India Produksi Sendiri Mesin Baru untuk Tank T-72 Ajeya dan T-90 Bhishma

T-90 Bhishma
T-90 Bhishma 

India memproduksi dua mesin baru untuk tank tempur utama (MBT) T-72 Ajeya dan T-90 Bisma yang dibuat oleh Avadi Engine Factory (EFA) di Chennai, Tamilnadu, yang merupakan bagian dari Ordnance Factory Board. India telah meluncurkan program "Make in India" untuk meningkatkan produksi produk pertahanan lokal.
Mesin V-46-6 yang akan mentenagai MBT T-72 Ajeya sementara V92S2 akan digunakan untuk mentenagai T-90 Bhisma.
Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman mengatakan "Pembuatan mesin dua dari tiga jenis tank yang digunakan oleh Angkatan Darat, mendukung kesiapan tempur Angkatan Darat India." Ia menambahkan, "Kami memiliki kemampuan dan bakat untuk menghasilkan produk kami sendiri, tapi selama ini kami terus mengimpor. Inilah mengapa Perdana Menteri Modi memulai program 'Make In India'."
T-90 Bhishma adalah tank T-90S Rusia yang diproduksi di bawah lisensi di India sejak tahun 2004. Desain T-90 Bhisma pada dasarnya identik dengan T-90 Rusia. Tank ini memiliki loader otomatis baru, Fire Control System (FCS), senjata utama 2A46M-5 dan mesin dengan daya 1.130 tenaga kuda.
Persenjataan utama terdiri dari satu meriam smoothbore 2A46M 125mm yang mampu menembakkan amunisi armour-piercing fin-stabilised discarding sabot (APFSDS), high-explosive anti-tank (HEAT), and high explosive fragmentation (HE-FRAG), serta rudal anti tank 9M119M Refleks.
T-72 Ajeya adalah T-72M/T-72M1 buatan Rusia yang diproduksi di bawah lisensi di India sejak akhir tahun 1970-an. Diperkirakan sekitar 1.700 telah diserahkan ke Angkatan Darat India. T-72 Ajeya Mk1 adalah versi India dari T-72M1 buatan Rusia yang dibuat di Avadi. T-72 Ajeya Mk1 dilengkapi dengan perlindungan ERA (Explosive Reactive Armor) dan 12 peluncur granat asap.
T-72 Ajeya Mk1/Mk2 dipersenjatai dengan satu meriam smoothbore 125mm 2A46. Persenjataan kedua sekunder T-72A
mencakup satu senapan mesin PKT kaliber 7,62 mm yang terpasang koaksial di sebelah kanan persenjataan utama dan memiliki 250 butir amunisi siap tembak dan senapan mesin desain baru NSV kaliber 12,7 mm yang dipasang di cupola komandan.
T-72 Ajeya Mk1/Mk2 dilengkapi dengan loader otomatis carousel yang dipasang di lantai turret dan juga di dinding belakang turret. Carousel loader membawa 24 proyektil siap pakai. (Angga Saja - TSM)

Tank AMX-13 TNI AD, Makin 'Gahar' Setelah Diretrofit Pindad

Tank AMX-13 TNI AD
Tank AMX-13 TNI AD 

Ketika pada 1960-1963 pemerintah RI melancarkan Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda, demi memenuhi kebutuhan persenjataan, berbagai senjata berat dibeli dari sejumlah negara.
Pembelian persenjataan di tahun itu sebagian besar dibeli dari Uni Soviet (Rusia) dan sejumlah negara lain seperti Prancis.
Pasca PD II tidak seperti negara-negara Eropa lainnya, Prancis walau sebagai pendiri dan pernah keluar dari NATO tidak serta merta menjadi sekutu AS sehingga bisa menjual persenjataannya ke Indonesia dengan lebih leluasa.
Persenjataan yang dibeli oleh Indonesia dengan kuantitas yang cukup besar dari Prancis demi mendukung Operasi Trikora. Disebutkan ada 400-an unit AMX-13 di lingkungan TNI AD dalam beragam varian, Wikipedia menyebut TNI AD punya 275 AMX-13 versi kanon. Tank AMX-13 pada tahun 1960-an merupakan kendaraan tempur (ranpur) lapis baja paling modern dikelasnya.
Tank-tank AMX-13 Indonesia yang dioperasikan oleh batalyon-kavaleri TNI AD dan kemudian banyak ‘menganggur’ karena Operasi Trikora berakhir secara damai tetap berusaha dipelihara dengan baik dan belakangan diremajakan (retrofit).
Meski sejumlah tank AMX-13 beberapa telah dijadikan monumen, ternyata masih banyak tank AMX-13 yang terawat dengan baik dan dalam kondisi bagus sehingga proses peremajaan bisa lebih mudah dilakukan.
Proses peremajaan tank-tank AMX-13 dilaksanakan oleh Direktorat Peralatan Bengkel Pusat Peralatan TNI AD, Bandung dan PT Pindad yang juga berlokasi di Bandung sehingga makin mempermudah proses kerjasama.
PT Pindad yang sudah memproduksi ratusan ranpur seperti panser Anoa dan rantis Komodo, sama sekali tidak mengalami kesulitan melakukan program retrofit karena juga memiliki target memproduksi tank secara mandiri yakni Medium Tank kerjasama dengan FNSS Turki.
Tujuan menyegarkan tank AMX-13 kembali adalah agar mesin-mesin perang yang aslinya sudah berteknologi maju itu bisa dioperasikan hingga 20 tahun lagi.
Untuk program retrofit pada AMX-13 dilakukan pada penggantian mesin yang semula menggunakan bahan bakar bensin diganti dengan mesin diesel berbahan bakar solar.
Pasalnya, tank berbahan bakar bensin sebenarnya memiliki resiko tinggi dalam perang karena mudah terbakar dan memakan bahan bakar yang lebih boros.
Apalagi penggunaan bahan bakar bensin untuk tank sebenarnya lebih cocok di medan perang negara bermusim dingin dengan tujuan agar lebih mudah dinyalakan mesinnya.
Untuk negara tropis, operasional tank lebih cocok yang menggunakan mesin diesel berbahan bakar solar karena lebih irit dan tidak mudah terbakar.
Selain retrofit para bagian mesin dan komponen terkait lainnya, AMX-13 juga mengalami reftrofit pada bagian persenjataan dengan cara mengganti meriamnya dengan kaliber yang lebih besar 105mm dari meriam semula 75mm dan lebih canggih sesuai kebutuhan pertempuran di era sekarang.
Salah satu sistem senjata baru yang dipasang pada AMX-13 adalah sistem pemandu tembak Remote Weapon System (RWS) yang terintegrasi ke meriam, senapan mesin, dan kanon kaliber 20 mm tank AMX-13 sehingga hasil tembakannya ke target menjadi sangat akurat.
Dengan program retrofit itu, tank-tank AMX-13 TNI AD yang seharusnya menjadi besi tua seperti tank-tank AMX-13 yang diperasikan negara lain, masih bisa dioperasikan dalam pertempuran modern sesuai kebutuhan operasi.
Program retrofit bahkan menjadi tank-tank AMX-13 TNI AD menjadi makin ‘gahari’ berkat sistem persenjataan baru yang dimiliki.
Spesifikasi AMX-13 :
  • Tipe : tank ringan
  • Produsen : Atelier de Construction d’Issy-les-Moulineaux
  • Berat tempur : 14.5 ton
  • Panjang : 6.35 meter
  • Lebar : 2.51 meter
  • Tinggi : 2.35 meter
  • Awak : 3 orang (komandan, penembak dan pengemudi)
  • Senjata Kanon : 75 mm / 90 mm / 105 mm - 75 mm dengan 32 amunisi.
  • Senapan mesin : kaliber 7,62 mm dengan 3600 peluru
  • Mesin : SOFAM Model 8Gxb 8-cyl. water-cooled petrol250 hp (190 kW) - kini sudah dilakukan upgrade dengan mesin diesel buatan Detroit.
  • Suspensi : torsi bar
  • Jarak tempuh : 400 km
  • Kecepatan : 60 km per jam

China Bangun Supercarrier Saingi Kapal Induk AS

Ilustrasi 

Sebuah foto yang bocor menunjukkan China serang membangun sebuah supercarrier yang bisa menyaingi kapal induk kelas Nimitz Amerika Serikat (AS).
China saat ini diketahui tengah membangun kapal induk ketiga di Beijing yang diberi nama Tipe 002. Foto China Shipbuilding Industry Corporation menunjukkan Tipe 002 dengan dek penerbangan yang besar, memperlihatkan landasan pendarat dan tiga sistem peluncur ketapel elektro-magnetik. Kesemuanya menunjukkan lompatan teknologi untuk jenis supercarriers yang dikerahkan oleh Angkatan Laut AS.
Jika semua berjalan sesuai rencana, kapal dengan berat 70 ribu ton ini akan selesai pada 2021.
Dibandingkan dengan kapal induk kedua China, Tipe 001A, Tipe 002 memiliki lompatan bawaan di dek penerbangan dan menggunakan sistem lepas landas yang pendek namun telah menggunakan stopbar dan mempunyai ukuran lebih besar untuk membawa pesawat tempur.
Fitur Tipe 002 juga jauh lebih maju daripada Tipe 001, yang memungkinkan Angkatan Laut China untuk menyebarkan jumlah dan variasi pesawat yang lebih banyak dan menyebarkan pesawat lebih cepat. Jika supercarrier ini bekerja seperti yang direncanakan, kapal ini akan membuat Angkatan Laut China salah satu yang paling kuat di dunia.
Dan ini tampaknya hanyalah permulaan.
China memiliki ambisi besar untuk angkatan laut kelas dunia, dan bahkan membangun kapal induk keempat, yang dilaporkan akan bertenaga nuklir dan mungkin cocok dengan spesifikasi kapal induk kelas Nimitz AS yang dioperasikan Angkatan Laut AS selama setengah abad.
Supercarrier modern akan membawa China di depan Rusia, yang hanya memiliki satu kapal induk, serta menjadi pesaing tunggal Prancis dan AS sebagai satu-satunya angkatan laut yang membanggakan supercarrier bertenaga nuklir yang meluncurkan pesawat dengan ketapel.
"Pertanyaan yang menarik adalah apa yang mereka rencanakan untuk dilakukan oleh kapal induk ini," Daniel Kliman, seorang pengamat di Program Keamanan Asia Pasifik di Pusat Keamanan Baru Amerika.
"Apa yang memungkinkan China untuk mencapai? Banyak gengsi," ujar Kliman lagi. Dan gengsi juga tentang politik domestik.
"Ada banyak perhatian populer di China terhadap program kapal induknya," imbuh Kliman, yang menambahkan bahwa supercarrier juga merupakan sarana efektif untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya, seperti yang telah digunakan AS selama beberapa dekade.
"Di luar itu, China benar-benar melihat kebutuhan nyata untuk melindungi investasinya yang berjauhan dan melindungi akses pasar ke luar negeri," tutur Kliman.
"Kapal induk tentu berguna dalam peran itu," tukasnya seperti dikutip dari Business Insider, Minggu (29/7/2018)
Apa pun niatnya, para supercarrier ini akan memperluas kemampuan Tiongkok untuk memproyeksikan kekuatan ke wilayah-wilayah yang diperebutkan di laut dan untuk menerbangkan misi ke darat.
"Entah mereka akan mencoba untuk bertarung dengan musuh atau tentang prestise," ujar Eric Wertheim, seorang ahli angkatan laut dengan Institut Naval AS, menambahkan bahwa itu mungkin sedikit dari keduanya.
Wertheim mengatakan bahwa orang-orang terlihat menangis ketika kapal induk pertama China, Liaoning, ditugaskan karena ada kebanggaan seperti itu.
Wertheim dan Kliman juga sepakat bahwa China pada awalnya akan menggunakan kapal induk mereka saat ini dan masa depan untuk memproyeksikan kekuatan di Laut China Timur dan Selatan, terutama untuk wilayah yang terakhir.
Namun akhirnya, China benar-benar tidak membutuhkan kapal induk untuk mencapai tujuan teritorialnya di Laut China Timur dan Selatan.
"Semuanya ada di pesawat darat," kata Kliman.
"Jadi apakah tujuan mereka hanya mendominasi Asia atau memproyeksikan kekuatan di perairan lain?" cetus Wertheim.
Tahun lalu, China membuka pangkalan militer luar negeri (pangkalan luar negerinya yang pertama) di Afrika, di mana ia terus berinvestasi dan bersaing untuk mendapatkan bunga.
"Kami benar-benar tidak tahu apa niat (China) itu," kata Wertheim. (Berlianto)

Raytheon ingin Gantikan Rudal Anti-Kapal Harpoon Buatan Boeing

Rudal Anti-Kapal Harpoon
Rudal Anti-Kapal Harpoon 

Didorong oleh pemberian kontrak baru-baru ini untuk memasok littoral combat ship (LCS) dan fregat masa depan AL As (FFG(X)) dengan rudal anti-kapal over-the-horizon baru, Raytheon kini mengarahkan perhatiannya untuk meraih pasar rudal anti-kapal yang lebih besar.
Top Eksekutif Raytheon, Thomas Kennedy, melihat miliaran potensial dalam kontrak baru selama beberapa tahun mendatang untuk Naval Strike Missile yang diproduksinya, yang merupakan produk bersama dengan perusahaan Norwegia, Kongsberg.
"NSM adalah franchise rudal baru bagi Raytheon, dan tujuan kami adalah untuk menggantikan inventaris Harpoon di domestik dan internasional dan rudal permukaan-ke-permukaan internasional lainnya, menjadikan NSM peluang franchise bernilai miliaran dolar," kata Kennedy.
Pada bulan Juni, eksekutif Kongsberg missile systems, Oeyvind Kolset, mengatakan pilihan Angkatan Laut AS akan Naval Strike Missile untuk LCS dan FFG (X) memposisikan rudal tersebut dengan baik, karena pasar untuk rudal permukaan-ke-permukaan diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang.
Banyak rudal anti-kapal dunia akan mencapai akhir masa hidupnya, dan pemilihan rudal NSM oleh Angkatan Laut AS akan menjadi pertanda baik untuk penjualan di masa depan, kata Kolset.
Naval Strike Missile memiliki jangkauan lebih dari 100 mil laut dan memiliki kemampuan pengenalan sasaran yang mengurangi adanya kebutuhan akan kapal atau pesawat lain untuk mengarahkan lintasan rudal pada sasaran.
Dan bukan hanya Angkatan Laut AS yang mengincar NSM. Angkatan Darat AS telah melirik kemampuan rudal tersebut dan telah mengeksplorasi cara-cara untuk membuat AD AS relevan di teater Pasifik yang sebagian besar maritim ditengah meningkatnya kemampuan militer Tiongkok.
Pada tanggal 12 Juli, Angkatan Darat AS menembak rudal NSM dari sebuah truk ke bekas kapal LST Racine pada sebuah latihan.
Penggunaannya sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh Angkatan Darat AS dan Pasukan Bela Diri Darat, yang dikenal di beberapa kalangan sebagai "pertahanan kepulauan," yang pada intinya adalah penggunaan kekuatan darat untuk menahan gerakan pasukan Tiongkok yang melalui teater Pasifik dengan menggelar rudal anti-kapal dan anti-udara di seluruh rantaian pulau di kawasan Asia-Pasifik.
Tapi Boeing, pembuat rudal Harpoon, tidak terpancing untuk berkompetisi, dan rudal buatannya baru-baru ini digelar dalam latihan.
AS dan negara-negara mitranya berhasil menembakkan enam rudal Harpoon pada latihan Rim of the Pacific, termasuk Harpoon dari kapal selam serang nuklir USS Olympia (SSN-717), yang menandai pertama kalinya rudal itu ditembakkan dari kapal selam selama lebih dari 20 tahun ini, menurut rilis berita Boeing.
Pesawat P-8 Australia dan Amerika juga turut menembakkan rudal Harpoon.
Boeing saat ini memasarkan Harpoon Block II +, yang dilengkapi dengan data link yang memungkinkan operator untuk menargetkan kembali rudal selama penerbangannya.
Angkatan Laut AS direncanakan akan mendeklarasikan initial operational capability (IOC) rudal Harpoon Block II + pada tahun ini, menurut rilis Boeing, dan mengatakan Boeing akan terus mengembangkan jangkauan Harpoon dengan jangkauan lebih jauh (extended range Harpoon). (Angga Saja - TSM)

Perancis Setujui Pembaruan Rudal MICA untuk Pesawat Tempur Rafale dan Mirage 2000

Rudal MICA
Rudal MICA  

Perancis meluncurkan program MICA NG (Next Generation). Program ini akan memperbarui MICA (Missile d'interception, de combat et d'autodéfense) yang digunakan pada pesawat tempur Mirage 2000 dan Rafale milik Armée de l’Air (Angkatan Udara Perancis) dan Marine Nationale (Angkatan Laut Perancis).
MICA NG akan menggantikan MICA yang ada. Rudal MICA akan ditarik secara bertahap dari kedinasan antara 2018 hingga 2030. MICA NG akan tersedia dalam dua versi, yaitu inframerah (IR) dan elektromagnetik (EM), dan pengiriman akan berlangsung antara 2026 dan 2031.
MICA NG adalah program senjata pertama yang diluncurkan di bawah LPM (Loi de programmation militaire) 2019 -2025 Perancis. MICA NG akan mempersenjatai pesawat tempur Rafale yang akan diupgrade, dimana Dassault direncanakan akan menandatangani kontrak modernisasi jet tempur Rafale ke standar F4 pada akhir tahun ini. Pemerintah Perancis sebelumnya telah memerintahkan studi awal untuk Rafale F4.
Setiap upgrade rudal itu akan melibatkan modifikasi internal, namun menjaga eksteriornya tidak berubah, kata narasumber industri. Ini dimaksudkan untuk memudahkan integrasi rudal tersebut pada pesawat Rafale dan menghindari perubahan yang mahal pada aspek aerodinamika pesawat tempur. Rafale dapat membawa hingga enam rudal MICA. Seorang pilot Rafale dapat menembakkan rudal MICA ketika mencegat sebuah pesawat pada jarak diluar jangkauan visual dan juga dapat menembakkan senjatanya ketika mengunci sasaran dalam pertempuran dogfight. Rafale juga akan membawa rudal Meteor untuk menembak pesawat di luar jangkauan visual. (Angga Saja - TSM)

Tiongkok Akan Segera Uji Tembak Sistem S-400

Sistem S-400
Sistem S-400 

Tiongkok berencana melakukan uji coba tembak pertama kali sistem pertahanan rudal S-400 Triumf buatan Rusia pada akhir Juli atau awal Agustus, kata narasumber militer dan diplomatik kepada TASS.
"Direncanakan pada akhir Juli-awal Agustus, unit Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, yang menjalani pelatihan di Rusia, akan melakukan penembakan terhadap sasaran balistik simulasi di tempat uji tembak di Tiongkok," kata narasumber itu.
Dinas Federal Rusia untuk Kerjasama Teknik Militer telah menolak untuk mengomentari laporan tersebut.
Tiongkok menerima batch pertama dari sistem rudal S-400 Triumf pada pekan lalu, narasumber diplomatik militer mengatakan kepada TASS. Setelah dokumen ditandatangani, sistem itu beralih ke kepemilikan Tiongkok.
Berita bahwa Rusia menandatangani kontrak untuk penjualan sistem S-400 ke Tiongkok muncul pada November 2014. Pada November 2015, penasihat presiden Rusia bidang kerja sama teknis militer Vladimir Kozhin membenarkan laporan ini. Tiongkok menjadi pembeli asing pertama dari sistem ini dan akan menerima dua batch.
S-400 Triumf adalah sistem rudal pertahanan udara jarak menengah dan jauh yang dirancang untuk menghancurkan senjata serangan udara dan juga sasaran udara lainnya. S-400 dapat mencapai sasaran pada jarak hingga 250 km. (Angga Saja - TSM)
Sumber tass.com

TNI AU: Su-35 dan C-130J Super Hercules Dikirim ke Indonesia Tahun 2019

C-130J Super Hercules
C-130J Super Hercules 

Pesawat tempur Su-35 yang dibeli Pemerintah Indonesia dari Rusia dijadwalkan akan mulai dikirim ke Indonesia tahun depan (2019). Pembelian 11 Su-35 oleh Kementerian Pertahanan ini sebagai realisasi kelanjutan pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF) TNI. Su-35 akan menggantikan peran F-5E/F Tiger II yang sudah purnatugas di Skadron Udara 14, Lanud Iswahjudi, Magetan.
“Su-35 akan datang akhir tahun 2019. Akan mulai berdatangan juga C-130J. Unitnya bertahap, tidak sekaligus,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama (Marsma) TNI Novyan Samyoga kepada awak media termasuk penulis di Yogyakarta, Minggu (29/7/2018).
Dikatakan lebih lanjut oleh Samyoga, tidak ada kendala dalam hal pembelian Su-35. Proses pembelian agak tertunda karena menyangkut kesepakatan jumlah pesawat. “Yang tadinya delapan pesawat, menjadi 11 pesawat. Dan untuk pesawat kita itu full combat semua, dengan persenjataannya” lanjutnya.
Sebelumnya, pada kesempatan yang sama di Yogyakarta, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menjabarkan, pembangunan kekuatan Koopsau III mulai dilaksanakan. Saat ini pembangunan gedung untuk Markas Koopsau III dan perumahan prajurit di Biak mulai dilaksanakan.
Dalam rangka perkuatan Koopsau III, dua Pangkalan TNI AU (Lanud) di Papua juga sudah ditingkatkan dari Tipe B (dipimpin kolonel) menjadi Tipe A (dipimpin bintang satu). Yaitu Lanud Manuhua Biak dan Lanud Silas Papare Jayapura.
Tidak hanya itu, beberapa skadron baru akan dibangun TNI AU di Papua ini. “Ke depan secara bertahap kita rencanakan penempatan skadron tempur, skadron angkut, dan skadron helikopter di Papua,” ujar Yuyu. (Ery/Ron)

Helikopter AH-64E Apache dan CH-47F Chinook Pertama India Selesaikan Terbang Perdana

AH-64E Apache India
AH-64E Apache India 

Pada 27 Juli 2018, pimpinan Boeing India Pratyush Kumar, mengumumkan bahwa helikopter AH-64E Apache dan CH-47F Chinook pertama Angkatan Udara India telah melakukan penerbangan perdananya di Arizona, AS. AH-64E India terbang perdana pada tanggal 16 Juli dan CH-47F India terbang perdana pada tanggal 23 Juli 2018.
"Penerbangan pertama helikopter Apache dan Chinook India adalah tonggak penting untuk memperkuat kemampuan angkatan bersenjata India," kata Presiden Boeing India Pratyush Kumar seperti dikutip dalam sebuah pernyataan.
"India akan menerima versi paling canggih dari AH-64E Apache dan CH-47F Chinook. Mitra industri India seperti Dynamatics sedang membangun bagian besar dari helikopter Chinook dan perusahaan patungan Tata Boeing di Hyderabad sedang membangun fuselage lengkap dari Apache," katanya.
Pada tahun 2015, India memesan 22 helikopter serang Apache Guardian dan 15 helikopter angkut Chinook. Transaksi tersebut bernilai sekitar $ 3 miliar.
Pada 2017, Pemerintah India setuju untuk membeli batch tambahan 6 helikopter serang Apache AH-64E dengan nilai total $ 654,6 juta.
Menurut Boeing India, AH-64E Apache adalah helikopter serang multi-peran terkemuka di dunia dan juga diterbangkan oleh Angkatan Darat AS. Helikopter ini menampilkan peningkatan kinerja, operabilitas digital gabungan dengan platform lain, peningkatan kemampuan bertahan hidup, dan bantuan pengambilan keputusan kognitif.
Dengan perangkat elektronik modernnya, Apache dianggap sebagai salah satu helikopter tempur paling canggih. Helikopter Apache terlibat dalam misi selama Perang Teluk 1991 antara AS dan Irak dan kemudian di Afghanistan. India akan menjadi negara ke-14 yang mengoperasikan helikopter serang ini, yang diharapkan akan diserahkan pada 2019.
CH-47F adalah helikopter multi-misi canggih yang digunakan oleh Angkatan Darat AS dan militer internasional. Helikopter ini dilengkapi sistem manajemen kokpit digital yang terintegrasi penuh, Common Aviation Architecture Cockpit dan kemampuan penanganan kargo canggih yang melengkapi kinerja misi dan karakteristik handling pesawat helikopter tersebut. (Angga Saja - TSM)

Kendaraan Tempur Amphibi Arisgator M-113 Tiba di Ternate

Arisgator M-113
Arisgator M-113 

Satuan Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau akan diperkuat dengan alutsista baru yaitu 4 Unit Kendaraan Tempur Amphibi Arisgator M-113 buatan Italia tiba di Pelabuhan ASDP Bastiong Ternate, Sabtu (28/07).
“Kedatangan 4 Unit Ranpur ini guna memperkuat satuan Yonif RK 732/Banau,” kata Dandenpal Ternate Letkol Cpl Adi Wibowo.
Ia menjelaskan, kendaraan tempur yang diangkut dengan kapal ADRI 49 ini memiliki keistimewaan dapat dioperasionalkan di darat maupun dilaut oleh karenannya disebut Ranpur Amfibi yang dapat meraih kecepatan 60 Km/Jam dan dilaut hingga 6 Knot berkat adanya 2 buah propeler hidrosatik yang ditempatkan dibelakang kendaraan tersebut, pada persenjataan ranpur ini dapat dipasangi Senapan Mesin Berat Browning M2HB 12,7 mm dan Pelontar Granat AGL 40 mm MK19.
“Diproduksi oleh perusahaan ARIS asal Italia dan diperbaharui di Belgia Ranpur Amfibi Arisgator M-113 siap memperkuat mobilitas Pasukan Raider Khusus 732/Banau,” ungkapnya.
Untuk sementara ke-4 Ranpur tersebut akan disimpan di Kipan A Yonif RK 732/Banau.
“Nanti kita akan ploting sesuai kebutuhan selepas acara peresmian,” tutup Adi Wibowo. (Angga Saja - TSM)

Korps Marinir Tiongkok Dapatkan Tank 105mm Baru

ZTQ-15
ZTQ-15 

Pada pertengahan Juli, sebuah blog Tiongkok mempublikasikan foto sebuah tank tempur ringan dalam kamuflase biru tengah berkendara disebuah desa, mengindikasikan bahwa angkatan bersenjata Tiongkok telah menambahkan tank baru dalam inventaris korps marinir mereka.
Korps Marinir PLA, bagian dari Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN), tampaknya telah meresmikan masuk kedinasan tank tempur ringan yang baru. Gambar tank yang dipublikasikan pada pertengahan Juli, menunjukkan apa yang nampak sebagai tank ringan ZTQ, yang juga dikenal sebagai ZTQ-15, yang dicat dalam kamuflase Korps Marinir PLA biru-abu-abu.
Ukuran Korps Marinir PLA diperkirakan akan meningkat dari sekitar 20.000 menjadi 100.000 personil, yang dibagi menjadi enam brigade di tahun-tahun mendatang. Setiap brigade Korps Marinir dibagi menjadi satu resimen lapis baja dan dua batalyon marinir. Brigade dilengkapi dengan kendaraan tempur infanteri amfibi beroda rantai ZBD05, assault gun amfibi beroda rantai ZLT05 dan tank tempur utama ZTZ-96A. Sementara ZTZ-96A berbobot sekitar 43 ton, ZTQ dilaporkan memiliki bobot tempur antara 25 hingga 35 ton. ZTQ tampaknya merupakan varian yang diperkecil dari MBT VT-4/MBT-3000 PLA yang didasarkan pada desain MBT T-72 Soviet.
Meriam 105 milimeter ZTQ kemungkinan mampu menembakkan rudal anti-tank yang dipandu dengan laser, selain amunisi penetrator energi kinetik dan hulu ledak anti-tank. ZTQ dilengkapi dengan sistem fire control modern dan fitur autoloader seperti halnya semua desain tank Tiongkok. Menurut beberapa laporan, PLA bermaksud untuk memiliki hingga 300 tank ZTQ. Jumlah tank yang beroperasi pada Korps Marinir PLA masih belum diketahui.
Tank baru tersebut kemungkinan juga masuk kedinasan Divisi Infanteri Mekanik Amfibi PLA selain Korps Marinir PLA. Tiongkok juga tengah memperbesar pasukan ini dari dua menjadi empat Divisi Infanteri Mekanik Amfibi, dimana setiap unit dilengkapi dengan 300 kendaraan angkut lapis baja dan amfibi serta MBT. (Angga Saja - TSM)

N250 Krincingwesi Buatan PTDI Segera Diboyong dari Bandung ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta

N250
N250 

Prototipe kedua pesawat N250-100 karya putra-putri bangsa Indonesia segera dipindahkan dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung ke tempat peristirahatan abadi di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta. Pesawat bernama Krincingwesi ini akan disimpan menjadi bukti sejarah bagi para generasi penerus.
Adalah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang meminta agar N250 disimpan di Muspusdirla dengan pertimbangan supaya lebih terawat dan bisa disaksikan oleh masyarakat umum setiap saat. Saat itu, Hadi Tjahjanto masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) sekaligus sebagai Komisaris Utama PTDI.
Kepala Muspusdirla Kolonel Sus Dede Nasrudin mengatakan hal itu kepada penulis di Yogyakarta. Ditambahkan, seiring dengan akan makin bertambahnya koleksi pesawat di Muspusdirla, maka lahan untuk menyimpan monumen pesawat di museum ini pun akan diperluas.
“Mungkin tempat parkir akan kita pindah. Fasilitas umumnya juga akan kita pindah. Diperluas lagi agar lebih bagus. Lalu nanti ada Memorial Park. Rencananya pesawat yang akan didatangkan dalam waktu dekat adalah helikopter Hughes 500D dan N250 dari PTDI,” ujar Dede, Sabtu (28/7/2018).
Untk N250 ini, lanjutnya, sudah disetujui dan kemungkinan besar yang akan disimpan di Muspusdirla adalah prototipe kedua N250-100 Krincingwesi. Untuk diketahui, prototipe pertama N250-100 bernama Gatotkaca dan itulah N250 pertama yang diterbangkan pada 10 Agustus 1995 disaksikan Presiden Soeharto, Menristek/Dirut PTDI B.J Habibie, dan para pejabat lainnya serta disiarkan melalui TVRI. PTDI membuat dua prototipe N250.
“(Pemindahan) ini idenya Pak Hadi, Panglima TNI waktu beliau menjabat sebagai KSAU dan Komisaris Utama PTDI. Rencana ini sudah direspons oleh PTDI. Terus KSAU sekarang Pak Yuyu, juga mendukung. Nah ini sekarang tinggal menunggu waktunya saja,” jelas Dede.
Untuk memindahkan N250 dari Bandung ke Yogyakarta, urai Dede, memang akan membutuhkan effort yang besar. Tapi tentunya tidak sebesar waktu membawa pesawat C-130B Hercules dulu. Pemindahan pesawat dari Bandung ke Yogyakarta melalui jalan darat, lanjutnya, rencananya akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun ini. Pesawat akan diurai beberapa bagian terlebih dahulu agar memudahkan pemindahan dan setelah sampai di Muspusdirla nanti dirakit lagi.
Berkaca dari pengalaman pemindahan pesawat C-130B Hercules dari Lanud Sulaiman, Bandung ke Yogyakarta, proses perjalanan darat mendapat antusiasme masyarakat yang ingin melihat. “Masyarakat sangat antusias. Sepanjang perjalanan dari Bandung hingga ke Yogyakarta mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” pungkas Dede. (Ery)

F/A-18D Hornet TUDM Malaysia, Si Gaek Berkemampuan Setara Super Hornet

F/A-18D Hornet TUDM Malaysia
F/A-18D Hornet TUDM Malaysia 

Diberitakan Air Force Times (25/7), TUDM (Tentera Udara Diraja Malaysia) dalam perjalanannya untuk mengikuti latihan gabungan Pitch Black 2018 ternyata mampir dulu ke Indonesia, tepatnya di Bali.
5 Unit F/A-18D ini mendarat bersama dengan pesawat A-400M Atlas, dimana pilot-pilot Hornet melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara selama penerbangan dari Bali-Darwin. Cukup menarik melihat F/A-18D TUDM dalam kelir alias gelap kelabu, sampai ke tangki-tangki bahan bakarnya pun dicat serupa.
Malaysia sendiri menjadi satu-satunya negara ASEAN yang mengoperasikan F/A-18D, dan umur pesawat tempur ini sudah terhitung gaek, lebih dari 20 tahun. Namun begitu, TUDM sudah melakukan peremajaan dan peningkatan kemampuan atas F/A-18D tersebut, sehingga diklaim setara dengan F/A-18F Super Hornet Block I.
Daftar upgradenya meliputi integrasi helm pintar JHCMS (Joint Helmet Mounted Cueing Systems) agar pilot bisa mengunci sasaran tanpa harus menggunakan HUD, kemudian ada integrasi senjata terbaru AIM-9X Sidewinder, dan pod ATFLIR (Advanced Targeting Forward Looking Infra Red) untuk membantu menemukan sasaran di darat. (Aryo Nugroho)

Story: Marsekal Suryadi Suryadarma, Bapak TNI AU Mantan KNIL Belanda yang Pernah Ikut Menenggelamkan Kapal Perang Jepang

Glenn Martin
Glenn Martin 

Sejarah perjalanan berdirinya TNI AU cukup unik dan juga penuh perjuangan karena bermodal pesawat-pesawat terbang peninggalan Jepang dan Belanda yang ditinggalkan begitu saja.
Kepala Staf TNI AU (KSAU) yang pertama, Marsekal Suryadi Suryadarma pun awalnya merupakan tentara Belanda (KNIL) yang kemudian bergabung dengan Angkatan Perang RI, setelah Indonesia merdeka.
Sebagai tentara Belanda yang pernah mengawaki pesawat tempur jenis pembom Glenn Martin dalam PD II, Letnan Suryadarma pernah menjabat sebagai Wakil Komandan kesatuan pembom Grup 7 AU Belanda.
Dalam misi tempurnya, Suryadarma yang bertugas sebagai komandan operator bom ternyata pernah menenggelamkan kapal penjelajah Jepang (cruisser) di perairan Kalimantan.
Kisah heroik itu berlangsung pada 13 Januari 1942, ketika pesawat pembom Glenn Martin B-10 yang diawaki Suryadarma dan dipiloti Kapten Lukkien serta seorang kopilot lainnya terbang dari Pangkalan Udara Manggar Samarinda, Kalimantan.
Tujuan misi terbang tempur itu adalah untuk menyerang kapal-kapal perang Jepang yang sedang berlayar menuju Tarakan.
Pesawat yang diawaki Suryadarma, Glenn Martin dengan nomor lambung M-588, terbang bersama dua pesawat lainnya dalam formasi segitiga dan saling melindungi dari ancaman sergapan pesawat tempur Zero Jepang.
Dalam misi itu Suryadarma bertindak sebagai observer sekaligus komandan operator bom bagi dua pesawat Glenn Martin lainnya.
Penerbangan ketiga pesawat pembom Belanda itu dengan mudah menemukan konvoi kapal-kapal perang Jepang yang berjumlah sekitar 50 unit yang sedang berlayar menuju Tarakan.
Kedatangan pesawat pembom Belanda langsung disambut tembakan antiserangan udara dari kapal-kapal perang Jepang yang kemudian berlayar zig-zag demi menghindari serangan bom.
Tapi pada saat yang sama sejumlah pesawat tempur Zero Jepang juga mulai berdatangan untuk merontokkan pesawat-pesawat pembom Belanda.
Tanpa membuang waktu sebagai komandan operator bom, Suryadarma pun membidik salah satu kapal perang Jepang jenis penjelajah berat (cruisser) dan kemudian memberikan aba-aba kepada kedua Glenn Martin lainnya melalui radio untuk segera menjatuhkan bom.
Sejumlah bom pun jatuh secara bersamaan dari ketiga Glenn Martin dan bom-bom itu berhasil menenggelamkan satu kapal penjelajah Jepang yang ukurannya seperti KRI Irian yang pernah dimiliki TNI AL.
Tapi serangan udara terhadap konvoi kapal perang Jepang harus dibayar mahal.
Dua pesawat Glenn Martin lainnya tertembak jatuh setelah disergap Zero, dan pesawat Glenn Martin yang diawaki Suryadarma sendiri juga mengalami rusak parah.
Namun meski pilotnya dalam keadaan terluka parah, Glenn Martin M-588 bisa mendarat kembali ke Pangkalan Udara Manggar dengan selamat.
Meski pasukan Belanda berusaha melawan pasukan Jepang yang kemudian mendarat di Indonesia (Hindia Belanda), militer Belanda akhirnya menyerah.
Suryadarma sendiri kemudian bergabung dengan pasukan RI untuk bertempur melawan Jepang dan juga melawan Belanda dalam Perang Kemerdekaan.
Dalam perjalanan karier militernya, Suryadarma ternyata juga berhasil menjadi orang dekatnya Presiden Soekarno.
Suryadarma, seperti termaktub dalam buku Bapak Angkatan Udara Suryadi Suryadarma, kemudian diangkat sebagi KSAU pertama AURI/TNI AU dan diberi kepercayaan penuh untuk mengembangkan AURI sehingga mendapat julukan Bapak Angkatan Udara.

AU Filipina Dapat Tawaran Pesawat Gunship BT-67 dan Terima 4 Unit Pesawat Serang Darat OV-10 Bronco dari AS

OV-10 Bronco
OV-10 Bronco  

AU Filipina berpotensi menerima dua pesawat bersenjata (gunship) BT-67 yang ditawarkan oleh Basler Turbo Conversions.
BT-67 adalah gunship yang merupakan konversi dari Douglas DC-3 Dakota. Untuk keperluan misinya, BT-67 sudah dilengkapi avionik digital, alat pandang malam (NVG), radar cuaca, dan FLIR (forward-looking infrared).
Pesawat ini sebelumnya pernah ditawarkan Basler Turbo Conversions kepada Filipina, namun tidak digubris.
Sedang pesawat dengan julukan Kuda Liar Rockwell OV-10 Bronco masih akan terus beroperasi di Filipina. Bahkan Filipina akan meningkatkan kemampuan pesawat COIN (counterinsurgency) setelah menerima kelebihan empat Bronco dari Amerika Serikat.
Bronco yang diterima Filipina dari AU AS (USAF) ini terdiri dari dua OV-10A dan dua OV-10G+.
AU Filipina menjadi satu-satunya negara di dunia yang masih mengoperasikan satu unit OV-10A dan empat OV-10C.
Pesawat sejenis juga pernah dioperasikan TNI AU. Bronco dipensiunkan pada 2006 atas alasan keselamatan penerbangan. (Beny Adrian)

Menhan Pesan Tank Boat Antasena dari PT Lundin Banyuwangi

Ilustrasi 

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu secara khusus melihat progres pembuatan Tank Boat Antasena 214 di PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi. Menurutnya, dirinya merasa bangga karena kapal pertama yang dibuat oleh anak negeri sendiri.
"Kita patut berbangga, dan bangsa ini bangga karena sudah mampu membuat kapal ini. Bahkan, dari negeri sendiri sudah banyak dipesan dari negara-negara lain," ungkapnya saat di Banyuwangi, Sabtu (28/7/2018).
Baginya, lanjut Ryamizard, buatan asli anak negeri mampu membuktikan produksinya layak dan setara dengan negara lain. "Banyak di Indoensia industri perkapalan itu ada 30 kayaknya, tapi yang dipakai untuk pertahanan mungkin ada 10 ya. Bayangkan, kalau dalam keadaan darurat dalam 1 hari kita dapat menciptakan 30 kapal perang?," terangnya.
Khusus untuk Antasena, kata Ryamizard, ini akan dipakai di sungai-sungai yang besar. Dan dirinya berpesan, untuk amunisi meriamnya tidak perlu besar, karena kalau besar itu tugasnya Angkatan Laut.
"Saya sudah tahu dari setahun lalu, ini digunakan di sungai-sungai. Seperti Kalimantan, Papua dan daerah lain yang memiliki sungai yang besar,"
"Pertama ini kita pesan satu dulu, dan harus bagus dulu. Coba kalau bagus nanti akan pesan lagi. Dan kalau bagus orang nanti pasti datang dan akan lihat dan pesan juga," terangnya.
Targetnya, tahun depan tank boat pertama di dunia ini akan beroperasi. "Kita pilih di sini karena pas lah. Produknya bagus, tempatnya juga pas. Dekat dengan laut. Kalau mau buat kapal besar langsung aja di sini," pungkasnya. (rin/kun)

Mengenal Kendaraan Taktis Light Strike Vehicle Mark II (LSV MKII) Buatan ST Kinetics Singapura

Light Strike Vehicle Mark II (LSV MKII) Light Strike Vehicle Mark II (LSV MKII)
Light Strike Vehicle Mark II (LSV MKII)  

Bagi Anda yang kerap bolak-balik ke Singapura mungkin tak asing melihat rantis (kendaraan taktis) satu ini, namanya Light Strike Vehicle Mark II (LSV MKII), biasanya rantis berdesain rangka pipa baja tubular ini kerap digunakan oleh militer Singapura untuk berpatroli di kawasang ring 1, seperti Bandara Internasional Changi. Bila diumpakan di Indonesia, LSV MKII boleh jadi setanding dan sama sangarnya dengan rantis P6-ATAV (All Terrain Assault Vehicle) buatan PT. SSE, yang saat ini jadi andalan Sat-81/Gultor Kopassus TNI AD dan DenBravo Paskhas TNI AU.
Walau sejenis dengan P6-ATAV, termasuk posisi mesin di bagian belakang, namun peran LSV MKII masih lebih galak, yaitu ‘berani’ menghadapi peperangan lawan kendaraan lapis baja. Tentu itu bukan isapan jempol, sejak generasi LSV MKI (Spyder LSV), rantis jenis ini sudah dirancang untuk dipasangi senjata anti tank, persisnya yang digunakan adalah rudal anti tank Spike buatan Israel.
Lain dari itu, konfigurasi rantis ini standar seperti yang digunakan pasukan khusus Indonesia, yakni portable dengan kombinasi GPMG (General Purpose Machine Gun) FN MAG 7,62 mm atau pelontar granat otomatis AGL40.
Merujuk ke sejarahnya, LSV MKII yang punya bobot 1,8 ton ini dirancang dan diproduksi oleh Singapore Technologies Kinetics Ltd (ST Kinetics). Pada Desember 2011, ST Kinetics memenangkan kontrak pengadaan senilai US$68 juta untuk memasok LSV MKII bagi kebutuhan AD Singapura. Nama lain LSV MKII disebut juga Spider New Generation LSV. Unit pertama dikirim ke AD Singapura pada November 2013, dan pesanan terakhir dikirim pada akhir 2014.
LSV MKII dikembangkan dari beberapa peningkatan dibanding seri terdahulunya, diantaranya memiliki kemampuan mesin yang lebih kuat, suspensi lebih baik dan rangka yang dapat mendukung payload lebih besar. Kapasitas tempat duduk pun diperbesar dan dapat menampun beragam peralatan komunikasi lebih banyak.
Dari aspek performa, LSV MKII lebih mudah dalam penggelaran, termasuk mudah diangkut dengan helikopter, dan rantis ini sanggup melintasi melintasi 60 persen tanjakan dan mendaki lereng hingga 50 persen. Dan satu lagi yang unik, posisi pengemudi bukan berada disisi kanan atau kiri, melainkan posisi kemudi ada di bagian tengah kendaraan.
Dengan posisi pengemudi di bagian tengah, menjadikan konfigurasi senjata lebih banyak dan lebih fleksibel.LSV MKII dilengkapi dengan Mantis system. Pada Eurosatory 2004 di Paris, Rafael Armament Development meluncurkan sistem Mantis yang dipasang pada Light Strike Vehicle (Flyer ITV-1). Mantis didasarkan pada rudal anti tak Rafael Spike LR ATGM, Rafael C4I Tactical System dan laptop militer yang merupakan pusat sistem Mantis. Sistem tersebut juga mencakup ESC BAZ retractable Multi-Sensor untuk peran surveillance and reconnaissance. Canggihnya lagi sistem ini sudah termasuk kamera thermal, laser rangefinder dan Azimuth Comet yang menyediakan data akuisisi pada sasaran.
Varian awalnya, yakni LSV MKI sejatinya dibangun dari platform Flyer 4×4 buatan Australian Defence Industries. LSV MKI diproduksi sejak 1998 - 2013, sampai total produksi 84 unit. Dan bicara tentang Flyer 4×4, tentu tak asing bagi pemerhati alutsista di Tanah Air, lantaran menjadi ikon rantis Kopassus yang amat populer di era 90-an. (Bayu Pamungkas)
Spesifikasi LSV MKII :
  • Weight: 1.800 kg
  • Length: 4,9 meter
  • Width: 2,1 meter
  • Height: 1,8 meter
  • Crew: 4 + 2
  • Main armament: 1× CIS 40 Automatic grenade launcher/Spike Anti-tank missiles
  • Secondary armament: 1–2× FN MAG
  • Engine: PSA DW10B turbocharged and inter-cooled 4-cylinder common rail diesel
  • Payload capacity: 1.000 kg
  • Transmission: four speed automatic
  • Speed: 110 km/h

Technodinamika Rusia akan Uji Parasut Baru untuk Ketinggian Ultra Rendah

Parasut
Parasut 

Perusahaan Technodinamika Rusia akan menguji sistem parasut Shturm baru yang dirancang untuk ketinggian ultra-rendah, kata Direktur Jenderal perusahaan, Igor Nasenkov. "Sistem parasut Shturm, yang beroperasi tanpa parachute pack, akan didemonstrasikan baik pada simulator dan oleh penguji. Beberapa penerjunan akan dilakukan," kata Nasenkov.
Dia menyebutkan bahwa sistem parasut Shturm memungkinkan untuk menjatuhkan pasukan payung dari ketinggian ultra-rendah, yaitu 80 meter. Dibutuhkan kurang dari satu detik untuk melepaskan parasut saat mendarat, yang sangat penting untuk pasukan komando pada operasi khusus.
Sistem parasut Shturm dirancang untuk menjatuhkan pasukan tujuan khusus dalam kondisi ekstrim untuk penggunaan tempur di area berbahaya. Menurut spesifikasi desain teknis, berat maksimum yang diizinkan dari penerjun adalah tidak boleh melebihi 150 kilogram, kecepatan penerbangan ketika penerjunan hingga 180 km/jam, kata pihak Technodinamika. Uji oleh pasukan lintas udara akan menggunakan helikopter Mi-8 untuk melompat dari ketinggian 70 hingga 100 meter pada kecepatan 80 hingga 120 km/jam. (Angga Saja - TSM)

Boeing: F/A-18 Dapat Beroperasi dari Ski Jump Kapal Induk India dengan Muatan Signifikan

F/A-18
F/A-18  

Setelah melakukan studi kemampuan dan analisis simulasi secara terperinci, pabrikan dirgantara AS, Boeing mengatakan bahwa mereka yakin bahwa F/A-18 Super Hornet Block III dapat beroperasi dengan aman dari kapal induk India, dengan muatan senjata yang signifikan.
Super Hornet tengah bersaing untuk kebutuhan 57 jet tempur baru Angkatan Laut India untuk beroperasi dari kapal induknya, dengan Rafale M Perancis diperkirakan akan menjadi pesaing utamanya. Jet baru diperlukan untuk beroperasi dari kapal induk INS Vikrant yang tengah dibangun yang diharapkan akan memulai sea trial-nya paling cepat pada tahun 2020.
Seorang eksekutif senior Boeing mengatakan kepada ET bahwa pembicaraan sedang berlangsung baik dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara India (yang tengah membutuhkan 116 jet tempur baru di bawah program Make in India) dan bahwa Super Hornet dalam waktu dekat ini akan menunjukkan kemampuannya untuk lepas landas dari ski jump.
Angkatan Laut India menghadapi masalah unik dalam mengganti jet tempur MiG-29K asal Rusia yang banyak mengalami masalah teknis. INS Vikramaditya seperti halnya Vikrant yang sedang dibangun, dirancang sebagai kapal induk yang dilengkapi dengan ski jump - di mana pesawat lepas landas dengan bantuan ramp yang menaik.
Namun, pesawat bermesin ganda yang tersedia untuk tugas ini secara global dirancang untuk kapal induk flat top dengan dek yang datar dengan bantuan catapult yang memberi pesawat dorongan untuk fase take-off. Namun, Boeing mengatakan bahwa menurut studi internalnya, Super Hornet akan dapat beroperasi dari ski jump tanpa modifikasi apa pun pada kapal induk atau pesawat jet itu sendiri.
“Kami telah menjawab pertanyaan dari Angkatan Laut India dan analisis simulasi telah dilakukan. Pada saatnya kami juga akan lepas landas dari ski jump AL AS. Kami merasa sangat yakin bahwa kami akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan muatan yang berarti dan signifikan,” kata Dan Gillian, Manajer Program F/A-18 pada Boeing.
Jauh sebelumnya, ditahun 1983, AL AS pernah mengevaluasi ski jump untuk pesawat yang normalnya diluncurkan dengan catapult dikapal induk pada ramp ski jump di fasilitas Naval Air Station Patuxent River. AL AS menggunakan pesawat T-2C, F-14A dan F-18A. Pesawat-pesawat tersebut total melakukan seratus lebih take off dari ramp ski jump 6 dan 9 derajat.
Perusahaan AS tersebut mengatakan bahwa dengan 116 jet F/A 18 Blok III pesanan dari Angkatan Laut AS, program ini akan memiliki produksi yang akan berjalan selama 15 tahun ke depan. Ia juga berjanji untuk membangun jalur produksi kelas dunia untuk jet tempur di India jika dipilih untuk kontrak AU dan AL India.
Boeing memanfaatkan kemitraannya dengan pabrikan India Mahindra dan Hindustan Aeronautics Limited untuk mengajukan proposal di bawah inisiatif Make in India. “HAL telah membangun pesawat terbang selama bertahun-tahun dan Mahindra juga telah memiliki pengetahuan memproduksi pesawat. Kemitraan publik swasta akan menyatukannya dan kami akan membangun fasilitas kelas satu yang baru di India. Ini akan membantu India membangun rencana berikutnya untuk program pesawat tempur multirole lanjutan juga,” kata Gillian.
Sementara jadwal waktunya sulit untuk ditetapkan, Angkatan Laut India akan perlu untuk mendapatkan jet tempur untuk kapal induk keduanya pada tahun 2020-22 sementara Angkatan Udara tengah berusaha mencari pengganti jet MiG pada tahun 2025. Saat ini, rencana pengadaan Angkatan Udara dan Angkatan Laut India sedang diproses secara terpisah, meskipun setidaknya dua jet tempur, yaitu Rafale dan F/A-18, keduanya akan dapat memenuhi kedua kompetisi tersebut. (Angga Saja - TSM)

Angkatan Udara India Upgrade Armada Jaguar

Jaguar
Jaguar 

Angkatan Udara India telah meluncurkan upaya baru untuk meng-upgrade 118 pesawat tempur serang darat Jaguar dengan mesin baru, airframe dan suku cadang dari pesawat terbang sejenis yang telah grounded dari luar negeri.
Upaya ini juga akan mempercepat upgrade dengan sistem avionik, komunikasi, radar active electronically scanned array (AESA) dan senjata udara baru.
"Upaya itu adalah bagian dari rencana baru yang menyerukan pemanfaatan dana secara optimal untuk meningkatkan armada pesawat tempur Jaguar yang ada untuk dapat operasional selama 20 tahun lagi," kata seorang pejabat senior Departemen Pertahanan India. Upaya tersebut membutuhkan pengeluaran sebesar $ 3 miliar dalam lima tahun ke depan, katanya.
Seorang pejabat senior AU India mengatakan AU India sedang mempercepat usaha untuk mendapatkan pesawat tempur Jaguar tua dari luar negeri yang akan dibongkar nantinya untuk memanfaatkan airframe, mesin dan suku cadang lainnya.
"Pada akhir tahun ini, perusahaan milik negara India, Hindustan Aeronautics Limited, yang akan melaksanakan modernisasi pesawat tempur Jaguar, akan menerima pesawat Jaguar tua dari Perancis dan Oman secara gratis sebagai hibah dan dari Inggris dengan harga sangat murah," Kata pejabat itu.
Jaguar tambahan dari negara lain sedang dibeli untuk memastikan bahwa suku cadang akan tersedia untuk 15 tahun ke depan atau lebih, kata pejabat AU India lainnya. AU India saat ini menghadapi tantangan sumber daya dalam hal suku cadang, karena baik HAL dan produsen peralatan asli BAE Systems telah menghentikan produksi Jaguar dan telah menutup jalur perakitannya.
Selain itu, Kementerian Pertahanan India sedang menyelesaikan pembelian langsung mesin F-125IN dari Honeywell di AS untuk dipasang di armada Jaguar. HAL akan membeli 200 mesin F-125IN kondisi jadi dari Honeywell dengan
biaya $ 5 juta per buah untuk 80 pesawat Jaguar. Dari jumlah ini, 160 mesin akan diintegrasikan dengan 80 pesawat Jaguar, dan 40 mesin sisanya akan disimpan untuk cadangan.
Saat ini, armada Jaguar AU India menggunakan mesin Adour Mk811, yang dibuat oleh perusahaan Inggris Rolls-Royce.
Tender global terbatas dilayangkan oleh HAL pada tahun 2011 untuk memperoleh mesin berdaya dorong tinggi untuk armada tempur Jaguar, dan hanya dua perusahaan, yaitu Honeywell dan Rolls-Royce, yang merespon. Tender itu ditarik tahun lalu ketika Rolls-Royce mundur dari penawaran.
Daljit Singh, seorang analis pertahanan pensiunan Air Marshal AU India, mencatat bahwa "pemasangan mesin baru membutuhkan pekerjaan instalasi yang besar, yang membuat rencana upgrade tersebut menjadi cukup rumit. Tampaknya rencana upgrade-nya telah dibuat terlalu ambisius, menyebabkan penundaan dalam pelaksanaannya."
Singh mengatakan kemampuan serang yang ditingkatkan sebenarnya bisa lebih bermanfaat, tetapi modifikasi dari 60 pesawat tempur Jaguar berkursi ganda, yang disebut sebagai program Jaguar upgrade DARIN-III, berjalan sangat lambat oleh HAL. Diluncurkan pada 2011, HAL hanya mengirimkan enam prototipe yang telah diupgrade setelah mendapatkan izin operasi awal pada November 2016 dengan biaya $ 6 juta per unit.
Di bawah rencana upgrade yang baru, HAL juga akan memasang radar active electronically scanned array EL/M-2052 dari Elta Israel, yang akan memberikan kemampuan untuk secara bersamaan melacak pesawat musuh, menuntun rudal, dan memacetkan komunikasi dan radar musuh. Selain itu, pesawat tempur Jaguar DARIN-III yang akan mampu meluncurkan rudal anti radar AGM-88 HARM dan senjata sensor fuzed CBU-105. HAL telah membangun 120 pesawat Jaguar di bawah transfer teknologi dari BAE Systems.(Angga Saja - TSM)

T-50i Golden Eagle TNI AU Latihan Terbang Malam Hari

T-50i Golden Eagle TNI AU Latihan Terbang Malam Hari
T-50i Golden Eagle TNI AU Latihan Terbang Malam Hari
Terbang malam yang berlangsung dari hari senin (23/07) sampai (27/07) di Lanud Iswahjudi Madiun, bertujuan untuk melatih kepekaan para penerbang dalam pandangan di malam hari. Menurut rencana, latihan terbang malam dalam setiap bulan akan selalu diadakan.
Terbang malam hari ini menyelesaikan 6 sortie dengan area Five Angle Route (Madiun, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Kediri), dengan mengambil ketinggian dibawah 10.000 ft. “Kita sebagai prajurit yang disiapkan mengatasi kondisi yang tidak normal maka tidak menutup kemungkinan perang dalam kondisi yang unpredicable. Kita harus siap.” jelas Lettu Pnb Novi
Skadron Udara 15 yang mengawaki pesawat T 50i Golden Eagle mengerahkan 6 pesawat untuk latihan kali ini. Dimulai dari pukul 15.00 wib dan latihan diakhiri pukul 19.00 wib. Mulai hari Senin telah terlaksana 5 sortie dengan pesawat F-16 dan Selasa terlaksana 6 sortie dengan pesawat T-50i.
“Tingkat kesulitan yang kta hadapi dengan latihan ini adalah kepercayaan kita terhadap semua instrument lebih tinggi dan secara visual kita juga harus jeli sehingga semua panca indera kita terlatih secara tidak sadar.” jelas Letkol Pnb Widi “Sonic”.

AL Filipina akan Terima 2 Helikopter Anti Kapal Selam pada Maret 2019

AW159 "Wildcat"
AW159 "Wildcat" 

Angkatan Laut Filipina akan menerima dua helikopter anti-kapal selam pertamanya, AgustaWestland AW159 "Wildcat", pada Maret tahun depan.
"Penyerahannya mungkin pada Maret 2019," kata flag-officer-in-command AL Filipina Vice Admiral Robert Empedrad, ketika ditanya tentang tanggal pengiriman untuk kedua pesawat tersebut, selama wawancara dengan wartawan, Senin (23/07).
AW159, yang akan dipasok oleh produsen pesawat Anglo-Italia AgustaWestland, akan menjadi bagian dua frigat rudal yang tengah dibangun oleh Hyundai Heavy Industries Korea Selatan senilai PHP18 miliar untuk melawan serangan kapal selam.
"Helikopter anti-kapal selam ini akan membantu frigat terhadap serangan kapal selam karena kapal selam mampu menenggelamkan kapal.. Jadi helikopter ini akan membantu dalam melindungi kapal frigat," Empedrad menambahkan.
Kontrak untuk dua helikopter anti-kapal selam tersebut senilai PHP5,4 miliar dan termasuk amunisi, peralatan misi, dan dukungan logistik terpadu. AW159, yang sebelumnya disebut Future Lynx dan Lynx Wildcat, adalah versi perbaikan dari helikopter militer Westland Super Lynx.
Helikopter yang juga telah digunakan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Darat Inggris, mampu terbang dengan kecepatan 291 km/jam, menjangkau jarak 777 km, dengan jarak terbang ferry 963 km, dan lama terbang mencapai satu setengah jam (empat jam 30 menit jika dilengkapi dengan tanki bahan bakar tambahan).
AW159 dapat dipasangi senjata roket CRV7 dan senapan mesin, senapan mesin pada pintu, rudal Sea Skua, dan torpedo Sting-Ray serta depth charge. (Angga Saja - TSM)
Sumber : pna.gov.ph

Produksi Pesawat Tempur KFX/IFX Ditunda, Menhan Akan Temui Jokowi

Pesawat Tempur KFX/IFX
Pesawat Tempur KFX/IFX 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan akan bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk membahas penundaan pembuatan pesawat pesawat tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).
"Saya akan paparkan dengan Presiden Joko Widodo," ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Kamis, 26 Juli 2018.
Ryamizard mengatakan pertemuan dengan Jokowi ini direncanakan pekan depan. Namun, dia enggan menjelaskan hal apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan itu. "Saya jelaskan secara lengkap nanti ya. Tunggu saja," katanya.
Sebelumnya, Kemenhan akan mengaji ulang perjanjian kerjasama atau MoU pembuatan pesawat jet tempur KFX/IFX. Pengajian ulang ini diperlukan agar tidak hanya menguntungkan pihak luar.
Alasan MoU pembuatan pesawat KFX/IFX dikaji ulang karena ada spesifikasi peralatan pesawat jet tempur yang tidak disetujui Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah menginginkan harus ada transfer teknologi sehingga semua teknologi yang ada dalam KFX/IFX juga bisa dibuat di Indonesia.
Ryamizard menuturkan tidak ada kendala dan masalah terkait pembuatan dan pengajian ulang MoU ini. Intinya, kata dia, pembuatan pesawat jet tempur ini akan menguntungkan Indonesia. "Ini generasi kelima hampir sama dengan Sukhoi atau dengan F-35. Toh kalau kita bisa buat itu kan luar biasa," ucapnya.
Pesawat tempur KFX/IFX adalah pesawat semi-siluman generasi 4.5 yang dikembangkan Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama pengembangan pesawat ini sebatas pada pengembangan pesawat hingga mencapai prototipe.
Pengembangan jet tempur ini awalnya dilakukan Korea Selatan pada 15 tahun lalu. Namun, pada 2015 dibuat kesepakatan antara pemerintah Korea Selatan dan Indonesia untuk mengembangkan jet tempur ini secara bersama-sama. Kesepakatan kerja sama strategis (strategic cooperation agreement) program ini dilakukan pada 4 Desember 2015. Sedangkan kesepakatan cost sharing dan kesepakatan penugasan kerja (work assignment agreement) dilakukan pada Januari 2016.
Pada Juli 2017, program Engineering Manufacture Development (EMD) telah menyelesaikan 14 persen dari keseluruhan perencanaan program yang berlangsung hingga 2026.
Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia menanggung biaya program pengembangan pesawat tempur itu sebesar 20 persen, sementara Korea Selatan 80 persen. Dalam 10 tahun pengembangan yang akan dilakukan hingga 2026, total biaya yang ditanggung Indonesia mencapai Rp 21,6 triliun. (Angga Saja - TSM)

Radar Acak