AS Kembali Kandangkan Sementara Pesawat Pembom Strategis B-1B Lancer karena Bermasalah

KangUsHa 13:00
Loading...

Militer Amerika Serikat kembali mengkandangkan pesawat pembom B-1B milik Angkatan Udara setelah ditemukan adanya masalah teknis dalam sistem pelontarnya.
Ini menjadi kali kedua Angkatan Udara AS melarang terbang pesawat pembom tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
B-1B Lancer
B-1B Lancer 
Kali ini, dikhawatirkan terdapat masalah teknis pada fitur parasut yang terhubung dengan kursi pelontar pilot.
Dilansir Fox News, dalam laporan inspeksi rutin oleh penerbang pada salah satu pesawat tersebut, ditemukan bahwa sistem parasut pelontarnya telah salah dipasang, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa masalah itu juga terdapat pada pesawat lainnya.
Saat ini, ada sebanyak 62 unit pesawat pembom B-1B Lancer, atau yang dijuluki "Bone", yang tercatat dalam inventaris Angkatan Udara AS.
"Pesawat-pesawat pembom tersebut akan dikandangkan selama beberapa minggu, dan tidak akan lebih dari satu bulan," ujar salah seorang pejabat.
Pesawat pembom B-1B tercatat telah banyak digunakan secara luas dalam operasi menghadapi ISIS di Irak dan Suriah, serta meluncurkan rudal jelajah jarak jauh.
"Pesawat ini bukan pembom nuklir, melainkan hanya digunakan untuk meluncurkan senjata konvensional," kata pejabat tersebut.
Sebelumnya, pesawat pembom B-1B juga sempat dikandangkan selama sekitar tiga minggu pada Juni 2018 karena masalah keamanan dalam sistem kursi pelontar.
Menurut pejabat departemen pertahanan AS, saat ini tidak ada pesawat pembom B-1B yang berada di luar negeri.
Sebagian besar dari armada pesawat ini kini ditempatkan di dua pangkalan domestik, yakni di Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth di South Dakota dan di Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas.
Pesawat pembom B-1B merupakan satu dari tiga pesawat tipe pembom strategis jarak jauh yang masih digunakan Departemen Pertahanan AS.
Pesawat yang dikembangkan pada era Perang Dingin ini sempat digadang-gdang sebagai pesawat yang akan melakukan serangan udara nuklir terhadap Uni Soviet jika terjadi konflik global, dan tetap menjadi bagian penting dalam rencana darurat AS.
Menurut sejumlah laporan, pesawat ini akan dihapus dari inventaris Angkatan Udara AS pada pertengahan 2030 mendatang dan akan digantikan dengan pembom siluman B-21 Raider yang baru. (Agni Vidya Perdana)
Sumber : kompas.com
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak