Harga IFV Puma AD Jerman Melonjak - Radar Militer

24 Juli 2019

Harga IFV Puma AD Jerman Melonjak


Biaya produksi kendaraan tempur infanteri mekanis (IFV) "Puma" Jerman dilaporkan telah melampaui perkiraan awal pemerintah Jerman dari semula senilai Euro 2,9 miliar, media Jerman melaporkan. Angkatan Darat Jerman berencana untuk membeli 350 unit IFV untuk menggantikan armada kendaraan tempur Marder yang menua.
 IFV Puma
 IFV Puma 
Menurut saluran N-TV Berlin, harga pengembangan dan produksi Puma telah naik "hampir dua kali lipat."
Kementerian Pertahanan Jerman telah menyatakan alasan di balik melonjaknya harga kendaraan militer tersebut adalah karena pengadaan perangkat keras tambahan. Kementerian menyatakan bahwa kenaikan harga tersebut telah "disepakati" dalam kontrak.
Dilaporkan bahwa pembuatan 350 kendaraan tempur infanteri tersebut direncanakan menghabiskan 5 miliar 989 juta euro. Jumlah ini termasuk produksi utama kendaraan tempur, peralatan tambahan, optimisasi sistem dan penggunaan kendaraan tempur dalam komposisi kekuatan respons super cepat NATO. Harga satu unitnya saja telah naik hampir 7 juta Euro.
Puma dikembangkan oleh perusahaan Jerman Krauss-Maffei Wegmann (KMW) dan Rheinmetall. Angkatan Bersenjata Federal Jerman menerima prototipe Puma pertama pada 2010 dan pengiriman produksi massal dimulai pada April 2015.
IFV memiliki sasis hidro-pneumatik dan dilengkapi dengan meriam otomatis MK30-2/ABM 30mm dan amunisi yang dapat diprogram. Kendaraan memiliki kecepatan tertinggi 70 km/jam.
Sistem perlindungan modularnya terdiri dari komponen aktif dan pasif yang melindungi awak dari ranjau, improvised explosive device (IED), bomblet, pecahan peluru dan ancaman balistik seperti peluru dengan shaped charge dan energi kinetik.
Teknologi komando dan pengendalian yang didigitalkan memudahkan awak untuk mengoperasikan kendaraan dan subsistemnya, menyederhanakan prosedur komando dan membawa Puma langsung kedalam loop operasi jaringan.
Perangkat Optik, optronik, dan sensor canggih memberi kewaspadaan situasional bagi para awak, memungkinkan adanya deteksi dini dan engagement dengan presisi tinggi terhadap ancaman yang muncul.(Angga Saja-TSM)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb