Pilot-pilot Australia Mulai Berlatih Terbangkan F-35 - Radar Militer

09 Agustus 2019

Pilot-pilot Australia Mulai Berlatih Terbangkan F-35


Dua pilot Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) sudah mulai menjalankan misi pelatihan penerbangan pesawat jet tempur generasi kelima F-35A Lightning II. Pelatihan sudah dimulai sejak bulan lalu setelah para pilot tersebut merampungkan kursus transisi di Australia.
F-35A Lightning II
F-35A Lightning II 
Ini menandai pertama kalinya pilot negara tersebut dilatih secara lokal menerbangkan jet tempur canggih termahal buatan Lokcheed Martin Amerika Serikat (AS) tersebut. Para pilot tersebut menjalani program pelatihan akademik dan simulator dua bulan di Pangkalan RAAF Williamtown di New South Wales (NSW).
Komandan Skuadron Nomor 3, Komandan Sayap Darren Clare, memuji penerbangan pelatihan pada 15 Juli sebagai tonggak penting dalam pengantar layanan F-35A.
"Meskipun kami saat ini masih mengirim pilot ke AS untuk pelatihan, ini menunjukkan Australia dengan cepat menjadi mandiri dan semuanya berkontribusi pada skuadron F-35A kami yang mencapai kesiapan tempur sesuai rencana," kata Clare, seperti dikutip dari pernyataan Departemen Pertahanan Australia.
"Pengenalan pesawat generasi kelima dan semua sistem barunya sangat kompleks. Baru, sejak Januari kami mulai menguji bagaimana F-35A terintegrasi dengan logistik Australia, dukungan pangkalan, dan sistem pelatihan lokal," lanjut Clare yang dilansir The Diplomat, Kamis (8/8/2019).
F-35A adalah salah satu varian F-35 yang lepas landas dan mendarat secara konvensional. RAAF sudah menerima dua unit F-35A untuk pengiriman perdana di Pangkalan RAAF Williamtown pada bulan Desember 2018.
RAAF akan menerima total 72 unit pesawat F-35A Joint Strike Fighter, dengan harga sekitar AUD98 juta per unit mulai tahun 2018 dengan seluruh armada F-35A diharapkan mencapai kemampuan operasi penuh pada tahun 2023. Saat ini, armada RAAF terdiri dari 10 pesawat F-35A yang berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Luke dan Pangkalan RAAF Williamtown.
"Pesawat, telah secara kolektif mencapai lebih dari 2.900 jam di sekitar 1.750 sorti sejak 2014," imbuh pernyataan Kementerian Pertahanan Australia. Kemampuan operasional awal F-35A dalam RAAF dijadwalkan dimulai Desember 2020.
RAAF berambisi memiliki 100 unit pesawat tempur siluman untuk menggantikan pesawat Boeing F/A-18A/B Hornet yang sudah tua.(Muhaimin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb