MAKS 2019: Helikopter Serang Rusia Mil Mi-28NE Night Hunter Mampu Dioperasikan dengan 1 Mesin - Radar Militer

03 September 2019

MAKS 2019: Helikopter Serang Rusia Mil Mi-28NE Night Hunter Mampu Dioperasikan dengan 1 Mesin


Helikopter serbu Mil Mi-28NE Night Hunter Rusia menjadi salah satu bintang pameran kedirgantaraan internasional MKAS 2019 di Bandara Internasional Zhukovskiy, Moskwa.
Russian Helicopter sebagai perancang dan pembuat helikopter itu, mengklaim ada enam negara menyatakan minatnya untuk membeli helikopter serang terbaru Mi-28NE Night Hunter ini.
Mil Mi-28NE Night Hunter
Mil Mi-28NE Night Hunter 
Helikopter Mil Mi-28NE ini sebelumnya telah dimunculkan di depan publik di arena pameran industri pertahanan ARMY 2018 di Taman Patriot, Moskwa tahun lalu.
Walau tidak menyatakan secara tegas negara-negara yang dimaksud, namun Russian Helicopter menyatakan, bahwa di antara peminat itu adalah dua negara Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Di kawasan ASEAN, salah satu negara yang paling dekat hubungan dan kerja sama pertahanannya dengan Rusia adalah Vietnam, di mana salah satu kotanya, Cam Ranh, menjadi pusat kerja sama bilateral mereka itu.
Indonesia juga menjadi salah satu pengguna helikopter buatan Mil ini, yaitu Mil Mi-17V5 untuk angkutan personel dan Mil Mi-35P sebagai helikopter serbu datar, yang keduanya dioperasikan Pusat Penerbangan TNI AD, dari pangkalan utamanya di Pangkalan Udara TNI AD Ahmad Yani di Semarang.
Di Rusia, skema besar industri pertahanan mereka telah terbentuk sejak lama terkhusus bagi induk-induk BUMN di sektor ini, yang menginduk kepada Rostec dengan Russian Helicopter dan Rosoboronexport (BUMN Rusia khusus sebagai agen penjualan internasional produk pertahanan) sebagai salah satu anak perusahaannya. Rostec juga sudah mengakuisi UAC, anak perusahaan yang memproduksi pesawat tempur dan komersial Sukhoi.
Di kawasan Timur Tengah, Rusia juga sudah lama menancapkan kukunya. Di antara negara kawasan itu dan Mediterania yang telah membeli helikopter Mil Mi-28NE Night Hunter adalah Aljazair. Negara Arab di Afrika Utara ini telah membeli 42 unit Mi-28NE, dan kelompok pertama telah dikirim pada 2016.
Dari kelasnya, Mi-28NE Night Hunter merupakan heli serang segala cuaca, hasil pengembangan Mi-28N untuk keperluan ekspor. Sudah lazim dalam industri pertahanan bahwa negara penghasil menyediakan versi ekspor yang spesifikasi dan unjuk kerjanya tidak sama dengan yang dipergunakan untuk kepentingan dalam negeri mereka.
Dibandingkan dengan helikopter serang darat Kamov Ka-52 Alligator dan Ka-52K Katran yang didedikasikan untuk dioperasikan dari kapal induk atau kapal sekelas korvet, fregat, ataupun destroyer, maka Mil Mi-28NE Night Hunter masih memakai rotor baling-baling utama secara “konvensional”.
Akan tetapi, pada seri Mi-28NE ini, penyempurnaan dilakukan pada baling-baling utama, mesin, dan avionika serta perangkat elektronika-komunikasinya.
Subsistem persenjataan utamanya juga disempurnakan, walau subsistem konvensional di sektor ini masih diterapkan, yaitu kanon kaliber 23 mm hingga rudal antitank 9M123 Khrizantema-V.
Secara dasar, Mil Mi-28NE disiapkan untuk dioperasikan dalam segala cuaca baik siang maupun malam hari, untuk dapat menghancurkan dari udara sejumlah aset penting musuh, meliputi tank, kendaraan lapis baja, dan perkubuan pasukan infanteri.
Yang menarik, ukuran helikopter ini cukup bongsor di kelasnya karena juga dirancang untuk membawa beberapa tentara bersenjata lengkap. Mil Mi-28NE bisa difungsikan sebagai transportasi udara jarak dekat-menengah bagi personel dalam jumlah tertentu.
Mil menyebutkan bahwa selain sebagai helikopter serang, mesin perang dari udara ini juga berfungsi untuk dukungan serbuan pasukan payung, patroli keamanan di daerah rawan konflik, dukungan serangan udara dan kontrol udara depan, kekuatan serbuan pasukan payung lawan, dan serbuan pasukan infanteri.
Pabrikan Mil juga menyebutkan helikopter ini ditenagai dua mesin turboshaft VK-2500-02 hasil modifikasi terbaru dari mesin TV-117, yang berunjuk kinerja tinggi di kawasan sangat panas-kering, hujan lembab, hingga salju ekstrim dingin, dengan masa operasi hingga masa overhaul tiba 6.000 jam.
Konfigurasi mesin diletakkan di atas ceiling kabin dengan gear box ditempatkan di tengah kedua mesin itu, dengan pertimbangan strategis-taktis bahwa helikopter ini masih bisa diterbangkan dengan satu mesin jika salah satu mesinnya ditembak musuh.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb