India Siap Tampung MiG-29 dan Minyak Sawit Malaysia Demi Amankan Penjualan Pesawat Tempur LCA Tejas

KangUsHa 09:00
Loading...

Politik mungkin menjadi faktor penentu dalam kesepakatan 36 miliar RM untuk memasok pesawat tempur ringan ke Angkatan Udara Malaysia selama 10 tahun ke depan.
Seperti diberitakan, pesawat yang ditawarkan ke Malaysia adalah F-50 dari Korea Aerospace Industries, Tejas oleh Hindustan Aeronautics (India), YAK-130 oleh Irkut Aerospace (Rusia), JF-17 Thunder (Pakistan), dan Alenia Aermacchi M-346 Master (Italia).
 Pesawat Tempur LCA Tejas
 Pesawat Tempur LCA Tejas 
Menurut surat kabar Straits Times di Singapura, eksekutif industri pertahanan percaya bahwa sebagian petinggi AU Malaysia condong ke pesawat tempur FA-50. Namun para kritikus menyela bahwa pesawat kursi tunggal itu tidak cocok karena tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara.
Keputusan diharapkan keluar dalam beberapa bulan mendatang. Disebutkan bahwa pembelian 30 pesawat tempur ringan ini menjadi tantangan kebijakan karena pemasok senjata yang memiliki ikatan kuat dengan pemerintah sebelumnya menghadapi persaingan dari pemasok baru.
Perselisihan untuk mengamankan kontrak sedang dilakukan oleh agen-agen lokal dari pabrikan, dan “biasanya entitas swasta yang tidak dikenal yang pemegang sahamnya terkoneksi bersembunyi di balik proxy bisnis untuk melindungi keterlibatan mereka.
Koran ini mengutip eksekutif industri pertahanan yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa FA-50 diwakili oleh entitas swasta Kemalak Systems, Tejas oleh Forte Drus, JF-17 oleh Kharisma Wira, YAK-130 oleh Sovereign Strategic yang berbasis di Sarawak. Sementara perwakilan Aermacchi tidak diketahui.
“Angkatan bersenjata selalu memiliki daftar keinginan mereka, tetapi politiklah yang akan memutuskan apa yang dibeli Malaysia,” kata seorang eksekutif senior dari badan pertahanan.
Dilaporkan juga bahwa ada lobi yang kuat dari Pakistan. Seperti diketahui, Perdana Menteri Imran Khan menikmati hubungan dekatnya dengan PM Mahathir Mohamad.
Namun upaya Pakistan bisa gagal karena Malaysia bermaksud mengaitkan perjanjian pembelian senjata dengan minyak kelapa sawit.
India pun dengan jeli melihat peluang. Sebagai salah satu negara pembeli minyak kelapa sawit terbesar Malaysia, India dilaporkan telah menawarkan untuk membeli pesawat tempur MiG-29 Fulcrum yang sudah dipensiunkan Malaysia. Tawaran minyak sawit pun sepertinya tidak ditolak. Harapannya, Malaysia akan terikat dengan Tejas yang dibuat oleh Hindustan.
AU Malaysia saat ini mengoperasikan armada campuran yang terdiri dari 13 MiG-29 (sudah pensiun), 18 Sukhoi SU-30MKM Flanker, dan delapan F/A-18D Hornet. Selain itu juga masih ada 13 pesawat serang ringan Hawk Mk-208, lima Hawk Mk-108, dan tujuh Aermacchi MB-339. (Beny Adrian)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak