Pasukan Bela Diri Darat Jepang Pamerkan Foto Pesawat Osprey Terbarunya


Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JDSDF), atau Angkatan Darat Jepang, telah men-tweet di akun Twitter resminya, foto-foto yang menunjukkan pesawat V-22 Osprey terbaru Jepang selama latihan dengan Marinir Amerika Serikat.
JGSDF
Pesawat Osprey JGSDF 
Postingan akun Twitter “JGSDF” mengatakan bahwa: “Pilot tengah mempelajari manuver V-22 dengan menggunakan JGSDF V-22 di USMC New River Airfield. Ini adalah pertama kalinya dilakukan penerbangan formasi dengan USMC, USAF, Angkatan Laut AS dan JGSDF secara bersama-sama dan ini memperdalam interoperabilitas antara Jepang dan AS."
Pemerintah Jepang berencana untuk mengakuisisi varian operasi khusus dari pesawat tilt-rotor V-22 Osprey untuk Pasukan Bela Diri untuk melakukan misi berbahaya dan rahasia di luar negeri, seperti penyelamatan warga Jepang, menurut para narasumber.
JGSDF akan menerima varian V-22B Block C, pesawat yang sama dalam kedinasan Korps Marinir AS yang dikenal sebagai MV-22. Osprey Block C memiliki radar baru, juga manajemen misi tambahan dan peralatan peperangan
elektronik.
Jepang memesan lima Osprey pertama untuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang pada Juli 2015 senilai $ 332 juta.
Sejumlah V-22 juga akan ditempatkan di kapal induk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang baru Izumo. Kementerian Pertahanan Jepang juga mengumumkan niatnya untuk mengerahkan beberapa V-22 di Laut Cina Timur.
Pembelian pesawat tilt-rotor V-22 adalah bagian dari kebutuhan Pasukan Bela Diri Jepang untuk meningkatkan kemampuan perang amfibi dan perang lautnya.(Angga Saja-TSM)

Brasil Lakukan Uji Coba Ketiga Rudal Anti-Kapal MANSUP


Angkatan Laut Brasil telah melakukan uji peluncuran ketiga rudal anti-kapal MANSUP (Míssil Antinavio de Superfície) pada 10 Juli, dengan sasaran bekas tugboat Tridente.
Rudal Anti-Kapal MANSUP
Rudal Anti-Kapal MANSUP 
Rudal diluncurkan oleh fregat kelas Niterói, BNS Independência (F44) pada 10 Juli dan didukung oleh sejumlah aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara Brasil.
Pengujian itu dinilai sukses oleh pihak Angkatan Laut.
"Hasil pengujian mengkonfirmasi kemajuan proyek dan perbaikan yang dilakukan setelah pengujian pertama pada November 2018 dan Maret 2019," kata pihak Angkatan Laut.
MANSUP adalah rudal yang dikembangkan secara lokal Brasil, berukuran panjang 5,6 meter, beratnya sekitar satu ton dan mencapai kecepatan 1000 km/jam. Desainnya bertujuan untuk mencapai kinerja setara dengan MBDA MM40 Exocet Block III
Brazil juga mengembangkan versi peluncuran rudal anti-kapal udara yang disebut MANAER (Missil Antinavio Nacional lancado por Aeronaves).(Angga Saja-TSM)

Komandan Korps Marinir Kunjungi Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir


Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han) mengunjungi Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur (Lattap Rupanpur) Korps Marinir TA. 2019 di Puslatpurmar 7 Lampon, Banyuwangi, Minggu (14/07).
Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir
Latihan Pemantapan Regu Pandu Tempur Korps Marinir 
Kedatangan Dankormar yang didampingi Asops Dankormar Kolonel Y. Rudy Sulisyanto, Asintel Dankormar Kolonel Marinir Hendro Suwito, Danlanmar Sby dan Kolonel Marinir Mauriadi, S.E disambut oleh Dankolatmar Kolonel Marinr Suliono, S.E, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sarana Prasaran di Rahlat Puslatpurmar 7 Lampon, dilanjutkan melihat secara langsung kegiatan Lattap Rupanpur diantaranya mendayung menembus ombak, latihan menembak Sniper dan pengamanan helikopter dalam menyalurkan bantuan logistik.
Dalam kesempatan tersebut Dankormar menyampaikan kepada pelatih dan peserta Lattap Rupanpur bahwa pada puncak Latihan Armada Jaya ke XXXVII Tahun 2019, profesionalisme prajurit Korps Marinir semakin meningkat baik personel maupun material, manuver kendaraan tempur serta pasukan Korps Marinir dalam merebut sasaran pokok didalam latihan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Regu Pandu Tempur (Rupanpur) marupakan satuan elit kecil yang mengemban tugas sebagai ujung tombak Batalyon dan sebagai mata telinga satuan infanteri Kops Marinir yang sangat menentukan keberhasilan satuan dalam melaksanakan tugas didaerah medan penugasan.
“Saya yakin, kalian adalah prajurit terpilih dan terpercaya di satuan masing masing, oleh karena itu laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan tunjukkan bahwa kalian memiliki kemampuan, fisik dan mental yang kuat serta kualitas lebih dari prajurit biasa,” tegas Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr (Han) .
Mengakhiri arahannya Dankormar berpesan kepada para pelatih agar mampu memberikan inovasi dan kreatifitas lebih dalam memberikan pelatihan Rupanpur, agar nantinya terbentuk prajurit Rupanpur yang tangguh, handal dan mampu menjadi ujung tombak infanteri yang sangat menetukan keberhasilan satuan tingkat Batalyon Infantri dijajaran Korps Marinir.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tni.mil.id

Prancis Pertimbangkan Beli Helikopter Chinook


Prancis sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi sejumlah yang belum diketahui jumlahnya, helikopter angkut berat Boeing CH-47 Chinook untuk Angkatan Udara Prancis.
Helikopter Chinook
Helikopter Chinook 
Meskipun militer Prancis mengoperasikan sejumlah besar helikopter Airbus Helicopters H225M Caracal dan NH Industries NH90 Caiman - keduanya pada kelas 11 ton - pengerahan pasukan Prancis ke Mali didukung oleh tiga helikopter Chinook Angkatan Udara Inggris.
Kehadiran AU Inggris baru-baru ini diperpanjang setidaknya selama enam bulan, dan sepasang helikopter rotor tandem dari Inggris tersebut juga berpartisipasi dalam fly past di Paris sebagai bagian dari perayaan Hari Bastille pada tanggal 14 Juli.
Dalam informasi pers yang berkaitan dengan acara tersebut, komando pasukan khusus Prancis mengatakan: "Angkatan udara secara aktif mempelajari akuisisi [CH-47] untuk pasukan khusus Prancis. Mereka akan melengkapi berbagai helikopter Prancis saat ini."
Beberapa bagian dari militer Prancis telah lama berkeinginan untuk mempunyai kemampuan angkut berat. Selama akhir 2000-an Paris terlibat dalam upaya bersama dengan Jerman di bawah program Future Transport Helicopter.
Program itu melibatkan Eurocopter - pendahulu Airbus Helicopters - bekerja sama dengan Boeing untuk mengusulkan desain rotor tandem seperti Chinook tetapi dengan bobot take-off maksimum yang lebih tinggi yaitu 33 ton. Namun, proyek itu dihentikan.
Jerman saat ini sedang dalam tahap awal untuk membeli platform baru untuk menggantikan armada Sikorsky CH-53G/GA/GS yang sudah menua, dan akan menentukan pilihan antara CH-53K dan CH-47F.
Dengan Berlin dan Paris sudah sepakat untuk menyatukan aset-aset tertentu - terutama Lockheed Martin C-130 - ada spekulasi bahwa pengaturan yang sama dapat terjadi berkaitan dengan helikopter yang akan dipilih Jerman. (Angga Saja-TSM)

Netanyahu Sebut IDF Satu-satunya Pasukan yang Siap Hadapi Iran


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) adalah satu-satunya pasukan militer di dunia yang mampu menghadapi Iran jika terjadi perang.
Tentara Israel
Tentara Israel 
"Saat ini, satu-satunya tentara di dunia yang memerangi Iran, ini adalah tentara Israel," kata Netanyahu saat berbicara kepada anggota Akademi Keamanan Nasional Israel, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/7).
Dia kemudian mengingat kembali perannya dalam memerangi kesepakatan nuklir Iran, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Dia mengatakan perjanjian itu hanya akan memberi Iran ratusan miliar dolar untuk berinvestasi di kerajaan mereka dan membuka cara untuk mendapatkan senjata nuklir.
"Saya harus berjuang sendirian untuk memblokir perjanjian nuklir. Saya harus berjuang melawan semua kekuatan dan melawan presiden Amerika Serikat (AS)m saya pergi ke Kongres AS. Hari ini, kalian bisa menilai apakah kita benar atau tidak. Jadi, pertama-tama, kamu harus menghentikannya," ungkapnya.
"Satu-satunya hal yang diberikan perjanjian nuklir kepada Israel adalah pemulihan hubungan yang kuat dengan negara-negara Arab utama, yang juga terancam oleh ancaman Iran," sambungnya.(Victor Maulana)>/div>

China: Penjualan Senjata AS ke Taiwan Langgar Hukum Internasional


Pemerintah China kembali menegaskan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menjual sendiri ke Taiwan adalah pelanggaran terhadap hukum internasional. Beijing juga menyebut penjualan senjata ini juga merusak kedaulatan dan keamanan nasional China.
Amerika - China
Amerika - China 
Pekan lalu Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan potensi penjualan senjata senilai USD2,2 miliar kepada Taiwan. Senjata-senjata yang disepakati untuk dijual itu mencakup 108 tank Abrams dan 250 rudal surface-to-air Stinger.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menuturkan bahwa Beijing akan memutus hubungan dengan perusahaan-perusahaan AS yang menjual senjata kepada Taiwan.
"Pemerintah China dan perusahaan-perusahaan China tidak akan bekerja sama atau memiliki kontak komersial dengan perusahaan-perusahaan AS ini. Saya tidak bisa mengungkapkan detailnya saat ini. Tapi percayalah ini, orang-orang China selalu menekankan kata-kata mereka," kata Geng, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/7).
Media china pada akhir pekan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan AS yang berpotensi menjual senjata ke Taiwan. Mereka termasuk Honeywell International Inc, yang membuat mesin untuk tank Abrams, dan pembuat jet pribadi Gulfstream Aerospace, yang dimiliki oleh General Dynamics.
China sendiri adalah pasar penting bagi Honeywell dan Gulfstream. Kedua perusahaan itu sampai saat ini belum angkat bicara mengenai hal ini.(Victor Maulana)

Armada Jaya XXXVII Usai, Ribuan Pasukan Pendarat dan Puluhan Tank Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590


Usai perhelatan akbar yakni Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 dilaksanakan Sabtu (13/7) kemarin, saatnya ribuan pasukan pendarat serta puluhan tank dan ranpur melakukan re embarkasi ke KRI Makassar-590 dan KRI Teluk Banten-516.
Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590
Re Embarkasi ke KRI Makassar - 590 
Proses Re embarkasi tersebut disaksikan langsung oleh Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos, M. Si yang on board di KRI Makassar -590 ,pada hari Minggu (14/7/2019).
” Hari ini kita laksanakan proses re embarkasi yakni pemberangkatan kembali seluruh pasukan pendarat dan ranpur dari rahlat di Pantai Banongan ke KRI Makassar dan KRI Teluk Banten, sebelum seluruh unsur dan pasukan kembali ke Surabaya. Karenanya penting untuk memastikan proses re embarkasi ini berjalan aman, tertib dan lancar “, tandas Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S. Sos, M. Si ketika menyaksikan langsung proses re embarkasi tersebut.
Sebagaimana telah diberitakan jika pelaksanaan latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 melibatkan 8.493 personel, serta berbagai jenis Kapal Perang (KRI) dari jajaran Koarmada I dan Koarmada II.
Selain Kapal Perang, dalam pelaksanaan latihan tersebut juga melibatkan beberapa Pesawat Udara, serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM – 70 Grad, PK dan Mopel, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Polisi Italia Rampas Rudal 800 Kg Milik Kelompok Pro-Nazi


Polisi anti-terorisme di Italia merampas rudal air-to-air, senapan mesin dan peluncur roket selama penggerebekan di sebuah rumah kelompok simpatisan Nazi. Misil yang disita itu adalah rudal Matra seberat 800 kilogram.
Rudal Matra
Rudal Matra  
Tiga orang ditangkap, dua di antaranya dekat bandara Forli. Materi propaganda Neo-Nazi juga disita, dalam penggerebekan.
Media Italia melaporkan, penggerebekan itu merupakan bagian dari investigasi terhadap kelompok ekstremis sayap kanan Italia yang membantu pasukan separatis di Ukraina timur.
Menurut polisi misil Matra adalah jenis senjata yang digunakan oleh tentara Qatar.
Pasukan polisi khusus Turin, yang dikenal dengan nama Digos, memimpin operasi tersebut. Mereka dibantu oleh polisi di Milan, Varese, Forli dan Novara.
Media Italia yang dikutip BBC, Selasa (16/7/2019), menyebut mereka yang ditangkap adalah Fabio Del Bergiolo, 50, seorang mantan petugas bea cukai Italia dan aktivis partai sayap kanan Forza Nuova; Alessandro Monti, 42, berkebangsaan Swiss; dan Fabio Bernardi, 51, warga Italia.
"Selama operasi, sebuah rudal air-to-air dalam kondisi kerja yang sempurna dan (jenis yang) digunakan oleh tentara Qatar disita," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah penyitaan yang signifikan, dengan beberapa preseden di Italia," imbuh komisioner kepolisian Turin Giuseppe De Matteis.
Rudal sepanjang 3,54 meter itu dibuat di Prancis. Del Bergiolo berharap bisa menjualnya seharga €470.000.(Muhaimin)

Di Tengah Laut Jawa, Unsur Kogasgabfib Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut


Berada di tengah Laut Jawa, sejumlah unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) yakni KRI Makassar-590, KRI Teluk Banten-516, dan KRI dr.Soeharso-990 melaksanakan serial latihan laut AAROFEX dan NSIC, pada Jumat (12/7/2019) dinihari.
Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut
Armada Jaya XXXVII Laksanakan Serial Latihan Laut 
Latihan serial laut ini merupakan salah satu bagian dari berbagai serial latihan yang dimainkan dalam Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII. Adapun seri latihan lainnya antara lain latihan udara dan pendaratan Marinir, termasuk Peperangan Ranjau yang sudah dilaksanakan oleh Koarmada II beberapa waktu lalu, Peperangan Laut Modern seperti Cyber Warfare dan Information Warfare.
Dalam latihan AAROFEX atau Anti Air Rapid Open Fire Exercise, KRI dr. Soeharso-990 yang berada di jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II menembakkan roket sasaran udara (flare), yang disusul dengan rentetan tembakan meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) dari KRI Teluk Banten-516, dan KRI Makassar-590.
Peluncuran roket dari KRI dr.Soeharso-990 merupakan simulasi latihan menembak sasaran udara pada malam hari atau disebut dengan istilah (Aarofex). Roket tersebut merupakan jenis peluru untuk sasaran udara, pengelabuhan sasaran peluru kendali lawan sekaligus dapat memancarkan cahaya sangat terang (rocket flare). Dalam latihan itu roket yang diluncurkan disimulasikan sebagai pesawat terbang musuh.
Latihan menembak malam merupakan salah satu rangkaian Latihan Parsial dari unsur-unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), dimana mereka di skenariokan mendapat serangan udara dari pesawat intai musuh. Ancaman itu direspon oleh kapal-kapal perang yang tergabung dalam Kogasgabfib dengan memberikan perlawanan anti serangan udara.
Hal ini bertujuan untuk melindungi kapal pengangkut pasukan pendarat amfibi Marinir TNI AL yang diincar oleh pesawat udara musuh. Kemampuan pertahanan udara sangat dibutuhkan dalam gelar operasi amfibi, karena ancaman serangan udara musuh dapat berpotensi menimbulkan kerusakan yang signifikan bagi kapal perang bahkan dapat membuat misi menjadi gagal.
Latihan perang malam hari tersebut disaksikan langsung oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si dan seluruh pejabat Latihan Parsial Operasi Daya Yudha Unsur Kogasgabfib yang berada di kapal markas KRI Makassar-590.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Skyworks Tawari AD AS Pesawat Gyrodyne Tempur


Pembuat gyroplane berperforma tinggi AS, Skyworks, bekerja sama dengan Scaled Composites akan membangun rotorcraft berkecepatan tinggi untuk keperluan demonstrasi sebagai pesawat gyrodyne tempur masa depan.
Pesawat Gyrodyne Tempur
Pesawat Gyrodyne Tempur 
Skyworks menandatangani perjanjian kerjasama dengan Scaled Composites untuk mengembangkan pesawat gyrodyne VertiJet baru untuk ikut serta dalam kompetisi Future Vertical Lift (FVL) Angkatan Darat Amerika Serikat.
Pesawat gyrodyne tempur baru akan didasarkan pada konsep yang dikembangkan di bawah program Heliplane Badan Proyek Riset Pertahanan AS DARPA. Skyworks telah mengembangkan teknologi gyroplane berawak dan tak berawak selama lebih dari dua dekade. Situs web perusahaan tersebut menyebutkan, teknologi sustained autorotative flight yang canggih ini memungkinkan pesawat terbang tidak bergantung pada landasan pacu dan ekonomis, namun tetap tidak dibatasi oleh keterbatasan kecepatan, jangkauan, dan muatan helikopter.
Pesawat baru yang dirancang untuk terbang dengan kecepatan hingga 400 MPH dan menggabungkan atribut utama dari helikopter dan pesawat sayap tetap, yaitu kemampuan VTOL dan kemampuan hover (melayang) seperti helikopter dikombinasikan dengan terbang kecepatan tinggi dan kemampuan jelajah yang efisien dari pesawat sayap tetap.
Menurut informasi saat ini, VertiJet akan menjadi pesawat yang tidak bergantung pada landasan pacu yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal dan hover seperti helikopter.
Pesawat gyrodyne baru tersebut tidak dibatasi oleh keterbatasan kecepatan, jangkauan, dan muatan seperti helikopter. VertiJet akan menawarkan keuntungan kinerja yang substansial, yaitu kecepatan yang lebih tinggi (kecepatan jelajah yang tinggi yang efisien dengan kecepatan 2 hingga 3 kali kecepatan helikopter saat ini), jangkauan yang lebih jauh, muatan yang lebih besar, dan efisiensi muatan yang lebih tinggi.
VertiJet akan menampilkan mesin jet ganda, rotor besar untuk lepas landas dan mendarat, empat hardpoint senjata di bawah sayap tetap, kanon internal 20mm dan boom ekor ganda dengan stabilizer horisontal. (Angga Saja - TSM)
Sumber : airrecognition.com

Rafael Serahkan Kontrak untuk Pembuatan 1.000 Kit Rudal Barak 8


Pada sebuah tanggal 11 Juli lalu yang diadakan oleh KRAS (Kalyani Rafael Advanced Systems Ltd.) India, Rafael menyerahkan kontrak senilai $ 100 juta kepada KRAS untuk pembuatan 1.000 kit rudal Barak 8/MRSAM yang akan dipasok ke Bharat Dynamics Limited (BDL) melalui IAI ( Israel Aerospace Industries) untuk tujuan integrasi lebih lanjut.
Rudal Barak 8
Rudal Barak 8 
Sesuai dengan komitmennya pada program Make-in-India, KRAS adalah perusahaan patungan antara Rafael Advanced Defense Systems Ltd. Israel dan Kalyani Strategic Systems India. Perusahaan patungan itu didirikan dengan visi untuk membuat sistem senjata yang dibutuhkan oleh Pasukan Pertahanan India, serta untuk pasar ekspor. Para mitra perusahaan patungan tersebut berinvestasi dalam fasilitas produksi yang terbaik di kelasnya, layanan teknis terdepan dan dukungan siklus hidup yang panjang untuk sistem yang dipasok ke Pasukan Pertahanan India. Dalam upayanya untuk memenuhi visi pemangku kepentingan Make-in-India untuk dunia, KRAS diharapkan akan meningkatkan jumlah karyawannya menjadi 300 ahli teknis pada tahun 2023.
Rafael Advanced Defence Systems Ltd. memiliki sejarah kolaborasi yang panjang dengan industri pertahanan India, menghasilkan beberapa perusahaan patungan dan anak perusahaan di seluruh dunia dan di India. Kemitraan ini, selama dua dekade terakhir, telah menyebabkan Rafael membentuk kemitraan lokal untuk mendukung kebutuhan domestiknya dan juga rantai pasokan global.
Dikembangkan bersama oleh Israel Aerospace Industries (IAI), Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO), Badan Pengembangan Senjata dan Infrastruktur Teknologi Israel (Maf'at), Elta Systems, Rafael dan perusahaan lainnya, Barak 8 adalah rudal permukaan-ke-udara (SAM), yang dirancang untuk melawan segala jenis ancaman di udara termasuk pesawat terbang, helikopter, rudal anti-kapal, dan UAV, serta rudal balistik, rudal jelajah, dan jet tempur.
Barak 8 memiliki panjang sekitar 4,5 meter, diameter 0,225 meter pada bagian tubuh rudal, dan 0,54 meter pada bagian booster, lebar sayap 0,94 meter dan berat 275 kg termasuk hulu ledak 60 kg yang meledak di dekat sasaran (proximity). Rudal tersebut memiliki kecepatan maksimum Mach 2 dengan jangkauan operasional maksimum 70 km, yang kemudian ditingkatkan menjadi 100 km. Barak 8 memiliki fitur motor roket dual pulse serta thrust vector control (TVC), dan memiliki kemampuan manuver yang sangat tinggi pada jarak intersepsi sasaran. (Angga Saja - TSM)

Tiongkok Ingin Beli Perusahaan Mesin Pesawat Ukraina


Sebuah perusahaan investasi industri penerbangan yang berbasis di Beijing dilaporkan tengah mencoba kembali untuk mengakuisisi saham di sebuah pabrik mesin pesawat Ukraina, Motor Sich (Мотор Січ) dan penawaran tersebut sedang ditinjau oleh otoritas antimonopoli Ukraina.
Pabrik Motor Sich
Pabrik Motor Sich 
Perusahaan Ukraina Motor Sich yang membuat mesin untuk pesawat angkut terbesar di dunia, An-225, dapat membantu Tiongkok untuk meningkatkan industri mesin pesawat Tiongkok jika kesepakatan itu terwujud, kata analis Tiongkok pada hari Minggu (14/07).
Skyrizon, juga dikenal sebagai Beijing Tianjiao Aviation Industry Investment Company, sedang menunggu hasil penilaian oleh Komite Antimonopoli Ukraina.
Hasilnya akan diumumkan setelah 22 Juli, menurut catatan reorganisasi antara Skyrizon dan Beijing Xinwei Technology Group Co yang diterbitkan di situs Shanghai Stock Exchange oleh Xinwei Technology pada hari Jumat (12/07).
Skyrizon dan Xinwei Technology berada di bawah kendali kuasa hukum yang sama, menurut tianyancha.com, penyedia layanan penyelidikan bisnis.
Aplikasi baru itu diserahkan kepada otoritas pemerintah Ukraina pada 7 Juni dan diterima pada 21 Juni. Skyrizon akan memiliki lebih dari 50 persen Motor Sich jika akuisisi tersebut berhasil.
Tiongkok memiliki 13 jenis dan lebih dari 1.200 mesin pesawat yang dibuat oleh Motor Sich.
Perusahaan Ukraina tersebut kehilangan klien Rusia ketika hubungan antara kedua negara memburuk.
Didirikan pada tahun 1907, Motor Sich dianggap sebagai salah satu produsen mesin pesawat terbang canggih terbesar di dunia dan memproduksi mesin termasuk turbofan, turboshaft, dan turboprop.
Tiongkok masih tertinggal di belakang level top dunia dalam hal mesin pesawat, kata seorang pakar militer anonim kepada Global Times, Minggu.
Tiongkok dapat menutup kekurangannya dibanding industri mesin pesawat asing dan meningkatkan pasokan mesin pesawat dalam negeri jika akuisisi tersebut sukses, kata catatan perusahaan.
Tiongkok sendiri secara mandiri tengah berusaha dengan rencana pengembangan mesin pesawat sendiri, kata pakar itu.
Sebuah jet tempur Tiongkok J-10B terbang dengan mesin buatan dalam negeri Tiongkok dengan sistem thrust vector control pada Airshow China di Zhuhai, Provinsi Guangdong Tiongkok Selatan pada November 2018 lalu.
Pada 2017 Beijing Skyhorizon berusaha membeli 41% saham Motor Sich, tapi pada September 2017 pembelian tersebut dibatalkan oleh pengadilan Ukraina karena alasan keamanan nasional.
Motor Sich membuat mesin diantaranya Progress D-18T untuk Antonov An-124 dan An-225, Progress D-436 untuk Yakovlev Yak-42 dan An-72 dan Progress AI-136T untuk helikopter Mi-26. (Angga Saja -TSM)
Sumber :  globaltimes.cn

Portugal Pesan Pesawat Angkut KC-390


Embraer telah mendapatkan pelanggan ekspor pertamanya untuk pesawat angkut KC-390, yang pada 11 Juli lalu bahwa Portugal telah melakukan pemesanan untuk lima pesawat.
Pesawat Angkut KC-390 Embraer
Pesawat Angkut KC-390 Embraer 
Keputusan oleh pemerintah Portugal untuk menandatangani pembelian untuk pesawat angkut buatan Brasil itu dilakukan sembilan tahun setelah negara itu bergabung dengan program tersebut sebagai mitra Brasil pada 2010. Pada saat itu, Angkatan Udara Portugal (Força Aerea Portuguesa: FAP) mengatakan mereka memiliki kebutuhan untuk enam KC-390 untuk mengganti pesawat angkut Lockheed Martin C-130H Hercules yang telah menua.
Nilai kontrak unruk pesawat-pesawat tersebut belum diungkapkan, namun Embraer menyebutkan bahwa pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada 2023.
Portugal adalah mitra internasional terbesar untuk program KC-390, dengan Republik Ceko yang juga turut berpartisipasi. OGMA-Indústria Aeronáutica de Portugal akan membuat panel-panel, elevator, fairing, dan landing gear doors.
Dengan pesanan Portugal, Embraer sekarang memiliki kontrak untuk membangun 35 pesawat KC-390 untuk Angkatan Udara Brasil (Força Aérea Brasileira: FAB) dan AU Portugal (FAP). Letter of intent juga telah diterima dari Argentina (6), Chili (6), Kolombia (12), dan Republik Ceko (2).
KC-390 memiliki volume kargo 170 m3 (termasuk ramp), dan muatan maksimum 23 ton (atau muatan maksimum terkonsentrasi 26 ton di atas center of gravity). Pesawat ini memiliki kemampuan mendarat dimedan yang kasar, dengan kemampuan untuk mendarat di permukaan dengan California Bearing Ratio (CBR) rating 4 (bidang lunak), dan spesifikasi kinerja pesawat yang dirilis oleh perusahaan menunjukkan bahwa pesawat tersebut memiiki kecepatan jelajah maksimum 470 kt (870 km/j); ketinggian maksimum 36.000 kaki; dan jangkauan (dengan muatan 23 ton) 1.380 mil laut (2.556 km), atau penerbangan feri dengan tangki bahan bakar internal sejauh 4.640 mil laut. Jangkauan dapat diperpanjang dengan pengisian bahan bakar diudara dalam penerbangannya. (Angga Saja -TSM)
Sumber : janes.com

Erdogan: S-400 Rusia, Kesepakatan Terpenting dalam Sejarah Turki Modern


Presiden Recep Tayyip Erdogan menganggap kesepakatan dengan Rusia soal pembelian sistem pertahanan rudal S-400 sebagai kesepakatan terpenting dalam sejarah Turki modern.
Pernyataan itu muncul ketika komponen sistem rudal S-400 yang sudah tiba di Ankara dipamerkan di jalan-jalan utama negara itu pada hari Minggu pagi. Dua pasokan lagi diharapkan segera tiba.
 S-400 Rusia
 S-400 Rusia 
"Kesepakatan terpenting dalam sejarah kami saat ini adalah perjanjian S-400," kata Erdogan kepada wartawan di istana kepresidenan di Istanbul, seperti dikutip media setempat; Haberler.
"Dengan membeli S-400, Turki tidak bersiap untuk perang. Sistem pertahanan udara dirancang untuk memastikan perdamaian dan keamanan di negara kita. Langkah-langkah lain juga diambil untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kita," ujar Erdogan.
Dalam komentarnya, Presiden Erdogan juga menyinggung masalah pesawat jet tempur F-35 dan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengiriman pesawat siluman itu karena keputusan Ankara membeli sistem pertahanan udara Rusia. Dia menegaskan keduanya adalah masalah yang terpisah.
"S-400 adalah satu topik, F-35 adalah topik yang sama sekali berbeda. Hingga saat ini, kami telah membayar USD1,4 miliar untuk F-35," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (15/7/2019).
"Jika Turki dihapus dari program F-35, biaya satu pesawat bisa naik USD7-8 juta...Ini bukan keputusan yang mudah (bagi Washington)," katanya.
Menurutnya, jika Turki dikeluarkan dari program F-35, AS harus mengembalikan uang Turki. "Uang yang sudah kami bayarkan," ujarnya.
Kembali ke kontrak S-400, Erdogan mengaku telah membahas ide produksi bersama sistem itu dengan Rusia. Pembahasan itu dia lakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan G-20 di Jepang belum lama ini.
Turki, sambung dia, juga membahas prospek pembelian sistem pertahanan S-500 dari Moskow di kemudian hari.
Proses pengiriman S-400 ke Turki harus selesai pada April 2020, dengan bagian dari pekerjaan dalam memasang sistem tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.
Turki menandatangani kontrak USD2,5 miliar dengan Rusia untuk pembelian empat set batalion S-400 pada akhir 2017. Setahun kemudian, AS menawarkan kepada Turki kesepakatan USD3,5 miliar untuk sistem pertahanan udara Patriot PAC-3.
Ankara tidak mengesampingkan tawaran sistem rudal Patriot AS, tetapi telah mengindikasikan bahwa Ankara tidak akan membeli sistem tersebut.(Muhaimin)

Pesawat Tanker Udara A330 MRTT Phénix Kedua Pesanan Perancis Diserahterimakan


Pada 2 Juli 2019, Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) Perancis menerima pesawat tanker multi-peran A330-MRTT (MultiRole Tanker Transport) Phénix kedua di Pangkalan Udara 125 di Istres. Pengiriman lebih cepat tiga bulan dari jadwal.
A330 MRTT Phénix
A330 MRTT Phénix Perancis 
MRTT adalah pesawat serba guna yang selain membawa bahan bakar untuk pengisian di udara. Versi ini juga digunakan untuk evakuasi medis dengan kemampuan membawa hingga 10 pasien luka parah atau 40 orang cedera ringan.
Pesawat dikirim ke Angkatan Udara tiga bulan lebih awal dengan kemampuan special MedEvac (Evakuasi Medis), sehingga mencapai kemampuan operasional penuh pada musim gugur.
Kemampuan iuni akan memungkinkan angkutan medis dengan membawa 12 pasien luka serius, atau 40 pasien luka ringan yang membutuhkan lebih sedikit bantuan medis.
DGA (Direction Générale de l'Armement) mengatakan, fleksibilitas MRTT akan memungkinkannya untuk mengganti dua armada berbeda. Yaitu C-135FR dan KC-135R sebagai pesawat tanker serta A310 dan A340 pesawat angkut strategis.
MRTT Phénix dikembangkan dari pesawat Airbus A330, yang dimiliterisasi untuk memungkinkannya memenuhi persyaratan misi khusus.
Undang-undang pemrograman militer 2019-2025 mengatur percepatan modernisasi peralatan militer, khususnya armada pesawat tanker.
Sesuai Program Militer 2019-2025, Perancis membutuhkan 15 pesawat Airbus A330 Phénix. Hingga saat ini, Perancis memesan 12 pesawat A330 MRTT yang kontraknya dibuat tahun 2014. (Beny Adrian)
Sumber :  angkasa.news

Pesawat Patroli Maritim P-8A Poseidon Pertama Pesanan Inggris, Sukses Terbang Perdana


Pesawat patroli maritim multi-peran P-8A Poseidon MRA M-Mk1 pertama milik Inggris, sukses melaksanakan terbang perdana pada Jumat (12/7) di Boeing Field di Seattle.
Dalam penerbangan pertama ini, Poseidon Inggris membawa sensor dan sistem senjata untuk peperangan antikapal selam.
 P-8A Poseidon Inggris
 P-8A Poseidon Inggris 
ZP801 terbaru, Poseidon yang akan dioperasikan Angkatan Udara Inggris, nantinya akan menyandang nama Pride of Moray.
P-8A Poseidon yang dikembangkan dari pesawat Boeing 737-800NG, dalam produksinya juga melibatkan industri pertahanan Inggris.
Pabrikan Inggris dilibatkan dalam menyediakan sub-sistem khusus untuk P-8A. Misalnya Marshalls menyediakan tangki bahan bakar tambahan, Martin Baker untuk kursi kru, GE (weapon pylons), dan GKN Aerospace membuat kaca depan.
Pesawat pertama Poseidon MRA Mk1 dijadwalkan dikirim ke AU Inggris, awalnya di Naval Air Station Jacksonville pada Oktober 2019. Dijadwalkan tiba di Inggris pada awal musim semi 2020.
Bersamaan dengan itu, pembangunan fasilitas di RAF Lossiemouth berjalan dengan baik. Pada Maret 2019, pembangunan tiga hangar telah selesai. Fasilitas ini dijadwalkan siap digunakan pada musim gugur 2020.
RAF AU Inggris akan menerima total sembilan pesawat P-8A Poseidon MRA M-Mk1 yang akan berbasis di RAF Lossiemouth mulai akhir 2020. (Beny Adrian)
Sumber :  angkasa.news

Pesawat Ketujuh Pembawa Komponen Rudal S-400 dari Rusia Tiba di Turki


Pesawat ketujuh yangmembawa komponen sistem rudal pertahanan udara S-400, telah mendarat Turki, seperti disampaikan Kementerian Pertahanan Turki, Minggu (14/7).
Pengiriman Rudal S-400 Turki
Pengiriman Rudal S-400 Turki 
"Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 berlanjut. Pesawat ketujuh telah mendarat di Murted Air Base," bunyi pernyataan Kemenhan.
Minggu pagi, pesawat kelima dan keenam juga sudah tiba membawa komponen S-400.
Pengiriman S-400 dari Rusia ke Turki dimulai pada 12 Juli.
Menurut Kemenhan Turki, pada hari itu tiga pesawat kargo mengirimkan beberapa traktor, truk dan kendaraan pembawa S-400 ke Murted Air Base. (Beny Adrian)
Sumber : angkasa.news

Dipasok 2 Jet Tempur Siluman F-35 Lagi, Israel Kian Digdaya


Dua pesawat jet tempur siluman F-35 kiriman Amerika Serikat (AS) telah mndarat di Israel pada hari Minggu. Kiriman tersebut semakin membuat militer negara Yahudi itu semakin digdaya karena jumlah pesawat siluman generasi kelima yang dimiliki bertambah jadi 16 unit.
Kiriman perdana dua jet F-35 untuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tiba pada bulan Desember 2016. Sekitar satu tahun kemudian, pesawat serupa yang dikenal di Israel sebagai Adir dinyatakan beroperasi.
Jet Tempur F-35 Israel
Jet Tempur F-35 Israel 
Beberapa bulan setelah itu, komandan Angkatan Udara mengungkapkan bahwa pesawat termahal tersebut telah melakukan serangan bom, yang menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui penggunaan pesawat seperti itu untuk perang.
"Kemampuan Skuadron Adir menambah level lain pada kemampuan operasional dan strategis Angkatan Udara, yang memastikan keunggulan Angkatan Udara dalam semua misinya, yaitu perlindungan dan keselamatan langit Negara Israel," kata IDF dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Times of Israel, Senin (15/7/2019).
Kedua jet tempur F-35 melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Pangkalan Angkatan Udara Nevatim di Israel selatan. Pangkalan itulah yang menjadi rumah rumah bagi dua skuadron F-35.
Pekan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan Teheran bahwa jet tempur produksi Lokcheed Martin itu dapat mencapai area di mana saja di Timur Tengah. Peringatan itu sebagai repons terhadap para pejabat senior Iran yang mengancam akan menghancurkan negara Yahudi tersebut.
"Akhir-akhir ini, Iran telah mengancam Israel dengan kehancuran," kata Netanyahu. "Harus diingat bahwa pesawat-pesawat ini dapat mencapai setiap tempat mana pun di Timur Tengah, termasuk Iran, dan tentu saja juga Suriah."
Jet siluman F-35 diyakini tidak memiliki jangkauan efektif untuk mencapai Iran tanpa bantuan, tetapi dapat melakukan operasi di sana dengan pengisian bahan bakar di udara, dan kemampuan itu sudah dimiliki oleh Angkatan Udara Israel.
Israel telah setuju untuk membeli setidaknya 50 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin. Pesanan akan dikirim dalam dua atau tiga gelombang hingga 2024. Israel adalah negara kedua setelah Amerika Serikat yang menerima F-35 dari Lockheed Martin dan salah satu dari sedikit yang akan diizinkan untuk memodifikasi pesawat mutakhir ini.
"Pengadaan Adir yang sedang berlangsung adalah ungkapan lain dari kerja sama militer jangka panjang antara Israel dan AS, yang terus menghasilkan hasil luar biasa dalam proses penguatan (F-35)," imbuh IDF dalam pernyataannya.
Angkatan Udara Israel saat ini ragu-ragu antara membeli lebih banyak F-35 atau versi upgrade dari jet tempur F-15.
F-35 generasi kelima telah dipuji sebagai "game-changer" oleh militer AS, tidak hanya karena kemampuan ofensif dan sembunyi-sembunyi, tetapi karena kemampuannya untuk menghubungkan sistemnya dengan pesawat lain dan membentuk jaringan berbagi informasi.
Namun, program jet tempur itu menuai kritik ekras terkait penundaan pengembangan dan produksi serta harganya yang sangat mahal. Satu unit jet tempur itu sekitar USD100 juta. Meski demikian, Lockheed Martin mengisyaratkan harganya akan turun seiring dengan banyaknya pesanan.
Bulan lalu, jet tempur F-35 dari Israel, Amerika Serikat dan Inggris melakukan penerbangan pelatihan gabungan di atas Laut Mediterania. Itu merupakan latihan internasional pertama dan langka.
Latihan itu termasuk misi malam dan siang hari dengan mensimulasikan pertempuran simultan di Jalur Gaza, Suriah dan Lebanon, dan termasuk skenario yang melibatkan musuh yang dipersenjatai dengan teknologi canggih, seperti sistem pertahanan rudal S-300 dan S-400 Rusia.(Muhaimin)

Story: Sepenggal Kisah Generasi Terakhir Penerbang P-51 Mustang TNI AU


TNI AU pernah mengoperasikan pesawat tempur terbaik di masanya yaitu P-51 Mustang. Diperkirakan belasan pesawat ini diterima AURI dari Belanda, yang kemudian menjadi andalan utama dalam menghadapi sejumlah konflik bersenjata di tanah air.
Kisah pengabdian pesawat ini di TNI AU sudah cukup banyak diungkap Majalah Angkasa. Namun tetap saja masih banyak kisah yang belum diceritakan. Seperti dikutip dari buku "Derap Langkah 50 Tahun AAU 69 Bogowonto".
Penerbang P-51 Mustang TNI AU
Penerbang P-51 Mustang TNI AU 
Dari 18 perwira lulusan AAU 69, hanya 18 orang yang akhirnya menjadi penerbang. Kehadiran mereka boleh dikata tidaklah tepat, karena pada saat itu kondisi pesawat TNI AU sangatlah memprihatinkan.
Kesiapan rendah dan jumlah pesawat terbatas. Sementara jumlah penerbang terbilang banyak. Namun layar sudah terkembang bagi alumni 69, sehingga pantang digulung kembali.
Tak lama setelah alumni 69 memulai pengabdian di TNI AU, Indonesia tengah bersiap menghadapi pemilihan umum (Pemilu) yang ditetapkan pada 5 Juli 1971. Unsur pengamanan mendapat porsi besar saat itu mengingat kondisi politik yang belum sepenuhnya stabil.
TNI AU sebagai unsur pengamanan aspek udara, terlihat sekali kedodoran saat diminta laporan kesiapan pesawat tempur untuk mengamankan jalannya Pemilu. Karena itulah, Pemerintah memutuskan untuk memperkuat TNI AU dengan mendatangkan pesawat tempur P-51D Cavalier Mustang II langsung dari Amerika Serikat.
Kenapa Mustang? Karena inilah satu-satunya pesawat tempur di lingkungan TNI AU yang masih mungkin diterbangkan secara politik. Karena umumnya Mustang yang ada di Skadron 3 kondisinya sudah tidak aman untuk diterbangkan, maka didatangkanlah Cavalier Mustang II dari Amerika.
Sementara semua pesawat eks Uni Soviet, sama sekali sudah tidak boleh terbang meski jam terbangnya masih terbilang kecil.
Cavalier Mustang adalah pesawat yang awalnya dikembangkan oleh pabrik Cavalier Aircraft di Amerika pasca Perang Dunia II untuk kebutuhan sipil, meski masih mempunyai kemampuan tempur.
Pada tahun 1967, Cavalier mengembangkan model dengan kemampuan CAS (close air support) dan counter insurgency yang lalu dinamakan Cavalier Mustang II. Mesin Rolls-Royce Merlin V-1650-72A yang dipakai, ditingkatkan kemampuannya.
Dua batch model ini dibuat oleh Cavalier untuk El Savador tahun 1968, dan untuk Indonesia pada 1972 dalam Program Peace Pony. Sebanyak lima Cavalier Mustang II dan satu TF-51D dikirim ke Indonesia tanpa dilengkapi tip tanks atas tekanan Amerika untuk membatasi combat radius pesawat.
“Pesawatnya dikirim menggunakan pesawat Galaxy,” ujar Marsda (Pur) Kusbeni (almarhum) saat menceritakan kepada angkasa.news beberapa tahun lalu.
“Karena itu kami bertiga kelompok penerbang fighter diperintah melaksanakan transisi ke Mustang tahun 1971 sebagai persiapan kedatangan Cavalier,” aku Kusbeni menyebutkan nama dua rekannya sesama Bogowonto yaitu Effendi dan Abdul Mukti.
Latihan transisi terpaksa dilaksanakan di Lanud Halim karena landasan Lanud Abdulrahman Saleh di Malang tengah diperbaiki sebagai bagian dari Program Peace Pony.
Saat transisi itu, tinggal segelintir penerbang senior yang masih qualified menerbangkan pesawat Mustang. Mereka adalah Rukandi dan Rusmali. Komandan Skadron dijabat oleh Letkol (Pnb) Rukandi yang kemudian digantikan oleh Letkol (Pnb) Rusmali. Hanya saja setelah selesai transisi ke Cavalier, mereka dikaryakan terbang di maskapai Merpati.
“Otomatis di skadron hanya kami bertiga,” kata Kusbeni.
Menurut Kusbeni, hanya merekalah yang benar-benar mengoperasikan Cavalier Mustang II yang kemudian dilibatkan dalam sejumlah misi dan latihan gabungan.
Transisi ke Cavalier Mustang II dipandu oleh instruktur penerbang senior yaitu Rusmali, Sofyan Nur, dan Musidjan serta instruktur dari pabrik Cavalier, Whitmore.
Latihan juga meliputi materi weapon delivery yang dilaksanakan di Lanud Gorda, Banten. Setelah selesai melaksanakan tugas pengamanan Pemilu, kesemua pesawat Cavalier diterbangkan secara feri ke Malang
Kedatangan Cavalier Mustang II di Lanud Abdulrahman Saleh melengkapi pesawat Mustang sebelumnya yang sudah dimiliki Skadron 3. Dampak yang langsung terasa adalah kurangnya jumlah penerbang.
Untuk itu tiga penerbang yang masih alumni AAU 69 ditarik ke Skadron 3. Yaitu Aryasa dari Skadron 5 serta Sunarko dan Sismono dari Skadron 1.
Sejumlah penerbang masih direkrut dari alumni AAU 68, yaitu Djoko Sulistiyardjo, Bowo, Hardiyanto, dan Ratih Aden. Kecuali Djoko, semuanya dinyatakan gagal. Belakangan Djoko mengalami collision selesai transisi bersama M. Rusli. Rusli adalah dari AAU 66 bersama Sugita dan Kusnadi Umar Said.
Selesai transisi, ketiganya malah dipindah ke Merpati. Akhirnya penerbang paling yunior yang sempat direkrut ke Skadron 3 Cavalier Mustang II adalah dari alumni Akabri 70. Terdiri dari Suparno, Sonny Rizani, Ronggo Suarso, Sihotang, Dondit Suroso, M. Halik, dan Agus Suwarno.
Total jenderal jumlah penerbang Mustang saat itu adalah enam orang dari angkatan 69, tujuh orang dari angkatan 70, dan satu komandan. Sehingga total kekuatan skadron 14 penerbang.
Sebagai satu-satunya skadron pesawat tempur yang masih dipunyai TNI AU hingga akhir 1976, otomatis operasi penerbangan Skadron 3 cukup tinggi.
Usai pengamanan Pemilu, mereka mulai dilibatkan dalam operasi keamanan dalam negeri. Seperti penumpasan gerombolan bersenjata di Blitar selatan dan penembakan di Rambang Lombok. Selain itu dilibatkan dalam sejumlah latihan gabungan ABRI.
Dalam latihan gabungan ABRI dengan sandi Wibawa di Branti, Lampung Selatan pada 17 Februari 1975, sebuah Mustang yang diterbangkan Lettu (Pnb) Effendi, jatuh di ujung runway Lanud Branti.
Pesawat jatuh sekitar pukul 15.30 WIB sesaat setelah lepas landas menuju Lanud Halim Perdanakusuma.
Nanok Soeratno yang waktu itu juga terlibat latihan dari unsur pasukan, masih ingat obrolan santainya dengan Effendi di seputaran base ops bersama anggota Kopasgat.
“Dia bilang habis ini mau mengikuti MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran). Almarhum dimakamkan esok harinya, 18 Februari, di taman makam pahlawan Madiun,” ujar Nanok yang menjadi Komandan Korpaskhas tahun 1998-2001.
“Saya waktu itu di Australia sekolah airspray, kaget mendapat kabar Effendi jatuh,” ucap Kusbeni.
Setelah itu Mustang masih terlibat dalam latihan Wibawa V di lereng Gunung Lawu, Magetan. Dalam latihan ini Mustang melaksanakan SUL (serangan udara langsung) dan BTU (bantuan tembakan udara) dengan sasaran Gunung Srandil di lereng Gunung Lawu.
Mungkin menjadi misi resmi terakhir P-51 Mustang TNI AU, yaitu dilibatkan dalam pembuatan film “Janur Kuning”. Dalam film ini Mustang bertindak sebagai elemen tempur Belanda.
Sampai sekitar tahun 1974, sudah santer di lingkungan TNI AU berita rencana pembelian pesawat baru OV-10F Bronco sebagai pengganti Mustang. Karena satu-satunya skadron tempur yang aktif adalah Skadron 3, maka tak heran seluruh penerbang di Skadron diprioritaskan sebagai calon penerbang Bronco.
Dari 13 penerbang aktif di Skadron, diputuskan hanya 10 orang saja yang dikirim ke Amerika untuk mengikuti transisi ke Bronco. Hebatnya, empat orang di antaranya dari alumni 69 yaitu Aryasa, Abdul Mukti, Sismono, dan Sunarko.
Satu penerbang atas nama Dondiet gagal berangkat karena mengalami kecelakaan hingga gugur. Bagaimana dengan dua penerbang lainnya, Kusbeni dan Ronggo?
Khusus kepada keduanya tidak diberangkatkan ke Amerika, tapi mendapat perintah belajar terbang ke Australia guna mendalami teknik airspray untuk membantu Satutani (Satuan Udara Pertanian).
Saat itu memang sedang terjadi serangan hawa wereng yang menggagalkan panen padi mulai dari Aceh, Jawa Tengah hingga Jember.
“Terbangnya pakai Cessna, hampir setahun saya terbang di Satutani,” kata Kusbeni yang total jam terbangnya di Mustang sekitar 1.000 jam.
“Jadi saya termasuk generasi terakhir yang masih terbang Mustang. Sebuah kebanggaan bisa menerbangkan salah satu pesawat legendaris di dunia,” aku Kusbeni yang menjadi murid Rudi "Tarantula" Taran semasa di Sekbang.
Sebagai penerbang tempur TNI AU, Marsda (Pur) Kusbeni menduduki jabatan Panglima Kohanudnas pada tahun 1995-97. (Beny Adrian)
Sumber :  angkasa.news

Trik Jet Siluman F-35 AS agar Selamat dari Sergapan Rudal S-400 Rusia


Kedatangan kiriman sistem pertahanan rudal S-400 Triumf Rusia di Pangkalan Udara Murted, dekat Ankara, Turki, disambut sinis Amerika Serikat (AS). Washington takut senjata pertahanan canggih Moskow itu bisa mengekspose rahasia pesawat jet tempur siluman F-35, di mana Ankara juga akan mengoperasikannya.
Jet Tempur  F-35 AS
Jet Tempur  F-35 AS  
S-400 merupakan salah satu bagian peralatan militer Rusia yang paling canggih saat ini, dengan radar pengintaian termutakhir dan serangkaian rudal mematikan yang dapat melacak dan menargetkan pesawat termasuk jet tempur siluman F-35 dari darat.
Benarkah dalih AS bahwa sistem rudal itu jadi "pembunuh" mengerikan bagi jet tempur termahal di dunia tersebut? Jawabannya bisa ya, juga bisa tidak.
Mengutip analisa Washington Post, Minggu (14/7/2019), tingkat risiko sistem rudal Moskow terhadap jet tempur kebanggaan AS itu belum separah apa yang digambarkan Washington selama ini.
Selain Turki belum mengoperasikan jet tempur tersebut, secara teori ada trik agar pesawat tempur siluman generasi kelima AS itu bisa selamat dari sistem rudal S-400 ketika meluncurkan serangan.
Sistem radar pada S-400 dilaporkan dapat mengidentifikasi F-35 bila berada dalam jarak sekitar 20 mil. Namun, jet tempur itu dilaporkan dapat menembakkan rudal terhadap target sejauh 40 mil. Artinya, jika pesawat itu berada dalam jarak lebih dari 20 mil dari radar S-400, maka secara teori masih aman.
Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan sejatinya juga memahami tingkat risiko tersebut. Tak aneh jika Ankara selama ini menganggap Washington berlebihan dalam menyikapi pembelian senjata pertahanan buatan Moskow itu.
Pemerintah Erdogan bahkan secara adil mengusulkan pembentukan kelompok kerja bersama untuk menilai implikasi dari senjata Rusia itu terhadap sistem persenjataan NATO. Namun, Amerika Serikat tidak merespons usulan tersebut.
Kongres Amerika Serikat juga mengabaikan usulan pembentukan kelompok kerja bersama dari Ankara. Para anggota Kongres AS tetap menentang langkah pemerintah Erdogan dan menyerukan pemerintah Donald Trump menjatuhkan sanksi.
"Presiden Erdogan diberi pilihan yang sangat jelas. Sayangnya, ia jelas-jelas membuat kesalahan," kata Eliot Engel dan Michael McFaul, anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Partai Republik. (Muhaimin)

Pengalaman Spesial Athan RI untuk AS Marsma TNI Joko Takarianto, Ikut Tur Hingga Markas Thunderbirds


Boleh jadi nilai-nilai American Dream diperoleh Marsma TNI Joko Takarianto yang saat ini mendekati akhir penugasannya sebagai Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Amerika Serikat dan berkedudukan di Washington DC.
Marsma TNI Joko Takarianto
Marsma TNI Joko Takarianto 
Sebagai atase pertahanan (Athan), banyak kesempatan diperolehnya mengunjungi tempat-tempat tertentu dan pangkalan militer yang tidak mudah diakses warga sipil.
Seperti saat diundang mengikuti kunjungan berantai ke sejumlah tempat di AS dari 4-12 Juni 2019 lalu. “Pengalaman yang luar biasa, spesial buat saya,” ujar Marsma Joko kepada penulis.
Acara kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka Defense Attache Orientation Programme yang diselenggarakan oleh Defense Intelligence Agency (DIA ) Amerika Serikat.
“Yang diundang seluruh DA (defence attche) sebanyak lebih dari 170 negara, namun yang bisa hadir sekitar 50 negara saja,” ungkap Joko.
Selama lebih kurang delapan hari kegiatan, Marsma Joko dan istri beserta rombongan mengunjungi setidaknya enam lokasi.
Meski hampir semua lokasi yang dikunjungi berada di lingkungan Nellis AFB di Nevada, tetap saja membuat iri anggota militer aktif apalagi military enthuasiast.
Tempat yang dikunjungi adalah Nellis AFB, Air Warfare Center, Fighter Weapons Intructure Course, Air National Guard, dan Home of Thunderbirds yang semuanya berada di kawasan Nellis AFB. Setelah itu rombongan dibawa ke Border Mexico di San Diego.
Joko yang penerbang A-4 Skyhawk ini mengaku sangat terkesan dari kunjungannya ke markas tim aerobatik kebanggaan USAF yaitu Thunderbirds.
“Sangat impresse, mereka sendiri punya pride yang sangat tinggi karena latihan regular dan alutsista yang bagus, pilot terpilih,” ungkap Joko soal tim aerobatik Thunderbirds.
Setelah melihat langsung Thunderbirds, Marsma Joko merasa banyak sekali nilai-nilai positif yang harus ditiru dari tim hebat ini.
“Apa yang saya petik, harus belajar mengembangkan kemampuan terbang dan inovatif serta mengembangkan manuver, kesehatan harus dipelihara, berlatih regulary dan didukung alutsista yang baik dan kesejahteraan yang juga baik,” ungkapnya. (Beny Adrian)
Sumber : angkasa.news

AD Perancis Terima Ranpur VBMR Griffon 6x6 Pertama


Angkatan Darat Perancis (Armée de Terre) mulai mendapatkan VBMR (kendaraan tempur beroda multiguna) Griffon 6x6 pada 4 Juli lalu. Serah terima dua unit pertama dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly di pabrik Nexter, Satory, Perancis.
Ranpur VBMR Griffon 6x6
Ranpur VBMR Griffon 6x6  
Griffon 6x6 adalah bagian dari program Scorpion EBMR (Engin Blindé Multi-Rôle - Armoured Multi-roles Vehicles). Ranpur ini dikembangkan bersama oleh konsorsium perusahaan asal Prancis yakni Nexter Systems, Renault Trucks Defense (kini Arquus), dan Thales.
Peran utama Griffon 6x6 adalah sebagai ranpur lapis baja dengan tingkat perlindungan dan mobilitas yang sangat tinggi.
Griffon 6x6 mampu menjalankan beragam misi. Ranpur ini hadir dalam enam versi, yaitu angkut pasukan (APC), pos komando, ambulans, observasi artileri, kendaraan teknik (EV), dan pemulihan (Recovery).
Pada pameran pertahanan Eurosatory 2016, mock-up dari Griffon 6X6 diperlihatkan pertama kalinya. Sementara purwarupa Griffon 6x6 dilibatkan dalam parade hari Nasional Perancis (Bastille Day) pada 14 Juli 2017.
Griffon 6x6 memiliki panjang 7 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 3 m dengan bobot mencapai 24,5 ton. Kecepatan maksimumnya 110 km/jam dan jangkuan operasi sejauh 800 km.
Varian dasar versi APC diawaki tiga orang yakni pengemudi, komandan ,dan operator senjata. Kabin belakangnya dapat menampung delapan pasukan bersenjata.
Tingkat proteksi balistik Griffon 6x6 berada pada STANAG 4569 Level 4. Artinya kulit ranpur kebal terhadap pelor senapan serbu dan serpihan munisi artileri.
Griffon 6x6 juga sanggup bertahan dari ledakan ranjau darat dan bahan peledak improvisasi (IED).
Persenjataan bela diri yang diusung ranpur ini berupa senjata kendali jarak jauh (RCWS) dengan pilihan senjata senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm.
Kehadiran Griffon 6x6 sendiri guna menggantikan secara bertahap seluruh panser VAB 6x6 (Vehicule de I’Avant Blinde) yang telah beroperasi untuk Militer Perancis sejak 1974.
Dilansir dari situs Army Recognition, Badan Pengadaan Persenjataan Perancis (DGA) telah memesan 319 unit Griffon 6X6 pada April 2017. Sebanyak 92 di antaranya akan dikirimkan pada 2019 ini. Sementara jumlah total pemesanan jangka panjang mencapai 1.872 unit. (Rangga Baswara Sawiyya)

Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto Tinjau Latihan Pembentukan Pasukan Raider


Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto, mengunjungi latihan pembentukan Raider Satjar Kostrad di Yonif Raider 514 Kostrad, Bondowoso, Kamis (11/7).
Latihan Pembentukan Pasukan Raider
Latihan Pembentukan Pasukan Raider 
Pangdivif 2 Kostrad didampingi Waasops Kasdivif 2 Kostrad, Letkol Inf Andreas Nanang sebagai Danlat Lattuk Raider Satjar Kostrad Tahun 2019, mengunjungi latihan dopper di lapangan tembak Yonif Raider 514 Kostrad dan latihan mobil udara (Mobud) di lapangan Gudmulap Curahdami, Bondowoso.
Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan, latihan pembentukan Raider bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur, mental prajurit dan kualitas tempur baik perorangan maupun tim.
Hal ini bisa tercapai apabila berlatih dengan serius tetapi tetap memperhatikan faktor keamanan karena latihan ini sangat besar risikonya.
"Apalagi masih ada kurang lebih dua bulan kedepan latihan yang akan dijalani di daerah Ijen Komplek dan Grajagan Banyuwangi dimana latihan ini sudah seperti di medan operasi sebenarnya,” ungkapnya.
"Saya harapkan seluruh pelaku mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh, ikuti aturan dan arahan dari pelatih atau pendamping," ungkap Mayjen Tri .
Kualifikasi Raider yang telah disandang tidak hanya memberikan kebanggaan dan rasa percaya diri, namun juga menambah profesionalisme, sehingga mampu dan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban di masa depan yang semakin kompleks.
Kegiatan pembentukan Raider Satjar Kostrad ini sudah berlangsung selama satu bulan. (Beny Adrian)

CZ806 Bren 2, Senapan Serbu Sang Penyempurna


Pabrikan CZ boleh dibilang cukup berhasil melakukan transformasi bisnis. Dari yang semula memproduksi senapan serbu standar Timur, kemudian beralih ke Barat. Produk senapan serbu CZ805 mereka, laris manis di pasaran, bahkan Kopaska TNI AL pun tercatat sebagai salah satu penggunanya.
Walaupun begitu, CZ tidak lantas berpuas diri. Mereka terus menyempurnakan CZ805 berdasarkan sejumlah masukan dari para penggunanya.
CZ806 Bren 2
CZ806 Bren 2 
Pada pertengahan 2016, CZ pun memperkenalkan CZ806 Bren 2 A1, yang merupakan inkarnasi kedua dari lini CZ805. Walaupun secara bentuk masih sama, CZ sebenarnya melakukan sejumlah gubahan radikal pada senapan serbu andalannya tersebut. Perubahan tersebut dapat dipergoki pada bagian receiver, yang material pembuatannya diganti.
Pada versi CZ805 Bren, receiver atas didesain untuk dibuat dari bahan polimer, sama seperti FN SCAR atau G36 untuk membuatnya ringan. Namun karena keterbatasan teknologi dan mesin produksi, varian produksi dari CZ805 justru menggunakan material alumunium, tanpa adanya perubahan desain. Sebagai akibatnya, receiver atas CZ805 generasi pertama jadi terlalu tebal dan berat.
Nah, CZ806 pun dirubah desainnya, dengan receiver atas yang lebih ramping, dan rusuk penguat di setiap bagian-bagian dengan gesekan tinggi. Pada receiver bawah yang sudah terbuat dari alumunium, dibuatlah cerukan-cerukan (lightening cuts) untuk mengurangi bobot, yang bisa dipergoki pada sisi luar lubang magasen. Cerukan serupa juga bisa dilihat pada rumah popor tarik yang tetap dipertahankan dari bahan polimer.
Selektor pilihan penembakan juga dibuat lebih sederhana, dimana pada CZ806 kini hanya punya setingan S-1-F (safe-semi-full auto), meninggalkan setingan S-1-2-F pada CZ805. Setiap kelongsong peluru terakhir keluar dari kamar peluru, bolt akan terkunci di belakang, sehingga penembak tinggal memasukkan magasen baru tanpa perlu repot mengokang ulang senapan serbunya. Fitur ini tidak tersedia pada CZ805.
Segenap perubahan ini berhasil mengurangi bobot CZ806 sebesar 630 gram, suatu pengurangan substansial untuk sebuah senapan serbu. Dengan bobot hanya 3 kilogram dalam kondisi kosong, CZ806 jelas lebih enak untuk dibawa bermanuver. CZ pun membuat CZ806 dapat mengadopsi magasen STANAG 4569 yang merupakan magasen standar M16, sehingga ongkos akuisisi dari senapan serbu legacy seperti M16 terasa lebih menarik.
Magasen polimer yang tembus pandang tak lupa tetap ditawarkan bagi pembeli yang menginginkan keandalan dan informasi jumlah peluru yang tersisa. Di luar kaliber 5,56x45mm, CZ806 Bren 2 A1 pun ditawarkan dalam kaliber 7,62x39mm M43 ComBloc untuk negara yang ingin beralih dari AK-47.
Niatan CZ untuk menyempurnakan CZ806 berbuah manis dengan order 2.600 pucuk CZ806 dari pemerintah Ceko senilai CZK417 juta, atau setara dengan Rp 224 Miliar. Kontrak ini tidak saja meliputi senapan serbu, tapi juga 800 pucuk CZ805 G1, pelontar granat 40mm yang akan dipasang di bawah laras CZ806. Paket tersebut masih juga ditambah lagi dengan 2.600 unit Meopta ZD-Dot, 1.600 Meopta DV-Mag3 3x magnifier, 1.450 Meopta NV-Mag3 NVG, dan 500 unit pembidik laser DBAL-A2.
Secara umum, harga per pucuk CZ806 berada pada kisaran Rp 30 Juta, cukup murah untuk sepucuk senapan serbu dengan kualitas CZ.
Di luar Ceko, Pakistan dikabarkan tengah berada pada tahapan negosiasi dengan CZ pada bulan Desember 2016 untuk dapat memproduksi CZ806 secara lokal. Kebutuhan Pakistan untuk memodernisasi senapan serbunya memang tinggi, mengingat senapan tempur G3, AK-47, dan pistol mitraliur MP5 yang diproduksi lokal oleh POF (Pakistan Ordnance Factory) di dekade 1980an sudah membutuhkan penggantinya. (Aryo Nugroho)
Sumber : angkasa.news

Radar Acak