Inilah Empat Fakta Tank Baru Rusia T-90M Proryv-3


Pada pertengahan Februari lalu, perusahaan Rusia Uralvagonzavod (produsen tank tempur terbesar di dunia) merilis versi baru tank tempur T-90 yang legendaris, yaitu T-90M Proryv-3.
T-90M Proryv-3
T-90M Proryv-3 
Saat ini, diperkirakan ada 2.000 unit T-90 yang digunakan oleh berbagai pasukan di seluruh dunia. Pemutakhiran yang dilakukan Uralvagonzavod membuat T-90 mampu bersaing dengan model-model tank paling canggih di dunia. Inilah empat keunggulan T-90M Proryv-3 yang baru.
1. Senjata dari Armata
Turet T-90M Proryv-3 menggunakan senjata yang dipinjam dari T-14 Armata — 2A82-1M. Tank itu memiliki senapan mesin kaliber besar yang dikendalikan dari jarak jauh, yang menembakkan peluru Kord-MT 12,7 mm.
Dengan memanfaatkan teknologi modern, para perancang telah meningkatkan akurasi tembakan tank sebesar 25 hingga 30 persen dan masa pakai larasnya hingga 900 tembakan.
2. Proyektil baru yang Dirancang Khusus
Selain paket amunisi standar, T-90M juga telah dilengkapi dengan tiga jenis amunisi khusus.
Yang pertama adalah peluru penembus perisai Vacuum-1 dengan inti uranium terdeplesi. Para perancang mengatakan bahwa ketika ditembakkan, proyektil ini mampu mencapai kecepatan hingga 1.980 meter/detik dan dapat merobek semeter lapis baja tank.
Yang kedua adalah hulu ledak fragmentasi tinggi ledakan Telnik, yang dapat diledakkan dari jarak jauh oleh awak tank.
Yang ketiga, rudal Sprinter. Lintasan terbang peluru kendali ini dapat disesuaikan selama ditembakkan.
3. Lapis Baja Modern
Bodi T-90M dilapisi oleh lapis baja reaktif modular modern, Relikt, yang dapat mengeliminasi proyektil musuh pada jarak satu meter dari tank. Sementara, bagian bawah turet dan bagian belakang tank dilindungi oleh slat armor (pagar pelindung). Di sisi lain, kompartemen penembakan telah diperkuat dengan pelindung antipecahan peluru.
Menurut produsen, lapis baja tank baru ini akan memastikan baik kendaraan maupun kru di dalamnya terlindung dari serangan proyektil tank mana pun.
Pada saat yang sama, visibilitas radar tank telah dikurangi. Sederhananya, ciri khas pencitraan termal sistem penargetan tank abad ke-21 pada tank ini hampir dihilangkan.
4. Mesin Baru
Salah satu tujuan utama Uralvagonzavod adalah meningkatkan mobilitas tank di medan perang. T-90M kini telah diberi mesin diesel baru berkekuatan 1.130 tenaga kuda dan transmisi otomatis. Alhasil, mesin perang berbobot 50 ton itu kini dapat melaju dengan kecepatan 70 km/jam dan para awak dapat menikmati perjalanan sambil mengendarai tank dengan setir alih-alih beberapa tuas.
"Usang dan tak berguna, ribuan tank dan kendaraan militer dari era Perang Dingin menumpuk di “gudang-gudang” penyimpanan di seluruh negeri. Pada akhirnya, cepat atau lambat, Rusia harus mengatasi masalah ini.( IGOR ROZIN )

Mock-Up ATAK 2 Helikopter Serang Kelas Berat Turki Tampil Perdana di IDEF 2019


Turkish Aerospace Industries (TAI) akan mempertunjukkan untuk pertama kalinya mock-up helikopter serang ATAK 2 dalam pameran pertahanan IDEF 2019 pada 30 April - 3 Mei di Istanbul, Turki. Demikian dikutip Redaksi AR dari savunmasanayist.com.
Mock-Up ATAK 2
Mock-Up ATAK 2  
Kesepakatan pengembangannya ATAK 2 ditandatangani oleh SSB (Undersecretariat for Defence Industries) bersama TAI pada Februari 2019 silam. ATAK-2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Turki (TSK) dan juga untuk ekspor di kemudian hari.
ATAK 2 merupakan heli serang garis depan yang lebih perkasa dari T219 (lisensi berdasar Leonardo A129). ATAK-2 dapat menjalankan misi di kondisi geografis dan lingkungan yang keras. Ditunjang dengan muatan senjata yang besar dan sistem avionik modern serta kinerja yang tinggi.
Helikopter berawak dua ini memiliki kecepatan maksimum 318 km/jam dengan ketinggian terbang hingga 6.000 m. Heli mampu beroperasi siang malam dalam cuaca ekstrem mulai dari suhu dingin -40 C hingga panas 50 C.
ATAK 2 dibekali persenjataan tetap berupa kanon kaliber 30 mm di bawah dagunya. Sementara di tiap sayapnya kecilnya disediakan tiga gantungan untuk tabung roket 70 mm berpengendali, rudal anti tank, dan rudal antipesawat.
Sebagai heli serang modern, pada ATAK 2 akan dicangkokkan sistem pelacakan sasaran dan pencitraan target. ATAK 2 juga dilengkapi sistem peperangan elektronik, sistem navigasi, serta komunikasi yang canggih.
Untuk mempercepat sekaligus menekan biaya pengembangan, ATAK 2 akan banyak berbagi komponen dengan heli serang T129 dan heli medium serbaguna T625. Di antaranya adalah sistem transmisi, sistem rotor, dan perangkat pendaratan.
Uji terbang heli ATAK 2 baru akan dilakukan lima tahun ke depan, tepatnya di tahun 2024.
Bila telah terwujud, ATAK 2 akan bersaing dengan helikopter serang kelas berat AH-64E Apache dari Amerika Serikat, Mi-28 dari Rusia, dan WZ-10 dari China. (Rangga Baswara Sawiyya)

Para Pilot F-22 Dibekali Senjata Laras Panjang GAU-5A, Siap Tempur Usai Eject


Para pilot tempur yang dalam aksi duel udara mengalami nasib naas karena pesawatnya tertembak jatuh lalu eject dan mendarat selamat, sebenarnya tetap menghadapi bahaya.
Apalagi jika lokasi mendaratnya masih berada di daerah musuh. Pilot tempur bersangkutan selain harus menyelamatkan diri juga sebisa mungkin harus dapat melakukan perlawanan saat sedang diburu musuh.
Kursi Lontar dengan  GAU-5A
Kursi Lontar dengan  GAU-5A 
Demi melaksanakan perlawanan itu maka pilot tempur umumnya dibekali sepucuk pistol dan perangkat survival kit yang bisa digunakan untuk bertahan hidup selama beberapa hari.
Tapi dalam perkembangan terkini, senjata pilot tempur berupa pistol dianggap kurang memadai lagi karena hanya bisa digunakan untuk pertempuran jarak pendek yang bersifat defensif.
Untuk mengatasi persenjataan pistol yang hanya bisa digunakan secara terbatas itu, para pilot Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), khususnya pilot-pilot F-22 Raptor telah dibekali dengan senjata laras panjang yang dirancang secara khusus, yakni GAU-5A.
Melalui laman facebook-nya, satuan 3rd Wing USAF telah memamerkan senapan serbu baru GAU-5A yang merupakan pengembangan dari karabin M4 (M4 carbine).
Sebagai senjata personel para pilot F-22 yang dibuat secara istimewa, ketika dibawa terbang GAU-5A menyatu bersama survival kit yang berada di bagian dasar kursi lontar.
Posisi GAU-54 sendiri dalam keadaan terurai. Pilot hanya butuh waktu sekira satu menit untuk merangkai GAU-5A menjadi senjata serbu yang bisa digunakan untuk menghantam target secara presisi pada jarak 200 meter.
Dengan senapan serbu yang dimiliki, para pilot F-22 yang selamat usai eject pun bisa berperan menjadi pasukan tempur layaknya personel infanteri.
Untuk mendapatkan kemampuan tempur itu, para pilot Raptor telah mendapatkan pelatihan khusus, terutama dalam hal mengoperasikan GAU-5A secara profesional.
Dengan demikian, berkat kemampuan tempur yang dimiliki ini kemungkinan para pilot F-22 untuk mampu bertahan dan melawan musuh saat dilancarkan operasi SAR tempur bisa lebih mumpuni.
Dalam operasi penyelamatan untuk mengevakuasi pilot Raptor yang berada di darat, pilot bersangkutan bisa bertempur bahu-membahu menggunakan senjata serbunya bersama pasukan penyelamat.
Mereka tidak lagi hanya berperan sebagai pilot yang cenderung pasif sewaktu dilancarkan operasi penyelamatan. (A Winardi)

AS Kembali Kirim 2 Kapal Perang ke Selat Taiwan meski Ditentang China


Militer Amerika Serikat (AS) kembali mengirim dua kapal perang Angkatan Laut ke Selat Taiwan pada hari Minggu. Kapal-kapal Pentagon masih nekat melintasi jalur perairan strategis itu meski ditentang China.
USS Stethem
USS Stethem 
"Transit kapal-kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Armada Pasifik AS dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (29/4/2019).
Kedua kapal perang tipe perusak itu diidentifikasi bernama USS William P. Lawrence dan USS Stethem.
Pada bulan Maret lalu Angkatan Laut AS telah mengirim kapal perang tipe perusak, USS Curtis Wilbur, dan kapal cutter Coast Guard (USGC) Bertholf melintasi Selat Taiwan untuk menunjukkan komitmen AS terhadap operasi kebebasan navigasi di wilayah tersebut.
Angkatan Laut AS terus melakukan operasi kebebasan navigasi di perairan Laut China Selatan yang disengketakan, yang oleh pemerintah China dianggap sebagai provokasi.
Tiongkok atau juga dikenal sebagai China Daratan telah berulang kali meminta AS untuk menghindari selat sepanjang 110 mil tersebut karena khawatir Washington memberikan dukungan militer kepada Taiwan.
Taiwan merupakan pulau itu telah menjadi negara yang memerintah sendiri sejak tahun 1949. Namun, China terus-menerus memandang Taiwan sebagai provinsinya yang harus kembali ke pangkuannya.
Selat Taiwan memisahkan Taiwan dari China. Hubungan antara kedua belah pihak terputus pada 1949 setelah sisa-sisa pasukan Chiang Kai-shek melarikan diri ke pulau itu karena kalah dalam perang saudara. Sebagian ikatan sudah dipulihkan pada 1980-an.(Muhaimin)

AS Nantikan Sepak Terjang RI sebagai Presiden DK PBB


Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Hubungan Politik, David Hale mengatakan, pihaknya menanti Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal itu disampaikan Hale saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta.
David Hale
David Hale  
Hale menuturkan, dalam pertemuan itu dia mengawali dengan mengucapkan selamat atas suksesnya pemilu yang dilaksanakan dengan baik, damai. Dia lalu mengatakan, AS tidak pernah meragukan komitmen Indonesia dalam berbagai isu di PBB, khususnya mengenai perdamaian dan sangat menanti kepemimpinan Indonesia di DK PBB.
"Kami menantikan Indonesia menduduki Presidensi DK PBB pada bulan Mei dan sekali lagi komitmen kuat Indonesia dalam berbagai isu di DK PBB, termasuk mengenai pasukan penjaga perdamaian," ucapnya pada Senin (29/4).
Dia kemudian mengatakan, selain membahas mengenai DK PBB, dia dan Retno juga membahas mengenai hubungan antara AS dan Indonesia, yang tahun memasuki usia ke-70.
"Kita memiliki hubungan kerjasama yang sangat kuat, tahun ini kita merayakan 70 tahun hubungan diplomatik dan kami sangat bangga dengan apa yang kita lakukan dalam membantu mencapai tujuan bersama AS dan Indonesia, termasuk mengenai apa yang ingin kita lakukan di Indo-Pasifik," ungkapnya.
"Secara umum, kita mempromosikan tujuan yang sama yakni pengembangan ekonomi, pemerintahan yang baik dan dalam masalah keamanan. Bagi kami, Indonesia adalah pemimpin dalam upaya ini dan kami senang dengan hal itu," sambungnya.
Hale menambahkan, dalam pertemuan itu dia juga menyampaikan apresiasi AS atas komitmen Indonesia dalam hal toleransi. Menurutnya, hal semacam ini adalah hal yang jarang terjadi di kawasan.
"AS juga sangat mengapresiasi komitmen kuat Indonesia dalam hal kebebasan beragama, toleransi dan saling menghormati dan kami melihat ke wilayah ini, hal ini bukanlah hal yang umum terjadi, contohnya seperti yang terjadi di Myanmar, yang terjadi pada orang-orang Rohingya di Rakhine State.Kami juga membicarakan mengenai pelanggaran HAM di barat China, situasi yang buruk di sana, ada hampir satu juta Muslim yang ditahan di dalam kamp," ungkapnya.(Victor Maulana)

GAO: Kesiapan Jet Tempur Siluman F-35 Menurun Akibat Salah Urus Suku Cadang


Kesiapan jet tempur F-35 Lightning II menurun akibat terjadi salah urus (pengaturan) dalam hal penyediaan suku cadang. Akibatnya, pesawat tidak dapat melakukan banyak misi atau melaksanakan penerbangan sesering yang diharapkan.
Kekurangan suku cadang dan kemampuan perbaikan yang terbatas telah berkontribusi pada menurunnya kesiapan terbang F-35 hingga 30% pada periode Mei – November 2018.
Mesin F-35
Mesin F-35 
Temuan ini disampaikan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (Government Accountability Office/GAO) kepada Kongres Amerika Serikat pada April 2019 dan telah dipublikasikan secara terbuka di laman GAO.
Ditulis oleh GAO, kinerja pesawat yang lebih rendah dari yang diharapkan sebagian besar disebabkan oleh kurangnya suku cadang F-35 dan masalah pengelolaan serta pendistribusian suku cadang hingga tataran global.
Departemen Pertahanan (DOD) Amerika Serikat diketahui memiliki backlog perbaikan suku cadang F-35 sebanyak 4.300 komponen. Dalam hal ini DOD berupaya mengambil langkah-langkah untuk menangani masalah yang dihadapi.
Namun demikian, tindakan tersebut belum mampu menyelesaikan kesenjangan antara kebutuhan dengan rantai pasokan suku cadang F-35 itu sendiri.
Masalah lain yang dihadapi, persediaan suku cadang faktanya tidak semua dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan akan suku cadang itu sendiri. Sebab, terdapat banyak suku cadang yang sudah dibeli namun pada saat akan digunakan sudah tidak sesuai lagi karena pesawat F-35 telah dimodifikasi dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh GAO menyebut, 44 persen dari suku cadang yang telah dibeli nyatanya tidak sesuai dengan pesawat F-35 yang digunakan Korps Marinir AS (USMC) baru-baru ini.
Tanpa melakukan modifikasi ulang pada suku cadang, sulit suku cadang tersebut dapat digunakan pada pesawat.
Untuk diketahui, F-35 dirancang dalam tiga varian A, B, dan C untuk tiga angkatan (USAF, USMC, US Navy) di mana masing-masing pesawat punya kekhususan tersendiri walau secara umum didesain bersifat komunal.
Temuan lain GAO, jaringan distribusi global komponen F-35 dinilai masih belum matang, sehingga pelanggan F-35 di luar negeri harus menunggu datangnya suku cadang F-35 dalam waktu yang lama.
Atas masalah-masalah yang terjadi tersebut, Angkatan Udara AS (USAF) dan USMC harus mengatur ulang biaya perawatan yang dibutuhkan.
DOD telah menghabiskan miliaran dolar untuk pembelian suku cadang F-35, namun DOD sendiri tidak memiliki catatan yang baik untuk semua suku cadang yang telah dibeli, di mana suku cadang itu berada, dan berapa biayanya.
DOD tidak merawat basis data informasi tentang komponen F-35 yang dimiliki AS dan tidak memiliki data komponen yang diperlukan. Tanpa kebijakan yang jelas, kata GAO, DOD akan kesulitan untuk melacak suku cadang F-35 yang telah dibeli. DOD hanya akan bergulat dengan pemahaman terbatas tentang suku cadang F-35 yang dimilikinya dan bagaimana mereka harus mengelolanya.
Jika dibiarkan dan tidak diselesaikan, lanjut GAO, masalah akuntabilitas ini akan menghambat kemampuan DOD untuk mencapai kesiapan yang memadai sesuai keterjangkauannya.
Pada bagian akhir dari laporan setebal 75 halaman itu, GAO merekomendasikan delapan hal termasuk di antaranya agar DOD menentukan tindakan untuk menutup kesenjangan antara permintaan dan kinerja rantai pasokan suku cadang F-35.
Dalam laporan tersebut, GAO juga mencantumkan semua jawaban dari DOD yang intinya menyetujui semua rekomendasi yang disampaikan dan akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. (Roni Sontani)

Protes Aksi Tabrak KRI Tjiptadi 381, Kemlu Panggil Dubes Vietnam


Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku telah memanggil pihak Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta. Pemanggilan ini untuk menyampaikan protes atas insiden yang terjadi di Laut Natuna Utara.
"Kemlu telah memanggil Kedubes Vietnam di Jakarta untuk menyampaikan protes atas penyerempetan kapal Dinas Perikanan Vietnam terhadap KRI Tjiptadi 381," kata Kemlu RI melalui akun Twitternya.
"Tindakan kapal Dinas Perikananan Vietnam membahayakan nyawa aparat kedua negara, tidak sejalan dengan hukum internasional, dan tidak sesuai dengan semangat ASEAN," sambungnya, seperti dikutip Sindonews pada Senin (29/4).
Sebelumnya diwartakan, kapal Pengawas Perikanan Vietnam/Coast Guard Vietnam nekat menabrak kapal perang KRI Tjiptadi 381 di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) tepatnya di Laut Natuna Utara.
Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada, Sabtu pukul 14.45 WIB. Saat itu, KRI Tjiptadi-381 melaksanakan penegakan hukum di ZEE Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara terhadap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam BD 979 yang sedang melaksanakan Illegal Fishing.
Kapal Coast Guard Vietnam berusaha untuk menghalangi proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 lewat provokasi dengan cara menabrakkan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381.
"Kejadiannya di ZEE Indonesia sehingga tindakan penangkapan yang dilaksanakan oleh KRI Tjiptadi-381 sudah benar dan sesuai prosedur. Namun, pihak Vietnam juga mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan Vietnam," katanya.
Akibat provokasi kapal Vietnam KN 264 dan KN 231 dengan menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi-381 dan menghadang serta menabrak lambung kiri buritan KIA BD 979, membuat kapal tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam.
Sementara, 12 anak buah kapal (ABK) Kapal Ikan Vietnam berhasil diamankan ke atas KRI Tjiptadi 381, namun dua ABK yang berada di atas kapal ikan tersebut berhasil melompat ke laut dan ditolong oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Selanjutnya ABK Kapal Vietnam tersebut akan diserahkan ke Lanal Ranai guna proses hukum selanjutnya.(Victor Maulana)

HUT ke-36, Pindad Pamerkan Ranpur dan Senjata Unggulan Buatannya


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36, PT Pindad (Persero) menyelenggarakan acara selama dua hari pada 27-28 April 2019 di kawasan pabrik yang berlokasi di Kiara Condong, Bandung.
SPR-4
SPR-4  
Guna memeriahkan acara yang terbuka untuk umum ini diadakan bazar, panggung musik, lomba foto, fun bike, dan lomba tarik panser. Salah satu yang paling seru tentunya pameran produk militer yang dihasilkan Pindad.
Produk Divisi Kendaraan Khusus adalah yang paling banyak diserbu pengunjung. Selain bisa dinaiki, para pengunjung bisa berswafoto dengan kendaraan tempur kebanggaan dalam negeri ini.
Tampak berjajar mulai dari tank medium Harimau, panser 6x6 Badak, panser 6x6 Anoa, dan panser terbaru Kobra 8x8. Turut mencuri perhatian pengunjung adalah Komodo putih yang tubuhnya dijadikan kanvas untuk dilukis.
Tak ketinggalan, Divisi Senjata turut memamerkan beragam produk senjata perorangan. Mulai dari senjata genggam G-2 Combat andalan TNI, MAG 4 yang digunakan oleh Kepolisian, hingga pistol baru bernama Armo dengan bingkai polimer.
Sementara senapan laras panjang yang ditampilkan adalah SS-2 kaliber 5,56 mm dan SS-3 kaliber 7,62 mm. Dari keluarga senapan runduk hadir SPR-2 kaliber 12,7 mm, SPR-3 kaliber 7,62 mm, dan SPR-4 kaliber 8,6 mm (Lapua Magnum). (Rangga Baswara Sawiyya)

Tiongkok Dilaporkan Menguji Coba Rudal Hipersonik Baru yang Mampu Menghancurkan Kapal Perang AS


Sumber-sumber Cina telah melaporkan bahwa sebuah rudal anti-kapal misteri anti-kapal sedang diuji oleh Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLAN).
Menurut informasi saat ini, prototipe rudal hipersonik sedang dikembangkan untuk meningkatkan daya tembak Peluru kendali dari Kapal destroyer Type 055 terbaru China, telah berhasil melakukan tes darat.
China Uji Coba Rudal Hipersonik
China Uji Coba Rudal Hipersonik 
Sumber telah mengklaim rudal hipersonik baru, yang dikenal sebagai YJ-XX, akan mampu menghancurkan pertahanan rudal kapal perang AS. YJ-XX adalah rudal berkecepatan sangat tinggi, dengan jangkauan 1000 km, yang diduga mampu menembus sistem pertahanan udara AS berdasarkan Standard Missile 3 (SM-3) Block IIA dan SM-6 Block IA hit-to- membunuh rudal pencegat.
Khususnya, kapal perusak Tipe 055 pertama, Nanchang (indikatif visual 101), melakukan debut publik pertamanya selama perayaan besar-besaran itu merayakan peringatan ke-70 berdirinya Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat di Qingdao.
Kapal Kelas destroyer Tipe 055 dengan panjang 180 meter, lebar 20 meter adalah pengembangan dari perusak rudal kelas-055 Luyang III tipe 052D tetapi sekitar sepertiga lebih besar dari yang terakhir.
Kapal ini dipersenjatai dengan 112 sel peluncuran vertikal dengan kemampuan untuk menembakkan rudal darat-ke-udara HHQ-9, rudal jelajah anti-kapal YJ-18, dan rudal jelajah ke darat CJ-10. Meriam utama adalah senapan H / PJ-38 130-mm, tetapi ada laporan bahwa kapal ini juga pada akhirnya dapat dilengkapi dengan railgun. Kapal itu menggunakan radar X-dan S-band, yang memungkinkannya melacak objek tersembunyi dari berbagai ukuran.
Dengan dilengkapi rudal anti-kapal hipersonik terbaru destroyer tipe 055 dapat secara signifikan memperluas jangkauan Angkatan Laut Cina di Perairan Pasifik tengah.

Ekspor Peralatan Militer Rusia ke Indonesia Sejak 1992


Ekspor Peralatan pertahanan Rusia ke Republik Indonesia telah mencapai lebih dari USD2,5 miliar sejak akhir 1992, Perusahaan pengekspor senjata Rusia Rosoboronexport (anak perusahaan dari perusahaan negara Rostec) mengatakan dalam sebuah pernyataan. 
PT-76 Marinir TNI AL
PT-76 Marinir TNI AL 
"Moskow telah bekerja sama dengan Jakarta dalam bidang militer-teknis sejak 1958, dan intensifikasi hubungan ini dimulai pada akhir 1990-an - awal 2000-an. Sejak November 1992, pengiriman senjata ke Indonesia telah melampaui USD2,5 miliar," kata juru bicara Rosoboronexport.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah menerima BTR-80A pengangkut personel lapis baja (APC), BMP-3F kendaraan tempur infanteri (IFVs) Marinir, senapan serbu keluarga Kalashnikov AK-100, pesawat tempur Sukhoi, Heli angkut-tempur Mil,rotorcraft, dan barang-barang perangkat keras militer lainnya .
Menurut laporan analitik Neraca Militer 2018 yang dirilis oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) yang berbasis di London, militer Indonesia mengoperasikan Peralatan Militer buatan Rusia saat ini tank amfibi ringan PT-76, PTS-10, KAPA K-61, M-30 Howitzer 122mm, 34 BTR-50PK dan 100 BTR-50P- APC amfibi, tiga BREM -2 kendaraan lapis baja Recovery, enam Mil Mi-35P (kode Nato Hind-D), 17 mil Mi-17V-5 (Hip-H) rotorcraft utilitas, 22 BMP-2 dan 54 BMP-3F IFVs, 12 BTR -80A APC, dan dua Sukhoi Su-27SK (Flanker), tiga Su-27MKM (Flanker), dua Su-30MK (Flanker), dan sembilan pesawat tempur multirole Su-30MK2 (Flanker).
Pada bulan April 2019, JSC Rosoboronexport (bagian dari Perusahaan Negara Rostec) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kontrak untuk penyediaan batch baru kendaraan tempur infanteri BMP-3F dan pengangkut personel lapis baja amfibi (APC) BT-3F dikembangkan dan diproduksi oleh JSC Kurganmashzavod untuk kepentingan Korps Marinir negara itu.

FAMEX 2019: Leonado Hadir Pamerkan Jet Latih M-346FA, Pesawat Angkut C-27J Spartan, dan Helikopter AW139M


Feria Aeroespacial Mexico (FAMEX) 2019 adalah pameran teknologi militer, sipil, dan keamanan ruang angkasa terbesar di Meksiko. Perhelatan ini menjadi salah satu gerbang bagi industri dirgantara maupun instansi lainnya untuk menembus pasar di kawasan Amerika Latin.
Pameran yang berlangsung di Santa Lucia, negara bagian Estados de Mexico pada 24-27 April ini diikuti oleh 40 negara dengan lebih 600 perusahaan serta 40 lembaga pendidikan.
Pesawat Angkut C-27J Spartan
Pesawat Angkut C-27J Spartan 
Leonardo, salah satu industri dirgantara terkemuka di Eropa turut hadir dalam pameran ini dengan mengedepankan sejumlah produknya. Tiga di antaranya adalah jet latih tempur M-346FA, pesawat angkut militer C-27J, dan heli ringan versi militer AW139M.
Di kawasan Amerika Latin, C-27J telah digunakan oleh Peru. Salah satunya untuk misi penanggulangan bencana akibat gejala alam El Nino beberapa waktu lalu.
Mengutip siaran pers Leonardo, dalam penyelenggaraan FAMEX 2019 pabrikan ini menawarkan C-27J varian pemadam kebakaran dengan biaya operasi rendah dibanding platform pemadam udara lainnya.
Kemudian, jet latih M-346 yang dibuat dalam varian M-346FA (Fighter Attack) juga ditawarkan dengan mengedepankan solusi biaya rendah untuk menghadapi medan pertempuran modern.
Pesawat ini dilengkapi dengan radar Gripo-E sebagai perangkat pemindai elektronik atau E-Scan yang efektif serta sistem kontrol persenjataan modern. Pesawat mampu membawa rudal udara ke udara, rudal udara ke permukaan, serta melaksanakan misi pengintaian taktis.
Kelebihan lain M-346FA adalah karena pesawat ini tidak menghilangkan platformnya sebagai pesawat latih lanjut (advanced jet trainer/AJT).
Untuk armada helikopter, Leonardo punya pasar yang bagus di kawasan Amerika Latin. Meksiko adalah salah satu di antaranya dengan membeli lebih 80 unit helikopter dari pabrikan di Inggris/Italia ini untuk mendukung misi penegakan hukum dan misi/operasi lainnya.
Leonardo menawarkan helikopter AW159 untuk Angkatan Laut maupun Angkatan Udara Meksiko dan negara lainnya.
Ada juga helikopter AW139M yaitu versi militer dari helikopter ringan terlaris produk Leonardo. AW139 sudah dipesan 1.150 unit oleh berbagai negara. Leonardo mengatakan, heli ini sangat cocok digunakan di medan-medan berat kawasan Amerika Latin, terutama bagi para operator yang membutuhkan penerbangan tiap hari.
Di luar itu, Leonardo juga menjajakan radar pertahanan udara berbasis darat RAT31 DL untuk fungsi pengawasan 3D L-Band dengan kemampuan jangkauan mencapai 470 km.
RAT31 DL merupakan radar pertahanan udara primer yang telah digunakan oleh sejumlah negara anggota NATO seperti Italia, Turki, Polandia, Spanyol. Hungaria, Norwegia, Republik Ceko, Jerman, dan lainnya.
Sejumlah bandara di kawasan Amerika Latin merupakan pengguna teknologi sistem pengatur lalu lintas udara dan lalu lintas laut buatan Leonardo. Pasar ini turut dibidik Leonardo dengan memamerkan sejumlah produk terkait. (Roni Sontani)

Iran Pertimbangkan Hengkang dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir


Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) adalah salah satu pilihan Teheran. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.
Iran
Iran 
NPT, yang mulai berlaku pada tahun 1970, dan diperpanjang tanpa batas pada tahun 1995, bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi senjata, mendorong penggunaan energi nuklir secara damai dan perlucutan nuklir.
"Pilihan Iran sangat banyak, dan otoritas negara mempertimbangkannya dan meninggalkan NPT adalah salah satunya," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (28/4).
Seperti diketahui, AS terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, pasca mereka meninggalkan kesepakatan nuklir. Terbaru, AS memutuskan untuk mengakhiri keringanan sanksi yang diberikan kepada negara-negara pembeli minyak mentah Teheran.
Dengan pencabutan keringanan ini, maka semua negara yang melakukan kerjasama dengan Iran, khususnya dalam hal pembelian minyak, akan turut terkena sanksi Washinghton.
Keputusan AS ini mendapat tentangan dari banyak pihak, termasuk salah satunya adalah Uni Eropa (UE). Juru bicara Menteri Luar Negeri dan Keamanan UE, Maja Kocijancic menuturkan, pihaknya tidak akan mengikuti langkah AS.(Victor Maulana)

Roket dan Pesawat Tanpa Awak Jadi Program Prioritas Lapan


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) fokus pada pengembangan roket hingga pesawat tanpa awak dalam program prioritas nasional lima tahun ke depan.
Roket RX-450 Lapan
Roket RX-450 Lapan 
"Program prioritas nasional ke depan, pertama terkait dengan roket itu dikembangkan untuk meningkatkan jangkauannya, kemudian terkait dengan pesawat ini diarahkan untuk pesawat amfibi kemudian juga pesawat tanpa awak untuk ketinggian menengah dan untuk 'medium-altitude long-endurance' untuk yang mempunyai daya tahan lama, ini bekerja sama dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dengan Kemhan (Kementerian Pertahanan)," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin kepada wartawan di sela-sela Sarasehan 50 Tahun Planetarium dan Observatorium Jakarta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (27/4/2019).
Program prioritas selanjutnya adalah pengembangan satelit yang diarahkan untuk membangun satelit komunikasi orbit terendah.
Dia mengatakan hal yang juga menjadi fokus ke depan adalah pengembangan observatorium nasional. Observatorium nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur ditargetkan mulai beroperasi pada 2020.
Sebelumnya, Lapan mengatakan pesawat perintis N219 Amfibi yang akan dikembangkan pada 2019 diperkirakan mulai uji coba terbang pada 2022.
"Begitu selesai pengembangan float dan peningkatan basik pesawat, maka pada 2022 mulai flight test [uji coba penerbangan]," kata Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan Gunawan Setyo Prabowo.
Ia mengatakan setelah sertifikasi penerbangan untuk pesawat N219 pada 2019, maka pengembangan pada pesawat N219 Amfibi akan dimulai.
Pada dua tahun pertama, yakni 2019-2020, akan dilakukan pengembangan float yang berguna untuk menganti roda agar pesawat dapat mengapung di atas permukaan air.

450 Personel Batalion 713 Ikuti Latihan Tempur


450 prajurit Batalion Infanteri 713 Satya Tama Gorontalo mengikuti pendidikan Uji Siap Tempur (UST) Minggu (28/4/2019) hingga Selasa 30 April 2019 di hutan Gorontalo di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Uji Siap Tempur atau kerap dikenal dengan sebutan pendidikan UST di kalangan TNI AD, merupakan program aplikasi yang wajib diikuti seluruh prajurit TNI AD.
Prajurit TNI AD
Prajurit TNI AD 
Menurut Komandan Korem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw, latihan meningkatkan kemampuan personel TNI, baik per Peleton atau Kompi. Latihan dimulai dari perorangan, dilatih cara tempur khusus dengan melihat tingkat kemampuannya.
"Yang pastinya latihan ini pasti berujung pada penilaian terhadap personel TNI AD masing-masing. Melalui latihan tersebut kita bisa melihat bidang apa-apa saja yang menonjol pada personel," ujar Danrem.
Selain itu tambah Danrem, latihan tempur ini juga dalam rangka mempersiapkan personil untuk diberangkatkan pada tugas operasi, yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan. Lebih ditekankan pada pelaksanaan latihan tempur tersebut, yakni personel muda yang baru bergabung dalam dunia Militer TNI AD.
Kata Danrem, latihan tempur ini pula menjadi penentu bisa atau tidak, satuan tersebut melaksanakan tugas operasi di daerah perbatasan NKRI dengan negara lain. Dia berharap, seluruh personel dapat mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan kemampuannya.
"Saya minta kepada penyelenggara, agar tidak membiarkan kesalahan saat personel latihan UST ini. Karena hal tersebut sebagai bahan kajian dalam pelaksanaan latihan berikutnya," tutup Danrem.(Sabrin Maku)

Trump Siapkan Kesepakatan Besar Nuklir dengan Rusia dan Cina


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menggodok kesepakatan nuklir besar dengan Rusia dan Cina.
Ini karena kesepakatan nuklir yang ada saat ini yaitu START Treaty bakal berakhir pada 2021. Pada saat yang sama Trump juga sedang mengupayakan denuklirisasi Semenanjung Korea.
Rudal Balistik China
Rudal Balistik China 
“Presiden telah menyatakan dengan jelas bahwa dia berpikir perjanjian kontrol senjata harus melibatkan Rusia dan Cina. Ini harus meliputi semua jenis senjata, semua hulu ledak nuklir, semua jenis rudal,” kata seorang pejabat senior Gedung Putih seperti dilansir CNN pada Jumat, 26 April 2019.
Pejabat ini melanjutkan,”Kami memiliki ambisi bisa memberikan sejumlah opsi kepada Presiden secepatnya sehingga dia memiliki waktu luang di kalendar yang memadai.”
Menurut pejabat senior ini,”Hal ini tidak pernah dikerjakan oleh pemerintahan sebelumnya. Tapi, saya juga berargumentasi tidak ada pemerintahan AS sebelumnya yang mencoba apa yang Trump lakukan terhadap Korea Utara, misalnya.”
Seorang pengamat kontrol senjata mengatakan Trump melibatkan Cina karena memiliki tujuan tertentu.
“Satu-satunya alasan Anda melibatkan Cina adalah jika Anda tidak berniat untuk memperpanjang New START Treaty,” kata Alexandra Bell, seorang direktur senior bidang kebijakan pada Pusat Kontrol Senjata dan Non-Proliferasi.
Soal ini, Menlu AS, Mike Pompeo, mengatakan perjanjian baru ini untuk menggantikan perjanjian lama di era baru dan untuk meningkatkan keamanan global.
“Jika kita bisa membuat kesepakatan yangbenar, jika kita bisa membuat perjanjian yang cocok untuk 2021 dan seterusnya, Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa jika kita bisa mendapatkan perjanjian kontrol senjatan yang kokoh maka kita harus membuatnya,” kata Pompeo kepada Kongres AS pada April 2019.
Pompeo mengatakan perjanjian nuklir baru ini juga harus melibatkan negara-negara lain selain Rusia dan Cina. Saat ini, pemerintah AS sedang menggelar pembicaraan sangat awal dengan sejumlah negara soal ini.
Sumber CNN melansir,”Presiden ingin semua senjata itu dikontrol. Kita harus menghilangkan sebanyak mungkin senjata-senjata itu. Kita harus mencoba menghilangkan kelompok senjata.”
Media Foreign Policy melansir Partai Demokrat di Kongres mengkritik kebijakan pemerintah AS yang justru dinilai meningkatkan perlombaan senjata.
Dalam peringatan 40 tahun hubungan diplomatik AS dan Cina, Trump mengatakan ada banyak hal yang bisa dikerjakan kedua negara termasuk Rusia.
“Antara Rusia, Cina, dan kita, kita semua membuat ratusan miliar dolar senjata termasuk senjata nuklir, yang sebenarnya konyol,” kata Trump seperti dilansir media South China Morning Post. Menurut Trump, hubungan semua negara akan menjadi lebih baik jika tidak membuat berbagai senjata ini.(Budi Riza)

Iran Klaim Drone Garda Revolusi Mata-matai Kapal Perang AS di Teluk


Drone Garda Revolusi Iran berhasil melakukan penerbangan pengawasan di atas kapal induk Amerika Serikat (AS) di Teluk. Informasi itu diungkapkan kantor berita Tasnim dalam laporan Minggu (28/4/2019) dalam situs web-nya.
Kapal Induk Amerika
Kapal Induk Amerika 
Sebuah video yang dirilis media tersebut, yang belum diverifikasi kebenarannya, menunjukkan sebuah drone berwarna biru muda dengan nama "Ababil III" yang tertulis di sayap dalam bahasa Farsi dan skrip Latin.
Drone itu tampak lepas landas dari pangkalan gurun di dekat laut dan terbang di atas kapal pengawal serta kapal induk dengan pesawat tempur terparkir di geladaknya. Video itu diiringi soundtrack film aksi.
"Kekuatan angkatan laut Sepah (nama Farsi Pengawal) mengetahui semua gerakan pasukan teroris Amerika di wilayah tersebut dan Teluk Persia dan memonitor mereka dengan cermat," lapor Tasnim, seperti dilaporkan AFP, Minggu (28/4/2019).
Tasnim tidak menyebutkan nama kapal induk atau kapan video itu diambil.
Dalam Alquran, Ababil merujuk pada sejenis burung ajaib yang melindungi kota suci Islam Mekah di Arab Saudi dari pasukan gajah milik raja penyerang, dengan menjatuhkan batu pada mereka.
Laporan Tasnim muncul hampir tiga pekan setelah AS menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing dan menambahkannya ke dalam daftar hitam.
Iran dengan cepat membalas dengan menyatakan pasukan AS "teroris".
Garda Revolusi Iran merupakan kekuatan militer ideologis yang bekerja secara paralel dengan tentara reguler. Mereka dibebankan tanggung jawab menjaga pertahanan dan keamanan Teluk, termasuk Selat Hormuz yang strategis, rute pelayaran global di mana kerap dilewati oleh pasukan AS.(Nathania Riris Michico)

Pesawat Jupiter Aerobatic Team “Menari” di Langit Iswahyudi


Enam pesawat latih turboprop jungkir balik “menari” di atas langit lapangan udara Iswahyudi, Maospati, Magetan. Enam pesawat buatan Korea Selatan itu, diawaki para instruktur penerbang Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta, tergabung dalam tim aerobatik TNI AU “Jupiter Aerobatic Team” (JAT), yang tampil di acara Open House Iswahjudi, Minggu (28/4/2019).
Jupiter Aerobatic Team
Jupiter Aerobatic Team 
Tim JAT merupakan tim aerobatik TNI AU yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Berbagai event nasional maupun internasional telah dijalani, di antaranya Singapore Airshow, Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) di Malaysia Air Show, Centennial of The RTAF Founding Fathers’ Aviation. Sedangkan even nasional antara lain HUT Kemerdekaan RI ke 73, The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 di Lombok.
Masyarakat Madiun dan Magetan terhibur oleh “tarian” JAT yang melintas di angkasa Maospati, Magetan. Sejak pagi hingga siang, warga dari dua kota itu berdatangan ke lanuma Iswahyudi . Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra SE MM , menegaskan bahwa Iswahyudi Open House merupakan rangkaian acara HUT TNI AU ke 73.
“TNI AU selalu dekat dengan masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan. Lewat Iswahyudi Open House ini, kita berbaur bersama masyarakat dengan beragam acara. Salah satu acara adalah Jupiter Aerobatic Team yang pertama kali tampil di Iswahyudi,” ungkap Danlanud Iswahyudi.
JAT terbentuk pada tahun 1996 dan menggunakan empat pesawat jet tempur Hawk MK-53 buatan Inggris. Namun JAT sempat vakum pada tahun 2002. Hingga pada tahun 2008 mereka kembali dari kevakumannya dengan menggunakan pesawat latih KT-1B Woong Bee buatan Korea Selatan yang berjumlah delapan buah.
JAT berada di bawah Skadron Udara 102 Lanud Adisutjipto yang dikomando Letkol Pnb Marcellinus “Liger” Dirgantara. Pada 3 Maret 2009 silam, pria yang akrab disapa Marcel ini menjadi penerbang ke-24 yang berhasil meraih 1.000 jam terbang dengan pesawat F-5 Tiger II di Lanud Iswahyudi, Magetan.
Formasi The Jupiter saat ini dipimpin oleh Leader Letkol Pnb Marcell “Liger” Dirgantara, atau sebagai Jupiter 1 yang saat ini kesehariannya menjabat sebagai Danskadik 102. Posisi baru di tim Jupiter adalah Navigator for Leader yaitu Letkol Pnb M. Yunus “Bradox”. Jupiter 2 atau Right Wingman adalah Kapt. Pnb Ngurah “Viper”. Sebagai Jupiter 3 atau Left Wingman Kapt. Pnb Anggoro ” Grackle”, Jupiter 4 atau Slot Letkol. Pnb Yunus “Bradox”, Jupiter 5 Mayor Pnb Dika “Kingkong”, Jupiter 6 atau Lead Syncro Mayor Pnb Dodo “Monster”, dan Jupiter 7 Narator adalah Kapt. Pnb. Hutagalung “Dompak”.
Dalam atraksinya di atas langit Iswahyudi, JAT melakukan 15 manuver hight show formasi aerobatik secara vertikal terdiri dari Jupiter Roll, Loop, Clover Leaf, Vulcan and cross Over Benefit, yang membuat masyarakat Madiun dan Magetan tercengang menyaksikan atraksi dirgantara para penerbang TNI AU. [tok](Helmi Supriyanto)

Ditabrak Kapal Vietnam di Natuna, Kapal TNI AL Tetap Menahan Diri


Video kapal pengawas perikanan Vietnam sengaja menabrakkan diri ke KRI Tjiptadi-381 yang sedang patroli menangkap kapal illegal fishing di Natuna Utara viral di media sosial. Saat diprovokasi, KRI Tjiptadi-381 tetap menahan diri.
Provokasi Kapal Vietnam
Provokasi Kapal Vietnam 
"Berdasarkan lokasi penangkapan, bahwa benar kejadian berada di perairan Indonesia. Sehingga tindakan penangkapan yang dilaksanakan oleh KRI Tjiptadi-381 adalah sudah benar dan sesuai prosedur. Namun pihak Vietnam juga mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan Vietnam," kata Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono dalam keterangan tertulis, Minggu (28/4/2019).
Dalam video yang viral, KRI Tjiptadi-381 tidak balik menabrak kapal coast guard Vietnam yang memprovokasi. Yudo mengatakan langkah itu sudah tepat.
"Terkait tindakan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 sudah benar dengan menahan diri, untuk meminimalisir adanya ketegangan atau insiden yang lebih buruk di antara kedua negara, di mana kejadian/insiden di atas akan diselesaikan melalui Goverment to Goverment (G to G)," paparnya.
Peristiwa itu sendiri terjadi pada Sabtu (27/4/2019) pukul 14.45 WIB. Akibat provokasi kapal pengawas perikanan Vietnam tersebut, kapal maling ikan Vietnam bocor dan tenggelam. 12 ABK kapal ikan Vietnam tersebut berhasil diamankan ke KRI Tjiptadi-381.
"Selanjutnya ke-12 ABK Kapal Vietnam dibawa dan akan diserahkan ke Lanal Ranai guna proses hukum selanjutnya," tutupnya.(imk/knv)(Faiq Hidayat)

Tingkatkan Kemampuan, Yonarmed 12 Latih Kesisteman Tingkat Seksi


Sebagai salah satu satuan bantuan tempur, Batalyon Artileri Medan 12/Kostrad, berupaya untuk terus meningkatkan kemampuan personelnya sebagai tindak lanjut dari Technical Assitance dan Latihan Dalam Satuan (LDS) yang sedang dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan Komandan Batalyon Armed 12/Kostrad Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy dalam rilis tertulisnya di Ngawi , Jawa Timur, Kamis (25/4/2019).
Yonarmed 12 Latih Kesisteman Tingkat Seksi
Yonarmed 12 Latih Kesisteman Tingkat Seksi 
Dikatakan Mayor Arm Ronald Siwabessy, latihan yang dipimpinnya langsung ini merupakan Latihan Tim Pelaksanaan Tembakan (LTPT) tingkat seksi.
“ Latihan yang berlangsung ini lebih cenderung difokuskan terhadap prosedur dan kerjasama teknis antar kelompok, “ ujarnya.
Kerjasama itu, kata almamater Akmil tahun 2002 ini, sangat berkaitan sekaligus memiliki pengaruh penting terhadap pelaksanan tugas pada kelompok lainnya. Dalam melaksanakan suatu tugas pertempuran, kesisteman satuan Armed itu dapat di ibaratkan menghubungkan tiga hal penting yaitu mata, otak dan tangan pemukul.
“Dengan berjalannya sistem kordinasi dan kerjasama diantara unsur-unsur tersebut, maka tembakan yang dahsyat dapat dilaksanakan dengan terukur, tepat sasaran, efektif dan efisien,” tegas Letkol Arm Ronald di sela-sela latihan yang dilaksanakan.
“Tentunya dengan berjalannya prosedur teknis kesisteman yang baik akan mampu menghasilkan tembakan yang optimal untuk menghancurkan musuh,” imbuhnya.
Terpisah, Pasiops Yonarmed 12/ Kostrad Lettu Arm Donny mengatakan, kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama enam hari. Selain teori, latihan tersebut juga diselingi dengan adanya simulasi hingga praktek.
“Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, dan ketrampilan prajurit sesuai kelompoknya dalam hubungan tim pelaksanaan tembakan,” jelas Donny
Sebagai satuan yang memiliki Alutsista tercanggih dan modern TNI AD, Armed 12/Kostrad diwajibkan untuk terus meningkatkan kemampuan dan ketrampilan, baik kolektif maupun perseorangan dalam mewujudkan satuan Armed yang handal dan profesional. (Dispenad)

Trump Nyatakan AS Keluar dari Perjanjian Senjata PBB


Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat keluar dari perjanjian senjata internasional. Perjanjian tersebut ditandatangani pada tahun 2013 lalu oleh Presiden Barack Obama.
Hal itu diungkapkan Trump saat pertemuan tahunan anggota lobi senjata organisasi senapan Amerika (NRA). Pernyataan ini sekaligus tindakan terbaru AS untuk keluar dari perjanjian internasional.
Donald Trump
Donald Trump 
"Kami mengambil kembali tanda tangan kami," kata Trump kepada ribuan hadirin yang bersorak-sorai, banyak yang memakai topi merah berhiaskan slogan presiden "Make America Great Again" seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/4/2019).
Di Twitter, Trump menyebut keputusan itu untuk mempertahankan kedaulatan AS. "Kami tidak akan pernah membiarkan birokrat asing menginjak-injak kebebasan Amandemen Kedua Anda," tulis Trump.
Trump mengatakan PBB akan segera menerima pemberitahuan resmi tentang penarikan itu.
Menanggapi hal itu, juru bicara PBB Stephane Dujarric menyebut perjanjian itu pencapaian penting dalam upaya untuk memastikan tanggung jawab dalam transfer senjata internasional. Pejabat PBB itu mengatakan mereka tidak menyadari bahwa Trump telah berencana untuk mencabut tanda tangan AS.
Kebijakan Trump ini mendapat tentangan langsung dari kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional.
"Amerika Serikat sekarang akan mengunci senjata dengan Iran, Korea Utara, dan Suriah sebagai pihak yang tidak menandatangani perjanjian bersejarah ini yang tujuan utamanya adalah melindungi orang-orang tak bersalah dari senjata mematikan," kata Presiden Amerika Oxfam Abby Maxman.
Sejauh ini 101 negara telah secara resmi bergabung dalam perjanjian. 29 lainnya, termasuk AS, menandatanganinya, tetapi belum secara resmi bergabung. Perjanjian tersebut mencakup ekspor senjata, mulai dari senjata api kecil hingga tank, tetapi tidak untuk penjualan domestik.
Dengan pengumuman hari Jumat, Trump melanjutkan upayanya untuk membalikkan inisiatif era Obama. Ini adalah langkah terbaru AS keluar dari perjanjian internasional.
Hampir dua tahun lalu, Trump mengumumkan bahwa AS akan menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris. Perjanjian ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon global yang dihubungkan para ilmuwan dengan perubahan iklim yang berbahaya. Partai Republik berpendapat ekonomi AS akan menderita jika memenuhi tujuan pengurangan karbon sesuai dengan kesepakatan itu.
Pada bulan Mei 2018, Trump menarik AS dari kesepakatan internasional 2015 yang meringankan sanksi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan ketat atas aktivitas nuklirnya. AS sejak itu memberlakukan kembali beberapa sanksi yang telah ditangguhkan berdasarkan kesepakatan.(Berlianto)

Deklarasi Setia NKRI, Warga Puncak Jaya Serahkan Alat Perang


Wujud tekad dan komitmen kesetiaanya kepada NKRI, selain kibarkan bendera Merah Putih warga Puncak Jaya juga menyerahkan alat perang (busur dan panah kepada Satgas Yonif MR 412/BES Kostrad.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif MR 412/BES Kostrad, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, dalam rilis tertulisnya di Puncak Jaya, Papua, Sabtu (27/4/2019).
Deklarasi Setia NKRI
Deklarasi Setia NKRI 
Diungkapkan Dansatgas, Deklarasi Setia NKRI warga Puncak Jaya tersebut di dorong oleh kesadaran warga bahwa sebagai mahkluk sosial harus bisa hidup tertib, saling peduli antar sesama, gotong royong dan lain sebagainya dalam kerangka NKRI.
"Jumat kemarin (26/4/2019), saat melaksanakan bakti sosial di Distrik Wanwi, tanpa di duga warga mendeklarasikan kesetiaannya kepada NKRI dengan menyerahkan panah dan busur serta mengibarkan bendera merah putih," terang Eko Bintara.
"Sedangkan bakti sosial yang kita (Satgas) lakukan sesungguhnya karena di dorong rasa empati dan peduli terhadap kondisi saudara-saudara kita di sini," tambahnya.
Menurut Eko Bintara, berawal dari hasil laporan patroli keamanan di wilayah Distrik Wanwi tentang kondisi warganya
" Saat patroli keamanan, kita mengamati kondisi warga dan jika memungkinkan kita langsung aksi jika ada yang membutuhkan bantuan," tegasnya
"Seperti di Kampung Yunggwi, disana banyak anak yang mengalami kurang gizi dan kondisi kesehatan warganya juga terlihat kurang, memperihatinkan,"tambahnya
Berdasarkan hal tersebut, Eko Bintara dan stafnya segera menindaklanjutinya dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan makanan yang memiliki kandungan gizi dan protein tinggi serta pelayan kesehatan.
"Keberadaan Satgas tidak hanya menjaga keamanan wilayah dari kemungkina konflik yang terjadi namun lebih tugas kemanusiaan untuk membantu kesulitan yang dialami warga," tegas Lulusan Akmil tahun 2001 itu.
"Seperti kemarin, setelah penyerahan bantuan makan kepada Bapak Merius Kogoya secara simbolis dan pelayan kesehatan , mereka mendeklarasikan kesetiaan kepada NKRI dengan mengibarkan bender merah putih, disertai dengan penyerahan alat perang mereka”jelasnya.
Sumber : tniad.mil.id

Prajurit Satlinlamil Surabaya Latihan Embarkasi Debarkasi


Untuk meningkatkan kemampuan prajurit Satlinlamil Surabaya dalam melaksanakan embarkasi dan debarkasi sebagai bagian dari tahapan operasi pendaratan, sebanyak 90 prajurit terlibat latihan selama 2 minggu, yaitu mulai tanggal 24 April hingga 3 Mei di Mako Satlinlamil Surabaya, Kamis (25/4).
Latihan Embarkasi Debarkasi
Latihan Embarkasi Debarkasi 
Latihan ini dilaksanakan berdasarkan Perintah Panglima Kolinlamil, Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. yang menegaskan akan pentingnya latihan ini sebagai persiapan dalam mendukung latihan puncak TNI AL “Armada Jaya” yang akan datang. Lebih lanjut Panglima menyampaikan bahwa sebagai Kotama Ops TNI AL, Kolinlamil mengemban tugas sebagai Komando Tugas Gabungan Operasi Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin), prajurit Kolinlamil dituntut profesional dalam memerankan fungsi dan tugas selaku Kogasgabratmin pada operasi gabungan TNI. 
Latihan Embarkasi/ Debarkasi ini merupakan program latihan operasi matra laut (Latopsmatla) Satlinlamil Surabaya Triwulan II TA.2019, dengan tujuan untuk meningkatkan kemahiran, ketrampilan dan kemampuan profesi prajurit Satlinlamil Surabaya dalam melaksanakan prosedur embarkasi dan debarkasi.
Materi yang diajarkan terdiri dari pelayanan labuh, bantuan navigasi, bantuan meteorologi dan hidrografi, bantuan penundaan, pengoperasian forklift dan crane serta prosedur embarkasi debarkasi.
Komandan Satlinlamil Surabaya, Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto selaku Perwira Pelaksana Latihan (Papelat) menjelaskan bahwa embarkasi/debarkasi tidak semata-mata memasukan/ mengeluarkan personel dan material ke atau dari dalam kapal, namun harus lebih detail dan perfect dalam mengatur ruang muat sehingga optimal dalam memanfaatkan ruang muat di kapal. Kesalahan perhitungan dalam memuat atau membongkar akan berdampak pada stabilitas kapal saat berlayar dan efisiensi waktu pada saat membongkar. Oleh karena itu prajurit Satlinlamil dituntut untuk memahami prosedur Embarkasi/ Debarkasi ini dengan baik.(Dispen Kolinlamil)

Menhan Patrick Shanahan: Program Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II Kacau


Pejabat sementara Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan kepada para penyelidik dari Kantor Inspektur Jenderal Pentagon bahwa program jet tempur F-35 kacau.
Tetapi ia menjelaskan bahwa ia tidak merujuk pada pesawat itu sendiri, yang menurutnya luar biasa, menurut laporan Departemen Pertahanan yang dirilis Kamis, seperti dikutip dari CNN, 26 April 2019.
F-35 Lightning II
F-35 Lightning II  
Komentar Shanahan dirinci sebagai bagian dari penyelidikan etika oleh Kantor Inspektur Jenderal Pentagon atas tuduhan ia mempromosikan kepentingan mantan perusahaannya, Boeing, dan berulang kali meremehkan pesaing perusahaan, Lockheed Martin, yang merupakan kontraktor utama untuk F -35 jet tempur.
Shanahan bebas dari kesalahan apa pun ketika penyidik menentukan komentarnya tentang program F-35 itu substantif, terkait dengan kinerja program, dan serupa dengan komentar yang dibuat oleh pejabat senior Pemerintah lainnya.
Namun penilaiannya yang meresahkan terhadap program F-35, khususnya kekhawatirannya tentang kurangnya suku cadang pesawat, hanya diperkuat oleh laporan terpisah yang dirilis Kamis dari kelompok pengawas federal.
Hampir 30 persen dari jet tempur siluman F-35 militer AS tidak dapat terbang selama periode tahun lalu karena kekurangan suku cadang, menurut laporan baru dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO).
"Hampir 30 persen Pesawat F-35 tidak dapat terbang dari periode Mei - November 2018 karena kekurangan suku cadang," kata GAO, mencatat bahwa Departemen Pertahanan memiliki simpanan sekitar 4.300 bagian suku cadang F-35.
Laporan yang dirilis Kamis memunculkan pertanyaan tambahan tentang keadaan sistem senjata paling mahal di dunia.
Secara khusus, laporan inspektur jenderal memperjelas bahwa penyelidik mempertimbangkan fakta tentang komentar Shanahan, bahwa dia tidak mengkritik pesawat itu sendiri tetapi program secara keseluruhan, ketika menilai apakah dia telah melanggar perjanjian etika.
"Tuan Shanahan memberi tahu kami bahwa dia tidak mengatakan bahwa pesawat F-35 kacau. Dia memberi tahu kami bahwa pesawat F-35 'luar biasa,' kata laporan itu. "Shanahan mengatakan kepada kami bahwa dia mengatakan program F-35 yang kacau."
Insektur jenderal mencatat kritik keseluruhan Shanahan terhadap program F-35 didasarkan pada berbagai masalah, termasuk suku cadang yang tidak mencukupi dalam inventaris dan biaya per jam penerbangan tidak berkurang cukup cepat.
Menurut Lockheed Martin, jet tempur F-35 disebut-sebut sebagai masa depan penerbangan militer, sebuah pesawat mematikan dan serbaguna yang menggabungkan kemampuan siluman, kecepatan supersonik, kelincahan ekstrem, dan teknologi fusi sensor canggih.
Namun, pesawat jet tempur F-35 juga menuai kritik tajam dalam beberapa tahun terakhir setelah menghadapi daftar panjang kemunduran, termasuk masalah dengan perangkat lunak, mesin, dan sistem senjata.
Sumber :  tempo.co

Laksdya Taufiq: 3 Tugas Universal Bakamla adalah Maritime Security, Maritime Safety, dan Defense


Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang mempunyai tugas khusus menjaga keamanan di perairan Indonesia.
Di luar negeri organisasi sejenis disebut coast guard atau penjaga pantai.
KN Tanjung Datu-1101
KN Tanjung Datu-1101 
Menurut Kepala Bakamla Laksyda Bakamla Taufiq R, Bakamla layaknya coast guard, memiliki setidaknya tiga tugas universal. Yaitu maritime security, maritime safety, dan defense.
Karena itu, ungkap Taufiq yang pernah menjadi Wakil KSAL ini, pendidikan dasar militer diperlukan bagi personel Bakamla yang memiliki kemampuan sebagai unit paramiliter.
Sebagai LPNK yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden, Bakamla memiliki tugas melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Untuk itulah Bakamla membutuhkan profesionalisme pengawak kapal yang andal dan terbaik di bidangnya.
Poin-poin penting ini disampaikan Taufiq di hadapan personel dan CPNS (calon PNS) Bakamla usai olahraga bersama di Tribun Stadion Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Jumat (26/4/2019).
“Pelatihan dasar militer bagi personel Bakamla disesuaikan dengan tugas universal coast guard yaitu maritime security, maritime safety, dan defense. Latihan dasar militer bertujuan untuk menyiapkan personel Bakamla dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai penjaga lautan nusantara,” urai Laksdya Taufiq.
Menurut Taufiq, dibentuknya Bakamla empat tahun silam berfungsi menjadi coast guard yang memiliki ciri khas Indonesia, yaitu sebagai negara kepulauan dan membentuk komponen cadangan yang andal.
Dalam kesempatan itu, Laksdya Taufiq menyampaikan informasi khusus dan penting mengenai pendidikan paramiliter Bakamla yang baru saja dilaksanakan di Batalyon Yonif 10/ Satria Bumi Yudha, Setokok, Batam.
Latsarmil (latihan dasar militer) diikuti oleh 200 personel Bakamla. Latsarmil ditutup pada Kamis (25/4/2019). Dalam penutupan itu dibacakan Sumpah Setia Penjaga Lautan Nusantara.
Dengan selesainya pendidikan ini, personel paramiliter Bakamla telah memiliki pengetahuan dasar militer yang tangguh dan terampil. Mereka juga menguasai bidang nautika dan navigasi di laut, serta senantiasa siap di berbagai kondisi.
Tidak hanya menangani bidang keamanan dan keselamatan di laut sebagai tugas pokoknya Bakamla, tetapi juga tugas-tugas membantu di bidang pertahanan dan bela negara, dalam konteks sebagai komponen cadangan. (Beny Adrian)
Sumber : mylesat.com

Radar Acak