Tangkal Pesawat Mata-mata Korut, Korsel Kembangkan Sistem Anti Drone - Radar Militer

19 September 2019

Tangkal Pesawat Mata-mata Korut, Korsel Kembangkan Sistem Anti Drone


Korea Selatan (Korsel) akan menginvestasikan USD74 juta untuk mengembangkan sistem senjata yang dapat mendeteksi dan menyerang pesawat tanpa awak pada 2023. Rencana ini muncul setelah insiden infiltrasi pesawat mata-mata Korea Utara (Korut).
Drone Korea Utara
Drone Korea Utara 
Badan pengadaan senjata Korsel, DAPA, mengatakan sistem yang dijuluki Block-I itu dirancang untuk melacak dan menghancurkan pesawat tak berawak kecil dan pesawat lain dengan mengunci serat optik yang tak terlihat pada target dari jarak dekat.
"Kami bertujuan untuk memperbaiki sistem sehingga pada akhirnya akan mampu mencegat jet tempur dan satelit," kata seorang pejabat senior di DAPA, Song Chang-joon, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (17/9/2019).
Pada tahun 2017, sebuah drone Korut ditemukan di sisi Korsel dari Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea.
Sekitar 550 foto dari situs sistem pertahanan anti-rudal AS, yang diambil dengan kamera bawaan, diambil dari drone tersebut, kata pejabat Korea Selatan.
Pada tahun 2014, sebuah drone Korea Utara jatuh ketika kembali ke Korea Utara setelah misi pengintaian yang termasuk terbang langsung di atas Gedung Biru kepresidenan Korea Selatan dan mengambil gambarnya, menurut militer Korea Selatan.
Sistem anti-drone adalah bagian dari upaya Korea Selatan untuk menyalurkan sumber daya ke dalam memodernisasi militernya bahkan ketika berusaha untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara melalui pembicaraan.
Kedua Korea secara teknis berperang sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir dalam gencatan senjata, bukan perjanjian damai.(Berlianto)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb