Perusahaan Akaer Brasil Pamerkan Konsep Pesawat Multi-Role Mosquito

KangUsHa 11:00
Loading...

Perusahaan pembuat komponen pesawat terbang Akaer dari Brasil memamerkan konsep pesawat multi-role bermesin ganda yang dinamai "Mosquito" pada pameran pertahanan LAAD 2019 yang diadakan pada 2-5 April lalu di Rio de Janeiro, Brasil. Apabila jadi dikembangkan, pesawat itu akan menjadi pesawat pertama buatan perusahaan Akaer.
Pesawat Multi-Role Mosquito
Pesawat Multi-Role Mosquito 
Pesawat serba guna bermesin turboprop ganda tersebut menyerupai pesawat OV-10 Bronco yang diproduksi oleh perusahaan Rockwell (sekarang bagian dari Boeing) 50 tahun yang lalu. Seperti halnya Bronco, Mosquito memiliki ekor ganda twin boom yang dihubungkan oleh horizontal stabilizer, sebuah konfigurasi yang langka. Tapi tidak seperti pesawat buatan Amerika Serikat itu, dua penumpang Mosquito akan berada dalam kokpit yang bertekanan.
Mosquito secara konseptual akan melakukan misi seperti close air support (CAS); intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR); ISR bersenjata; dan pengisian bahan bakar udara. Pesawat itu juga bisa melakukan combat search and rescue (CSAR); communications intelligence; pertahanan udara secara terbatas; komando dan kendali udara (C2); dan battlefield interdiction.
Fernando Ferraz, chief operating officer Akaer, mengatakan bahwa Mosquito adalah hasil dari upaya dua hingga tiga tahun untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tren di pasar pesawat serang ringan. Perusahaan, katanya, juga mempelajari 10 desain yang berbeda sebelum memilih model ini ketika mencoba untuk memadukan banyak persyaratan dari seluruh dunia.
"Kami mencoba mencampur beberapa tren," kata Ferraz. "Inilah yang seharusnya menjadi produk yang dapat memenuhi semua keinginan yang dapat kami temukan."
Ferraz mengatakan penyedia mesin untuk Mosquito belum ditentukan tetapi perusahaan secara konseptual akan menggunakan mesin kelas 500-1.000 shaft hp kelas Pratt & Whitney Canada PT6A. Penyedia mesin dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
Mosquito akan berbeda dari pesawat serang ringan lain seperti Embraer A-29 Super Tucano atau Textron AT-6 Wolverine, dengan memberikan visibilitas yang lebih baik. Ferraz mengatakan, Akaer secara konseptual merancang nyamuk dengan sayap diatas fuselage pesawat. Sementara Super Tucano dan Wolverine memiliki sayap pada bagian bawah fuselage pesawat, dimana penerbang yang duduk dibelakang terhalang penglihatannya oleh sayap pada sisi kiri dan kanan fuselage.
Pesawat Mosquito ditunjukkan dengan kemampuan yang sangat besar dalam membawa persenjataan pada empat pylon di sayap, dua pada wingtip ditambah dua stasiun ganda di bagian bawah fuselage. Di antara senjata-senjata itu adalah meriam, roket, bom berpemandu laser, dan rudal udara-ke-udara, serta sensor pencarian dan penanda target. Akaer belum mengungkapkan perkiraan data kinerjanya tetapi mengatakan pesawat itu mampu terbang selama 10 jam dan memiliki siklus hidup lebih dari 30 tahun.
Untuk saat ini, Akaer belum mengkonfirmasi apakah proyek itu akan menjadi kenyataan, tetapi mereka merasa optimis. "Proyek ini telah menarik perhatian klien internasional potensial, yang dapat menghasilkan bisnis baru," kata Ferraz. (Angga Saja - TSM)
Sumber :  janes.com
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak