Mana Lebih Unggul, Tank Buatan AS atau Rusia?

22:00
Loading...
T-14 Armata
T-14 Armata 

Di masa lalu, tank merupakan primadona yang merajai medan pertempuran. Dengan persenjataan dan tubuh berlapis baja, tank menjadi mesin perang yang menakutkan.
Namun, di era perang gerilya dan konflik modern peran tank dalam sebuah perang perlahan-lahan berkurang.
Meski demikian, tank masih menjadi alat tempur vital yang harus dimiliki militer masa kini dan tetap menjadi simbol kekuatan sebuah angkatan bersenjata.
Dua negara yang memiliki armada tank terbesar di dunia adalah Amerika Serikat sebanyak 5.800 unit dan Rusia dengan 20.000 unit tank.
Namun, dari sisi kualitas manakah yang lebih unggul tank buatan AS atau tank Rusia?
Salah satu kendaraan lapis baja milik AS yang paling mematikan selama hampir 40 tahun terahkhir adalah M1 Abrams. Tank ini diperkenalkan pada 1980 dengan menyandang nama seorang jenderal di masa Perang Vietnam, Creighton Abrams.
Sejak itu, serangkaian peningkatan teknologi dilakukan sehingga M1 Abrams cocok untuk medan perang modern.
Tank M1A1 mulai digunakan militer AS pada 1985 dan M1A2 setahun kemudian.
Berbagai varian M1 Abrams kemudian menjadi tulang punggung AD Amerika Serikat selama tiga dekade.
Tank ini juga digunakan saat pasukan koalisi pimpinan AS memukul mundur pasukan Irak dari Kuwait dalam Perang Teluk pertama.
Beberapa tahun kemudian, tank yang sama mengacak-acak wilayah Irak sebelum akhirnya menduduki kota Baghdad.
Intinya, di saat militer AS membutuhkan peralatan tempur yang mumpuni, Abrams selalu siap digunakan bahkan hingga di kawasan pegunungan dan lembah di Afghanistan.
Ketika baru diperkenalkan, Abrams memiliki teknologi militer paling canggih saat itu.
Dengan senjata utama meriam berkaliber 120 milimeter, M1A2 memiliki kemampuan serang yang terus berkembang hingga mampu bersaing dengan sistem persenjataan modern.
Sementara di bagian dalam terus dikembangkan dengan dilengkapi sensor dan sistem kendali senjata yang lebih modern.
Alhasil Abrams menjadi salah satu tank paling canggih di dunia. Namun, hal itu tak membuat Pentagon berdiam diri. Militer AS kini memiliki tank terbaru M1A2 SEPV3 yang memiliki lapisan baja lebih baik, sensor, perangkat lunak pengendali senjata, dan sistem digital manajemen medan tempur.
Tank-tank AS juga dilengkapi dengan lapisan baja reaktif yang tak hanya mampu menahan tetapi menghancurkan proyektil yang ditembakkan ke arahnya. AS kini tengah mengembangkan varian terbaru M1A3 yang diharapkan bisa menjadi tank masa depan Amerika Serikat.
Bagaimana dengan Rusia?
Di masa Perang Dingin, para perencana NATO yakin dalam jam-jam pertama Perang Dunia III, lautan tank dari Rusia akan membanjiri Eropa Barat.
Kini, meski skenario tersebut sudah disingkirkan, namun tank tetap memiliki perang penting dalam kemiliteran Rusia.
Rusia masih menjadi negara dengan "koleksi" tank terbanyak di dunia yaitu 20.000 unit.
Namun, hanya sedikit dari armada tank Rusia itu yang dianggap berada di papan atas. Dan jika perang pecah, hanya sekitar 3.500 tank saja yang bisa dikerahkan Rusia dalam waktu cepat.
Tank paling canggih milik Rusia adalah T-90 yang kini berjumlah antara 750 hingga 1.000 unit. Tank yang diperkenalkan pada awal 1990-an itu jauh lebih murah dibanding M1A2 Abrams. Harganya sekitar 4,5 juta dolar AS atau hampir Rp 63 miliar per unit.
Tank ini adalah pengembangan dari T-72 yang lebih tua dan diproduksi setelah tank T-80 performanya jauh dari yang diharapkan.
Perkembangan terbaru T-90 adalah memiliki lambung komposit yang bisa melindungi kru di dalamnya dan lapisan baja reaktif.
Tank T-90A juga sudah memiliki sistem elektronik untuk mencegat peluru atau proyektil lain yang diarahkan kepadanya.
Saat menyerang meriam 125 milimeternya lebih dari cukup untuk membuat gentar musuh.
Di sisi lain, meski tank ini sudah digunakan dalam perang di Chechnya, Suriah, dan Ukraina, T-90 tetap tak dianggap sebagai salah satu tank terbaik dunia.
Membutuhkan tank berteknologi baru, Rusia mengembangkan T-14 Armata, yang memiliki kemampuan menahan roket yang langsung ditembakkan ke arahnya, Dalam urusan menyerang, Armata memiliki meriam yang sudah dikembangkan, sistem kendali senjata yang canggih, dan senapan mesin yang dikendalikan secara remote.
Kubah armata tak perlu diawaki, sehingga ketiga personelnya bisa duduk di dalam kapsul yang relatif aman.
Meski sangat impresif di atas kertas, pengembangan Armata terkendala biaya yang amat besar sehingga memperlambat pengirimannya untuk militer Rusia. (Ervan Hardoko)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak