Lanjutkan Pesanan Kemenhan, PT PAL Garap Dua Unit Kapal Perang

KangUsHa 06:00
Loading...

PT PAL Indonesia kembali mengerjakan kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan, yaitu dua unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter. Pemotongan baja pertama (first steel cutting) mulai dilakukan, Jumat (02/08), dan ditargetkan rampung pada Mei 2022.
Turitan Indaryo Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Indonesia mengatakan, dua unit KCR 60 meter ini sudah termasuk dengan sistem persenjataan lengkap dan nilai kontraknya Rp1,6 triliun. Dia pun meyakini, KCR kapal ke 5 dan 6 ini akan jauh lebih handal dalam pertempuran.
first steel cutting
first steel cutting 
"Dua kapal KCR itu sudah termasuk platform dan Sensor Weapon Control (SEWACO). Sistem persenjataan lengkap juga ada, seperti surveillance radar, IFF system, Secondary Gun 20 mm, dan lain-lain. Dengan begitu, akan mampu berlayar hingga 5 hari," kata Turitan.
Secara rinci, kata dia, dua unit KCR ini memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, tinggi 4,85 meter, sarat 2,60 meter dan bobotnya sekitar 500 ton. Mampu berlayar hingga kecepatan 28 knots dengan kecepatan jelajah 20 knots.
Dua unit KCR ini memiliki fungsi pokok sebagai peperangan anti kapal permukaan dan offshore patrols di perairan teritorial hingga Zona Ekonomi Eksklusif. Selain itu, juga memiliki fungsi tambahan untuk melakukan aktivitas pengintaian serta search and rescue.
"Kita selalu improve untuk batch ini, untuk menjadi kapal yang handal dalam pertempuran. Kelebihannya ini stabilitasnya makin baik. Untuk komponennya, dalam negeri 60 persen lebih. Tapi komponen luar negeri tetap masuk," jelasnya.
"Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan dalam waktu 36 bulan, sejak efektif 31 Mei 2019. Alhamdulillah progesnya jauh lebih baik dan semoga selesai tepat waktu," tambahnya.
Sementara itu, Mayjend TNI Budi Prijono Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan mengatakan dua unit KCR yang dibangun PT PAL Indonesia akan menjadi kekuatan baru untuk mendukung peran Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga teritori bangsa.
Kesempatan yang diberikan ini, juga menunjukkan kepercayaan penuh negara terhadap kemampuan PT PAL menjadi solusi pemenuhan industri pertahanan bangsa.
"Harapannya, proses ini menjadi awal yang baik untuk lanjutan pembangunan platform dan Sewaco KCR kapal ke 5 dan 6. Saya menaruh harapan besar, untuk dapat bekerja sama yang baik untuk pembangunan dua kapal ini. Sehingga diterima dengan baik dan tepat waktu serta mutu," kata dia.
Sekedar diketahui, kapal perang ini merupakan lanjutan pengerjaan pesanan Kemenhan untuk mendukung kemandirian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Pada 25 Juli 2019, PT PAL telah menyerahkan satu unit KCR 60 meter kepada Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan RI, di Dermaga Ujung Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Ryamizard mengatakan Indonesia paling tidak harus mempunyai 16 KCR. Saat ini, baru memiliki 4 KCR. Dia berharap, PT PAL Indonesia terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya untuk menuju kemandirian industri pertahanan.
"Kalau kita bisa buat, kita buat di sini saja (dalam negeri, red). Polisi, TNI atau dari mana saja segala macam harus membeli produksi dari dalam negeri. Sekarang kita sudah punya empat KCR 60. Masih ada dua lagi yang akan diproduksi. Paling tidak Indonesia harus punya 16 KCR," kata dia. (Anggi Widya Permani/Ed: Dwi Yuli Handayani)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak