Rusia Uji Coba Rudal Balistik Ganda Sineva dan Bulava dari Kapal Selam - Radar Militer

26 Agustus 2019

Rusia Uji Coba Rudal Balistik Ganda Sineva dan Bulava dari Kapal Selam


Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah telah melakukan uji coba rudal balistik ganda yang diluncurkan dari kapal selam. Uji coba itu dikatakan sebagai bagian dari pelatihan tempur.
Rusia menguji coba rudal balistik Sineva dan Bulava dari dua kapal selam dari wilayah kutub Samudra Arktik dan dari Laut Barent pada Sabtu (24/8/2019).
Rusia Uji Coba Rudal Balistik
Rusia Uji Coba Rudal Balistik  
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sineva, rudal antar benua berbahan bakar cair, ditembakkan dari kapal selam Tula. Sementara Bulava, rudal balistik berbahan bakar padat terbaru Rusia, diluncurkan dari kapal selam Yury Dolgoruky.
"Mereka mencapai sasaran di tempat pelatihan di wilayah Arkhangelsk utara dan di Semenanjung Kamchatka di Timur Jauh Rusia," kata kementerian itu.
"Selama peluncuran, karakteristik teknis yang ditentukan dari rudal balistik kapal selam dan efisiensi semua sistem sistem rudal kapal dikonfirmasi," demikian bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Moskow Times.
Uji coba ini dilakukan seminggu setelah AS melakukan uji coba rudal balistik berbasis darat. Dalam uji cobanya, rudal jelajah yang mampu melakukan konfigurasi nuklir itu menghantam targetnya setelah terbang lebih dari 500 kilometer. Keberhasilan tes misil berbasil darat ini disampaikan Pentagon dalam sebuah pernyataan. (Baca juga: Abaikan Peringatan Rusia, AS Uji Coba Rudal Terlarang)
Peluncuran rudal versi seperti itu dilarang selama beberapa dekade setelah perjanjian INF ditandatangani tahun 1987 oleh Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev, presiden AS dan Uni Soviet kala itu.
Presiden AS Donald Trump membuat keputusan untuk meninggalkan perjanjian INF pada bulan Februari 2019, dan memberikan pemberitahuan enam bulan ke depan sejak itu untuk benar-benar hengkang. Dia menyalahkan Rusia karena mengembangkan senjata yang dicurigai melanggar ketentuan Perjanjian INF.
Rusia awalnya membantah bahwa rudal yang dituduhkan AS itu ada. Namun, baru-baru ini Moskow mengatakan bahwa jangkauan rudalnya tidak melanggar batas-batas Perjanjian INF. (Berlianto)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb