Berpihak India, Bersiap Hadapi Rudal Pakistan


Pakistan mengeluarkan peringatan keras bagi negara yang berpihak kepada India dalam sengketa wilayah Kashmir. Islamabad menyatakan negara yang berpihak kepada India akan berakhir di ujung rudal Pakistan.
Rudal Pakistan
Rudal Pakistan 
Berbicara pada sebuah acara, menteri negara itu untuk urusan Kashmir Ali Amin Gandapur memperingatkan bahwa Pakistan bersedia untuk berperang atas wilayah yang diperebutkan.
"Jika ketegangan dengan India meningkat pada masalah Kashmir, Pakistan akan dipaksa berperang," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (30/10/2019).
Gandapur menambahkan bahwa ia menyesal bahwa dunia tidak melakukan apa pun untuk menyelesaikan masalah ini dan mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang mempertimbangkan mendukung India dalam perselisihan tersebut.
"Jika satu rudal akan ditembakkan (oleh Pakistan) di India, yang lain akan pergi ke pendukungnya. Mereka harus bersiap-siap untuk itu,"€ dia memperingatkan.
"Mereka yang berdiri dengan India dalam masalah Kashmir harus menghadapi konsekuensinya," tegasnya.
Menteri itu kemudian mengatakan dalam wawancara TV bahwa Pakistan juga akan menembakkan rudal ke negara Muslim yang mendukung musuh bebuyutannya. (Berlianto)

Rusia Luncurkan Kapal Perang Pemecah Es untuk Patroli di Arktik


Rusia meluncurkan kapal perang penghancur es kelas baru Ivan Papanin di St. Petersburg. Kapal berbobot 8.500 ton itu akan bertugas untuk membela kepentingan Rusia di wilayah Arktik.
Kapal Perang Pemecah Es - Ivan Papanin Class
Kapal Perang Pemecah Es - Ivan Papanin Class 
Penambahan terbaru untuk gudang militer Arktik Rusia ini diluncurkan pada Jumat kemarin di Galang Kapal Admiralty. Dijuluki sebagai kapal tempur pemecah es oleh beberapa media Rusia, ia memiliki desain yang lebih baru yang dibuat untuk Angkatan Laut Rusia. Dalam peran dan ukurannya, kapal perang ini disebut-sebut sebanding dari kapal penjaga pantai Norwegia Svalbard.
Dikutip dari Russia Today, Sabtu (26/10/2019), proyek pembuatan Ivan Papanin dimulai pada April 2017 dan kapal itu diperkirakan akan ditugaskan sekitar tahun 2022 atau 2023. Kapal perang sepanjang 114 meter itu dapat digunakan sebagai kapal patroli, tugboat atau pemecah es bagi kapal lain. Lambungnya cukup kuat untuk menghadapi es setebal 50cm.
Kapal ini dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr dan senjata angkatan laut 76.2mm. Kapal ini juga mempunyai fasilitas helipad, dengan hangar untuk helikopter pengintai dan bay untuk dua speedboat kelas Raptor. Ivan Papanin juga memiliki kapasitas untuk 50 kru, selain para pelaut dan petugas yang mengelola kapal sendiri, dan memiliki daya tahan 60 hari, dengan jangkauan 6.000 mil laut.
Militer Rusia berencana untuk menggunakan kapal multiguna tersebut untuk patroli di perairan Arktiknya. Pelanggar yang dicegat dapat ditarik ke pelabuhan untuk ditahan tanpa bantuan eksternal. Ivan Papanin juga dapat berfungsi sebagai kapal transportasi untuk kargo militer yang sensitif atau sebagai kapal pendukung dalam kelompok pertempuran.
Angkatan Laut Rusia sudah memiliki kapal pemecah es Ilya Muromets yang telah beroperasi sejak tahun lalu. Namun kapal itu tidak bersenjata. (Berlianto)

Kapal Selam Nuklir Rusia Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua


Kapal selam bertenaga nuklir terbaru Rusia menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) untuk pertama kalinya. Kementerian Pertahanan setempat pada Rabu (30/10/2019) mengumumkan uji coba misil tersebut.
Kapal Selam Nuklir Rusia Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua
Kapal Selam Nuklir Rusia Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua 
Kapal selam Knyaz Vladimir yang menembakkan ICBM itu belum resmi memasuki layanan militer. Kapal itu diperkirakan akan bergabung dengan Armada Utara Angkatan Laut Rusia pada Desember 2019.
Kapal tersebut diluncurkan pada tahun 2017 dan memulai uji coba laut pertamanya setahun kemudian. Rekaman video uji tembak ICBM pada malam hari telah dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Video menunjukkan Knyaz Vladimir meluncurkan Bulava—rudal balistik berbahan bakar padat terbaru Rusia”dari posisi bawah air.
"Untuk pertama kalinya, kapal selam strategis Knyaz Vladimir meluncurkan rudal balistik Bulava di laut," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita TASS.
Misil Bulava yang ditembakkan terbang ribuan kilometer dari perairan Laut Putih di wilayah Arkhangelsk utara ke semenanjung Kamchatka di Timur Jauh Rusia.
Militer Moskow mengatakan penerbangan rudal telah berhasil dan mendarat di tempat uji coba tepat waktu.
Kapal Knyaz Vladimir akan membawa hingga 16 rudal balistik antarbenua dari jenis Bulava RSM-56 dengan masing-masing rudal diperkirakan membawa empat hingga enam hulu ledak nuklir.
Secara keseluruhan, Rusia dijadwalkan untuk membangun dan menugaskan 10 kapal selam kelas Borei baru pada tahun 2027, dengan lima diperkirakan akan melayani di Armada Pasifik dan lima di Armada Utara.(Muhaimin)

Komisi I Segera Panggil Prabowo Bahas Rencana Kemenhan Dalam Pengembangan dan Modernisasi Alutsista


Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid berencana memanggil Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk membahas rencana strategis program Kementerian Pertahanan untuk lima tahun ke depan.
Medium Tank Pindad
Medium Tank Pindad 
Hal itu ia sampaikan usai resmi dilantik sebagai Ketua Komisi I dalam Rapat Komisi I, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10).
"Termasuk tentu Kementerian Pertahanan. Kita ingin tahu pola ke depan dan juga apa program-program dari Kemhan kali ini seperti apa saja," kata Meutya.
Lebih lanjut, Meutya mengatakan terdapat pekerjaan rumah dari Kementerian Pertahanan lima tahun terakhir yang belum dituntaskan.
Beberapa di antaranya terkait program Minimum Essential Force (MEF) TNI kedua yang urung tuntas di periode lalu. Ia menargetkan MEF TNI tahap ketiga nantinya akan tuntas pada tahun 2024 mendatang.
"Sehingga pertahanan kita dihormati oleh negara lain," kata dia.
Selain itu, Meutya menyoroti industri pertahanan nasional yang harus didorong agar dapat berkembang dengan baik. Ia menyatakan sepatutnya Indonesia mandiri dalam mengembangkan alutsista militer.
"Saya rasa dua itu tentu yang tdk pernah lupa dan pasti harus disebut adalah kesejahteraan prajurit. yang terkait dengan kesejahteraan prajurit, termasuk perumahan dan lainnya," kata dia.
Tak hanya Kemhan, Meutya mengaku akan memanggil semua mitra strategis Komisi I untuk membahas rencana kerja ke depannya.
Beberapa di antaranya ia turut memanggil Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kominfo dalam waktu dekat guna mengetahui rencana strategis dua kementerian tersebut.
"Kemkominfo saya rasa juga, karena menterinya baru, apakah ada terobosan-terobosan baru yang akan dilakukan oleh menterinya," kata dia. (rzr/ain)

Setahun Lebih Diperbaiki, Kapal Induk Termahal AS Diuji Coba


Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Gerald R. Ford (CVN-78) sedang menjalani uji coba laut setelah lebih dari satu tahun mengalami perbaikan di Norfolk. CVN-78 merupakan kapal militer termahal yang pernah dibangun Amerika dengan menghabiskan sekitar USD13 miliar (Rp182 triliun).
USS Gerald R. Ford (CVN-78)
USS Gerald R. Ford (CVN-78) 
USS Gerald Ford meninggalkan dermaga di tempat pembuatan kapal Newport News di Virginia dan menuju James River (Sungai James) ke Samudra Atlantik tepat setelah pukul 10.00 pagi pada hari Jumat (25/10/2019).
Seorang pejabat Angkatan Laut setempat mengonfirmasi kepada USNI News bahwa kapal induk tersebut telah meninggalkan galangan kapal untuk uji coba laut setelah pelayaran cepat selama lima hari di dermaga, menguji sistem utama sebelum meninggalkan dermaga.
"Saya bangga dengan upaya kru untuk membawa USS Gerald R. Ford kembali ke laut," kata Sekretaris Angkatan Laut Richard V. Spencer dalam sebuah pernyataan kepada USNI News yang dikutip Sabtu (26/10/2019).
"Angkatan Laut telah rajin menangani masalah yang terkait dengan kapal kelas satu ini dan akan terus melakukannya. Semua ingin menunjukkan kapasitas Ford untuk memberikan kekuatan tempur. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi ini adalah tonggak sejarah yang hebat," ujar Spencer.
Periode pemeliharaan selama setahun untuk kapal induk senilai USD13 miliar itu diperpanjang menjadi 15 bulan karena kapal itu bermasalah dengan pembangkit tenaga nuklir kapal. Selain itu, ada masalah lain yang ditangani selama periode perbaikan di galangan kapal Huntington Ingalls Industries, yakni masalah Advanced Weapons Elevators (AWE) atau Elevator Senjata Maju.
Pada bulan Maret, Asisten Sekretaris Angkatan Laut untuk Penelitian, Pengembangan, dan Akuisisi; James Geurts, menjelaskan kepada Kongres perihal masalah yang dialami USS Gerald R. Ford. "Ketiga faktor penyebab ini€”membuat penyesuaian pada pembangkit listrik tenaga nuklir yang kami catat selama uji coba laut, sesuai dengan ketersediaan semua beban kerja post-shakedown dan penyelesaian elevator€”semuanya cenderung tren pada waktu yang sama," tulis USNI News mengutip Geurts.
AWE, khususnya, telah menjadi tantangan bagi Angkatan Laut untuk berintegrasi ke dalam kapal. AWE menggunakan magnet permanen bertenaga tinggi yang dikendalikan komputer. Angkatan Laut AS mengatakan teknologinya bagus dan masalah itu berkaitan dengan pemasangan sistem.
Kami sekitar 75 persen selesai dengan seluruh proyek. Kami dalam beberapa kasus tentang pintu dan palka 70 ton," ujar Geurts. "Ini bukan masalah teknologi. Ini masalah penyelesaian konstruksi dalam hal mendapatkan semua pintu dan merencanakan di mana mereka harus berada."
Angkatan Laut AS mengaku telah mensertifikasi empat elevator senjata sebelum USS Gerlad R. Ford meninggalkan dermaga. (Muhaimin)

Kementerian Pertahanan Malaysia Kemungkinan Akan Ke Pengadilan Terkait Tentang Masalah Pengadaan 6 (Enam) Helikopter


Menteri Pertahanan Mohamad Sabu hari ini mengatakan pemerintah mungkin perlu pergi ke pengadilan atas enam helikopter yang dibeli oleh pemerintahan sebelumnya, bernilai lebih dari RM300 juta, yang belum dikirim.
helikopter tempur ringan MD530G
Helikopter Tempur Ringan MD530G 
Mohamad mengatakan jika helikopter itu dikirim dan militer menolak menggunakannya, maka akan diadakan pembicaraan dengan kementerian lain mengenai penggunaannya.
"Jika itu tidak dapat digunakan oleh kementerian lain, kita mungkin harus pergi ke pengadilan," katanya.
Menurut pembuatnya, sekitar 98 persen pesanan sudah siap, katanya.
Mohamad mengatakan ini saat meluncurkan debat tentang Anggaran 2020.
Pada bulan Mei, FMT melaporkan pesanan untuk enam helikopter tempur ringan MD530G yang diproduksi oleh MD Helicopters dari Amerika Serikat dipesan oleh pemerintahan sebelumnya.
Sumber mengungkapkan bahwa perusahaan lokal ditunjuk sebagai agen untuk pembelian, tetapi posisinya sebagai agen lokal dikatakan telah dibatalkan oleh MD Helicopters
Helikopter harus dikirim dalam dua fase, dua di antaranya akan dikirim pada Juli 2017 dan empat dijadwalkan untuk pengiriman pada Desember 2018.
Administrasi sebelumnya membayar uang muka sebesar RM112,65 juta.
Kementerian Pertahanan telah melaporkan kepada Komisi Anti-Korupsi Malaysia - Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) tentang pembelian helikopter tersebut.

TNI dan Kemhan Bertekad Wujudkan Postur Pertahanan Negara Yang Handal


Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) bertekad mewujudkan Postur Pertahanan Negara yang handal untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan masa depan dalam rangka mewujudkan Indonesia maju.
Menteri Pertahanan dan Panglima TNI
Menteri Pertahanan dan Panglima TNI 
“TNI bertekad mendukung Kementerian Pertahanan RI dalam mewujudkan postur pertahanan negara yang handal,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P saat memaparkan program pembangunan kemampuan TNI sesuai Renstra Mininum Essential Force (MEF) tahap dua dihadapanMenhan RI Bapak Prabowo Subianto di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2019).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwaTNI telah menerima Alusista hasil pembangunan kekuatan MEF Rencana Strategis (Renstra) ke II yang diadakanKementerian Pertahanan RI, dan mewujudkannya dalam kemampuanoperasi militer yang mencakupnetwork centric warefare, fire power, interoprabilitas, kemampuan intelijen, dan kemampuan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa TNI telah mengakselerasi 11 program prioritas TNI antara lain revitalisasi program MEF guna mendukung kebijakan poros maritim dunia yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait seperti, Bakamla, KKP, Bea Cukai dan sebagainya.
“Program tersebut diwujudkan dalam pembanguan sistem integrative vision center yang diperlukan agar periarian Indonesia bebas dari gangguan sesuai visi pemerintah,” ujarnya.
Kedatangan Menteri Pertahanan RI Bapak Prabowo Subianto beserta rombongan disambut Panglima TNIMarsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. (Puspen TNI)
Sumber Page : Pusat Penerangan TNI
Berkunjung ke Mabes TNI, Prabowo Janji Perkuat Alutsista
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berjanji memperkuat alat utama sistem pertahanan (Alutsista) TNI. Hal itu disampaikan Prabowo saat berkunjung ke Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2019). Ia menyatakan penguatan Alutsista diperlukan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"TNI harus kuat baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara. TNI harus kuat, untuk itu kami bersama Wamen ingin memperkuat jajaran operasional kekuatan tempur riil TNI, kami akan perkuat TNI", kata Prabowo melalui siaran pers resmi Kementerian Pertahanan. Prabowo mengaku bangga bahwa sampai dengan saat ini TNI dapat secara konsisten memelihara kemampuannya dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta TNI senantiasa waspada terhadap ancaman yang akan mengganggu kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.
Pada kunjungan tersebut, Prabowo diterima dan disambut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Siwi Sukma Adji, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Tatang Sulaiman. Dalam kunjungan itu, Wakil Menhan Wahyu Sakti Trenggono juga turut mendampingi Prabowo.

Prajurit Yonkav 1 Kostrad Laksanakan Gerak Maju Untuk Kontak Dalam Rangka Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi


Dalam rangka kegiatan Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi, salah satu materi yang di ujikan adalah GMUK (Gerak Maju Untuk Kontak) untuk itu prajurit Yonkav 1 Kostrad melaksanakan pergeseran kendaraan tempur (Ranpur) Yonkav 1 Kostrad yang terdiri dari 9 unit Ranpur MBT Leopard dari Simpang Giham, Lampung Utara menuju Puslatpur Martapura, Sumatera Selatan.
MBT Leopard TNI AD
MBT Leopard TNI AD 
Kegiatan Uji Siap Tempur ini diawali dengan pemberian Perintah Operasi (PO) oleh Komandan Kompi Lettu Kav Agus Siswoyo kepada krew Ranpur, selanjutnya 2 Peleton Kavaleri bergerak dari titik pemberangkatan yaitu di persimpangan Giham menuju Daerah Persiapan (DP) Puslatpur Martapura melalui poros jalan lintas Sumatera.
Dalam pergerakan Gerakan Maju Untuk Kontak tersebut para krew Ranpur disimulasikan mendapatkan problem rintangan yang berupa ranjau anti personel, ranjau anti tank dan beberapa tembakan konsentrasi musuh.
Latihan ini adalah rangkaian kegiatan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi yang diselenggarakan Divisi Infanteri 1 Kostrad untuk menguji kemampuan Tempur satuan di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad.(Penkostrad)(Angga Saja-TSM)

Rusia, Turki, dan Iran Sepakat Kerjasama Pastikan Stabilitas Suriah


Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menuturkan, Rusia, Iran, dan Turki sepakat untuk terus berkejasama untuk memastilkan stabilitas di Suriah. Hal itu disampaikan Lavrov pasca bertemu Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Jenewa, Swiss.
Sergei Lavrov
Sergei Lavrov 
"Kami sepakat untuk melanjutkan upaya energik dalam kerja sama dengan semua pihak Suriah untuk kepentingan membangun stabilisasi jangka panjang di lapangan, dan menghilangkan sarang-sarang terorisme yang tersisa," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (30/10/2019).
Lavrov di kesempatan yang sama juga mengomentari rencana AS untuk menggunakan ladang minyak di Suriah. Lavrov mengatakan, hal itu adalah ilegal dan Moskow akan mempertahankan posisi ini dalam kontak dengan Washington.
"Keputusan ini menetapkan bahwa setiap eksploitasi ilegal terhadap sumber daya alam negara berdaulat tanpa persetujuannya adalah ilegal. Kami bersikeras ini. Rekan Amerika kami sangat menyadari posisi kami, dan kami akan mempertahankannya," ucapnya.
Seperti diketahui, Menteri Pertahanan AS, Mike Esper menuturkan, pasukan AS tidak akan memberikan akses kepada Moskow dan Damaskus untuk masuk ke ladang-ladang minyak di timur laut Suriah. Pernyataan itu datang setelah AS memutuskan untuk mengerahkan pasukan ke Suriah, untuk melindungi ladang minyak di timur laut negara tersebut.
"Jawaban singkatnya adalah ya, saat ini benar," ketika ditanya apakah pasukan AS akan menolak akses pasukan Rusia dan Suriah ke ladang minyak.
"Karena dalam hal ini kami ingin memastikan SDF memiliki akses ke sumber daya untuk menjaga penjara, untuk mempersenjatai pasukan mereka sendiri, untuk membantu kami dengan misi mengalahkan ISIS," sambungnya. (Victor Maulana)

Ekspor Pesawat Dirgantara Indonesia Tahun Ini Hampir USD 60 Juta


Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro mengatakan, hingga akhir tahun ini nilai ekspor Dirgantara Indonesia dengan rampungnya pembuatan pesawat untuk sejumlah negara hampir US$ 60 juta. “Total ekspor kurang lebih kira-kira hampir 60 juta dollar AS,” kata dia di Bandung, Rabu, 30 Oktober 2019.
CN235-200 Military Transport Nepal
CN235-200 Military Transport Nepal 
Hari ini PT Dirgantara mengirimkan satu unit pesawat CN235-200 Military Transport pesanan Nepalese Army, tentara angkatan darat negara Nepal. Pesawat tersebut akan menjalani ferry-flight dari Bandara Husein Sastranegara menuju Kathmandu, Nepal.
Elfien mengatakan, kontrak pembelian pesawat CN235-200 dengan Nepalese Army diteken pada 16 Juni 2017. Nilai kontraknya mencapai US$ 30 juta tergantung material, spare parts, dan lain-lain.
Dia mengatakan, Nepalese Army memesan dengan CN235-200 dengan spesifikasi khusus mengusung 6 misi. Pesawat CN245-200 merupakan pesawat angkut multi-role dengan kapasitas angkut 40 penumpang. “Sesuai pesanan, ada 6 fungsi yang diminta oleh Nepalese Army. Baik untuk VIP, paratroops, untuk troops, medical evacuation, transport, dan satu lagi untuk kargo,” kata dia.
Elfien mengatakan, PT Dirgantara mendapatkan kredit modal kerja dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan skema National Interest Account (NIA). Total pembiayaan yang diterima PT Dirgantara dari LPEI menembus Rp 400 miliar. Khusus untuk Nepal, modal kerja Rp 207 miliar.
Elfien mengatakan, pembiayaan LPEI tersebut merupakan fasilitas pemerintah yang diberikan dengan penugasan khusus untuk membantu modal kerja ekspor pesawat terbang. “LPEI untuk ekspor ke Afrika dan Asia Selatan ini kita mendapatkan Rp 400 miliar,” kata dia.
Bulan ini PT Dirgantara juga merampungkan pengiriman pesawat NC-212i pesanan Kementerian Pertanian Thailand, menyusul satu pesawat dengan jenis sama akan dikirim ke negara tersebut dalam dua pekan ini. “Thailand ada dua pesawat, dan ke Nepal ada satu. Sampai akhir tahun kita ekspor 3 pesawat,” kata Elfien.
Elfien mengatakan, PT Dirgantara juga bersiap mengirimkan pesawat CN235 pesanan TNI Angkatan Laut akhir tahun depan.
Saat ini populasi pesawat CN235 di dunia sudah menembus 285 unit pesawat. Di antaranya merupakan pesawat yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia, berjumlah 68 unit pesawat. Sejumlah negara menggunakannya di antaranya Korea Selatan, Malaysia, Uni Emirat Arab, hingga Turki. “Bahkan CN235 di pakai VIP di Malaysia dan Korea untuk wakil presiden mereka,” kata Elfien.
Senior Vice President I Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, pembiayaan National Interest Account (NIA) merupakan terobosan yang disiapkan untuk mendorong ekspor pesawat terbang.
AHMAD FIKRI(Ahmad Fikri (Kontributor) - Kodrat Setiawan)

Enam Kapal Induk AS Dikandangkan untuk Perbaikan, Pantai Atlantik Sepi


Kawasan pantai Atlantik Amerika Serikat (AS) sepi tanpa ada satu pun pengerahan kapal induk Angkatan Laut Washington. Enam kapal induk yang biasanya beroperasi di wilayah itu ternyata sedang "dikandangkan" untuk perbaikan di sebuah dermaga di Norfolk, Virginia.
USS George HW Bush (CVN 77)
USS George HW Bush (CVN 77) 
Sejak awal tahun ini, beberapa dari kapal induk berbobot 100.000 ton kembali ke Norfolk untuk serangkaian perombakan, dan yang lain mengalami masalah tidak terduga.
Seorang staf Kongres yang mengetahui masalah Angkatan Laut mengungkap fakta bahwa ada begitu banyak kapal induk di Norfolk pada saat yang sama. Menurutnya, pemandangan itu tidak biasa, tetapi memang hal seperti itu telah terjadi sebelumnya.
"Berapa banyak masalah ini akan secara operasional akan tergantung pada berapa lama situasi ini berlangsung," kata staf Kongres tersebut yang dikutip dari Breaking Defense, Rabu (30/10/2019), tanpa disebutkan namanya.
Biasanya, enam kapal induk berbasis di Norfolk. Empat berbasis di Pantai Barat dengan dua berbasis di San Diego dan dua di Bremerton, Washington. Kapal induk terakhir, USS Ronald Reagan, adalah satu-satunya kapal yang berbasis di luar Amerika Serikat, yakni di Yokosuka, Jepang.
Dari enam kapal induk yang saat ini dalam perbaikan, kapal USS Harry S. Truman yang menjadi pusat perhatian. Kapal ini "dikandangkan" bulan lalu setelah mengalami masalah listrik yang besar.
Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Robert Burke mengatakan Angkatan Laut sangat prihatin tentang masalah yang dialami USS Harry S. Truman.
"Truman berada di jalur yang baik menuju pemulihan, saya pikir para insinyur telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam memecahkan masalah yang sangat unik, dan memperbaikinya," kata Burke. Dia memperkirakan kapal akan siap dalam hitungan minggu, bukan bulan.
Kapal lain, USS George HW Bush mulai menjalani perombakan 28 bulan pada bulan Februari, dan tidak akan selesai sampai pertengahan 2021. Kapal USS George Washington baru-baru ini kembali ke perairan dari drydock, di mana ia menerima perbaikan dan pembaruan paruh baya, dan tidak akan siap operasional sampai akhir 2021.
Kapal USS John C. Stennis tiba di pelabuhan pada bulan Mei untuk mengisi bahan bakar dan perbaikan paruh baya selama bertahun-tahun, tetapi harus menunggu sampai retrofit USS George Washington rampung.
Berikut enam kapal induk Amerika yang menjalani perbaikan dalam waktu yang bersamaan;
1. USS Dwight D. Eisenhower (CVN-69) telah menyelesaikan Fase Dasar dari Rencana Respons Armada yang Dioptimalkan (OFRP) dan sedang berjalan secara normal melalui pelatihan yang akan digunakan.
2. USS George Washington (CVN 73) €dalam Fase Pemeliharaan yang menjalani Pengisian Bahan Bakar dan Pemeriksaan Kompleks (RCOH) di Newport News Shipbuilding.
3. USS John C. Stennis (CVN 74) pada tahap akhir OFRP. Kapal ini akan mendukung operasi di lepas Pantai Timur, dan dijadwalkan untuk fase RCOH.
4. USS Harry S. Truman (CVN 75) €dalam Fase Keberlanjutan; upaya perbaikan untuk masalah listrik sedang dilakukan untuk mengembalikan kapal ke kemampuan penuh untuk penyebaran kapal dan sayap udaranya sesegera mungkin.
5. USS George HW Bush (CVN 77) dalam Fase Pemeliharaan.
6. USS Gerald R. Ford (CVN 78) dalam proses konstruksi baru, dan selanjutnya menjalani pengujian. (Muhaimin)

Baru Ditempatkan di Saudi, Bomber B-1B Lancer Dipulangkan ke AS


Beberapa pesawat pembom (bomber) B-1B Lancer Amerika Serikat (AS) ditempatkan di Prince Sultan Air Base (PSAB) atau Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 24 Oktober. Namun, pesawat-pesawat pembom itu kini telah dipulangkan ke pangkalannya di Ellsworth AFB, Amerika.
Bomber B-1B Lancer
Bomber B-1B Lancer  
Kehadiran pesawat pembom itu telah memicu spekulasi bahwa Washington akan memberikan respons militer terhadap Iran yang dituduh melakukan serangan rudal dan pesawat nirawak bersenjata terhadap fasilitas minyak Saudi 14 September lalu.
Angkatan Udara telah mengonfirmasi penempatan singkat beberapa bomber B-1B Lancer di PSAB, Saudi, sebagai bagian dari operasi Satuan Tugas Bomber di Komando Pusat AS.
"Inilah yang kami latih, dan apa yang membedakan kami," kata Kolonel David A. Doss, komandan Sayap Bom ke-28 Angkatan Udara Amerika.
"Jangan ragu, tim kami dan B-1 kami selalu siap untuk menjawab panggilan negara pada saat itu juga," ujarnya, seperti dikutip Air Force Magazine, Senin (28/10/2019).
Penempatan kilat pesawat-pesawat pembom itu termasuk pendaratan tanpa pemberitahuan di PSAB sekitar 90 mil dari Riyadh. Angkatan Udara AS membenarkan bahwa pesawat-pesawat pembom itu telah kembali ke pangkalannya.
Biasanya, ketika beberapa bomber Angkatan Udara dikerahkan ke Komando Pusat, mereka beroperasi di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Namun sejak Mei, AS telah mengerahkan aset-aset militernya ke Arab Saudi seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Dalam sebuah posting Facebook, Komando Pusat Angkatan Udara AS menyatakan bahwa pendaratan B-1B Lancer di pangkalan udara Saudi menunjukkan kemampuan PSAB untuk menerima, meluncurkan dan memulihkan sorti tempur dengan berbagai pesawat tempur.
Pengerahan beberapa bomber juga dilakukan hanya beberapa hari sebelum pasukan khusus AS melakukan serangan terhadap pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.(Muhaimin)

Detail Jet Tempur F-16 Viper yang Hendak Diborong Indonesia


Angkatan Udara Indonesia akan membeli dua skuadron pesawat jet tempur F-16 Viper Block 72. Produsennya, Lockcheed Martin Amerika Serikat (AS) mengatakan jet tempur ini terbukti paling sukses di dunia pertempuran.
Jet Tempur F-16
Jet Tempur F-16 
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan pembelian akan dilakukan tahun depan dalam upaya meningkatkan pertahanan udara negara ini.
Jika terealisasi, maka Indonesia akan memiliki total empat skuadron F-16. Meski pembelian akan dimulai tahun depan, namun pengiriman akan berlangsung secara bertahap dari 2020 hingga 2024.
Sutisna mengakui bahwa Indonesia masih mengandalkan pesawat jet tempur F-16 untuk melindungi wilayah udara negara. "Kami akan membeli dua skuadron (F-16) tipe terbaru Viper Block 72," kata pejabat senior militer tersebut di Pangkalan Angkatan Udara Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau, hari Selasa.
Selain jet tempur buatan AS, dia mengatakan Angkatan Udara juga akan membeli sekitar 11 jet tempur Su-35 buatan Rusia.
Lockheed Martin dalam situsnya yang dikutip SINDOnews.com, Rabu (30/10/2019), mengatakan F-16 tetap menjadi jet tempur multirole yang paling sukses dan terbukti di dunia pertempuran. Sekitar 3.000 unit F-16 operasional beroperasi hari ini di 25 negara.
"F-16 Block 70/72 adalah konfigurasi produksi F-16 terbaru dan tercanggih, menggabungkan berbagai kapabilitas dan peningkatan struktural," kata produsen jet tempur tersebut.
Pesawat produksi baru dengan peningkatan struktural dan kemampuannya memastikan F-16 Viper Block 72 dapat beroperasi hingga 2070 dan seterusnya.
F-16 Block 70/72 menggabungkan peningkatan kemampuan, terutama radar Active Electronically Scaned Array (AESA) canggih dengan arsitektur avionik baru, dan peningkatan struktural untuk memperpanjang umur struktural pesawat hingga lebih dari 50 persen di luar sebelumnya.
Perangkat lunak F-16 Block 70 memanfaatkan teknologi yang tidak tersedia ketika F-16 sebelumnya dikembangkan dan diproduksi. Kemampuan operasional ditingkatkan melalui datalink canggih, pod penargetan dan senjata; navigasi GPS presisi dan Automatic Ground Collision Avoidance System (GCAS otomatis). (Muhaimin)
Berikut spesifikasi lengkap jet tempur F-16 Viper Block 72:
Panjangnya: 49,3 kaki/15,027 meter
Tinggi: 16,7 kaki/5,090 meter
Kecepatan: 1.500 mph (Mach 2+)
Lebar sayap: 31.0 kaki/9,449 meter
Berat kosong: 20.300 lb/9.207 kg
Engine Thrust Class: 29.000 lb/13.000 kg
TOGW maksimum: 48.000 lb/21.772 kg
Faktor Beban Desain: 9 g

Menhan Turki Bantah Turki Beli Su-35 Rusia


Menteri Pertahanan Nasional Turki Hulusi Akar pada hari Selasa (29/10) membantah laporan media tentang rencana Ankara untuk membeli jet tempur Su-35 Rusia.
Su-35 Rusia
Su-35 Rusia 
"Laporan bahwa Turki akan membeli jet tempur Su-35 tidak benar. Kami adalah mitra pada proyek F-35 [jet tempur generasi kelima AS]. Kami ingin hak-hak kami diberikan," kata portal berita Haberler yang mengutipnya.
Koran Daily Sabah Turki melaporkan pada 25 Oktober bahwa Ankara dan Moskow hampir mencapai kesepakatan tentang pembelian 36 jet tempur Su-35 Rusia untuk Turki. Selain dari itu, surat kabar itu mengklaim, bahwa pihaknya melihat kemungkinan produksi komponen-komponen tertentu untuk pesawat Rusia di Turki.
Sementara itu, direktur Dinas Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis Militer Dmitry Shugayev mengatakan pada 22 Oktober bahwa masih terlalu dini untuk berbicara tentang negosiasi kontrak pengiriman Su-35 Rusia dan Su-57 ke Turki. Namun, katanya, konsultasi sedang berlangsung.
Topik kemungkinan pembelian jet tempur Rusia oleh Turki muncul setelah kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Moskow pada 27 Agustus. Dia menunjukkan minat pada pesawat tempur Sukhoi ketika bersama-sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi pameran kedirgantaraan MAKS-2019 di luar Moskow. Dia mengatakan dia tidak mengesampingkan bahwa Turki dapat saja membeli jet Su-35 Rusia dan Su-57 sebagai ganti F-35. "Kenapa tidak," katanya.
Gedung Putih mengatakan pada pertengahan Juli bahwa "keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia membuat keterlibatannya dengan F-35 tidak mungkin berlanjut." Ankara berencana untuk membeli 100 pesawat F-35 dan memproduksi beberapa peralatan, avionik dan elemen hull di bawah program F-35.(Angga Saja-TSM)

Sejarah dan Kiprah Helikopter Serang AH-64 Apache dan CH-47 Chinook


Pasukan komando khusus Amerika Serikat menyerbu lokasi persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi di Syria, Sabtu malam, 26 Oktober 2019, dengan menggunakan helikopter AH-64 Apache dan CH-47 Chinook.
Status Apache sebagai helikopter serangan utama sejauh ini tetap tidak tertandingi. Jenis ini banyak digunakan di Timur Tengah dan juga negara-negara seperti Inggris, Mesir, India dan Taiwan. Helikopter AH-64 Apache ini merupakan alat serang canggih senilai US$ 35 juta, yang bisa mengemas sebanyak 16 rudal anti-tank di bawah sayapnya.
AH-64 Apache
Apache diawali dengan Model 77 yang dikembangkan oleh Hughes Helikopter untuk Angkatan Darat AS untuk menggantikan AH-1 Cobra. Prototipe AH-64 pertama kali diterbangkan pada 30 September 1975.
Angkatan Darat AS memilih YAH-64 di atas Bell YAH-63 pada 1976, kemudian menyetujui produksi penuh pada 1982. Setelah membeli Hughes Helicopters pada 1984, McDonnell Douglas melanjutkan produksi dan pengembangan AH-64.
Apache TNI AD
Apache TNI AD 
Helikopter ini memperkuat Angkatan Darat AS pada April 1986. AH-64D Apache varian Longbow dikirim ke Angkatan Darat (US Army) pada Maret 1997. Produksi dilanjutkan oleh Boeing Defense, Space & Security, dengan lebih dari 2.000 AH-64 pada 2013.
Angkatan Darat AS adalah operator utama AH-64. Namun Apache menjadi helikopter serang utama dari banyak negara, termasuk Yunani, Jepang, Israel, Belanda, Singapura, dan Uni Emirat Arab dan Indonesia. Helikopter serang ini telah dibangun berdasarkan lisensi oleh AgustaWestland Apache untuk digunakan AD Inggris.
AH-64 AS telah bertugas dalam konflik di Panama, Teluk Persia, Kosovo, Afghanistan, dan Irak. Israel menggunakan Apache dalam konflik militernya di Libanon dan Jalur Gaza. Inggris dan Belanda menggunakannya dalam perang di Afghanistan dan Irak.
CH-47 Chinook
Sedangkan helikopter CH-47 merupakan produksi Vertol Aircraf Co yang dibeli Boeing pada 1960. Dalam laman Boeing, Vertol Aircraft Co merupakan pabrik helikopter di Philadelphia. Perusahaan itu membuat tiga jenis helikopter berbaling-baling tandem yang sedang diproduksi: Chinook untuk Angkatan Darat AS, Ksatria Laut untuk Angkatan Laut dan Marinir AS, dan komersial 107-11 untuk maskapai.
Vertol dimiliki oleh seorang insinyur pesawat Frank Piasecki. Ia merancang mendirikan helikopter dua rotor berbentuk pisang pada 1945. Piasecki meninggalkan perusahaan pada 1955, dan dinamai Vertol pada tahun berikutnya.
CH-47 Chinook
CH-47 Chinook 
Chinook adalah helikopter angkut rotor-tandem YHC-1B yang diluncurkan pada 1961. Helikopter ini dirancang untuk melayani Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS sebagai helikopter pengangkat sedang dan berkembang menjadi beberapa versi.
CH-47 Chinook lengkap pertama untuk AD, yang dinamai CH-47A, mulai beroperasi pada Agustus 1962 dengan berat kotor 14.969 kilogram. Boeing memperkenalkan CH-47B pada 1966 dengan peningkatan badan pesawat dan pembangkit listrik yang disediakan oleh mesin T55-l-7C. Berat kotornya naik menjadi 18.144 kilogram.
CH-47C dikembangkan pada 1967 sebagai tanggapan atas permintaan Angkatan Darat untuk mengangkut muatan 6804 kilogram dan bisa bertahan pada suhu 35 derajat Celsius pada ketinggian 1.219 meter. Itu didukung oleh mesin T55-l-11 dan memiliki kemampuan berat kotor 20.865 kilogram.
Chinook pertama kali digunakan dalam pertempuran pada 1965 selama konflik Vietnam. Selama hari-hari terakhir perang, Chinook dilaporkan membawa 147 pengungsi dalam satu kali angkut. Model CH-47A, B dan C melayani sampai perang berakhir pada 1975.
Setelah Perang Vietnam, Boeing dan Angkatan Darat memulai peningkatan armada besar yang mengarah pada pengembangan CH-47D. Hampir 500 model awal Chinook mengalami proses modernisasi luas di Philadelphia yang menghasilkan armada CH-47 yang pada dasarnya baru.
CH-47D Chinook adalah elemen sentral dalam operasi Angkatan Darat AS dalam Perang Teluk Persia. Versi model D juga digunakan untuk ekspor termasuk International Chinook dan SD Super D, di 20 negara telah mengoperasikan berbagai model CH-47.
Sedangkan CH-47F adalah helikopter multimission canggih dengan sistem manajemen kokpit digital yang terintegrasi penuh, Arsitektur Avionics Umum, kokpit, dan kemampuan penanganan kargo canggih yang melengkapi kinerja misi dan karakteristik penanganan pesawat.
Komando Operasi Khusus Angkatan Darat MH-47G menggabungkan banyak sistem dan fitur Chinook. Yang paling menonjol di antaranya adalah tangki bahan bakar yang menyediakan dua kali kapasitas CH-47F dan sistem pengisian bahan bakar dalam penerbangan. MH-47G diproduksi ulang pada jalur produksi MH-47G/ CH-47F yang umum.
Menggunakan badan pesawat Chinook, Helikopter Boeing juga membangun Model 234 LINK, Chinook komersial yang digunakan untuk penumpang, kargo, eksplorasi minyak dan gas, dan penebangan.
Pada 2014, Boeing mengatakan bahwa program modernisasi CH-47F/ MH-47G yang berlangsung, meliputi campuran pesawat remanufaktur dan baru, yang memastikan helikopter rotor tandem ini tetap berada di armada Angkatan Darat hingga setidaknya 2030-an. Chinook telah melayani angkatan bersenjata lebih dari 19 pelanggan internasional dan tampil dalam layanan komersial di seluruh dunia. (Moh Khory Alfarizi)

Lanud Adisutjipto Terima Kunjungan Delegasi TNI AU- ROKAF dalam Agenda Airman to Airman Talks


Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Bob H. Panggabean dan didampingi sejumlah pejabat Lanud Adisutjipto lainnya di Ruang VIP Base Ops, menerima kunjungan Delegasi Airman to Airman Talks dari TNI AU dan Royal Korean Air Force (ROKAF), Senin (28/10). Di Ruang VIP delegasi juga mendapat penjelasan tentang keberadaan dan tugas Lanud Adisutjipto serta Sekolah Penerbang TNI AU, serta menyaksikan video profil Lanud Adisutjipto.
 Kunjungan Delegasi TNI AU- ROKAF
 Kunjungan Delegasi TNI AU- ROKAF  
Delegasi TNI AU dipimpin oleh Asops Kasau Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono, S.E., M.M., dan Delegasi ROKAF dipimpin oleh Major General Jong Tae Choi Deputy Chief of Staf for Plans and Management ROKAF yang akan melaksanakan forum diskusi di Jakarta dan Yogyakarta.
Danlanud Adisutjipto dalam penerimaannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada segenap delegasi dan ungkapan kebanggaannya bahwa Delegasi Airman To Airman Talks dari TNI AU dan ROKAF dapat mengunjungi Lanud Adisutjipto. “Kunjungan ini dapat menjadi sarana mempererat kerjasama kedua negara serta sebagai sarana tukar menukar informasi dan wawasan yang berkaitan dengan kegiatan Sekolah Penerbang di Indonesia dan Korea,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Delegasi ROKAF juga mengungkapkan kebanggaannya dapat berkunjung dan melihat secara langsung tempat pendidikan sekbang di Lanud Adisutjipto. Harapannya kedepan dapat menjalin kemitraan diantara Indonesia dan Korea terutama dalam bidang pertahanan melalui ajang Airman To Airman Talks.
Usai courtessy call, kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke Wingdikterbang, disambut oleh Danwingdikterbang serta segenap instruktur di shleter pesawat latih KT-1 B Woong Bee dan pesawat Grob.(Pen Lanud Adi)

Satsel Koarmada II Gelar Latihan Penyelamatan Kapal Selam


Sebagai upaya antisipasi terhadap terjadinya kebocoran dan kebakaran di kapal, Satuan Kapal Selam Koarmada II menggelar Latihan Penyelamatan Kapal Selam TA 2019, bertempat Auditorium Puslat Kaprang Koarmada II. Senin (28/10)
Latihan Penyelamatan Kapal Selam
Latihan Penyelamatan Kapal Selam 
Komandan Satsel Koarmada II Kolonel Laut (P) M. Iwan Kusuma, S.E. membuka langsung latihan Penyelamatan Kapal Selam yang diikuti sekitar 278 peserta yang berasal dari beberapa kotama TNI AL, antara lain Pushidrosal, Puspenerbal, Lakesla, Diskes Koarmada II, dan satuan kapal di Koarmada II. Menurut rencana para peserta akan mengikuti latihan hingga Kamis (7/11).
Dalam sambutan tertulis Panglima Koarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E.,M.M. yang dibacakan oleh Dansatsel mengatakan bahwa salah satu upaya untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan dan profesionalisme prajurit adalah melalui pelatihan.
Dimana latihan ini, lanjut Pangkoarmada II merupakan suatu langkah atau tahapan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit sekaligus untuk mengukur kemampuan, kesiapan operasional unsur-unsur TNI AL dan keterpaduan antar satuan serta untuk menguji doktrin pelaksanaan suatu operasi.
“Laksanakan latihan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab, pahami pengetahuan dasar tentang penyelamatan kapal selam bagi seluruh ABK kapal selam, bangun hubungan kerjasama dan kebersamaan antar sesama peserta latihan, ikuti prosedur standar operasi yang benar sehingga tahapan-tahapan latihan dapat berjalan dengan lancar dan aman guna mewujudkan zero accident,” tegas Pangkoarmada II.
Selama dua minggu kedepan para peserta akan mendapat materi baik teori maupun praktek berupa drill kering, sebelum mencapai puncaknya berupa manuver lapangan menggunakan kapal selam dan kapal unsur lainnya.(Dinas Penerangan Koarmada II)

Mengenal Tactical sniper rifle TSVL-8 “Stalingrad” Dengan Jangkauan 1,5 Kilometer


Pada awal bulan ini, Lobaev Arms meluncurkan senapan runduk Stalingrad TSVL-8 berlaras pendek selama pameran senjata di Moskow, Rusia. Senjata ini dirancang untuk operasi khusus melawan militan di Suriah.
Tactical sniper rifle TSVL-8 “Stalingrad”
Tactical sniper rifle TSVL-8 “Stalingrad” 
Pasukan khusus pertama kali menjajal senjata itu setahun sebelumnya selama uji coba tertutup di pinggiran kota Moskow. Senjata itu diharapkan kelak menggantikan senapan-senapan runduk yang kini digunakan pasukan khusus (beberapa di antaranya buatan asing).
“Kami berupaya membuat senjata untuk amunisi Lapua Magnum 0,338 mm untuk menyerang target pada jarak 1,5 km. Senapan yang baru harus lebih ringan dan lebih pendek daripada model yang ada sekarang karena senapan besar tidak cocok untuk operasi pendaratan dan di ruang sempit,” kata Kepala Insinyur Lobaev Arms Yuri Sinichkin kepada Russia Beyond.
Keperluan Tempur
Para perancang memutuskan untuk memendekkan laras menjadi 500 mm dan mengurangi jarak antara ulir senapan di dalam laras untuk “memutar” peluru 300 gram hingga kecepatan 1 km/s. Hasilnya, senapan berbobot kurang dari 5 kg dan mampu mengenai musuh pada jarak hampir 2 km.
“Jangkauannya tergantung pada kemampuan si penembak. Misalnya, di Chechnya, para prajurit bisa menjatuhkan target pada jarak 1,74 km dengan TSVL-8. Itu cukup bagus karena jangkauan tembak yang tertera adalah 1,5 km,” tambah sang kepala insinyur.
Namun, para perancang tak melihat TSVL-8 sebagai pengganti potensial bagi senapan runduk infanteri SVD yang sudah usang, yang rencananya segera ditarik oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
“Tak perlu berkubang di lumpur atau melakukan pertempuran terbuka di medan perang, karena keduanya merupakan bagian dari tugas infanteri. Senjata ini dirancang untuk pasukan khusus yang perlu melenyapkan musuh di tempat persembunyiannya dalam hitungan detik,” kata Sinichkin.
Meski Lobaev Arms berencana memasok senapan mereka ke pasar luar negeri, perusahaan itu tak secara spesifik menyebutkan negara mana yang dimaksud.
“Kami dapat mengirimkannya ke pelanggan mana pun di mana saja, termasuk negara-negara Asia atau NATO. Mereka hanya perlu mengurus perizinan ekspor dari Rusia,” kata juru bicara perusahaan.
Menurut para insinyur Lobaev Arms, dibandingkan dengan senapan runduk Eropa lainnya, seperti Steyr Mannlicher, senjata mereka lebih ringan. Di sisi lain, tolak balik atau rekoil TSVL-8 jauh lebih kecil daripada pesaing-pesaingnya. Apalagi, senapan ini dapat menembakkan tiga peluru 14,5 mm pada jarak 100 m.
“Sebagai perbandingan, pada jarak itu, Steyr Mannlicher menembakkan tiga peluru 35 mm. Sederhananya, aimcone (senapan Austria itu) lebih besar sehingga kemungkinan melesetnya lebih tinggi,” jelas sang insinyur (Nikolay Litovkin)

Rusia Kerahkan Sistem Rudal S-300 di Dekat Afghanistan


Militer Rusia untuk pertama kalinya mengerahkan sistem rudal surface-to-air S-300 di pangkalan militernya di dekat Afghanistan. Pengerahan senjata itu diumumkan Kementerian Pertahanan setempat hari Senin.
Sistem Rudal S-300
Sistem Rudal S-300  
Rusia mempertahankan pasukan di pangkalan militernya di Tajikistan—bekas Uni Soviet—dekat perbatasan Afghanistan, sebagai benteng melawan ancaman kelompok radikal dan perdagangan narkoba. Sedangkan Amerika Serikat (AS) mengirim 13.000 tentara di Afghanistan sebagai bagian dari misi dukungan yang dipimpin NATO.
Militer Rusia mengaku telah mengirim satu batalion yang terdiri dari 30 peluncur dan kendaraan militer lain dari Rusia tengah ke pangkalan di Tajikistan untuk melindungi pangkalan itu dari serangan. Sedangkan pengerahan sistem rudal S-300PS bertujuan untuk memberikan kemampuan pertahanan udara secara luas bagi wilayah Asia Tengah.
"Ini adalah sistem rudal (S-300) pertama yang akan berada di perbatasan dengan Afghanistan, di mana pasukan koalisi internasional (yang dipimpin AS) aktif," kata sumber militer Rusia yang tidak disebutkan namanya kepada situs berita RBC, yang dikutip Selasa (29/10/2019).
Channel Zvezda yang dikelola Kementerian Pertahanan Rusia merilis video peralatan sistem rudal S-300 yang dimuat dan diangkut ke Tajikistan dengan kereta api.
Rusia dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan perannya sebagai mediator kekuasaan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.
Pasukan koalisi yang dipimpin AS menggulingkan Taliban di Afghanistan pada tahun 2001, tetapi kelompok itu telah melakukan serangan hampir setiap hari dan dapat mengendalikan atau merebut distrik-distrik di hampir setengah dari wilayah negara tersebut.
Pembicaraan yang diadakan Moskow antara Taliban dan politisi Afghanistan menggarisbawahi meningkatnya peran yang dimainkan Rusia di Afghanistan, beberapa dekade setelah pasukan Soviet menarik diri dari negara itu.
Rusia juga telah meningkatkan pengiriman sistem rudal S-300 dan S-400 di seluruh dunia, termasuk ke China, Iran, Mesir, Turki, dan Suriah.
S-300 adalah keluarga sistem pertahanan udara yang mampu melibatkan target udara, mulai dari helikopter hingga rudal jelajah dan balistik. Radarnya dapat mendeteksi target sejauh 150 kilometer, sistem itu mampu meluncurkan satu rudal setiap tiga detik.(Muhaimin)

TNI AU Borong Dua Skadron F-16 Viper Tahun 2020-2024


Kepala Staf Angkatan Udara RI, Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyatakan wilayah udara Ibu Pertiwi akan diperkuat dengan pesawat anyar super canggih dari Lockheed Martin, F-16 Block 72 Viper yang rencananya akan didatangkan bertahap pada rencana strategis 2020 hingga 2024.
F-16 Viper
F-16 Viper 
"Insya Allah kita akan beli dua Skadron di Renstra berikutnya 2020 sampai 2024. Kita akan beli tipe terbaru Block 72 Viper," kata Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin (28/10).
la mengambahkan jika hingga saat ini, Indonesia masih mengandalkan pesawat F-16 yang merupakan pesawat tempur favorit di dunia. Yuyu mengakui saat ini terdapat 33 unit F-16 Fighting Falcon yang masih menjadi salah satu senjata utama Angkatan Udara.
Burung-burung besi itu menyebar di dua Skadron yakni Skadron udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru serta Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Jawa Timur. Ke depan, dia mengemukakan Indonesia masih akan mengandalkan F-16 sebagai penjaga birunya langit Indonesia, yakni dengan mendatangkan jenis terbaru Block 72 Viper.
"Mudah-mudahan 1 Januari 2020 diproses sehingga bisa menambah kekuatan kita. Kalau kita memiliki itu berarti kita termasuk memiliki F-16 tercanggih," ujarnya.
Menjadikan F-16 sebagai pesawat tempur andalan bukan tanpa alasan. Yuyu mengungkapkan jika populasi pesawat jenis F-16 itu mencapai 3.000 unit lebih dan digunakan oleh banyak negara di dunia. Selain itu, sejumlah operasi militer juga berhasil dilakukan dengan menggunakan pesawat asal negeri Paman Sam tersebut.
"Banyaknya yang menggunakan dan banyaknya populasi tentunya keandalan pesawat ini sangat baik," tambahnya.
Selain mengandalkan F-16 dan rencana mendatangkan jenis Block 72 Viper, Yuyu juga menekankan bahwa TNI AU turut akan mendatangkan pesawat jenis Sukhoi 35 dari Rusia. "Selain itu, juga kita akan ditemani pesawat dari timur, Sukhoi 35 juga sedang proses," urainya.
F-16 Block 72 Viper adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi Lockheed Martin. F-16 Fighting Falcon merupakan salah satu pesawat tempur yang paling laris dan battle proven di dunia.
ndonesia bisa dibilang menjadi operator mula-mula F-16 Fighting Falcon ini di ASEAN, melalui program pengadaan dengan sandi Peace Bima Sena I pada dasawarsa '90-an. Lompatan teknologi pertahanan udara dilaksanakan Indonesia saat itu secara baik dan mulus. (Pewarta: Anggi Romadhoni, Editor: Hendra Agusta.)

Vityaz, Senjata Pilihan Unit Pasukan Khusus dalam Pertempuran Perkotaan


Senapan otomatis modern AK dan M-16 yang biasa kita lihat di film-film laga memang cocok untuk pertempuran di medan terbuka, tetapi tidak di daerah perkotaan. Karena itu, alih-alih menggunakan AK-74 yang terkenal, unit pasukan khusus perkotaan dipersenjatai pistol mitraliur (submachine gun) Vityaz dengan peluru 9 mm yang diakui secara internasional.
Submachine Gun Vityaz
Submachine Gun Vityaz  
Pistol Mitraliur vs Senapan Serbu
Senapan AK pasukan khusus kaliber 5,45 x 39 mm adalah senjata yang mematikan — pelurunya bisa menembus tubuh manusia (dan bahkan dinding). Artinya, senjata itu bisa saja mengenai warga sipil yang tak sengaja terjebak di lokasi pertempuran.
Selain itu, peluru AK kaliber 5,45 x 39 mm sangat rentan memantul, sehingga menambah risiko yang tak perlu saat beroperasi di dalam bangunan.
Karena itu, Rusia mengembangkan “MP5-nya” sendiri (keluarga pistol mitraliur keluaran perusahaan senjata Jerman Heckler & Koch pada 1960-an -red.) untuk unit pasukan khusus perkotaan — pistol mitraliur Vityaz dengan peluru pistol 9 x 19 mm.
Senjata ini memakai selongsong peluru 9 x 19 mm dan bisa menggunakan berbagai macam amunisi, baik buatan Rusia maupun asing. Dengan begitu, senjata tersebut tak menutup kemungkinan untuk digunakan oleh unit-unit NATO.
Terlebih lagi, senjata itu memiliki magazen berisi 30 peluru yang bisa dilepas. Yang menarik, pistol mitraliur Vityaz dilengkapi dengan dua magazen yang bisa digabungkan dengan perangkat pengikat khusus.
Apalagi, berat senjata itu cuma sekitar 3 kg dan panjangnya hanya 46 cm dengan popor (stock) lipat (dan sekitar 70 cm bila diperpanjang). Senjata itu memiliki panjang laras 23 cm, yang, jika dikombinasikan dengan amunisinya, bisa menyasar target secara efektif hingga 100 meter.
Yang jelas, senjata api yang menggabungkan kemampuan menembak otomatis senapan mesin dengan amunisi pistol itu tetap mempertahankan karakteristik kecepatan tembakan keluarga AK — 750 peluru per menit.
Pistol mitraliur Vityaz menggunakan metode semburan ke belakang (blowback) otomatis ketika ditembakkan dari bolt yang tertutup. Laju tembakan pun cukup halus. Jika sewaktu-waktu terjadi malfungsi, senjata itu sepenuhnya bisa menggunakan amunisi berkualitas rendah. (Igor Rozin)

Helikopter Serang AH-64 Apache dan CH-47 Chinook AD AS Terlibat dalam Penyerbuan Abu Bakr al Baghdadi


Pasukan komando khusus Amerika Serikat melakukan penyerbuan terhadap pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi dengan menggunakan helikopter AH-64 Apache dan CH-47 Chinook setelah diintai oleh Badan intelijen CIA, demikian dikutip New York Times, Minggu, 27 Oktober 2019.
Sekitar tengah malam hari Sabtu, 26 Oktober 2019, delapan helikopter Amerika, AH-64 Apache dan CH-47 Chinook, lepas landas dari pangkalan militer dekat Erbil, Irak. Dengan terbang rendah dan cepat untuk menghindari deteksi, helikopter melintasi perbatasan Suriah.
Chinook USAF
Chinook USAF 
AH-64 Apache adalah sebuah helikopter tempur yang bisa digunakan untuk semua keadaan cuaca. Ia dikendalikan oleh dua awak dan persenjataan utamanya adalah sebuah meriam rantai M230 30mm yang terletak di bawah moncong.
Helikopter ini juga bisa membawa kombinasi persenjataan lain seperti AGM-114 Hellfire dan roket Hydra 70 di pangkal sayap. AH-64 Apache adalah helikopter serbu untuk Angkatan Darat Amerika Serikat dan merupakan pengganti dari helikopter serang AH-1 Cobra.
Ah-64 Apache dirancang oleh perusahaan Hughes Helicopters untuk merespon program Helikopter Serbu (HPT) Angkatan Darat AS. Firma McDonnell Douglas kemudian membeli Hughes Helicopters dan melanjutkan pembangunan helikopter ini. Pembangunan helikopter ini telah menghasilkan helikopter AH-64D Apache Longbow yang kini dikeluarkan oleh Boeing Integrated Defense Systems.
Sebelum diterjunkan menyerang pimpinan ISIS, helikopter AH-64 di antaranya pernah beraksi dalam operasi-operasi invasi Amerika Serikat ke Panama 1989, Perang Teluk, Afghanistan, dan Irak.
Pasukan TNI juga menggunakan helikopter AH-64E Apache Guardian yang merupakan heli varian terbaru buatan Boeng ini sebagai helikopter tempur.
Bagaimana spesifikasi helikopter CH-47 Chinook? Helikopter angkut garapan Boeing itu memiliki dua mesin turboshaft GE Aviation T408, yang masing-masing menghasilkan 7.500shp (5.600kW). Namanya, Chinook, berasal dari penduduk asli Chinook Amerika di negara bagian Washington modern.
Turbin GE T408 memiliki 2.500shp lebih dari mesin helikopter Honeywell T55. Mesin tersebut bersertifikat dan diinstal pada helikopter Korps Marinir AS (USMC) yang akan datang, Storsion King Sikorsky CH-53K. Boeing menolak untuk mengatakan apa model Chinook berfungsi sebagai platform uji untuk uji mesin.
Helikopter bongsor ini melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 170 knot, Chinook memiliki jangkauan 400 mil laut dan dapat mencapai ketinggian lebih dari 5.400 meter. Kemampuan kinerjanya yang sangat tinggi telah menjadi faktor pendukung penting di wilayah pegunungan Afghanistan.
Dengan panjang 15,8 meter dan tinggi 5,4 meter, pesawat ini lepas landas dengan beban 22,6 ton dan bisa mengangkut 11,7 ton. Selain itu, pesawat bisa memasang setidaknya tiga senapan mesin, satu dari masing-masing jendela dan lainnya dari lubang kargo belakang.
Pada saat penyerangan Abu Bakr al Baghdadi, helikopter tempur Apache menggempur markas persembunyian pemimpin ISIS itu dari atas, sementara pasukan komando diturunkan dari helikopter Chinook, menyerbu melewati pintu depan, sambil waspada terhadap jebakan, sebelum menghancurkan salah satu dinding kompleks.
Dalam penerbangan 70 menit itu, helikopter mendapat tembakan dari darat secara sporadis, sebelum sampai ke daerah Barisha di utara kota Idlib, di Suriah barat. Tepat sebelum mendarat, helikopter dan pesawat tempur lainnya mulai menembaki kompleks bangunan, menyediakan perlindungan bagi pasukan komando Delta Force dan anjing-anjing militer mereka untuk turun ke zona pendaratan.
Pasukan komando Delta Force, dihujani tembakan, memasuki kompleks, tempat mereka menembak sejumlah orang. Ketika tim Delta Force membobol tembok dengan bahan peledak, seorang ahli bahasa Arab menasihati anak-anak dan non-milisi lainnya bagaimana melarikan diri, seorang komandan dipercaya mengamankan 11 anak-anak al Baghdadi di kompleksnya.
Al Baghdadi berlari ke terowongan bawah tanah dan dikejar pasukan komando Amerika. Presiden Trump mengatakan bahwa pemimpin ISIS membawa tiga anak bersamanya, mungkin untuk digunakan sebagai perisai manusia dari tembakan Amerika. Khawatir bahwa al-Baghdadi mengenakan rompi bunuh diri, pasukan komando mengirim seekor anjing militer untuk melumpuhkan al Baghdadi, kata Trump. (Moh Khory Alfarizi)

China Pamerkan 4 Drone Serang Baru, Bisa Angkut Aneka Rudal Seberat 700 Kg


Industri Penerbangan China AVIC memperkenalkan drone tempur terbarunya, seri Harrier dan Cloud Shadow. Perusahaan milik negara itu, memamerkan Harrier I, II dan III serta Cloud Shadow dalam pameran Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat di Changchun, provinsi Jilin, 21 Oktober 2019.
Drone seri Harrier dan Cloud Shadow China
Drone seri Harrier dan Cloud Shadow China 
Sebelumnya, drone China yang cukup populer adalah Wing Loong. Setidaknya AVIC mengklaim berhasil menjual 100 unit Wing Loong I ke luar negeri dengan Serbia sebagai pembeli terbaru senjata mematikan ini. Wing Loong II juga telah mengumpulkan setidaknya satu kontrak asing, yang digambarkan AVIC sebagai "sangat besar".
Dikembangkan dan dibangun oleh Guizhou Aircraft Corp dari AVIC, Harrier I siap untuk produksi dan penjualan massal, sedangkan Harrier II dan III masih menjalani pengujian di Guizhou Aircraft.
AVIC mengatakan Harrier I memiliki berat lepas landas maksimum 700 kilogram dan dapat membawa hingga 100 kg alat pengintai untuk meninjau situasi medan perang atau menilai hasil serangan udara. Drone bisa mengudara selama 16 jam.
Harrier II, yang melakukan penerbangan perdananya pada Juli 2018, memiliki berat lepas landas maksimum 1,28 metrik ton, termasuk 400 kg rudal, bom, atau peralatan pengintaian. Drone dapat beroperasi selama 32 jam dalam satu penerbangan.
Model terbaru dan terbesar dalam seri ini, Harrier III, menampilkan struktur sayap-delta dengan berat lepas landas maksimum 2 ton. Pesawat ini mampu membawa 700 kg senjata dan instrumen dan melakukan operasi 24 jam. Pesawat tanpa awak ini juga dapat dimodifikasi untuk digunakan di kapal.
AVIC mengatakan semua model Harrier dapat diadaptasi untuk melaksanakan operasi sipil seperti survei geologi, pemantauan kebakaran hutan, dan penyelundupan.
Cloud Shadow, yang dikembangkan oleh AVIC Chengdu Aircraft Industry untuk pasar luar negeri, memiliki berat lepas landas maksimum 3 ton dan kecepatan tertinggi 620 kilometer per jam.
Drone dapat membawa lebih dari 400 kg rudal, roket dan bom, menurut informasi yang diterbitkan oleh AVIC. Pesawat tanpa awak ini bisa terbang di atas ketinggian 12 ribu meter.
Wang Yanan, pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge, mengatakan AVIC tampaknya ingin menawarkan lebih banyak pilihan kepada calon pembeli yang mencari drone serbaguna dengan harga terjangkau.
"Drone militer China telah mendapatkan reputasi yang baik di pasar luar negeri berkat kemampuannya yang dapat diandalkan dan kinerja tempurnya," katanya.(Herru Sustiana)

Radar Acak