Argentina Pilih Pesawat Tempur FA-50 Korea Selatan - Radar Militer

24 Juli 2019

Argentina Pilih Pesawat Tempur FA-50 Korea Selatan


Angkatan Udara Argentina (Fuerza AĆ©rea Argentina - FAA) telah memilih pesawat Korean Aerospace Industries (KAI) FA-50 Fighting Eagle untuk menjadi pesawat tempur sementara yang baru, Jane's mengabarkan.
Pesawat Tempur FA-50
Pesawat Tempur FA-50 
Seorang perwira senior FAA yang memiliki pengetahuan langsung mengenai rencana pengadaan tersebut mengatakan bahwa pesawat tempur dan serang ringan supersonik berkapasitas kursi ganda itu telah dipilih setelah evaluasi yang dilaporkan oleh Jane's pertama kali pada September 2016.
Perwira yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena kesepakatan itu belum selesai, mengatakan ia mengharapkan pemerintah untuk menandatangani rencana pengadaan itu "dalam waktu dekat", dan pengiriman akan dimulai segera setelah itu. Argentina akan melaksanakan pemilihan presiden nasional pada akhir Oktober, dan perwira itu mencatat bahwa hal ini mungkin sedikit memperpanjang waktu pelaksanaan pengadaan, tetapi ia masih mengharapkan kesepakatan tersebut akan berhasil.
Sementara Jane's belum mendapat informasi mengenai jumlah pesawatnya, media nasional Argentina telah melaporkan kesepakatan tersebut untuk 10 pesawat.
FAA memiliki kebutuhan mendesak untuk mendapatkan jenis pesawat tempur baru untuk menggantikan armada Dassault Mirage III dan Mirage 5 yang pensiun pada akhir 2015, dan armada Douglas A-4R Fightinghawk yang semakin tua yang semakin sulit dan mahal perawatannya.
Delegasi Argentina pertama kali mengunjungi 16th Fighter Wing Angkatan Udara Republik Korea (RoKAF) di Yecheon pada 7 September 2016, dimana seorang pilot FAA menguji varian latih operasional TA-50 Golden Eagle.
Jenis pesawat lain yang menurut FAA dipertimbangkan termasuk diantaranya Israel Aerospace Industries (IAI) Kfir, Dassault Mirage F1, Alenia M-346FT, Aero L-159 ALCA, CAC FC-1/PAC JF-17 Thunder, Saab Gripen, Eurofighter Typhoons model awal, dan Sukhoi Su-24 'Fencer' (meskipun ini secara luas diyakini sebagai hoax).(Gareth Jennings)(Angga Saja-TSM)
Sumber : janes.com

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb