DSEI 2019: Italia Bergabung dalam Proyek Tempest

KangUsHa 18:00
Loading...

Italia telah bergabung dengan proyek yang dipimpin Inggris untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-enam Tempest.
Menteri pertahanan negara Italia, Guerini Lorenzo, mengumumkan kesepakatan untuk bermitra dengan proyek tersebut pada 10 September setelah penandatanganan statement of intent (SOI) dengan Sir Simon Bollom, CEO Defence Equipment and Support (DE&S), dan Letnan Jenderal Nicolò Falsaperna, Sekretaris Jenderal Pertahanan Italia, pada pameran pertahanan DSEI 2019 di London.
Proyek Tempest
Proyek Tempest 
Dengan mengikuti program Tempest, Italia bergabung dengan Swedia sebagai dua mitra internasional pertama pada proyek tersebut setelah negara Skandinavia tersebut menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni untuk bekerja bersama Team Tempest untuk mengembangkan teknologi masa depan yang terkait dengan platform tersebut. Namun, sementara ini Swedia belum secara resmi bergabung dengan program tersebut (keputusan nasional tentang hal itu akan diambil pada kuartal ketiga tahun 2020) dan bekerja sama pada program Combat Air Strategy (CAS) Inggris yang lebih luas, yang mencakup Tempest, komitmen Italia untuk pesawat tempur next generation itu tampaknya lebih konkret pada tahap ini.
Tempest direncanakan akan terbang sekitar tahun 2040, menggantikan Eurofighter Typhoon untuk Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Kemampuan generasi ke-enamnya akan terletak pada integrasi pesawat berawak dan tak berawak yang membawa senjata dan sensor, diikat bersama oleh jaringan data yang kompleks dan infrastruktur informasi seperti cloud.
Informasi tentang ruang lingkup keterlibatan Italia dalam program ini ditunggu-tunggu di DSEI, dimana beberapa sumber menduga partisipasi Roma akan melampaui apa yang Swedia dan kontraktornya Saab tawarkan pada bulan Juli lalu.
Keterlibatan Italia dalam Tempest memperkuat apa yang menjadi perlombaan besar di Eropa untuk mengembangkan pesawat tempur next generation untuk benua itu. Perancis, Jerman dan Spanyol sedang melakukan upaya terpisah dengan mengembangkan Future Air Combat System, dimana Airbus dan Dassault menjadi pemimpin program tersebut.(Angga Saja-TSM)
Sumber :  janes.com
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak