AS dan Australia Latihan Terbang Tempur Bertajuk "Diamond Storm 2019" di Pangkalan Udara Darwin

KangUsHa 08:00
Loading...

Pacific Air Forces Commando mengumumkan bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat bermitra dengan AU Australia, telah melaksanakan latihan bilateral bertajuk “Diamond Storm 2019”.
Selama latihan, California Air National Guard’s 194th Expeditionary Fighter Squadron, Fresno, California, bergabung dengan beberapa unit dari AU Australia (RAAF).
Diamond Storm 2019
Diamond Storm 2019 
Diamond Storm 2019 berlangsung dari Pangkalan Australia di Darwin dan di Tindal Northern Territory, dekat Katherine dari 29 April hingga 29 Mei 2019.
Latihan ini adalah tahap akhir dari Air Warfare Instructor Course, kursus enam bulan intensif tiga fase yang mengintegrasikan fungsi-fungsi pertempuran di berbagai spesialisasi.
Diamond Storm adalah latihan yang dipimpin Australian Air Warfare Centre, dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas di antara sekutu dan memfasilitasi pengenalan kemampuan generasi kelima ke dalam Angkatan Bersenjata Australia.
"Sangatlah penting untuk terus berkolaborasi dengan salah satu sekutu kami yang paling tepercaya dan menunjukkan dukungan di bagian dunia ini," ujar Letkol (AU AS) David Allamandola.
Latihan yang merupakan seri terakhir dari tiga bagian, bermanfaat sebagai kriteria sertifikasi Air Warfare Instructor Course bagi Australia.
“Ini adalah salah satu kursus paling intens yang ditawarkan (Australia) kepada para kandidatnya. Kami mengambil pilot F/A-18 yang paling terampil dan membawa mereka ke tingkat berikutnya. Ini sangat menantang dan menuntut waktu lama," kata Komandan Wing AU Australia Scott Woodland.
Angkatan Udara AS dan Australia ingin terus membangun manfaat dari latihan ini melalui inisiatif Enhanced Air Cooperation dan lebih sering latihan melakukan latihan bersama.
“Mampu mengintegrasikan sebagai kekuatan, memahami kemampuan dan keterbatasan satu sama lain, dan di mana kita dapat memanfaatkan efek maksimal dengan kemampuan itu adalah penting,” kata Woodland.
“Memiliki keahlian yang dibawa unit-unit AU AS membantu mengembangkan calon penerbang kami.”
Direktur Latihan, Group Captain (GPCAPT) Matthew McCormack mengatakan latihan dirancang untuk meningkatkan integrasi personel dan sistem untuk memfasilitasi pengenalan kemampuan generasi kelima ke dalam militer Australia.
Pelaksana latihan juga sudah menyampaikan kepada warga sekitar bahwa akan terjadi peningkatan aktivitas penerbangan selama periode latihan. Untuk menjaga kenyamanan warga, penerbangan hanya dilaksanakan pada hari kerja. Penerbangan malam selama latihan akan selesai selambat-lambatnya pukul 11 ​​malam.
Pesawat AS yang berpartisipasi dalam latihan adalah F-15C Eagle dan B-52 Stratofortress serta MV-22 Osprey dan AH-1Z Viper dari Marinir AS.
Sementara pesawat AU Australia terdiri dari F/A-18A/B Hornet, F/A-18F Super Hornet, EA-18G Growler, Hawk 127, AP-3C Orion, P-8A Poseidon, C-17A Globemaster, KC-30A, E-7A Wedgetail, dan C-130J Hercules. (Beny Adrian)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak