Seteru dengan China Memanas, Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan - Radar Militer

26 Agustus 2019

Seteru dengan China Memanas, Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan


Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) transit di Selat Taiwan pada hari Jumat. Kapal perang ini mendekati wilayah Taiwan di saat perseteruan Beijing dan Washington terkait perang dagang kembali memanas.
USS Green Bay (LPD 20)
USS Green Bay (LPD 20) 
"USS Green Bay (LPD 20) melakukan transit rutin Selat Taiwan 23 Agustus (waktu setempat) sesuai dengan hukum internasional," kata juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, Reann Mommsen, dalam sebuah pernyataan.
Mengutip laporan CNN, Sabtu (24/8/2019), pada awal bulan ini pemerintah China telah menolak permintaan kunjungan kapal perang USS Green Bay dan USS Lake Erie ke pelabuhan Hong Kong.
USS Green Bay sedianya akan mengunjungi Hong Kong pada 17 Agustus 2019. Kunjungan yang semula diizinkan itu dibatalkan di tengah demo besar yang sedang berlangsung di kota pusat keuangan Asia tersebut. Beijing menuduh AS mendukung demonstrasi anti-pemerintah, namun tuduhan itu ditepis Washington dan demonstran pro-demokrasi.
"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Angkatan Laut AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional," kata Mommsen.
Kapal-kapal perang AS memang secara rutin berlayar melalui Selat Taiwan, dan pelayaran di Selat Taiwan sebelumnya dilakukan pada bulan Juli.
Pasukan militer Beijing memandang jalur air strategis yang memisahkan Taiwan dari China itu sebagai wilayah prioritas dan sering kali mengintai kapal-kapal AS yang berlayar melalui perairan tersebut.
Transit kapal perang USS Green Bay pada hari Jumat terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait perang dagang. China pada Jumat mengumumkan babak baru pengenaan tarif pembalasan atas barang-barang AS senilai sekitar USD75 miliar.
Pemerintahan Trump baru-baru ini telah menyetujui penjualan senjata besar-besaran kepada Taiwan, sebuah langkah yang sangat diprotes oleh Beijing. Beijing masih menganggap Taiwan sebagai provinsi China yang membangkang.(Muhaimin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb