Helikopter Tanpa Awak MQ-8C Fire Scout AL AS Capai Kemampuan Operasional Awal - Radar Militer

10 Juli 2019

Helikopter Tanpa Awak MQ-8C Fire Scout AL AS Capai Kemampuan Operasional Awal


Angkatan Laut AS menyatakan helikopter nirawak Northrop Grumman MQ-8C Fire Scout telah memasuki tahap kemampuan operasional awal (Initial Operation Capability/IOC) sejak 28 Juni lalu.
"IOC ini secara tidak langsung menjadi tanda MQ-8C untuk memulai operasi dan pelatihan bagi seluruh krunya," kata USN. MQ-8C rencananya akan ditempatkan di atas kapal tempur litoral USN pada 2021 mendatang. Rencananya, pesawat nirawak itu ditujukan untuk misi intelijen, pengintaian, serta serangan presisi.
MQ-8C Fire Scout
MQ-8C Fire Scout  
Saat ini MQ-8C telah terbang lebih dari 1.500 jam dengan lebih dari 700 sorti. Selama beberapa tahun ke depan, Northrop Grumman berencana untuk mengirimkan 38 contoh MQ-8C ke ke AL AS.
Fire Scout sendiri menggunakan basis helikopter Bell 407 versi komersial.Seluruh kursi dan peralatan avionik berawak lainnya dilucuti dan diganti dengan remote control dan tangki bahan bakar tambahan. Pesawat ini memiliki daya tahan terbang hingga 12 jam, muatan maksimum 318kg.
Performa itu membuatnya lebih mampu daripada pendahulunya, MQ-8B yang lebih kecil, yang menggunakan basis helikopter Schweizer 333.MQ-8C juga akan dilengkapi dengan radar Leonardo Osprey 30 AESA yang memungkinkan pemindaian dengan bidang yang lebih besar dibandingkan dengan radar MQ-8B. Radar ini juga mencakup serangkaian mode digital termasuk deteksi cuaca, penargetan udara-ke-udara dan indikator target yang bergerak di darat.
MQ-8C sebenarnya lahir atas permintaan US Africa Command dan US Special Operations Command (SOCOM) tahun 2011 yang meminta adanya helikopter nirawak yang mampu terbang lebih jauh daripada MQ-8B.
Tim pengembang Northrop Grumman akhirnya memilih helikopter Bell 407 untuk bisa terbang tanpa awak. Alasannya, Bell 407 dianggap memiliki karakteristik yang mirip dengan helikopter latih AL AS TH-57 Sea Ranger, sehingga lebih mudah untuk melatih para pilot daratnya.
Di pertengahan 2010 Northrop memulai proyek modifikasi Bell 407 ini menjadi helikopter nirawak. Jeroan dari Bell 407 ini pun dikeluarkan untuk diganti dengan sistem otomatis. Bisa dibilang, seluruh sistem nirawak, mulai dari sistem elektronik hingga sistem kendali di daratnya sama dengan sistem yang digunakan di Fire Scout. (Remigius Septian)
Sumber : angkasa.news

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb