Penangkapan Maling Ikan yang 'Diintervensi' Coast Guard Malaysia

KangUsHa 09:21
Loading...

Pemerintah melalui Kepala Dinas Penerangan Koarmada I TNI AL, Letkol Laut Agung Nugroho menyebut video yang memperlihatkan kapal patroli Maritim Malaysia mendekati kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beredar. Rupanya itu kapal jenis Boat dari coast guard Malaysia-patroli maritim Malaysia yang ingin mencoba 'mengintervensi' penangkapan kapal yang diduga melakukan illegal fishing oleh pihak KKP.
Maling Ikan
Maling Ikan 
"Itu kapalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, kapal KKP Hiu, dia memang melaksanakan penangkapan terhadap dua kapal ikan asing Malaysia di Selat Malaka. Intinya, ini kan sama-sama mengklaim ya, kita sebagai negara yang berdaulat harus menangkap kapal ikan asing yang melakukan illegal fishing di perairan kita, makanya KKP melakukan penangkapan dan membawa kapal itu ke Belawan. Nah berdasarkan kejadian itu, Malaysia mengklaim bahwa itu adalah wilayah Malaysia akhirnya, sebetulnya itu hanya negosiasi saja Polisi Maritim Malaysia," kata Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho saat dihubungi, Rabu (10/4/2019).
Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada 3 April 2019. Selama proses negosiasi itu, kapal patroli maritim Malaysia mengikuti kapal yang diamankan oleh pihak KKP.
"Kapal polisi maritim Malaysia itu sambil shadowing kapal ikan asing yang di dalamnya ada personel KP Hiu. Kalau dalam prosedur pengawalan kapal itu, kapal yang kita tangkap harus ada on board petugas kita. Petugas KKP saat itu on board di kapal Malaysia yang akan dibawa ke Belawan," ujarnya.
Sambil mengikuti kapal yang dibawa ke Belawan itu, personel patroli maritim Malaysia meminta agar kapal yang diamankan oleh pihak KKP dilepas. Namun, permintaan itu ditolak dan kedua kapal asing yang diamankan tersebut tetap dibawa ke Belawan untuk proses hukum lebih lanjut.
"Dalam perjalanan itu ada kapal Polisi Maritim Malaysia berusaha untuk negosiasi supaya dilepas, karena (mereka anggap) itu adalah masih wilayah Malaysia. Ya karena kita tegas, KKP tetap melaksanakan prosedur yang sesuai membawa kapal itu ke Belawan. Jadi tidak ada insiden yang menonjol ya, itu cuma negosiasi polisi Maritim karena dia juga punya kewajiban melindungi kapal Malaysia," ucap Agung.
Akhirnya, karena permintaannya ditolak oleh pihak KKP, kapal patroli maritim Malaysia itupun balik kanan. Kapal KKP dan juga dua kapal asing yang diamankan itu disebut tiba di Belawan pada 4 April 2019.
"Di video itu kan kapal patroli Malaysia balik kanan, mungkin akan diselesaikan G to G, pemerintah ke pemerintah. Yang jelas tidak ada kejadian yang menonjol, ini hanya kejadian biasa saja. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan tugasnya dalam penegakan hukum dan kedaulatan, menangkap kapal ikan Malaysia yang sedang melaksanakan illegal fishing. Di sisi lain, pemerintah Malaysia mengklaim itu adalah masih wilayah dia, begitu dengan melaksanakan negosiasi," pungkasnya.

Kejar KKP Hiu Macan 08, Kapal Patroli Penggalang 18 Coast Guard Malaysia Sampai Masuki Perairan Indonesia

Coast Guard Malaysia
Coast Guard Malaysia 
Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Perairan Belawan, Sumatera Utara kemarin sempat memanas. Pangkal musababnya adalah Kapal Patroli (KP) Hiu Macan 08 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapatkan teror dari kapal penjaga pantai Malaysia (Malaysia Coast Guard). Teror dengan cara membuntuti dari dekat terjadi setelah kapal patroli Indonesia melakukan penangkapan kapal pencuri ikan Malaysia.
Dikutip dari tribunnews.com (9/4/2019), disebutkan bahwa pihak Malaysia Coast Guard dengan kapal berlabel “Maritim Malaysia” ngotot bahwa KP Hiu Macan 08 telah memasuki wilayah perairan Malaysia, dan mereka meminta aparat keamanan Indonesia untuk melepaskan kapal nelayan yang ditangkap. KP Hiu Macan 08 justru dikejar oleh kapal patroli dan helikopter Malaysia hingga jauh menerobos wilayah laut Indonesia.
“Kita telah dikejar di laut kita sendiri oleh (kapal) coast guard Malaysia. Mereka ngotot ini wilayah Malaysia. Padahal, sudah jelas ini wilayah Indonesia. Kita tetap bertahan karena ini wilayah Indonesia yang harus kita jaga, tapi mereka sampai sekarang terus mengikuti kita,” ujar seorang petugas kapal patroli Indonesia dalam video yang beredar di Facebook.
Awak lainnya yang terlihat hanya bersenjatakan senjata laras panjang berujar dengan tegas, “Demi nusa dan bangsa, ku serahkan jiwa ragaku. Untuk NKRI ku serahkan jiwaku, walaupun Malaysia mengintimidasi dengan menyebut ini wilayah Malaysia, tetati di peta kami ini merupakan wilayah Indonesia,” ujarnya.
Secara spesifikasi, meski KP Hiu Macan 08 adalah kapal patroli untuk tugas penegakan hukum di lautan terbatas, namun kapal patrol ini tidak dipersenjatai secara permanen. Bekal senjata hanya berupa senjata perorangan yang dibawa oleh awak. Berbanding terbalik dengan kapal patroli Malaysia yang telah melakukan ‘intimidasi.’
Dari foto dan penuturan awak dari sumber yang sama, diketahui yang melakukan teror adalah jenis Fast Interceptor Craft (FIC). Nampak jelas yang memepet KP Hiu Macan 08 adalah kapal dengan nama “Penggalang 18” dengan nomer lambung 1813. Kapal dengan empat awak ini terbilang canggih, pasalnya selain dapat ngebut hingga 60 knots atau setara 111 km per jam. Kapal patrol cepat Malaysia ini juga dipersenjatai SMB (Senapan Mesin Berat) 12,7 mm dengan sistem RCWS (Remote Control Weapon Station) Oto Melara Hitrole Gun.
Dalam armada Malaysia Coast Guard, FIC ini disebut Penggalang Class Boat. Kapal ini merupakan hasil produksi dari perusahaan joint venture, BYO Marine Shipyard, yang merupakan hasil patungan Boustead Heavy Industries Corporation Defence Technology (Malaysia) dan Yonca-Onuk JV (Turki). Setidaknya saat ini Malaysia Coast Guard mengoperasikan 10 unit Penggalang Class Boat. (Gilang Perdana)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak