Bulan Depan Prancis Kirim Kapal Induk Charles de Gaulle ke Samudra Hindia

 Kapal Induk Charles de Gaulle
 Kapal Induk Charles de Gaulle 

Prancis akan mengirim satu-satunya kapal induk miliknya, Charles de Gaulle, ke Samudra Hindia pada bulan depan. Rencana pengiriman kapal induk bertenaga nuklir itu diumumkan Kementerian Pertahanan Prancis.
Paris berharap langkah itu akan memperkuat pengaruhnya di wilayah tersebut, meskipun jalur perairan itu memang terdapat banyak pulau milik Prancis. Paris juga memiliki pangkalan di kawasan Samudra Hindia.
Mulai bulan depan, Charles de Gaulle yang baru dimodernisasi akan dikirim untuk misi lima bulan ke Pulau Reunion, di lepas pantai timur Madagaskar. Kapal raksasa itu disertai dengan kelompok tempurnya yang terdiri dari tiga kapal perusak, sebuah kapal selam dan sebuah kapal pasokan. Rincian kelompok tempur itu telah dikonfirmasi Nationale Marine pada hari umat pekan lalu.
Kapal Charles De Gaulle kembali beroperasi di laut pada November setelah 18 bulan menjalani modernisasi dengan biata USD1,4 miliar. Agen pertahanan pemerintah, Direction Générale de l'Armement, telah meningkatkan sistem tempur kapal induk tersebut. Fasilitas dan platform perawatan pesawat, radar dan sistem komunikasi dan navigasi juga telah ditingkatkan atau di-upgrade.
Kapal Charles de Gaulle dengan bobot 42.000 ton berpotensi dikerdilkan oleh kapal-kapal induk Amerika Serikat. Kapal induk Prancis itu masih menggunakan sistem ketapel uap untuk meluncurkan pesawat terbang dan satu-satunya kapal induk non-AS yang digerakkan oleh reaktor nuklir.
Kementerian Pertahanan setempat mengatakan Angkatan Laut Prancis berencana untuk berinteraksi dengan beberapa sekutu saat berada di laut, termasuk dengan kapal-kapal dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Angkatan Laut Denmark dan Angkatan Laut Portugal.
"Kapal-kapal Amerika dan Australia juga akan memperkuat kelompok kapal induk di seluruh misinya," kata kementerian itu, dikutip Sputnik, Kamis (28/2/2019). "Dimensi internasional ini dari (kelompok tempur Charles de Gaulle), dengan demikian membuktikan tingkat kerja sama dan kepercayaan yang tinggi antara Angkatan Laut Sekutu dan Angkatan Laut kami," lanjut kementerian tersebut.
"Mereka masih bercita-cita untuk menjadi pemain utama," kata Michael Shurkin, seorang analis di kelompok think tank RAND Coropration, kepada The National Interest. "Memiliki kapal induk nuklir benar-benar mendukung ambisi itu."
Masih menurut Kementerian Pertahanan Prancis, penyebaran kapal induk ke Samudra Hindia bertujuan untuk menegaskan kembali kehadiran Prancis di bidang-bidang maritim dan memperkuat penilaiannya terhadap situasi di kawasan Indo-Pasifik. "Campur tangan untuk mengatasi masalah keamanan regional yang sesuai, mengembangkan kemampuannya untuk bekerja sama dengan militer lain, dan memperkuat kemitraan strategis," kata kementerian itu.
"Prancis selalu berdiri di garis depan dalam membela hak kebebasan navigasi yang tidak dapat dicabut di perairan internasional," imbuh Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly. "Setiap kali ada pelanggaran prinsip dasar hukum internasional, seperti yang saat ini terjadi di Laut China selatan, kami akan menunjukkan kebebasan kami untuk bertindak dan berlayar di perairan seperti itu."
Charles de Gaulle diluncurkan pada 1994 dan namanya diambil dari nama Jenderal Prancis; Charles de Gaulle, yang memimpin Pasukan Prancis selama Perang Dunia II dan kemudian menjabat sebagai presiden negara itu setelah kudeta 1958.(Muhaimin)

Indonesia pada AS: Beli 11 Su-35 Rusia, Kami Independen

Su-35 Rusia
Su-35 Rusia 

Pemerintah Indonesia menyampaikan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) soal sikapnya yang independen dalam pembelian persenjataan asing. Pernyataan ini terkait bayang-bayang ancaman sanksi Washington terhadap Jakarta karena membeli 11 unit pesawat jet tempur Su-35 Rusia.
"Kita sampaikan juga kepada Amerika bahwa kita independen dan kita juga beli Boeing, beli F-16 dan tidak apa-apa sebagai negeri independen, saya kira mereka tahu. Kita juga terbuka soal pembelian Sukhoi Su-35 (Rusia). Jadi, semuanya baik-baik saja," kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi.
Dubes Wahid mengatakan sanksi yang dikenakan AS terhadap Rusia hampir tidak berpengaruh pada hubungan dan kerja sama Indonesia dengan Rusia.
"Hampir tidak ada sebenarnya, itu kan hanya kalau bisnisnya, bisnis AS dengan Rusia kan baik baik saja, malah bisnis Rusia dan AS di 2019 naik saya lihat," ujar Wahid di Kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kamis (28/2/2019).
"Memang ada beberapa sanksi terhadap beberapa individu, bahkan tiga perusahaan besar yang disanksi sudah dicabut sanksinya. Memang masih ada, misalnya untuk peralatan militer dan lainnya," ujarnya.
Dia menuturkan, Indonesia sudah memberikan penjelasan kepada pihak AS, bahwa Jakarta mengambil sikap netral. Artinya, terbuka untuk kerja sama dengan kedua belah pihak. AS, lanjut Supriyadi memahami posisi Indonesia, oleh karena itu sanksi-sanksi pada Rusia tidak terlalu berpengaruh pada Indonesia.
Sekadar diketahui Washington telah memberlakukan undang-undang (UU) bernama Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Dalam UU itu, AS merasa berhak menjatuhkan sanksi terhadap negara mana saja yang membeli persenjataan Rusia.
UU AS itu sejatinya hanya ditargetkan pada Moskow sebagai respons atas aneksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 dan dugaan ikut campur pemilu AS 2016. Sejauh ini, UU itu telah menghantam China karena membeli beberapa jet tempur Su-35 dan sistem rudal pertahanan S-400 Rusia.(Victor Maulana)

Rahasia Sukhoi Su-30SM Serasa Su-35

Sukhoi Su-30
Sukhoi Su-30 

Tass (27/2/19) memberitakan Su-30SM sedang ditingkatkan oleh Irkut Aircraft Corporation dan Biro Desain Sukhoi pada penugasan Kementerian Pertahanan Rusia dengan melibatkan perusahaan-perusahaan pertahanan Rusia terkemuka.
Peningkatan akan meningkatkan kemampuan tempur pesawat Sukhoi yang paling laku itu, menjadi setingkat atau sama dengan jet tempur Su-35 Flanker-E yang merupakan pemuncak keluarga Flanker.
Radar baru untuk Su-30SM akan meningkatkan jangkauan mendeteksi dan mengidentifikasi target udara dan memberikan pesawat dengan senjata presisi baru untuk mencapai target udara, darat dan laut pada jarak beberapa ratus kilometer.
Su-30SM adalah jet tempur berat multi-supermaneuverable yang dilengkapi dengan radar PESA (Phased Electronically Scanned Array) dan sayap kecil canard. Jet tempur ini ini dilengkapi dengan mesin AL-31FP yang berasal dari motor baseline AL-31F dari pesawat Su-27. Hal ini dibedakan oleh vektor daya dorong dan peningkatan umur layanan.
Su-35 adalah jet tempur super-manuver manuver 4 + + multi-guna buatan Rusia yang dilengkapi dengan radar array bertahap dan pendorong yang dapat dikendalikan. Pesawat tempur ini dilengkapi dengan mesin AL-41F-1S, yang memungkinkannya mengembangkan kecepatan supersonik tanpa dorongan afterburner.
Mesin turbojet AL-41F-1 eksperimental melakukan fungsi powerplant tahap pertama untuk pesawat tempur generasi kelima Su-57 (PAK FA) dan memiliki daya dorong yang lebih besar, sehingga saat dipasang ke Su-30SM otomatis akan meningkatkan daya dorongnya. (Aryo Nugroho)
Sumber : ucweb.com

AS Desak India dan Pakistan untuk Tahan Diri di Kashmir

Mike Pompeo
Mike Pompeo 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, meminta India dan Pakistan untuk menahan diri dan menghindari pertikaian lebih lanjut di Kashmir.
Pompeo menyampaikan langsung permintaan ini ketika menghubungi menteri luar negeri Pakistan dan India.
"Kami mendorong India dan Pakistan untuk menahan diri, dan menghindari eskalasi dengan cara apa pun," kata Pompeo sebagaimana dilansir Reuters.
Pernyataan ini dirilis tak lama setelah Pakistan mengklaim menembak jatuh dua jet tempur India di atas wilayah Kashmir.
Juru bicara militer Pakistan, Asif Ghafoor, mengatakan salah satu pesawat jatuh di wilayah Kashmir yang mereka kuasai, sementara satu jet lainnya jatuh di wilayah Kashmir bagian India.
Dua pilot India dilaporkan ikut ditangkap dalam insiden itu.
Meski hidup bertetangga, relasi India dan Pakistan selalu terganjal konflik di Kashmir. Sejak merdeka dari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah untuk India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir.
India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil.
Ketegangan kedua negara kembali memanas di Kashmir setelah bom bunuh diri menerjang konvoi militer India di wilayah itu pada 14 Februari lalu. Insiden itu menewaskan setidaknya 40 personel militer India.
New Delhi menuding Islamabad terlibat dalam bom bunuh diri itu, sebuah klaim yang dibantah Pakistan. Sejak itu, bentrokan militer antara kedua negara terus terjadi. (ham/has)

Pakistan Rilis Video Pilot India Tertangkap dalam Keadaan Luka

 Pilot India Tertangkap
 Pilot India Tertangkap 

Pakistan hari ini merilis video pertama pilot India tertangkap setelah jet tempurnya ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF) ketika memasuki wilayah udara Pakistan.
Dilansir dari laman Rusia Today, Rabu (27/2), PAF mengatakan mereka menembak jatuh dua jet India, salah satunya jatuh di wilayah Azad Jammu dan Kashmir, satu lagi jatuh di wilayah Kashmir yang masuk wilayah India.
Dalam video itu pilot India yang tertangkap menyebutkan nama dan dari kesatuan apa dia berasal ketika ditanyai pejabat militer Pakistan.
Juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Asif Ghafur mengatakan dua jet India ditembak jatuh dan tiga pilot ditangkap. akun Twitter resmi pemerintah Pakistan menyebut pilot dalam video itu adalah Komandan Angkatan Udara Abhinandan.
"Menindaklanjuti serangan PAF pagi ini seperti yang dirilis MoFA, Angkatan Udara India melintasi LOC. PAF menembak jatuh dua jet India di dalam wilayah udara Pakistan. Satu pesawat jatuh di wilayah AJ&K, sedangkan satu lagi di wilayah India. Satu pilot India ditangkap tentara di lapangan, dua lagi di wilayah itu," kata cuitan akun Maj Gen Asif Ghafoor.
"Hari ini Angkatan Udara Pakistan melancarkan serangan di garis kekuasaan di wilaya udara Pakistan," ujar Kementerian Luar Negeri. "Jika serangan India ditujukan kepada apa yang disebut pendukung teroris tanpa bukti, kami juga punya hak untuk membalas kepada elemen-elemen yang menikmati perlindungan India saat mereka melancarkan teror di Pakistan."
Pekan ini ketegangan kian memuncak antara India dan Pakistan. Kedua negara melancarkan serangan udara dan pasukan di lapangan saling kontak senjata di wilayah Kashmir. [pan](Pandasurya Wijaya)

Biaya Terbang Jet Tempur F-35 490 Juta Rupiah Per Jam

Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35 

Produsen F-35 Lockheed Martin mengatakan pihaknya tengah berupaya menurunkan mahalnya biaya penerbangan per jam F-35 yang bisa mencapai US$ 35.000 atau Rp 490 juta.
Lockheed Martin Corp memperkirakan akan memakan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun untuk memangkas biaya penerbangan per jam F-35 di bawah jet tempur generasi keempat seperti F-16, kata kepala program F-35 pada hari Rabu, dikutip dari Reuters, 27 Februari 2019.
Angkatan Udara AS, pelanggan terbesar untuk F-35, ingin menurunkan biaya terbang F-35 setingkat pesawat tempur yang lain.
Wakil Presiden Lockheed Martin dan Manajer Umum Program F-35 Greg Ulmer mengatakan ada upaya untuk menurunkan biaya penerbangan menjadi US$ 25.000 (Rp 350 juta) pada tahun 2025 tetapi penghematan lebih lanjut akan memakan waktu lebih lama.
"Hari ini tiap pelanggan berbeda dengan pelanggan lain, tetapi saya pikir US$ 35.000 untuk per jam terbang adalah angka yang baik," katanya ketika menghadiri Australian International Airshow.
"Jika kita memproyeksikannya berdasarkan inisiatif yang kita miliki, kita percaya pada 2035-2040 kita bisa mendapatkan biaya yang lebih rendah dari pesawat tempur generasi keempat hari ini," tambahnya.
Saat ini biaya penerbangan per jam pesawat generasi keempat berada pada kisaran US$ 20.000-25.000 (Rp 280-350 juta).
Salah satu inisiatif untuk menurunkan biaya menjadi US$ 25.000 per jam termasuk mengurangi jumlah mekanik yang diperlukan untuk mendukung setiap pesawat, kata Ulmer.
Lockheed Martin juga mencari cara memperbaiki sistem sensor untuk mengurangi alarm palsu, serta memastikan ada suku cadang yang tepat tersedia untuk pemeliharaan dan perbaikan.
Wakil Presiden dan General Manager Pelatihan dan Layanan Logistik Lockheed Martin, Amy Gowder, mengatakan Amerika Serikat telah terlambat untuk menginstal kapasitas yang cukup untuk perbaikan F-35 karena keterlambatan persetujuan pendanaan.
Ini menambah masalah karena lebih banyak pesawat ditambahkan ke armada, kata Gowder.
"Ketika Anda memiliki 180 pesawat terbang, mungkin tidak apa-apa. Sekarang kita memiliki 300. Ini adalah skala peningkatan volume yang memicu kekhawatiran," katanya.
Biaya operasional pesawat tempur F-35 adalah masalah yang dibahas saat para pejabat militer dari Amerika Serikat, Israel dan negara pengguna F-35 di Eropa seperti Inggris, Italia, Norwegia, Denmark, Turki, Belanda bertemu di Jerman pada bulan September tahun lalu.

PM Pakistan Imran Khan Siagakan Senjata Nuklir

Rudal Pakistan
Rudal Pakistan 

Perdana Menteri Imran Khan akan mengadakan rapat dengan pejabat Otoritas Komando Nasional (NCA) yang bertanggungjawab atas persenjataan nuklir Pakistan, menyusul serangan udara angkatan udara India ke Kashmir.
Pada selasa Imran Khan menggelar pertemuan dengan Komite Keamanan Nasional (NSC) menyusul serangan udara India di Kashmir.
"Forum menyimpulkan bahwa india telah melancarkan agresi tanpa alasan yang akan ditanggapi pakistan pada waktu dan tempat yang akan ditentukan," kicau Imran Khan, pada Selasa, dikutip dari Sputnik, 27 Februari 2019.
NSC menepis klaim pemerintah India bahwa angkatan udaranya menghancurkan kamp teroris di dekat Balakot dan menewaskan banyak anggota teroris di sana.
"Sekali lagi pemerintah India telah mengeluarkan klaim yang sepihak, sembrono, dan fiktif..dunia bisa melihat fakta di lapangan di wilayah yang diklaim (India) telah diserang," tulis pernyataan kantor PM Pakistan.
Imran Khan juga memerintahkan angkatan bersenjata dan rakyatnya untuk bersiap jatuhnya korban. Dia juga akan melibatkan kepemimpinan dunia atas kebijakan India di wilayah Kashmir.
Pertemuan NSC dihadiri oleh Kepala Staf Gabungan Komite Jenderal Zubair Mahmood Hayat, Kepala Staf Angkatan Darat (COAS) Jenderal Qamar Javed Bajwa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Zafar Mahmood Abbasi, Kepala Staf Udara Staf Udara Marshal Mujahid Anwar Khan dan pejabat militer dan sipil lainnya, termasuk anggota kabinet.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri India mengklaim bahwa Angkatan Udara India melakukan serangan udara malam hari untuk menghancurkan kamp pelatihan terbesar yang dioperasikan oleh Jaish-e-Mohammed di Balakot, Pakistan.
Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 45 polisi paramiliter India di distrik Pulwama, Kashmir pada 14 Februari.
Menyusul serangan udara oleh Angkatan Udara India, pemerintah Pakistan telah memanggil NCA, sebuah badan pemerintahan yang mengawasi perumusan kebijakan, latihan, penyebaran, penelitian dan pengembangan, serta komando operasional dan kendali gudang senjata nuklir Pakistan.
India dan Pakistan adalah rival yang sama-sama memiliki senjata nuklir. Pada 2011, Pakistan mengkonfirmasi bahwa mereka telah memperoleh kemampuan senjata nuklir taktis dengan hulu ledak nuklir lebih kecil yang melekat pada rudal jarak pendek dengan jangkauan 50-100 kilometer sebagai pencegah terhadap serangan konvensional skala kecil India.
Menurut data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Pakistan memiliki 140 hingga 150 hulu ledak senjata nuklir, dibandingkan dengan hulu ledak India 130-140.

Dua Jet Tempur AU India Ditembak Jatuh Pakistan

 Jet Tempur AU India Ditembak
Jet Tempur AU India Ditembak 

Pakistan mengumumkan telah menjatuhkan dua jet tempur India dalam konflik yang berlangsung hampir dua pekan itu.
Juru bicara militer Mayor Jenderal Asif Ghafoor dalam twit mengatakan AU Pakistan menumbangkan dua jet tempur itu di wilayah sendiri.
Dilaporkan BBC Rabu (27/2/2019), satu jet tempur jatuh di Kashmir wilayah Pakistan. Sementara satu pesawat jatuh di wilayah India.
"Satu pilot ditangkap oleh pasukan darat sementara dua lagi masih ada di area sekitar," lanjut Ghafoor tanpa menjabarkan lebih lanjut dilansir AFP.
Pernyataan Ghafoor terjadi setelah sumber di India menyatakan jet tempur Pakistan telah melanggar wilayah udara terhadap kawasan Kashmir sisi India.
The Press Trust of India memberitakan jet tempur Pakistan itu melintasi Poonch dan Nowshera, dua lokasi yang masuk wilayah India.
"Pesawat tempur mereka (Pakistan) sempat melintas sebentar namun angkatan udara kami berhasil mendesak mereka mundur," klaim sumber tersebut.
Berada di Garis Depan (LoC) dua negara, Pakistan sempat menjatuhkan bom dan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Kementerian Luar Negeri Pakistan membenarkan jet tempur mereka melaksanakan serangan udara di garis perbatasan de facto itu.
Dalam keterangan resmi Kemenlu Pakistan, jet tempur mereka menyerang target non-militer dan berusaha menghindarkan korban tambahan.
Serangan udara di perbatasan kedua negara merupakan peristiwa pertama sejak Pakistan dan India berperang kali terakhir pada 1971.
Ketegangan dua negara terjadi setelah insiden bom bunuh diri di Kashmir pada 14 Februari yang membunuh setidaknya 40 paramiliter India.
New Delhi kemudian mengutus jet tempur melewati zona udara Pakistan untuk menyerang Jaish-e-Mohammad, kelompok yang mengklaim serangan 14 Febuari.
India sempat mengklaim serangan udara di Balakot itu menewaskan banyak anggota Jaish-e-Mohammad yang langsung dibantah Islamabad.
Melalui Ghafoor, Pakistan mengancam bakal memberi balasan "mengejutkan", termasuk mendiskusikan penggunaan senjata nuklir. (Ardi Priyatno Utomo)

F-35 AS Akan Dilengkapi Laser Penghancur Rudal Nuklir Musuh

Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35 

Militer Amerika Serikat (AS) berencana melengkapi jet tempur siluman F-35 dengan bom, roket dan laser yang mampu menghancurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) berhulu ledak nuklir milik musuh. Para petinggi Pentagon sedang kerja sama dengan para pakar industri pertahanan untuk mewujudkan kemampuan jet tempur siluman tersebut.
Orang dalam Pentagon mengatakan rencana ke depan adalah untuk membawa dimensi baru ke pertahanan yang ada yang dapat menemukan atau menghentikan serangan terhadap AS jauh lebih awal daripada yang saat ini memungkinkan.
Para petinggi Pentagon ingin menggunakan senjata laser dan sensor yang dipasang di jet siluman F-35 untuk mendeteksi dan menghancurkan peluncuran ICBM berhulu ledak nuklir selama fase "boost" awal penerbangan ke atas.
Mereka mengatakan F-35 dapat menggunakan solusi kinetik yang akan melihatnya menyala dan menghancurkan peluncuran ICBM atau menggunakan solusi sensor di mana ia memberi isyarat sistem pertahanan rudal.
"Kami sangat senang dengan konsep ini," kata seorang pejabat senior Pentagon. "Kami sekarang melihat bagaimana kami bisa menutup rantai pembunuhan pada proses itu," lanjut pejabat yang tak disebutkan namanya tersebut, seperti dikutip Express.co.uk, Selasa (26/2/2019).
Para ahli mengatakan F-35 untuk tujuan ini memperkenalkan berbagai kemungkinan pertahanan yang belum menjadi bagian dari persenjataan pertahanan rudal Pentagon.
Pesawat tempur itu dapat menembakkan bom-bom atau rudal udara-ke-darat untuk meledakkan ICBM selama atau sesaat setelah peluncuran untuk memungkinkan juga menggunakan laser dan sistem peperangan elektronik untuk membakar, menyumbat atau menonaktifkan lintasan penerbangan ICBM musuh yang menyerang.
Jika sistem panduan ICBM atau mekanisme propulsi diganggu, ICBM mungkin terlempar, menuju ke lautan atau daerah yang tidak berpenghuni.
Loren Thompson, Chief Operating Officer (COO) dari lembaga think-tank keamanan Institut Lexington mengatakan; "F-35 dapat menggunakan konfigurasi sembunyi-sembunyi dan kemampuan manuver untuk lebih dekat dengan titik peluncuran ICBM yang berasal dari wilayah musuh."
Proposal dari Pentagon itu muncul dengan latar belakang ketidakstabilan global yang tumbuh di belakang keputusan Donald Trump yang menarik AS keluar dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987.
Washington telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menangguhkan kewajibannya berdasarkan perjanjian itu dan sedang dalam proses menarik diri secara total.
Perjanjian era Perang Dingin antara AS dan Rusia itu melarang kedua pihak mengerahkan rudal-rudal jarak pendek dan menenangah berbasis darat di Eropa. Runtuhnya Perjanjian INF meningkatkan prospek perlombaan senjata baru antara Washington dan Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi langkah AS dengan mengatakan Rusia akan melakukan respons cermin atas setiap langkah Washington. Salah satunya dengan menangguhkan kewajibannya pada Perjanjian INF seperti yang dilakukan Washington.
Putin sendiri telah memperkenalkan persenjataan tambahan baru Rusia selama pidato kenegaraan di Parlemen pada pekan lalu.(Muhaimin)

India Klaim Tembak Jatuh "Drone" di Wilayah Perbatasan dengan Pakistan

Perbatasan India Pakistan
Perbatasan India Pakistan 

Ketegangan antara India dengan Pakistan kembali meningkat sepanjang Selasa (26/2/2019). Awalnya, Pakistan menuduh jet tempur India melanggar wilayah perbatasan udara di Kashmir dan New Delhi mengklaim telah melancarkan serangan udara ke markas kelompok militan.
Beberapa jam kemudian, giliran Angkatan Bersenjata India mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone alias pesawat tak berawak di dekat perbatasan dengan Pakistan.
Warga di sekitar perbatasan mengaku menemukan puing-puing kendaraan udara nirawak (UAV) tersebut, tak jauh dari perbataasn Pakistan di negara bagian Gujarat barat. Demikian disampaikan sumber kepolisian kepada AFP.
"Sebuah UAV telah ditembak jatuh oleh angkatan bersenjata. Saat ini kami sedang menyelidikinya," kata seorang perwira polisi senior yang ingin dirahasiakan identitasnya.
"Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah perangkat drone itu berasal dari Pakistan atau lainnya," tambah perwira polisi itu. India dan Pakistan, rival bersenjata nuklir, telah kerap saling mengklaim menembak jatuh pesawat pengintai yang melanggar wilayah masing-masing. Petugas polisi menambahkan, penduduk desa di Distrik Kutch, di wilayah terpencil di gurun, mendengar suara keras pada Selasa dini hari. Sebelumnya diberitakan, Pakistan menyebut pesawat tempur India telah terbang di atas Kota Kashmir yang dikendalikan Pakistan.
Namun Angkatan Udara India mengungkapkan bahwa jet tempurnya baru saja kembali dari melancarkan serangan udara ke markas kelompok militan Jaish-e-Mohammad, yang ada di kawasan Balakot. Menteri Luar Negeri India, Vijay Gokhale, mengatakan, serangan itu sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman teror bom bunuh diri yang akan dilancarkan kelompok militan tersebut.
Serangan udara itu disebut telah menewaskan sejumlah besar anggota kelompok Jaish-e-Mohammed yang sedang mempersiapkan serangan terhadap India. Kelompok itu juga yang mengaku mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada 14 Februari di Kashmir yang menewaskan hingga 40 tentara paramiliter India. India dan Pakistan saling mengklaim wilayah Kashmir di Pegunungan Himalaya dan tak jarang terlibat bentrok dan baku tembak.(Agni Vidya Perdana)
Sumber : kompas.com

Rusia Buka Peluang Pasok India dengan Jet Tempur Su-57

Jet Tempur Su-57
Jet Tempur Su-57 

Rusia membuka peluang untuk memasok militer India dengan jet tempur generasi kelima Sukhoi Su-57. Moskow mengaku siap untuk mengadakan dialog dengan New Delhi mengenai pengiriman jet tempur canggih tersebut.
Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional di perusahaan teknologi tinggi negara Rostec, Viktor Kladov, mengungkap kesiapan Rusia tersebut kepada kantor berita TASS pada hari Senin (25/2/2019).
"Dari pihak kami, kami siap untuk melanjutkan pengiriman pesawat generasi 4+ dan 4++ dan untuk pekerjaan pengiriman pesawat generasi kelima. Pada saat yang sama, Angkatan Udara Rusia adalah prioritas utama bagi kami. Pesawat (jet tempur generasi kelima Su-57 terbaru) telah diuji dalam kondisi tempur di Suriah dan pengirimannya ke pasukan Rusia telah dimulai," kata pejabat Rostec tersebut.
Pesawat tempur generasi kelima Su-57 Rusia telah melakukan penerbangan pertama dengan mesin baru. Kladov mengatakan India menunjukkan minat pada Su-57, tetapi negara itu perlu membentuk konsep lebih lanjut tentang Angkatan Udara-nya.
"Angkatan Udara India harus menentukan seberapa besar pesawat ini cocok dengan konsep umum mereka, apa yang harus menjadi fokus mereka serta pada apa uang yang harus dikeluarkan untuk memperoleh beberapa model pesawat generasi berikutnya atau membangun secara signifikan jumlah 30 pesawat MKI yang terkenal bagi para pilot India," lanjut dia.
Wakil Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer dan Teknis Anatoly Punchuk mengatakan pada pertunjukan udara Aero India 2019 bahwa India telah mengajukan permintaan pengiriman 21 jet tempur ringan MiG-29.
Rusia sebelumnya memasok lebih dari 200 jet tempur multirole Su-30MKI. Namun, harian Kommersant pada awal Februari mengutip Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer dan Teknis, mengatakan bahwa India telah mengajukan permintaan baru untuk perakitan satu set pesawat tersebut.
Su-57 adalah pesawat tempur generasi kelima yang dirancang untuk menghancurkan semua jenis target udara pada jarak jauh dan jarak pendek. Selain itu, jet tempur itu juga dirancang untuk menghantam target musuh di darat dan laut, serta mengatasi kemampuan pertahanan udaranya.
Su-57 naik terbang untuk pertama kalinya pada 29 Januari 2010. Dibandingkan dengan pendahulunya, Su-57 menggabungkan fungsi pesawat penyerang dan jet tempur yang menggunakan bahan komposit. Dengan teknologi inovasi, konfigurasi aerodinamis jet tempur Su-57 diklaim rendah terhadap deteksi radar dan inframerah.(Muhaimin)

Kemhan Matangkan Pembangunan KIM Tanggamus

Ryamizard Ryacudu
Ryamizard Ryacudu 

Kementerian Pertahanan RI terus mematangkan rencana pembangunan Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus. Wacana itu diharapkan dapat terealisasi berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan pada pertengahan Februari lalu.
Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menjelaskan jajarannya mengunjungi Tanggamus dalam rangka pengkajian dan penelitian relokasi pembangunan kawasan industri pertahanan. Namun, dia mengaku belum mendapatkan laporan hasil kajian Balitbang tersebut.
"Hasil penelitian Balitbang itu saya belum dapat laporannya. Tapi, yang jelas semuanya diuji dan masih dalam proses," kata Ryamizard di sela peluncuran KRI Teluk Lada-521 di PT Daya Radar Utama, Panjang, Bandar Lampung, Selasa (26/2/2019).
Sementara, Asisten II Pemprov Lampung bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat mengatakan rencana pembangunan KIM itu sepenuhnya dalam kendali Kemhan. Sementara, pememerintah provinsi dan kabupaten belum memiliki kewenangan.
"Kami belum ada ikut campur, karena KIM sepenuhnya program dari pusat. Makanya, sampai sekarang pun kami belum ada andil dan hanya menunggu saja progresnya di pusat," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya akan berperan dalam menyediakan lahan rencana pemindahan 3 perusahaan BUMN, yaitu PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara tersebut. "Tapi untuk menyediakan lokasi itu harus menunggu hasil kajian dari pusat. Prosesnya secara umum kajian dulu baru penetapan lahan. Selain itu kami belum dilibatkan," katanya.(Effran Kurniawan)

Kiev Tuding Moskow Jadikan Crimea Pangkalan Militer Rusia

Pangkalan Militer Rusia
Pangkalan Militer Rusia 

Ukraina menyatakan Rusia saat ini telah menjadikan Crimea sebagai pangkalan militer mereka di Semenanjung Laut Hitam. Crimea, di mata Ukraina, adalah wilayah yang dianeksasi Rusia lima tahun lalu.
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Volodymyr Pakhil dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews pada Selasa (26/2), menuturkan pelanggaran HAM terus menerus dilakukan oleh Rusia di Crimea.
Namun, selain pelanggaran HAM, papar Pakhil, Moskow juga mengubah Krimea menjadi pangkalan militer besar, mengubah keseimbangan keamanan regional.
"Orang tidak dapat mengesampingkan bahwa militerisasi Krimea dapat digunakan untuk memperluas agresi Rusia terhadap Ukraina ke wilayah Ukraina baru dengan kemungkinan upaya pendudukan Laut Azov dan bagian selatan Ukraina," tulisnya.
"November lalu, Rusia melakukan satu lagi tindakan agresi terbuka terhadap Ukraina dengan cara serangan bersenjata dan penangkapan kapal-kapal angkatan laut Ukraina di perairan internasional Selat Kerch dan Laut Azov, serta melukai dan menangkap anggota kru mereka," sambung Pakhil.
Dia lalu menuturkan, Ukraina sangat menyambut keputusan Majelis Umum PBB pada akhir tahun lalu untuk mengadopsi Resolusi "Masalah militerisasi Republik Otonomi Crimea dan kota Sevastopol (Ukraina), serta bagian dari Laut Hitam dan Laut Azov", mendesak Rusia menarik pasukan bersenjatanya dari Krimea.
"Pada saat yang sama, sanksi terhadap Rusia terbukti menjadi salah satu langkah terkuat yang diterapkan oleh komunitas internasional untuk mendukung Ukraina, 41 negara saat ini telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia untuk agresi terhadap Ukraina. Sanksi-sanksi ini harus tetap berlaku sampai de-pendudukan wilayah Ukraina terjadi," tukasnya.(Victor Maulana)

Wilayah Pakistan Digempur Jet Tempur India

Ilustrasi
Ilustrasi 

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan negaranya siap untuk merespons setiap tindakan bermusuhan dari India. Pernyataan itu muncul setelah sejumlah jet tempur New Delhi menyerang wilayah Pakistan dengan klaim menargetkan kamp-kamp teror pada Selasa (26/2/2019).
Perdana Menteri (PM) Imran Khan mengadakan rapat kabinet darurat untuk membahas serangan udara oleh militer India. Menlu Qureshi menuduh India menyebabkan situasi di kawasan perbatasan memburuk. Menurutnya, Pakistan berhak untuk menanggapi tindakan India.
"India telah melakukan pelanggaran terhadap Garis Kontrol dan Pakistan berhak memberikan tanggapan yang sesuai," kata Menlu Qureshi yang dikutip dari akun Twitter pemerintah Pakistan, @pid_gov.
Menteri itu menyatakan bahwa rakyat Pakistan mendukung angkatan bersenjata nasionalnya, yang mampu menanggapi setiap "kesalahan" yang dilakukan oleh tetangganya di sebelah timur. Dia "akal sehat" akan berlaku di India.
Militer Pakistan meremehkan serangan udara lintas-perbatasan tersebut. Menurut mereka, jet-jet tempur India menjatuhkan muatan mereka ketika sedang dikejar oleh jet-jet tempur Pakistan dan amunisi yang dijatuhkan tidak menimbulkan korban jiwa atau pun kerusakan infrastruktur di darat.
Seperti diberitakan sebelumnya, serangan udara jet-jet tempur India hari ini dilakukan setelah serangan bom bunuh diri pada 14 Februari lalu di wilayah Kashmir yang disengketakan kedua negara. Serangan yang menewaskan 40 polisi paramiliter India itu diklaim dilakukan oleh kelompok militan yang bermarkas di Pakistan.
New Delhi menyalahkan Islamabad atas serangan yang merugikan India itu. Namun, Pakistan menyangkal memiliki peran dalam serangan tersebut.
"Angkatan Udara melakukan serangan udara pagi hari ini di kamp-kamp teror di seluruh LoC (Line of Control) dan benar-benar menghancurkannya," kata Menteri Negara untuk Pertanian India, Gajendra Singh Shekhawat, di Twitter, dikutip Reuters.(Muhaimin)

Kapal Angkatan Laut AS Berlayar di Taiwan

 USS Stethem
 USS Stethem 

Amerika Serikat mengirim dua kapal Angkatan Laut melintasi Selat Taiwan, karena militer AS berusaha meningkatkan frekuensi pergerakan melalui jalur air strategis meski ada pertentangan dari China.
Pelayaran kapal AS dalam waktu sekitar satu bulan berisiko meningkatkan ketegangan dengan China. Namun, kemungkinan akan dilihat oleh Taiwan sebagai tanda dukungan dari pemerintah Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara Taipei dan Beijing.
"Transit kapal-kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Armada Pasifik AS dalam sebuah pernyataan, dilansir South China Morning Post, Selasa 26 Februari 2019.
Kedua kapal itu diidentifikasi sebagai kapal perusak USS Stethem dan kapal kargo serta amunisi USS Cesar Chavez. Selat Taiwan seluas 180 kilometer memisahkan Taiwan dari China.
Pada 24 Januari lalu, kapal perusak rudal yang dipandu USS McCampbell dan USNS Walter S. Diehl melakukan apa yang Angkatan Laut AS sebut sebagai 'pelayaran rutin' Selat Taiwan.
AS tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan, tetapi terikat oleh hukum untuk membantu mempertahankan negara kepulauan itu. Pentagon mengatakan, AS telah menjual senjata ke Taiwan senilai lebih dari US$15 miliar sejak 2010.
China juga telah meningkatkan tekanan untuk menegaskan kedaulatannya atas Taiwan, yang dianggap sebagai provinsi 'Satu China' yang memisahkan diri.
Awal tahun ini, Badan Intelijen Pertahanan AS merilis sebuah laporan yang menggambarkan Taiwan sebagai pendorong utama bagi modernisasi militer China, yang telah membuat kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir. (art)

Marinir TNI AL Ikut Latihan Bersama 2019 Di Pakistan

Marinir TNI AL
Marinir TNI AL  

TNI AL mengirim satu tim dari Korps Marinir untuk mengikuti latihan bersama (latma) Angkatan Laut Multinasional Aman 2019 di Karachi, Pakistan.
Latma Aman 2019 ini merupakan latihan pertama yang diikuti oleh Marinir TNI AL.
Latma Aman 2019 berlangsung selama lima hari, digawangi oleh AL Pakistan. Latihan dengan moto “Unity for Peace” ini dibuka di Aquatic Club PN Dockyard Karachi, Pakistan, awal Februari lalu.
Satu tim Marinir TNI AL dipimpin Mayor Mar Aristoyuda, yang sehari-harinya menjabat sebagai Pabandyalat Sops Korps Marinir. Latihan ini diikuti 46 negara. Latihan dibuka oleh Wakil Komandan Armada Pakistan Laksamana Amjad Khan Niazi.
Dalam pidatonya, Wakil Komandan Armada Pakistan menjelaskan bahwa Aman yang berarti perdamaian, adalah langkah untuk meningkatkan kerja sama di antara seluruh negara.
Menurutnya, keamanan maritim sangat penting untuk keamanan nasional dan menjaga rute maritim sangat penting bagi perekonomian. Negara yang mengikuti latihan di antaranya Indonesia, Nigeria, Maldives, Perancis, Mesir, China, Brunei Darussalam, Australia, Oman, Palestina, Polandia, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, Thailand, Turki, Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat.
Salah satu bentuk latihan adalah taktik dan teknik ship boarding operation. Dalam latihan ini, TNI AL menerjunkan prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Marinir.
Selama latihan bersama ini, prajurit AL dari negara peserta melaksanakan berbagai materi. Antara lain TTX MIO, Airborne Operations and CT Operations, Small Arms Firing, Advanced Markmanship Drill, Close Quarter Battle, Force Protection Exercise, Anti Piracy Demo, Vehicle/Personnel Search, IED Handling serta Detection and CM Against Suicide Bombers.
Pada intinya, Latma Aman rutin digelar dua tahunan oleh AL Pakistan sejak tahun 2007. [wid](Widya Victoria)
Sumber : rmol.co

KRI Teluk Lada-521, Alutsista Terbaru dan Canggih Perkuat Koarmada III TNI AL

KRI Teluk Lada-521
KRI Teluk Lada-521 

KRI Teluk Lada-521, kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) yakni alat utama sistem pertahanan atau alutsista modern berteknologi canggih memperkuat jajaran Armada TNI Angkatan Laut.
Hal ini ditandai dengan Acara Serah Terima, Upacara Peresmian, serta Pengukuhan Komandan KRI, pada Selasa, (26/2), di dermaga PT Daya Radar Utama (DRU), Panjang, Bandar Lampung.
KRI Teluk Lada-521 merupakan kapal yang diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri, PT Daya Radar Utama (DRU).
Pada acara serah terima kapal ini, dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima dari Dirut PT DRU Amir Gunawan kepada Kepala Pusat Pengadaan Badan Sarana Pertahanan (Kapusada Baranahan) Kemhan Marsma TNI Budi Prasetyono. Selanjutnya, dari Kapusada Baranahan Kemhan diserahterimakan kepada Aslog Panglima TNI yang diwakili oleh Waaslog Panglima TNI.
Kemudian berturut-turut diserahkan kepada Aslog Kasal dalam hal ini diwakili oleh Kadisadal dan terakhir diterima Pangkoarmada III Laksda TNI I.N.G. Ariawan.
Hadir menyaksikan acara penandatanganan ini, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasum TNI Mayjen TNI Joni Supriyanto, Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, Pangkoarmada III Laksda TNI I.N.G. Ariawan, Danlantamal III Laksma TNI Denih Hendrata, Kadispenal Laksma TNI Muhamad Zaenal, Pangdam II Sriwijaya, serta Kapolda Lampung.
Menhan Ryamizard saat acara peresmian kapal tersebut, mengatakan kebijakan strategi pertahanan Indonesia senantiasa konsisten untuk terus meningkatkan kemitraan dan kerja sama dengan Industri Swasta Nasional.
“Melalui Kerja sama yang strategis ini, ke depan Indonesia diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan alutsistanya,” ungkap Menhan.
Penyerahan Kapal Angkut Tank yang kedua ini merupakan bagian integral dari upaya pemenuhan alutsista TNI guna memperkuat postur pertahanan negara smart power dalam mengantisipasi berbagai dinamika yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"KRI Teluk Lada merupakan alutsista modern berteknologi canggih, sehingga kehadirannya juga dapat memperkuat kekuatan jajaran TNI AL yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan dan kewibawaan NKRI,” tambahnya.
Dengan telah diserahterimakannya KRI Teluk Lada-521 tersebut, maka secara resmi menambah kekuatan alutsista di jajaran TNI AL khususnya di bawah Komando Armada III yang beroperasi di perairan wilayah timur Republik Indonesia.
KRI Teluk Lada-521 merupakan Kapal Angkut Tank (AT-4) kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI kepada PT DRU melalui perjanjian kontrak jual beli Nomor: TRAK/882/PDN/XII/AL tanggal 23 Desember 2015 tentang pengadaan dua unit Kapal Angkut Tank.
Usai penandatanganan Berita Acara, dilaksanakan peresmian dan pengukuhan Letkol Laut (P) Gunawan Hutauruk sebagai Komandan Pertama KRI Teluk Lada-521 oleh Kasal, dilanjutkan pemotongan pita oleh Ny. Nora Ryamizard Ryacudu didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji sebagai simbol resmi masuknya KRI Teluk Lada-521 di jajaran TNI AL.
Seperti halnya penamaan Kapal Angkut Tank di jajaran TNI AL, nama Teluk Lada diambil dari nama sebuah teluk yang menghadap ke arah Gunung Krakatau di wilayah Provinsi Banten.
KRI Teluk Lada-521 memiliki spesifikasi teknis dengan ukuran panjang 117 meter, lebar 16,40 meter dan tinggi 7,8 meter. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 16 knot dan kecepatan jelajah 13 knot, radius pelayaran 6.240 mil laut (range 13 knot) dan mampu mengangkut pasukan serta ABK sebanyak 478 personel. Kapal ini juga dirancang untuk mampu mengangkut sampai dengan 15 unit Tank BMP 3F serta 1 unit helikopter.(fri/jpnn)

Rusia Batalkan Pesanan Helikopter Serang Mi-28NM Karena Terlalu Mahal

Helikopter Serang Mi-28NM
Helikopter Serang Mi-28NM  

Kementerian Pertahanan Rusia telah membatalkan rencana untuk memesan helikopter serang Mi-28NM yang telah ditingkatkan, menurut kantor berita Interfax.
Salah satu aspek dari pembatalan pesanan Mi-28NM itu adalah harga yang relatif tinggi.
"Meskipun upaya berulang kali dilakukan oleh militer untuk menurunkan harga produksi pesawat, perusahaan Russian Helicopters menolak untuk menerima persyaratan dari Kementerian Pertahanan," kata salah satu narasumber Interfax.
Menurutnya, selama lebih dari tiga bulan, Kementerian Pertahanan Rusia mempersiapkan untuk menyelesaikan kontrak dengan perusahaan Russian Helicopters untuk memasok batch produksi helikopter serang Mi-28NM,
tetapi pada saat terakhir, para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan tentang harga.
Pada gilirannya, sebuah sumber di Angkatan Udara dan Luar Angkasa Rusia mengatakan kepada Interfax bahwa pembatalan pesanan Mi-28NM itu tidak akan mempengaruhi kemampuan tempur penerbangan militer Rusia. "Saat ini, pekerjaan pengembangan modernisasi dari helikopter Mi-28 lama telah berhasil diselesaikan," katanya.
Perusahaan Russian Helicopters tidak memberikan komentar mengenai hal ini.
Mi-28NM adalah versi yang disempurnakan dari helikopter serang Mi-28N Night Hunter. Pekerjaan pada versi baru itu dimulai pada tahun 2009. Mi-28NM adalah desain ulang yang komprehensif yang diharapkan berfungsi sebagai helikopter serang utama Rusia untuk masa mendatang.
Helikopter itu ditunjuk untuk menyerang kendaraan lapis baja, melakukan pengintaian dan menyediakan akuisisi sasaran. Helikopter ini dilengkapi dengan radar yang sama sekali baru dengan plan-position indicator baru, sistem operasi baru dan sistem lainnya. (Angga Saja - TSM)

Di Tangannya, Yonif 501/BY Raih Predikat Terbaik 2018

Letkol Inf Antoni Chandra Listyanto
Letkol Inf Antoni Chandra Listyanto 

Pergantian pucuk pimpinan pada sebuah satuan merupakan hal biasa. Setelah menjabat selama 14 bulan, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Hipni Maulana Farhan resmi digantikan Letkol Inf Antoni Chandra Listyanto sebagai Komandan Kodim 0907/Tarakan.
Letkol Inf Antoni Chandra Listyanto mengaku telah menginjak sebanyak dua kali di Tarakan sebelum bertugas sebagai Dandim. Kunjungan pertama pada 2007. Latihan terjun di Juata. Diakuinya, saat itu Tarakan masih sangat sepi. Kunjungan kedua pada 2016, pria yang akrab disapa Candra ini dalam persiapan pasukan dengan tugas pembebasan terhadap sandera warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok Abu Sayyaf.
“Tarakan sangat berbeda saat ini dari kunjungan pertama saya, dulu sangat sepi, dan kedua kalinya ke sini sudah mulai ramai. Dan sekarang sudah sangat ramai,” tuturnya.
Sebelum berada di Tarakan, ia bertugas di Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha di Madiun. Ia menjabat sebagai Danyon selama 16 bulan. Selama 9 bulan di daerah operasi Papua. Sisanya di Madiun, termasuk 5 bulan persiapan ke daerah operasi. 11 Oktober 2017 hingga Februari 2018, berangkat operasi ke Papua, dan pulang pada Desember 2018. Pada 25 Januari 2019, ia menerima surat perintah untuk menjadi Dandim 0907 di Tarakan.
Selama menjabat menjadi Danyon, diakuinya setiap prajurit yang ada selalu mendukung. Sehingga Chandra juga mendapatkan predikat satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) terbaik TNI AD pada 2018 dari 9 batalyon yang ada. Itu semua tidak pernah lepas dari dukungan dari prajurit dan perwira yang ada membantu bekerja dengan kesetiaan yang tinggi, moralitas dan mentalitas yang baik.
“Bukan karena saya, tetapi karena kinerja mereka yang membuat satuan itu mendapatkan predikat satuan yang baik,” ujarnya.
Lama berada di Kostrad, di Tarakan ia mengaku masih ‘meraba-raba’. Di kostrad, tugas seseorang sangat jelas. Di Batalyon, jelas untuk instruksi dan perintah. Berbeda dengan di Tarakan, yang harus lebih banyak belajar. Karena yang dihadapi, selain prajurit juga adalah masyarakat sekitar yang perlu sentuhan humanis. Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat juga harus dibangun selain dengan prajurit.
Chandra juga akan melanjutkan tugas dari setiap senior-senior yang lalu, agar bagaimana menjalan dan menggagas tugas serta kebijakan yang ada di Tarakan. Berhadapan dengan tahun politik saat ini, komitmen Panglima TNI Marsekal Hadi Tjanjanto sudah tegas bahwa TNI harus menjunjung tinggi netralitas yang harus dijaga dan diyakinkan pada masyarakat.
Selanjutnya juga akan menggalang kerja sama dan koordinasi dengan seluruh unsur yang ada di Tarakan, baik instansi militer, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, dan Pemerintah Kota Tarakan. Karena pihaknya tentu harus menjaga stabilitas wilayah, baik dari segi kondusifnya, keamanan, dan kenyamanan. Sehingga akan berusaha dengan baik, dan mensejahterakan masyarakat.
“Menghindari konflik-konflik sekecil apa pun, baik antara aparat dan masyarakat, aparat dengan aparat, maupun masyarakat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Konflik harus dicegah agar tidak membesar. Sehingga menjalin komunikasi dengan setiap unsur masyarakat harus terjalin dengan baik agar tidak sampai terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Seperti yang dilakukan di daerah operasi Papua, program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Saya sudah berkeliling di koramil-koramil, dan bertanya tentang potensi di Tarakan yang bisa dikembangkan. Lalu kesulitan masyarakat yang bisa dibantu,” tambahnya.
Untuk mewujudkannya, tentunya harus langsung bertemu dengan masyarakat. Meski bukan menjadi tugas utama pihaknya, 8 wajib TNI pada poin ke-8, prajurit TNI harus ikut membantu kesulitan rakyat yang ada di sekitarnya. Sehingga itu menjadi pedoman yang dilakukan. (***/lim)

Alarm Rudal Israel Berhasil Didekati Kelompok Hacker Iran

Iron Dome
Iron Dome 

Israel mengirimkan militer untuk melindungi alarm rudalnya. Langkah ini dilakukan, menyusul adanya hacker Iran yang berhasil mendekati alarm tersebut.
Aksi kelompok peretas asal Iran tersebut, tentunya membuat Tel Aviv meningkatkan kewaspadaannya.
Kepala Divisi Pertahanan Siber di Direktorrat Pertahanan Siber Israel, Noam Shaar, mengatakan ulah para peretas Iran yang terdeteksi itu terjadi pada 2017 lalu.
Pihaknya memantau mereka untuk mengetahui niat mereka. Selanjutnya, militer memblokir para peretas ketika target atau tujuan mereka sudah diketahui secara jelas.
"Kami menangani mereka dan membangun penghalang lain dan sistem pemantauan lain untuk memastikan kami bisa menghentikan mereka jika mereka mencoba lagi," kata Shaar, seperti dikutip Bloomberg, Senin (25/2/2019).
Dia menyebut cybercreate Republik Islam sebagai tren paling mengganggu di dunia maya saat ini, dan mendesak sanksi internasional yang serupa dengan yang ada pada program nuklir dan rudal balistik Iran.
"Kami tidak bisa menunggu sampai siber Iran menjadi ancaman besar," kata Shaar, yang telah terlibat dalam mengembangkan operasi siber Israel selama 20 tahun terakhir.
Setelah melacak penyerang selama beberapa bulan, perusahaan keamanan siber yang bermarkas di Amerika Serikat (AS), FireEye Inc., mengatakan pada bulan Januari bahwa Iran dapat berada di belakang gelombang peretasan pada pemerintah, dan infrastruktur komunikasi di Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa dan Amerika Utara.
Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran dan Kementerian Telekomunikasi belum bersedia berkomentar mengenai tuduhan kegiatan tersebut.
Tetapi, Iran juga menuduh Israel melakukan serangan dunia maya, di mana baru-baru ini mereka mengklaim menangkis serangan siber Israel pada infrastruktur telekomunikasi.
Beberapa tahun yang lalu, virus Stuxnet—yang dilancarkan terhadap program nuklir Iran—dikaitkan dengan Israel dan AS umumnya menolak untuk menanggapi tuduhan tersebut.
Rhea Siers, mantan pejabat senior di Badan Keamanan Nasional AS, mengatakan Rusia lebih mahir daripada Iran dalam operasi siber ofensif dan China juga adalah pemain yang terampil.
"Orang-orang Iran sangat ingin 'membuat diri mereka dikenal' dalam domain siber dan tentu saja melakukannya," kata Siers.
"Tetapi, walaupun memang benar bahwa Israel adalah target (serangan) siber utama Iran, itu berbeda dari penilaian kekuatan Iran di seluruh domain siber."
Strategi pertahanan siber Israel sebagian besar berfokus pada memerangi kehadiran serbuan siber Iran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengatakan negaranya menangkis serangan siber Iran setiap hari.
Proksi dan sekutu Iran juga terlibat dalam serangan siber terhadap Israel. Menurut Shaar, tahun lalu, penguasa Hamas di Jalur Gaza memata-matai tentara Israel dengan aplikasi kencan palsu.
Dalam kasus 2018 lainnya, tentara Israel memblokir upaya nyata Hamas untuk melanggar sistem kamera pengintai.
"Jika mereka ingin melakukan spionase jaringan maya, mereka akan dapat mengetahui di mana pasukan kita berada, dan jika mereka ingin menyerang, mereka dapat menutup bagian dari jaringan," katanya.(Muhaimin)

Tak Ganggu Politik Anggaran, F-15X Advanced Eagle Akan Kuasai Udara

 F-15X Advanced Eagle
 F-15X Advanced Eagle 

Delapan unit jet tempur F-15X Advanced Eagle masuk daftar usulan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista). Rencana anggaran belanja militer Amerika Serikat (AS) tahun 2020 berkehendak untuk itu. Jet tempur ini merupakan varian terbaru dan tercanggih dari seri F-15 Eagle.
Para pemerhati alutsista udara mengetahui, varian jet tempur F-15 Eagle, selain dioperasikan AU AS juga dioperasikan AU Jepang, AU Korea Selatan, AU Singapura, AU Arab Saudi, AU Israel hingga AU Qatar yang masih dalam tahap pesanan.
Kehendak membeli F-15X Advanced Eagle menjadi menarik dicermati. Pasalnya, sejak sekitar tahun 2001, AU AS tak lagi membeli F-15 Eagle saat varian F-15E Strike Eagle diserahterimakan. Namun, belakangan beberapa negara seperti Israel, Korea Selatan, Arab Saudi dan Singapura serta Qatar, ikut memesan varian yang bahkan lebih canggih dari F-15E.
Bukan apa-apa, sejak 15 tahun terakhir, AU AS fokus membeli pesawat tempur yang dilabeli “generasi kelima”. F-22 Raptor (produksinya sudah dihentikan di angka 187 unit) dan F-35 Lightning II yang rencananya dibeli sekitar tiga ribuan unit.
Nah, apakah rencana pembelian F-15X Advanced Eagle yang berbasis F-15E (masuk klasifikasi jet tempur generasi ke-4) itu merupakan langkah mundur? Rupanya tidak.
Ternyata, varian F-15X Advanced Eagle yang akan dibeli AU AS merupakan varian tercanggih. Jet tempur ini merupakan pengembangan basis varian F-15SA (Saudi Advanced), pesanan Arab Saudi dan F-15QA (Qatar Advanced). Kedua varian jet tempur F-15 ini dijejali perangkat avionik canggih. Mampu membawa senjata-senjata modern generasi akhir.
Bahkan, dalam konfigurasi khusus, F-15X Advanced Eagle dirancang untuk mampu membawa 22 pucuk rudal udara ke udara. Pesanan Arab Saudi sebanyak 84 unit hampir rampung diserahterimakan sementara pesanan Qatar sebanyak 36 unit masih dalam proses pabrikasi.
Tampaknya pemerintah AS berhitung, F-15X Advanced Eagle diharapkan mampu mengisi kesenjangan antara jet tempur generasi ke-5 dan ke-4 di AU AS. Dalam dua hingga tiga puluh tahun ke depan, AU AS akan mengandalkan gabungan armada pesawat tempur generasi ke-5 dan ke-4. Namun sebagian dari jet tempur generasi ke-4, terutama armada F-15C Eagle sudah tergolong uzur. Mulai bermasalah terutama dari segi kekuatan struktural badan pesawat.
Jadi, kehadiran F-15X Advanced Eagle diharapkan tak hanya “memperpanjang nafas” armada jet tempur generasi ke-4, tapi juga bisa mendampingi jet-jet tempur generasi ke-5 yang berteknologi siluman (stealth). Tanpa mengganggu politik anggaran pembelian pesawat sebelumnya.
Itulah kemudian, pembelian F-15X Advanced Eagle dinarasikan sebagai complement armada F-22 dan F-35. Para petinggi AU AS berusaha meyakinkan baik pihak legislatif maupun produsen F-35 bahwa pembelian F-15X Advanced Eagle sama sekali tak mengganggu program besar F-35. Intinya, pembelian F-15X Advanced Eagle tidak akan mengambil jatah pagu anggaran yang sudah disiapkan untuk pembelian ribuan F-35.
Dilain sisi, rencana pembelian delapan unit F-15X Advanced Eagle, juga merupakan langkah awal dari pembentukan satu wing tempur yang terdiri dari 80 unit pesawat yang dibagi dalam tiga skadron.
Jika tak ada halangan dari legislatif (Senat maupun Kongres AS), maka pembelian untuk satu wing tersebut akan rampung setelah lima tahun, sejak pesanan pertama diserahterimakan.[yls](A Karyanto Karsono)
Sumber : rmol.co

Jalan Panjang Kim Jong Un Memakmurkan Korea Utara

Kim Jong Un
Kim Jong Un  

Sejak melakukan pembicaraan damai dengan Korea Selatan tahun lalu, pemimpin Korea Utara yang dulu tertutup berubah menjadi salah satu tamu negara yang paling ditunggu di Asia.
Pada setiap pemberhentian, dari Beijing hingga Singapura, kini Hanoi, Kim Jong Un, 35 tahun, selalu terlihat diperlakukan seperti raja oleh para pejabat negara yang ingin membangun hubungan bilateral dengan salah satu pasar negara berkembang yang belum terjamah.
Perubahan status dari sekadar tamu internasional menjadi tamu kehormatan adalah bukti keberhasilan Kim dalam merebut para pemimpin militer dan mengeliminasi rivalnya sepeninggalan Kim Jongil pada 2011.
Keterbukaan Kim terhadap dunia luar juga menggambarkan keinginannya untuk memulihak ekonomi yang terserang kelaparan selama beberapa dekade, perencanaan negara serta ekspansi militer di bawah kepemimpinan kakek dan ayahnya.
"Kim Jong Un berpikir bahwa ketika dia menjadi pemimpin, dia akan mengatur negara ini jauh lebih baik dari ayahnya yang tertutup," ujar Kim Younghui, yang membelot dari Korea Utara pada tahun 2002 dan sekarang menjadi ekonom senior di Bank Pembangunan Korea, seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (25/2/2019).
Selama tujuh tahun terakhir, Kim yang berpendidikan Swiss telah mengarahkan Korea Utara dari kepentingan militer ayahnya yang berfokus pada pembangunan persenjataan nuklir menjadi kebijakan yang menekankan kepentingan ekonomi.
Setelah berhasil menguji coba rudal balistik antarbenua pada tahun 2017, Ia mengawali pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mengumumkan strategi baru untuk meningkatkan ekonomi.
Langkah ini berhasil mengakhiri ancaman perang dari AS dan membuka jalan bagi pertemuan bersejarah antar keduanya pada Juni tahun lalu untuk pertama kalinya.
Keterbukaan Kim Jongun turut membuka kesempatan bagi investor baru dari Korea Selatan hingga Singapura, asalkan Trump melonggarkan sanksi internasional terhadap program senjata nuklir Korea Utara.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kim telah mengecam sanksi, yang diterapkan pada hampir seluruh aspek mulai dari larangan bepergian bagi pejabat serta mengekang impor energi.
Menurut data perkiraan Korea Selatan, Korea Utara menempati peringkat sebagai salah satu negara termiskin di dunia dan sanksi AS diyakini telah membantu menyebabkan resesi terdalam yang dialami negara itu dalam dua dekade terakhir pada 2017.
Trump sendiri telah berulang kali mengutip tujuan pengembangan Kim sambil mengutarakan alasan Korea Utara akan memperdagangkan persenjataan nuklirnya.
"Pemimpin Kim menyadari, mungkin lebih dari siapapun, bahwa tanpa senjata nuklir, negaranya akan dengan cepat menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar di dunia," ujar Trump melalui akun twitternya pada Minggu (24/2).
Trump percaya bahwa letak geografis dan sumber daya manusia yang dimiliki Pyongyang memiliki potensi untuk tumbuh lebih cepat dari negara lain.
Chun Yungwoo, mantan kepala utusan Korea Selatan untuk perundingan nuklir internasional dengan Korea Utara, mengatakan keberhasilan konsolidasi kekuasaan Kim mengharuskan dia untuk mempertimbangkan negara seperti apa yang dia inginkan untuk menjaga kekuasannya selama 40 hingga 50 tahun ke depan.
"Dia ingin memiliki negara yang lebih makmur melalui pembangunan ekonomi. Tanpa merelakan senjata nuklir, yang bisa dia lakukan adalah mempertahankan ekonomi pada tingkat subsisten," ujar Chun.(Nirmala Aninda)

Empat Pesawat TNI AU Jenis F-16 Patroli Udara di wilayah Aceh

Patroli F-16 TNI AU
Patroli F-16 TNI AU 

Empat pesawat tempur jenis F-16 milik TNI Angkatan Udara melintas di wilayah udara Provinsi Aceh, Senin (25/2/2019). Pesawat ini berasal dari Skadron udara 16 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau. Kedatangan pesawat ini dalam rangka menggelar latihan sekaligus patroli pengamanan wilayah udara di sebelah barat Indonesia khususnya di Provinsi Aceh.
Keempat pesawat tempur ini tiba di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum landing, pesawat ini sempat bermanuver di atas Lanud SIM dan Kota Banda Aceh.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Kolonel Pnb Hendro Arief kepada wartawan mengatakan, kegiatan latihan dengan sandi cakra 19 dan kilat 19 ini mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista), diantaranya empat pesawat tempur jenis F-16, satu helicopter Puma dan satu pesawat Hercules.
“Kegiatan ini dalam rangka melaksanakan latihan cakra 19 dan kilat 19 dengan mengerahkan seluruhnya alutsista empat F-16, satu helicopter Puma dan satu pesawat Hercules sebagai pendukung,” jelas Hendro.
Hendro menyebutkan, kegiatan patroli wilayah udara ini rutin dilakukan sebagai bentuk pengamanan wilayah udara dan laut Indonesia untuk mencegah ancaman pertahanan negara salah satunya menghalau pesawat asing masuk ke wilayah NKRI.
“Jumlah personel yang dilibatkan, untuk pesawat F-16 60 hingga 70 personel, pesawat Hercules 15 personel dan helikopter Puma 8 personel. Latihan ini berlangsung dari tanggal 24 Februari hingga 2 Maret 2019,” ujarnya.
Fokus kegiatan patroli dan latihan tersebut, kata Hendro, dilaksanakan di wilayah udara Provinsi Aceh yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. “Salah satunya di wilayah perbatasan udara Sabang,” ungkapnya.
“Jadi penggelaran alutsista itu untuk pengamanan di wilayah udara nasional khususnya di wilayah barat Indonesia khsusunya di wilayah Aceh. Ini rutin setiap tahun. Pangkalan operasi tidak hanya di Lanud SIM, tapi tersebar di seluruh Indonesia.”
“Harapannya, dengan latihan kilat dan cakra 2019 di Lanud SIM dapat melaksanakan pengamanan wilayah udara dengan baik dan dapat melatih seluruh unsur pertahanan udara, mulai dari radar dan pesawat penidaknya, sehingga terjalin koordinasi dengan baik dan apabila ada pelanggaran udara di wilayah Indonesia khususnya di wilayah barat Indonesia dapat ditangani dengan baik,” tegas Hendro.
Sementara itu, Komandan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Pnb Bambang Bramble Apryanto yang juga ikut dalam operasi ini menjelaskan, jenis pesawat F-16 yang digunakan dalam kegiatan latihan ini merupakan jenis pesawat canggih.
“Kami di sini membawa empat pesawat F-16 dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Ini pesawat canggih. Pesawat yang menjadi ujung tombak dari angkatan udara. Pesawat tempur sergap ini memiliki kemampuan untuk serang permukaan. Ada beberapa rudal maupun bom yang bisa di bawa oleh pesawat ini,” kata Bambang.
“Intinya kami melaksanakan latihan. Tadi kami sempat berputar-putar di atas Kota Banda Aceh untuk memberikan kebanggaan kepada warga Aceh bahwa inilah angkatan udara kita yang siap-siaga menjaga wilayah kedaulatan NKRI,” tambah Bambang yang juga menyebutkan pesawat F-16 ini juga pernah menghalau masuknya pesawat asing yang melintas di wilayah udara Batam.
Operasi latihan ini dirangkaikan dengan acara peringatan bulan Dirgantara HUT TNI AU ke-73 di Lanud Sultan Iskandar Muda yang berlangsung pada tanggal 2-3 Maret 2019.(Munjir Permana)
Sumber : rri.co.id

Radar Acak