Senapan Mesin-SM-2/SPM-2 Produk Unggulan Pindad

KangUsHa 23:00
Loading...

SPM2 sering disebut GPMG (singkatan dari General Purpose Machine Gun atau Senapan Mesin Serba Guna) adalah senapan mesin sedang buatan PT. Pindad Bandung, Indonesia. Senapan ini dibuat berdasarkan senapan mesin FN MAG, atas lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.
Lini Produksi GPMG Kaliber 7.62 mm PT PINDAD
Lini Produksi GPMG Kaliber 7.62 mm PT PINDAD 
Ini merupakan senapan mesin standar TNI yang banyak terlihat digunakan di kendaraan-kendaraan tempur TNI maupun dibawa oleh infanteri. Biasanya modernisasi kendaraan tempur Indonesia selain mengganti mesin kendaraan tersebut juga dengan mengganti senjata sekundernya dengan senapan mesin ini.
Senapan mesin ini menggunakan peluru kaliber 7.62 x 51 mm, sedangkan dimensinya bergantung variannya. Terdapat dua varian yaitu varian SPM2-V1 dengan tripod (kaki tiga) terintegrasi. Dengan panjang total 1070 mm dan berat 13 kg (Total dengan tripod : 31,75 kg). Yang kedua adalah varian V2 sama dengan V1 hanya saja menggunakan bipod (dirancang untuk dibawa infanteri)
Sebagai salah satu pelaku industri pertahanan nasional, PT Pindad sudah mengembangkan senapan mesin berstandar internasional. Dengan kode SM-2/SPM-2, senjata mesin jenis ini memiliki kemampuan untuk dipasangkan pada berbagai kendaraan maupun bisa dibawa oleh seorang prajurit.
Senapan mesin jenis SM-2/SPM-2 ini tergolong senapan mesin kategori sedang, dan sudah diproduksi oleh Pindad sejak 2003. Sebagai senapan mesin buatan dalam negeri, hal ini tentu saja cukup membanggakan. Apalagi dinilai sudah memiliki standar internasional.
Buktinya, melalui riset yang dilakukan tim Global Future Institute, senapan mesin ini, ternyata memiliki kesamaan dengan senapan FN MAG 58 buatan Belgia. Apa yang jadi kesamaan? Yaitu dari segi konstruksi, dan prinsip kerjanya.
Misalnya saja baja yang digunakan untuk membuat badan senjata. Bahkan menurut liputan Majalah Intelijen Edisi 17/Thn VI/2009, Pindad sendiri sekarang tengah memproduksi dua varian senapan mesin: SM-2/SPM-2VI yang menggunakan Tripod terintegrasi, dan SM-2/SPM-2 V2 yang menggunakan bipod dan dirancang untuk dibawa oleh Pasukan Infanteri.
Majalah Intelijen menginformasikan, SM-2/SPM-2 VI memiliki bobot total dengan menggunakan tripod sekitar 31,75 kilogram, dan memiliki desain laras yang mampu bertahan hingga lebih dari 3.575 tembakan tanpa dibersihkan.
Sedangkan varian SM-2/SPM-2 V2 memiliki bobot sekitar 11.58 kilogram, memiliki desain laras beralur yang mampu bertahan hingga lebih dari 3600 tembakan tanpa harus dibersihkan. Wah, hebat juga. Apalagi menurut beberapa informasi pihak TNI, kualitas jenis ini jauh lebih baik daripada produk Singapore.
Bagaimana dengan potensi pasarnya? Ternyata cukup menggembirakan. Sejak diproduksi pada 2003, setidaknya sudah ada 42 pucuk senjata yang sudah terjual dan digunakan oleh TNI. Bahkan menurut rencana, Pindad sedang mengerjakan pesanan dari TNI sejumlah 60 pucuk untuk dipasangkan pada panser milik TNI.
Sekadar informasi, senapan mesin jenis tersebut , memang bisa dipasangkan pada berbagai kendaraan militer seperti Jeep dan Panser.
Ternyata, ada juga yang bisa dibanggakan dari negara kita sendiri. Siapa bilang kita ketinggalan dalam bidang ilmu dan teknologi. Anak-anak bangsa dari Pindad ternyata sudah membuktikan dengan karya nyata.(Tim Global Future Institute (GFI) - wikipedia.org)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon

Radar Acak