Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30 Ikuti Latihan Sikatan Daya 2019

KangUsHa 03:00
Loading...

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI H. Haris Haryanto, S.IP., Senin siang, (29/4) memberangkatkan 1 flight pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 dari Skadron Udara 11 ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, untuk mengikuti latihan Antar Satuan Koopsau II Sikatan Daya 2019.
Pesawat Tempur Sukhoi  TNI AU
Pesawat Tempur Sukhoi  TNI AU 
Pesawat Sukhoi SU-27/30 yang dipimpin langsung Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Wanda Surijohansyah dan akan bergabung dengan pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 dan pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3, guna pelaksanaan manuver lapangan (Manlap) pengeboman dan penembakan di Air Weapon Range (AWR) Pandan Wangi, Lumajang, Jawa Timur dan AWR Takalar, Makassar.
Dalam sambutan Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi saat pembukaan latihan beberapa waktu yang lalu di Lanud Iswahjudi, Madiun menyampaikan bahwa latihan Sikatan Daya 2019 ini dilaksanakan bertujuan untuk menguji kesiapan satuan-satuan dalam jajaran sekaligus membina tingkat profesionalisme satuan-satuan yang berada di jajaran Koopsau II.
Lebih lanjut Pangkoopsau II menyampaikan bahwa latihan Sikatan Daya merupakan program latihan Koopsau II tahun 2019, guna menguji rencana operasi Koopsau II dan hendaknya seluruh pelaku dapat melaksanakan dengan serius dan penuh tanggung jawab serta tetap mengutamakan lambangja dan profesionalisme. Hal ini terkait dengan kesiapan mendukung pelaksanaan latihan Angkasa Yudha 2019.
Sementara itu, sebelum keberangkatan Skadron Udara 11, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI H. Haris Haryanto, S.IP berpesan kepada seluruh personel yang terlibat dalam latihan untuk mengutamakan safety, kewaspadaan dan keamanan baik personel maupun alutsista yang digunakan agar dapat mendukung pelaksanaan latihan dengan baik, aman dan lancar hingga kembali ke home base.
Selain itu juga disampaikan bahwa manlap latihan Sikatan Daya 2019 yang berlangsung mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei akan menggunakan beberapa jenis amunisi yang sesungguhnya baik bom, roket maupun peluru tajam. “Latihan ini beresiko tinggi penggunaan amunisi sehingga menuntut skill dan kecermatan yang tinggi serta harus dilaksanakan dengan serius dan penuh tanggung jawab”, tambahnya. (Penhnd/2019).
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak