Ukraina Sukses Uji Neptune, Rudal Jelajah Anti-Kapal dan Sasaran Darat Terbaru Buatannya

KangUsHa 19:00
Loading...

Ukraina telah berhasil menguji coba penembakan rudal jelajah anti-kapal dan sasaran darat terbaru bernama Neptune pada Jumat, 5 April lalu. Rudal dengan Panjang 5,05 m (berikut pendorong) dan diameter 400 mm ini dikembangkan oleh Biro Desain Luch yang berbasis di Kiev.
Uji coba penembakan dilaksanakan di fasilitas uji dan latihan militer State Testing Ground di Wilayah Odesa. Presiden Ukraina yang juga Panglima Tertinggi AFU Petro Poroshenko menyaksikan langsung uji coba penembakan teknologi sistem pertahanan terbaru Ukraina dengan hulu ledak berbobot 145 kg ini.
 Uji Rudal Jelajah Neptune
 Uji Rudal Jelajah Neptune 
Demi mengamankan wilayah uji coba penembakan, sebelas kapal perang Ukraina dikerahkan di Laut Hitam guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Penembakan Neptune berhasil dilaksanakan. Poroshenko pun berujar, “Hari ini kita melihat uji coba penembakan rudal jelajah terbaru yang akan digunakan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Darat,” ujarnya kepada media yang menyertai.
Sang Presiden begitu bangga akan produk dalam negerinya, walau sebagian pengamat mengatakan kalau rudal ini mirip Kh-35 yang dikembangkan Rusia.
“Sebuah kontribusi yang besar dari industri dalam negeri yang telah berpartisipasi. Ini adalah pencapaian industri pertahanan Ukraina, hasil karya Biro Desain Luch, pencapaian sektor IT, dan juga industri kendaraan lapis baja,” tandas Poroshenko.
Ia menekankan bahwa pengembangan rudal ini akan terus berlangsung di mana para mahasiswa dari Akademi Maritim Odesa ikut terlibat di dalamnya.
“Anda semua lihat, para kadet dari perguruan tinggi di belakang saya. Mereka telah ikut berperan mengembangkan teknologi mutakhir ini,” lanjutnya pada acara yang dihadiri sejumlah atase militer negara sahabat itu.
Poroshenko lebih jauh menerangkan bahwa pada saat uji coba penembakan rudal Neptune, negara musuh telah berusaha mengacaukan percobaan ini dengan berupaya memblokir ruang udara menggunakan perangkat perang elektronik.
“Hal ini justru menyebabkan uji coba ini seperti penembakan rudal pada kondisi perang sesungguhnya. Dan kita lihat, tidak ada hal yang menyebabkan kegiatan ini perlu dimitigasi,” bangganya.
Poroshenko meyakini, dengan diciptakannya rudal jelajah Neptune akan makin menambah kekuatan militer Ukraina, khususnya pasukan darat dan laut.
Sumber teknologi menyebutkan, Neptune akan dikembangkan dalam tiga platform peluncuran. Rudal ini akan dapat diluncurkan dari kendaraan peluncur di darat, laut, maupun udara.
Untuk sasaran laut berupa kapal perang permukaan, Neptune yang berbobot 670 kg ini disinyalir mampu menenggelamkan kapal berbobot mati hingga 5.000 ton.
Ukraina pertama kali memunculkan rudal ini pada pameran Weapon and Security 2015 yang berlangsung di Kiev, ibu kota Ukraina. Neptune sendiri mulai dikembangkan dua tahun sebelumnya, pada 2013.
Uji coba pertama Neptune dilaksanakan pada 22 Maret 2016 dihadiri menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Oleksandr Turchynov.
Selanjutnya, uji coba penembakan dilaksanakan pada pertengahan 2017 di wilayah Vilkha. Namun hasilnya tidak banyak dipublikasikan.
Percobaan berlanjut lagi di Januari 2018 dan Neptune disebut mulai mengenai sasaran darat dan lautnya secara akurat. Pada Agustus di bulan yang sama, Neptune berhasil menghancurkan target pada jarak 100 km dari jarak tembak maksimum yang mencapai 300 km.
Atas kesuksesan uji coba tersebut, enam tahun sejak pengembangannya, Presiden Poroshenko langsung meminta agar produksi Neptune segera dilaksanakan.
“Hari ini semua uji coba telah selesai dilaksanakan. Saya memerintahkan, agar sistem pertahanan ini segera diproduksi guna melengkapi kekuatan pasukan darat dan laut dalam waktu yang tidak lama,” pungkasnya. (Roni Sontani)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak