasia.
Laporan itu juga mengatakan bahwa unit khusus ini memiliki beberapa spesialisasi tugas.
Di antaranya adalah seperti pengintaian jarak jauh, pengintaian jarak dekat, penyusupan di udara dan laut, serta kemampuan membunuh diam-diam.
Unit khusus ini juga dipercaya punya kemampuan rudal balistik dan bisa menggunakan senjata nuklir tanpa cacat.
Ratusan ribu tentara ini tidak hanya terdiri dari laki-laki, tapi juga para wanita.
Entah seperti apa sistem pendidikan tentara wanita ini, namun mereka juga terlihat menguasai seni berperang yang cukup hebat.
Korea Utara juga diperkirakan memiliki delapan batalyon penembak jitu jarak jauh.
Batalyon ini disebut 'Sniper Brigade'. Sniper Brigade dilatih untuk pengintaian strategis dan misi aksi langsung.
Mereka akan mengintai pergerakan lawan dari jarak jauh dan mengakhiri nyawa musuh dengan tembakan diam-diam.
Sniper Brigade Korea Utara juga diklaim tidak pernah meleset sedikitpun.
Di antara semua unit pasukan khusus, Sniper Brigade yang paling sering menyamar sebagai warga biasa.
Satu unit batalyon Sniper ini hanya boleh diisi oleh wanita dan semua menyamar sebagai warga.
Secara keseluruhan, unit pasukan khusus Korea Utara ini sangat terlatih, terorgansir, misterius dan sangat rahasia.
Namun setelah Kim Jong Un bertemu dengan Moon Jae In, presiden Korea Selatan, mungkin dia tidak akan menghancurkan istana kepresidenan Moon.
Tapi, kita tunggu saja gebrakan apa yang akan ditunjukkan oleh pasukan militer elite Korea Utara ini! (Aulia Dian Permata)
Sumber : Intisari

Légion Étrangère, Tentara Legiun Asing Prancis dari Berbagai Negara

Légion Étrangère
Légion Étrangère 

Seperti pasukan Gurkha yang merupakan tentara bayaran Inggris, Légion Étrangère (Legiun Asing) Prancis juga merupakan tentara bayaran dan sudah terbentuk sejak lama (1835).
Selama mengabdi kepada Prancis, pasukan yang anggotanya berasal dari berbagai negara itu sudah bertempur dalam sejumlah medan perang, seperti di Afrika Utara (1854-56), Italia (1859), dan Meksiko (1863-67).
Setiap bertempur Legiun Asing Prancis selalu menunjukkan loyalitas tinggi dan tidak takut mati.
Sebagai contoh, pada perang di Spanyol, sebanyak 5.000 Legiun Asing yang dikerahkan hanya tinggal 500 orang yang hidup dan semuanya umumnya cacat dan luka parah.
Reputasi Legiun Asing terus berkobar pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Kehebatan mereka selain ditunjukkan melalui keberhasilan bertempur juga oleh jumlah korban yang jatuh.
Selama PD I, Legiun Asing kehilangan 115 perwira dan 5.172 prajurit.
Sedangkan dalam PD II dan Perang Indo China (Vietnam) lebih banyak lagi anggota Foreign Legion yang gugur.
Perang Indo China bahkan memberikan pukulan telak bagi Legiun Asing karena mereka berhasil dikalahkan.
Sebanyak 14 ribu prajurit, khususnya dari pasukan payung (airbone ), tewas dan menyerah kepada pasukan Vietnam.
Mengalami kegagalan dan keberhasilan memang sudah hal biasa bagi anggota Legiun Asing.
Ada satu perintah atau doktrin ketika mereka dikirim ke medan perang, yakni sisakan satu peluru, bukan peluru untuk menembak musuh, tapi menembak kepalanya sendiri.
Bergabung dengan Legiun Asing memang penuh risiko, yang masuk tak pernah balik lagi atau kalau pun berhasil balik, mengalami cacat fisik.
Selain harus menanggung risiko kematian, bayaran yang diterima untuk anggota Legiun Asing memang cukup tinggi.
Sekitar 975.67 euro perbulan bagi anggota yang berpangkat terendah (Legionaire), 1.219.50 euro per bulan untuk pangkat Corporal, dan 1.372.04 untuk Chief Corporal.
Masa pengabdian Legiun Asing paling lama 15 tahun dan setelah pensiun mereka masih mendapat gaji dan sertifikat sebagai warga negara Prancis selama 10 tahun lagi.
Sambil menikmati masa pensiun, sudah sangat lazim jika para mantan Legiun Asing banyak yang berprofesi sebagai tentara bayaran di berbagai kawasan konflik.
Dalam perkembangan terkini anggota Legiun Asing mendapat fasilitas yang sama selayaknya tentara Prancis.
Mereka memakai seragam nasional tentara Prancis dan pada operasi khusus saja identitas mereka disamarkan.
Ada 10 resimen dan unit yang memiliki kemampuan dan tugas tertentu.
Misalnya ketika ada misi pembebasan sandera atau untuk mengevakuasi warga negara Prancis yang berada di suatu negara, pasukan yang dikerahkan dari resimen parasut (airbone), 2nd Foreign Legion Parachute Regiment.
Selayaknya pasukan khusus yang sudah terlatih untuk mengoperasikan berbagai macam senjata mulai dari senjata ringan hingga rudal, kualifikasi Legiun Asing terbagi dalam beberapa cabang.
Di antaranya mencakup Administrative Departement, Signal (radio, telepon), Transportation (kendaraan berat untuk pembangunan jalan, jembatan, gedung, dll.), Engineers, Building Trades, Maintenance (menangani pemeliharaan kendaraan militer, perengkat elektronik), asisten medis, operator komputer, dan lain sebagainya.
Dengan kemampuan spesifik seperti itu Legiun Asing, bukan hanya bertugas untuk bertempur saja tapi juga menjalankan fungsi lainnya tergantung situasi medan.
Misalnya mereka juga siap dikirim sebagai pasukan yang khusus menjalankan misi kemanusiaan seperti yang pernah dilakukannya ketika Aceh dilanda tsunami.
Misi tempur tetap menjadi tugas pokok mereka dan agar sukses menjalankan tugas secara rutin Legiun Asing mendapatkan latihan-latihan militer superkeras.
Pasalnya dalam peperangan motto mereka hanya memiliki satu motto, yakni berhasil menjalankan tugas atau lebih baik mati dengan satu peluru yang sudah disiapkan untuk dirinya sendiri. (Agustinus Winardi)
Sumber : Intisari

Rusia Siap Uji Coba Pesawat Pembom Tu-22M3M Hasil Modernisasi

Pesawat Pembom Tu-22M3M
Pesawat Pembom Tu-22M3M  

Rusia tengah mengembangkan pesawat pembom supersonik terbaru yang akan segera diuji coba pada Agustus mendatang. Pesawat pembom hasil modifikasi tersebut diklaim memiliki akurasi hingga sepuluh kali lebih baik dari tipe sebelumnya.
Pesawat pembom jenis baru yang disebut Tu-22M3M tersebut adalah hasil modifikasi dari pesawat pembom Tupolev Tu-22M3 yang telah sering digunakan dalam misi serangan udara di Suriah.
Melansir berita dari Metro.co.uk, pesawat pembom dengan kemampuan terbang melebihi berkecepatan suara itu dilengkapi dengan rudal generasi baru yang mematikan.
Pesawat pembom baru tersebut dapat dinavigasi hingga delapan kali lebih akurat, serta dapat menembakkan rudal dengan tingkat akurasi sepuluh kali lebih tepat dari tipe pendahulunya.
Pesawat tersebut juga mampu terbang hingga mencapai ketinggian lebih dari 22 kilometer dari permukaan tanah.
"Kami bermaksud membawa Tu-22M3M itu ke udara untuk pertama kalinya pada bulan Agustus mendatang," kata sumber salah seorang pejabat.
Modifikasi dan peningkatan kemampuan pesawat pembom tersebut dilakukan setelah memburuknya hubungan diplomatik antara Rusia dengan negara-negara Barat, yang disebut berada pada titik terendah sejak masa Perang Dingin.
Diberitakan Metro.co.uk, direktur jenderal pembuat pesawat Tupolev mengatakan, sekitar 30 unit pesawat pembom dari total lebih dari 100 unit yang dimiliki Rusia ini akan dimodernisasi pada 2020.
Sementara, sisa unit pesawat yang dijuluki Backfire-C oleh NATO ini akan menyusul dimodernisasi setelahnya.
Kepala Komite Keamanan dan Pertahanan Rusia, Viktor Bondarev menyampaikan, saat ini seluruh perangkat elektronik pesawat sedang diperbarui.
"Yang paling penting adalah pesawat-pesawat pembom itu akan diadaptasi untuk dapat membawa rudal supersonik KH-32 yang canggih," kata Bondarev.
Rudal KH-32 tersebut merupakan rudal yang ditembakkan dari udara ke permukaan dengan daya jangkau hingga lebih dari 990 kilometer serta dapat mencapai kecepatan hingga 4.900 kilometer per jam dan ketinggian 40 kilometer.
Masing-masing pesawat Tu-22M3M tersebut dirancang untuk dapat membawa sebanyak enam buah rudal KH-50 yang lebih canggih lagi dan memastikan kemampuan tempur jarak jauh Rusia. (Agni Vidya Perdana)

Rostec : Ada Kemungkinan Indonesia Menambah Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia

 Pesawat Tempur Sukhoi Su-35
 Pesawat Tempur Sukhoi Su-35 

Indonesia kemungkinan akan menambah lima unit lagi pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, demikain pernyataan Direktur Rostec untuk Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional Viktor Kladov kepada Interfax pada hari Jumat (27/4).
"Mereka (Indonesia) telah melakukan pembelian sesuai dengan sumber keuangan negara," kata Kladov menanggapi pertanyaan Interfax mengenai apakah Indonesia mungkin membeli lima unit lagi pesawat tempur Sukhoi Su-35. (TSM)

Watozz, Drone Laut Peledak Kapal Lawan Hasil Pengembangan Albayraklar Savunma Turki yang Menyerupai Ikan Pari

Watozz
Watozz 

Menyerupai ikan pari dan mampu berenang dengan luwes, drone lautan ini sesungguhnya adalah ranjau bergerak peledak kapal. Drone laut yang dinamai Watozz ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Albayraklar Savunma, dan akan menjadi wahana air tanpa awak bersenjata pertama buatan dalam negeri.
Watozz dalam Bahasa Turki berarti ikan pari duri atau Stingray. Rangka bagian dalam drone ini dibuat dari bahan titanium dan alumunium, namun bagian luarnya ditutup menggunakan bahan silikon.
Dua kamera berperan sebagai mata dari ‘ikan jadi-jadian’ ini. Watozz dapat berenang dengan kecepatan hingga 5,5 knot selama 12 jam ditenagai tiga mesin.
Uniknya lagi, ranjau laut ini diatur kendaliya menggunakan gelombang suara yang sudah dienkripsi. Cara ini menyerupai paus maupun lumba-lumba dalam berkomunikasi dengan sesamanya.
Watozz juga dilengkapi magnet elektrik yang memungkinkan wahana ini menempel di lambung kapal untuk selanjutnya meledak sesuai perintah.
Saat Watozz sedang tidak melaksanakan tugas, maka ia akan berada dalam posisi tidur (sleeping mode) dan bertiarap di dasar lautan. Sinyal elektromagnetik dan ultrasound (energi suara mekanis) akan melindunginya dari para ikan penyerang.
Albayraklar Savunma bekerja sama dengan Universitas Teknik Karadeniz di Trabzon dalam mengembangkan Watozz. Uji coba telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir di Laut Hitam.
Ketua Albayraklar Savunma, Mustafa Adnan Albayrak mengatakan, perusahaannya akan meluncurkan wahana ini dalam tiga bulan mendatang. (Roni Sontani)

ILA 2018 : Setahun Jalani Perawatan, An-225 Mriya Tampil di Pameran Kedirgantaraan dan Pertahanan Berlin

An-225 Mriya
An-225 Mriya 

Setelah menjalani perawatan dan sebagian modernisasi selama setahun di Ukraina, pesawat terbesar di dunia An-225 Mriya hadir mengobati kerinduan pengunjung pameran kedirgantaraan dan pertahanan ILA 2018 di Berlin, Jerman pada 25-29 April.
Pengunjung ILA atau Berlin Airshow 2018 pun dibuat puas memotret maupun masuk ke dalam pesawat gigantis ini. An-225 hadir di ILA mulai hari pertama hingga hari terakhir penyelenggaraan.
Direktur Antonov Airlines Mikhail Kharchenko mengatakan, An-225 menjalani modernisasi pada beberapa perangkat avioniknya.
Uji penerbangan telah dilaksanakan pada 19 Maret lalu dipimpin oleh Kepala Pilot Uji Antonov, Dmitri Antonov, pada 19 Maret. Pilot senior ini juga yang memimpin penerbangan An-225 ke Berlin kali ini.
An-225 (kode NATO: Cossack) hanya dibuat satu unit pada tahun 1985 sebagai pengusung pesawat ulang-alik Buran. Pembuatan unit kedua tidak jadi dilanjutkan karena Uni Soviet keburu pecah.
Selepas Uni Soviet bubar, An-225 menjadi milik Ukraina. Registrasi pesawat yang awalnya CCCP-82060 itu pun berubah menjadi UR-82060.
AN-225 memiliki dimensi panjang 84 m, bentang sayap 88,4 m, tinggi 18,1 m. Pesawat yang ditenagai enam mesin turbofan Progress D-18T ini memiliki bobot lepas landas maksimum (MTOW) 640 ton dan telah mencatatkan 240 rekor dunia. (Roni Sontani)

India Mengaku Tidak Tertarik Beli Jet Tempur F-35 AS

 Jet Tempur F-35 AS
 Jet Tempur F-35 AS 

Angkatan Udara India (IAF) kembali membantah laporan bahwa mereka tertarik untuk membeli jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin. Kepala IAF, Marksel B. S. Dhanoa menyebut, laporan semacam ini telah mengotori pemberitaan di India.
Dhanoa menuturkan, sampai saat ini tidak ada pembicaraan, baik dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau dengan Lockheed Martin mengenai pembelian F-35. Alasannya sederhana, yakni India tidak tertarik dengan jet tempur tersebut.
"Tidak ada pembicaraan tentang F-35. IAF tidak menunjukkan minat dan tidak berbicara dengan siapa pun. Tidak benar untuk melaporkan bahwa kami tertarik pada F-35," kata Dhanoa dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (27/4).
Sementara itu, ketika ditanya tentang prospek proyek jet tempur generasi kelima Indo-Rusia (FGFA), yang tertunda lebih dari satu dekade, Dhanoa mengatakan bahwa keputusan itu ada di tangan pemerintah India.
"Keputusan FGFA berada di tangan pemerintah dan itu adalah informasi yang masuk dalam kategori rahasia negara," ungkapnya.
Pekan lalu, Indian Daily Business Standard melaporkan bahwa Penasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval dan Menteri Pertahanan Sanjay Mitra pada bulan Februari tahun ini telah meminta Rusia untuk melanjutkan sendiri dengan mengembangkan FGFA.
"India mungkin akan bergabung dengan proyek itu nanti, atau membeli pejuang yang sepenuhnya maju, setelah mereka bergabung dengan Angkatan Udara Rusia," tulis laporan Indian Daily Business Standard. (Victor Maulana)

Kemhan RI Terima Alkom Harris Falcon III dari US SOSPAC untuk Korps Marinir TNI AL

Alkom Harris Falcon III
Alkom Harris Falcon III  

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menerima hibah Alat Komunikasi Radio Harris Falcon III dari Amerika Serikat yang selanjutnya diserahkan kepada jajaran Korps Marinir TNI Angkatan Laut Pusat.
Alkom yang merupakan hibah dari United States Special Operations Command Pasific (US SOSPAC) tersebut diharapkan akan memperkuat dan meningkatan kemampuan bidang komunikasi di jajaran Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL.
Penyerahan Hibah Alat Komunikasi Radio Harris Falcon III dilakukan secara simbolis melalui penandatangan Berita Acara Serah Terima dari pihak AS yang diwakili Atase Marinir Kedutaan Besar AS di Jakarta Letkol Kathryn Paik kepada pihak Kemhan RI dalam hal ini diwakili Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Laksda TNI Agus Setiadji, S.A.P., Jum’at (27/4) di Mako Marinir, Jakarta.
Hadir menyaksikan, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Askomlek Panglima TNI Maksda TNI Bonar Halomoan Hutagaol, Dirjen Kuathan Kemhan Mayjen TNI Bambang Hartawan serta sejumlah pejabat di jajaran Kemhan, Mabes TNI AL dan Korps Marinir.
Komandanpenyerahan-hibah-alkom-harris-marinir-111 Korps Marinir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dengan diterimanya Hibah Alkom Radio Commucation Harris Falcon III ini maka tentunya akan menambah kemampuan bidang komunikasi di jajaran Korps Marinir. “Dengan adanya tambahan dari Harris Falcon III ini, tiap – tiap Batalyon Infanteri bisa lebih meningkatkan kemampuan bidang komunikasi semaksimal mungkin”, ungkapnya.
Selanjutnya, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemhan RI dan juga pihak Kedutaan Besar AS di Jakarta yang telah menfasilitasi proses hibah Alkom Radio Commucation Harris Falcon III.
Menurutnya, kerjasama Korps Marinir TNI AL dan United States Marine Corps sudah sejak lama terjalin. Bahkan disaat hubungan RI dan AS tidak sedang baik, kerja sama dan hubungan persahabatan Korps Marinir TNI AL dan United States Marine Corps tidak pernah terputus dan tetap terjalin baik.
“Kita tetap terus ada kegiatan latihan bersama, kemudian di bidang pendidikan secara terus menerus tidak pernah terhenti, bahkan setiap tahun kita selalu menggelar latihan bersama dengan pihak US Marinis Corps”, tambahnya.
Lebih lanjut Komandan Korps Marinir berharap, kedepan hubungan baik Korps Marinir TNI AL dengan United States Marine Corps tersebut tetap terjaga dalam rangka Confidence Building Measure dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.
Sementarapenyerahan-hibah-alkom-harris-marinir-1 itu, Wakasal menyampaikan selamat kepada Korps Marinir TNI AL atas diterimanya peralatan Alkom Harris Falcon III dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan satuan Koprs Marinir. Kedepan, kemampuan Alkom tersebut akan terus dilengkapi secara bertahap, sehingga dalam setiap kegiatan latihan maupun operasi tidak akan ada lagi kesulitan-kesulitan.
Selanjutnya Wakasal berpesan dan berharap agar Alkom yang telah diterima untuk dirawat dan digunakan dengan baik. Selain itu, pelatihan terhadap Prajurit juga dilaksanakan dengan baik dan terus-menerus baik untuk penggunaan maupun pemeliharaan. “Agar Prajurit dapat menguasai dan menggunakan Alkom tersebut secara maksimal, Pelatihan mungkin sampai dengan maintenance bukan hanya operator saja”, tuturnya.

Damen Enforcer 10000, Tawaran Belanda untuk Landing Platform Dock TLDM Malaysia

Damen Enforcer 10000
Damen Enforcer 10000 

Setelah Singapura, Indonesia dan Filipina, kini Malaysia juga menginginkan angkatan lautnya diperkuat dengan kehadiran kapal jenis Landing Platform Dock (LPD). Setidaknya tiga negara tengah dipertimbangkan dalam tender sebagai pemasok, yakni Indonesia, Belanda, dan China. Dari Indonesia ada Makassar Class produksi PT PAL, sementara dari China ada Type 071, dan dari Belanda ditawarkan Enforcer 10000. Dari ketiga jenis LPD yang disebut, Enforcer 10000 terbilang asing di telinga, meski galangan pengusungnya lekat di Indonesia, yaitu Damen Schelde, nama besar dibalik PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class.
Diantara kompetitor tender, Enforcer 10000 statusnya masih dalam konsep. Meski begitu Damen punya portfolio dan pengalaman yang kuat di segmen LPD. Setidaknya empat LPD Endorcer dari beragam tipe telah dibuat Damen untuk kebutuhan AL Belanda. Dam Enforcer 10000 digadang Damen untuk tender LPD Malaysia yang memang menargetkan sosok multirole support ships (MRSS) dengan tonase 10-13 ribu ton.
Dilihat dari gambar desain, Enforcer 10000 mirip dengan LPD lansiran PT PAL. Dari spesifikasi yang ada pada situs resminya, Enforcer 10000 punya peran sebagai amphibious transport, disaster relief, helicopter operations, evacuation operations,operation support, maintenance support, joint operations command dan training.
Secara teknis, Enforcer 10000 punya panjang 159,4 meter, lebar 24,8 meter dan bobot maksimal 11.700 ton. Kapasitas angkutnya terdiri dari dua spot untuk pendaratan helikopter ukuran medium, luas flight deck-nya mencapai 1.250 m2. Tak lupa juga terdapat hanggar ukuran besar yang dapat dimuati dua helikopter ukuran sedang. Sementara untuk fasilitas dock, Enforcer 10000 dapat membawa 2 unit LCM (Landing Craft mechanised) dan dua unit LCU (Landing Craft Utility). Enforcer 1000 dirancang untuk diawaki 150 personsel. Sebagai kapal angkut amfibi, Enforcer 10000 dapat mengangkut 400 pasukan Marinir.
Untuk aksi loading dan unloading, Enforcer dilengkapi side ramp dengan kapasitas 50 ton, dan stern ramp (rampa utama di buritan) dengan kapasitas 70 ton. Di ruang kargonya, juga disiapkan cargo elevator 25 ton dan deck crane dengan kapasitas 25 ton.
Untuk bekal pertahanan, pada haluan dapat dipasangi kanon reaksi cepat kaliber 76 mm, dua pucuk kanon kaliber 30 mm pada anjungan dan beberapa titik untuk penempatakan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm. Sensor yang terkait disiapkan Damen seperti 2D Surveillance & target indication radar, IFF, Electronic support measures, electro optical fire control, combat management system, CIC, dan Integrated internal & external communication system.
Yang tak bisa dikesampingkan, setiap LPD juga berperan untuk dukungan misi kesehatan, Enforcer 10000 pun dlengkapi fasilitas bak rumah sakit, dengan adanya ruang bedah, X-ray, ICU dan enam tempat tidur untuk perawatan pasien.
Enforcer 10000 ditenagai mesin diesel dan motor elektrik. Kompsisi tenaga diesel-nya terdiri dari empat unit generator diesel dan satu generator diesel cadangan. Enforcer 10000 dapat melaju hingga kecepatan 18 knots, sementara jarak jelajahnya 18.520 km. Kapal ini punya endurance sampai 30 hari untuk memenuhi kebutuhan awaknya, sedangkan 15 hari endurance dalam misi yang melibatkan personel tambahan. (Bayu Pamungkas).

C-130B Hercules, T-1301 TNI AU Telah Beristirahat di Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta

C-130B Hercules, T-1301 TNI AU
C-130B Hercules, T-1301 TNI AU  

Dalam satu upacara meriah pada hari Selasa (24/4/2018), Panglima TNI meresmikan koleksi pesawat C-130B Hercules T-1301, Fokker F27 T-2707, AVIA-14 T-414, Hawker Hunter F.Mk 4 N-112 dan Museum Engine R Ahmad Imanullah di Museum Pusat Angkatan Udara Mandala, Yogyakarta.
C-130B Hercules dengan nomor registrasi T-1301 adalah pesawat Hercules yang kali pertama menjejakkan roda pendaratnya di Kemayoran, Jakarta Indonesia.
Menjadi istimewa karena pesawat C-130B Hercules inilah yang pada saat terbang perdana dari Amerika Serikat ke Jakarta Indonesia pada 1960 telah diawaki oleh para kru Angkatan Udara Republik Indonesia di bawah pimpinan Kapten Pilot S Tjokro Adiredjo.
Khusus tentang registrasi pesawat Hercules yang kini menggunakan huruf A (Angkut), dahulu menggunakan huruf T (Transport) yang merupakan penyesuaian dalam proses perkembangan penyempurnaan administrasi, khususnya soal registrasi pesawat-pesawat terbang Angkatan Udara secara keseluruhan pada waktu lalu.
Untuk mengabadikan C-130B Hercules pertama yang tiba di Indonesia, Hercules C-130 B yang menjadi koleksi museum pusat Angkatan Udara dikembalikan lagi nomor registrasinya di badan pesawat dengan huruf T, yaitu T-1301.
Dengan demikian, kita dapat menyaksikan pesawat Hercules yang orsinal, pertamakali datang di Indonesia dalam Museum Angkatan Udara Jogyakarta. Selain sebagai pesawat terbang Hercules yang pertama tiba di Indonesia, konon Indonesia merupakan negara pertama di luar Amerika Serikat yang menggunakan pesawat Hercules. Pada 1960-an,
C-130B Hercules kala itu masih merupakan produk baru dari Arsenal Sistem Senjata Amerika Serikat dalam sebuah program yang tengah mencari pengganti pesawat Dakota C-47 yang banyak jasanya dalam kancah perang dunia.
Kita patut berbangga hati karena telah menjadi negara pertama pula di luar Amerika Serikat yang telah juga menjalani proses tahap awal peningkatan performa unsur angkut strategisnya dari Dakota ke Hercules.
Keistimewaan Hercules dalam pelaksanaan operasi penerbangan telah banyak sekali mengukir sejarah spektakuler di seluruh dunia, yang tidak hanya mencakup operasi militer, tetapi juga banyak operasi kemanusiaan.
Di samping jasa yang sangat luar biasa dari armada Hercules dalam berbagai operasi penerbangan di Tanah Air, antara lain Dwikora dan Trikora, ada beberapa operasi kemanusiaan yang dijalankan sebagai bagian dari penyelamatan korban bencana alam, seperti tsunami Aceh dan badai besar di Darwin.
Seperti dikutip oleh Marsekal Pertama Purn Darmadji pada kesempatan kata sambutan dalam upacara tersebut, salah satu misi yang sangat luar biasa adalah tentang penerbangan Hercules terakhir dalam operasi penyelamatan pengungsi pada pengujung perang Vietnam.
Ketika itu, C-130 Hercules yang hanya berdaya tampung tidak lebih dari 92 orang ternyata telah "dipaksa" membawa para pengungsi keluar Vietnam sebanyak 352 orang. Tidak itu saja, ruang yang cukup lebar pada "Flight Station" atau kokpit sebenarnya juga hanya diperuntukkan bagi tidak lebih dari 4 sampai 5 orang awak, tetapi ketika itu dipenuhi 32 orang pengungsi.
Catatan ini tercantum dalam buku "Pelangi Dirgantara" terbitan Dispenau, yang merujuk pada catatan dalam buku prestasi pesawat Hercules di seluruh dunia keluaran Pabrik pesawat Hercules, Lockheed Marietta, Georgia, AS.
Bertambah lagi ukiran sejarah penting dalam perjalanan pembinaan dirgantara di Tanah Air dengan masuknya pesawat terbang Hercules pertama yang mendarat di Indonesia pada 1960 sebagai bagian dari koleksi pesawat terbang yang memiliki peran dalam sejarah perjuangan Angkatan Udara Indonesia di Museum Lanud Adistjipto, Yogyakarta.
Semoga minat dirgantara generasi muda bangsa dapat terpelihara dan senantiasa berkembang terus dengan baik. Nenek moyangku orang pelaut, anak cucuku insan dirgantara. (Chappy Hakim KSAU 2002-2005)

Yagu Ultralight Tactical Armored Vehicle, Ranpur Ringan Berbasis ATV Garapan Plasan Israel

Yagu Ultralight Tactical Armored Vehicle
Yagu Ultralight Tactical Armored Vehicle 

Plasan, perusahaan asal Israel yang bergerak dalam pembuatan komposit dan ranpur lapis baja meluncurkan produk terbarunya berupa ATV berlapis baja yang dinamakan Yagu UTAV (Ultralight Tactical Armored Vehicle). Peluncuran dilaksankaan dalam pameran keamanan internasional Expo Seguridad di Mexico City pada 24-26 April.
Menggunakan basis kendaraan sport ATV (All Terrain Vehicle) Arctic Wildcat 4 1000 yang dipugar ulang dilengkapi baju zirah serta kaca balistik yang dapat melindungi tiga orang awaknya dari tumbukan pelor kaliber 5.56 x 45; 7.62 x 39; dan 7.62 × 51 (setara STANAG 4569 Level II).
Ban orisinal Wildcat ukuran 26X9R14 diganti dengan yang lebih besar 28X10R14, sehingga lebih tangguh melibas medan off-road baik lumpur ataupun pasir. Dimensinya yang ringkas (lebar 162 cm) membuatnya sanggup bermanuver lincah di gang sempit perkotaan ataupun rapatnya lingkungan hutan.
Yagu mempertahankan mesin asli yakni 1000 H-2 V-Twin SOHC kapasitas 951 cc berdaya 98 hp yang dilengkapi trasnmisi otomatis berpenggerak 4×4. Yagu juga memiliki pembangkit listrik independen dan sistem pendingin udara terpisahkan guna mempertahankan daya listrik berkelanjutan untuk sistem misi dan AC.
Jendela depan dan samping yang lebar ditambah kamera pengawas memberikan kesadaran dan respon situasional yang sangat baik bagi para awak. Apalagi Yagu dapat diperkuat ‘mata’ tambahan berupa drone jenis duadcopter yang dilengkapi fitur pelacakan target otomatis, bisa beroperasi selama 27 menit.
Sebagai ranpur ringan, Yagu mengusung General Robotics Pitbull yakni sebuah sistem stasiun senjata dioperasikan menggunakan remote (RCWS) dengan senjata pilihan berupa senapan mesin kaliber 5,56 mm atau 7,62 mm. Dilengkapi pula dengan sensor elektro optik (EO) yang dioperasikan oleh kru dari dalam kabin.
Berat kosong Yagu sekitar 1.480 kg dengan muatan hingga 350 kg. Dengan bobotnya yang ringan Yagu bisa dengan mudah dipindahkan lewat udara masuk dalam perut helikopter Boeing CH-47 atau pesawat angkut medium ringan seperti Airbus C-295, Leonardo C-27J atau Antonov An-32B.
Plasan menawarkan Yagu sebagai kendaraan tempur untuk peperangan asimetris kontra gerilya ataupun menghadapi penyelundup narkoba juga cocok sebagai kendaraan patroli tapal batas antar negara. Dengan biaya operasional dan perawatan yang murah. (Rangga Baswara)

Rententan dan Sejarah Panjang Operasi Tempur Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad TNI AD

Operasi Tinombala
Operasi Tinombala 

Keberhasilan Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad menangkap Dalima yang diduga istri muda Santoso, bukan satu-satunya operasi yang diukir selama perjalanannya mengabdi kepada ibu pertiwi. Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad yang sebelumnya bernama Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati memiliki sejarah panjang dengan deretan panjang operasi tempur dalam hal menumpas gerakan yang mengganggu kedaulatan NKRI.
Tim Alfa 17 merupakan Batalyon infanteri yang berkualifikasi Raider. Markasnya berada di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Posisinya kini berada di bawah kendali komando Brigade Infanteri 13/Galuh, Divisi Infanteri 1/Kostrad yang sejajar dengan Yonif 321/Raider, Majalengka dan Yonif 323/Raider, Ciamis Jawa Barat.
Berdirinya Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad tepat pada 1 September 1949 dengan proses yang cukup panjang. Sejarah mencatat bahwa sebelumnya sempat bernama Mobile Batalyon A yang berada di bawah Markas Besar TKR. Kemudian di tahun 1948 namanya berubah menjadi Batalyon Korps Reverse Umum Z Brigade XIV Siliwangi. Di balik sejarah ini ada peristiwa yang mendorong terbentuknya satuan.
Satuan ini bermula pasca Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan pada tangga 17 Agustus 1945. Sehingga untuk menyambut dengan spontan dan konsekuensi, para pemuda dari segala aliran dan lapisan di kota Yogyakarta, membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yang diberi nama Batalyon Markas Tertinggi (BMT) yang langsung di bawah Komandan Batalyon Mayor Inf Sudarto waktu itu, dengan kekuatan 2 Kompi Senapan dan 1 Kompi Markas. Tentunya mereka semua ketika itu sama-sama memiliki semangat Proklamsi.
Selanjutnya, pada tahun 1948 Batalyon MBT ini bermetamorfosa menjadi Batalyon IV/KRU Z Brigade 14/Siliwangi di bawah pimpinan Kapten Inf Nasuhi. Lantaran BMT ini berdiri di atas semangat Proklamasi, dalam usianya yang relatif muda sudah berhasil merampas senjata LE dari tangan penyelundup di pantai Tegal. Saking banyaknya jumlah senjata yang dirampas, kabarnya bisa cukup mempersenjatai 1 Resimen hingga tahun 1945 batalyon ini lengkap dengan kekuatan 4 Kompi senapan dan 1 Kompi Staf.
Sejarah gemilang yang ditorehkan satuan ini adalah penumpasan PKI pada awal Agustus 1948 di daerah Wonogiri, Baturetno, Wuryantoro dengan hasil 2 Kompi Pasukan Kalong (PKI) dibawah pimpinan Ex Mayor Sampir menyerah.
Perlu dicatat bahwa, Batalyon Infanteri yang berhasil menangkap Dalima dalam Operasi Tinombala ini merupakan salah satu pasukan tempur yang telah banyak terlibat dalam berbagai operasi tempur. Salah satunya adalah saat 390 anggota pasukan ini menjadi bagian terbesar dari Kontingen Garuda XII-D yang diberangkatkan ke Kamboja pada tahun 1993 sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB.
Operasi Luar Negeri Misi Perdamaian PBB di Kamboja ini berdasar pada surat perintah Pangab Nomor: Sprin/127/I/1993 tanggal, 13 Januari 1993 Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati sebanyak 390 orang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Kambodia bersama satuan Marinir TNI-AL sebanyak 213 orang dan gabungan dari berbagai satuan sebanyak 217 orang yang jumlah keseluruhan 850 orang personel tergabung dalam Kontingen Garuda XII-D di bawah pimpinan Letkol Inf Saptadji Siswaya. Adapun daerah penugasan Kompi-A di perbatasan Kampung Tomoh, Kompi-B di Setung, Kompi-C di Kompong Cham, dan Kompi Markas berada di Khomphong Thom. Adapun masa waktu operasi ini tertulis: Kontingen Garuda XII-D berangkat ke Kambodia pada tanggal 10 Januari 1993 dan 10 Pebruari 1993 dan kembali tanggal 18 Nopember 1993. Penugasan operasi ke luar negeri merupakan salah satu tugas operasi dari puluhan Operasi yang dilukakan di dalam negeri.
Adapun Operasi tempur atau tugas-tugas negara dalam Negeri yang dilakukan Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad sejak berdirinya di antaranya adalah (1) Penumpasan Pemberontakan PKI / Muso di Madiun pada tahun 1948 yang dipimpin oleh Mayor Inf Kharudin Nasution; (2) Penumpasan Pemberontakan DI TII Amir Fatah di Jawa Barat pada Tahun 1950 yang dipimpin oleh Mayor Inf Kaharudin Nasution; (3) Penghancuran Pemberontakan DI TII Priangan Timur pada Tahun 1958 dipimpin oleh Mayor Inf Saptadji Hadiprawira; (4) Penumpasan Pemberontakan PRRI di Sumatra Utara pada Tahun 1959 dipimpin oleh Mayor Inf Subiandono Sutarjo; dan (5) Penghancuran Pemberontakan DI TII di Periangan Timur pada Tahun 1960 dipimpin oleh Mayor Inf Sukresno.
Selanjutnya, dalam rentang 20 tahun antara tahun 60-an sampai tahun 70-an, Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad menjalankan tugasnya dengan setia yaitu (6) Penghancuran Pemberontakan DI TII Kahar Muzakar di daerah Sulawesi Tenggara pada Tahun 1963 dipimpin oleh Mayor Inf P.J Sucipto; (7) Penumpasan Pemberontakan G.30S/PKI didaerah Korem 061/Surya Kencana Bogor pada Tahun 1966 dipimpin oleh Mayor Inf Martoman; (8) Penumpasan Pemberontakan G.30S/PKI disepanjang perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Tahun. 1966 dipimpin oleh Mayor Inf R. Suradi; (9) Penghancuran Pemberontakan PGRS / PARAKU Kalbar, BP Yonif -323 sebanyak 1 Kompi pada Tahun 1969; dan (10) Operasi Seroja Timor Timur tergabung dalam Satuan RTT 13/Galuh Tahun 1976 dipimpin oleh Mayor Inf Sutrisno Trimo.
Operasi tempur yang ditugaskan kepada Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad terus berlanjut, terhitung sejak awal tahun 80-an sampai akhir tahun 90-an. Adapun tugas-tugas tersebut adalah (11) Operasi Seroja Timor-timur Tahun 1982 dipimpin oleh Mayor Inf Akhmad Jaelani dengan jumlah personel 677 orang; (12) Operasi Watu Wisa Timor Timur Rotasi 3 Tahun dari tahun 1985 sampai dengan 1987 dipimpin oleh Letkol Inf Mudin Sutaryadi Tahun 1985, dilanjutkan oleh Letkol Inf Kivlan Zen pada Tahun 1985 sampai dengan 1987 dengan jumlah personel 650 orang; (13) Operasi Moris Diak Timor Timur tanggal 20 Pebruari sampai dengan 20 Desember 1991 dipimpin oleh Mayor Inf Asril Hamzah Tanjung dengan jumlah personel 550 orang; (14) Operasi Timor Timur Rajawali-I Tahun 1995 dipimpin oleh Kapten Inf Adi Sucipto dengan jumlah Personel 63 orang; (15) Operasi Irian Jaya Rajawali-III Tahun 1997 s/d 1998 dipimpin oleh Kapten Inf Muchtar Indriya dengan jumlah personel 124 orang; (16) Operasi Satgas Darat Rajawali II di Timor Timur tahun 1996 dipimpin oleh Mayor Inf Suprih Widodo dengan jumlah personel 30 orang; dan (17) Operasi Satgaskul NAD tahun 2005 dipimpin oleh Letkol Inf M. Shokir dengan jumlah personel 488 orang.
Tidak hanya menjalankan tugas-tugas operasi tempur di atas, Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad juga dengan segenap jiwa raga setia menjalankan operasi sosial/teritorial seperti Operasi Bhakti TNI di daerah Tasikmalaya Selatan tahun 1962, AMD Manunggal VII di daerah Garut tahun 1981, AMD Manunggal VIII di daerah Karang Nunggal Tasikmalaya tahun 1981, AMD Manunggal XV di daerah Leles Garut tahun 1984, AMD Manunggal XXXX di daerah Limbangan Garut tahun1988, Operasi Bhakti TNI Manunggal Sosial Sejahtera di daerah Pameungpeuk tahun 1989, AMD Manunggal XLIX di daerah Pakenjeng Garut Tahun 1995, Operasi Bhakti Sosial TNI di Aceh tahun 2001 s/d 2002 dipimpin oleh Mayor Inf Stepanus Tri Mulyono dengan jumlah personel 474 orang, TMMD Manunggal ke LXXVI di Malangbong Garut tahun 2005, dan TMMD Manunggal ke LXXX di Kec. Sukawening Kab. Garut tahun 2008, serta masih banyak yang lain termasuk ikut serta dalam Operasi Tinombala.

Divisi Infanteri-3/Kostrad Akan Segera Terbentuk

Divisi Infanteri-3/Kostrad
Divisi Infanteri-3/Kostrad 

TNI AD-Sulawesi Selatan. Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto beserta Ketua persit Kartika Chandra Kirana Ny. Aik Agus Kriswanto meninjau lokasi pembentukan satuan baru Divisi Infanteri-3/Kostrad yang merupakan hasil bentukan pengembangan satuan jajaran Kostrad, di Pakato, Sulawesi Selatan, Rabu (25/4/2018).
Kunjungan Pangkostrad yang didampingi para Asisten Kas Kostrad dan Komandan Brigif Para Raider 3/TBS Kostrad merupakan kunjungan perdana Pangkostrad ke jajaran Divisi-3.
Kunjungan ini sebagai bentuk perhatian dan atensi khususnya dalam rangka percepatan pembangunan asrama dan satuan baru Kostrad yang memiliki tugas menjaga wilayah timur Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pasukan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat ini.
Dengan adanya satuan baru yang dibentuk di wilayah Timur Indonesia merupakan salah satu wujud dan sikap bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan adanya dinamika global khususnya di Laut Cina Selatan, sehingga perlu adanya pengembangan satuan di wilayah Timur dalam rangka mengamankan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara -negara tetengga di sekitar wilayah perairan dan daratan Laut Cina Selatan.
Dalam kesempatan ini, Pangkostrad juga menyempatkan diri mengunjungi satuan jajaran Kostad di wilayah Sulawesi Selatan yaitu di Batalyon Infanteri 433/JS di Sambueja dan jajaran Brigif Para Raider 3/TBS di Kariango.
Dihadapan prajurit, Pangkostrad menekankan agar tetap menjaga kekompakan, loyalitas dan kemampuan prajurit serta selalu melaksanakan motto Kepala Staf Angkatan Darat yaitu prajurit harus disiplin, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima.

Rusia Kirim Rudal Arhanud Tor-M2 ke Suriah

Rudal Arhanud Tor-M2
Rudal Arhanud Tor-M2  

Jika selama ini spekulasi berkembang bahwa Rusia akan mengirimkan sistem rudal S-300PMU-2 ke Suriah untuk menjegal upaya negara-negara termasuk Israel untuk menyerang Suriah, nyatanya Rusia justru menggelar sistem arhanud baru yang sama sekali berbeda.
Sistem rudal arhanud yang dikirim adalah Tor-M2, dan dipasang di Pangkalan Udara Khmeimim berdampingan dengan Pantsir S-1. Foto kehadiran Tor-M2 didapat dari wartawan Livejournal Ecoross1 yang diberi akses mengunjungi Khmeimim.
Tor-M2 sendiri adalah sistem rudal anti pesawat untuk ketinggian rendah sampai tinggi yang didesain untuk menghancurkan pesawat terbang, rudal jelajah, bom pintar, sampai dengan drone. Tor-M2 sendiri sejenis dengan yang digelar oleh Iran di Pangkalan udara Tiyas (T-4) dan dihancurkan Israel.
Rusia nampaknya juga menyiapkan sistem pengamanan dengan kantung pasir (revetment) untuk melindungi jet-jet tempurnya dari serangan. (Aryo Nugroho)

Antonov Ukraina Masuk Menyelamatkan NATO dengan Pesawat Angkut Berat Gantikan Rusia

An-124
An-124  

Keputusan Rusia untuk menarik perusahaan Volga-Dnepr dari penyediaan jasa sewa pesawat angkut raksasa An-124 Ruslan sempat membuat NATO kelimpungan. Maklum saja tidak semua negara NATO punya pesawat besar.
Untungnya, Ukraina nampaknya sudah siap dengan solusi. Antonov Airlines milik perusahaan Antonov juga memiliki pesawat An-124 dan mereka siap untuk menambah kapasitas menggantikan Volga-Dnepr.
Antonov sendiri saat ini memiliki 7 pesawat An-124, sementara Volga-Dnepr memiliki sepuluh. Memang ada ketimpangan, dan kabarnya Antonov juga minta uang sewa yang lebih besar dibandingkan dengan Volga Dnepr.
Dilihat dari kinerjanya, tahun 2017 Antonov hanya melaksanakan 629 jam terbang, sementara Volga Dnepr melaksanakan hampir 1.000 jam terbang. Jadi, nampaknya Antonov sendiri pintar cari peluang dan NATO tak punya pilihan. (Aryo Nugroho)

Boeing Siapkan Jet Tempur EA-18G Growler Lawan Para Pesaingnya di Jerman

EA-18G Growler
EA-18G Growler  

Jane’s (26/4) memberitakan bahwa Boeing menyiapkan pesawat andalannya EA-18G Growler sebagai kandidat untuk jet tempur pengganti Panavia Tornado.
EA-18G Growler sendiri merupakan varian pesawat serang elektronik dari F/A-18F Super Hornet, namun masih mempertahankan kemampuan tempur dan gotong persenjataan standar milik Barat.
Direktur Penjualan Global Boeing, Bryan Crutchfield, mengatakan bahwa EA-18G adalah satu-satunya platform yang cocok untuk menggantikan Panavia Tornado varian ECR (Electronic Combat Reconnaissance) yang dimiliki oleh Jerman dan hendak dipensiunkan pada 2030.
Pemerintah Jerman sendiri sebenarnya sudah menyatakan akan memilih Eurofighter Typhoon, namun EA-18G masih masuk dalam daftar jet tempur yang bisa diterima untuk dievaluasi bersama dengan F-15 Advanced Eagle dan F-35 Lightning II. (Aryo Nugroho)

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat Diskusi ILSR (Integrated Logistics Support Review) di Lanud Iswahjudi

Lanud Iswahjudi
Lanud Iswahjudi 

Pemerintah Indonesia bersama pemerintah Amerika Serikat bekerjasama terkait logistik pesawat F-16C/D yang telah diserahkan ke pemerintah Indonesia 28 Februari 2018 silam, terkait hal tersebut perwakilan pemerintah Indonesia dalam hal ini TNI AU Kol Tek Iwan Agung (Kepala Proyek) dengan perwakilan US Government (Faith Turner) bersama 17 team, akan mengadakan diskusi Integrated Logistics Support Review (ILSR) selama tiga hari (25 s.d 27 April 2018) di Mess Mulyono Lanud Iswahjudi.
Kegiatan rapat ILSR merupakan kegiatan rapat yang dilaksanakan sebagai bagian dari Program (Grant) hibah F-16C/D EDA (Excess Defense Articles) sesuai LOA ID-D-SAL antara pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Indonesia. Kontrak kerjasama Flexible Manufacturing System (FMS) yang tertuang di dalam LOA ID-D-SAL ini telah ditandantangani pada 17 Januari 2012 dan keseluruhan 24 pesawat F-16C/D telah diterima di Lanud Iswahjudi yang terkirim melalui 7 kali proses Delivery.
Rapat yang dihadiri pejabat TNI AU, Kementerian Pertahanan, Lockheed Martin, Freight Forwarder dan pihak Program Office termasuk Line Manager, akan membahas hasil pelaksanaan program regenerasi F-16C/D yang telah selesai melaksanakan keseluruhan delivery serta mengetahui update terakhir status permasalahan yang belum selesai, termasuk untuk mengetahui sisa funding program ID-D-SAL. Dengan harapan dapat segera diselesaikan proses migrasi ke sustainment case untuk mendukung pemeliharaan pesawat F-16 di masa mendatang.
Selanjutnya dalam rapat ILSR ke-4 yang direncanakan pada 25 April 2018 ini, juga akan membahas update program eMLU/Falcon Star yang in-progress melalui kehadiran perwakilan Lockheed Martin yang hadir guna mengetahui kendala terkait Shipment Mod Kit serta status GFE (Government Furnished Equipment) berupa Classified item.

Pemerintah Fokus Pembuatan Kapal Selam Sendiri

Pembuatan Kapal Selam Sendiri
Pembuatan Kapal Selam Sendiri 

Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, mengatakan setelah kapal selam kedua kerja sama dengan Korea Selatan KRI Ardadedali-404 diserahkan, maka pemerintah fokus kepada pembuatan kapal selam sendiri.
“Ini dulu disempurnakan, kapal kelima keenam itu kita buat sendiri, masak sampai lima kali tidak bisa buat-buat, kita bukan orang bodoh, banyak orang pintar,” ujar Menhan di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine (DSME), Okpo, Korea Selatan, Rabu (25/ 04).
Kapal selam ketiga kerja sama dengan Korea Selatan dibuat PT PAL, sehingga setelah ini PT PAL akan bekerja menyambung bagian-bagian kapal selam yang telah dikirim dari Korea Selatan.
Penyambungan kapal selam yang akan dinamai KRI Alugoro-405 itu sudah berjalan dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan ke depan.
Setelah kapal selam ketiga kerja sama dengan Korea Selatan selesai, Menhan menuturkan diperlukan beberapa kerja sama lagi hingga akhirnya dapat benar-benar membuat kapal selam sendiri.
“Kemudian ditambah dua, tiga, kerja sama, setelah itu kita bisa buat sendiri, itu arti makna yang awal dari kerja sama ini,” ujar Ryamizard Ryacudu.
Pada 1960-an, ucap dia, Tanah Air mempunyai 12 kapal selam, sementara hingga sebelum kerja sama dengan Korea Indonesia hanya memiliki dua kapal selam.
Kini dengan tambahan tiga kapal selam, Indonesia memiliki lima kapal selam, tetapi jumlah tersebut dinilainya masih kurang dan setidaknya menyamai jumlah 12 kapal selam.
“Kalau tidak ya kita mundur dong, dulu 12 masa kurang dari itu, 12 saja sudah mundur, nanti akan bertambahlah, tetapi kita belajar terus kita akan membuat kapal lebih canggih dengan dasar ini,” ucap Menhan.

F-35 AS Masih Kalah Lincah dengan F-15 Eagle Varian Lama

 F-15 Eagle
 F-15 Eagle 

Pesawat jet tempur generasi kelima Amerika Serikat (AS), F-35, masih kalah dengan jet tempur F-15 Eagle dalam latihan pertempuran udara atau dikenal dengan dogfight di Kadena, Jepang. Jet tempur F-15 Eagle yang masih unggul itu merupakan jet tempur generasi keempat buatan tahun 1970-an.
Militer AS tak merinci kapan simulasi dogfight di Pangkalan Angkatan Udara Kadena itu berlangsung. Namun pejabat militer mengatakannya kepada Defense News baru-baru ini.
Sejak 12 unit jet tempur F-35A tiba di Pangkalan Udara Kadena November lalu bersama dengan 300 penerbang, skuadron jet tempur tersebut telah melakukan pelatihan penerbangan setiap hari. Pada bulan Februari, seorang sersan dari pangkalan udara setempat mengatakan 12 pesawat bergabung untuk latihan terbang dalam misi simulasi serangan antara 12 dan 14 kali per hari.
Dua pengawas pemerintah AS secara terpisah menguraikan masalah mesin yang digunakan jet tempur F-35. Satu pengawas menemukan adanya sistem yang tidak dapat diandalkan dan pengawas yang lain mengutip data lusinan pelanggaran dalam pemeriksaan jaminan kualitas mesin tersebut.
"Maksud saya, kadang-kadang," kata Kapten Brock McGehee, pilot F-15 Eagle ketika ditanya apakah F-15 masih bisa mengalahkan jet tempur F-35 yang berteknologi tinggi tersebut.
"Bagian dari itu adalah pesawat dan sebagian dari itu adalah manusia di dalam pesawat. Kami punya beberapa pilot yang sangat berbakat di sini yang bisa mendapatkan serangan pada banyak pilot lainnya. Seorang pilot yang memahami pesawat ini dengan sangat baik dan sangat terampil dalam hal itu cukup mematikan tidak peduli apa yang dia terbangkan, jadi itu mungkin," lanjut pilot tersebut yang dilansir Rabu (25/4/2018) malam.
Terlepas dari masalah keterampilan pilot, F-35 kerap dibanggakan para pejabat militer Pentagon dan produsennya, Lockheed Martin. Jet tempur generasi kelima ini kerap dipuji soal kemampuan serangan air-to-ground dan tentu saja fitur stealth-nya.
Masalah yang dialami jet tempur F-35 sejatinya bukan hal baru. Tiga tahun yang lalu, yakni pada 2015 situs War is Boring menerbitkan rincian pengalaman pilot yang menguji coba F-35.
"Jet dengan stealth baru yang mahal tidak bisa berputar atau menanjak cukup cepat untuk menabrak pesawat musuh selama pertempuran udara atau untuk menghindari tembakan musuh," ungkap pilot kepada situs itu yang identitasnya dilindungi.
Pensiunan Marinir AS Letnan Kolonel David Berke mengatakan kepada Business Insider bahwa jet tempur yang lebih tua mendapat manfaat dari pembuatan dan pelatihan selama puluhan tahun, di mana pilot baru saat ini telah membuat praktik terbaik. Sedangkan F-35 masih di hari-hari permulaan.
"Keterbatasan terbesar untuk F-35 adalah pilot tidak terbiasa dengan cara menerbangkannya. Mereka mencoba menerbangkan F-35 seperti pesawat lama mereka," kata Berke.
Menurut Berke, para pilot di Kadena yang melakukan dogfighting terhadap F-15 tidak pernah menerbangkan jet warisan sebelumnya. Mereka akan belajar bagaimana menerbangkan F-35 seperti pesawat yang unik.
Justin Bronk, seorang ahli pesawat tempur di Royal United Services Institute kepada Business Insider meremehkan kemampuan F-35 dalam kasus ketika terlibat pertempuran udara dengan jet tempur Typhoon Eropa maupun Su-35 Rusia.
"F-35 tidak bisa keluar dari pertempuran udara Typhoon (atau pun Su-35), tidak pernah dalam satu juta tahun," kata Bronk.
Alasan dari argumen Bronk itu adalah bahwa F-35 bukan dogfighter. Desain siluman F-35 menempatkan tuntutan berat pada bentuk pesawat, yang membatasi dalam beberapa dimensi. Akibatnya, ini bukan jet paling dinamis yang mungkin bisa dibangun AS.
Sebaliknya, F-35 mengandalkan teknologi siluman. F-35, yang digunakan dengan benar dalam pertempuran, akan mencetak sebagian besar pembunuhan mereka dengan rudal jarak jauh yang ditembakkan dari jangkauan visual.
"Jika Anda terlibat dalam pertempuran udara dengan F-35, seseorang membuat kesalahan, ini seperti melakukan pertarungan pisau di bilik telepon," imbuh pilot sipil F-16 Adam Alpert dari Vermont Air National Guard yang pernah mengikuti pelatihan tentang simulator F -35. (Muhaiman)

Radar Acak