HH-60W Combat Rescue Helicopter, Sang Pengganti Pave Hawk di AU AS

KangUsHa 21:00
Loading...

HH-60W Combat Rescue Helicopter (CRH) buatan Sikorsky (Lockheed Martin) berhasil melaksanakan penerbangan perdana di fasilitas West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat pada 17 Mei 2019. Heli ini disiapkan guna menggantikan peran HH-60G Pave Hawk di jajaran Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS/USAF) yang telah digunakan sejak 1982.
Penerbangan perdana HH-60W dilaksanakan selama 1,5 jam termasuk hovering, manuver kecepatan rendah, dan terbang lintas di atas landasan. Lockheed Martin dala keterangannya mengatakan, heli selanjutnya akan menjalani serangkaian uji terbang. Pihak pabrikan menyediakan empat prototipe untuk diuji mulai akhir musim panas tahun ini.
HH-60W Combat Rescue Helicopter
HH-60W Combat Rescue Helicopter 
AU AS rencananya membutuhkan 113 unit HH-60W. Penentuan lanjut tidaknya heli ini masuk jalur produksi, kemungkinan akan diputuskan pada September 2019. Hingga saat ini masih ada beberapa hal terkait teknis heli yang masih harus diuji dan tentunya disertifikasi.
Bicara tentang HH-60W, heli ini sejatinya masih berasal dari keluarga besar heli ‘Elang Hitam’. Basisnya diambil dari UH-60M Black Hawk yang sudah digunakan di jajaran Angkatan Darat AS (US Army).
Sejumlah fitur turut melengkapi HH-60W CRH. Di antaranya radar yang ditempatkan di bagian hidung serta turet kamera elektro optik dan infra merah. Ada juga AN/APR-52 radar warning receiver (RWR), perangkat pendeteksi datangnya ancaman.
Di bagian kabin, fitur yang turut disematkan adalah kursi awak dan penumpang yang mampu menyerap energi hentakan. Lalu sel tangki bahan bakar dengan kapasitas dua kali lebih besar dibanding pada UH-60M.
Sebagai heli SAR Tempur, HH-60 dilengkapi dudukan senjata di masing-masing bagian samping heli. Senjata dioperasikan oleh dua gunner dengan pilihan senjata meliputi senapan mesin putar enam laras M134 Minigun kaliber 7,62 mm maupun senapan mesin GAU-18/A atau GAU-21/A, keduanya kaliber 12,7 mm.
Menelusuri sejarahnya ke belakang, keinginan AU AS untuk memiliki heli CSAR (SAR Tempur) penerus HH-60G Pave Hawk sebenarnya telah diinisiasi di awal tahun 2000-an. Kala itu AU AS menyosialisasikan CSAR-X yang tidak lain adalah program pembuatan heli untuk mengganti HH-60G. Kompetisi pun digelar.
Boeing dengan rancangan HH-47 (varian CSAR dari CH-47 Chinook) di tahun 2006 sempat dinyatakan sebagai pemenang. Namun keputusan itu direvisi setelah adanya protes dari Sikorsky dan Lockheed Martin.
Tahun 2012 AU AS menginisiasi sendiri program CRH. Namun, ini pun tak berjalan mulus dan sempat dibatalkan beberapa kali karena terkendala pemotongan anggaran. Dua tahun kemudian, 2014, USAF akhirnya memilih Sikorsky dan memberikan kontrak untuk pembuatan prototipe HH-60W.
Bersamaan dengan itu, armada Pave Hawk makin uzur dan mulai menunjukkan gejala-gejala kelelahan struktural. Kebutuhan untuk heli CSAR pun terbilang cukup mendesak di AU AS.
Dipilihnya HH-60W oleh USAF, tidak serta merta heli ini akan mulus masuk ke jalur produksi. Walaupun tampaknya, AU AS memang lebih sreg dengan heli keluarga Black Hawk.
Seperti disinggung di atas, HH-60W masih harus menjalani berbagai uji, baik itu teknis maupun sistem.
Pengujian sistem jaringan tautan data (Link 16), RWR, rescue hoist, dudukan senjata, sel tangki bahan bakar, lapisan baja, maupun kursi awak heli masih harus dinyatakan sesuai persyaratan.
Untuk tangki bahan bakar misalnya, masih dinilai terlalu membebani bobot heli. Demikian juga dengan sistem proteksi dan temperaturnya, dipertanyakan sudah sesuai atau belum.
Lalu mengenai lapisan baja pelindung di bagian kokpit khususnya perlindungan bagi pilot dan kopilot termasuk hal yang dipertanyakan.
Secara umum, tantangan-tantangan itu harus dijawab oleh Sikorsky/Lockheed Martin. AU AS sebagai penggagas dan calon pengguna CRH, sangat berharap dapat memperoleh heli SAR Tempur yang tangguh dan seperti yang diharapkan.
Selain ketangguhan, kriteria besar yang dicantumkan USAF untuk heli penerus Pave Hawk ini adalah berkemampuan terbang lebih jauh, terbang lebih cepat, dan berkapasitas lebih besar.
Sementara itu, Lockheed Martin di lamannya menuliskan tagline HH-60W “Whiskey” ini sebagai “Proven Design. Long Range, Survivable And Lethal”. A New H-60 For The Most Demanding Missions. (Roni Sontani)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak