Kesepakatan Rudal BrahMos Filipina akan Ditandatangani Tahun 2020 - Radar Militer

19 Desember 2019

Kesepakatan Rudal BrahMos Filipina akan Ditandatangani Tahun 2020


Penandatanganan kontrak untuk rudal jelajah supersonik jarak menengah Brahmos, yang sedang diincar untuk misi pertahanan pantai Angkatan Darat Filipina, akan ditandatangani pada awal tahun 2020, Menteri Pertahanan Nasional Filipina Delfin Lorenzana mengatakan Senin (16/12) malam.
Rudal BrahMos
Rudal BrahMos  
Ia membuat pengumuman ini ketika ditanya tentang kemungkinan Filipina memiliki rudal tersebut.
"Penandatanganan kontrak akan dilakukan pada tahun 2020. Mungkin pada kuartal pertama atau kedua," kata Lorenzana.
Ketika ditanya tentang berapa banyak unit BrahMos yang akan diakuisisi Filipina, Menteri Pertahanan mengatakan "dua baterai".
Baterai rudal setara dengan tiga peluncur otonom mobile dengan masing-masing dua atau tiga tabung rudal.
Selain digunakan AD FIlipina, Menteri Pertahanan mengatakan senjata-senjata itu juga dapat digunakan oleh Angkatan Udara Filipina. Lorenzana mengatakan pengadaan akan melalui "moda pemerintah-ke-pemerintah".
Setelah dikirim, ia mengatakan bahwa BrahMos akan menjadi persenjataan Filipina pertama dengan kemampuan deteren.
"Ada dana untuk itu sesuai dengan program modernisasi kami," kata Lorenzana sebelumnya ketika ditanya apakah Filipina dapat membiayai atau menyediakan dana untuk akuisisi rudal yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan India itu.
Akuisisi sistem rudal berbasis darat berada di bawah Revised Armed Forces of the Philippines Modernization Program Horizon Two yang dijadwalkan dari 2018 hingga 2022 untuk akuisisi peralatan yang ditujukan untuk pertahanan eksternal dan memiliki anggaran PHP300 miliar.
AD Filipina pada bulan Oktober mengaktifkan sistem baterai rudal darat pertama yang berada di bawah pengawasan Resimen Artileri Angkatan Daratnya. Unit tersebut saat ini sedang mengerjakan program pelatihannya sebelum mendapatkan peralatan.
Pada bulan yang sama, para pejabat AD Filipina melakukan kunjungan ke frigat berpeluru kelas "Shivalik", INS Sahyadri (F-49), untuk mempelajari lebih lanjut tentang kemampuan misilnya yang mencakup rudal jelajah "BrahMos" yang dapat diluncurkan dari kapal, pesawat terbang, kapal selam atau darat dan memiliki kecepatan maksimum Mach 3 dan mampu membawa hulu ledak seberat 200 hingga 300 kilogram.
"AD Filipina tertarik untuk mendapatkan rudal jenis ini karena akan memperkuat operasi pertahanan pantai kita," kata juru bicara AD Filipina Letnan Kolonel Ramon Zagala sebelumnya.(Angga Saja-TSM)
Sumber : pna.gov.ph

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb