TERMA Terima Kontrak Sistem Combat C-Serial Lengkap Untuk KCR-60 TNI AL

KangUsHa 21:00
Loading...

Kontrak ini merupakan terobosan penting bagi Terma karena merupakan penjualan pertama Sistem Combat lengkap di Indonesia.
Selama upacara penandatanganan di Surabaya, Indonesia, Terma secara resmi dianugerahi kontrak untuk pengiriman Suite C-Series Combat lengkap untuk empat kapal KCR-60 Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL).
KRI Halasan-630
KRI Halasan-630 
Cakupan pasokan untuk masing-masing kapal akan mencakup Sistem Manajemen Tempur C-Flex,SCANTER 4603 X-Band radar, C-Guard Decoy Launching System, C-Fire Electro Optical Fire Control System, dan integrasi sistem penuh sensor kapal dan efektor seperti senjata laut dan sistem rudal. Selain itu, Terma akan berperan sebagai Combat System Integrator (CSI).
“Terma mendukung ambisi dan Keinginan Indonesia untuk mengembangkan industri pertahanannya sendiri. Transfer Teknologi dan tumbuh bersama dengan mitra kami sejalan dengan filosofi bisnis Terma. Kami telah bersama dengan mitra lokal, mendirikan pusat pengembangan Sistem Manajemen Combat lokal berdasarkan solusi C-Flex kami. Ini akan semakin memberdayakan dan juga memungkinkan kami untuk lebih mendukung Indonesia sebagai pelanggan kami dan kami sangat berharap untuk lebih memperkuat kolaborasi dengan mitra non-pertahanan dan pertahanan di Indonesia, ”kata Jens Maaløe, Presiden dan CEO, Terma Group.
Terobosan Penting
“Kontrak ini merupakan terobosan penting bagi Terma karena merupakan penjualan pertama Sistem Combat lengkap di Indonesia, dan yang ketiga di kawasan ini,” kata Anupam Narain Mathur, Wakil Presiden & Manajer Umum, Terma Asia Pasifik.
Sebelum Perjanjian ditandatangani, galangan kapal milik pemerintah Indonesia PT PAL dan Kementerian Pertahanan Indonesia pada 28 Desember 2018 menandatangani kontrak untuk peningkatan dua KCR-60 dengan Combat Management System (CMS) baru dan juga untuk pembangunan dua kapal tambahan yang dilengkapi dengan CMS yang sama. PT PAL akan bertindak sebagai integrator sistem platform.
Indonesia Memegang Peran Kunci
Sejak pembukaan anak perusahaan Terma di Singapura pada 2007, Indonesia telah memainkan peran kunci dalam pengembangan regional perusahaan di Asia Pasifik. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai lebih dari 50.000 km, Indonesia memiliki banyak peluang bagi Terma. Ketergantungan negara pada transportasi laut untuk hubungan perdagangan domestik dan internasional merupakan pengembangan utama untuk kemampuan Sistem Misi dan Keamanan Terma di negara tersebut.
Terma sudah memiliki beberapa sistem yang beroperasi di Indonesia, baik di darat maupun di laut. Radar SCANTER dioperasikan oleh Badan Keamanan Maritim Indonesia (BAKAMLA), Penjaga Pantai dan Laut Indonesia (KPLP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, TNI-AL dan Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta. TNI-AL juga telah memilih C-Guard Decoy Launching System untuk melindungi beberapa kapal strategis armadanya.
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak