Opini: Latgab TNI 2019, Menuju Pertempuran Digital


Luar biasa. Itulah kesan yang didapat dari perhelatan akbar TNI yang melaksanakan latihan perang gabungan tiga angkatan selama sepekan yang berakhir 12 September 2019 di sepanjang pantai utara Situbondo sampai Banyuwangi Jawa Timur. Simulasi pertempuran melibatkan belasan ribu prajurit dan ratusan alutsista canggih berbagai jenis yang dimiliki TNI.
Latgab TNI 2019
Latgab TNI 2019 
Melalui jaringan digital battle management system untuk TNI AD dan network centric untuk TNI AL dan TNI AU jalannya simulasi pertempuran benar-benar terkoordinasi dalam satu komando. Ketika menuju daerah pertempuran konvoi armada TNI AL yang berjumlah 23 KRI dan 1 kapal selam dihadang kapal perang musuh. KRI Sultan Iskandar Muda-367 mengeluarkan senjata canggihnya, peluru kendali anti kapal Exocet MM40 Block 3. Kemudian dari jarak 70 km kapal perang “musuh” KRI Sambu-902 yang baru dipensiun berhasil ditenggelamkan.
Pengerahan 1 skadron sekaligus jet tempur F-16 (16 unit) merupakan hal yang luar biasa. Bersama 6 jet tempur Sukhoi Su-27/30, 6 jet tempur T50i Golden Eagle, 4 jet tempur Hawk 109/209 dan 6 pesawat coin EMB-314 Super Tucano melakukan pengeboman bertubi-tubi terhadap sasaran musuh di pusat latihan tempur Marinir di Situbondo. Belum lagi peran besar pesawat nirawak CH4 Rainbow yang baru didatangkan dari China untuk pengintaian dan sekaligus menghancurkan sasaran karena membawa persenjataan rudal.
Serial latihan tempur dilanjut dengan pendaratan pasukan Marinir, sebuah episode pertempuran yang paling menentukan. Pasukan serbu pantai ini membawa tank amfibi BMP3F, MLRS Vampire, panser amfibi BTR-50 dan sejumlah alutsista pemukul untuk merebut tumpuan pantai. Dilanjut dengan pendaratan pasukan kavaleri, artileri dan infantri TNI AD bersama berbagai jenis alutsista canggih seperti tank Leopard, MLRS Astros II Mk.6, Artileri Caesar Nexter.
Sebelum Latgab TNI 2019, didahului dengan latihan perang intra matra sepanjang Juli dan Agustus 2019. TNI AL melakukan latihan Armada Jaya (AYA) di Laut Jawa, kemudian diikuti dengan TNI AU yang menggelar latihan Angkasa Yuda (AYU) di Lumajang. TNI AD menggelar Kartika Yudha di Pusat Latihan Tempur Baturaja di bulan Agustus 2019.
Unjuk kebolehan diperlihatkan helikopter serbu Apache dengan menembakkan peluru kendali Hellfire di ajang Kartika Yudha, kemudian dilanjut dengan Garuda Shield dan terakhir di arena Latgab TNI 2019. Tak mau kalah helikopter serbu jenis lain Mi-35P juga menunjukkan kelasnya. Jadi kita bisa saksikan kompetisi AH-64E Apache buatan AS dan Mi-35 buatan Rusia di ajang Latgab TN 2019. Luar biasa.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto merasa puas dan bangga karena ini pertama kali TNI menggelar simulasi latihan perang melalui teknologi digital. TNI AD, kata beliau punya battle management system, demikian juga dengan TNI AL dan TNI AU punya network centric. Meski belum sempurna Panglima TNI menyampaikan pesan jelas bahwa mulai tahun 2020 TNI sudah masuk era digital dalam manajemen sistem pertempuran.
TNI AU selain mengerahkan jet-jet tempurnya juga mengerahkan 12 pesawat angkut berat C-130 Hercules, 1 pesawat KC-130 Hercules Tanker BBM, 4 pesawat C295, 3 Boeing 737 Intai Strategis, 2 UAV Aerostar, 4 Helikopter EC725 Caracal, 1 helikopter Collibri, 2 pesawat C212. Secara hitung-hitungan ada sepertiga kekuatan TNI dikerahkan dalam Latgab terbesar tahun ini.
Perolehan alutsista yang didapat sejauh ini sudah memberikan nilai bangga meski secara kuantitas dan kualitas masih belum sampai pada persyaratan minimal. Masih ada MEF jilid III yang dimulai tahun depan. Dan tentu masih akan datang berbagai jenis alutsista yang dinantikan seperti 11 jet tempur Sukhoi SU35.
Program pengadaan jet tempur F-16 Viper, pesawat angkut C-130J Super Hercules, helikopter AH-64E Apache, helikopter CH-47 Chinook, kapal perang Fregat, kapal selam, kapal cepat rudal, peluru kendali SAM, radar Master T, MLRS Astros dan lain-lain dipastikan akan semakin memperkuat benteng pertahanan kita.
Catatan kita adalah jangan terlalu sering mengadakan latihan tempur di Situbondo. Sekali-kali di rute terjauh, misalnya di Papua. Sekalian untuk menguji endurance pasukan dan daya tahan alutsista. Perjalanan panjang menuju Papua tentu menjadi nilai tambah utamanya bagaimana peran logistik, pengawalan konvoi dan peran tempur sepanjang perjalanan.
Sejalan dengan itu Armada Tiga yang berpusat di Sorong perlu dipercepat isian alutsista berupa KRI striking force dan LST termasuk pasukan Marinir dan tank amfibi. Skadron tempur di Biak dan skadron helikopter di Jayapura segera direalisasikan. Kita berpacu dengan waktu untuk memperkuat militer secara permanen di Timur negeri ini.
Bukan apa-apa, dalam strategi militer jarak yang terlalu jauh ke Papua, misalnya dari Surabaya tentu tidak efektif. Maka Armada Tiga dan Kostrad Divisi Tiga memegang peran penting untuk menjaga stabilitas pertahanan di Timur. Melebarkan sayap pertahanan seiring dengan pengembangan teknologi pertempuran berkarakter digital adalah kewajiban mutlak untuk marwah pertahanan negeri kepulauan terbesar di dunia ini. Kita bisa dan kita mampu. (Arien Pan)*
Sumber : Arien Pan/Jagarin Pane - TSM

TrakkaCam TC-300 untuk Helikopter AKS AS565 MBe Panther Angkatan Laut Indonesia


Trakka Systems dengan bangga mengumumkan bahwa Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) telah memilih dan mengintegrasikan dua kamera TrakkaCam TC-300, sebagai bagian dari paket peralatan misi mereka pada helikopter AKS AS565 MBe Panther.
Helikopter AKS AS565 MBe Panther Angkatan Laut
Helikopter AKS AS565 MBe Panther Angkatan Laut 
“Kami sangat senang bahwa TC-300, sekali lagi, telah dipilih untuk program critical missions internasional. Kami berharap dapat mendukung Angkatan Laut Indonesia pada program ini dan program mendatang, ”kata Glen Rowling, VP Pengembangan Bisnis Sistem Trakka.
TrakkaCam TC-300 adalah sistem pengawasan multi-sensor tunggal-LRU tunggal-kompak dengan kinerja tinggi generasi baru, menetapkan standar baru untuk desain industri yang inovatif, ergonomis, dan industri. Sistem ini terdiri dari gimbal 300mm ringan yang inovatif dan memiliki berat total sekitar 20kg.
Dengan fitur kinerja tinggi yang sepenuhnya digital 4-axis gyro-stabilization, dengan paket payload dasar yang terdiri dari imager termal MWIR, dan HDTV EO / Spotter dengan zoom terus menerus.
TC-300 juga mencakup laser range-eye-finder, laser pointer NVG yang kompatibel, IMU / GPS yang terintegrasi penuh untuk Geo-Location dan Integrasi Peta Bergerak, Pelacak Otomatis, mesin video HD canggih dan opsi untuk lampu sorot sorot, pengurangan kabut, pencampuran gambar dan Indikator Target Bergerak (MTI).

Rudal Tenaga Nuklir Rusia dengan Jangkauan Tak Terbatas Siap Tempur 2025


Sebuah rudal bertenaga nuklir yang dibangun oleh Rusia yang diyakini memiliki jangkauan tak terbatas siap dioperasikan untuk tempur dalam enam tahun ke depan atau tahun 2025. Klaim ini merupakan penilaian intelijen Amerika Serikat (AS).
Rudal 9M730 Buresvestnik
Rudal 9M730 Buresvestnik 
Sumber yang memiliki akses terhadap penilaian intelijen itu mengatakan kepada CNBC bahwa timeline sedikit dipercepat dengan apa yang dilaporkan Kremlin sebelumnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menggembar-gemborkan rudal baru bertenaga nuklir pada tahun lalu. Dia mengklaim senjata baru itu akan membuat sistem pertahanan rudal NATO yang dipimpin Amerika menjadi tidak berguna.
Sejak pengumuman Putin tersebut, rudal—yang disebut Rusia sebagai 9M730 Buresvestnik—telah mengalami kegagalan uji coba beberapa kali, termasuk awal tahun ini.
Menurut laporan CNBC yang dikutip Sabtu (14/9/2019), para pejabat AS menentukan penerbangan uji coba terpanjang dari rudal itu hanya berlangsung lebih dari dua menit, dengan rudal terbang 22 mil sebelum jatuh.
Putin mengklaim senjata baru itu mampu menyerang target jarak jauh. Namun, dua pejabat AS yang memberi pengarahan tentang kemampuan militer Moskow kepada Fox News pada saat itu bahwa senjata itu belum beroperasi dan masih dalam tahap "baru lahir".
"Rudal jelajah bertenaga nuklir yang dibanggakan Putin sebenarnya jatuh beberapa kali selama pengujian baru-baru ini di Kutub Utara," kata salah satu pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara dengan media. "Pikirkan dampak lingkungan itu," ujarnya.
Berita tentang timeline yang dipercepat untuk kesiapan senjata baru Moskow itu muncul setelah ledakan misterius di Rusia utara bulan lalu yang menewaskan sedikitnya lima ahli nuklir Rusia.
Para pejabat AS mengatakan kepada New York Times setelah ledakan bahwa insiden tersebut melibatkan prototipe rudal Buresvestnik, juga dikenal sebagai Skyfall.(Muhaimin)

China Geram Kapal Perusak AS Berlayar di Laut China Selatan


Sebuah kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan, Jumat (13/9/2019). Aksi AS ini membuat marah Beijing yang mengatakan kapal itu telah memasuki perairan wilayah China tanpa izin.
Jalur perairan yang sibuk itu adalah salah satu dari semakin banyak titik ketegangan dalam hubungan AS-China. Sebelumnya kedua negara itu telah terlibat perang dagang, sanksi AS terhadap militer China dan hubungan AS dengan Taiwan.
USS WAYNE E. MEYER ( DDG 108)
USS Wayne E. Meyer ( DDG 108) 
Juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, Komandan Reann Mommsen, mengatakan bahwa kapal perusak Wayne E. Meyer menantang klaim teritorial dalam operasi itu, termasuk apa yang ia gambarkan sebagai klaim China yang berlebihan di sekitar Kepulauan Paracel, yang juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.
"China telah berusaha mengklaim lebih banyak perairan internal, laut teritorial, zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen daripada yang berhak menurut hukum internasional," kata Mommsen seperti dilansir dari Reuters.
Sementara Pusat Komando Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Wayne E. Meyer telah memasuki perairan dekat Paracels tanpa izin dari pemerintah China
"Pasukan China telah dimobilisasi untuk memantau kapal dan memperingatkannya untuk pergi," kata pernyataan itu, seraya menambahkan AS merugikan hak-hak kedaulatan China dengan melakukan patroli berulang kali di Laut China Selatan.
"Kami kembali menekankan bahwa China memiliki kedaulatan yang tidak dapat disangkal atas pulau-pulau di Laut China Selatan dan perairan terdekat mereka. Tidak ada bentuk provokasi oleh kapal dan pesawat militer asing yang dapat mengubah fakta ini," tegas pernyataan itu.
Insiden ini terjadi di waktu yang tidak tepat karena kedua negara terlihat mencoba dan menyelesaikan perselisihan perdagangan yang pahit.
AS pada hari Kamis menyambut pembelian baru barang-barang pertanian AS sambil mempertahankan ancaman kenaikan tarif saat dua ekonomi terbesar dunia itu mempersiapkan landasan untuk pembicaraan yang bertujuan memecahkan kebuntuan dalam perang dagang mereka.
China dan AS telah saling jual beli kecaman di masa lalu atas apa yang dikatakan Washington sebagai militerisasi Beijing di Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan terumbu di perairan yang disengketakan.
Beijing mengatakan pembangunan instalasi diperlukan untuk pertahanan diri dan AS bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan dengan mengirimkan kapal perang dan pesawat militer dekat ke pulau-pulau yang diklaim Beijing.
Klaim China di Laut China Selatan, yang setiap tahunya menghasilkan sekitar USD 5 triliun dari kapal perdagangan yang lewat, diperebutkan seluruhnya atau sebagian oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.(Berlianto)

Story: Habibie Membuat Tertegun PM Inggris Margareth Thatcher Saat Berkunjung ke IPTN


Suatu kali, saat masih menjadi kuli tinta di Bandung, IPTN mendadak ramai akibat kedatangan Margareth Thatcher, mantan perdana menteri Inggris. Saya tergopoh-gopoh ke lokasi acara, dan datang terlambat. Tidak bisa masuk.
Rudal Sea Skua
Rudal Sea Skua  
Saya mencari cara menyelinap ke dalam ruang acara. Entah bagaimana salah satu pintu belakang perakitan badan pesawat terbuka. Saya masuk dan menyusur koridor. Saya melihat ada beberapa orang yang sedang berjalan, saya ikuti mereka dengan jarak cukup jauh.
Ketika orang-orang itu berbelok entah di lorong yang mana, saya kehilangan mereka. Saya seperti berada di dalam labirin tanpa ujung. Saya berjalan tanpa arah, sampai akhirnya menemukan pintu. Saya buka pintu, dan betapa terkejut saya. Saya tepat berada di belakang Habibie dan Thatcher.
Ada beberapa pengawal lapis dalam, tapi mereka tak menggubris saya. Aneh. Saya diam saja. Sampai akhirnya saya berada pada jarak hanya dua meter dari kedua orang besar itu yang sedang berbincang.
Saya mendengar percakapan keduanya. Berikut, yang masih saya ingat, dan tidak akan pernah saya lupa.
"....and now, we are the best subcontractor in the world (....dan sekarang, kami adalah subkontraktor terbaik di dunia)," kata BJ Habibie.
Margareth Thatcher tersenyum nyinyir, dan berujar; "Oh...yea."
"Oke, I'll show you something (Oke, saya akan tunjukan kepada Anda sesuatu," kata Habibie lagi).
Keduanya berjalan ke sebuah ruang, tidak jauh dari aula besar perakitan badan pewasat CN-235. Saya melihat seluruh wartawan rekan saya tertahan sangat jauh dari lokasi BJ Habibie dan Thatcher. Saya berkata dalam hati; hari ini saya mendapat berita eksklusif di tengah kerumunan wartawan.
Di dalam ruang terdapat berbagai komponen pesawat, yang saya sama sekali tidak tahu karena kali pertama melihat. Komponen-komponen itu terbungkus plastik, dengan keterangan dalam Bahasa Inggris di bungkusnya.
"It's the British Sea Skua Missile Component (ini komponen rudal Sea Skua Inggris," kata BJ Habibie.
Saya lihat Thathcher tertegun. Tak lama kemudian BJ Habibie berbicara lagi. "And, it's the electric component of Sea Lynx helicopter (dan ini komponen elektrik helilkopter Sea Lynx."
Rudal Sea Skua dan Sea Lynx adalah senjata dan pesawat helikopter tempur andalan AL Inggris. Thahtcher sama sekali tidak tahu jika bagian-bagian sistem persenjataan negaranya dibuat di IPTN.
Saya tidak tahu lagi apa yang dibicarakan kedua orang itu, karena saya asik membaca keterangan dalam bungkus bungkus komponen. Bukan komponen kecil, tapi rata-rata sebesar bayi seberat 3,5 kilogram.
Selamat jalan BJ Habibie. Bapak pernah membuat saya bangga sebagai bangsa Indonesia. (Teguh Setiawan, Jurnalis Senior)

Menko Polhukam: PBB Sepakat Tidak Ada Istilah Referendum Bagi Papua


Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) TNI, Wiranto mengatakan perwakilan tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres di New York, Amerika Serikat pada Selasa 10 September 2019 lalu. Pertemuan itu membahas situasi terakhir Papua dan status Papua dari sudut pandang PBB.
  Papua NKRI
Papua NKRI 
"Hasilnya, PBB dukung kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia dan isu kedaulatan bukan suatu pertanyaan bagi PBB," katanya di Gedung Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta Pusat, Jumat (13/9).
1. Tidak ada lagi istilah referendum bagi Papua
Wiranto melanjutkan, berdasarkan New York Agreement 1962 tentang The Act of Free Choice alias Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 dan resolusi PBB 2524 tahun 1969, status Papua sudah sangat final.
"Tidak ada lagi istilahnya referendum atau kemerdekaaan Papua, sudah tidak ada lagi. Karena sudah final. Itu sudah referendum yang disetujui oleh sebagian anggota sidang umum waktu itu,'' ungkap Wiranto.
2. PBB minta aparat kepolisian tidak berlaku anarkis
PBB, lanjut Wiranto, sudah melihat kesungguhan pembangunan yang dilakukan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo untuk Papua dan Papua Barat. PBB juga memahami ada kelompok separatis yang terus menerus membuat berita hoaks, demo anarkis dan tindak kekerasan.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar aparat kepolisian tetap menahan diri agar tidak menimbulkan dampak termasuk tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
"Dan ini sudah kita lakukan. Presiden, Kapolri, Panglima TNI saya sendiri sudah mengatakan jangan represif. Aparat keamanan TNI dan Polisi jangan represif. (Harus) Persuasif, edukatif, kompromis," jelas Wiranto.
3. Wiranto minta demonstran Papua hentikan tindakan anarkis terhadap aparat
Wiranto menerangkan, kerap kali aparat kepolisian maupun TNI menjadi korban pada aksi demonstrasi yang berujung rusuh. Ia pun meminta, agar para demonstran menghentikan tindakan-tindakan yang hanya memancing kerusuhan.
"Saya kira sekarang saatnya kita menghentikan itu semua. Kita masuk dalam suasana damai, suasana dialog, bagaimana membangun Papua yang lebih baik yang lebih sejahtera," terangnya. (Axel Joshua Harianja)
Dubes Indonesia untuk PBB Tegaskan Status Referendum Papua Sudah Final
Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Jenewa, Hasan Kleib, menegaskan posisi pemerintah terkait referendum Papua. Kleib menggarisbawahi bahwa status Papua sebagai bagian dari Indonesia sudah tidak bisa diganggu gugat.
Ia menyampaikan ini ketika menghadiri acara "Human Rights Council Elections 2019: Discussions of Candidate States' Visions for Membership" atau uji/debat publik negara calon anggota Dewan HAM di Jenewa pada 11 September 2019.
1. Hasil referendum di Papua sudah final
Dalam acara tersebut, Indonesia menerima sejumlah pertanyaan tentang penegakan HAM dari audiens yang hadir maupun netizen melalui Twitter. Salah satunya secara spesifik menanyakan tentang referendum Papua. Berdasarkan rilis pers PTRI Jenewa yang diterima IDN Times, Kleib menyebut hasil referendum "sudah final".
"Terkait isu aspirasi referendum, ditegaskan oleh Dubes Kleib bahwa referendum telah dilaksanakan tahun 1969 dan disahkan hasilnya melalui Resolusi Majelis Umum PBB No. 2504/1969 yang sifatnya final. Sesuai hukum internasional, referendum telah sah dilaksanakan dan final, dan karenanya tidak akan pernah mungkin di mana pun dilakukan ulang."
2. Indonesia sedang berusaha menjadi anggota Dewan HAM PBB 2020-2022
Sejak awal tahun 2019, Indonesia sudah mengumumkan keinginan untuk menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2020-2022. Berbagai kampanye pun dijalankan termasuk dengan menghadiri tanya-jawab publik di sejumlah forum.
Pengambilan suara sendiri akan dilangsungkan pada 16 Oktober mendatang dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Jika terpilih, ini akan menjadi kelima kalinya bagi Indonesia untuk duduk dalam salah satu badan PBB tersebut.
Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi anggota Dewan HAM PBB selama setahun pada 2006 ketika baru terbentuk. Setelahnya, Indonesia dipilih lagi untuk periode 2007-2010, 2011-2014, dan 2015-2017. (Rosa Folia)

Menko Polhukam Apresiasi Kemampuan TNI Hancurkan Musuh dalam Latgab di Situbondo


Belasan ribu prajurit TNI dikerahkan ke Situbondo dalam latihan gabungan (latgab). Prajurit gabungan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU bersatu padu melakukan beragam manuver menghancurkan kekuatan musuh.
Berbagai alutsista canggih juga dikerahkan untuk menyokong pertempuran di lapangan. Salah satunya pesawat tanpa awak UAV CH-4 milik TNI AU, yang mengawali penyerangan. Pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari Lanud Juanda ini tak hanya bertugas melakukan pengintaian target sasaran. Drone yang mampu terbang hingga 30 jam itu juga langsung melakukan pengeboman ke daerah lawan.
MBT Leopard TNI AD
MBT Leopard TNI AD 

Gempuran demi gempuran dari alutsista yang lain juga terus berdentuman di daerah musuh. Para prajurit TNI dari tiga matra itu cukup tangkas melakukan berbagai manuver penyerangan. Baik manuver darat, laut, maupun manuver udara, hingga berhasil menghancurkan daerah musuh.
Demo penyerangan itu ditampilkan dalam Latihan gabungan dengan sandi Operasi Dharma Yudha 2019 di Puslatpur Marinir 5 Baluran, Kecamatan Banyuputih. Puncak latgab itu disaksikan langsung Menko Polhukam Wiranto. Selain itu, turut hadir Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, para kepala staf angkatan, dan jajaran petinggi TNI lainnya.
"Tadi kita saksikan, ada demo baru, ada drone yang bukan hanya mampu melakukan pengintaian, tapi juga berhasil melakukan penembakan dan pengeboman. Ini lompatan teknologi militer yang luar biasa. Mudah-mudahan ke depan nanti teknologi-teknologi militer yang berkembang di dunia juga dapat kita miliki," kata Wiranto di T-12 Baluran setelah menyaksikan latgab Dharma Yudha 2019, Kamis (12/9/2019).
Mantan Panglima TNI ini mengapresiasi keberhasilan prajurit TNI melaksanakan misi latihan gabungan ini. Menurutnya, meski kelihatannya cukup mudah, pengorganisasian operasi gabungan itu rumit dan sulit. Tetapi hal itu bisa dilaksanakan dengan tepat. Bahkan, dalam hitungan detik dan menit, dapat dilaksanakan dengan akurat.
TNI AU
TNI AU 
"Latihan ini sebenarnya juga kesiapsiagaan dari satuan-satuan tempur kita dalam menghadapi kemungkinan berbagai ancaman. Selain itu, merupakan suatu latihan untuk terus meningkatkan, menjaga, dan merawat profesionalisme prajurit di semua tingkatan, di semua matra," imbuh Wiranto.
Wiranto melanjutkan, setiap negara dapat memiliki kebanggaan dan kehormatan. Salah satunya adalah kekuatan angkatan bersenjatanya. Melalui latgab Dharma Yudha 2019, Indonesia telah memiliki kekuatan angkatan bersenjata yang dapat dibanggakan dan dapat mengimbangi kekuatan negara-negara lain.
"Dengan kekuatan angkatan bersenjata seperti yang kita miliki ini, menjadi faktor bahwa kita telah siap menghadapi berbagai ancaman yang mungkin kita hadapi di masa depan," papar Wiranto.
Seperti keterangan yang diperoleh detikcom, pelaksanaan latgab TNI Dharma Yudha 2019 menggunakan dua metode, yakni Latihan Posko dan Latihan Lapangan. Dua metode itu dilaksanakan secara berangkai dengan materi Kampanye Militer dalam bentuk Operasi Gabungan di Mandala Operasi. Komando Gabungan TNI terdiri atas beberapa Komando Tugas Gabungan dengan menampilkan seluruh kemampuan tempur prajurit TNI beserta alut dan alutsista yang dimiliki.
Pendaratan Pantai BMP 3F TNI AL
Pendaratan Pantai BMP 3F TNI AL 
Latgab ini melibatkan sedikitnya 11.716 prajurit. Untuk Latihan Posko sebanyak 1.307 personel, dan Latihan Lapangan sebanyak 10.409 personel. Alutsista yang dikerahkan pun juga terbilang banyak.
Dari TNI AD ada 12 unit tank Leopard, 1 unit tank ARV Leopard, 5 unit truk Transporter, 1 unit Marder, 6 unit Astros, 6 unit meriam 76, 6 unit Caesar, 18 pucuk mortir-81, 9 pucuk mortir-60, 27 pucuk mortir-60, 8 satbak Atlas, 4 satbak MPCV, 2 unit MVP, 8 unit drone Arh, 2 unit AH-64E Apache, 2 unit MI-35P, 4 unit AS-550 Fennec dan 4 unit Bell-412EP.
Sementara itu, TNI AL mengerahkan alut dan alutsistanya berupa 22 unit KRI, 15 unit BTR 50 P/M, 15 unit BMP 3F, 12 unit BTR 50 P/K, 7 unit LVT 7A1, 8 unit Kapa K61, 6 unit How 105 MM, 6 unit Roket MLRS Grad, 4 unit BVPP2, 3 unit Ambulan, 3 unit Truk Tatra Amo, 5 unit Truk Opgleger, 18 unit Ranrik How, 6 unit truk 2,5 Ton, 4 unit Komob, 25 unit Mopel, 2 unit RHIB, 10 unit helikopter dan 4 unit Fix Wing.
Sedangkan TNI AU mengerahkan 6 unit Su-27/30, 16 unit F-16, 6 unit T-50i, 4 unit Hawk 109/209, 6 unit EMB-314 Super Tucano, 12 unit C-130 B/H/HS/L-100, 1 unit C-130 BT, 4 unit CN-295, 3 unit B-737-400/500 VIP, 2 unit B-737-200 Patmar/Intai, 2 unit C-212, 2 unit PTTA Aerostar, 1 unit UAV CH-4, 4 unit NAS-332/EC-725, dan 1 unit Colibri.

Kementrian Perdagangan RI Upayakan Imbal Dagang 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia Rampung Tahun Ini


Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mengupayakan hadirnya produk olahan sebagai imbal dagang 11 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Peningkatan ekspor produk bernilai tambah Tanah Air jadi komitmen untuk dikedepankan.
Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia
Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia  
Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag Karyanto Suprih mengatakan pihaknya terus melakukan diskusi penyelesaian proses ini bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva. Beragam produk RI telah ditawarkan untuk pembelian pesawat dengan nilai total USD1,14 miliar atau setara Rp17 triliun tersebut.
"Secepatnya itu lebih baik, semoga bisa selesai tahun ini dan kami terus bicara sama Dubes Rusia," kata Karyanto ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
Menurut Karyanto produk yang terus ditawarkan dari Indonesia seperti makanan dan minuman. Beragam produk olahan rempah-rempah Tanah Air juga jadi fokus untuk dimasukkan dalam 50 persen dana pembelian pesawat tersebut.
"Banyak (yang ditawarkan) misalnya produk rempah-rempah dan kita maunya produk jadi, jangan cuma produk yang raw material," kata Karyanto.
Karyanto memastikan Kemendag bukan dalam posisi menghambat kebutuhan alutsista pertahanan RI. Saat ini, diskusi masih terus dilakukan agar produk yang menjadi imbal dagang bisa maksimal bermanfaat bagi negara dan masyarakat.
"Soal imbal dagang sebenarnya tidak ada masalah, buat perdagangan bagus, tapi itu kan terkait politik dunia, kalau soal politik bersumber imamnya di Kemlu," paparnya.
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva membeberkan ada beberapa kendala terkait pengiriman Sukhoi ke Indonesia. Progres kontrak dagang RI dengan Rusia ini hanya perlu merampungkan masalah teknis.
"Beberapa masalah teknis dalam kesepakatan ini. Tapi Indonesia dan Rusia sudah melakukan penandatanganan pembelian, dan masalah ada di teknisnya saja," tutur Lyudmila dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 4 September 2019 lalu.
Dia mengatakan pembahasan mengenai pembelian dan pengiriman Sukhoi ini agak lambat. Penyebabnya banyak, termasuk pemilihan presiden beberapa waktu lalu.
"Masalah teknis dalam implementasi kesepakatan ini, kita harapkan bisa segera diselesaikan agar pengiriman bisa berjalan lancar," imbuhnya. (AHL)

Tentara Udara Diraja Malaysia Sambangi Lanud Atang Sendjaja


Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang dipimpin Lt. Col Syed Faisal bin Syed Abdul Kadir, menyambangi Lanud Atang Sendjaja yang diterima langsung Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Eding Sungkana, bertempat di Mako Lanud Atang Sendjaja. Kamis (12/9).
Tentara Udara Diraja Malaysia Sambangi Lanud Atang Sendjaja
Tentara Udara Diraja Malaysia Sambangi Lanud Atang Sendjaja 
Ketika mengawali sambutannya, Komandan Lanud Atang Sendjaja menyampaikan ucapan selamat dating kepada delegasi TUDM. “Selamat datang kepada rombongan TUDM. Kami warga Lanud ATS menyambut dengan sukacita kehadiran saudara-saudara sekalian,” ujar Komandan Lanud ATS, Marsma TNI Eding Sungkana.
Danlanud Ats mengajak TDUM maupun personel Lanud ATS untuk memanfaatkan momentum pertemuan ini untuk saling mengenal. “Marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang baik ini untuk saling mengenal dan saling bertukar pengalaman tentang tugas dan fungssi kita secara umum,” ujarnya.
“Harapan saya dengan adanya kunjungan seperti ini, hubungan kita yang sudah terjalin dengan baik ini akan dapat ditingkatkan lagi, pada masa kini maupun pada masa yang akan datang,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Delegasi TUDM Lt. Col Syed Faisal bin Syed Abdul Kadir, menyampaikan rasa senang bisa berada di Lanud Atang Sendjaja, dan berterima kasih karena mendapatkan sambutan yang luar biasa dari Komandan Lanud Atang Sendjaja beserta para pejabat Lanud Atang Sendjaja lainnya.(Pen Lanud Ats)

Rebut Hati Warga Kongo, Satgas RDB MONUSCO Kembali Terima 7 Pucuk AK-47 dan Mortir


Pendekatan humanis Satgas Indo RDB MONUSCO yang digabung dalam operasi Jaring Laba-Laba 4, berhasil merebut hati warga Kongo dan eks Kombatan kelompok bersenjata Perci di wilayah Axis Kalemi menuju Bendera. Hal tersebut dikatakan Dansatgas Konga XXXXIX-A RDB MONUSCO, Kolonel Inf Dwi Sasongko, dalam rilis tertulisnya di Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Kamis (12/9/2019)
Satgas Indo RDB MONUSCO
Satgas Indo RDB MONUSCO  
Diungkapkan Dansatgas, tujuh pucuk senjata jenis AK-47 yang diperoleh merupakan hasil dari perpaduan kegiatan CIMIC ( Civil and Military Cooperation) dan patroli Tim Gerak Cepat dalam operasi yang dinamakan Jaring Laba-laba 4.
“Melibatkan empat Tim Gerak Cepat (Satgas Indo RDB) di dua wilayah, yaitu Axis Kalemie menuju Bendera dan Kalemie ke Nyunzu,” ujarnya. “Operasi (Jaring Laba-laba) ini kali keempat. Selain melibatkan 4 tim, juga diperkuat dengan 3 tim standby siap gerak di Posko Operasi Standing Combat Deployment (SCD) Kiamusenji,” tegas Dwi Sasongko
Tim Pertama yang dipimpin Kapten Inf Agung Sedayu, lanjutnya, melaksanakan CIMIC di tiga wilayah yaitu Nyunzu, Kisonja dan Pweto. “Tim kedua pimpinan Kapten Marinir Adhi Windarko melaksanakan patroli di wilayah Axis Kalemie menuju Kisonja,” terangnya lebih lanjut.
Kemudian, lanjut Dwi Sasingko, tim ketiga pimpinan Kapten Inf Fachri berpatroli di wilayah Axis Kalemie-Nyunzu. “Terakhir, tim keempat pimpinan Lettu Inf Kenny patroli di wilayah Axis Kalemie-Pweto. Keempat tim ini, gerak bersama masih berstatus Red Zone,” ucap Dwi Sasongko.
Meski beroperasi di empat wilayah berbeda, ditegaskannya, seluruh perintah melalui satu komando langsung darinya sebagai Komandan Satgas Indo RDB. “Sedangkan kegiatan CIMIC yang dipimpin Kapten Inf Agung Sedayu, mereka menggelar berbagai kegiatan sosial bagi warga, berupa pelayanan kesehatan gratis, psikologi lapangan dan perpustakaan mini,” tuturnya.
Selain itu, menurutnya, waktu interaksi dengan warga dimanfaatkan mereka untuk berkomunikasi dengan kepala kampung, kelompok bersenjata maupun tokoh masyarakat setempat. “Hasilnya, diperoleh tujuh pucuk AK-47 dari kelompok bersenjata Perci pimpinan Kadogo di wilayah Axis Kalemi menuju Bendera, dengan sukarela,” tandasnya.
Dengan penyerahan senjata itu, menurutnya, merupakan indikasi dan tekad dari kelompok bersenjata untuk mengakhiri perang dan hidup damai sebagai warga negara pada umumnya. “Selain tujuh senjata AK-47 beserta magasen lengkap, juga diserahkan satu pucuk mortir 60 LR dan lima butir munisi mortir 60 LR, yang kesemuanya diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sampai dengan sepuluh bulan melaksanakan misi PBB di Republik Demokratik Kongo, Satgas Indo RDB telah berhasil menerima penyerahan senjata dari Ex-Combatan sebanyak 45 pucuk senjata yang terdiri dari, 38 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan busur dan ribuan anak panah. (Dispenad)

Paskhas Rebut dan Operasionalkan Kembali Bandara Banyuwangi Melalui OP3U


Banyuwangi, Kamis (12/9). Situasi Bandara Banyuwangi kembali kondusif setelah direbut oleh Paskhas melalui Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara sebanyak 250 prajurit Paskhas diterjunkan untuk menguasai bandara tersebut.
  Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara Paskhas
Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara Paskhas 
Ini merupakan skenario Latihan Gabungan TNI Darma Yudha 2019 yang digelar di Bandara Banyuwangi dan melibatkan satuan Korpaskhas sebagai Satuan Tempur, Tim Pengendali Pangkalan (Dallan), Pengendali Tempur (Dalpur), Jump Master serta Pertahanan Udara (Hanud).
Dalam latihan gabungan kali ini Panglima Komando Gabungan memerintahkan Korpaskhas untuk merebut mengendalikan Bandara Banyuwangi yang telah dikuasai oleh musuh. Kemudian Komandan Korpaskhas menyiapkan satuan jajarannya untuk melaksanakan operasi perebutan yang dikenal dengan OP3U.
Sebelum penerjunan dilaksanakan infiltrasi terlebih dahulu yang melibatkan satuan Bravo 90’ Paskhas dan Detasemen Matra 1 Paskhas yang bertugas untuk melemahkan kekuatan musuh dan menyiapkan daerah penerjunan untuk pasukan yang lebih besar yaitu Wing 1 Paskhas yang dipimpin Kolonel Pas Visnu Hermawan.
Dengan titik muat Lanud Abdulrahman Saleh pasukan diberangkatkan dengan menggunakan Pesawat C-130 Hercules dan dikawal oleh dua pesawat tempur yang melakukan air cover.
Selanjutnya Pukul 06.00 WIB pasukan diterjunkan kemudian melaksanakan serangan, tembak-menembak pun terjadi namun tidak butuh waktu lama pasukan dapat menguasai Bandara Banyuwangi.(Pen Mako korpaskhas)

Indonesia Turut Kecam Keras Netanyahu Soal Tepi Barat


Indonesia turut melemparkan kecaman keras atas pernyataan yang dilontarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengenai Tepi Barat. Indonesia menyebut pernyataan itu tidak sesuai hukum internasional dan resolusi PBB.
Indonesia Kecam Keras Netanyahu Soal Tepi Barat
Indonesia Kecam Keras Netanyahu Soal Tepi Barat 
Netanyahu bersumpah akan mencaplok sebagian Tepi Barat, yang terdiri dari Lembah Yordan, Laut Mati utara atau bagian mana pun dari wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, jika terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Israel.
"Indonesia mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Netanyahu yang menjanjikan aneksasi Israel atas sebagian Tepi Barat jika dirinya berkuasa kembali setelah pemilu," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia.
"Pernyataan tersebut jelas bertentangan dengan hukum internasional dan berbagai resolusi PBB serta mengancam kelangsungan proses perdamaian," sambungnya, dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Rabu (11/9).
Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataan kemudian menyerukan kembali penyelesaian isu Palestina berdasarkan solusi dua negara dan parameter yang disepakati internasional.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera mengambil sikap atas pernyataan ini. "Penting bagi OKI secara kolektif untuk segera merespon pernyataan yang berbahaya tersebut," tukasnya.(Victor Maulana)

F-35 Supermahal Dipakai untuk Mengebom ISIS, Militer AS Dikritik


Anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat Amerika Serikat (AS) mengkritik penggunaan pesawat jet tempur siluman F-35 yang supermahal untuk mengebom basis ISIS di Pulau Qanus, Irak. Selain jet tempur siluman tersebut, militer Amerika juga menggunakan jet tempur F-15 untuk menjatuhkan bom seberat 80.000 pound.
Pemboman Pulau Qanus Irak
Pemboman Pulau Qanus Irak 
Biaya operasional F-35 mencapai USD35.000 (Rp488,9 juta) per jam per unit. Para Senator ingin tahu mengapa pesawat tempur yang mahal itu digunakan untuk menyerang sekelompok teroris ISIS yang bersembunyi di semak-semak ketika opsi yang lebih murah masih tersedia.
Militer AS telah mengonfirmasi bahwa pasukan koalisi menyerang markas ISIS di Pulau Qanus, Irak, pada hari Selasa. Kelompok teroris itu dibom di lokasi persembunyiannya, di vegetasi yang lebat.
Senator meminta Barbara Barrett—calon Sekretaris Angkatan Udara yang diinginkan Presiden Donald Trump—ditanya pendapatnya pada hari Kamis apakah menggunakan pesawat mahal untuk misi semacam itu adalah keputusan keuangan yang bagus.
"Saya memiliki keprihatinan nyata tentang penggunaan pesawat terbang generasi kelima untuk menyerang sekelompok teroris yang bersembunyi di semak-semak," kata Senator Partai Republik, Tom Cotton, kepada Barrett.
"Rasanya bagi saya seakan-akan kita harus menggunakan pesawat yang cocok di lingkungan di mana kita memiliki dominasi udara total, dan F-35 serta pilot mereka harus dilatih untuk konflik tingkat tinggi melawan lawan seperti China," ujarnya, dikutip Washington Examiner, Jumat (13/9/2019).
Cotton sangat khawatir bahwa F-35 digunakan mengingat laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah yang mengatakan rantai pasokan F-35 tidak memiliki cukup suku cadang yang tersedia untuk menjaga agar pesawat beroperasi sesuai persyaratan militer.
Jack Reed, Senator Partai Demokrat sependapat dengan Cotton. Dia mengungkapkan keprihatinannya tentang keberlanjutan nasib jet tempur berteknologi tinggi, yang merupakan program senjata paling mahal dalam sejarah Amerika.
"Tapi itu berkaitan dengan masalah angka. Angkatan Udara ingin melihat 1.763 pesawat F-35, tetapi jika biayanya USD35.000 per jam, bagaimana kita bisa membayarnya?," kata Reed.
Barrett, seorang pilot perempuan pertama yang mendaratkan pesawat F-18 pada sebuah kapal induk, mengatakan menurunkan biaya penerbangan akan menjadi salah satu prioritasnya sebagai Sekretaris Angkatan Udara.
"F-35 adalah elemen penting dari arsenal, dan kami membutuhkan kemampuan, tetapi biaya untuk jam penerbangan tampak sangat tinggi," kata Barrett. "Saya akan menggunakan latar belakang di mana saya harus bernegosiasi dan membangun kemampuan sehingga pesawat dapat diterbangkan dengan biaya lebih sedikit," ujarnya.
Kongres telah berulang kali menyediakan uang bagi Pentagon untuk mengembangkan pesawat serang ringan yang dapat melakukan operasi terhadap musuh seperti ISIS dengan biaya lebih kecil dari pesawat lain.
Juru bicara Counter Terrorism Service (CTS) Irak, Sabah Al-Numaan, mengatakan serangan jet-jet tempur AS di Pulau Qanus menewaskan sekitar 25 petempur Islamic State atau ISIS.(Muhaimin)

DSEI 2019: BAE Systems Tampilkan Howitzer Swa-Gerak ARCHER 155mm Baru


BAE Systems pada acara DSEI 2019, Pameran Pertahanan dan Keamanan Internasional di London, Inggris, menampilkan versi baru howitzer swa-gerak ARCHER 155mm yang didasarkan pada sasis truk 8M8 Rheinmetall MAN Military yang sangat mudah beradaptasi dengan kondisi tanah dan medan perang yang beragam, memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan misi untuk militer di seluruh dunia.
Howitzer Swa-Gerak ARCHER 155mm
Howitzer Swa-Gerak ARCHER 155mm  
Kuncinya adalah desain modular yang memungkinkannya untuk diintegrasikan ke dalam sasis truk yang berbeda dan kemudian dapat secara mulus menyesuaikan ke armada kendaraan yang ada. Modularitas ARCHER menjadikannya solusi hemat biaya yang memberikan kemampuan medan perang yang penting. 
Sistem ARCHER yang ditampilkan di DSEI 2019 dipasang pada truk Rheinmetall RMMV HX2 8x8 - yang merupakan truk yang umum digunakan dan sudah beroperasi pada Angkatan Darat Inggris. ARCHER yang asli, yang pertama kali diserahkan ke Angkatan Bersenjata Swedia pada 2013, dipasang pada articulated hauler Volvo A30 6X6.
“ARCHER versi internasional baru ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam berbagai sasis yang berbeda, memungkinkan pelanggan menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Ulf Einefors, direktur pemasaran dan penjualan pada bisnis BAE Systems Weapon Systems di Swedia. “Kami senang menampilkan versi baru ini di DSEI untuk menunjukkan keserbagunaan yang dapat ditambahkan ARCHER pada pasukan militer sekutu mana pun.”
ARCHER dengan kemampuan swa-gerak jarak jauh membawa kecepatan, mobilitas, dan rate of fire yang tinggi untuk mendukung pasukan darat. Dengan kabin lapis baja ARCHER, kru yang terdiri atas tiga orang membutuhkan kurang dari 30 detik untuk mengerahkan atau memindahkan sistem tersebut, menjadikan ARCHER sistem artileri shoot-and-scoot terbaik. 
Sebagai sistem 155mm kaliber 52 beroda paling canggih yang beroperasi saat ini, ARCHER memiliki fitur auto-loader 21 peluru dan komputer perhitungan balistik onboard. Sistem ini dapat menembakkan hingga delapan peluru per menit pada jarak mendekati 40 kilometer dengan amunisi 155 mm konvensional dan 60 kilometer dengan amunisi berpemandu presisi seperti Excalibur. Meriamnya mempunyai elevasi -1° hingga +70° secara horizontal, dan mampu berputar secara horizontal 85° ke kiri dan kekanan, sesuatu yang melebihi yang dapat dilakukan oleh sistem serupa seperti CAESAR (meriam CAESAR berputar secara horizontal 15° ke kiri dan ke kanan).(Angga Saja-TSM)

AU India Resmikan Pesawat AEW&C Embraer-145 Kedua


Angkatan Udara India (IAF) pada hari Rabu (11/09) secara resmi meresmikan pesawat Embraer-145 keduanya yang dilengkapi dengan sistem Airborne Early Warning & Control (AEW&C) NETRA buatan dalam negeri India.
   Airborne Early Warning & Control (AEW&C) NETRA India
 Airborne Early Warning & Control (AEW&C) NETRA India 
Pesawat tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Bhisiana di Punjab. Pesawat AEW & C pertama diresmikan pada bulan Februari 2017. Penugasan pesawat pertama tersebut yang diketahui adalah pada bulan Februari tahun ini saat India berhadapan dengan Pakistan. Pada 26 Februari, AU India melakukan serangan udara fajar di tempat-tempay yang diduga kamp teroris di Balakot, Muzaffarabad dan Chakoti, melintasi Line of Control (perbatasan tidak resmi antara India dan Pakistan di wilayah Kashmir) menggunakan 12 jet tempur Mirage 2000 yang dipandu oleh UAV Heron UAV dan pesawat Embraer AWACS EMB-145.
Sistem AWACS dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (Defense Research and Development Organisation - DRDO) dan Pusat Sistem Udara (CABS). Sistem ini disebut sebagai sistem DRDO Netra AEW&CS, atau disebut juga sebagai "Eye in The Sky." Proyek ini menelan biaya $ 350 juta (INR 2.500 crore).
Mission system control (MSC) dari sistem AEW & C menggabungkan semua data dari sensor untuk memungkinkan pengendalian wilayah udara target. MSC mampu menilai ancaman menggunakan data yang diterima dari sensor pada pesawat dan sumber-sumber lain, dan menyajikan Air Situation Picture (ASP).
Sistem ini terutama terdiri dari radar active electronically scanned array (AESA) dan radar pengawasan sekunder (SSR/IFF). Dua pemancar planar array dipasang saling membelakangi dan dipasang di atas badan pesawat dalam active antenna array unit (AAAU) yang akan memberikan cakupan 240° seperti Erieye buatan Saab Swedia. SSR menyediakan Electronic Support Measures (ESM) dan Communication Support Measures (CSM) yang mengidentifikasi dan mengklasifikasikan ancaman berdasarkan emisi yang dipancarkannya. Ini juga berfungsi sebagai sistem identifikasi kawan atau lawan. Pesawat pengintai juga dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar udara-ke-udara untuk terbang yang lebih lama (hingga 9 jam dengan sekali pengisian bahan bakar udara-ke-udara).
Pesawat juga dilengkapi dengan Self Protection Suite (SPS) yang terdiri dari Radar Warning Receiver (RWR) yang terintegrasi ke dalam sistem ESM, Missile Approach Warning System (MAWS) dan Counter Measures Dispensing system (CMDS). Data Handling and Display System (DHDS)-nya akan menampilkan Gambaran Situasi Udara di panel Kerja operator (Operator Work Station - OWS) dan akan menyediakan fasilitas komunikasi untuk berinteraksi dengan sistem.(Angga Saja-TSM)

Drone CH4 Ditampilkan dalam Latgab TNI "Dharma Yudha 2019"


Pesawat nir-awak drone CH4 berjenis MALE (Medium Altitude Long Endurance) ditampilkan dalam latihan gabungan TNI dengan sandi "Dharma Yudha 2019" di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.
"Drone CH4 ini dikendalikan dari Surabaya," ujar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau latihan gabungan tersebut, Rabu (11/09).
Drone CH4
Drone CH4  

Hadi mengatakan drone tersebut dapat terbang dengan durasi hingga 12 jam, disertai kemampuan radius jangkauan hingga 1.000 km apabila diintegrasikan dengan satelit BLOS (beyond line of sight).
Drone CH4 memiliki keistimewaan karena selain berfungsi sebagai alat pengawasan, pesawat tersebut juga dapat melancarkan serangan menggunakan bom.
"Seperti yang kita laksanakan kemarin kita menembak, mengebom dari ketinggian 15 ribu kaki dan kita rilis hasilnya sangat presisi," ujar Hadi.
Hadi menyebut bahwa drone CH4 masuk dalam pengadaan pada rencana strategis (Renstra) TNI Tahap II tahun 2019. Rencananya TNI akan mendatangkan enam pesawat serupa untuk menambah kekuatan pada dua skuadron.
Selain drone CH4, TNI juga menampilkan sepertiga kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaik lainnya, termasuk pesawat dan tank.
Latihan gabungan TNI "Dharma Yudha 2019" digelar sejak 9 September hingga 12 September 2019, dengan melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Dijadwalkan puncak acara latihan gabungan TNI "Dharma Yudha 2019" akan dihelat pada Kamis (12/09) dengan tajuk "Fire Power Demo", dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri.
Pewarta: Fathur Rochman Editor: Bambang Sutopo Hadi
Sumber :  antaranews.com

Polandia Mendapat Persetujuan AS Membeli 32 Jet Tempur Siluman F-35


Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan izin atau persetujuan kepada Polandia untuk membeli 32 unit pesawat jet tempur siluman generasi kelima F-35.
Persetujuan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika ini menjadikan Polandia sebagai pelanggan militer asing ke-13 yang memborong pesawat tempur termahal tersebut.
 Jet Tempur Siluman F-35
 Jet Tempur Siluman F-35 
Dalam pengumumannya hari Rabu, Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan bahwa Warsawa telah disetujui untuk menerima 32 pesawat F-35A Lightning II buatan Lockheed Martin dengan dukungan dan peralatan terkait. Biaya pembelian puluhan pesawat tempur canggih ini diperkirakan mencapai USD6,5 miliar.
"Penjualan F-35A Lightning II Joint Strike Fighter ke Polandia akan memberikan sekutu utama NATO dengan pesawat tempur paling canggih di dunia, meningkatkan kemampuannya untuk memberikan pertahanan kolektif dan pertahanan diri, dan mengurangi ketergantungannya pada warisan peralatan Rusia," kata Departemen Laur Negeri dalam rilis Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA), badan yang bernaung di Departemen Pertahanan Amerika.
"F-35 akan berkontribusi pada tujuan Polandia memodernisasi kemampuan militernya sambil terus meningkatkan interoperabilitas dengan Amerika Serikat, anggota NATO, dan sekutu lainnya," lanjut rilis tersebut, seperti dikutip Military.com, Kamis (12/9/2019).
Polandia secara resmi diminta untuk membeli F-35 pada bulan Mei. Bulan berikutnya, Korps Marinir F-35B melakukan flyover di atas Gedung Putih ketika Presiden Donald Trump dan Presiden Polandia Andrzej Duda menyaksikannya.
Persetujuan Washington ini menggarisbawahi kesediaan Amerika Serikat untuk bekerja dengan Polandia guna mengganti armada Sukhoi Su-22 dan MiG-29 dengan pesawat tempur generasi ke-5 buatan Amerika.
"Ini adalah langkah penting dalam proses akuisisi dan untuk mencapai tujuan Polandia untuk pengiriman pesawat pertama mereka pada 2024," kata juru bicara Lockheed Martin Mike Friedman dalam sebuah pernyataan.
"F-35 akan membawa kemampuan (pesawat) generasi kelima ke Angkatan Udara Polandia yang memberikan tingkat mematikan, kemampuan bertahan hidup dan konektivitas yang tidak tertandingi kepada Angkatan Bersenjata Polandia dan memungkinkan interoperabilitas lanjutan dengan operator F-35 NATO lainnya," ujar Friedman.
Pada Agustus, sekelompok senator Partai Republik mendesak Departemen Pertahanan untuk memperluas program F-35 Joint Strike Fighter yang dipimpin AS dengan tambahan penjualan asing untuk menciptakan koalisi sekutu yang lebih kuat.
Dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada Menteri Pertahanan Mark Esper pada 6 Agustus, Senator Partai Republik Marco Rubio asal Florida dan Pat Toomey asal Pennsylvania mengatakan AS akan mendapat manfaat dengan memiliki lebih banyak F-35 di jalur penerbangan di seluruh dunia.
Seruan anggota parlemen untuk ekspansi muncul tak lama setelah Pentagon kehilangan salah satu negara mitra F-35 NATO-nya, yakni Turki.
Departemen Pertahanan secara resmi membuat Turki tidak berpartisipasi dalam program tersebut pada bulan Juli karena Ankara membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Meski Turki secara resmi dikeluarkan dari program F-35, pembatalan kontrak pembelian pesawat canggih itu baru diputuskan pada awal 2020. (Muhaimin)

DSEI 2019: Italia Bergabung dalam Proyek Tempest


Italia telah bergabung dengan proyek yang dipimpin Inggris untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-enam Tempest.
Menteri pertahanan negara Italia, Guerini Lorenzo, mengumumkan kesepakatan untuk bermitra dengan proyek tersebut pada 10 September setelah penandatanganan statement of intent (SOI) dengan Sir Simon Bollom, CEO Defence Equipment and Support (DE&S), dan Letnan Jenderal Nicolò Falsaperna, Sekretaris Jenderal Pertahanan Italia, pada pameran pertahanan DSEI 2019 di London.
Proyek Tempest
Proyek Tempest 
Dengan mengikuti program Tempest, Italia bergabung dengan Swedia sebagai dua mitra internasional pertama pada proyek tersebut setelah negara Skandinavia tersebut menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni untuk bekerja bersama Team Tempest untuk mengembangkan teknologi masa depan yang terkait dengan platform tersebut. Namun, sementara ini Swedia belum secara resmi bergabung dengan program tersebut (keputusan nasional tentang hal itu akan diambil pada kuartal ketiga tahun 2020) dan bekerja sama pada program Combat Air Strategy (CAS) Inggris yang lebih luas, yang mencakup Tempest, komitmen Italia untuk pesawat tempur next generation itu tampaknya lebih konkret pada tahap ini.
Tempest direncanakan akan terbang sekitar tahun 2040, menggantikan Eurofighter Typhoon untuk Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Kemampuan generasi ke-enamnya akan terletak pada integrasi pesawat berawak dan tak berawak yang membawa senjata dan sensor, diikat bersama oleh jaringan data yang kompleks dan infrastruktur informasi seperti cloud.
Informasi tentang ruang lingkup keterlibatan Italia dalam program ini ditunggu-tunggu di DSEI, dimana beberapa sumber menduga partisipasi Roma akan melampaui apa yang Swedia dan kontraktornya Saab tawarkan pada bulan Juli lalu.
Keterlibatan Italia dalam Tempest memperkuat apa yang menjadi perlombaan besar di Eropa untuk mengembangkan pesawat tempur next generation untuk benua itu. Perancis, Jerman dan Spanyol sedang melakukan upaya terpisah dengan mengembangkan Future Air Combat System, dimana Airbus dan Dassault menjadi pemimpin program tersebut.(Angga Saja-TSM)
Sumber :  janes.com

China Kerahkan Pesawat Nirawak Awasi Pulau-Pulau di Wilayah Laut China Selatan


China mengerahkan jaringan pesawat nirawak (drone) untuk mengawasi pulau-pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan yang disengketakan.
Menurut Biro Laut Selatan Kementerian Sumber Daya Alam China, pengawasan itu mencakup pulau-pulau yang tak berpenghuni dan sulit dijangkau serta perairan terbuka yang luas di wilayah itu.
Drone China
Drone China 
"Rantai komunikasi drone sangat meningkatkan pengawasan dinamis kami terhadap Laut China Selatan, dan memperluas jangkauan kami ke laut lepas," kata biro itu di situs resminya seperti disitir dari South China Morning Post, Kamis (12/9/2019).
Menurut biro tersebut, sistem pengawasan udara-darat terdiri dari banyak pesawat tak berawak (UAV) yang membawa kamera High Definition, kendaraan komunikasi mobile yang bertindak sebagai stasiun relay transmisi, serta jaringan komunikasi informasi maritim berbasis satelit.
Keberadaan drone ringan itu dimaksudkan untuk melengkapi sistem penginderaan jauh satelit China - yang sering dipengaruhi oleh cuaca mendung di daerah tersebut - dengan gambar yang berkualitas lebih tinggi, multi-sudut, dan gambar real time.
Sementara van komunikasi dapat didorong atau diangkut ke tempat-tempat yang tidak memiliki stasiun komunikasi darat dan menerima sinyal yang dikirim oleh drone. Sinyal kemudian dapat diunggah ke jaringan satelit sebagai gambar atau live streaming, untuk ditampilkan ribuan kilometer jauhnya di markas komando biro di provinsi selatan Guangdong.
"Sistem ini telah digunakan dalam administrasi maritim termasuk untuk memeriksa perairan atas tanda-tanda yang mencurigakan, menyelidiki situs bersejarah, dan memantau laut dan pulau secara real time," kata biro itu.
"Ini akan memainkan peran penting dalam kasus-kasus pengamatan bencana dan tanggap darurat, seperti kecelakaan tumpahan minyak atau wabah alga pasang merah," sambungnya.
China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya alam, yang juga merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia. Namun klaim itu juga dimiliki oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei.
Jaringan pesawat tak berawak adalah penegasan terbaru China atas wewenangnya di wilayah tersebut, menyusul pendirian pos-pos militer di tujuh pulau buatan yang dibangunnya di kepulauan Spratly yang disengketakan.
China juga meluncurkan sistem konstelasi satelit Hainan - yang diharapkan akan selesai pada tahun 2021 untuk pemantauan lalu lintas harian secara real-time di Laut China Selatan. Sistem ini akan mencakup enam satelit optik, dua satelit hiperspektral, dan dua satelit radar.
Beijing juga telah membangun radar cuaca, pengamatan maritim, dan stasiun pemantauan lingkungan, yang semakin memperkuat kedaulatannya dan menyediakan "barang publik" untuk pengguna lain di daerah sensitif. (Berlianto)

Saab Incar Pasar Ekspor untuk Gripen Terbarunya, Siap Berikan Transfer Teknologi


Saab AB menargetkan serangkaian kesepakatan ekspor untuk pesawat tempur Gripen versi terbaru -nya setelah penerbangan pertama pesawat tempur untuk Brasil sebagai bagian dari kontrak di sana.
Penawaran Gripen dari kontraktor pertahanan Swedia tersebut mendapat perlawanan dari jajaran jet pesaing yang tangguh dari Boeing Co., Lockheed Martin Corp., Eurofighter dan Dassault Aviation SA dari Prancis, tetapi mereka melihat potensi penjualan yang kuat dari sejumlah tender saat ini, kata kepala aeronautika Saab Jonas Hjelm dalam sebuah wawancara.
Gripen
Gripen 
Pemilihan Boeing/Saab T-X pada tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pesawat latih jet AS untuk tahun-tahun mendatang juga telah memberikan dorongan bagi kedudukan global perusahaan Skandinavia itu, katanya.
Di antara prospek pesanan yang paling cemerlang bagi Saab adalah kebutuhan 64 pesawat tempur dari negara tetangga Swedia, Finlandia, tender Kanada untuk 88 jet tempur, dimana Eurofighter dan Dassault telah mengundurkan diri, tender Kroasia yang dibuka kembali untuk menggantikan Mikoyan MiG-21 yang telah ketinggalan zaman, dan sebuah kontes di Kolombia di mana Hjelm mengatakan kesepakatan Brasil dapat menjadi contoh atau template untuk memenangkan penawaran. Dia menyebut target 400 hingga 500 pesanan Gripen selama 15 tahun, atau lebih dari 10% dari pasar tempur yang tersedia.
"Kemenangan di Brasil sangat besar," kata eksekutif itu melalui telepon. “Hal itu benar-benar menempatkan kita di peta dunia. T-X juga merupakan hal yang sangat besar. Angkatan Udara Brasil dan Angkatan Udara AS, mereka tidak memilih produk kalau bukan produk yang baik. Itu merupakan pengakuan, dan saya pikir kita akan mendapat manfaat secara keseluruhan. "
Kebutuhan Finlandia senilai 11 miliar euro ($ 12,2 miliar) adalah "teratas dalam daftar" di antara kontes pesawat tempur, kata Hjelm, dimana Gripen E baru akan didemonstrasikan dalam uji coba penerbangan pada awal tahun depan dan penawar dipilih pada awal 2021.
Penawaran Kolombia
Produsen Saab akan mengajukan penawaran untuk tender Kanada, yang sekarang menjadi perlombaan bersama Boeing dan Lockheed Martin, pada kuartal pertama tahun 2020, sementara kebutuhan Kroasia sedang dalam tahap
awal setelah dihidupkan kembali karena negara Balkan itu tidak memperoleh Lockheed Martin F-16 dari Israel.
Hjelm mengatakan Saab optimis tentang kebutuhan Kolombia, dimana angkatan udara Kolombia tengah memeriksa proposal dan kemungkinan akan merespons akhir tahun ini atau awal tahun berikutnya. Industri kedirgantaraan negara Amerika Selatan ini cukup maju untuk Saab agar dapat menawarkan pembagian kerja dan transfer teknologi untuk membantu memenangkan pesanan, katanya, mirip dengan tawaran yang membantu mengamankan kesepakatan 36-jet untuk Brasil.
Gripen E keempat telah dibangun dan pesawat produksi pertama mengudara pada 26 Agustus dan dipresentasikan ke Brasil pada Selasa lalu (10/09) dalam sebuah upacara di Swedia yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Brasil Fernando Azevedo e Silva dan Panglima AU Brasil Lieutenant Brigadier Antonio Carlos Carlos Moretti Bermudez, serta Chief Executive Officer Saab Hakan Buskhe.
Sementara jet berkecepatan Mach 2 itu akan tetap di Swedia untuk melanjutkan tes penerbangan, dengan tonggak pengiriman pertama dicapai secara efektif, Saab juga akan mencari untuk mengeksplorasi prospek untuk kesepakatan lanjutan.
Kemungkinan pembeli Gripen lainnya termasuk Austria, Filipina, dan India, di mana kontes raksasa untuk lebih dari 100 pesawat akan segera dilakukan setelah Dassault Rafale memenangkan pesanan awal yang terpotong, kata Hjelm. Dia mengatakan tidak ada berita tentang tindak lanjut penjualan Gripen varian E ke Swedia, yang sudah memesan 60 pesawat.

Radar Acak