Trump Salahkan Obama dalam Kisruh dengan Turki soal S-400 dan F-35

KangUsHa 13:00
Loading...

Presiden Donald Trump menyalahkan pendahulunya Barack Obama soal kekisruhan antara Amerika Serikat (AS) dan Turki tentang kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 Rusia dan jet tempur F-35 AS.
Pemimpin Gedung Putih itu mengatakan kekisruhan yang terjadi sekarang ini bukan kesalahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, tapi salah pemerintahan Obama yang tidak mengizinkan Ankara untuk membeli sistem rudal Patriot Amerika Serikat.
Erdogan - Trump
Erdogan - Trump 
Dalam pertemuannya dengan Erdogan pada hari Sabtu (29/6/2019) di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Trump mengecam keengganan pemerintah Obama untuk menjual sistem rudal Patriot ke Turki pada 2013. Kebijakan pemerintah Obama itu, kata Trump, membuat Turki merasa tidak diperlakukan secara adil sebagai anggota NATO.
Seperti diberitakan selama ini, Ankara sudah sepakat membeli sistem rudal S-400 Rusia dan pengiriman sedang dalam proses. Ankara juga menjadi pembeli jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin AS.
Washington yang ingin mengganggu penjualan senjata Moskow marah dengan keputusan Ankara karena membeli S-400 Rusia akan membahayakan jet tempur F-35 dan sistem persenjataan NATO lainnya. Namun, pemerintah Erdogan berdalih senjata pertahanan canggih Moskow itu sangat dibutuhkan dan AS tidak bisa memberikannya.
Ketika ditanya apakah undang-undang sanksi Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) akan menargetkan Turki, Trump pertama-tama mengkritik perlakuan tidak adil terhadap Ankara oleh administrasi Obama."Kami sedang melihatnya, tapi (sanksi) itu jalan dua arah," katanya.
CAATSA dibuat AS sejatinya untuk menargetkan Rusia yang dituduh ikut campur pemilu AS, intervensi urusan dalam negeri Ukraina dan berbagai tuduhan lain. Namun, undang-undang itu pada akhirnya juga menargetkan negara lain yang membeli senjata Moskow. Negara pertama di luar Rusia yang dihantam undang-undang itu adalah China karena membeli S-400 dan jet tempur Su-35.
"Mereka (pemerintahan Obama) tidak akan menjualnya (kepada Erdogan), mereka tidak akan membiarkan dia membeli rudal yang ingin dia beli yakni Patriot. Dan setelah dia membeli sesuatu yang lain, mereka mengatakan sekarang kami akan menjual Patriot kepada Anda," kata Trump, seperti dikutip Daily Sabah, Minggu (30/6/2019).
"Jadi, saya harus memberi tahu Anda, dia (Erdogan) adalah anggota NATO dan dia adalah seseorang yang bersahabat dengan saya. Dan Anda harus memperlakukan dengan adil. Anda mengerti itu? Anda harus memperlakukan dengan adil. Saya kira dia tidak diperlakukan dengan adil. Saya tidak berpikir dia diperlakukan dengan adil," imbuh Trump, yang memberi isyarat bahwa pemerintahannya tidak akan mencari jalan sanksi terhadap Ankara.
Trump mengatakan kedua negara membahas masalah pembelian S-400 Rusia, sesuatu yang disebut Trump sebagai "situasi rumit".
"Presiden (Erdogan) tidak diizinkan membeli rudal Patriot, dia ingin melakukan ini, tetapi dia tidak diizinkan oleh pemerintahan Obama untuk membelinya sampai setelah dia membuat perjanjian untuk membeli rudal lainnya. Jadi dia membeli rudal lain dan kemudian tiba-tiba, mereka mengatakan Anda dapat membeli rudal kami. Anda tidak dapat melakukan bisnis dengan cara seperti itu, itu tidak baik. Itu tidak baik," kata Trump.
"Tapi dia dilarang membeli sampai dia membeli sesuatu yang lain (S-400). Dan begitu dia membeli sesuatu yang lain, semua orang mengatakan, oke Anda bisa membelinya (Patriot). Anda tidak bisa melakukan bisnis dengan cara itu. Turki telah menjadi teman kami," papar Trump.
"Kami melakukan hal-hal besar bersama. Kami adalah mitra dagang besar. Kami akan menjadi jauh lebih besar. Saya pikir USD75 miliar dolar (volume perdagangan antar negara) kecil. Saya pikir itu akan menjadi lebih dari USD100 miliar. Anda tidak dapat memperlakukan orang seperti itu, seperti yang dilakukan pemerintahan Obama," katanya, mengungkapkan kekecewaannya sekali lagi. (Muhaimin)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon