Badan Penelitian Pertahanan Swedia: Kemampuan S-400 Rusia Terlalu Dibesar-besarkan

KangUsHa 13:00
Loading...
S-400 Rusia
S-400 Rusia 

Badan Penelitian Pertahanan Pemerintah Swedia, FOI (Totalförsvarets forskningsinstitut), dalam laporannya setebal 114 halaman baru-baru ini menyatakan bahwa jangkauan sistem pertahanan udara S-400 Triumf Rusia dan kemampuannya untuk melawan counter-measures terlalu dibesar-besarkan.
Menurut laporan yang berjudul “Bursting the Bubble? Russia´s A2AD-Capabilities in the Baltic Sea Region”, yang diterbitkan pada hari Senin (04/03), FOI menyatakan bahwa jangkauan sebenarnya dari sistem anti-pesawat S-400 Rusia, yang dipromosikan memiliki jangkauan 400 kilometer, sebenarnya 150-200 kilometer, kata laporan itu.
A2/AD atau Anti Access/Area Denial adalah jargon militer yang berarti kemampuan mencegah pengerahan musuh di suatu wilayah geografis pada jarak tertentu.
“Sistem pertahanan udara S-400 sering diklaim memiliki jangkauan 400 km, tetapi pakar teknis FOI memperkirakan bahwa jarak efektif terhadap target bermanuver di ketinggian rendah jauh lebih sedikit, bahkan hingga 20 km untuk target yang lebih kecil yang terbang rapat dengan tanah,” menurut laporan itu.
“Dalam laporan kami, kami simpulkan bahwa kemampuan A2/AD Rusia kurang efektif dibandingkan apa yang diklaim oleh militer Rusia atau pers Barat. Untuk satu hal, lebih sulit daripada yang banyak orang bayangkan untuk mendeteksi dan menyerang target yang berjarak puluhan kilometer jauhnya," kata Robert Dalsjö, deputi Direktur Penelitian di FOI, yang menulis laporan bersama dengan Michael Jonsson.
S-400 menggunakan empat rudal dengan memiliki kemampuan jangkauan berbeda: 40N6 untuk jarak sangat jauh (400 km), jarak jauh 48N6 (250 km), jarak menengah 9M96E2 (120 km) dan jarak pendek 9M96E (40 km).
Menurut laporan itu, rudal yang diklaim dengan jangkauan 400 km, 40N6, belum beroperasi dan mengalami masalah dalam pengembangan dan pengujiannya. Dalam konfigurasi saat ini, sistem S-400 terutama harus dianggap sebagai ancaman terhadap pesawat besar bernilai tinggi seperti AWACS atau pesawat angkut di ketinggian sedang hingga tinggi, hingga jarak 200-250 km. Sebaliknya, jarak efektif terhadap jet tempur yang lincah dan rudal jelajah yang beroperasi di ketinggian rendah bisa sekitar 20-35 km.
Laporan ini juga menganalisis beberapa kemungkinan countermeasure untuk kemampuan A2/AD Rusia. Kemampuan Rusia terutama didasarkan pada tiga sistem: sistem anti-pesawat S-400, sistem anti-kapal Bastion, dan
sistem rudal balistik Iskander untuk digunakan terhadap target darat.
Ada beberapa langkah untuk melawan sistem A2/AD. Beberapa pasif, seperti terbang di sekitar area cakupan sensor, atau menempatkan pasukan di lokasi pada waktu yang tepat. Yang lain adalah langkah-langkah countermeasure aktif, baik "soft", dalam bentuk jamming elektronik atau chaff yang disebar oleh pesawat, dan "hard", di mana bagian-bagian dari kemampuan A2/AD lawan secara keseluruhan dihilangkan secara fisik, kata laporan itu.
“Seseorang dapat menetralkan seluruh sistem dengan merobohkan hanya satu link dalam rantai fungsional, misalnya data link atau radar fire control, dan karena melihat over the horizon membutuhkan radar udara (airborne), maka mungkin cukup dengan menembak jatuh pesawat radar tersebut,” kata Robert Dalsjö.
Namun, membuat kemampuan A2/AD Rusia menjadi masalah yang dapat dikelola (manageable) membutuhkan komitmen, menurut laporan itu.
“Angkatan bersenjata Barat telah lama berperang melawan musuh yang tidak memiliki perlengkapan memadai, seperti misalnya Taliban. Dengan demikian, pengembangan kapasitas dan investasi sekarang diperlukan di berbagai bidang seperti perang elektronik, countermeasure, dan senjata berpemandu,” simpul Dalsjö. (Angga Saja - TSM)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak