Bocoran Lokasi 150 Bom Nuklir AS di Eropa


Sebuah bocoran draft laporan yang berafiliasi dengan NATO mengungkapkan jumlah dan lokasi penyebaran bom nuklir Amerika Serikat (AS) di Eropa. Menurut bocoran dokumen itu, ada 150 bom mengerikan Amerika di enam pangkalan militer negara-ngara NATO.
Bom Nuklir AS di Eropa
Bom Nuklir AS di Eropa 
Draft laporan yang sensitif ini disusun oleh Senator Kanada, Joseph Day. Namun, entah kenapa laporan itu diubah tak lama setelah diterbitkan.
Secara resmi, baik AS maupun NATO tidak akan pernah bersedia mengungkap data rahasia ini. Kanada, negara asal Senator Day, juga tidak membocorkan rahasia tersebut.
"Era baru untuk pencegahan nuklir? Modernisasi, pengontrolan senjata, dan pasukan sekutu nuklir," bunyi dokumen yang ditulis oleh Senator Day.
Day duduk di Komite Pertahanan dan Keamanan Majelis Parlemen NATO, sebuah badan konsultatif antar-parlemen untuk blok militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut. Draft asli dibahas pada sesi majelis di Bratislava, Slovakia, pada 1 Juni, untuk direvisi lebih lanjut dan akhirnya diadopsi pada sesi tahunan di London pada bulan Oktober.
Anggota Parlemen Partai Hijau Belgia, Wouter De Vriendt, yang menghadiri sesi itu, memberikan salinan draft tersebut kepada surat kabar De Morgen. Menurut draft itu, NATO menyimpan sekitar 150 bom nuklir B61 di enam pangkalan militer.
Lokasinya antara lain Kleine Brogel di Belgia, Büchel di Jerman, Aviano dan Ghedi-Torre di Italia, Volkel di Belanda dan İncirlik di Turki. Walaupun draft tersebut tidak menyebutkan berapa banyak bom di masing-masing pangkalan, informasinya sudah tersedia secara online, meskipun dengan tingkat akurasi yang berbeda-beda.
Menurut laporan surat kabar tersebut, Pangkalan Udara Volkel menyimpan hingga 20 bom nuklir, sementara Pangkalan Udara Kleine Brogel dilaporkan menampung 10 hingga 20 bom serupa atau hulu ledak gravitasi.
Italia, yang merupakan satu-satunya negara dalam daftar dengan dua pangkalan nuklir, diperkirakan menyimpan bom nuklir terbesar AS, yakni antara 60 hingga 70 unit.
Selanjutnya, Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan dilaporkan menyimpan 50 bom nuklir B61. Pangkalan Udara Büchel di Jerman dilaporkan menjadi rumah untuk 20 bom nuklir.
Data itu selama ini dianggap sudah menjadi rahasia umum, namun Majelis Parlemen NATO memilih untuk mengubah laporan itu. Versi saat ini, yang diunggah pada 11 Juli, tidak menentukan lokasi bom nuklir lagi dan mengacu apa yang mereka sebut sebagai "sumber terbuka" sambil menyatakan jumlah bom di Eropa.
"Menurut sumber terbuka, Amerika Serikat menyebarkan sekitar 150 senjata nuklir, khususnya bom gravitasi B61, ke Eropa untuk digunakan pada pesawat berkemampuan ganda AS dan sekutu," bunyi laporan itu, yang dikutip dari Russia Today, Kamis (18/7/2019).
Laporan ini memberikan amunisi figuratif bagi mereka di Eropa yang tidak senang menjadi tuan rumah bom nuklir Amerika di tanah mereka. Sebab, ada kekhawatiran bahwa pangkalan tersebut dapat berfungsi sebagai target utama serangan teroris dan konvensional dan menempatkan Eropa di garis silang dari setiap potensi konflik nuklir.
Rusia sendiri telah lama membunyikan alarm tentang penyeberan senjata berbahaya AS di dekat perbatasannya. Kekhawatiran itu sekarang diperkuat oleh draft laporan yang bocor.(Muhaimin)

Lanud Sam Ratulangi Manado Segera Miliki Skadron Udara


Pertahanan udara di Sulawesi Utara bakal makin kokoh sebagai benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi Manado tak lama lagi bertipe-A. Tipe A bakal mendorong kehadiran pangkalan militer berupa skadron udara.
Skadron Udara TNI AU
Skadron Udara TNI AU 
Pesawat-pesawat tempur bakalan mondar-mandir di angkasa Sulut. Hal ini diungkapkan Komandan Pangkalan Angkatan Udara Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado Kolonel Penerbang (Pnb) Johnny Sumaryana.
“Seperti kita ketahui, Sulawesi Utara memang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Filipina. Nah, pembentukan Skadron sudah sangat dibutuhkan di daerah ini (Sulut) guna semakin memperkuat wilayah udara kita,” ungkap Kolonel Sumaryana, ketika diwawancarai Manado Post di ruang kerjanya, Selasa (16/7) siang.
Lanjutnya, panglima sudah memberi bocoran soal beberapa daerah yang bakal dibentuk skadron. “Ada Manado, Kupang, dan Solo,” ujarnya.
“Karena salah satu syarat naik ke tipe A itu (pembentukan skadron). Selain penambahan pembangunan kantor pangkalan. Sekarang kan masih tipe B. Jadi kita tunggu saja perkembangannya,” sambung Sumaryana.
Rencana tersebut juga untuk mendukung program Presiden RI Joko Widodo, yang ingin terus menguatkan pertahanan udara kita lewat keberadaan pangkalan militer milik TNI AU. Lalu kapan Skadron tersebut bisa dibentuk? Jawabnya tak lama lagi.
“Nantinya akan ada pesawat-pesawat tempur yang nongkrong di pangkalan. Kita juga mulai perluas pangkalan yang ada sekarang. Misalnya penambahan fasilitas apron (tempat parkir pesawat) serta semua kebutuhan pangkalan militer lainnya,” paparnya. “Skadronnya tetap akan berkedudukan di lokasi saat ini (samping Bandara Sam Ratulangi),” bebernya.
Bagaimana dengan pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista)? “Misalnya, di Makassar ada Sukhoi-nya. Maka, di Sulut juga akan ada jet-jet tempur dan pesawat-pesawat tempur canggih pendukung lainnya. Tapi untuk sekarang saya belum tahu pesawat jenis apa yang akan hadir di daerah ini,” jelasnya.
Diketahui, jika Lanudsri sudah tipe A, otomatis komandan Lanudsri bakal dikendalikan jenderal bintang satu dengan pangkat Marsekal Pertama TNI.(gnr)
Sumber : Herroe Soestiana-TSM manadopostonline.com

'Ditendang' AS dari Program Jet Tempur F-35, Turki Murka


Turki buka suara setelah "ditendang" Amerika Serikat (AS) dari program pesawat tempur siluman F-35. Turki mengatakan bahwa keputusan Washington menghentikan keterlibatan Ankara dari program F-35 adalah tindakan ilegal dan menyebutnya sebagai sebuah kesalahan.
Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35   
Turki menekankan bahwa keputusan yang diambil AS membahayakan hubungan strategis antara dua negara sekutu NATO. Turki pun meminta AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.
"Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa negara kami akan dihapus dari program F-35 karena kami mengimpor sistem pertahanan udara S-400. Langkah sepihak ini tidak terkait dengan semangat aliansi dan tidak memiliki dasar yang sah. Tidak adil bahwa Turki, yang merupakan salah satu mitra utama (Amerika Serikat) pada program F-35, dikecualikan darinya," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
"Kami menyerukan Amerika Serikat untuk meninggalkan kesalahan ini yang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada hubungan strategis kami," tambah pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (18/7/2019).
Sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan AS, Ellen Lord, dalam sebuah jumpa pers mengatakan bahwa Pentagon tengah bekerja untuk melepaskan hubungannya dengan Turki dalam program F-35 internasional. Hal itu menyusul keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia, dan sekarang mengharapkan prosesnya akan selesai pada Maret 2020.
Lord mengatakan Pentagon akan menghabiskan antara USD500 - USD600 juta untuk menggeser rantai pasokan bagian jet tempur F-35 buatan Turki. Ia juga menekankan bahwa penghapusan Ankara dari program tidak akan mempengaruhi keseluruhan implementasi F-35 karena Pentagon telah bekerja untuk menemukan sumber alternatif untuk suku cadang.
Gedung Putih telah mengumumkan bahwa Turki tidak akan lagi menjadi bagian dari program F-35 setelah Ankara membeli S-400 Rusia dan membuat hubungan itu "mustahil".
Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pada Desember 2017 untuk pengiriman empat baterai S-400. AS dan negara-negara anggota NATO mengkritik perjanjian tersebut dan menyatakan keprihatinan atas ketidaksesuaian sistem S-400 dengan sistem pertahanan udara dan rudal NATO.
AS mengklaim S-400 dapat membahayakan proyek jet siluman F-35. Washington mengumumkan pada Juni bahwa mereka tidak akan menerima pilot Turki untuk pelatihan F-35 kecuali Ankara membatalkan perjanjian S-400 dengan Rusia. Tetapi Turki mengatakan akuisisi sistem pertahanan udara Rusia akan berjalan terus dan akan mempertahankan kontraknya senilai USD2,5 miliar dengan Rusia.
Menurut laporan media, AS telah menyiapkan sanksi terhadap Turki atas pengadaan sistem S-400, dan langkah-langkah kemungkinan akan diumumkan kemudian pada bulan Juli.(Berlianto)

Latihan Bersama Talisman Saber 2019


Pasukan Australia memimpin pendaratan amfibi dan serangan ofensif terbesar sejak Perang Dunia II sebagai gugus tugas yang terdiri dari personel dari beberapa negara yang mendarat di Pantai Langham, dekat Stanage Bay, Queensland.
Talisman Saber 2019
Talisman Saber 2019 
Serangan amfibi tersebut adalah bagian dari latihan Talisman Saber 2019 dimana pasukan Australia, AS, Inggris, Jepang, dan Selandia Baru berlayar ke pulau fiksi bernama Legais sebagai expeditionary strike group gabungan.
Pasukan diangkut dengan kapal USS Wasp, USS Green Bay, kapal-kapal Angkatan Laut Australia, dan kapal-kapal Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF). Kemudian diluncurkan dari kapal dengan landing craft air cushion
(LCAC), kendaraan tempur serbu amfibi (AAV), combat rubber raiding craft (CRRC), dan berbagai pesawat angkut.
Latihan ini merupakan tonggak penting bagi Angkatan Laut Australia, karena merupakan latihan serangan amfibi internasional pertama di mana kedua kapal landing helicopter dock (LHD) AL Australia, yaitu HMAS Canberra dan Adelaide, dikerahkan untuk menggunakan kemampuan amfibi mereka secara bersama-sama.
Partisipasi mereka dalam serangan ini menyusul latihan persiapan Sea Explorer dan Sea Raider, yang dilakukan menjelang latihan Talisman Saber.
Hal yang unik dari latihan Talisman Saber kedelapan ini adalah keikutsertaan Pasukan Bela Diri Jepang. Brigade Reaksi Cepat Amfibi Jepang yang baru didirikan melakukan perjalanan ke Australia dengan kapal JMSDF, yaitu JS Ise dan JS Kunasaki.
Talisman Saber adalah latihan gabungan terbesar yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Australia hingga saat ini, dengan lebih dari 34.000 personel, 30 kapal dan 200 pesawat dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Inggris, Jepang dan Kanada.(Angga Saja-TSM)
Sumber :  navaltoday.com

Jet Tempur F-5E/F Tiger II Telah Lahirkan 104 Penerbang Tempur Terbaik TNI AU


Berdasarkan telegram pimpinan TNI AU Nomor T/719/2016 tanggal 3 Mei 2016 tentang penghentian sementara pengoperasian (stop flying) seluruh pesawat F-5E/F Tiger II Skadron Udara 14 Lanud Iswahyudi, Madiun, maka sejak itu berhenti lah seluruh operasi penerbangan pesawat tempur TNI AU ini.
Daftar Penerbang Jet Tempur F-5E/F Tiger II
Daftar Penerbang Jet Tempur F-5E/F Tiger II  
Total 35 tahun sudah F-5E/F mengabdi untuk Ibu Pertiwi.
Kedatangan pertama Si Macan, demikian julukannya, adalah pada 21 April 1980. Sebanyak delapan unit dari 16 pesawat yang dibeli TNI AU, diangkut menggunakan pesawat C-5A Galaxy milik Military Airlift Command USAF yang diterbangkan langsung dari Amerika Serikat. Sisanya dikirim pada 5 Juli 1980.
Selanjutnya pesawat dirakit di Skadron Udara 14 dengan melibatkan teknisi TNI AU.
Sejak resmi dioperasikan Skadron 14, F-5 menjadi tulang punggung operasi udara. Sejumlah operasi dan latihan diikuti F-5.
Mulai dari Operasi Panah di Aceh tahun 1990-1992, Operasi Elang Sakti XXI (Pengamanan Perbatasan NTT) 1999, dan Operasi Oscar yang merupakan operasi pengamanan wilayah perairan.
Tercatat empat pesawat mengalami kecelakaan selama dioperasikan. Yaitu F-5E TS-0504, F-5E TS-0505, F-5E TS-0507, dan F-5E TS-0506.
Akhirnya pada 28 April 2016, pesawat F-5E/F Tiger II melaksanakan penerbangan terakhir di Indonesia lewat misi Simulated Surface Attack (Phoenix Flight).
Pesawat TS-0516 diterbangkan Phoenix 1 Letkol Pnb Abdul Haris, dan Phoenix 2 Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa menerbangkan TS 0512.
Selama pengabdiannya di TNI AU, F-5E/F Tiger II telah melahirkan begitu banyak tempur terbaik.
Daftar nama penerbang F-5 di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung.
Daftar nama penerbang F-5 di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung.
Banyak yang menjadi marsekal, bahkan meraih bintang empat.
Seperti Marsekal (Pur) Djoko "Beetle" Suyanto, Marsekal (Pur) Imam "Fish Bed" Sufaat, Marsekal (Pur) Agus "Dingo" Supriatna, dan Marsekal TNI Yuyu "Lion" Sutisna yang sekarang menjadi KSAU.
Meski tidak dimaksudkan untuk reuni, sejumlah penerbang F-5E/F itupun menyempatkan hadir dan berkumpul saat peresmian monumen F-5E/F Tiger II di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung, Jawa Barat (5/7/2019). Monumen diresmikan oleh KSAU Marsekal Yuyu Sutisna.
Dari papan nama daftar penerbang F-5 yang dipajang, tercatat 104 perwira TNI AU pernah menjadi penerbang F-5E/F Tiger II.
Keterangan foto:
Duduk kiri-kanan
Marsdya (Pur) Toto Riyanto
Marsdya (Pur) Suprihadi
Perwakilan Gubernur Jawa Barat
Marsekal TNI Yuyu Sutisna
Ketua Pembina Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Prof. Dr. Ing. Yul Yunaswin Nazaruddin, IPM
Marsdya (Pur) Eris Herryanto
Marsdya (Pur) Dede Rusamsi
Marsda (Pur) Bonar Hutagaol
Berdiri kiri-kanan
Tokoh masyarakat Bandung
Marsma TNI Arif Mustofa
Capt Zaenol
Capt James Singal
Capt Memed Alibasah
Kolonel Pnb Agung Sasongko Jati
Marsda TNI Yadi Indrayadi
Marsda TNI Andyawan Martono Putra
Marsma TNI Anang Nurhadi
Marsma TNI Widyargo Iko Putra
Marsma TNI Roni Moningka
Capt Nasrun Natsir
Letkol Pnb Reza Muryadi (Komandan Skadron 14) (Beny Adrian)
Sumber : Herroe Soestiana-TSM https://angkasa.news

Trump Tegaskan AS Tidak akan Jual F-35 ke Turki


Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington tidak akan menjual jet tempur F-35 Turki. Keputusan ini datang setelah Turki mulai menerima sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.
Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35  
Trump membuat pengumuman itu saat pertemuan kabinet di Gedung Putih. Di mana dia menyalahkan administrasi mantan Presiden Barack Obama untuk kebuntuan dan mengekspresikan simpati terhadap keputusan Turki.
"Kami memiliki situasi di mana Turki sangat baik dengan kami, dan kami sekarang memberitahu Turki bahwa karena Anda benar-benar terpaksa membeli sistem rudal lain, kami tidak akan menjual kepada Anda jet tempur F-35," kata Trump, seperti dilansir PressTV pada Rabu (17/7).
"Ini adalah situasi yang sangat sulit bagi mereka dan ini adalah situasi yang sangat sulit yang telah kami tempatkan di AS. Dengan semua yang dikatakan, kita sedang mengerjakannya. Kami akan melihat apa yang terjadi, tetapi itu tidak terlalu adil," sambungnya.
Terkait S-400, sebelumnya pesawat kargo kesembilan Rusia yang mengangkut komponen sistem rudal S-400 mendarat di Pangkalan Udara Murted, pinggiran Ankara, Senin sore. Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pengiriman akan terus belanjut.
Pengiriman senjata pertahanan canggih Moksow yang dibeli Ankara itu dimulai sejak Jumat pekan lalu. Pengiriman berlangsung meski AS memperingatkan Ankara bahwa pembelian senjata Rusia akan terkena sanksi dari Washington.(Victor Maulana)

India Keluarkan Tender senilai $ 291 Juta untuk Pembelian Torpedo Berat


Kementerian Pertahanan India telah mengeluarkan tender senilai $ 291 juta (INR 2000 crore) untuk pengadaan 100 torpedo berat untuk kapal selam diesel-elektrik (SSK) kelas Scorpene (kelas Kalvari).
"Tender ini untuk pembelian sekitar 100 torpedo dan akan memenuhi kebutuhan segera Angkatan Laut India," kata seorang pejabat tinggi kementerian pertahanan India sebagaimana dikutip oleh media setempat.
Kapal Selam India
Kapal Selam India 
"Torpedo ini akan mempersenjatai kapal selam kelas Scorpene yang sedang dibangun oleh galangan kapal Mazagon yang berbasis di Mumbai," kata pejabat itu lebih lanjut.
Kontrak untuk produksi berlisensi enam kapal selam kelas ini senilai $ 3,75 miliar ditandatangani pada Oktober 2005 di bawah Project 75. Proposal untuk mempersenjatai kapal selam asal Prancis ini dengan torpedo telah disetujui oleh Kementerian Pertahanan Inida pada Februari tahun ini.
Hingga saat ini semua tender telah dikeluarkan untuk vendor asing, yaitu Perancis, Swedia, Rusia dan Jerman. Namun Kementerian Pertahanan India telah merencanakan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dengan torpedo berat buatan India.
"Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) juga menantikan untuk menggunakan torpedo kelas berat sebagai versi berikutnya dari torpedo ringannya untuk kapal selam dan kapal permukaan," kata pejabat itu menambahkan.
Armada kapal kelas Arihant bertenaga nuklir yang dikembangkan sendiri oleh India juga membutuhkan torpedo baru. Kapal selam itu saat ini dilengkapi dengan torpedo lama dan kurang efektif.
Kesepakatan India untuk pembelian 98 torpedo berat Black Shark telah dicapai dengan Whitehead Alenia Systemi Subacquei (WASS), tetapi kemudian dibatalkan pada tahun 2017 setelah perusahaan induk WASS, Finmeccanica, dimasukkan dalam daftar hitam karena memiliki tuduhan korupsi pada anak perusahaan FInmecacanica lainnya, yaitu Agusta Westland dalam kesepakatan pengadaan helikopter VVIP.(Angga Saja-TSM)

Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Singapura Sandar di Surabaya


Tiga Kapal Perang Asing dari Singapura RSS Justice -18, RSS Steadfast - 70 dan RSS Vigour - 92 di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tj. Perak Surabaya, Selasa (16/7).
RSS Steadfast - 70
RSS Steadfast - 70 
Hadir dalam penyambutan Dan KRI Sultan Iskandar Muda, Dan KRI Nala, Dan KRI Nuku, LO Kaprang Singapura Mayor POM Aang, Pamen/Pama Sops Lantamal V, 1 SST Yonmarlan V Sby, Disayahal Lantamal V, 1 SST Merflug TNI AL , 1 SST Korsik TNI AL dan Deputasi Pa, Ba, Ta.
Data2 kapal RSS Steadfast -70 No. M. F. A :050/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner: Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Steadfast -70, Nationality: Singapore, Ship LRIT 56 KK, Type: Formidable Class Fregate, Dimensions: L 114 M, B 16 M, D 6 M, Displacement: 3200 Tones, Call Sign: 86 KK, Captain: LTC Song Shadoong, Charlin, Crew :12 Officer, 59 crew.
RSS Justice - 18 No. M. F. A : 048/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner:Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Justice 18, Nationality: Singapore, Ship LRIT 9VTQ, Type: Independence Class Littoral Mission, Dimensions: L 80 m, B 12 m, D 4.5 m, Displacement: 1230 Tones, Call Sign: 9VTQ, Captain: LTC Ye Yeeming, Crew: 8 Officer 32 crew.
RSS Vigour 92 No. M. F. A :049/MIL/Kons.-19/VI/2019, Owner: Republic of Singapore Navy, Name of Ship: RSS Vigour 92, Nationality: Singapore, Ship LRIT 56 KT, Type: Victory Class Missile Corvette, Dimensions: L 62 M, B 8,5 M, D 3 M, Displacement: 530 Tones, Call Sign: 86 KT, Captain Maj Lot Shing Tong, Crew: 8 Officer, 32 crew.
Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Singapura sandar di Surabaya dalam rangka Latihan bersama Eagle Indopura 2019, yang dilaksanakan pada tanggal 16 - 20 Juli 2019.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tni.mil.id

Pasukan Bela Diri Darat Jepang Pamerkan Foto Pesawat Osprey Terbarunya


Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JDSDF), atau Angkatan Darat Jepang, telah men-tweet di akun Twitter resminya, foto-foto yang menunjukkan pesawat V-22 Osprey terbaru Jepang selama latihan dengan Marinir Amerika Serikat.
JGSDF
Pesawat Osprey JGSDF 
Postingan akun Twitter “JGSDF” mengatakan bahwa: “Pilot tengah mempelajari manuver V-22 dengan menggunakan JGSDF V-22 di USMC New River Airfield. Ini adalah pertama kalinya dilakukan penerbangan formasi dengan USMC, USAF, Angkatan Laut AS dan JGSDF secara bersama-sama dan ini memperdalam interoperabilitas antara Jepang dan AS."
Pemerintah Jepang berencana untuk mengakuisisi varian operasi khusus dari pesawat tilt-rotor V-22 Osprey untuk Pasukan Bela Diri untuk melakukan misi berbahaya dan rahasia di luar negeri, seperti penyelamatan warga Jepang, menurut para narasumber.
JGSDF akan menerima varian V-22B Block C, pesawat yang sama dalam kedinasan Korps Marinir AS yang dikenal sebagai MV-22. Osprey Block C memiliki radar baru, juga manajemen misi tambahan dan peralatan peperangan
elektronik.
Jepang memesan lima Osprey pertama untuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang pada Juli 2015 senilai $ 332 juta.
Sejumlah V-22 juga akan ditempatkan di kapal induk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang baru Izumo. Kementerian Pertahanan Jepang juga mengumumkan niatnya untuk mengerahkan beberapa V-22 di Laut Cina Timur.
Pembelian pesawat tilt-rotor V-22 adalah bagian dari kebutuhan Pasukan Bela Diri Jepang untuk meningkatkan kemampuan perang amfibi dan perang lautnya.(Angga Saja-TSM)

Brasil Lakukan Uji Coba Ketiga Rudal Anti-Kapal MANSUP


Angkatan Laut Brasil telah melakukan uji peluncuran ketiga rudal anti-kapal MANSUP (Míssil Antinavio de Superfície) pada 10 Juli, dengan sasaran bekas tugboat Tridente.
Rudal Anti-Kapal MANSUP
Rudal Anti-Kapal MANSUP 
Rudal diluncurkan oleh fregat kelas Niterói, BNS Independência (F44) pada 10 Juli dan didukung oleh sejumlah aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara Brasil.
Pengujian itu dinilai sukses oleh pihak Angkatan Laut.
"Hasil pengujian mengkonfirmasi kemajuan proyek dan perbaikan yang dilakukan setelah pengujian pertama pada November 2018 dan Maret 2019," kata pihak Angkatan Laut.
MANSUP adalah rudal yang dikembangkan secara lokal Brasil, berukuran panjang 5,6 meter, beratnya sekitar satu ton dan mencapai kecepatan 1000 km/jam. Desainnya bertujuan untuk mencapai kinerja setara dengan MBDA MM40 Exocet Block III
Brazil juga mengembangkan versi peluncuran rudal anti-kapal udara yang disebut MANAER (Missil Antinavio Nacional lancado por Aeronaves).(Angga Saja-TSM)

Komandan Korps Marinir Kunjungi Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir


Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han) mengunjungi Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur (Lattap Rupanpur) Korps Marinir TA. 2019 di Puslatpurmar 7 Lampon, Banyuwangi, Minggu (14/07).
Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir
Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir 
Kedatangan Dankormar yang didampingi Asops Dankormar Kolonel Y. Rudy Sulisyanto, Asintel Dankormar Kolonel Marinir Hendro Suwito, Danlanmar Sby dan Kolonel Marinir Mauriadi, S.E disambut oleh Dankolatmar Kolonel Marinr Suliono, S.E, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sarana Prasaran di Rahlat Puslatpurmar 7 Lampon, dilanjutkan melihat secara langsung kegiatan Lattap Rupanpur diantaranya mendayung menembus ombak, latihan menembak Sniper dan pengamanan helikopter dalam menyalurkan bantuan logistik.
Dalam kesempatan tersebut Dankormar menyampaikan kepada pelatih dan peserta Lattap Rupanpur bahwa pada puncak Latihan Armada Jaya ke XXXVII Tahun 2019, profesionalisme prajurit Korps Marinir semakin meningkat baik personel maupun material, manuver kendaraan tempur serta pasukan Korps Marinir dalam merebut sasaran pokok didalam latihan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Regu Pandu Tempur (Rupanpur) marupakan satuan elit kecil yang mengemban tugas sebagai ujung tombak Batalyon dan sebagai mata telinga satuan infanteri Kops Marinir yang sangat menentukan keberhasilan satuan dalam melaksanakan tugas didaerah medan penugasan.
“Saya yakin, kalian adalah prajurit terpilih dan terpercaya di satuan masing masing, oleh karena itu laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan tunjukkan bahwa kalian memiliki kemampuan, fisik dan mental yang kuat serta kualitas lebih dari prajurit biasa,” tegas Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han) .
Mengakhiri arahannya Dankormar berpesan kepada para pelatih agar mampu memberikan inovasi dan kreatifitas lebih dalam memberikan pelatihan Rupanpur, agar nantinya terbentuk prajurit Rupanpur yang tangguh, handal dan mampu menjadi ujung tombak infanteri yang sangat menetukan keberhasilan satuan tingkat Batalyon Infantri dijajaran Korps Marinir.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tni.mil.id

Prancis Pertimbangkan Beli Helikopter Chinook


Prancis sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi sejumlah yang belum diketahui jumlahnya, helikopter angkut berat Boeing CH-47 Chinook untuk Angkatan Udara Prancis.
Helikopter Chinook
Helikopter Chinook 
Meskipun militer Prancis mengoperasikan sejumlah besar helikopter Airbus Helicopters H225M Caracal dan NH Industries NH90 Caiman - keduanya pada kelas 11 ton - pengerahan pasukan Prancis ke Mali didukung oleh tiga helikopter Chinook Angkatan Udara Inggris.
Kehadiran AU Inggris baru-baru ini diperpanjang setidaknya selama enam bulan, dan sepasang helikopter rotor tandem dari Inggris tersebut juga berpartisipasi dalam fly past di Paris sebagai bagian dari perayaan Hari Bastille pada tanggal 14 Juli.
Dalam informasi pers yang berkaitan dengan acara tersebut, komando pasukan khusus Prancis mengatakan: "Angkatan udara secara aktif mempelajari akuisisi [CH-47] untuk pasukan khusus Prancis. Mereka akan melengkapi berbagai helikopter Prancis saat ini."
Beberapa bagian dari militer Prancis telah lama berkeinginan untuk mempunyai kemampuan angkut berat. Selama akhir 2000-an Paris terlibat dalam upaya bersama dengan Jerman di bawah program Future Transport Helicopter.
Program itu melibatkan Eurocopter - pendahulu Airbus Helicopters - bekerja sama dengan Boeing untuk mengusulkan desain rotor tandem seperti Chinook tetapi dengan bobot take-off maksimum yang lebih tinggi yaitu 33 ton. Namun, proyek itu dihentikan.
Jerman saat ini sedang dalam tahap awal untuk membeli platform baru untuk menggantikan armada Sikorsky CH-53G/GA/GS yang sudah menua, dan akan menentukan pilihan antara CH-53K dan CH-47F.
Dengan Berlin dan Paris sudah sepakat untuk menyatukan aset-aset tertentu - terutama Lockheed Martin C-130 - ada spekulasi bahwa pengaturan yang sama dapat terjadi berkaitan dengan helikopter yang akan dipilih Jerman. (Angga Saja-TSM)

Netanyahu Sebut IDF Satu-satunya Pasukan yang Siap Hadapi Iran


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) adalah satu-satunya pasukan militer di dunia yang mampu menghadapi Iran jika terjadi perang.
Tentara Israel
Tentara Israel 
"Saat ini, satu-satunya tentara di dunia yang memerangi Iran, ini adalah tentara Israel," kata Netanyahu saat berbicara kepada anggota Akademi Keamanan Nasional Israel, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/7).
Dia kemudian mengingat kembali perannya dalam memerangi kesepakatan nuklir Iran, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Dia mengatakan perjanjian itu hanya akan memberi Iran ratusan miliar dolar untuk berinvestasi di kerajaan mereka dan membuka cara untuk mendapatkan senjata nuklir.
"Saya harus berjuang sendirian untuk memblokir perjanjian nuklir. Saya harus berjuang melawan semua kekuatan dan melawan presiden Amerika Serikat (AS)m saya pergi ke Kongres AS. Hari ini, kalian bisa menilai apakah kita benar atau tidak. Jadi, pertama-tama, kamu harus menghentikannya," ungkapnya.
"Satu-satunya hal yang diberikan perjanjian nuklir kepada Israel adalah pemulihan hubungan yang kuat dengan negara-negara Arab utama, yang juga terancam oleh ancaman Iran," sambungnya.(Victor Maulana)>/div>

China: Penjualan Senjata AS ke Taiwan Langgar Hukum Internasional


Pemerintah China kembali menegaskan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menjual sendiri ke Taiwan adalah pelanggaran terhadap hukum internasional. Beijing juga menyebut penjualan senjata ini juga merusak kedaulatan dan keamanan nasional China.
Amerika - China
Amerika - China 
Pekan lalu Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan potensi penjualan senjata senilai USD2,2 miliar kepada Taiwan. Senjata-senjata yang disepakati untuk dijual itu mencakup 108 tank Abrams dan 250 rudal surface-to-air Stinger.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menuturkan bahwa Beijing akan memutus hubungan dengan perusahaan-perusahaan AS yang menjual senjata kepada Taiwan.
"Pemerintah China dan perusahaan-perusahaan China tidak akan bekerja sama atau memiliki kontak komersial dengan perusahaan-perusahaan AS ini. Saya tidak bisa mengungkapkan detailnya saat ini. Tapi percayalah ini, orang-orang China selalu menekankan kata-kata mereka," kata Geng, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/7).
Media china pada akhir pekan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan AS yang berpotensi menjual senjata ke Taiwan. Mereka termasuk Honeywell International Inc, yang membuat mesin untuk tank Abrams, dan pembuat jet pribadi Gulfstream Aerospace, yang dimiliki oleh General Dynamics.
China sendiri adalah pasar penting bagi Honeywell dan Gulfstream. Kedua perusahaan itu sampai saat ini belum angkat bicara mengenai hal ini.(Victor Maulana)

Armada Jaya XXXVII Usai, Ribuan Pasukan Pendarat dan Puluhan Tank Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590


Usai perhelatan akbar yakni Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 dilaksanakan Sabtu (13/7) kemarin, saatnya ribuan pasukan pendarat serta puluhan tank dan ranpur melakukan re embarkasi ke KRI Makassar-590 dan KRI Teluk Banten-516.
Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590
Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590 
Proses Re embarkasi tersebut disaksikan langsung oleh Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos, M. Si yang on board di KRI Makassar -590 ,pada hari Minggu (14/7/2019).
” Hari ini kita laksanakan proses re embarkasi yakni pemberangkatan kembali seluruh pasukan pendarat dan ranpur dari rahlat di Pantai Banongan ke KRI Makassar dan KRI Teluk Banten, sebelum seluruh unsur dan pasukan kembali ke Surabaya. Karenanya penting untuk memastikan proses re embarkasi ini berjalan aman, tertib dan lancar “, tandas Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos, M. Si ketika menyaksikan langsung proses re embarkasi tersebut.
Sebagaimana telah diberitakan jika pelaksanaan latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 melibatkan 8.493 personel, serta berbagai jenis Kapal Perang (KRI) dari jajaran Koarmada I dan Koarmada II.
Selain Kapal Perang, dalam pelaksanaan latihan tersebut juga melibatkan beberapa Pesawat Udara, serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM – 70 Grad, PK dan Mopel, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Polisi Italia Rampas Rudal 800 Kg Milik Kelompok Pro-Nazi


Polisi anti-terorisme di Italia merampas rudal air-to-air, senapan mesin dan peluncur roket selama penggerebekan di sebuah rumah kelompok simpatisan Nazi. Misil yang disita itu adalah rudal Matra seberat 800 kilogram.
Rudal Matra
Rudal Matra  
Tiga orang ditangkap, dua di antaranya dekat bandara Forli. Materi propaganda Neo-Nazi juga disita, dalam penggerebekan.
Media Italia melaporkan, penggerebekan itu merupakan bagian dari investigasi terhadap kelompok ekstremis sayap kanan Italia yang membantu pasukan separatis di Ukraina timur.
Menurut polisi misil Matra adalah jenis senjata yang digunakan oleh tentara Qatar.
Pasukan polisi khusus Turin, yang dikenal dengan nama Digos, memimpin operasi tersebut. Mereka dibantu oleh polisi di Milan, Varese, Forli dan Novara.
Media Italia yang dikutip BBC, Selasa (16/7/2019), menyebut mereka yang ditangkap adalah Fabio Del Bergiolo, 50, seorang mantan petugas bea cukai Italia dan aktivis partai sayap kanan Forza Nuova; Alessandro Monti, 42, berkebangsaan Swiss; dan Fabio Bernardi, 51, warga Italia.
"Selama operasi, sebuah rudal air-to-air dalam kondisi kerja yang sempurna dan (jenis yang) digunakan oleh tentara Qatar disita," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah penyitaan yang signifikan, dengan beberapa preseden di Italia," imbuh komisioner kepolisian Turin Giuseppe De Matteis.
Rudal sepanjang 3,54 meter itu dibuat di Prancis. Del Bergiolo berharap bisa menjualnya seharga €470.000.(Muhaimin)

Di Tengah Laut Jawa, Unsur Kogasgabfib Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut


Berada di tengah Laut Jawa, sejumlah unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) yakni KRI Makassar-590, KRI Teluk Banten-516, dan KRI dr.Soeharso-990 melaksanakan serial latihan laut AAROFEX dan NSIC, pada Jumat (12/7/2019) dinihari.
Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut
Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut 
Latihan serial laut ini merupakan salah satu bagian dari berbagai serial latihan yang dimainkan dalam Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII. Adapun seri latihan lainnya antara lain latihan udara dan pendaratan Marinir, termasuk Peperangan Ranjau yang sudah dilaksanakan oleh Koarmada II beberapa waktu lalu, Peperangan Laut Modern seperti Cyber Warfare dan Information Warfare.
Dalam latihan AAROFEX atau Anti Air Rapid Open Fire Exercise, KRI dr. Soeharso-990 yang berada di jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II menembakkan roket sasaran udara (flare), yang disusul dengan rentetan tembakan meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) dari KRI Teluk Banten-516, dan KRI Makassar-590.
Peluncuran roket dari KRI dr.Soeharso-990 merupakan simulasi latihan menembak sasaran udara pada malam hari atau disebut dengan istilah (Aarofex). Roket tersebut merupakan jenis peluru untuk sasaran udara, pengelabuhan sasaran peluru kendali lawan sekaligus dapat memancarkan cahaya sangat terang (rocket flare). Dalam latihan itu roket yang diluncurkan disimulasikan sebagai pesawat terbang musuh.
Latihan menembak malam merupakan salah satu rangkaian Latihan Parsial dari unsur-unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), dimana mereka di skenariokan mendapat serangan udara dari pesawat intai musuh. Ancaman itu direspon oleh kapal-kapal perang yang tergabung dalam Kogasgabfib dengan memberikan perlawanan anti serangan udara.
Hal ini bertujuan untuk melindungi kapal pengangkut pasukan pendarat amfibi Marinir TNI AL yang diincar oleh pesawat udara musuh. Kemampuan pertahanan udara sangat dibutuhkan dalam gelar operasi amfibi, karena ancaman serangan udara musuh dapat berpotensi menimbulkan kerusakan yang signifikan bagi kapal perang bahkan dapat membuat misi menjadi gagal.
Latihan perang malam hari tersebut disaksikan langsung oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si dan seluruh pejabat Latihan Parsial Operasi Daya Yudha Unsur Kogasgabfib yang berada di kapal markas KRI Makassar-590.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Skyworks Tawari AD AS Pesawat Gyrodyne Tempur


Pembuat gyroplane berperforma tinggi AS, Skyworks, bekerja sama dengan Scaled Composites akan membangun rotorcraft berkecepatan tinggi untuk keperluan demonstrasi sebagai pesawat gyrodyne tempur masa depan.
Pesawat Gyrodyne Tempur
Pesawat Gyrodyne Tempur 
Skyworks menandatangani perjanjian kerjasama dengan Scaled Composites untuk mengembangkan pesawat gyrodyne VertiJet baru untuk ikut serta dalam kompetisi Future Vertical Lift (FVL) Angkatan Darat Amerika Serikat.
Pesawat gyrodyne tempur baru akan didasarkan pada konsep yang dikembangkan di bawah program Heliplane Badan Proyek Riset Pertahanan AS DARPA. Skyworks telah mengembangkan teknologi gyroplane berawak dan tak berawak selama lebih dari dua dekade. Situs web perusahaan tersebut menyebutkan, teknologi sustained autorotative flight yang canggih ini memungkinkan pesawat terbang tidak bergantung pada landasan pacu dan ekonomis, namun tetap tidak dibatasi oleh keterbatasan kecepatan, jangkauan, dan muatan helikopter.
Pesawat baru yang dirancang untuk terbang dengan kecepatan hingga 400 MPH dan menggabungkan atribut utama dari helikopter dan pesawat sayap tetap, yaitu kemampuan VTOL dan kemampuan hover (melayang) seperti helikopter dikombinasikan dengan terbang kecepatan tinggi dan kemampuan jelajah yang efisien dari pesawat sayap tetap.
Menurut informasi saat ini, VertiJet akan menjadi pesawat yang tidak bergantung pada landasan pacu yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal dan hover seperti helikopter.
Pesawat gyrodyne baru tersebut tidak dibatasi oleh keterbatasan kecepatan, jangkauan, dan muatan seperti helikopter. VertiJet akan menawarkan keuntungan kinerja yang substansial, yaitu kecepatan yang lebih tinggi (kecepatan jelajah yang tinggi yang efisien dengan kecepatan 2 hingga 3 kali kecepatan helikopter saat ini), jangkauan yang lebih jauh, muatan yang lebih besar, dan efisiensi muatan yang lebih tinggi.
VertiJet akan menampilkan mesin jet ganda, rotor besar untuk lepas landas dan mendarat, empat hardpoint senjata di bawah sayap tetap, kanon internal 20mm dan boom ekor ganda dengan stabilizer horisontal. (Angga Saja - TSM)
Sumber : airrecognition.com

Rafael Serahkan Kontrak untuk Pembuatan 1.000 Kit Rudal Barak 8


Pada sebuah tanggal 11 Juli lalu yang diadakan oleh KRAS (Kalyani Rafael Advanced Systems Ltd.) India, Rafael menyerahkan kontrak senilai $ 100 juta kepada KRAS untuk pembuatan 1.000 kit rudal Barak 8/MRSAM yang akan dipasok ke Bharat Dynamics Limited (BDL) melalui IAI ( Israel Aerospace Industries) untuk tujuan integrasi lebih lanjut.
Rudal Barak 8
Rudal Barak 8 
Sesuai dengan komitmennya pada program Make-in-India, KRAS adalah perusahaan patungan antara Rafael Advanced Defense Systems Ltd. Israel dan Kalyani Strategic Systems India. Perusahaan patungan itu didirikan dengan visi untuk membuat sistem senjata yang dibutuhkan oleh Pasukan Pertahanan India, serta untuk pasar ekspor. Para mitra perusahaan patungan tersebut berinvestasi dalam fasilitas produksi yang terbaik di kelasnya, layanan teknis terdepan dan dukungan siklus hidup yang panjang untuk sistem yang dipasok ke Pasukan Pertahanan India. Dalam upayanya untuk memenuhi visi pemangku kepentingan Make-in-India untuk dunia, KRAS diharapkan akan meningkatkan jumlah karyawannya menjadi 300 ahli teknis pada tahun 2023.
Rafael Advanced Defence Systems Ltd. memiliki sejarah kolaborasi yang panjang dengan industri pertahanan India, menghasilkan beberapa perusahaan patungan dan anak perusahaan di seluruh dunia dan di India. Kemitraan ini, selama dua dekade terakhir, telah menyebabkan Rafael membentuk kemitraan lokal untuk mendukung kebutuhan domestiknya dan juga rantai pasokan global.
Dikembangkan bersama oleh Israel Aerospace Industries (IAI), Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO), Badan Pengembangan Senjata dan Infrastruktur Teknologi Israel (Maf'at), Elta Systems, Rafael dan perusahaan lainnya, Barak 8 adalah rudal permukaan-ke-udara (SAM), yang dirancang untuk melawan segala jenis ancaman di udara termasuk pesawat terbang, helikopter, rudal anti-kapal, dan UAV, serta rudal balistik, rudal jelajah, dan jet tempur.
Barak 8 memiliki panjang sekitar 4,5 meter, diameter 0,225 meter pada bagian tubuh rudal, dan 0,54 meter pada bagian booster, lebar sayap 0,94 meter dan berat 275 kg termasuk hulu ledak 60 kg yang meledak di dekat sasaran (proximity). Rudal tersebut memiliki kecepatan maksimum Mach 2 dengan jangkauan operasional maksimum 70 km, yang kemudian ditingkatkan menjadi 100 km. Barak 8 memiliki fitur motor roket dual pulse serta thrust vector control (TVC), dan memiliki kemampuan manuver yang sangat tinggi pada jarak intersepsi sasaran. (Angga Saja - TSM)

Tiongkok Ingin Beli Perusahaan Mesin Pesawat Ukraina


Sebuah perusahaan investasi industri penerbangan yang berbasis di Beijing dilaporkan tengah mencoba kembali untuk mengakuisisi saham di sebuah pabrik mesin pesawat Ukraina, Motor Sich (Мотор Січ) dan penawaran tersebut sedang ditinjau oleh otoritas antimonopoli Ukraina.
Pabrik Motor Sich
Pabrik Motor Sich 
Perusahaan Ukraina Motor Sich yang membuat mesin untuk pesawat angkut terbesar di dunia, An-225, dapat membantu Tiongkok untuk meningkatkan industri mesin pesawat Tiongkok jika kesepakatan itu terwujud, kata analis Tiongkok pada hari Minggu (14/07).
Skyrizon, juga dikenal sebagai Beijing Tianjiao Aviation Industry Investment Company, sedang menunggu hasil penilaian oleh Komite Antimonopoli Ukraina.
Hasilnya akan diumumkan setelah 22 Juli, menurut catatan reorganisasi antara Skyrizon dan Beijing Xinwei Technology Group Co yang diterbitkan di situs Shanghai Stock Exchange oleh Xinwei Technology pada hari Jumat (12/07).
Skyrizon dan Xinwei Technology berada di bawah kendali kuasa hukum yang sama, menurut tianyancha.com, penyedia layanan penyelidikan bisnis.
Aplikasi baru itu diserahkan kepada otoritas pemerintah Ukraina pada 7 Juni dan diterima pada 21 Juni. Skyrizon akan memiliki lebih dari 50 persen Motor Sich jika akuisisi tersebut berhasil.
Tiongkok memiliki 13 jenis dan lebih dari 1.200 mesin pesawat yang dibuat oleh Motor Sich.
Perusahaan Ukraina tersebut kehilangan klien Rusia ketika hubungan antara kedua negara memburuk.
Didirikan pada tahun 1907, Motor Sich dianggap sebagai salah satu produsen mesin pesawat terbang canggih terbesar di dunia dan memproduksi mesin termasuk turbofan, turboshaft, dan turboprop.
Tiongkok masih tertinggal di belakang level top dunia dalam hal mesin pesawat, kata seorang pakar militer anonim kepada Global Times, Minggu.
Tiongkok dapat menutup kekurangannya dibanding industri mesin pesawat asing dan meningkatkan pasokan mesin pesawat dalam negeri jika akuisisi tersebut sukses, kata catatan perusahaan.
Tiongkok sendiri secara mandiri tengah berusaha dengan rencana pengembangan mesin pesawat sendiri, kata pakar itu.
Sebuah jet tempur Tiongkok J-10B terbang dengan mesin buatan dalam negeri Tiongkok dengan sistem thrust vector control pada Airshow China di Zhuhai, Provinsi Guangdong Tiongkok Selatan pada November 2018 lalu.
Pada 2017 Beijing Skyhorizon berusaha membeli 41% saham Motor Sich, tapi pada September 2017 pembelian tersebut dibatalkan oleh pengadilan Ukraina karena alasan keamanan nasional.
Motor Sich membuat mesin diantaranya Progress D-18T untuk Antonov An-124 dan An-225, Progress D-436 untuk Yakovlev Yak-42 dan An-72 dan Progress AI-136T untuk helikopter Mi-26. (Angga Saja -TSM)
Sumber :  globaltimes.cn

Portugal Pesan Pesawat Angkut KC-390


Embraer telah mendapatkan pelanggan ekspor pertamanya untuk pesawat angkut KC-390, yang pada 11 Juli lalu bahwa Portugal telah melakukan pemesanan untuk lima pesawat.
Pesawat Angkut KC-390 Embraer
Pesawat Angkut KC-390 Embraer 
Keputusan oleh pemerintah Portugal untuk menandatangani pembelian untuk pesawat angkut buatan Brasil itu dilakukan sembilan tahun setelah negara itu bergabung dengan program tersebut sebagai mitra Brasil pada 2010. Pada saat itu, Angkatan Udara Portugal (Força Aerea Portuguesa: FAP) mengatakan mereka memiliki kebutuhan untuk enam KC-390 untuk mengganti pesawat angkut Lockheed Martin C-130H Hercules yang telah menua.
Nilai kontrak unruk pesawat-pesawat tersebut belum diungkapkan, namun Embraer menyebutkan bahwa pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada 2023.
Portugal adalah mitra internasional terbesar untuk program KC-390, dengan Republik Ceko yang juga turut berpartisipasi. OGMA-Indústria Aeronáutica de Portugal akan membuat panel-panel, elevator, fairing, dan landing gear doors.
Dengan pesanan Portugal, Embraer sekarang memiliki kontrak untuk membangun 35 pesawat KC-390 untuk Angkatan Udara Brasil (Força Aérea Brasileira: FAB) dan AU Portugal (FAP). Letter of intent juga telah diterima dari Argentina (6), Chili (6), Kolombia (12), dan Republik Ceko (2).
KC-390 memiliki volume kargo 170 m3 (termasuk ramp), dan muatan maksimum 23 ton (atau muatan maksimum terkonsentrasi 26 ton di atas center of gravity). Pesawat ini memiliki kemampuan mendarat dimedan yang kasar, dengan kemampuan untuk mendarat di permukaan dengan California Bearing Ratio (CBR) rating 4 (bidang lunak), dan spesifikasi kinerja pesawat yang dirilis oleh perusahaan menunjukkan bahwa pesawat tersebut memiiki kecepatan jelajah maksimum 470 kt (870 km/j); ketinggian maksimum 36.000 kaki; dan jangkauan (dengan muatan 23 ton) 1.380 mil laut (2.556 km), atau penerbangan feri dengan tangki bahan bakar internal sejauh 4.640 mil laut. Jangkauan dapat diperpanjang dengan pengisian bahan bakar diudara dalam penerbangannya. (Angga Saja -TSM)
Sumber : janes.com

Erdogan: S-400 Rusia, Kesepakatan Terpenting dalam Sejarah Turki Modern


Presiden Recep Tayyip Erdogan menganggap kesepakatan dengan Rusia soal pembelian sistem pertahanan rudal S-400 sebagai kesepakatan terpenting dalam sejarah Turki modern.
Pernyataan itu muncul ketika komponen sistem rudal S-400 yang sudah tiba di Ankara dipamerkan di jalan-jalan utama negara itu pada hari Minggu pagi. Dua pasokan lagi diharapkan segera tiba.
 S-400 Rusia
 S-400 Rusia 
"Kesepakatan terpenting dalam sejarah kami saat ini adalah perjanjian S-400," kata Erdogan kepada wartawan di istana kepresidenan di Istanbul, seperti dikutip media setempat; Haberler.
"Dengan membeli S-400, Turki tidak bersiap untuk perang. Sistem pertahanan udara dirancang untuk memastikan perdamaian dan keamanan di negara kita. Langkah-langkah lain juga diambil untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kita," ujar Erdogan.
Dalam komentarnya, Presiden Erdogan juga menyinggung masalah pesawat jet tempur F-35 dan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengiriman pesawat siluman itu karena keputusan Ankara membeli sistem pertahanan udara Rusia. Dia menegaskan keduanya adalah masalah yang terpisah.
"S-400 adalah satu topik, F-35 adalah topik yang sama sekali berbeda. Hingga saat ini, kami telah membayar USD1,4 miliar untuk F-35," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (15/7/2019).
"Jika Turki dihapus dari program F-35, biaya satu pesawat bisa naik USD7-8 juta...Ini bukan keputusan yang mudah (bagi Washington)," katanya.
Menurutnya, jika Turki dikeluarkan dari program F-35, AS harus mengembalikan uang Turki. "Uang yang sudah kami bayarkan," ujarnya.
Kembali ke kontrak S-400, Erdogan mengaku telah membahas ide produksi bersama sistem itu dengan Rusia. Pembahasan itu dia lakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan G-20 di Jepang belum lama ini.
Turki, sambung dia, juga membahas prospek pembelian sistem pertahanan S-500 dari Moskow di kemudian hari.
Proses pengiriman S-400 ke Turki harus selesai pada April 2020, dengan bagian dari pekerjaan dalam memasang sistem tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.
Turki menandatangani kontrak USD2,5 miliar dengan Rusia untuk pembelian empat set batalion S-400 pada akhir 2017. Setahun kemudian, AS menawarkan kepada Turki kesepakatan USD3,5 miliar untuk sistem pertahanan udara Patriot PAC-3.
Ankara tidak mengesampingkan tawaran sistem rudal Patriot AS, tetapi telah mengindikasikan bahwa Ankara tidak akan membeli sistem tersebut.(Muhaimin)

Pesawat Tanker Udara A330 MRTT Phénix Kedua Pesanan Perancis Diserahterimakan


Pada 2 Juli 2019, Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) Perancis menerima pesawat tanker multi-peran A330-MRTT (MultiRole Tanker Transport) Phénix kedua di Pangkalan Udara 125 di Istres. Pengiriman lebih cepat tiga bulan dari jadwal.
A330 MRTT Phénix
A330 MRTT Phénix Perancis 
MRTT adalah pesawat serba guna yang selain membawa bahan bakar untuk pengisian di udara. Versi ini juga digunakan untuk evakuasi medis dengan kemampuan membawa hingga 10 pasien luka parah atau 40 orang cedera ringan.
Pesawat dikirim ke Angkatan Udara tiga bulan lebih awal dengan kemampuan special MedEvac (Evakuasi Medis), sehingga mencapai kemampuan operasional penuh pada musim gugur.
Kemampuan iuni akan memungkinkan angkutan medis dengan membawa 12 pasien luka serius, atau 40 pasien luka ringan yang membutuhkan lebih sedikit bantuan medis.
DGA (Direction Générale de l'Armement) mengatakan, fleksibilitas MRTT akan memungkinkannya untuk mengganti dua armada berbeda. Yaitu C-135FR dan KC-135R sebagai pesawat tanker serta A310 dan A340 pesawat angkut strategis.
MRTT Phénix dikembangkan dari pesawat Airbus A330, yang dimiliterisasi untuk memungkinkannya memenuhi persyaratan misi khusus.
Undang-undang pemrograman militer 2019-2025 mengatur percepatan modernisasi peralatan militer, khususnya armada pesawat tanker.
Sesuai Program Militer 2019-2025, Perancis membutuhkan 15 pesawat Airbus A330 Phénix. Hingga saat ini, Perancis memesan 12 pesawat A330 MRTT yang kontraknya dibuat tahun 2014. (Beny Adrian)
Sumber :  angkasa.news

Pesawat Patroli Maritim P-8A Poseidon Pertama Pesanan Inggris, Sukses Terbang Perdana


Pesawat patroli maritim multi-peran P-8A Poseidon MRA M-Mk1 pertama milik Inggris, sukses melaksanakan terbang perdana pada Jumat (12/7) di Boeing Field di Seattle.
Dalam penerbangan pertama ini, Poseidon Inggris membawa sensor dan sistem senjata untuk peperangan antikapal selam.
 P-8A Poseidon Inggris
 P-8A Poseidon Inggris 
ZP801 terbaru, Poseidon yang akan dioperasikan Angkatan Udara Inggris, nantinya akan menyandang nama Pride of Moray.
P-8A Poseidon yang dikembangkan dari pesawat Boeing 737-800NG, dalam produksinya juga melibatkan industri pertahanan Inggris.
Pabrikan Inggris dilibatkan dalam menyediakan sub-sistem khusus untuk P-8A. Misalnya Marshalls menyediakan tangki bahan bakar tambahan, Martin Baker untuk kursi kru, GE (weapon pylons), dan GKN Aerospace membuat kaca depan.
Pesawat pertama Poseidon MRA Mk1 dijadwalkan dikirim ke AU Inggris, awalnya di Naval Air Station Jacksonville pada Oktober 2019. Dijadwalkan tiba di Inggris pada awal musim semi 2020.
Bersamaan dengan itu, pembangunan fasilitas di RAF Lossiemouth berjalan dengan baik. Pada Maret 2019, pembangunan tiga hangar telah selesai. Fasilitas ini dijadwalkan siap digunakan pada musim gugur 2020.
RAF AU Inggris akan menerima total sembilan pesawat P-8A Poseidon MRA M-Mk1 yang akan berbasis di RAF Lossiemouth mulai akhir 2020. (Beny Adrian)
Sumber :  angkasa.news

Pesawat Ketujuh Pembawa Komponen Rudal S-400 dari Rusia Tiba di Turki


Pesawat ketujuh yangmembawa komponen sistem rudal pertahanan udara S-400, telah mendarat Turki, seperti disampaikan Kementerian Pertahanan Turki, Minggu (14/7).
Pengiriman Rudal S-400 Turki
Pengiriman Rudal S-400 Turki 
"Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 berlanjut. Pesawat ketujuh telah mendarat di Murted Air Base," bunyi pernyataan Kemenhan.
Minggu pagi, pesawat kelima dan keenam juga sudah tiba membawa komponen S-400.
Pengiriman S-400 dari Rusia ke Turki dimulai pada 12 Juli.
Menurut Kemenhan Turki, pada hari itu tiga pesawat kargo mengirimkan beberapa traktor, truk dan kendaraan pembawa S-400 ke Murted Air Base. (Beny Adrian)
Sumber : angkasa.news

Dipasok 2 Jet Tempur Siluman F-35 Lagi, Israel Kian Digdaya


Dua pesawat jet tempur siluman F-35 kiriman Amerika Serikat (AS) telah mndarat di Israel pada hari Minggu. Kiriman tersebut semakin membuat militer negara Yahudi itu semakin digdaya karena jumlah pesawat siluman generasi kelima yang dimiliki bertambah jadi 16 unit.
Kiriman perdana dua jet F-35 untuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tiba pada bulan Desember 2016. Sekitar satu tahun kemudian, pesawat serupa yang dikenal di Israel sebagai Adir dinyatakan beroperasi.
Jet Tempur F-35 Israel
Jet Tempur F-35 Israel 
Beberapa bulan setelah itu, komandan Angkatan Udara mengungkapkan bahwa pesawat termahal tersebut telah melakukan serangan bom, yang menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui penggunaan pesawat seperti itu untuk perang.
"Kemampuan Skuadron Adir menambah level lain pada kemampuan operasional dan strategis Angkatan Udara, yang memastikan keunggulan Angkatan Udara dalam semua misinya, yaitu perlindungan dan keselamatan langit Negara Israel," kata IDF dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Times of Israel, Senin (15/7/2019).
Kedua jet tempur F-35 melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Pangkalan Angkatan Udara Nevatim di Israel selatan. Pangkalan itulah yang menjadi rumah rumah bagi dua skuadron F-35.
Pekan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan Teheran bahwa jet tempur produksi Lokcheed Martin itu dapat mencapai area di mana saja di Timur Tengah. Peringatan itu sebagai repons terhadap para pejabat senior Iran yang mengancam akan menghancurkan negara Yahudi tersebut.
"Akhir-akhir ini, Iran telah mengancam Israel dengan kehancuran," kata Netanyahu. "Harus diingat bahwa pesawat-pesawat ini dapat mencapai setiap tempat mana pun di Timur Tengah, termasuk Iran, dan tentu saja juga Suriah."
Jet siluman F-35 diyakini tidak memiliki jangkauan efektif untuk mencapai Iran tanpa bantuan, tetapi dapat melakukan operasi di sana dengan pengisian bahan bakar di udara, dan kemampuan itu sudah dimiliki oleh Angkatan Udara Israel.
Israel telah setuju untuk membeli setidaknya 50 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin. Pesanan akan dikirim dalam dua atau tiga gelombang hingga 2024. Israel adalah negara kedua setelah Amerika Serikat yang menerima F-35 dari Lockheed Martin dan salah satu dari sedikit yang akan diizinkan untuk memodifikasi pesawat mutakhir ini.
"Pengadaan Adir yang sedang berlangsung adalah ungkapan lain dari kerja sama militer jangka panjang antara Israel dan AS, yang terus menghasilkan hasil luar biasa dalam proses penguatan (F-35)," imbuh IDF dalam pernyataannya.
Angkatan Udara Israel saat ini ragu-ragu antara membeli lebih banyak F-35 atau versi upgrade dari jet tempur F-15.
F-35 generasi kelima telah dipuji sebagai "game-changer" oleh militer AS, tidak hanya karena kemampuan ofensif dan sembunyi-sembunyi, tetapi karena kemampuannya untuk menghubungkan sistemnya dengan pesawat lain dan membentuk jaringan berbagi informasi.
Namun, program jet tempur itu menuai kritik ekras terkait penundaan pengembangan dan produksi serta harganya yang sangat mahal. Satu unit jet tempur itu sekitar USD100 juta. Meski demikian, Lockheed Martin mengisyaratkan harganya akan turun seiring dengan banyaknya pesanan.
Bulan lalu, jet tempur F-35 dari Israel, Amerika Serikat dan Inggris melakukan penerbangan pelatihan gabungan di atas Laut Mediterania. Itu merupakan latihan internasional pertama dan langka.
Latihan itu termasuk misi malam dan siang hari dengan mensimulasikan pertempuran simultan di Jalur Gaza, Suriah dan Lebanon, dan termasuk skenario yang melibatkan musuh yang dipersenjatai dengan teknologi canggih, seperti sistem pertahanan rudal S-300 dan S-400 Rusia.(Muhaimin)

Radar Acak