FCAS, Jet Tempur Siluman Masa Depan Eropa


Mimpi Prancis, Jerman dan Spanyol mempunyai jet tempur siluman produksi sendiri mulai tampak nyata, setelah sempat tersendat-sendat. Masalah di awal perjalanan pembentukan Future Combat Air System atau FCAS terganggu oleh ketidaklancaran kerjasama penyiapan mesinnya.
Future Combat Air System atau FCAS
Future Combat Air System atau FCAS  
Namun pabrikan Prancis Safran dan mitranya dari Jerman MTU Aero Engines dilaporkan mencapai kesepakatan pada mesin untuk jet tempur masa depan yang dikembangkan oleh Perancis, Jerman dan Spanyol itu, demikian dilaporkan laman Aerotime.aero, 28 November 2019.
Setelah pengembangan awal yang dipimpin oleh Safran, kedua perusahaan akan membuat usaha patungan untuk sertifikasi dan produksi.
Proyek FCAS sebelumnya diumumkan oleh pembuat jet Prancis, Dassault, Juni 2019. Ini adalah jet tempur generasi keenam, yang dirancang bersama raksasa pesawat Eropa Airbus, dan dijadwalkan terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2026, demikian dikutip Popular Mechanics, baru-baru ini. Maket jet tempur sudah diluncurkan di Paris Air Show, pada saat Juni 2019 lalu.
Jet ini memiliki kanopi gelembung tinggi, menjanjikan visibilitas yang sangat baik kepada pilot. Pesawat memiliki dua mesin dan intake udara gaya F-35. FCAS tampaknya memiliki formasi yang meningkatkan volume interior pesawat dan memungkinkan lebih banyak ruang untuk bahan bakar dan senjata.
FCAS juga tampak seperti memiliki satu set stabilisator sudut rendah menggantikan tradisional, horizontal dan vertikal stabilizer terpisah, membuat pesawat lebih tersembunyi. Pesawat ini dipastikan akan menjadi satu-satunya jet dengan satu kursi.
Sebuah mockup kokpit, yang diposting di Twitter, tampaknya menunjukkan layar digital yang mengambil hampir seluruh ruang di depan pilot, memberikan banyak pandangan seperti peta. Kepala Biro London untuk Aviation Week & Space Technology Tony Osbourne mengatakan mockup FCAS terlihat 1/3 atau 1/4 lebih besar dari Rafale, jet tempur Prancis.
Sebagai jet tempur generasi keempat, Rafale membawa semua senjatanya serta beberapa bahan bakarnya atau peralatan khusus secara eksternal di sayap dan badan pesawat. Namun, pesawat tempur siluman dirancang membawa perlengkapan semacam itu untuk mempertahankan bentuk sehingga bisa anti-radar.
FCAS juga akan memiliki kemampuan untuk membawa senjata nuklir. Versi Perancis akan membawa rudal nuklir ASMP atau penggantinya. Sementara Jerman dan negara-negara NATO lainnya mungkin akan mensyaratkannya untuk bisa membawa bom nuklir B-61-12 Amerika  terbaru.
FCAS akan memungkinkan negara-negara Eropa untuk melompati jet generasi kelima ketika mereka menggantikan jet generasi keempat Tornado dan Eurofighter. Jet generasi kelima memperkenalkan sistem siluman, menggabungkan data sensor ke dalam gambar yang koheren dari medan perang, dan kemampuan terbang di atas kecepatan suara.
Kemampuan jet generasi keenam umumnya tidak terdefinisi dengan baik, tapi dua kemampuan FCAS, kemampuan mengendalikan pesawat pengangkut jarak jauh dan kembali ke jaringan berbasis cloud untuk berkomunikasi, mengirim, dan mengambil data.(Moh Khory Alfarizi)

Militer Rusia Dipasok Lebih dari 150 Peluncur Rudal Yars


Pasukan Rudal Strategis (SMF) Rusia telah menerima lebih dari 150 peluncur rudal balistik Yars tercanggih. Hal itu disampaikan komandan SMF Kolonel Jenderal Sergei Karakaev dalam sebuah wawancara dengan surat kabar militer setempat yang diterbitkan Jumat (29/11/2019).
Peluncur Rudal Yars
Peluncur Rudal Yars  
"Sampai hari ini, pasukan kami telah menerima lebih dari 150 peluncur untuk rudal baru dan telah mulai bekerja dengan mereka," kata Karakaev dalam wawancaranya dengan surat kabar Krasnaya Zvezda.
Menurutnya, SMF dipasok 20 peluncur untuk sistem rudal baru setiap tahun. Dia menambahkan bahwa 18 resimen rudal telah dilengkapi dengan sistem Yars yang baru.
Karakaev mengatakan SMF saat ini mengoperasikan sekitar 200 peluncur mobile untuk rudal balistik antarbenua (ICBM) dan sekitar 200 peluncur stasioner. Karakaev berpendapat bahwa SMF berencana untuk menjaga keseimbangan antara komponen mobile dan stasionernya dan tidak berencana untuk memprioritaskan peluncur seluler di masa depan.
Pada hari Kamis militer Rusia berhasil melakukan uji tembak ICBM Topol dari lapangan tembak Kapustin Yar di wilayah Astrakhan. Kementerian Pertahanan setempat mengatakan hulu ledak misil itu menghantam target simulasi di Kazakhstan.
"Pada 28 November 2019...kru tempur Pasukan Rudal Strategis menembakkan rudal balistik antarbenua Topol," kata kementerian itu.
Topol-M adalah sistem rudal balistik antarbenua strategis yang dikembangkan pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Misil ini biasanya membawa hulu ledak 800 kt, yang memiliki kekuatan destruktif 800.000 ton TNT itu 40 kali kekuatan destruktif bom atom yang diledakkan di Nagasaki, Jepang pada tahun 1945. (Muhaimin)

China: Kapal Perang AS di Laut China Selatan Merusak Perdamaian


Pemerintah China mengecam keras pengiriman kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan. Menurut Beijing, kehadiran kapal tersebut telah merusak perdamaian regional.
"Tindakan kapal perang AS di Laut China Selatan merusak perdamaian regional dan sangat memprovokasi," kecam juru bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang, dalam konferensi pers di Beijing, hari Kamis yang dilansir Xinhua, Jumat (29/11/2019).
 USS Gabrielle Giffords
 USS Gabrielle Giffords  
Pada 20 November, kapal perang USS Gabrielle Giffords milik Angkatan Laut AS dengan sengaja memasuki perairan yang berdekatan dengan beberapa pulau dan terumbu karang di Kepulauan Nansha tanpa izin pemerintah China. Pada 21 November pagi hari, kapal perusak USS Wayne Me Meyer memasuki perairan teritorial Kepulauan Xisha juga tanpa izin China.
Ren mengatakan pengiriman kedua kapal perang itu sebagai tindakan provokasi yang sangat berbahaya. "Amerika Serikat adalah pelanggar hukum dan aturan internasional, pengganggu perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan!," katanya.
"Penghancur kehidupan dan keselamatan prajurit garis depan baik China maupun Amerika, dan pembuat masalah bagi hubungan China-AS dan ikatan militer. Tentara China akan selalu mengambil cara yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, dan menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan," kata Ren.
Baru-baru ini, Menteri Pertahanan kedua negara bertemu di forum pertemuan para Menteri Pertahanan di Bangkok, Thailand. Ren mengatakan ikatan militer Washington-Beijing secara umum tetap stabil.
"Kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang tepat untuk China dan Amerika Serikat. Kami berharap pihak AS dapat bekerja ke arah pihak China, mematuhi orientasi keseluruhan non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati dan win-win cooperation, memperkuat strategi komunikasi, memperdalam kerja sama pragmatis dan menangani perbedaan dengan tepat untuk secara efektif membuat ikatan militer bilateral menjadi jangkar hubungan bilateral," papar Ren.
Pentagon selama ini bersikeras akan tetap melakukan patroli kapal perang dan pesawat tempur di perairan dan wilayah udara internasional di wilayah mana pun yang diperbolehkan hukum internasional. (Muhaimin)

Gendong Satelit Militer Rahasia, Rusia Luncurkan Roket Soyuz


Rusia akhirnya meluncurkan roket Soyuz 2.1v miliknya. Peluncuran tersebut dilakukan pada Senin lalu. Roket ini membawa satelit rahasia militer Rusia, yang dirancang untuk memantau satelit lain di luar angkasa.
Rusia Luncurkan Roket Soyuz
Rusia Luncurkan Roket Soyuz 
Soyuz diluncurkan dari Plesetsk Cosmodrome, sekitar 800 kilometer ke utara Moskow. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, peluncuran berlangsung pada pukul 20.52 waktu setempat.
"Pesawat ruang angkasa ini dilengkapi dengan optik khusus, yang memungkinkan untuk mengambil gambar permukaan Bumi"€ kata Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip dari Room EU, Kamis (28/11/2019).
Otoritas Rusia memilih untuk tidak mengumumkan muatan yang dibawa oleh Soyuz. Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, juga enggan mengumumkan nama satelit itu. Namun, mereka mengeluarkan peringatan tentang wilayah mana saja yang berpotensi terkena jatuhnya potongan-potongan Soyuz, saat melewati setiap tahap peluncuran.
Dalam pemberitahuan tersebut, lalu lintas udara seperti pesawat terbang, dilarang melintas di lautan Arktika yang berada di utara Semenanjung Kola, dan sekitar wilayah selatan Kepulauan Spitsbergen.
Soyuz mungkin bukan satu-satunya satelit Rusia yang berangkat untuk mengemban misi klandestin. Menurut situs Russian Space Web, terlihat kesamaan dari beberapa satelit yang diluncurkan sebelumnya dalam proyek Nivelir.
Proyek Nivelir secara resmi mulai bergulir pada September 2011. Sejak saat itu, setidaknya ada empat satelit yang telah diluncurkan. Yakni Cosmos-2491 yang diluncurkan pada 2013, Cosmos-2499 pada 2014, Cosmos-2504 pada 2015, dan terkahir Cosmos-2519 yang diluncurkan bersama roket Soyuz 2.1v pada 23 Juni 2017. (Fikri Kurniawan)

India Sukses Uji Coba Rudal Supersonik BrahMos di Laut Arab


India telah melakukan uji coba rudal supersonik buatannya termasuk sistem propulsi, airframe, dan power supply. Uji coba ini dilakukan dengan latar belakang meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan terkait wilayah Kashmir yang disengketakan.
Uji Coba Rudal Supersonik BrahMos di Laut Arab
Uji Coba Rudal Supersonik BrahMos di Laut Arab 
Dikutip dari Sputnik, Jumat (29/11/2019), Angkatan Laut India berhasil menguji coba rudal jelajah supersonik BrahMos dari sebuah kapal perang di Laut Arab pada Kamis waktu setempat.
Dikembangkan bersama Rusia, rudal BrahMos yang serba guna diuji sebagai bagian dari misi uji coba rutin. Rudal itu adalah salah satu dari jenisnya dan menggunakan kombinasi mesin booster dan ramjet berbahan bakar cair yang memberikan kecepatan supersonik.
Untuk panduan selama meluncur, BrahMos menggunakan kombinasi G3 yaitu GPS Amerika, Gagan India, dan sistem Glonass Rusia untuk akurasi.
Peningkatan jangkauan rudal menjadi mungkin setelah induksi India ke dalam Rezim Kontrol Teknologi Rudal pada tahun 2016. Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India telah mengklaim bahwa versi lain dari rudal dengan jangkauan serangan hingga 800 km sedang dalam pengembangan.
Angkatan Udara India juga melakukan dua tes rudal permukaan-ke-permukaan BrahMos dari peluncur-peluncur mobile di Kepulauan Andaman dan Nicobar pada bulan Oktober lalu. Angkatan Udara India mengklaim bahwa rudal tersebut telah mengenai sasarannya dengan akurasi di Pulau Trak, bagian dari Kepulauan Andaman dan Nicobar.
Ilmuwan pertahanan India melakukan serangkaian uji coba rudal berkemampuan nuklirnya, seperti rudal jelajah supersonik Agni 2, Prithvi, dan BrahMos. Sementara militer Pakistan melakukan uji coba rudal Shaheen 1 dan rudal balistik permukaan ke udara lainnya.
Uji coba datang dengan latar belakang baku tembak yang terus-menerus terjadi di perbatasan India-Pakistan selama tiga bulan terakhir setelah New Delhi mencabut status khusus yang diberikan kepada wilayah Kashmir yang disengketakan pada 5 Agustus lalu. (Berlianto)

Sistem Elbit UAV Akan Diproduksi di Kazakhstan Mulai Tahun 2020


Pada 22 November, Kazakhstan Engineering mengumumkan bahwa anak perusahaannya Kazakhstan Aviation Industry akan merakit kendaraan udara tak berawak Israel mulai tahun 2020 dengan target empat sistem per tahun.
UAV Skylark I
UAV Skylark I 
Pengumuman ini adalah lanjutan dari perjanjian sebelumnya dengan Elbit Systems untuk pembelian UAV, Kazakhtan mengoperasikan varian dari I-seri Skylark I-seri Sistem Elbit Systems untuk pengawasan / pengintaian.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan di situs web produsen peralatan pertahanan milik negara Kazakhstan Engineering, UAV yang ditampilkan kemungkinan besar adalah Skylark I-LEX.
Skylark I adalah UAV ringan. UAV ini dirancang sebagai sistem yang penuh dengan manusia untuk pengawasan taktis dan pengintaian. Skylark diluncurkan dengan tangan. Payload terdiri dari CCD siang hari atau FLIR opsional untuk operasi malam hari. Selama operasi, ia mengirim video real-time ke stasiun bumi portabel.

Malaysia Mempertimbangkan 'Pertukaran Pesawat Tempur' dari Rusia


Malaysia telah menerima tawaran dari Rusia untuk menukar sebagian armada pesawat tempur multirole buatan Rusia dengan pesawat tempur baru, Menteri Pertahanan Mohamad Sabu telah mengkonfirmasi di parlemen.
Jet Tempur TUDM
Jet Tempur TUDM 
Sabu mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan tawaran dari Moskow tetapi mengindikasikan bahwa prioritas Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) adalah dalam pengadaan pesawat tempur dengan kemampuan seperti pengawasan dan serangan ringan. Dia juga mengindikasikan bahwa Malaysia tidak akan secara realistis mempertimbangkan untuk membeli pesawat tempur multirole baru sampai setelah tahun 2030.
RMAF saat ini mengoperasikan sekitar 18 pesawat tempur Su-30MKM, yang dikirim dari 2007. Dan baru saja mempensiunkan sejumlah 10 pesawat tempur MiG-29 yang dioperasikan sejak pertengahan 1990-an.
Di parlemen, Sabu ditanya apakah Malaysia "bersedia menerima tawaran pemerintah Rusia untuk mengambil kembali 28 jet" dan "menggantinya dengan pesawat baru buatan (Rusia)". Kesepakatan itu yang dilaporkan mencakup transfer untuk pengadaan pesawat tempur Su-35 atau MiG-35 baru, juga kemungkinan akan terdiri atas imbal dagang dengan minyak kelapa sawit Malaysia.
Sabu menjawab bahwa meskipun akuisisi pesawat tempur multirole "tidak ada dalam rencana Kementerian Pertahanan, itu masih meneliti tawaran pemerintah Rusia".
Sabu menambahkan bahwa sejalan dengan program modernisasi jangka panjang RMAF, pihaknya akan terus memprioritaskan mempertahankan armada Su-30MKM yang ada dan delapan F/A-18 Hornet yang diperoleh pada akhir 1990-an. Prioritas keberlanjutan ini akan berlanjut hingga 2030, katanya.
Sabu menambahkan bahwa prioritas pengadaan jangka dan pendek untuk RMAF termasuk pesawat patroli maritim (MPA), pesawat tanpa awak medium-altitude, long-endurance (MALE) unmanned aerial vehicle (UAV), dan pesawat tempur ringan aircraft/fighter lead‐in trainer (LCA/FLIT) untuk "melengkapi kemampuan dan kesiapan RMAF".(Herru Sustiana-TSM)

Rusia Desak Amerika Serikat Perpanjang Pakta Nuklir yang Berakhir 2021


Rusia secara resmi mengusulkan pada Amerika Serikat (AS) bahwa dua negara memperpanjang traktat kontrol senjata New START hingga lima tahun. Meski demikian, Moskow juga akan menerima perpanjangan yang lebih singkat.
Presiden Rusia dan Amerika Serikat
Presiden Rusia dan Amerika Serikat 
Kesepakatan New START akan berakhir pada Februari 2021 yang merupakan traktat kontrol senjata nuklir terbesar terakhir antara Moskow dan Washington. Traktat itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat mereka kerahkan hingga 1.550.
Rusia memperingatkan awal bulan ini bahwa sudah tidak ada cukup waktu tersisa bagi Moskow dan Washington untuk negosiasi penggantian traktat itu dan waktunya semakin habis untuk menyepakati perpanjangan traktat.
"Kami usulkan pada AS memperpanjang traktat hingga lima tahun sebagaimana diatur di dalamnya, atau jika untuk beberapa alasan itu tidak nyaman bagi pihak AS, maka periode waktu lebih singkat," ungkap Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Ryabkov, dikutip kantor berita RIA.
Ryabkov berkomentar setelah bertemu mitra China. Menurut Ryabkov, perpanjangan dalam waktu lebih singkat tidak akan menjadi hasil terbaik tapi itu lebih baik daripada tanpa perpanjangan.
Presiden AS Donald Trump menjelaskan pada Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2017 bahwa dia berpikir New START adalah kesepakatan buruk bagi AS. Para pejabat AS menyatakan Trump hanya akan memutuskan tahun depan apakah AS akan memperpanjang traktat itu atau tidak.
Traktat itu ditandatangani oleh pendahulu Trump, Barack Obama pada 2010. (Syarifudin)

Posting Seragam Nazi di Instagram, Militer Jerman Minta Maaf


Kementerian Pertahanan Jerman meminta maaf setelah militernya mempostong gambar seragam era Nazi di media sosialnya.
Foto seragam, dilengkapi dengan dua salib besi dan swastika Nazi, muncul di akun Instagram resmi Bundeswehr - sebutan untuk tentara Jerman - pada hari Selasa. Terang saja hal ini memicu reaksi dari sejumlah netizen.
Seragam Nazi
Seragam Nazi 
Gambar seragam itu dilabeli dengan tulisan "retro" berwarna cerah dan dimaksudkan untuk menarik perhatian netizen terkait mode pakaian militer. Namun, sebagian besar netizen menganggap postingan itu tidak pantas mengingat hubungan bersejarah pakaian militer itu dengan Hitler dan Holocaust.
"Seragam dengan swastika tidak pernah hanya mode atau 'retro', tetapi selalu mengingatkan akan kejahatan rezim Nazi," kata Cem Ozdemir dari Partai Hijau Jerman kepada surat kabar Bild.
"Bundeswehr sekarang harus dengan cepat mengklarifikasi bagaimana hal itu diposting," sambungnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (29/11/2019).
Kritik juga digaungkan oleh sejumlah pemimpin politik lainnya. Mantan komandan NATO, Hans-Lothar Domrose, menggambarkannya sebagai sesuatu yang "benar-benar hambar," sementara anggota parlemen Jerman Florian Hahn mengatakan postingan itu seharusnya tidak pernah terjadi, menurut Telegraph.
Permintaan maaf segera dikeluarkan Bundeswehr dan postingan tersebut dihapus.
"Kami memposting gambar seragam Wehrmacht yang digunakan untuk sebuah film. Seragam tersebut dipamerkan di museum sejarah militer kami di Dresden, namun, kami tidak meletakkannya dalam konteks sejarah dan menambahkan keterangan palsu dan tidak pantas," kata juru bicara Bundeswehr dalam sebuah pernyataan.
"Tujuannya adalah untuk menceritakan kisah fotografi tentang pengaruh seragam pada mode selama abad terakhir. Sayangnya, di antara sejumlah besar foto yang kami siapkan, yang ini salah dipublikasikan. Tentu saja, tidak ada yang seharusnya terjadi," sambungnya.
"Ekstremisme dalam bentuk apa pun adalah larangan mutlak di Bundeswehr. Kami sekarang sedang menyelidiki apa yang salah dan bagaimana kami dapat mencegahnya di masa depan. Kami sangat menyesal. Kami sedang berupaya memulihkan kualitas biasa dari apa yang kami bagikan," demikian bunyi pernyataan itu.
Kesalahan langkah itu terjadi pada minggu yang sama ketika merek fashion mewah Spanyol Loewe mengeluarkan permintaan maaf setelah pakaian barunya dikritik karena menyerupai seragam kamp konsentrasi yang dikenakan oleh para korban Holocaust.
Menurut CNN, Loewe meluncurkan desain sebagai bagian dari koleksi William De Morgan dan beberapa item dijual dengan harga lebih dari USD5.000.
Sejak itu merek tersebut telah meminta maaf dan produk tersebut telah dihapus dari situs webnya.
"Kami menarik perhatian setelah salah satu koleksi utama kami yang ditampilkan dalam majalah dan bagian dari seni dan kerajinan perancang kami William De Morgan dapat disalahartikan merujuk pada salah satu momen paling menjijikkan dalam sejarah umat manusia," bunyi pernyataan dari seorang juru bicara Loewe.
"Itu sama sekali bukan niat kami dan kami meminta maaf kepada siapa pun yang mungkin merasa kami tidak peka terhadap kenangan terkutuk. Produk-produk yang ditampilkan telah dihapus dari penawaran komersial kami," begitu bunyi pernyataan itu. (Berlianto)

Kim Jong-un Sangat Puas dengan Uji Coba Rudal Korut


Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengawasi langsung uji coba sistem peluncur ganda roket super besar yang dilakukan negaranya. Ia pun menyatakan sangat puas dengan uji coba itu.
Korut menembakkan dua proyektil jarak pendek ke laut lepas pantai timurnya pada Kamis kemarin. Ini merupakan percobaan terbaru dari beberapa peluncur roket baru setelah tiga tes sebelumnya.
Kim Jong-un
Kim Jong-un  
Kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan, Jong-un mengawasi tes terbaru itu, seperti yang ia lakukan pada tes sebelumnya di bulan Agustus dan September lalu. Ia tidak menghadiri yang uji coba terakhir pada 31 Oktober.
"Tes tembakan voli yang tujuan akhirnya untuk memeriksa aplikasi tempur dari sistem peluncuran roket multi super besar membuktikan keunggulan militer dan teknis dari sistem senjata dan keandalan perusahaan," tulis KCNA.
"Pemimpin Tertinggi menyatakan kepuasan yang besar atas hasil uji coba," sambung laporan itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (29/11/2019).
Uji coba terbaru ini dipandang sebagai pengingat Thanksgiving ke Amerika Serikat tentang batas waktu akhir tahun yang telah ditetapkan Kim Jong-un bagi Washington untuk menunjukkan fleksibilitas dalam perundingan denuklirisasi mereka yang terhenti.
Kim Jong-un telah menetapkan batas waktu hingga akhir tahun untuk memulai pembicaraan dengan Washington, tetapi negosiasi tetap macet setelah pertemuan tingkat kerja bulan lalu gagal.
Korut telah menuntut pencabutan sanksi dan memperingatkan negara itu bisa mengambil "jalan baru." Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa negara itu dapat melanjutkan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang ditangguhkan sejak 2017.
Negosiator nuklir utama AS Stephen Biegun mengatakan pekan lalu batas waktu akhir tahun dibuat-buat, tetapi dapat berarti kembali ke langkah-langkah "provokatif" yang mendahului langkah-langkah diplomasi dalam dua tahun terakhir. (Berlianto)

Amerika Serikat Tolak Pertukaran Tahanan Mantan Marinir yang Ditahan Rusia


Amerika Serikat (AS) menolak saran untuk pertukaran tahanan melibatkan mantan Marinir AS Paul Whelan yang dipenjara di Rusia selama hampir setahun dalam kasus mata-mata. AS menyerukan pembebasannya segera.
Mantan Marinir AS Paul Whelan
Mantan Marinir AS Paul Whelan 
Paul Whelan yang memegang paspor AS, Inggris, Kanada dan Irlandia itu ditahan para agen dari Badan Keamanan Federal Rusia (FSS) di kamar hotelnya di Moskow pada 28 Desember tahun lalu.
Setelah seorang diplomat AS mengunjunginya di penjara pada Rabu (27/11), Kedutaan Besar (Kedubes) AS memprotes kondisi kesehatan Whelan yang turun dan menganggap perlakuan Rusia padanya memalukan. Kedubes AS menyatakan Moskow menolak mengizinkan diplomat membawakannya makan malam Thanksgiving.
Moskow menyatakan Whelan tertangkap basah dengan flash drive komputer berisi informasi rahasia. Whelan menyatakan dia dijebak dan menduga drive yang diberikan oleh seorang kenalan asal Rusia berisi foto-foto liburan.
Dia telah ditahan untuk menunggu proses pengadilan saat para investigator memeriksa kasusnya. Pengacara Whelan awal bulan ini mendesak AS dan negara lain mendorong pertukaran tahanan dengan Moskow agar kliennya dapat bebas.
Namun chargee d’affaires di Kedubes AS di Moskow Julie Fisher menyangkal ada pertukaran tahanan semacam itu. "Tak perlu membahas pertukaran. Tak ada bukti, tak ada kejahatan. Mereka perlu membebaskan dia. Paul belum didakwa dengan kejahatan," papar Fisher setelah mengunjungi Whelan di penjara.
Fisher mengeluhkan kondisi kesehatan Whelan yang menurun dan Rusia menolak mengizinkan dokter luar masuk ke penjara untuk memeriksanya. Whelan juga tidak diizinkan menelpon keluarganya selama 11 bulan ditahan. (Syarifudin)

Menhan Republik Indonesia Kunjungi Galangan Kapal Selam Turki


Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo subianto Bersama delegasi yang menyertainya mengunjungi Pangkalan Komando Angkatan Laut Turki Sekaligus Mengunjungi Pabrik Konstruksi Kapal Selam - Kapal Perang di Golcuk Naval Shipyard dan TCG KINALIADA.Kamis (27/11)
Menhan Republik Indonesia Kunjungi Galangan Kapal Selam Turki
Menhan Republik Indonesia Kunjungi Galangan Kapal Selam Turki  
Menteri pertahanan indonesia melakukan pembicaraan dengan Pihak Angkatan Laut Turki tentang industri Kapal perang dan kapal selam Turki, mereka Menyebut kerja sama militer dengan Turki sangat strategis. Menurutnya, industri persenjataan-pertahanan Turki telah berkembang pesat.khususnya dalam pembangunan kapal perang dan kapal selam.

Boeing akan Membuka Bengkel Perawatan Pesawat di Indonesia


Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa perusahaan produsen pesawat raksasa dunia, yakni Boeing berminat membuka bengkel perawatan pesawat di Indonesia, atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Indonesia.
Hal tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross ketika mengunjungi Indonesia pada 6 November 2019 lalu.
Proses MRO Pesawat Boeing
Proses MRO Pesawat Boeing 
"Dalam rangka kunjungan Secretary Ross ke Indonesia, dalam pertemuan governance to business, beliau juga menyampaikan keinginan adanya kerja sama (dari Boeing), yaitu khususnya dalam industri MRO atau industri reparasi pesawat udara," ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag, Kasan Muhri di kantornya, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Kasan menuturkan, kerja sama yang diajukan Boeing tersebut merupakan salah satu pendongkrak dalam merealisasikan nilai perdagangan Indonesia-A. Nilainya dapat mencapai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 840 triliun (kurs Rp 14.000) sampai 5 tahun mendatang.
"Ini suatu potensi yang menjadi bagian dari road map kita mencapai US$ 60 miliar dalam waktu 5 tahun mendatang," papar Kasan.
Meski bengkel pesawat masuk dalam sektor jasa, namun dalam pelayanannya Boeing akan melakukan impor berbagai produk suku cadang pesawat.
"Meskipun ini kategorinya masuk dalam industri jasa, tapi mana kala komponennya diimpor, pasti transaksinya akan dicatat sebagai transaksi impor barang. Karena kita tahu MRO ini ada services-nya, tapi ada juga goods-nya. Jadi dua-duanya dapat," terang dia.
Kasan membeberkan, dalam mempermudah Boeing membuka bengkel pesawat di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tarif bea masuk 0% untuk impor 27 produk suku cadang pesawat.
"Kita sudah keluarkan paket regulasi yang kaitannya dengan komponen-komponen untuk MRO ini tarif bea masuknya diberikan 0%. Ada 27 cost tarif yang terkait dengan industri MRO, itu dalam paket kebijakan ekonomi sudah diselesaikan," tandas dia.

Jepang: Uji Coba Rudal Terbaru Korut Timbulkan Ancaman Serius


Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan, peluncuran rudal oleh Korea Utara (Korut) merupakan ancaman bagi Jepang dan masyarakat internasional. Dia menuturkan, Tokyo akan melakukan kontak dekat dengan para mitranya untuk memantau situasi.
Uji Coba Rudal Korea Utara
Uji Coba Rudal Korea Utara 
"Beberapa peluncuran rudal oleh Korut adalah tantangan serius, tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga masyarakat internasional," kata Abe dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (28/11/2019).
"Kami akan tetap berhubungan dekat dengan Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan komunitas internasional untuk memantau situasi. Kami akan meningkatkan kewaspadaan kami untuk menjaga keselamatan dan aset rakyat Jepang," katanya.
Sebelumnya, militer rezim Kim Jong-un menembakkan dua proyektil Korut tak dikenal ke arah Laut Jepang, sore ini. Angkatan Laut Jepang menduga proyektil tersebut sebagai rudal.
Kepala Staf Gabungan Militer Korsel belum bisa mengidentifikasi proyektil itu sebagai rudal atau senjata lainnya. "Korut telah melakukan peluncuran proyektil yang tidak dikenal," kata Kepala Staf Gabungan Korsel.
Menurut laporan kantor berita Yonhap, militer Korsel sedang melakukan analisis data terkait aktivitas militer rezim Kim Jong-un tersebut. (Victor Maulana)

AU Afghanistan Terima Lima Tambahan Helikopter MD-530F


Kontraktor pertahanan AS yang berpusat di Arizona, MD Helicopters, Inc., mengumumkan pengiriman batch yang terdiri dari lima helikopter serang ringan Cayuse Warrior MD-530F kepada Angkatan Udara Afghanistan (AAF) pada 22 November lalu. Menurut sebuah pernyataan pers, helikopter serang ringan dikirim ke Kandahar dengan pesawat kargo Boeing 747 pada 27 Oktober dan dirakit kembali untuk dinas aktif dalam waktu sepuluh hari.
Helikopter MD-530F AU Afghanistan
Helikopter MD-530F AU Afghanistan 
Kelima MD-530F adalah bagian dari batch lanjutan sejumlah 30 helikopter yang dipesan oleh Angkatan Darat AS berdasarkan kontrak Foreign Military Sales (FMS) senilai $ 1,4 miliar yang dikeluarkan pada bulan September 2017.
Menurut Departemen Pertahanan AS, kontrak 2017 mensyaratkan “pengadaan perkiraan sejumlah 150 pesawat MD 530F dan layanan dukungan produksi yang meliputi manajemen program, dukungan pengiriman, pelatihan pilot, dan pemeliharaan” hingga September 2022.
Dengan pengiriman terbaru itu, "Helikopter MD telah berhasil memenuhi semua persyaratan IDIQ [Indefinite Delivery, Indefinite Quantity Contracts] Delivery Order 1, dan sejumlah pelatihan dan helikopter tempur MD 530F yang dikirim ke Angkatan Udara Afghanistan yang telah mencapai 60," menurut siaran pers perusahaan MD Helicopters, Inc.
Semua helikopter MD-530F yang saat ini dalam kedinasan AU Afghanistan dilengkapi dengan Enhanced Mission Equipment Package (EMEP) yang mencakup ballistic crash worthy fuel system, FN Herstal Weapons Management System, DillonAero Mission Configurable Armament System (MCAS) weapons plank and Fixed-Forward Sighting System, Rohde & Schwarz M3AR Tactical Mission Radio, dan FN Herstal .50 caliber HMP 400 Machine Gun Pod and M260 7-shot rocket pod, kata pihak MD Helicopters, Inc.
Batch MD-530F berikutnya akan terdiri dari 24 helikopter, kata perusahaan itu pada 22 November.
Pada bulan Oktober, AU Afghanistan juga menerima pengiriman hibah dua dari empat helikopter serang Mi-24V retrofit dari India. New Delhi menyerahkan dua Mi-24V pertama pada Mei awal tahun ini. Au Afghanistan juga mengoperasikan pesawat serang ringan Embraer-Sierra Nevada Corporation (SNC) A-29 Super Tucano untuk misi penyerangan.(Angga Saja-TSM)
Sumber : thediplomat.com

Antara Pembom Siluman B-21 Raider AS, H-20 China dan PAK-DA Rusia


Amerika Serikat, China dan Rusia sedang mengembangkan pesawat bomber siluman. Ketiganya adalah B-21 dari AS, H-20 dari China dan PAK-DA dari Rusia, ketiganya diklaim sebagai bomber terbaik.
Ketiga pesawat itu memiliki bentuk yang sama, dan dipasang dengan berbagai teknologi canggih, termasuk senjata nuklir. Namun apa perbedaan ketiga pesawat tersebut? Berikut detailnya, seperti dikutip National Interest beberapa waktu lalu:
Bomber siluman B-21 Raider sedang disiapkan untuk Angkatan Udara AS oleh Northrop Grumman. Tapi pembom baru berteknologi tinggi ini tidak sendirian. Foto-foto telah muncul menggambarkan pembom siluman China H-20, yang diperkirakan akan segera terbang dalam 1 atau 2 tahun lagi. Rusia tidak mau ketinggalan dengan mengembangkan Tupolev PAK-DA yang tak kalah dahsyat.
1. Bomber siluman B-21 Raider AS
Northrop Grumman sedang membangun B-21 Raider pertama di Palmdale, California, AS. Perusahaan itu pada 2015 memenangkan kontrak untuk mengembangkan dan membangun lebih dari 100 unit B-21.
"Hari ini kami memiliki pesawat terbang di sana yang akan menjadi test jet pertama kami," kata Randall Walden, Direktur Program Pesawat Militer Northrop, kepada National Defense.
B-21 ditargetkan melakukan penerbangan pertamanya pada akhir 2021 atau awal 2022. "Hal-hal seperti komponen besar datang bersama, integrasi, uji darat, semua hal yang mengarah ke penerbangan pertama harus diselesaikan," ujar Walden. "Ada banyak hal yang harus terjadi antara sekarang dan beberapa tahun ke depan, tapi secara umum, itulah tujuan kami."
B-21 Raider AS
B-21 Raider AS 
Angkatan Udara AS masih belum memutuskan berapa banyak B-21 yang akan dibeli. Bomber tersebut diperkirakan bernilai US$ 600 juta (setara Rp 8,5 triliun). "Kami sedang menjajaki struktur kekuatan antara B-1, B-2 dan B-52," tutur Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Stephen Wilson pada Juli 2019.
Wilson menekankan bahwa layanan tersebut membutuhkan setidaknya 100 unit B-21. Dalam misi nuklirnya, Angkatan Udara akan mempersenjatai B-21 dengan rudal Long-Range Stand-Off (LRSO), rudal jelajah nuklir generasi penerus.
Bomber ini juga akan membawa bom gravitasi nuklir B-61 yang jatuh bebas, khususnya bom B61-12 baru dengan kemampuan dial-a-yield. Kombinasi dari kedua senjata ini memungkinkan B-21 untuk menggunakan rudal jelajah tersembunyi untuk membersihkan jalur melalui jaringan pertahanan udara musuh sebelum menjatuhkannya pada target primer dan sekunder.
Untuk misi konvensional, B-21 akan membawa rudal jelajah konvensional JASSM-ER dan 900 kg GBU-31 Joint Directed Attack Munition bom berpemandu satelit. B-21 dapat menggunakan senjata ini dengan cara yang sama seperti senjata nuklirnya, meledakkan melalui jaringan pertahanan musuh sebelum menjatuhkan JDAM.
B-21 juga dapat digunakan sebagai truk rudal, meluncurkan hingga 16 JASSM-ER di target musuh dari jarak jauh, atau menembus pertahanan musuh yang kurang canggih. B-21 juga bisa membawa bom Penetrator Massive, persenjataan konvensional terbesar yang beratnya 1,3 ton. Selama ini B-2 merupakan satu-satunya pembom yang mampu mengangkat bom raksasa.
2. Bomber siluman H-20 China
Bomber siluman H-20 China diperkirakan dapat mengudara di langit Asia tahun depan dan diproduksi massal pada 2025. Pada Oktober 2018, media China mengumumkan bahwa Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) akan mengungkap bomber siluman H-20 barunya saat parade merayakan ulang tahun ke 70 angkatan udara tahun 2019.
H-20 kemungkinan akan mampu membawa senjata nuklir. Hal ini karena bomber H-6 tidak lagi dikonfigurasikan untuk serangan nuklir.
Pengembangan teknologi pesawat siluman China di pesawat tempur siluman J-20 dan J-31 merupakan prasyarat proyek H-20. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan membangun pesawat besar dan jarak jauh dengan desain dan teknik manufaktur komputer modern, teknologi presisi untuk produksi massal eksterior pesawat siluman.
H-20 China
H-20 China  
Menurut sebuah studi oleh Rick Joe di The Diplomat, H-20 yang mulai dirancang pada awal 2010-an, memiliki karakteristik mesin empat turbofans WS-10A non-afterburning Taihang yang dibenamkan di bagian atas permukaan sayap dengan lubang intake berbentuk S.Pesawat pembom H-20, sebuah pesawat berkecepatan subsonic dengan kemampuan stealth. Alusista ini tergolong senjata strategis, saat ini masih berusaha dikembangkan dan dijadwalkan, siap digunakan pada tahun 2020. Dibuat oleh AVIC sebuah perusahaan perancang pesawat, namun spesifikasi teknis masih menjadi misteri hingga saat ini. ecnmag.com
Perlu dicatat bahwa WS-10 telah terganggu oleh masalah besar, tapi itu tidak menghentikan China menggunakan WS-10. Bomber strategis baru ini diperkirakan memiliki radius tempur maksimum yang tidak diisi bahan bakar melebihi 5.000 mil dan muatan antara H-6 sepuluh ton dan B-2 dua puluh tiga ton.
Bomber strategis baru ini diperkirakan memiliki radius tempur maksimum 8 ribu km dengan muatan antara 10 sampai 23 ton, kapasitas muatan H-6 dan B-2. Ini karena H-20 dilaporkan dirancang untuk menyerang sasaran di luar ring 2 (meliputi pangkalan AS di Jepang, Guam, Filipina) dari pangkalan darat China. Rantai pulau ketiga meluas ke Hawaii dan pesisir Australia.
3. Pembom siluman Tupolev PAK-DA Rusia
Selain AS dan China, Rusia juga mengembangkan pembom strategis generasi berikutnya. Disebut PAK-DA atau Kompleks Penerbangan Prospektif untuk Penerbangan Jarak Jauh,.
PAK-DA diperkirakan akan menggantikan semua pembom strategis di Angkatan Udara Rusia pada dekade berikutnya.
Prediksi pada Mei 2018, PAK-DA akan terbang pada 2025-2026 dan memasuki produksi pada 2028 atau 2029. PAK-DA akan menerima sebutan Tu- karena sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh Biro Desain Tupolev.
Prototipe awalnya dijadwalkan untuk lepas landas pada 2019 (Seperti yang diumumkan pada 2014). Direktur Tupolev merevisi ini untuk mengatakan bahwa peluncuran prototipe pertama diharapkan sekitar 2021-2022. Saat ini, prototipe PAK-DA untuk tes penerbangan akan diproduksi sekitar pertengahan 2020.
PAK DA Rusia
PAK DA Rusia 
Tupolev sekarang sibuk dengan produksi Tu-160M2, yang baru-baru ini menyelesaikan uji coba penerbangan, sehingga menunjukkan bahwa PAK-DA masih dalam tahap pengembangan awal. Sumber menyatakan bahwa maket PAK-DA skala rendah dalam komposit dan maket ukuran penuh pada kayu telah dibangun.
Sebagai pembom strategis, PAK-DA akan bertanggung jawab atas serangan senjata nuklir untuk menembus pertahanan udara musuh jika terjadi perang nuklir. Peran ini diwarisi dari pembom strategis Tu-95 dan Tu-160 yang saat ini beroperasi.
Bomber Tu-95 dan Tu-160 saat ini menggunakan rudal jelajah yang diluncurkan melalui udara (ALCM) sebagai metode serangan utama untuk hulu ledak nuklir, khususnya Kh-55SM dan Kh-102. PAK-DA kemungkinan akan menggunakan pengembangan lebih lanjut versi rudal ini atau ALCM baru.
Elektronik Tupolev PAK-DA dikatakan mirip dengan Tu-160M2, memungkinkan pengembangan yang lebih cepat. PAK-DA juga dikatakan dapat menggunakan lapangan udara apa saja, menyiratkan bahwa itu mungkin memiliki kemampuan untuk lepas landas lebih pendek daripada Tu-160 atau bahkan Tu-95. (Moh Khory Alfarizi)

China Akan Bangun Kapal Induk ke-4, Rencana Pembangunan Kapal yang Lebih Canggih ke-5 Ditunda


Angkatan Laut China sedang bergerak maju dengan rencana untuk membangun kapal induk keempat, namun rencana untuk membangun kapal induk kelima yang lebih canggih ditunda.
Hal itu diungkap orang-orang dalam militer. Mereka mengatakan bahwa tantangan teknis dan biaya tinggi telah mengerem program dan merger baru-baru ini dari dua pembuat kapal utama negara itu tidak mungkin memiliki dampak jangka pendek yang signifikan.
 China Akan Bangun Kapal Induk ke-4
 China Akan Bangun Kapal Induk ke-4
Negara yang dipimpin rezim Komunis ini kini hanya memiliki satu kapal induk yang aktif, yakni Liaoning kapal era Soviet yang dibeli dari Ukraina. Sedangkan kapal induk pertama buatan dalam negeri, Type 001, sedang menjalani uji coba laut dan akan segera memasuki layanan militer.
Salah satu sumber militer mengatakan pengerjaan kapal induk kedua buatan dalam negeri, Type 002 yang lebih modern, dimulai dua tahun lalu dan konstruksinya dapat dimulai pada awal 2021. Kapal ketiga dan keempat yang hendak dibangun juga Type 002.
Menurut sumber militer, rencana untuk pembangunan kapal induk kelima yang lebih canggih terkendala masalah teknis yang saat ini sedang dicoba diatasi para insinyur."Tidak ada rencana untuk membangun lebih banyak kapal induk," katanya, seperti dikutip South China Morning Post, Kamis (28/11/2019).
"Kapal induk China ketiga dan keempat yang dalam agenda adalah Type 002, kapal perang generasi berikutnya di negara ini akan dilengkapi dengan ketapel elektromagnetik (untuk meluncurkan jet tempur)."
Semua kapal induk ini akan diberdayakan secara konvensional, tetapi para petinggi Angkatan Laut telah mempertimbangkan rencana untuk membangun kapal bertenaga nuklir yang lebih maju secara teknologi.
Pada hari Selasa, sebuah upacara di Beijing diadakan untuk menandai pembentukan perusahaan pembuat kapal terbesar di dunia. Perusahaan ini hasil merger dari China State Shipbuilding Corporation (CSSC) dan China Shipbuilding Industry Company (CSIC).
Menurut laporan kantor berita pemerintah, Xinhua, perusahaan baru itu tetap mempertahankan nama CSIC. Konglomerat pemilik perusahaan tersebut memiliki total 147 lembaga penelitian, perusahaan bisnis dan perusahaan lain yang terdaftar dengan nilai aset gabungan senilai 790 miliar yuan (USD112 miliar). Ia juga mempekerjakan 310.000 orang.
Orang dalam militer mengatakan bahwa merger itu memang akan memperkuat daya saing CSIC, tapi tidak akan mempercepat proses pembangunan kapal induk. "(Para insinyur) telah menemukan beberapa masalah teknis, dan salah satu kendala utama adalah dalam pengembangan generasi baru jet tempur berbasis kapal induk," kata salah satu sumber. "Masalah-masalah ini tidak diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat."
"China tidak memiliki teknologi nuklir yang diperlukan, meskipun telah mengembangkan banyak kapal selam bertenaga nuklir," lanjut sumber itu, yang menambahkan bahwa mengembangkan reaktor untuk digunakan pada kapal perang induk lebih menantang daripada membuat satu untuk kapal selam.
Orang dalam militer itu juga mengatakan bahwa tes ketapel elektromagnetik yang digunakan untuk meluncurkan jet tempur J-15 belum memenuhi standar yang disyaratkan.
"Pembangunan kapal induk adalah proyek paling rumit dan mahal di dunia yang menggunakan banyak teknologi canggih," katanya. "Ini adalah area baru bagi pembuat kapal dan insinyur China dan benar-benar membutuhkan waktu untuk mengejar ketinggalan dengan negara lain." (Muhaimin)

Kunjungi Turki, Menhan Prabowo Subianto Jajaki Kerja Sama Pertahanan


Sejak Senin 25 November 2019, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah bertolak melakukan kunjungan diplomatik ke Turki.
Selain bertemu dengan Menhan Turki Hulusi Akar, Prabowo juga melihat industri pertahanan di negara tersebut.
Menhan Prabowo Subianto Kunjungi Turki
Menhan Prabowo Subianto Kunjungi Turki 
Prabowo menilai kerja sama militer dengan Turki sangat strategis bagi Indonesia. “Hari ini dari Istanbul, Pak Menhan menuju Ankara melakukan pembicaraan bilateral tentang kerja sama pertahanan dengan Menhan Turki,” kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam siaran pers, Kamis (28/11/2019).
Sebelumnya, lanjut Dahnil, Prabowo juga melakukan pembicaraan dengan Angkatan Laut Turki dan melihat langsung industri kapal perang dan kapal selam Turki di Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli.
Prabowo, kata dia, mengakui industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) Turki itu berkembang pesat. Oleh karena itu kerja sama militer dengan Turki ini sangat strategis bagi Indonesia.
Terlebih, lanjut Dahnil, sejarah menunjukkan Turki merupakan negara yang kuat sejak era Dinasti Ottoman. “Kerja sama militer dengan Turki sangat strategis mengingat industri alutsista Turki berkembang pesat khususnya terkait kapal perang dan kapal selam, ditambah lagi Turki memiliki sejarah militer yang panjang sebagai negara yang kuat secara militer sejak Ottoman Empire,” tutup Dahnil. (Kiswondari)

Bell 525 Jadi Opsi Helikopter VIP/VVIP TNI AU


TNI AU masih membutuhkan helikopter VVIP baru untuk menggantikan AS-332 Super Puma yang saat ini masih dioperasikan. Helikopter H225M bikinan Airbus Helicopter (Eurocopter) muncul sebagai kandidat kuat.
Namun belakangan, kandidat lain juga muncul, yakni datang dari pabrikan helikopter AS, Bell dengan seri 525-nya.
Helikopter Bell 525
Helikopter Bell 525 
Saat ini, tim dari Bell disebut tengah melakukan penjajakan dengan pihak-pihak yang terkait di Indonesia, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang selama ini merakit dan memproduksi komponen helikopter Bell di Indonesia.
"Ya betul, ini kan ada operational requirement dari TNI AU untuk pesawat (helikopter) VIP/VVIP, kita perlu yang semaksimal mungkin memenuhi itu," kata Gatot Mulia Pribadi, VP Business Development and Marketing PTDI.
"Opsinya kemarin ada H225M, kita juga menjajaki yang lainnya, salah satunya Bell 525 itu," kata Gatot dijumpai KompasTekno di Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Dikatakan Gatot, penjajakan ini masih dalam tahap awal, sehingga tim dari Bell akan mempresentasikan apa saja kemampuan yang dimiliki oleh Bell 525 kepada para stakeholder.
"Kalau H225M itu kan sudah diketahui (kemampuannya), sudah dioperasikan TNI AU," kata Gatot.
TNI AU memang sudah mengoperasikan enam unit helikopter Eurocopter H225M. Namun semuanya memiliki spesifikasi sebagai combat SAR, bukan angkut VVIP. Kemudian pada awal 2019 lalu, 8 H225M kembali dipesan.
Namun perlu diketahui, keluarga H225 pernah mengalami kecelakaan fatal pada 2016 lalu di norwegia, yang membuat regulator meminta pabrikan mengubah desain gearbox.
David Sale, Managing Director Asia Pacific Bell pada kesempatan yang sama juga membenarkan bahwa Bell selalu mengincar segmen VVIP seperti kepala negara, di setiap negara yang menjadi pasarnya. "Kami selalu mengincar kepala negara, baik itu di Indonesia, Filipina, atau Thailand, kami menawarkannya (Bell 525)," ujar Sale.
Menurut Sale, Bell 525 adalah helikopter unggulan untuk transport VIP, karena dilengkapi teknologi fly-by-wire, mampu terbang dengan kencang dan lincah, sehingga menjadikannya platform yang sesuai untuk VVIP.
Beberapa fitur Bell 525 yang ditawarkan Bell Helicopter adalah seperti kabin yang senyap, sehingga penumpang bisa berbicara tanpa harus menggunakan headphone, interior kabin yang bisa disesuaikan, pengaturan kursi tempat duduk, dan sebagainya. "Semua yang biasa dijumpai di jet pribadi bisa dijumpai di sini (Bell 525)," kata Sale.

PT Pindad Indonesia Tandatangani MOU dengan Paramount Group untuk Kengembangkan Kendaraan Lapis Baja


Pabrik senjata milik negara Pindad telah menandatangani nota kesepahaman dengan kontraktor pertahanan Afrika Selatan Paramount Group untuk mengembangkan dan memasarkan kendaraan lapis baja buatan lokal untuk Militer Indonesia, atau TNI.
Produk Kendaraan Militer Paramount Group
Produk Kendaraan Militer Paramount Group 
Perjanjian itu ditandatangani pada Senin di Bangkok, di sela-sela pameran pertahanan dua tahunan Pertahanan & Keamanan 2019, Paramount mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
"Indonesia adalah pusat kekuatan regional dengan kepentingan strategis bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Kami senang dapat bermitra dengan Pindad, perusahaan milik negara " kata Eric Ichikowitz, wakil presiden senior Paramount Group
"Kami berharap dapat menerapkan desain dan keahlian teknik terdepan dunia kami untuk mengembangkan dan memproduksi berbagai sistem kendaraan lapis baja yang dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan TNI," kata Ichikowitz.
Paramount memproduksi kendaraan lapis baja darat, laut dan udara dan telah mempromosikan metode manufaktur portabel yang memungkinkan untuk manufaktur dalam negeri.
Pindad juga memproduksi kendaraan lapis baja serta senjata untuk pasar domestik dan ekspor.
"Kami berharap kemitraan dengan Paramount Group akan memungkinkan kami untuk mengembangkan lebih banyak produk pertahanan bersama, terutama kendaraan lapis baja," kata presiden direktur Pindad, Abraham Mose, setelah menandatangani MOU.
Presiden Indonesia "Jokowi" Widodo sebelumnya telah mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mendorong pengembangan industri pertahanan Indonesia untuk membantu menopang ekonominya.

Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B - Multiple Rocket Launcher System


Tampilan Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B - MLRS (Multiple Rocket Launcher System) Kendaraan ini telah melaksanakan uji dinamis Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II, TA. 2019 Pada Kamis (14/11/2019) Lalu
Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B 
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122 B Tahap II-I TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan LAPAN, PT. Dahana (Persero) dan PT. Pindad.
Pengembangan Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B ini adalah untuk menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Disamping itu diharapkan sistem otomatisasi dan manual dapat dioperasikan oleh operator sesuai prosedur dan operasi penembakan yang dikehendaki. Prototipe peluncur roket ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan akan kendaraan peluncur roket R-Han 122B sebagai dukungan dalam program pengembangan Roket Nasional.
Sumber : Kemhan RI

Sejarah Baru, Manokwari Lahirkan Prajurit Infanteri TNI AD


Setelah terbentuk pada tahun 2016, Kodam XVIII/Kasuari melahirkan para prajurit tangguh di Rindam XVIII/Kasuari yang berada di Manokwari Selatan.
Hal tersebut disampaikan Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri S.I.P dalam rilisnya Manokwari Selatan, Selasa (26/11/2019).
Pembaretan Prajurit Infanteri TNI AD
Pembaretan Prajurit Infanteri TNI AD 
Diungkapkan Kapendam, sejumlah 151 orang prajurit siswa Rindam XVIII/Kasuari secara resmi menyandang status sebagai prajurit Infanteri, setelah mereka menyelesaikan latihan latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama (Dikjurta) Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I TA. 2019.
“Penutupan latihan dan tradisi pembaretan mereka diselenggarakan di Rindam XVIII/Kasuari, pada Senin (25/11/2019) di Pantai Ransiki, Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat,” ujar Andi Gus
Dalam upacara tersebut, lanjut Kapendam, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bertindak selaku Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso.
“Dalam amanatnya, Danpussenif mengatakan bahwa Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang prajurit Infanteri,’’ ujar Andi Gus.
Dikatakannya lebih lanjut, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memupuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan, namun juga salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit Korps Infanteri.
“Ini penting, dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi prajurit Infanteri yang andal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan,’’ tegasnya.
Dalam amanatnya, kata Andi Gus, Danpussenif menjelaskan bahwa semboyan Yudha Wastu Pramuka mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat.
“Oleh karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan Baret Infanteri ini, menuntut para prajurit Infanteri untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan fisik, dengan didukung semangat juang, jiwa korsa, serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri,” jelas Andi Gus mengutip penegasan Danpussenif.
Pada kesempatan itu, Pangdam XVIII/Kasuari juga menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh Prajurit Siswa dalam upacara pembaretan Prajurit Infanteri yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Kodam XVIII/Kasuari.
“Ada yang perlu kalian renungkan bahwa di suatu negara itu harus mempunyai dan yang menentukan kehidupan negara itu adalah militernya. Kalau negara itu tidak punya militer, biasanya negara itu tidak kuat. Dan dimana negara itu militernya kuat, pasti negara itu kuat dan ekonominya juga pasti kuat,” ujar Pangdam.
Lebih lanjut dikatakannya, TNI Angkatan Darat diberikan tugas untuk bertempur di darat dan yang menjadi raja untuk pertempuran darat tersebut adalah Infanteri.
“Maka Prajurit Infanteri itu dituntut untuk kuat, semangat kemampuannya harus luar biasa, tidak bisa setengah-setengah,” ujar Joppye.
“Kalian harus ingat bahwa untuk mengisi kemampuan kalian secara bertahap, seorang prajurit harus sehat. Sehingga nantinya kalian akan ditugaskan dimana saja, kalian sudah siap,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Joppye juga berpesan agar saat masuk di satuan kelak, sebagai prajurit Infanteri yang merupakan korps terbesar di Angkatan Darat atau dapat dikatakan sebagai induk dari Angkatan Darat, mereka harus bangga.
“Saya sampaikan kepada kalian, sekali lagi atas nama Panglima Kodam dan atas nama Korps Infanteri, saya menyampaikan selamat untuk kalian,’’ tegasnya.
Ditemui usai acara pembaretan, Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) XVIII/Kasuari Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi. S. menyampaikan bahwa acara pembaretan memang tradisi bagi para prajurit yang menyandang Korps Infanteri.
“Para Prajurit Siswa yang disematkan baret Infanteri tersebut sudah melaksanakan berbagai kegiatan latihan, seperti taktik bertempur dan Longmars dari SP 1 hingga Pantai Ransiki di Kampung Wariap,” terangnya
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, lanjut Danrindam, mereka sudah pantas untuk menyandang sebagai Prajurit Infanteri.
“Sehingga dibuatlah tradisi pengukuhan mereka yang ditandai dengan penyematan brevet Yudha Wastu Pramuka, sebagai tanda kualifikasi seorang prajurit Infanteri,” imbuhnya.
Sementara itu, atas keberhasilan anaknya menyelesaikan latihan dan mendapatkan Baret dan Brevet Infanteri, Rosalina Rumbino Waroi (51), orang tua dari Prajurit Dua (Prada) Petras Armando Waroi menyatakan rasa bangganya.
“Sebagai orang tua kami merasa bersyukur dengan dilantiknya anak kami ini menjadi seorang Prajurit Infanteri. Kedepannya, kami harapkan anak kami agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat,” ungkap Rosalina dengan bangga sekaligus haru. (Dispenad).

Helikopter AH-1S Cobra AU Filipina Telah Tiba


Dua helikopter serang Bell AH-1S Cobra yang dihibahkan oleh Jordan tiba hari Selasa, 26 November diangkut oleh pesawat angkut Antonov An-124 Ruslan di Bandara Internasional Clark, MaxDefense Philippines melaporkan dalam sebuah posting di halaman jejaring sosialnya.
Helikopter AH-1S Cobra AU Filipina
Helikopter AH-1S Cobra AU Filipina 
Helikopter Cobra tersebut dicat dengan warna abu-abu, mirip dengan helikopter AgustaWesland AW109E milik AU Filipina.
Tahun lalu, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan bahwa Kerajaan Yordania menghibahkan 2 helikopter serang Cobra.
Departemen Anggaran dan Manajemen Filipina (DBM) merilis Special Allotment Release Order (SARO) untuk transfer helikopter serang AH-1S Cobra yang dihibahkan oleh Kerajaan Yordania pada 3 Juni.
SARO sejumlah PHP 158.204.428 tersebut untuk "memenuhi persyaratan untuk transfer dan penerimaan dua (2) unit helikopter serang AH-1S Cobra dari Kerajaan Yordania di bawah Program Modernisasi AFP yang Direvisi."
Kedua helikopter tersebut akan bergabung dalam wing serang AU Filipina, 15th Strike Wing. 15th Strike Wing AU Filipina mempunyai tugas utama melakukan operasi udara taktis dalam mendukung pasukan darat ANgkatan Bersenjata Filipina. Dalam 15th Strike Wing, helikopter serang itu meungkin akan bergabung dalam 18th Attack Squadron "Falcons" atau 20th Attack Squadron "Firebirds".(Angga Saja-TSM)

Radar Acak