Pentagon Kembangkan Peluru Artileri Cannon-Delivered Area Effects Munition (C-DAEM) yang Mampu Mencari Target Sendiri

KangUsHa 13:00
Loading...

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) terus mengembangkan sistem persenjataan canggihnya.
Kabar terbaru, Pentagon disebut telah menciptakan artileri "pintar" yang mampu memilih sendiri sasarannya dan mengenainya dengan sangat akurat.
Cannon-Delivered Area Effects Munition (C-DAEM)
Cannon-Delivered Area Effects Munition (C-DAEM) 
Dilaporkan The Sun, Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan dana hingga puluhan juta dollar AS untuk mengembangkan senjata dengan sistem kecerdasan buatan (AI) itu.
Menurut sumber para petinggi militer AS, amunisi yang dikendalikan AI akan dapat secara otomatis menemukan serta menghancurkan target, seperti tank atau kendaraan lapis baja milik musuh.
Sistem Meriam Peluncur Amunisi Efek Area (C-DAEM) itu disebut bakal menggantikan sistem persenjataan yang lawas yang kerap meninggalkan bom yang tidak meledak di medan perang.
Sistem canggih itu dirancang untuk dapat mencari target, bahkan dalam situasi di mana sinyal GPS terganggu dan menyebabkan lokasi musuh tidak diketahui.
Selain itu, sistem C-DAEM disebut mampu mencapai target bergerak, sesuatu yang belum pernah dapat dilakukan menggunakan peluru artileri saat ini.
"Senjata-senjata tersebut akan memiliki jangkauan hingga 60 kilometer dan akan dapat melakukan pencarian di area seluas lebih dari 28 kilometer persegi untuk target sasarannya," tulis laporan New Scientist, dikutip The Sun, Jumat (16/8/2019).
"Sistem itu akan memiliki metode untuk memperlambat laju, seperti parasut atau sayap kecil, yang akan digunakan saat memindai dan mengklasifikasikan objek di bawahnya," tambah laporan tersebut.
Juga dilaporkan bahwa sistem persenjataan mutakhir itu akan siap digunakan dalam medan perang pada 2020 mendatang.
Sementara untuk amunisi yang digunakan bakal jauh berbeda dengan amunisi artileri (DPICM) yang telah diperkenalkan oleh Angkatan Darat AS pada 1980-an.
Amunisi DPICM berwujud selongsong tunggal yang diisi dengan puluhan granat atau bom kecil seukuran bola tenis.
Amunisi tersebut dirancang untuk menyebarkan bom-bom kecil di area yang luas di medan perang, sebagai upaya mencapai target sebanyak mungkin.
Meski bom-bom kecil itu sangat efektif, di lain sisi juga bisa berubah berbahaya bagi warga sipil lama setelah perang usai.
Kini, pihak militer akan menggantikan bom yang ketinggalan zaman itu dengan amunisi artileri yang dilengkapi kemampuan mencari target musun sendiri .(Agni Vidya Perdana)
Sumber : kompas.com
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak