Rusia: Senjata Kami Banyak Dijiplak Negara Lain - Radar Militer

16 Desember 2019

Rusia: Senjata Kami Banyak Dijiplak Negara Lain


Rusia menyebut bahwa ada lebih dari 500 kasus duplikasi senjata dan perangkat keras militer Rusia dalam 17 tahun terakhir. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Proyek Properti Intelektual di Perusahaan Rostech, Yevgeny Livadny.
Senyang J-11
Senyang J-11 
"Penjiplakan peralatan kami yang tidak sah di luar negeri adalah masalah besar. Sudah ada 500 kasus seperti itu selama 17 tahun terakhir. China sendiri telah menjiplak mesin pesawat terbang, pesawat Sukhoi, jet dek, sistem pertahanan udara, rudal pertahanan udara portabel, dan analog dari self-propelled medium-range sistem permukaan ke udara Pantsir," katanya dilansir dari Tass, Minggu (15/12).
Livadny mengatakan bahwa kelompok spesialis Rusia yang bekerja di luar negeri sering berhasil mengekspos penjiplakan ilegal semacam itu.
Ketika kasus-kasus seperti itu didaftarkan, tidak mungkin menghadirkan apa pun di pengadilan, karena tidak ada paten untuk senjata dan peralatan Rusia yang terdaftar di luar negeri.
"Perusahaan asing seperti Raytheon dan BAE Systems memiliki hingga 5.000 paten di luar negeri. Mereka mengungkapkan kekayaan intelektual mereka, karena mereka tidak melihat risiko. Sementara itu, baik Kementerian Pertahanan maupun perusahaan kompleks industri pertahanan kami tidak mendaftarkan paten di luar negeri," jelasnya.
Pada Oktober tahun ini, Rosoborontexport mendeklarasikan pembentukan kelompok konsultatif untuk perlindungan hak kekayaan intelektual dalam kerangka kerja sama militer-teknis dengan negara lain.
Kelompok ini menggabungkan para pejabat dari Kementerian Pertahanan, layanan federal untuk kerja sama militer-teknis, Rostech dan Rosatom.(Khoirur Rozi)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb