Pesawat Generasi Terbaru Rusia PAK DA Akan Digunakan Sebagai Pembom, Pusat Komando dan Pengintai

14:00
Loading...
 PAK DA
 PAK DA 

Usulan pesawat jarak jauh generasi terbaru sedang dikembangkan oleh Biro Desain Tupolev. Kabarnya Sobat AR, pesawat tersebut nantinya akan memiliki berbagai fungsi. Konfigurasi yang digagas adalah sebagai pesawat pembom, pusat komando atau pengintai.
Tercetusnya konfigurasi tersebut menyusul datangnya memo yang disusun untuk pertemuan Dewan Dukungan Legislatif untuk Kompleks Industri-Pertahanan dan Kerja Sama Militer-Teknis di bawah naungan Dewan Federasi.
Pesawat generasi terbaru yang menjadi penerbang garis depan, Sukhoi Su-57 sedang dibuat untuk menangani berbagai tugas. Oleh karena itu, memo tersebut menyebutkan bahwa pesawat yang dikembangkan Tupolev ini diusulkan menjadi pesawat pusat komando udara pada tataran strategis dan operasi, pesawat intai dan pesawat penerbangan strategis (PAK DA).
Sebelumnya, Kepala Komite Keamanan Dewan Federasi Viktor Bondarev menyebutkan bahwa penelitian dan pengembangan tersebut hampir selesai pada pesawat multi fungsi jarak jauh generasi terbaru ini dan akan menggantikan Tupolev Tu-22M3, Tu-95MS dan terakhir Tu-160.
Sobat AR, pesawat generasi terbaru dengan karakteristik PAK DA ini kabarnya akan mulai memasuki tugas pada 2025-2030 pasca dilakukan pengujian.
Namun menukil laman TASS, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov juga sebelumnya mengatakan bahwa pembom strategis baru mungkin akan diperkenalkan pada publik pada 2018. PAK DA, imbuhnya, mungkin akan melakukan penerbangan perdana pada 2025-2026 dan mulai diproduksi pada 2028 atau 2029.
Laman RBTH menyebutkan bahwa pesawat pembom strategis PAK DA diproyeksikan akan menjadi tulang punggung kekuatan udara strategis Rusia. Namun hal tersebut mungkin baru akan terealisasi sepuluh tahun ke depan.
Sedikit gambaran soal bentuk rupa dan spesifikasi teknologi pesawat pembom strategis berkemampuan siluman ini untuk Sobat AR. Pesawat ini didesain dengan model pesawat tanpa ekor dan badan pesawat (fuselage) menyatu dengan sayapnya.
Pesawat ini diklaim mampu terbang dengan kecepatan subsonik (di bawah kecepatan suara) hingga 1.126 km/jam. Artinya pesawat ini jauh lebih lambat ketimbang Tu-160 yang menjadi pesawat utama aviasi militer jarak jauh Rusia saat ini. Padahal rencananya PAK DA akan menggantikan Tu-160.
Para pakar di Rusia percaya bahwa PAK DA tidak akan membawa lebih banyak amunisi dari Tu-160 dan pesawat-pesawat strategis Rusia lainnya (hingga 40 ton amunisi).
“PAK DA dapat dilengkapi baik dengan jenis bom nuklir maupun konvensional, seperti peluru penembus perisai, bom penetrasi, bom tandan, dan lainnya,” terang Pavel Bulat, Direktur Laboratorium Mekanika dan Sistem Energi Internasional di Universitas Teknologi Informasi. (Ery)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak