AS Tak Bisa Keluarkan Turki dari Program F-35 secara Sepihak

KangUsHa 15:00
Loading...

Amerika Serikat tidak bisa memaksa Turki keluar dari program kerja sama pengembangan jet tempur F-35 tanpa persetujuan pihak lain karena hal itu tidak ada dalam perjanjian. Hal tersebut disampaikan kepala Direktorat Industri Pertahanan Turki, Ismail Demir, menanggapi pernyataan Washington yang mengancam bakal mengeluarkan Ankara dari program jet tempur F-35.
F-35
F-35  
"Ini bukan bagian dari perjanjian. Bukan sesuatu yang bisa Anda katakan, 'Saya mengecualikanmu'," ujar Demir. Menurut Demir, pengaturan program F-35 yang melibatkan sembilan negara, termasuk AS dan Turki, tidak mengizinkan satu pihak untuk mengeluarkan pihak lain dari proyek.
"Proyek F-35 adalah kemitraan dan tidak ada dalam perjanjian yang memungkinkan penghapusan satu negara secara sepihak," imbuhnya, dikutip Reuters, Jumat (21/6/2019). "Tidak ada satu negara pun yang bisa mengatakan mereka tidak menginginkan Anda, dan kemudian menghapus Anda dari program ini," kata Demir.
Sebelumnya diberitakan, Washington telah mengirimkan surat ultimatum kepada Ankara yang menyatakan bakal mengecualikan Turki dari program jet tempur multi-miliar dollar itu jika negara itu tetap bersikeras untuk memiliki sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400. Gedung Putih mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan sanksi jika Turki melanjutkan kesepakatan untuk memiliki S-400 dengan Rusia.
Pilot-pilot Turki juga terancam bakal dikeluarkan dari program pelatihan penerbangan jet tempur F-35 yang saat ini sedang dijalankan di pangkalan udara AS. Dan karena Turki juga ikut memproduksi sebagian suku cadang untuk pesawat tempur canggih itu, Pentagon saat ini telah mulai mencari produsen alternatif yang mampu menggantikan peran perusahaan Turki.
AS menentang kepemilikan S-400 oleh negara-negara sekutunya karena dianggap tidak kompatibel dengan infrastruktut pertahanan NATO dan dapat membahayakan sistem lainnya, termasuk F-35. Meski terus dilarang, Turki tetap bertahan untuk mendapatkan sistem pertahanan udara S-400, yang diharapkan akan mulai dikirim Rusia pada awal bulan depan.
Ankara juga berjanji akan mengambil tindakan balasan terhadap sanksi AS. Jet tempur F-35 dikembangkan oleh perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin bersama dengan sembilan negara, yakni AS, Turki, Inggris, Italia, Kanada, Belanda, Denmark, Norwegia, dan Australia.(Agni Vidya Perdana)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon