Abaikan Sanksi AS, China Pertimbangkan Beli Lagi Jet Tempur Su-35 Rusia - Radar Militer

05 Juli 2019

Abaikan Sanksi AS, China Pertimbangkan Beli Lagi Jet Tempur Su-35 Rusia


China dilaporkan mempertimbangkan untuk membeli jet lagi tempur canggih Su-35 Rusia, dan memilih mengabaikan ancaman sanksi Amerika Serikat (AS).
Mengutip keterangan Badan Kerja Sama Teknis Militer, TASS memberitakan Rusia mengharapkan respons China atas penawaran persenjataan, terutama jet tempur Sukhoi Su-35.
Jet Tempur Su-35 Rusia
Jet Tempur Su-35 Rusia 
Diwartakan Newsweek Senin (1/7/2019), Su-35 merupakan pengembangan dari Su-27 dengan Beijing telah membeli 24 unit senilai 2,5 miliar dollar AS, sekitar Rp 35,5 triliun.
Kolumnis CCTV Weihutang pekan lalu berkata, pembelian tahap dua jet tempur itu bisa membantu modernisasi armada udara China yang mulai dimakan usia.
Namun, pakar pertahanan udara Fu Qianshao kepada Global Times menuturkan terdapat alasan lain mengapa China memutuskan membeli jet tempur bermanuver super itu.
Fu berpendapat alih-alih menghadirkan kemampuan mutakhir, pertimbangan China membeli Su-35 bisa mengamankan suku cadang dan personel yang terlibat dalam produksi.
Selain itu, Fu juga menerangkan pembelian itu juga mempunyai unsur politik dan ekonomi, menunjukkan hubungan dekat AS dan China di saat relasi dengan AS memburuk.
Editor senior The Diplomat's Franz-Stefan Gady berujar, Su-35 bisa dipasangi rudal udara-ke-udara, udara-ke-darat, bom pandu, serta bom konvensional.
Pembelian Su-35 pertama terjadi pada 2015 di mana Badan Kerja Sama Teknis Militer Rusia mengonfirmasi seluruh unit jet tempur itu sudah dikirim April 2018.
Namun pada September 2018, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan sanksi kepada Beijing karena mereka sudah membeli persenjataan dari Kremlin.
Sanksi dijatuhkan kepada Departemen Pengembangan Peralatan China (EDD) dan ketuanya, Li Shangfu, karena menyelesaikan pembelian dengan eksporter Rusia, Rosoboronexport.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyatakan sanksi dari Washington sangatlah mengecewakan dan merusak relasi militer dua negara.:(Ardi Priyatno Utomo) (Herroe Soestiana-TSM)
Sumber : kompas.com

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb