High Mobility Powered Exoskeleton, Pengembangan Exoskeleton Militer Jepang - Radar Militer

18 Desember 2019

High Mobility Powered Exoskeleton, Pengembangan Exoskeleton Militer Jepang


Peralatan yang dibawa seorang tentara infanteri cenderung semakin berat. Peralatan pribadi seorang tentara dimasa kini semakin lengkap dan beragam seperti helm, rompi anti peluru, alat komunikasi, ransel dan isinya, senjata dan amunisinya. Rata-rata beban yang harus dibawa bisa mencapai 40 hingga 50 kg. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan yang dapat menurunkan performa tentara dalam bertempur.
High Mobility Powered Exoskeleton
High Mobility Powered Exoskeleton 
Badan Akuisisi, Teknologi & Logistik Jepang (ATLA), yang merupakan bagian dari Kementerian Pertahanan Jepang mulai mengerjakan teknologi eksoskeleton sejak 2016 sebagai bagian dari konsep "Zero Casualty Battle System". Idenya adalah untuk menghindari korban manusia dengan mengganti tentara dengan teknologi apabila memungkinkan. 
Sebuah powered suit dapat membawa beban dan perlindungan anti peluru yang lebih kuat terhadap tembakan musuh tanpa mengorbankan kecepatan dan mobilitas, biasanya masalah ini terkait dengan bobot plat armor keramik dan Kevlar. Peneliti militer Jepang telah membangun prototipe eksoskeleton yang disebut sebagai High Mobility Powered Exoskeleton untuk tubuh bagian bawah pada Maret 2017 setelah melalui fase desain, manufacturing dan pengujian.
Eksoskeleton tersebut dikenakan pada kaki dan pinggang, dan digerakkan oleh motor elektrik yang hening. Eksokeleton memungkinkan penggunanya bergerak dengan cepat dan lincah dengan mengurangi beban fisik yang ditanggung ketika ia membawa beban atau peralatan yang berat. High Mobility Powered Exoskeleton dapat menanggung beban hingga 30 kilogram. 
Apabila misalnya penggunanya membawa beban seberat 50 kilogram, ia hanya akan merasakan beban seberat 20 kilogram, sehingga akan dapat mengurangi kelelahan ketika berjalan pada jarak yang jauh dan lebih lincah dalam bergerak meskipun membawa beban berat. Jadi sebenarnya alat ini dibuat bukan agar tentara menjadi lebih santai, tapi agar ia dapat membawa beban lebih berat daripada yang dapat dibawa tentara pada umumnya dan masih tetap fit untuk bertempur.
Motor berkinerja tinggi dipasang pada bagian pinggang dan lutut eksoskeleton untuk dapat menanggung beban. Sensor-sensornya secara akurat dapat mendeteksi beban dan gerakan penggunanya. Pada bagian persendian kaki terdapat mekanisme passive drive sehingga beban pada pergelangan kaki dapat berkurang. Motor eksoskeleton tersebut ditenagai oleh empat baterai berkapasitas tinggi dibagian punggung.
Dengan mengenakan eksoskeleton tersebut, penggunanya mampu berjalan dengan kecepatan 4 km/jam dengan beban seberat 50 kilogram pada permukaan keras dan rata selama 2 jam. High Mobility Powered Exoskeleton memungkinkan penggunanya untuk berjalan secara stabil di permukaan tidak rata dengan kecepatan 2,4 km/jam. 
High Mobility Powered Exoskeleton mudah dan cepat dikenakan dan aman, dengan fitur memenuhi standar waterproof IPX5/7 dan memenuhi standar dustproof IP5X. High Mobility Powered Exoskeleton dapat dilakukan setting dengan bantuan komputer tablet sesuai kebutuhan.(Angga Saja-TSM)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb