Damen Shipyards Laksanakan Peletakan Lunas Kapal LST Baru AL Nigeria


Angkatan Laut Nigeria memulai pembangunan Landing Ship Transport 100 (LST 100) terbaru dengan upacara peletakan lunas di laksanakan di Damen Shipyards, Sharjah, Uni Emirat Arab pada 9 Desember.
Kepala Staf Angkatan Laut Nigeria Vice Admiral Ibok-Ete Ibas, meletakkan lunas Landing Ship Transport (LST 100) di Damen Shipyards Sharjah di UEA.
Landing Ship Transport 100 (LST 100)
Landing Ship Transport 100 (LST 100)  
Kapal baru itu akan menggantikan kapal pendarat NNS Ambe dan NNS Ofiom, yang dinonaktifkan sepuluh tahun lalu. Kapal-kapal itu adalah kapal amfibi Type 502 yang dibangun oleh Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) di Jerman pada tahun 1978.
"Upacara hari ini adalah langkah penting menuju aktualisasi mimpi memulihkan kemampuan angkut laut Angkatan Laut Nigeria setelah AL menonaktifkan dua LST serupa lebih dari 10 tahun yang lalu," kata Ibas.
“Kapal-kapal terdahulu berdinas pada Angkatan Laut dengan sangat baik pada 1980-an, memainkan peran penting selama Operasi intervensi ECOMOG di Liberia dan Sierra Leone, serta operasi dukungan perdamaian lainnya di Lebanon."
Ibas juga menunjukkan bahwa Damen Shipyards telah membangun dua kapal tunda untuk Angkatan Laut Nigeria, Dolphin Rima dan Dolphin Mira, dan saat ini masih dalam kedinasan.
LST 100 dengan bobot 1300 ton berukuran panjang 100 meter, memiliki kecepatan maksimum 16 knot dan jangkauan 4.000 mil laut pada kecepatan 15 knot, dengan endurance 15 hari. Rampa pada haluan memungkinkan untuk transfer langsung kendaraan dan pasukan ke dan dari pantai dan mampu menahan beban hingga 70 ton. Rampa internal mampu menahan bobot hingga 30 ton dan rampa buritan mampu menahan beban 70 ton.
Kapal dapat membawa dua LCVP (landing craft, vehicle, personnel), helikopter/UAV di dek penerbangan, kendaraan bawah laut tanpa awak dan kargo lain-lain dengan crane dek kapasitas 25 ton. Jumlah awak kapal 18 orang, dengan personil tambahan 27 orang atau 235 orang pasukan.
Selain LST 100, Damen juga menawarkan Landing Ship Transport dengan ukuran lain, yaitu LST 80 (panjang 80 meter, bobot 600 ton) dan LST 120 (panjang 120 meter, bobot 1700 ton).(Angga Saja-TSM)

Buntut Penembakan Pangkalan AS, Latihan 300 Tentara Saudi Ditangguhkan


Lebih dari 300 penerbang militer Arab Saudi ditangguhkan dari pelatihan mereka di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Florida. Langkah Pentagon ini sebagai imbas aksi oleh perwira penerbang militer Saudi di pangkalan tersebut yang menewaskan tiga orang pada pekan lalu.
Pelaku penambakan, Letnan Dua Mohammed Saeed Alshamrani, 21, dari Angkatan Udara Arab Saudi, juga tewas akibat ditembak mati polisi setelah beraksi.

Para pejabat AS kepada Reuters mengungkap penangguhan pelatihan bagi ratusan penerbang militer Riyadh.
FBI mengatakan para penyelidik AS percaya AlShamrani bertindak sendiri ketika dia menyerang Naval Air Station (NAS) Pensacola, Florida, hari Jumat pekan lalu. Penembakan itu sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang hubungan militer Washington dengan Riyadh yang mendapat sorotan tajam di Kongres atas perang di Yaman dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun lalu.
Namun, para pemimpin militer AS telah berusaha untuk menggambarkan kasus penembakan ini sebagai masalah lokal yang tidak akan memengaruhi hubungan kedua negara secara keseluruhan.
"Jeda keselamatan dan jeda operasional dimulai Senin bagi pelajar penerbang Arab Saudi," kata Letnan Andriana Genualdi, seorang juru bicara Angkatan Laut Amerika, yang dilansir Reuters, Rabu (11/12/2019).
Pejabat Angkatan Laut lainnya mengatakan bahwa langkah tersebut untuk membantu para peserta pelatihan asal Arab Saudi bersiap untuk akhirnya memulai kembali pelatihan mereka dan prosedur serupa akan diambil jika insiden seperti itu terjadi di skuadron militer AS.
Genualdi mengatakan kepada Reuters bahwa sejumlah tambahan pelajar militer Arab Saudi juga telah berhenti terbang.
"Mengingat peristiwa traumatis, kami merasa yang terbaik adalah menangguhkan pelajar Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi dari jadwal terbang untuk waktu yang singkat," katanya.
“Kami memastikan pelajar Saudi kami memiliki akses ke sumber daya yang tersedia untuk membantu mereka menghadapi keadaan ini. Keselamatan dan kesejahteraan semua awak pesawat kami adalah prioritas utama," ujarnya.
Genualdi lebih lanjut mengatakan penangguhan pelatihan itu mencakup di tiga fasilitas militer yang berbeda; NAS Pensacola, NAS Whiting Field dan NAS Mayport, yang ketiganya berlokasi di Florida.
Genualdi menambahkan bahwa untuk sementara tidak jelas kapan para penerbang Saudi akan diizinkan untuk terbang lagi. Dia berharap pelatihan kelas mereka akan segera dilanjutkan. Menurutnya, pelatihan penerbangan telah dilanjutkan bagi peserta asing dari negara lain.
Data militer Amerika menyebutkan saat ini ada sekitar 850 personel militer Arab Saudi yang berada di Amerika Serikat untuk pelatihan.
Alshamrani berada di NAS Pensacola sebagai bagian dari program pelatihan Angkatan Laut AS yang dirancang untuk membina hubungan dengan sekutu asing. Dia telah memulai pelatihan di Amerika Serikat pada tahun 2017 dan telah berada di daerah Pensacola selama 18 bulan terakhir.
Sebuah kelompok pelacak ekstremisme online, SITE Intelligence Group, mengatakan Alshamrani telah mem-posting kritiknya terhadap perang AS di negara-negara mayoritas Muslim dan mengutip komentar pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden yang diunggah di Twitter beberapa jam sebelum penembakan terjadi.
Serangan itu terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mempertahankan hubungan hangat dengan Riyadh di tengah ketegangan tinggi dengan rival Timur Tengah-nya, Iran.
Menteri Pertahanan AS Mark Esper telah menolak anggapan bahwa penembakan itu membuatnya lebih enggan tentang pengerahan pasukan baru AS ke Arab Saudi. "Arab Saudi adalah mitra lama kami di kawasan itu. Kami berbagi kepentingan keamanan bersama," kata Esper.
Esper mengatakan dia telah menginstruksikan angkatan bersenjata untuk meninjau keamanan di pangkalan militer dan menyaring tentara asing yang datang ke Amerika Serikat untuk pelatihan setelah penembakan tersebut.
Tak lama setelah penembakan, Komando Utara AS memerintahkan semua instalasi militer untuk meninjau langkah-langkah perlindungan pasukan dan meningkatkan "langkah-langkah keamanan acak".
Seorang juru bicara Komando Utara AS mengatakan komandan lokal di Amerika Serikat juga memiliki wewenang untuk menambahkan langkah-langkah penanggulangan lebih lanjut sesuai kebutuhan pangkalan terkait. (Muhaimin)

Indonesia dan Malaysia Sepakat Gunakan Drone untuk Patroli Perbatasan


Indonesia dan Malaysia pada prinsipnya sepakat untuk menggunakan drone dan teknologi lainnya untuk memantau perbatasan kedua negara. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Drone Wulung
Drone Wulung 
Muhyiddin mengatakan perjanjian perbatasan Malaysia-Indonesia akan diperbarui pada tahun 2020. Perjanjian itu merupakan nota kesepahaman tentang lintas batas dan perdagangan yang akan diselesaikan dan ditandatangani tahun depan.
Menteri Malaysia itu membuat komentar setelah bertemu dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna Laoly sebagai bagian dari kunjungan kerja dua hari ke Indonesia.
Menurutnya, kedua negara akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai masalah seperti penyelundupan, perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan kejahatan lintas batas lainnya.
"Perbatasan (darat) antara Malaysia dan Indonesia (seperti di Sabah dan Sarawak, dan di Kalimantan) lebih dari 1.000 km, dan tentu saja sulit untuk dipantau, dan membutuhkan penggunaan teknologi," katanya.
Muhyiddin menambahkan bahwa kedua pemerintah juga mempertimbangkan pertukaran tahanan sebuah topik yang diangkat oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada pertemuan baru-baru ini dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.
Program pertukaran tahanan akan memungkinkan tahanan kedua negara dikirim kembali ke negara mereka masing-masing untuk menjalani hukumannya.
Tetapi, kata Muhyiddin, ketika Indonesia bersedia untuk mengimplementasikan program tersebut, masalah hukum tertentu harus diselesaikan.
"(Indonesia) belum memiliki undang-undang untuk mengimplementasikan program, dan pejabat kementerian akan menyusun proposal," kata Muhyiddin.
Ada sekitar 300 orang Malaysia saat ini berada di penjara-penjara Indonesia, sementara lebih dari 5.000 orang Indonesia menjalani hukuman di Malaysia.
Masalah pekerja ilegal juga diangkat selama kunjungan Muhyiddin ketika dia bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja Indonesia Ida Fauziya.
"Malaysia dan Indonesia bersatu dalam hal ini, masalah imigran ilegal harus diselesaikan bersama dan serius," katanya, seperti dikutip Bernama. (Muhaimin)

Mayor Pnb Ripdho “Mohawk” Utomo Torehkan Prestasi di Luar Negeri


Mayor Pnb Ripdho “Mohawk” Utomo Perwira dari Skadron Udara 12 Wing 6 Lanud Rsnatau disebut Macam Hitam “Black Panther” yang mengawaki pesawat Hawk 100/200, torehkan prestasi dan harumkan nama baik TNI AU, atas prestasinya  yang membanggakan atas penghargaan “award of  excelence” dari Presiden Of JFMU, Major Gen In. Seong Hwan dan Karya Tulis terbaik  siswa asing matra udara dari Commander of Air University, Brigjen General Kim Kwan Jin.
Mayor Pnb Ripdho “Mohawk” Utomo
Mayor Pnb Ripdho “Mohawk” Utomo  
Penghargaan ini diberikan setelah menyelesaikan pendidikan Joint Forces Militari Universary (JFMU) di Korea Selatan, JFMU adalah pendidikan Sesko Gabungan darat, Laut dan udara dan Korps Marinir Korea Selatan yang diikuti 303 Siswa Lokal dan 53 siswa dari 29 manca negara, Senin (9/12/19).
Mendengar berita baik ini Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka S.T.,M.M, saat dihibungi mengatakan, saya mengucapkan terimasih atas dedikasi dan prestasi yang diraih oleh Mayor Pnb Ripdho Utomo yang telah mengharumkan nama baik bangsa khususnya TNI Angkatan Udara, ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan.
“Atas prestasi ini, jadikan sebagai motivasi bagi yang bersangkutan dalam berkarir di TNI Angkatan Udara kedepannya dapat memajukan TNI Angkatan Udara secara profesional, militan dan inovatif,” ujar Ronny.(Pen Lanud Rsn)

Trump Tekan Jepang Pilih Jet Tempur Amerika Serikat sebagai Pengganti Mitsubishi F-2


Pemerintahan Donald Trump menekan Tokyo untuk memilih jet tempur yang akan dikembangkan perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS) bersama Jepang sebagai pengganti jet tempur F-2-nya yang akan pensiun. Tekanan ini muncul ketika Tokyo mempertimbangkan jet tempur Inggris sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungannya pada senjata Amerika.
Mitsubishi F-2
Mitsubishi F-2 
F-3 adalah pesawat jet tempur yang disiapkan untuk menggantikan F-2. Tiga pejabat yang mengetahui diskusi tentang program F-3 mengungkapkan kepada Finacial Times, Selasa (10/12/2019), perihal tekanan pemerintah Trump tersebut. Media yang berbasis di London itu tidak merinci nama pemerintahan dari tiga pejabat tersebut.
Menurut para sumber itu, pejabat Pentagon telah meningkatkan pembicaraan dengan Jepang di tengah kekhawatiran bahwa perusahaan pertahanan AS akan kalah dari BAE Systems, kontraktor pertahanan Inggris yang mengembangkan pesawat tempur generasi keenam Tempest.
Jet tempur F-2 Jepang akan pensiun sekitar tahun 2035. Tokyo berencana untuk memulai pengembangan jet tempur. Negara Mahahari Terbit ini sudah mempertimbangkan tiga opsi; berkolaborasi dengan BAE Systems; bekerja dengan Lockheed Martin pembuat jet F-22 dan F-35 AS, atau opsi ketiga yakni mengembangkan pesawat lokal.
Angkatan udara AS khawatir jika Jepang memilih jet tempur Inggris maka akan menciptakan masalah interoperabilitas. Para pejabat Amerika juga khawatir bahwa memilih jet Inggris akan membuat marah Presiden Donald Trump, sama seperti Washington dan Tokyo terlibat dalam pembicaraan sulit tentang berapa banyak yang harus dibayar untuk mempertahankan aliansi mereka.
Pemerintah AS pernah mengejutkan Jepang pada Juli lalu ketika mengatakan akan meminta kenaikan bayaran empat kali lipat menjadi USD8 miliar ketika kedua negara merundingkan kembali "perjanjian tindakan khusus" yang menentukan kontribusi mereka.
Eric Sayers, seorang ahli Jepang di Beacon Global Strategies sebuah perusahaan penasihat, mengatakan Jepang akan membuat keputusan soal jet tempur seperti halnya ketegangan "bisa mendidih" karena pembagian biaya.
“Tokyo harus bisa membuat keputusan sendiri tentang opsi mana...untuk mengganti F-2," katanya. "Tapi Presiden Trump memiliki catatan mengambil pendekatan transaksional untuk aliansi dan pemerintah (Perdana Menteri Shinzo) Abe seharusnya tidak berharap dia akan melihat negosiasi 'perjanjian tindakan khusus' dan keputusan pengadaan besar ini sebagai hal terpisah," paparnya.
Trump telah membuat Jepang, dan para pejabat militernya sendiri, gugup dengan mengancam akan menarik pasukan Amerika dari Jepang kecuali Tokyo membayar lebih. Dia juga sering memuji pembelian senjata AS oleh Jepang dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono baru-baru ini mengatakan kepada Financial Times bahwa dia terbuka untuk berkolaborasi dengan program jet tempur Eropa seperti Tempest.
Seorang pejabat senior pertahanan AS menekankan bahwa Jepang harus memandang interoperabilitas sebagai “faktor penting” untuk dipertimbangkan. "Karena pentingnya aliansi dan dinamika keamanan saat ini di kawasan itu, kami jelas akan lebih memilih pekerjaan Jepang dengan AS dalam program jet tempur mereka di masa depan," kata pejabat itu.
"Ada beberapa contoh melakukannya sendiri yang telah memakan waktu terlalu lama, biaya terlalu banyak dan tidak melakukan banyak hal untuk interoperabilitas."
Michael Green, mantan pejabat tinggi Gedung Putih yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Abe, mengatakan lobi Pentagon membuahkan hasil setelah Tempest mendapatkan momentum awal.
“Pemerintah AS mengorganisir dirinya di sekitar kampanye untuk jet tempur Amerika. Dan di pemerintahan Jepang, beberapa bagian besar telah bergeser sehingga momentumnya bergeser ke arah keputusan berbasis kemampuan yang akan menguntungkan desain berdasarkan platform AS yang sudah ada," kata Green. "Tapi ini belum berakhir. Momentum bisa bergeser kembali karena ada banyak variabel."
Jepang telah lama memimpikan membangun pesawat terbang domestik untuk menyamai Zero fighter era-perang dunia kedua yang terkenal. Proyek untuk membangun pesawatnya sendiri mendapat urgensi tahun lalu ketika Abe memilih untuk membeli 105 F-35 yang dirakit sepenuhnya dari AS.
Seorang eksekutif Jepang mengatakan bahwa industri lokal sangat membutuhkan program tempur baru.
AS telah mengusulkan bersama-sama mengembangkan pesawat tempur yang berbasis pada F-35 dan F-22. Tapi itu akan membatasi penggunaan teknologi Jepang, yang menghasilkan "kotak hitam" pesawat tempur tanpa akses ke kode sumber yang diperlukan untuk peningkatan independen sesuatu yang diinginkan oleh Angkatan Udara Jepang dan banyak anggota parlemen menganggap penting untuk kedaulatan.
"Hal terpenting bagi pesawat tempur masa depan adalah kemampuan," kata Itsunori Onodera, anggota Diet (Parlemen Jepang) dan menteri pertahanan dua kali. “Lalu ada tautan data, termasuk ke jaringan AS. Dan kemudian juga perlu memiliki kebebasan untuk meningkatkan."
Onodera mengatakan industri Jepang tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri dan biaya per unit bangunan khusus untuk pasar domestik akan menjadi penghalang. Dia menambahkan timeline Tempest yang sama membuat kolaborasi dengan Inggris sebagai "kemungkinan yang masuk akal" tetapi keputusan akan tergantung pada kemampuan, biaya dan potensi untuk peningkatan.
Keputusan akan diserahkan kepada Abe, yang harus memilih antara teknologi independen dan harapan nasionalis atau aliansi AS dan hubungannya dengan Trump.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan pada hari Selasa (10/12/2019) bahwa mereka tidak berniat untuk memilih pesawat tertentu yang ditentukan pada tahap pengembangan ini. "Selain itu, kami bertukar berbagai pendapat dengan sekutu AS kami tentang hal-hal seperti interoperabilitas," kata kementerian itu. (Muhaimin)

SIPRI: Bisnis Senjata Makin Marak, Tidak Ada Tanda-Tanda Perlambatan


Seratus produsen senjata dan kontraktor militer terbesar di dunia mengalami peningkatan penjualan global tahun 2018 lalu. Total penjualan senjata mencapai 420 miliar dolar AS, sekitar 4,6% lebih tinggi daripada tahun 2017.
Dibandingkan angka tahun 2002, penjualan senjata 2018 meningkat 47%, menurut studi terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) tentang industri senjata global. Data dari Cina tidak dimasukkan dalam daftar, karena kurangnya data yang dapat diandalkan.
Stockholm International Peace Research Institute
Stockholm International Peace Research Institute 
Menurut laporan SIPRI yang dirilis Senin (9/12), peningkatan penjualan senjata terutama didorong oleh lima perusahaan senjata terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan senjata Eropa juga menunjukkan kenaikan penjualan, meskipun pada tingkat yang jauh lebih rendah, yaitu kenaikan 0,7%, dengan omset sekitar 102 miliar dolar.
Perusahaan-perusahaan senjata di Rusia sebaliknya menunjukkan penurunan 0,4%, dengan nilai penjualan tahun lalu sekitar 36,2 miliar dolar.
Studi SIPRI ini menunjukkan bahwa 10 perusahaan senjata terbesar di dunia meningkatkan pangsa pasarnya sebesar 5,8%, dengan omset 210 miliar dolar. Untuk pertama kalinya sejak 2002, lima pabrikan senjata terbesar dunia diisi oleh perusahaan dari Amerika Serikat, dengan pangsa pasar 35% dari penjualan 100 perusahaan senjata terbesar dunia.
Lockheed Martin masih tak tertandingi bercokol di peringkat pertama. Perusahaan AS ini meningkatkan penjualannya pada tahun 2018 sebesar 5,2%, dengan pangsa pasar 11% dari 100 perusahaan persenjataan terbesar. Peningkatan ini sebagian besar merupakan hasil dari penjualan jet tempur F-35 kepada pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Boeing menjadi perusahaan terbesar kedua, dengan nilai penjualan hingga 29,2 miliar dolar. Menurut keterangan dari pemerintahan Trump yang dikutip oleh SIPRI, kenaikan penjualan ini terutama dipicu oleh "persaingan strategis antar negara." Negara pesaing terbesar AS dalam bisnis senjata global adalah Rusia dan Cina.
Sejumlah perusahaan senjata juga melakukan fusi pada 2017, yang menghasilkan peningkatan penjualan setahun kemudian. "Rentetan merger dan akuisisi mengindikasikan bahwa perusahaan senjata AS mengharapkan kenaikan bisnis senjata," kata studi SIPRI.
SIPRI melaporkan, dua puluh tujuh perusahaan persenjataan terbesar di dunia berasal dari Eropa, dipimpin perusahaan senjata di Inggris dan Prancis. Pemain terbesar dari Inggris adalah BAE Systems, yang mempekerjakan lebih dari 83.000 karyawan.
Perusahaan-perusahaan persenjataan Inggris mencapai omset sebesar 35,1 miliar dolar tahun 2018, sementara perusahaan Prancis $ 23,2 miliar dolar. Pabrikan senjata Jerman melaporkan penurunan omset sekitar 3,8%, dan hanya meraih omset 8,4 miliar dolar.
Satu-satunya produsen Jerman yang berhasil meningkatkan omsetnya tahun 2018 adalah Rheinmetall, yang menunjukkan kenaikan penjualan sebesar 4 persen. "Fenomena ini terutama karena adanya pemesanan kendaraan lapis baja oleh militer Jerman", kata Pieter Wezeman, peneliti militer senior.
Perusahaan-perusahaan Rusia mencapai omset penjualan senilai 36,2 miliar dolar tahun 2018, dengan pangsa pasar 8,6%. Meskipun ada sedikit penurunan, namun pangsa pasar perusahaan-perusahaan Rusia sejak 2009 terus menunjukkan pertumbuhan, kata SIPRI.
Pabrikan senjata dari delapan negara lain - Israel, India, Korea Selatan, Jepang, Turki, Australia, Kanada, dan Singapura - melengkapi daftar 100 teratas, dengan omset seluruhnya mencapai 36,2 miliar dolar AS.hp/as (afp, rtr, dpa)(DW)

Perang Afganistan, Amerika Serikat Habiskan Rp 28.000 Triliun


Perang Afganistan telah menghabiskan biaya pembayar pajak Amerika Serikat sebesar US$ 2 triliun atau Rp 28.000 triliun, namun pengungkapan Afghanistan Papers oleh The Washington Post menyebut Amerika gagal dalam perang terlama Amerika Serikat tersebut.
Perang Afganistan
Perang Afganistan 
The Washington Post menerbitkan The Afghanistan Papers: A secret history of the war pada 9 Desember mengungkap tidak adanya kemajuan dalam perang 18 tahun. Dokumen setebal 2.000 halaman lebih adalah hasil wawancara dari berbagai sumber terkait Perang Afganistan, mulai dari jenderal, diplomat, pasukan di lapangan, pekerja bantuan, dan pejabat Afganistan.
Tidak ada kemajuan dalam Perang Afganistan. Taliban mengendalikan sebagian besar negara. Afganistan tetap menjadi salah satu sumber pengungsi dan migran terbesar di dunia. Lebih dari 2.400 tentara Amerika dan 38.000 lebih warga sipil Afganistan tewas.
Lalu untuk apa bantuan sebesar US$ 2 triliun dalam Perang Afganistan? Berdasarkan perkiraan dari Costs of War Project di Brown University, New York Times menilai berapa banyak yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk berbagai aspek perang dan apakah pengeluaran itu mencapai tujuannya.
Pengeluaran perang sebesar US$ 1,5 triliun tetap tidak jelas, tetapi Departemen Pertahanan AS mengungkap rincian beberapa dari tiga tahun pengeluaran terakhir.
Sebagian besar uang yang dirinci , sekitar 60 persen setiap tahun, digunakan untuk hal-hal seperti pelatihan, bahan bakar, kendaraan lapis baja dan fasilitas. Transportasi, seperti angkutan udara dan laut, menghabiskan sekitar 8 persen, atau US$ 3 miliar hingga US$ 4 miliar (Rp 42-56 triliun) per tahun.
Presiden Trump bertemu dengan Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, selama kunjungan pertamanya ke Afganistan, 28 November 2019.[Erin Schaff / The New York Times]
Afganistan memasok 80 persen heroin dunia. Dalam sebuah laporan tahun lalu, Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afganistan menggambarkan upaya kontranarkotika gagal. Meskipun miliaran dolar untuk memerangi penanaman opium, Afganistan adalah sumber 80 persen dari produksi opium ilegal global.
Sebelum perang, Afganistan hampir sepenuhnya memberantas opium, menurut data PBB dari tahun 1996 hingga 2001, ketika Taliban berkuasa.
Saat ini, penanaman opium adalah sumber utama pendapatan dan pekerjaan, serta pendapatan bagi Taliban. Selain pengeluaran perang, itu adalah aktivitas ekonomi terbesar Afganistan.
Pasukan Afganistan tidak dapat mendukung diri mereka sendiri. Salah satu tujuan utama upaya Amerika adalah melatih ribuan pasukan Afganistan. Sebagian besar pengeluaran Amerika untuk rekonstruksi telah digunakan untuk dana yang mendukung Angkatan Darat Afganistan dan pasukan polisi melalui peralatan, pelatihan dan pendanaan.
Tetapi tidak ada seorang pun di Afganistan (bukan militer Amerika, dan bukan penasihat utama Presiden Ashraf Ghani) yang berpikir pasukan militer Afganistan dapat menunjang diri mereka sendiri.
Angkatan Darat Afganistan rapuh karena meningkatnya jumlah korban dan desersi, yang berarti mereka harus melatih anggota baru dengan total setidaknya sepertiga dari seluruh pasukan mereka setiap tahun.
Presiden Barack Obama telah merencanakan untuk menyerahkan tanggung jawab penuh atas keamanan kepada Afganistan pada akhir 2014 dan untuk menarik semua pasukan Amerika pada 2016. Rencana itu goyah ketika Taliban mengambil kesempatan tersebut.
Militer Amerika harus membujuk Presiden Obama pertama, dan kemudian Presiden Trump, untuk meningkatkan pasukan. Sekitar 14.000 pasukan AS tetap di negara itu hingga bulan ini.

Presiden Filipina Duterte Cabut Status Darurat Militer di Mindanao


Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan tak akan memperpanjang status darurat militer di Mindanao, wilayah di selatan negara itu yang diguncang serangkaian serangan, pengeboman, dan penculikan oleh kelompok militan.
Presiden Filipina Duterte
Presiden Filipina Duterte 
Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo mengatakan, status darurat militer akan berakhir pada 31 Desember 2019.
"Kantor Presiden ingin mengumumkan bahwa Presiden Rodrigo Roa Duterte tidak akan memperpanjang darurat militer di Mindanao setelah berakhir pada 31 Desember 2019," kata Panelo, dikutip dari Philippine Daily Inquirer, Selasa (10/12/2019).
Dia menambahkan, Duterte membuat keputusan tersebut setelah mendapat masukan dari penasihat keamanan dan pertahanan tentang melemahnya aktivitas terorisme, kelompok pemberontak ekstrimis, dan kejahatan lainnya. Kondisi itu merupakan hasil dari penangkapan para pemimpin kelompok militan.
"Berlawanan dengan anggapan minoritas vokal tentang penentuan darurat militer di Mindanao, keputusan Presiden ini menunjukkan bagaimana dia menanggapi situasi di lapangan," tuturnya.
Lebih lanjut Panelo menegaskan, Istana Malacanang yakin akan kemampuan pasukan keamanan dalam menjaga perdamaian dan keamanan Mindanao tanpa memperpanjang darurat militer. Selain itu kesadaran warga di Mindanao untuk menjaga ketertiban semakin tinggi.
"Warga di Mindanao yakin bahwa setiap ancaman besar yang terjadi di wilayah ini akan segera digagalkan sejak awal," ujarnya.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana pada 4 Desember merekomendasikan kepada Duterte untuk tidak memperpanjang undang-undang darurat di Mindanao, dengan mengatakan warga di sana dapat menjaga perdamaian dan ketertiban.
Duterte memberlakukan status darurat militer di seluruh Mindanao sejak 23 Mei 2017, setelah Kelompok Maute yang diilhami ISIS menyerang Kota Marawi. (Anton Suhartono)

The 8th Defence Industry Cooperation Meeting (DICM) Indonesia -Turki


The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI - Turki merupakan forum kerjasama bilateral antara kedua negara bidang Industri Pertahanan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 berdasarkan Agreement on Defence Industry Cooperation between the government of the Republic of indonesia and the Government of the Republic of Turkey. 
DICM Indonesia -Turki
DICM Indonesia -Turki 
Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki. Kemhan RI berharap bahwa Defence Industry Cooperation Meeting yang ke-8 yang dilaksanakan di Hotel Orchardz, Jalan Industri, Jakarta Pusat pada tanggal 5 s.d. 6 Desember 2019 juga dapat memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara seperti yang diharapkan bersama. 
Kedua negara telah sepakat melanjutkan kerja sama bidang Industri Pertahanan lebih intensif melalui “Indonesia - Turkey Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting” yang telah disepakati oleh kedua negara pada tahun 2011.
Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M. Si memimpin kegiatan The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI - Turki pada 5 s.d 6 Desember 2019, bertempat di Hotel Orchardz Jakarta Pusat, Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pejabat Kemhan, KKIP, Angkatan, Kementerian/Lembaga Terkait dan Industri Pertahanan (PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Dahana, PT. LEN, PT.PAL, PT.NTP, PT. Garda Persada, PT. Jala Berikat, PT. Bhimasena, PT. Ridho Agung Mitra Abadi, PT. T & E Simulation dan PT. Lundin Sedangkan Delegasi Turki dipimpin oleh Vice President of Presidency of Defenc Industries (SSB) of the Republic of Turkey, Mr. Serdar Demirel beserta 31 orang.
Forum kerjasama bilateral antara kedua negara bidang Industri Pertahanan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 berdasarkan Agreement on Defence Industry Cooperation between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Turkey. Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki. 
Kemhan RI berharap bahwa Defence Industry Cooperation Meeting yang ke-8 yang juga dapat memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara seperti yang diharapkan bersama. Kedua negara telah sepakat melanjutkan kerja sama bidang Industri Pertahanan lebih intensif melalui “Indonesia - Turkey Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting yang telah disepakati oleh kedua negara pada tahun 2011.
Pada kesempatan tersebut Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Program produksi bersama untuk Tank kelas menengah (Medium Tank) telah selesai dan sedang memasuki tahap produksi massal. Kerjasama antara PT. Dirgantara Indonesia dan TAI pada pesawat N291, N245 yang MoM nya telah ditanda tangani pada tanggal 30 april 2019 namun masih perlu diskusi lebih lanjut. 
Selanjutnya kerjasama antara ASELSAN dan PT. LEN di mana memasuki tahap proses produksi, pelatihan pilot Indonesia, pesawat CN-235 masih dilakukan pada tahun 2019. Hannya 16 pilot dari rencana 40 pilot yang dilatih da12 pilot direncanakan untuk tahun 2020. sementara itu, produksi bersama terhadap rocket berkaliber 122 mm dan kaliber lainnya antara ROKETSAN dan PT. PINDAD/PT. Dirgantara Indonesia telah disepakati. 
Kerjasama antara STM dan Angkatan Laut Indonesia dalam Attack Drone telah dilakukan oleh Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut pada 4 - 6 Juli 2019 di Golcuk. Industri Pertahanan Indonesia saat ini juga telah mampu menyediakan dan memproduksi peralatan dan dukungan sistem yang digunakan oleh TNI. Industri Pertahanan Indonesia siap untuk berkolaborasi dan bahkan sudah ada yang telah berkolaborasi dengan industri pertahanan Turki, perusahaan tersebut antara lain: PT. Pindad, PT Len, PT. Bhimasena dan PT. ITS.
Pada hari pertama kedua negara mempresentasikan Industri Pertahanannya masing–masing tentang kemampuan memproduksi, kerjasama yang telah dijalani selama ini dan peluang kerjasama kedepan. Dari Indonesia di awakili oleh TNI, PT.Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. LEN, PT. Garda Persada, PT. NTP. Sedangkan dari Turki, dipresentasikan oleh ASEAF, STM, TAI, BAYKAR, ROKETSAN, HAVELSAN, ASELSAN, FNSS, BMC, KOLUMAN, GOKSER MAKINA, SARSILMAZ. 
Setelah melaksanakan presentasi antara kedua negara, dilanjutkan dengan Diskusi dan pembahasan Items Action List yang akan disepakati. Items Action List merupakan hasil meeting yang akan dilaksanakan sampai dengan DICM RI - Turki ke-9 nanti di Turki. Agenda pada hari kedua yaitu melaksanakan penadatanganan MoM hasil meeting hari pertama, B to B antara Industri kedua negara, Courtesy Call dengan Sekjen Kemhan dan kunjungan ke PT. Jala Berikat dan PT. Ridho Agung Mitra Abadi.(Herru Sustiana-TSM)

Sepuluh Kapal Buatan Anak Bangsa Perkuat Armada Tempur TNI AL


Sepuluh kapal buatan industri pertahanan (Inhan) dalam negeri kembali memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI Angkatan Laut. Sepuluh kapal tersebut terdiri atas empat unit Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 M Aluminium dan enam unit Combat Boat AL D-18.
Combat Boat AL D-18
Combat Boat AL D-18 
"Dalam program prioritas nasional, peningkatan industri pertahanan domestik menjadi fokus utama untuk mendukung kekuatan pertahanan dan keamanan nasional," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji saat meresmikan kesepuluh kapal perang tersebut di Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Senin (9/12/2019).
Pada peresmian itu juga dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Penyerahan KAL 28 M Alumunium dan Combat Boat AL D-18 dari Direktur PT Palindo Marine, PT Lims Nautical Shipyard, PT Citra Shipyard dan PT Global Mandiri kepada Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo.
Selanjutnya Kadismatal menyerahkan kepada Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda TNI Moelyanto, yang disaksikan langsung KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.
"Kemandirian pengembangan teknologi pembangunan kapal di dalam negeri ini sangat bermanfaat bagi pertahanan, keamanan dan kepentingan nasional. Saya sangat bangga dan mengapresiasi akan prestasi ini. Capaian ini juga mendukung kebijakan pemerintah untuk membangun kemandirian dan menjaga keberlanjutan, terutama dalam industri pertahanan nasional," ucapnya.
Menurut Siwi, seluruh kapal perang ini nantinya menjaga keamanan maritim di tiap-tiap wilayah perairan yang menjadi daerah operasinya. Selain itu, kapal-kapal tersebut juga berperan penting dalam penegakkan hukum di laut yang dapat dioperasikan secara optimal dan efektif di sekitar perairan pedalaman dan pelabuhan.
"Dua unit KAL 28 M produksi PT Lims Nautical Shipyard yang akan memperkuat jajaran Koarmada I diberi nama KAL Iboih (IBH) I-1-71 dan KAL Sorake (SRK) I-2-18, sedangkan dua unit KAL 28 M produksi PT Palindo Marine diberi nama KAL Talise (TLS) II-6-65 dan KAL Lalos (LLS) II-8-34," katanya.
Di sisi lain, kapal Combat Boat AL D-18 buatan PT Infinity Global Mandiri yang akan memperkuat jajaran Koarmada II dan diberi nama Patkamla Balaroa (BLR) II-6-66. Sedangkan dua unit Combat Boat AL D-18 dari PT Citra Shipyard diberi nama Patkamla Gorar (GRR) III-9-19 dan Patkamla Wasur (WSR) III-11-16.
"Tiga unit kapal perang produksi PT Palindo Marine yakni Patkamla Binanga (BNG) II-6-67, Patkamla Santiago (STG) II-8-35, dan Patkamla Kastela (KTL) III-14-13 akan memperkuat jajaran Koarmada III," ucapnya.
Siwi menjelaskan, KAL 28 M ini memiliki panjang 28,98 meter, lebar 6,20 meter, dengan berat 90 ton. Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimal 28 knots, dengan kecepatan jelajah 18 knots, dan membawa ABK sebanyak 15 orang, serta mampu berlayar dengan endurance selama 3 hari.
"Sedangkan Combat Boat AL D-18 memiliki spesifikasi panjang 18 meter, lebar 4,50 meter, dengan berat 20 ton dengan kecepatan maksimal 45 knots," katanya.
Selain meresmikan sepuluh kapal perang, pada kesempatan itu KSAL juga melaksanakan peninjauan ke KAL dan Combat Boat serta meninjau Water Treatment Plant untuk membantu dukungan air tawar bagi para prajurit TNI AL di Tanjung Uban maupun kapal-kapal yang sandar di Dermaga Mentigi.
Hadir dalam acara tersebut Irjenal Laksamana Muda TNI Suselo, Asrena KSAL Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, Asops KSAL Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, Aslog KSAL Laksamana Muda TNI Moelyanto, Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, Kadismatal Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo dan sebagainya. (Sucipto)

Pesawat Hercules C-130 Militer Chile Angkut 38 Orang Hilang


Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Chile hilang kontak dalam penerbangan menuju Antartika pada Senin (9/12) malam waktu setempat.
Dilansir Associated Press, pesawat tersebut dilaporkan mengangkut 38 orang yang terdiri dari 17 orang awak dan 21 penumpang.
Hercules C-130
Hercules C-130  
"Pesawat Hercules C-130 lepas landas pada pukul 16.55 waktu setempat dari kota Punta Arenas ke pangkalan udara President Eduardo Frei di Antartika," ungkap Angkatan Udara Chile dalam pernyataan resminya.
Pihak militer memastikan telah membentuk tim pencarian dan penyelamatan. Pesawat dinyatakan hilang kontak pada pukul 18.13 waktu setempat.
Penerbangan tersebut dilakukan untuk memeriksa pasokan bakan bakar dan peralatan milik AU Chile yang berada di Antartika. (evn)

Myanmar Terima Kapal Selam Kelas Kilo dari India


India baru-baru ini telah menyerahkan kapal selam kelas Kilo (Project 877EKM) bekas pakai kepada Angkatan Laut Myanmar, yang akan menjadi kapal selam pertama negara itu. Kapal selam tersebut sebelumnya adalah INS Sindhuvir milik AL India.
Kapal Selam Kelas Kilo
Kapal Selam Kelas Kilo 
INS Sindhuvir adalah salah satu dari 10 kapal selam kelas diesel-elektrik Kilo buatan Rusia yang dibeli untuk Angkatan Laut India. Kapal selam itu mulai beroperasi pada tahun 1988, diupgrade dengan project 08733 pada tahun 1999.
Pengadaan kapal selam bekas dari pemerintah India ini didasarkan pada perencanaan strategis Myanmar di Teluk Benggala. Pemerintah Tiongkok sebelumnya telah menawarkan kapal selam lama Type 035G "Ming" seperti yang dijual kepada Bangladesh, tetapi Myanmar menolak proyek ini.
Awak kapal selam Myanmar telah menyelesaikan pelatihan mereka di India dan telah membawa kapal selam itu ken Myanmar dalam beberapa hari terakhir.
AL Myanmar masih belum mengungkapkan nama untuk kapal selam mereka. Tetapi yang jelas kapal selam itu dipersiapkan memasuki kedinasan secara resmi pada upacara peringatan hari Angkatan Laut Myanmar pada 24 Desember mendatang, yang akan membuat Myanmar menjadi negara ke-5 di ASEAN yang mengoperasikan kapal selam.
Narasumber intelijen menyebutkan AL Myanmar akan memasang torpedo berat buatan India pada kapal selam Kilo dari India tersebut sebagai upaya untuk menghemat biaya.
Myanmar mengindikasi bahwa kapal selam bekas pakai dari India tersebut akan digunakan untuk keperluan latihan untuk membentuk kemampuan peperangan bawah air negara tersebut. Myanmar berencana membeli kapal selam dari Rusia, yang kemungkinan juga merupakan kapal bekas.(Angga Saja-TSM)

Rusia Akan Bentuk Kubah Antirudal di Arktik dengan S-400


Seluruh resimen anti-pesawat dari Armada Utara Rusia akan dipersenjatai dengan sistem pertahanan rudal S-400 yang canggih dalam beberapa tahun ke depan. Tujuannya adalah untuk membentuk kubah anti-rudal di Arktik yang dapat menggagalkan serangan musuh.
 Sistem Rudal S-400
 Sistem Rudal S-400 
Rencana ini diumumkan Angkatan Laut Rusia, hari Minggu. Komandan Armada Utara Rusia, Wakil Laksamana Alexander Moiseev mengatakan pasukan anti-pesawat dan pasukan teknis radio yang ditempatkan di Arktik akan mendapatkan persenjataan sistem pertahanan rudal jarak jauh paling canggih.
"Semua unit militer Rusia di wilayah tersebut akan dilengkapi dengan S-400 selama beberapa tahun mendatang," katanya, seperti dikutip Russia Today, Minggu (8/12/2019).
Langkah itu akan melindungi bagian Arktik wilayah Rusia dengan apa yang disebut Moiseev sebagai "kubah anti-rudal de-facto", yang secara efektif tidak dapat ditembus untuk semua jenis senjata, termasuk pesawat musuh, rudal jelajah, dan rudal balistik.
Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di Arktik atau Kutub Utara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk membangun serta memperbaiki pangkalan dan lapangan udara, mengerahkan perangkat keras terbaru dan mengadakan latihan sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas militer negara-negara Barat di kawasan kaya sumber daya tersebut.
Moiseev mengatakan, bagian teknologi dan persenjataan baru yang digunakan pasukan Rusia di Arktik saat ini berjumlah sekitar 60 persen.
Pada bulan September lalu, Rusia telah mengerahkan sistem pertahanan rudal S-400 ke Pulau Yuzhny di kepulauan Novaya Zemlya di Rusia utara. Senjata pertahanan ini membuat memperluas kendali wilayah udara di kawasan tersebut. (Muhaimin)

Wamenhan Kunjungi Australia, Jajaki Kerja Sama Produksi Kendaraan Tempur


Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengunjungi pabrik pembuatan kendaraan tempur (Ranpur) milik Thales di Bendigo, Australia, Senin (9/12/2019).
Sakti Wahyu Trenggono
Sakti Wahyu Trenggono  
"Australia merupakan bagian dari Commonwealth dengan pemenuhan Alutsista didominasi berstandar NATO. Kita mau melihat kemampuan dan peluang kerja sama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia seperti Pindad," kata Trenggono.
Menurutnya, Australia merupakan negara yang banyak melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan namun tidak banyak yang diindustrialisasi menjadi produk masterpice, tetapi lebih cenderung sebagai global supply chain.
Atas kondisi ini, lanjutnya, hal yang perlu didorong sebagai potensi kerja sama adalah meningkatkan produk nasional Indonesia menjadi produk yang berstandar internasional atas produk First Article yang belum digunakan user di antaranya Drone/PTTA, Swamboat, RCWS, Depth Personnel Vehicle, Ground to Air Radio, air combat manouvering instrumentation dan sebagainya.
”Fasilitas Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi Ranpur Bushmaster dan Hawkei. Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau. Selama beroperasi di medan tempur belum pernah jatuh korban jiwa. Semua ini berkat desain yang dibuat Thales,” ucapnya.
Dalam kunjungan itu, Wamenhan dan Menteri PPN juga merasakan dan melihat langsung kendaraan Bushmaster dan Hawkei. Ikut dalam rombongan tersebut Dirtekind Ditjen Pothan Laksma TNI Sriyanto, Asrenad Mayjen TNI Hassanudin, Danpussenif Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Dirut Pindad Abraham Mose, sejumlah pejabat Kemhan, Pindad, serta KemenPPN. (Sucipto)

Hari Armada RI 2019, Koarmada II Uji Coba Kapal Selam Alugoro-405


Upacara Hari Peringatan Armada Republik Indonesia (RI) Tahun 2019 digelar di Dermaga Ujung Surabaya, Kamis (5/12/20119). Bersamaan dengan itu, Komando Armada II (Koarmada) juga melakukan sea acceptance trial atau uji coba laut Kapal Selam KRI Alugoro-405.
Uji Coba Kapal Selam Alugoro-405
Uji Coba Kapal Selam Alugoro-405 
Laksamana TNI Siwi Sukma Aji Kepala Staf Angkatan Laut mengatakan, kapal selam batch kedua itu dibangun oleh PT PAL yang bekerja sama dengan Korea Selatan. Hari ini, alutsista tersebut akan diberangkatkan ke Laut Jawa untuk melaksanakan uji coba.
Sebelumnya, kapal selam tersebut sudah melakukan first trimming test di Dermaga kapal selam perseroan pada 24 Oktober 2019. Tahapan itu penting untuk menguji keseimbangan kapal selam, baik di permukaan maupun di bawah permukaan.
Hasilnya, Kapal selam Alugoro memenuhi syarat kestabilan di permukaan dan pada saat menyelam. Keberhasilan tahapan first trimming test itu dinilai pengalaman pertama di Indonesia.
Mengingat Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam pertama karya anak bangsa yang dibangun di PT PAL Indonesia. Pembuatan kapal selam itu melibatkan sekitar 206 putra putri terbaik bangsa yang dikirim ke Korea Selatan untuk belajar.
"Sebelumnya sudah dilaksanakan uji coba di Pangkalan. Kemudian sekarang, mereka melaksanakan uji coba ke laut. Jadi ini kesempatan baik, karena waktu yang tepat dan cuaca serta kondisi laut hari ini bagus," kata Siwi.
Namun demikian, kapal selam Alugoro masih harus menjalani beberapa tahapan tes lain. Salah satunya hari ini, seperti sea acceptance trial atau tes berlayar di perairan terbuka. Kemudian dilanjutkan tahapan final completion, sebelum akhirnya bisa beroperasi penuh (comissioning).
Pembangunan Kapal Selam Alugoro merupakan investasi jangka panjang negara untuk memiliki penguasaan teknologi tertinggi alutsista laut yaitu kapal selam. Itu merupakan investasi yang akan menjadi legasi kepada generasi penerus bangsa.
Dalam peringatan Hari Armada RI, Siwi mengingatkan Koarmada harus menegakkan kedaulatan dan keamanan negara. Selain itu juga mampu mengantisipasi perkembangan strategis global sebagai dampak perkembangan teknologi modern.
"Pesan bagi saya selaku Kepala Staf Angkatan Laut dalam rangka Hari Armada Tahun 2019 tentunya Armada harus mampu mengawal kedaulatan dan keamanan negara kesatuan. Serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu yang terpenting," kata dia.
"Kemudian, cita-cita Armada untuk menjadi salah satu kekuatan diplomasi, kekuatan pertahanan yang mampu memberikan satu situasi dan satu konteks pertahanan di kawasan. Itu sangat penting. Karena ke depan Koarmada RI harus membangun sumber daya manusia yang mampu mengimbangi perkembangan teknologi, yang berkembang begitu cepat," jelasnya.
Peringatan Hari Armada tahun ini mengusung tema "Armada sebagai Pengawal Samudra Siap Mewujudkan Prajurit Pejuang, Profesional, Bermoral dan Militan". Dengan melibatkan sekitar 1.913 personel gabungan seluruh Kotama TNI AL wilayah Surabaya, serta jajaran Forkopimda. (Anggi Widya Permani)

Filipina akan Terima MLRS K136 Kooryong Buatan Korea Selatan


Menurut sebuah tweet dari reporter Inquirer Filipina Frances Mangosing, Angkatan Darat Filipina akan segera menerima MLRS (Multiple Launch Rocket Systems) K136 Kooryong dari Korea Selatan. Sebuah mockup kendaraan itu ditampilkan selama pameran Philippine Army Weapons Expo 2019
MLRS K136 Kooryong
MLRS K136 Kooryong 
Menurut berita yang dirilis oleh Kantor Berita Filipina pada 14 Agustus 2019, MLRS yang diperoleh dari Korea Selatan akan masuk kedinasan AD Filipina.
K136 Kooryong adalah sistem artileri roket Korea Selatan yang mulai dioperasikan pada tahun 1986. Sebanyak 150 dari sistem peluncur roket multipel ini dibangun dan saat ini dalam kedinasan AD Korea Selatan.
K136 Kooryong dilengkapi dengan pod berisi 36 tabung peluncur yang tersusun dalam bentuk persegi panjang yang dapat diputar dari kabin kendaraan yang tidak terlindung. Susunan tabung roket adalah empat baris masing-masing dengan 9 tabung. Kendaraan peluncur roket itu dapat menembakkan dua jenis roket 130 mm, roket standar K30 dan roket jarak jauh K33. 
Roket standar memiliki panjang 2,4 m dan berat 54 kg. K33 memiliki panjang 2,53 m dan berat 64 kg. K30 memiliki jangkauan maksimum 23 km, sedangkan K33 memiliki jangkauan maksimum 36 km. Roket dapat dilengkapi dengan dua jenis hulu ledak termasuk HE konvensional dan HE fragmentasi yang berisi 16.000 bola baja.
Pod peluncur roket dipasang pada sasis truk KM809A1 6x6 yang ditenagai oleh mesin diesel, dengan daya 236 tenaga kuda. Kendaraan memiliki penggerak semua roda dan dilengkapi dengan sistem pengatur tekanan ban tersentral. Kendaraan dapat berjalan pada kecepatan jalan maksimum 80 km/jam dengan jarak jelajah maksimum 550 km.
MLRS K136 Kooryong ini dimuat ulang secara manual dalam waktu sekitar 10 menit. Pemuatan ulang biasanya dilakukan jauh dari posisi peluncuran untuk menghindari tembakan balasan (counter-battery fire) lawan. Pemuatan ulang roket dilakukan dengan bantuan truk pemasok roket KM813A1 6x6, yang membawa 72 roket.(Angga Saja-TSM)

Filipina Bakal Beli Rudal Jelajah Supersonik BrahMos dari India


Filipina sedang dalam proses untuk menjadi negara asing pertama yang mengakuisisi BrahMos, rudal jelajah supersonik tercepat di dunia ini dikembangkan bersama oleh India dan Rusia.
"Sejauh menyangkut Angkatan Darat Filipina, konsensus tentang sistem BrahMos adalah kesepakatan yang dilakukan," kata sumber yang mengetahui pembicaraan tentang proses pembelian senjata tersebut kepada Hindustan Times.
Rudal Jelajah Supersonik BrahMos
Rudal Jelajah Supersonik BrahMos 
"Sekarang, ini semua tentang negosiasi harga dan kami berharap kesepakatan akan diselesaikan tahun depan," lanjut sumber tersebut, yang dilansir Senin (9/12/2019).
Sumber itu menyebutkan bahwa New Delhi dapat menawarkan pinjaman preferensial kepada Manila untuk pembelian misil BrahMos, dan biayanya akan menentukan berapa banyak sistem yang pada akhirnya dibeli Filipina.
Pada Oktober lalu, Angkatan Darat Filipina mengonfirmasi minatnya untuk membeli senjata guna memperkuat pertahanan pesisir negara itu. Sistem rudal BrahMos versi berbasis darat telah ditampilkan dalam pameran senjata di Manila minggu lalu.
India juga telah melakukan pembicaraan serupa dengan negara-negara lain, termasuk Vietnam, Thailand dan Indonesia.
BrahMos dikembangkan bersama oleh India dan Rusia, dan digambarkan sebagai rudal jelajah supersonik tercepat di dunia. Selain versi berbasis darat, misil ini juga tersedia dalam versi berbasis jet tempur, kapal perang atau pun kapal selam.
Sistem rudal BrahMos yang telah di-upgrade diklaim memiliki jangkauan hingga 500 km. (Muhaimin)

Rusia Kerahkan Sistem Rudal S-300 Modern 500 Km dari Moskow


Militer Rusia mengerahkan modern di dekat Kota Voronezh, 500 kilometer (Km) selatan Moskow. Senjata itu akan memperkuat "zona penolakan" di wilayah udara atau langit Moskow, yang mana pesawat musuh tidak akan aman jika memasukinya.
 Sistem Rudal S-300
 Sistem Rudal S-300  
Sistem S-300 yang dikerahkan di dekat kota Voronezh adalah versi baru dari upgrade S-300 yang legendaris, yang dikenal sebagai S-300MP2 Favorite oleh NATO dinamai SA-20b Gargoyle b.
Resimen pertahanan udara Voronezh adalah salah satu yang paling penting untuk keamanan negara Rusia karena mencakup Moskow, serta pangkalan militer lokal bersama dengan pembangkit nuklir, dan karenanya harus dilengkapi dengan salah satu senjata yang paling canggih.
Sistem S-300MP2 sebenarnya masih kalah modern dibandingkan dengan S-400. Namun, S-300 versi upgrade lebih canggih dari pendahulunya, S-300MP1. Jangkauan tembak efektifnya mampu menjatuhkan target non-balistik hampir dua kali lipat menjadi 200 kilometer dan dapat menembak jatu rudal balistik dalam jarak 40 kilometer.
Kecepatan juga penting di bidang operasi sistem ini. Kepala resimen pertahanan udara, Evgeny Dunaev, menekankan bahwa S-300MP2 tidak hanya bagus dalam mendeteksi, melacak, dan mengalahkan pesawat musuh dari jauh, tetapi juga sangat mobile.
"(S-300MP2) sangat dapat dikendalikan, yang memungkinkan kami mengubah lokasi penempatan kami dengan cepat. Waktu penempatan keseluruhan tidak melebihi lima menit, ketika mereka siap menembak. Sistem pertahanan udara ini dapat bekerja di medan apa pun, dalam cuaca apa pun dan kapan pun," kata Dunaev, seperti dikutip Sputniknews, Senin (9/12/2019).
S-300 yang dimodernisasi bukan hanya merupakan senjata yang keras, tetapi juga senjata yang sangat cepat. Hanya butuh sekitar 60-90 detik dari saat pesawat musuh atau rudal yang terlacak untuk menjatuhkannya dari jarak maksimum. Rudal dari sistem ini dapat terbang dengan kecepatan 2.100 meter per detik dan dapat menempuh jarak 200 kilometer dalam waktu sekitar 1,5 menit.
Media Rusia mengklaim dengan karakteristik seperti itu, tidak mengherankan bila sistem pertahanan udara S-300 telah menunjukkan hasil yang mengesankan di Suriah bahkan terhadap serangan canggih. Sistem itu telah membantu mempertahankan pangkalan udara Hmeymim, yang diserang oleh gerombolan pesawat tak berawak yang dikendalikan oleh militan lokal dan kelompok-kelompok teroris pada bulan Juni dan Juli 2019.
Meskipun ada upgrade besar pada karakteristiknya, algoritma pelacakan, dan mekanisme perangkat lunak canggih S-300MP2 sekarang sebenarnya lebih mudah ditangani oleh tentara jika dibandingkan dengan S-300MP1. Sebelumnya, sebagian besar operasi harus dilakukan secara manual, sedangkan sekarang sebagian besar dilakukan secara otomatis.
Resimen S-300 melihat sasarannya di radar atau menerima koordinat dari pusat komando yang terhubung ke berbagai radar sejenis, yang kemudian mulai melacak pelanggar wilayah udara, memberikan rudal, dan meluncurkannya. Seorang man-in-the-loop hanya muncul selama proses ini sesekali, ketika tentara perlu membuat keputusan akhir, misalnya apakah akan menembak atau tidak pada target yang dipilih. Selebihnya S-300 yang baru melakukannya sendiri.
Personel operator S-300MP2 juga menganalisis data pasca-keterlibatan untuk menyimpulkan apakah target berhasil ditembak jatuh atau tidak. Ini dapat ditentukan dengan mengidentifikasi puing-puing yang diidentifikasi pada radar. (Muhaimin)

Upacara Pemberian Nama Kapal Induk USS John F. Kennedy (CVN 79) AL AS


Kapal induk kelas Gerald R. Ford Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John F. Kennedy (CVN 79) diresmikan namanya pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 lalu, di Newport News Shipbuilding division, Huntington Ingalls Industries. USS John F. Kennedy adalah kapal induk kedua dari kelas Gerald R. Ford, dibangun untuk menggantikan kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat.
USS John F. Kennedy (CVN 79)
USS John F. Kennedy (CVN 79)
Dihadiri lebih dari 20.000 orang, putri Presiden John F. Kennedy, Caroline Bouvier Kennedy, mantan Duta Besar AS untuk Jepang, secara resmi memberi nama Pre-Commissioning Unit (PCU) John F. Kennedy (CVN 79) di Newport News Shipbuilding division, Huntington Ingalls Industries (HII-NNS) di Newport News, 7 Desember 2019.
Dengan panjang 1.092 kaki dan bobot 100.000 ton, CVN 79 menggabungkan lebih dari 23 teknologi baru, yang meliputi kemajuan dramatis dalam bidang propulsi, pembangkit listrik, penanganan persenjataan dan sistem peluncuran pesawat. Inovasi ini akan mendukung tingkat sortie 33% lebih tinggi dengan penghematan biaya yang signifikan bila dibandingkan dengan kapal induk kelas Nimitz. Kelas Gerald R. Ford juga menawarkan pengurangan biaya yang signifikan — sekitar $ 4 miliar per kapal — dalam hal operasional dan biaya dukungan dibandingkan dengan kelas Nimitz sebelumnya.
Teknologi dan kemampuan berperang yang baru yang dibawa oleh kapal induk John F. Kennedy akan mengubah peperangan laut, mendukung kehadiran Angkatan Laut AS yang lebih berkemampuan dan pengerahan yang mematikan. Dalam era persaingan kekuatan militer besar, CVN 79 akan berfungsi sebagai platform tempur yang gesit dan mematikan di dunia, dengan sistem yang ditingkatkan yang meningkatkan interoperabilitas di antara platform lain dalam carrier strike group, serta dengan pasukan angkatan laut sekutu regional dan para mitra AS.
Kapal induk USS John F. Kennedy ditenagai oleh dua reaktor nuklir AB1 desain baru. Reaktor diproduksi oleh Bechtel, yang mengalahkan raksasa reaktor kapal perang langganan lama AL AS untuk kontrak reaktor, General Electric dan Westinghouse.
Kapal induk kelas Ford dapat membawa setidaknya dua skuadron yang terdiri dari sepuluh hingga dua belas F-35C Joint Strike Fighter, dua skuadron yang terdiri dari sepuluh hingga dua belas F/A-18E/F Super Hornet, lima jet penyerang elektronik EA-18G Growler, empat pesawat peringatan dini dan pengendalian udara E-2D Hawkeye , dan dua pesawat angkut carrier onboard delivery (COD) C-2 Greyhound. 
Kapal ini juga akan membawa delapan helikopter MH-60S Seahawk. Selain itu, itu akan dibawa drone pengisian bahan bakar dan pengumpulan intelijen MQ-25 Stingray, pesawat tempur generasi keenam yang direncanakan untuk menggantikan Super Hornet, dan, jika usulan Senator John McCain berhasil, drone serang jarak jauh yang baru. Pesawat tiltrotor V-22 Osprey juga disiapkan untuk menggantikan C-2 Greyhound dalam peran COD.
Kapal induk USS John F. Kennedy akan memiliki awak 4.660 personel termasuk 500 perwira, 3.790 tamtama dan personel keamanan dan personel khusus lainnya.(Angga Saja-TSM)

Australia Beli Drone MQ-9B SkyGuardian


Angkatan Pertahanan Australia (ADF) telah mengontrak General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA‑ASI) untuk pengadaan MQ-9B SkyGuardian Remotely Piloted Aircraft Systems (RPAS) di bawah Project Air 7003 negara itu.
MQ-9B SkyGuardian
MQ-9B SkyGuardian 
Pembelian ini menyusul pengumuman pemerintah Australia pada November 2018 bahwa GA-ASI akan memasok RPAS bersenjata kepada ADF. ADF diperkirakan akan menerima pengiriman pertama pada awal 2020-an, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, Rabu (04/12).
MQ-9B adalah bagian dari RPAS Medium-altitude, Long-endurance (MALE) seri Predator produksi GA-ASI yang total telah mengantongi lebih dari enam juta jam terbang hingga saat ini. Perusahaan General Atomics sebelumnya mengumumkan niatnya untuk menawarkan MALE RPAS kepada ADF pada pameran AVALON 2017.
Sementara itu Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mengakuisisi MQ-9B sebagai bagian dari program Protector RG Mk1 dan dijadwalkan untuk menerima engiriman pertama pada awal 2020-an. Pemerintah Belgia telah menyetujui Kementerian Pertahanan Belgia untuk bernegosiasi untuk akuisisi MQ-9B untuk memenuhi kebutuhan drone negara tersebut.
Pengembangan MQ-9B merupakan hasil dari program lima tahun yang didanai sendiori oleh perusahaan untuk menciptakan sistem pesawat tak berawak untuk memenuhi persyaratan sertifikasi kelaikan udara yang ketat dari NATO dan otoritas penerbangan sipil di seluruh dunia. MQ-9B dipasangi Detect and Avoid (DAA) system yang dikembangkan oleh GA-ASI, yang terdiri dari radar udara-ke-udara, Traffic alert and Collision Avoidance System (TCAS II) dan Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). MQ-9B dibangun untuk kinerja segala cuaca dengan proteksi terhadap petir, toleransi kerusakan yang tinggi, dan sistem de-icing.(Angga Saja-TSM)

Radar Acak