F-16 Belgia Cegat Pesawat Militer Rusia Yang Terbang Dekat Wilayah Udara Sekutu

radarmiliter.com - Jet tempur F-16 Angkatan Udara Belgia yang merupakan bagian dari kepolisian udara NATO di wilayah Laut Baltik mencegat sebuah pesawat militer Rusia yang terbang dekat dengan wilayah udara Sekutu pada 26 Maret.
F-16 Belgia Cegat Pesawat Militer Rusia
F-16 Belgia Cegat Pesawat Militer Rusia  
NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat Rusia dicegat setelah "gagal menghormati norma keselamatan internasional". Tindakan pencegatan itu adalah yang ketiga dalam beberapa hari berturut-turut, terjadi di atas Laut Baltik dan terjadi ketika pasukan militer NATO sedang mengatasi krisis coronavirus.
“Karena angkatan bersenjata Sekutu membantu menyelamatkan nyawa dalam pertempuran melawan virus Covid-19, kemampuan NATO untuk melakukan operasi belum dirusak. Pasukan kami tetap siap dan pekerjaan penting kami terus berlanjut, di udara, di laut, dan di semua domain lainnya, ”kata juru bicara NATO Oana Lungescu.
Aktivitas udara terjadi setelah angkatan laut NATO membayangi tujuh kapal perang Rusia di Laut Utara . Sementara kapal-kapal angkatan laut Rusia umumnya transit melalui Selat Inggris dalam perjalanan mereka antara High North dan Laut Mediterania. Pada kesempatan ini mereka tetap di Laut Utara selama beberapa hari. Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan angkatan laut NATO lainnya memantau kapal-kapal Rusia - dua fregat, tiga korvet, dan dua kapal pendarat.
Sementara itu, akhir pekan ini menyaksikan dimulainya latihan maritim yang dipimpin Inggris di lepas pantai barat laut Skotlandia. Latihan Militer Gabungan dua tahunan juga melibatkan Amerika Serikat, Jerman, Denmark, Norwegia, dan Standing Maritime Group One (SNMG1) NATO. Latihan akan berlangsung dari Sabtu, 28 Maret hingga 10 April.(paijojr)

Garda Nasional Ukraina Diperkuat Kendaraan Lapis Baja Novator 4x4

radarmiliter.com - Perusahaan Ukrainian Armor telah memulai pengiriman kendaraan lapis baja Novator 4x4 ke Garda Nasional Ukraina berdasarkan kontrak Negara. Novator adalah kendaraan lapis baja ringan 4x4 yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi di Ukraina oleh Ukrainian Armor.
 Kendaraan Lapis Baja Novator 4x4
 Kendaraan Lapis Baja Novator 4x4  
Menurut gambar yang dirilis ke akun Facebook MVS pemerintah Ukraina.GOV.UA, Ukrainian Armor telah berhasil menguji kendaraan Novator barunya pada Desember 2017.
Novator adalah kendaraan taktis ringan yang didasarkan pada model pickup sasis Ford F550. Desain kendaraan dibagi dalam tiga bagian utama dengan mesin di depan, kompartemen kru dan pasukan di tengah dan area kargo di belakang. Novator dapat menampung lima personel militer dengan dua kursi di depan dan tiga di belakang.
Menurut Ukrainian Armor, kendaraan dilengkapi dengan lapir baja yang memberikan perlindungan terhadap senjata kaliber kecil 5.56 mm dan serpihan shell artileri. Ia juga memiliki perlindungan ranjau terhadap granat tangan dan submunisi artileri yang tidak meledak.
Novator digerakkan dengan mesin diesel turbo V8 6,7 liter yang mempunyai kekuatan 300 HP pada 2.800 RPM. Kendaran lapis baja ini dapat berjalan pada kecepatan jalan maksimum 140 km dengan jarak jelajah maksimum dari 700 hingga 1.000 km.
Peralatan standar Novator untuk Garda Nasional Ukraina meliputi sistem komunikasi radio, perangkat night vision, sistem pemadam kebakaran otomatis, kamera dasbor khusus dan sistem inflat ban semi-otomatis.(paijojr)

Angkatan Udara Amerika Serikat Akan Sewa Pesawat Latih T-50A Buatan KAI - Lockheed Martin

radarmiliter.com - Angkatan Udara Amerika Serikat berencana untuk menyewa pesawat latih T-50A buatan Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin untuk mengajarkan pilot "keterampilan tempur taktis," sebelum memulai pelatihan jet latih baru mereka T-7A Red Hawks.
T-50A  Buatan KAI - Lockheed Martin
T-50A  Buatan KAI - Lockheed Martin  
USAF akan menyewa antara empat hingga delapan pesawat latih T-50A. Jet latih T-50A tersebut kalah dalam kontes TX 2018 dari T-7A Red Hawks yang dibangun oleh Boeing dan Saab. T-7A Red Hawks pertama diharapkan tiba memperkuat skuadron tahun 2023.
"Meskipun KAI kalah dalam persaingan pada 2018 karena konsorsium yang terdiri dari Boeing dan Saab, menyewa empat hingga delapan jet latih T-50A sedang ditinjau karena sudah beroperasi dan diekspor," kata seorang pejabat KAI.
Pesawat latih ini akan dijual ke Hillwood Aviation yang kemudian akan disewakan ke Angkatan Udara Amerika Serikat. T-50A akan mengajarkan pilot "keterampilan taktis" sebelum memulai pelatihan formal di T-7A, kutip dari Komando Tempur Udara USAF.
"Ketika Hillwood Aviation membeli jet latih T-50A, mereka akan disewakan ke USAF. Harga sewa untuk setiap jet sedang dinegosiasikan," kata pejabat itu. Jet tersebut akan menyediakan 3.000 sorti (atau 4.500 jam penerbangan) setiap tahun selama lima tahun, kata ACC.(paijojr)

Indonesia Akan Tambah 79 Kendaraan Lapis Baja BT-3F Untuk Marinir TNI AL

radarmiliter.com - Indonesia sedang mempertimbangkan pembelian tambahan 79 kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) BT-3F dari Rusia dengan perkiraan $ 289 juta.
Pada April 2019, pengekspor senjata negara Rusia Rosoboronexport melaporkan penandatanganan kontrak untuk memasok sejumlah kendaraan tempur infanteri BMP-3F (IFV) dan APC BT-3F yang tidak ditentukan.
BT-3F Marinir TNI AL
BT-3F Marinir TNI AL 
“Kontrak pasokan BT-3F ke Indonesia telah menjadi kesepakatan ekspor Rusia pertama untuk kendaraan baru ini. Desain mencerminkan permintaan para mitra serta pengalaman mereka menggunakan BMP-3F yang dikirim kepada mereka sebelumnya. Indonesia sangat berhati-hati dalam pemilihan bahan untuk angkatan bersenjatanya dan kontrak ini merupakan penanda serius kualitas tertinggi senjata Rusia dan keunggulan mereka di atas pesaing, ”kata Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev tahun lalu.
Sumber telah mengatakan kepada Defenseworld bahwa kontrak tersebut dapat mencapai puluhan juta dolar dan termasuk perdagangan imbal balik.
BT-3F dikembangkan berdasarkan BMP-3F dan dirancang untuk transportasi unit marinir, penjaga pantai dan pasukan darat serta untuk dukungan tembakan dari pihak darat di semua jenis operasi tempur.
APC ini mampu mengangkut 17 orang, termasuk anggota kru. Ruang kontrol menampung pengemudi, kru pendaratan dan asisten komandan - di sisi kiri dan kanan yang keduanya mampu menembakkan senapan mesin.
APC dilengkapi dengan kursi lipat penyerap energi, memberikan pengurangan yang signifikan pada beban kejut pada tulang belakang saat ledakan ranjau dan saat berkendara di medan yang kasar. Selain itu, kendaraan BT-3F dilengkapi juga dengan pendingin ruangan yang sangat penting untuk kondisi iklim tropis yang panas.
Atap BT-3F mengakomodasi modul tempur remote-control yang distabilkan dengan senapan mesin 12,7 mm. Untuk keperluan pemantauan medan dan tujuan, modul tempur dilengkapi dengan penglihatan pencitraan pencari panas dengan pengintai laser. Modul ini dilengkapi dengan sistem diagnostik built-in dan penghitung amunisi dengan indikasi "amunisi habis."(paijojr)

Jenderal Amerika: Virus Corona Tidak Memengaruhi Operasi Kami

radarmiliter.com - Amerika Serikat telah menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia. Namun, wabah mematikan itu sepertinya tidak berpengaruh sama sekali terhadap militer Paman Sam yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
Militer Amerika Serikat
Militer Amerika Serikat 
"Tidak ada pengaruh terhadap operasi," ujar Jenderal John Hyten, wakil ketua Kepala Staff Gabungan AS kepada AFP, Jumat (27/3).
"Saat ini misi yang sudah berjalan di seluruh penjuru dunia masih dilakukan sesuai dengan rencana yang telah kami susun satu atau dua bulan lalu."
Jika diperlukan, lanjut dia, militer AS selalu siap melakukan penyesuaian-penyesuaian. "Namun, sejauh ini virus corona tidak mempengaruhi misi-misi tersebut," terang dia.
Hyten mengungkapkan, jumlah personel militer AS yang terjangkiti virus corona masih sangat kecil. Karena itu, tidak mempengaruhi kemampuan melaksanakan misi.
Pentagon pada Rabu (25/3) lalu mengumumkan penghentian sementara seluruh pergerakan pasukan AS di seluruh dunia, termasuk penerjunan dan pemulangan personel di medan perang. Langkah ini bertujuan mencegah penularan virus corona di kalangan militer.
Hingga kemarin, Pentagon telah melaprokan 652 kasus virus corona yang meliputi personel militer, pegawai sipil dan kontraktor pertahanan. Seorang kontraktor dan pegawai sipil telah tewas akibat virus tersebut. (AFP/dil/jpnn)

Anggota Komisi I DPR Minta Pemerintah Libatkan TNI dalam Karantina Melawan Corona

radarmiliter.com - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta pemerintah yang tengah menyiapkan payung hukum tentang pemberlakuan karantina wilayah dalam rangka melawan virus corona (COVID-19) memasukkan ketentuan tentang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Alasannya, TNI punya sumber daya memadai dan kemampuan memobilisasi pasukan secara cepat.
TB Hasanuddin
TB Hasanuddin 
“TNI punya sumber daya yang melimpah untuk dimobilisasi secara cepat dan tepat sasaran, namun tentunya perlu perencanaan yang matang dan koordinasi cepat antarwilayah. Organisasi TNI memiliki kemampuan (koordinasi cepat), itu karena sistem komando militer yang tegas dan terorganisir," ujar Hasanuddin melalui layanan pesan, Sabtu (28/3).
Mantan sekretaris militer kepresidenan itu menambahkan, wabah virus corona sudah digolongkan sebagai ancaman terhadap keselamatan negara. Solusinya, sambung dia, memerlukan kecepatan dan ketepatan bertindak sehingga militer sudah saatnya dilibatkan lebih depan.
Mantan tentara dengan pangkat terakhir mayor jenderal itu menegaskan, militer lebih terlatih dalam kondisi krisis, termasuk bila tiba-tiba pemerintah memberlakukan karantina wilayah ataupun skala nasional. Saat karantina diterapkan, kata dia, seluruh lapisan masyarakat harus taat pada aturan yang berlaku khusus pada kondisi tertentu.
Jika masyarakat tidak tertib, yang muncul adalah kekacauan sehingga pemeliharaan keamanan juga melibatkan TNI. "Poin inilah yang kami usulkan untuk masuk dalam peraturan yang sedang dirumuskan oleh pemerintah," kata politikus yang karib disapa dengan panggilan Kang TB itu.
Terkait dasar hukum pelibatan angkatan bersenjata dalam upaya penanganan COVID-19, Hasanuddin menegaskan undang-undang sudah mengatur tentang tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). "Intinya adalah presiden harus mengoptimalkan semua sumber daya negara yang ada di tangannya untuk menangkal Covid-19," pungkas politikus PDI Perjuangan itu.
Sebelumnya Menko Polhukam Moh Mahfud MD mengungkapkan, pihaknya tengah menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang karantina kewilayahan. Menurut dia, PP itu perlu dibuat sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.
"Kami sekarang sedang menyiapkan rancangan peraturan pemerintah untuk melaksanakan apa yang disebut karantina perwilayahan," kata Mahfud dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).(boy/jpnn)

Tugas Selesai, KRI dr. Soeharso-990 Tiba Di Surabaya

radarmiliter.com - Usai sudah tugas KRI dr. Soeharso-990 mengevakuasi WNI kru dari kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess. Setelah masa tugas selama 40 hari, hari ini (27/3) kapal telah sandar kembali di Dermaga Madura, Ujung, Surabaya.
Kedatangan kapal rumah sakit angkatan laut ini disambut secara sederhana dan unik oleh Panglima, Laksda TNI Heru Kusmanto dan para pejabat utama Koarmada II. Pasalnya para penyambut berbaris dengan rapi dengan jarak tidak kurang dari 2 meter antara satu dengan lainnya, sebagai penerapan privacy distancing sesuai anjuran komando atas.
Penyambutan Satgas KRI dr. Soeharso-990
Penyambutan Satgas KRI dr. Soeharso-990 
Layaknya seorang pahlawan, panglima menyambut Komandan Satgas, Laksma TNI Rahmad Jayadi dan Komandan KRI Letkol Laut (P) Joko Setiono dengan penghormatan dan karangan bunga.
Panglima menyampaikan rasa bangga terhadap dedikasi seluruh anggota satgas yang telah melaksanakan tugas besar dan sarat dengan resiko ini dengan penuh rasa tanggung jawab.
"Saya sangat bangga kepada seluruh prajurit satgas, dengan dedikasi dan loyalitas tinggi serta penuh keberanian mereka telah membantu proses evakuasi saudara kita, kru World Dream dan Diamond Princess ke pulau Sebaru," ungkap Heru.
Dalam menjalankan misi selama 40 hari ini, KRI dr. Soeharso hanya sandar selama 3 hari sementara 37 hari sisanya kapal terus mengapung dan berlayar di laut. 14 hari di antaranya adalah masa karantina seusai evakuasi kru Diamond Princes ke Pulau Sebaru.
Pasca masa karantina di kapal, Kementerian Kesehatan RI menerbitkan sertifikat bebas Covid-19 untuk para prajurit satgas. Sehingga setelah kapal sandar, seluruh prajurit yang terlibat dalam Satgas Evakuasi langsung diijinkan pulang bertemu dengan keluarga.(Dispen Koarmada II)

Danlanud Iswahjudi Buka Dikkualsus Skill Level 1 Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30

radarmiliter.com - Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., secara resmi membuka Pendidikan Kualifikasi Khusus (Dikkualsus) Teknisi Pemeliharan Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30 Level 1 bertempat di hanggar Skadron Udara 14, Wing 3, Lanud Iswahjudi, Jumat (27/3/2020).
Dikkualsus Skill Level 1 Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30
Dikkualsus Skill Level 1 Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30 
Dikkualsus Skill Level 1 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 ini, bertujuan menyiapkan teknisi agar memiliki kemampuan tingkat lanjut terkait pelaksanaan pemeliharaan dan sistem pesawat, serta dapat melepas dan memasang bagian-bagian pesawat tempur Sukhoi SU-27/30.
Selain itu, melalui dikkualsus ini dapat terbentuk teknisi-teknisi Skadron Udara 14 yang dapat menganalisa permasalahan teknis pesawat, serta memiliki pengetahuan lebih spesifik tentang keselamatan terbang dan kerja, administrasi teknik serta Technical Order.
Pendidikan kualifikasi khusus Skill Level 1 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 ini, diikuti oleh lima belas personel Skadron Udara 14 dan akan berlangsung selama tiga bulan.
Melalui pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknisi Skadron Udara 14 untuk mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi SU-27/30.
Turut hadir dalam pembukaan Dikkualsus ini Danwing 3, Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., Dandepohar 80, Kolonel Tek Agung Djumaeri, Dandepohar 60, Kolonel Tek Saparkolip, Para Komandan Satuan dan para pejabat jajaran Lanud Iswahjudi lainnya.(Pen Lanud Iwj)

Unit 81, Intelijen Rahasia Israel Turun Tangan Lawan Covid-19

radarmiliter.com - Unit 81, salah satu unit intelijen militer paling rahasia Israel, ikut turun tangan memerangi pandemi virus corona baru, COVID-19.
Unit 81 selama ini dibebani dengan pengembangan teknologi untuk mendukung operasi tempur. Unit ini bahkan lebih rahasia daripada Unit 8200 yang lebih terkenal di dalam sesama korps intelijen militer Israel atau AMAN.
Penanganan Covid-19 di Israel
Penanganan Covid-19 di Israel 
Mengutip laporan Forbes yang dipublikasikan 20 Maret, Unit 81 sekarang telah membuka kedok untuk mempublikasikan pekerjaannya dalam memerangi COVID-19. Ini hanyalah contoh terbaru dari ganasnya virus tersebut dan perlawanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Salah satu petugas intelijen senior Unit 81 menggambarkan misi timnya adalah melakukan apa pun yang diperlukan untuk membantu memerangi masalah terbesar yang kini dihadapi dunia. Menurutnya, solusi yang dikembangkan oleh tim teknologi tinggi akan dibagikan secara online.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyatakan keadaan darurat untuk memerangi apa yang dia sebut "musuh tak terlihat". Akhir pekan lalu, dia memberi isyarat bahwa Israel menggunakan alat siber canggih untuk melacak orang-orang yang berpotensi memiliki virus corona.
Isyarat Netanyahu itu berarti bahwa teknologi canggih itu untuk pertama kalinya digunakan terhadap warga sipil. Peralatan itu selama ini digunakan untuk operasi anti-teror. "Sekarang kami memiliki peraturan darurat baru. Ini bukan rekomendasi atau permintaan tetapi perintah yang akan ditegakkan," kata Netanyahu.
"Ini adalah keputusan yang berbeda dari yang lain sejak berdirinya Negara Yahudi," ujarnya.
"Unit 81 akan membantu memberikan solusi untuk beberapa tantangan medis setelah krisis virus corona," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang mengumumkan keterlibatan unit itu secara terbuka.
Unit tersebut, kata IDF, mencari masalah dan mengembangkan solusi, yang beberapa di antaranya berasal dari pengalaman militer mereka sendiri.
Para pejabat intelijen senior menjelaskan bahwa Unit 81 mengubah unit ventilator rumah Bilevel Positive Airway Pressure (BiPAP) untuk melengkapi ventilator yang berfungsi penuh di rumah sakit di seluruh negeri. Dengan cara inilah, Israel siap untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan.
Ketika para pasien dirawat, upaya Unit 81 lainnya adalah menahan aliran udara di dalam kamar rumah sakit. "Memastikan bahwa kami tidak memaparkan ruang ke udara yang berasal dari pasien," kata salah satu pejabat intelijen Israel.
Unit 81 juga membangun sesuatu yang serupa untuk ambulans. Apa yang dimulai sebagai latihan untuk melindungi pengemudi militer pengangkut tentara yang terinfeksi kini telah berkembang.
Pihak Unit 81 mengatakan bahwa upayanya telah diterima dengan sangat baik oleh mereka yang bertanggung jawab di lapangan. Ada 150 kendaraan serupa ambulans yang kemungkinan akan siap dalam beberapa minggu mendatang.
Pekerjaan pada kendaraan serupa ambulans itu digarap di samping pengembangan masker wajah. Ambisi Unit 81 adalah menghasilkan lebih dari 1.000 masker setiap hari dan mendistribusikannya kepada dokter, perawat, dan staf medis lainnya di seluruh negeri.
Tak hanya itu, Unit 81 juga bekerja pada perangkat lunak untuk rumah sakit yang dapat menyimpan dan menganalisis data pasien, pelacakan infeksi, hasil tes, menyediakan rumah sakit dengan data untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat dan cara terbaik untuk mengatasi tantangan sehari-hari.
Intelijen militer Israel saat ini adalah salah satu yang paling maju di dunia. Teknologi pertahanan secara umum memimpin dunia dalam inovasi dan kemampuan.
Data hingga sore ini (28/3/2020) menunjukkan ada 3.460 kasus infeksi COVID-19 di Israel dengan 12 di antaranya meninggal. Jumlah pasien yang berhasil disembuhkanya 89 orang dan sisanya masih dalam perawatan. (Muhaimin)

Filipina Beli Radar Pertahanan Udara dari Jepang

radarmiliter.com - Mitsubishi Electric Corp memenangkan pesanan untuk menyediakan sistem radar udara , tidak termasuk suku cadangnya, ke Filipina bernilai sekitar ¥ 10 miliar ($ 90 juta), dalam ekspor produk pertahanan pertama dari Jepang sejak larangan perdagangan senjata yang telah lama dipegang oleh Jepang, dilonggarkan pada tahun 2014, kata sumber pemerintah Jepang, Kamis (26/03).
Sistem Radar J/FPS-3
Sistem Radar J/FPS-3 
Sistem radar tersebut dikembangkan berdasarkan radar J/FPS-3 dan JTPS-P14 yang digunakan oleh Pasukan Bela Diri untuk Angkatan Udara Filipina, kata sumber itu. Asahi Simbun Jepang menyebutkan bahwa pesanan dari Filipina tersebut mencakup empat sistem radar pertahanan udara, tiga sistem radar J/FPS-3 dan satu J/TPS-P14.
J/FPS-3 mampu mendeteksi jet tempur dan rudal yang mendekat, dan digunakan sebagai bagian dari sistem pertahanan Jepang melawan ancaman rudal Korea Utara. JTPS-P14 adalah sistem radar anti-pesawat yang biasanya dibawa pada kendaraan.
Kesepakatan itu awalnya akan selesai pada bulan Mei, tetapi negosiasi terhambat karena pandemi COVID-19, kata sumber-sumber pemerintah Jepang.
Sejak Jepang menghapus larangan ekspor senjata yang diberlakukan selama Perang Dingin, Jepang telah mengekspor komponen rudal interseptor pertahanan rudal mobile PAC-2, yang diproduksi di bawah lisensi di Jepang, ke Amerika Serikat.
Jepang juga telah memberikan pesawat latih Pasukan Beladiri bekas ke Filipina secara gratis, tetapi Tokyo belum pernah mengekspor produk pertahanan secara lengkap.
Filipina adalah salah satu dari beberapa negara Asia yang terlibat dalam perselisihan wilayah dengan Cina, yang telah meningkatkan kehadiran militernya di Laut Cina Selatan.
Produsen pertahanan Jepang tertinggal jauh dibelakang pesaing asing karena kendala yang diberlakukan oleh tiga prinsip negara versi sebelumnya mengenai ekspor pertahanan, serta kurangnya daya saing Jepang dalam soal harga.
Pemerintah mengadopsi tiga prinsip baru dalam transfer peralatan pertahanan pada April 2014 di tengah kekhawatiran perubahan kebijakan dapat mengganggu status Jepang sebagai negara pasifis. Prinsip-prinsip negara Jepang menyatakan bahwa negara Jepang akan terus memegang filosofi dasar menjadi negara pasifis yang mematuhi Piagam PBB.
Hal ini akan memungkinkan ekspor senjata hanya jika mereka berkontribusi pada kerjasama internasional dan kepentingan keamanan.
Namun, Jepang akan melarang ekspor senjata ke negara-negara yang sedang terlibat dalam konflik dan larangan itu juga akan berlaku ketika ekspor senjata tersebut melanggar resolusi PBB.(Angga Saja-TSM

Tujuh Kapal Perang Rusia Dekati Perairan Inggris

radarmiliter.com - Tujuh kapal perang Rusia mengusik Inggris dengan memasuki perairan di dekat negara tersebut. Aksi militer Moskow itu terjadi Kamis ketika London sedang sibuk memerangi wabah virus corona baru, COVID-19.
Kehadiran tujuh kapal perang Moskow itu membuat Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengerahkan sembilan kapal untuk memantau.
HMS Tyne - P281
HMS Tyne - P281 
Angkatan Laut Kerajaan Inggris melaporkan ada aktivitas yang luar biasa tinggi di Selat Inggris dan Laut Utara, ketika mereka sedang bersiap untuk membantu Layanan Kesehatan Nasional (NHS) dan departemen pemerintah lainnya memerangi COVID-19.
Sebuah operasi besar-besaran diluncurkan untuk memantau kapal-kapal Moskow ketika melewati pantai selatan. Operasi selesai dengan bantuan dari sekutu NATO; Prancis, Norwegia, Jerman dan Denmark.
Kapal-kapal perang Rusia itu di antaranya tiga korvet kelas Steregushchiy, dua kapal pendarat kelas Ropucha dan dua fregat kelas Admiral Grigorovich, ditambah dua kapal pendukung.
Pejabat eksekutif kapal HMS Tyne, salah satu kapal yang terlibat dalam operasi pemantauan, mengatakan penting bagi Angkatan Laut Kerajaan untuk terus melindungi Kepulauan Inggris, bahkan ketika Angkatan Bersenjata membantu NHS menyelamatkan nyawa dalam perang melawan virus corona.
"Ini adalah bagian dari urusan rutin HMS Tyne dan merupakan salah satu dari banyak peran yang dilakukan oleh kapal patroli kami dalam mendukung komitmen Angkatan Laut Kerajaan," kata pejabat bernama Letnan Nick Ward tersebut.
"Ini adalah urusan inti kami dan merupakan komitmen yang berkelanjutan untuk menegakkan keamanan Inggris," paparnya, seperti dikutip ITV News, Jumat (27/3/2020).
Kapal-kapal Inggris lainnya yang terlibat dalam "operasi terkonsentrasi" adalah HMS Kent, HMS Sutherland, HMS Argyll, HMS Richmond, HMS Mersey bersama dengan RFA Tideforce, RFA Tidespring dan HMS Echo.
Mereka didukung oleh helikopter Merlin dan Wildcat dari Skuadron 814 dan 815 Angkatan Laut.
Operasi itu terjadi ketika para perwira militer dilaporkan sedang memeriksa lokasi untuk mendirikan rumah sakit darurat virus corona, seperti yang dilakukan di Excel Centre di London.
Kapal HMS Tyne yang berbasis di Portsmouth menghabiskan lebih dari seminggu bekerja di Selat Inggris, di laut yang sering menantang, untuk mengawasi kapal-kapal Rusia ketika mereka melewati pantai selatan.
Helikopter Merlin yang berbasis di Devonport melakukan sejumlah sorti pengumpul intelijen atas kapal-kapal Rusia ketika mereka melewati Selat Inggris.
Pejabat Operasi HMS Sutherland, Letnan Hannah Lee, mengatakan; “Keberhasilan integrasi kami ke dalam kelompok maritim membuktikan kemampuan kami untuk beradaptasi dengan operasi kelompok tugas dengan pemberitahuan singkat."
"Setelah membuktikan bahwa kami dapat bekerja sama dan berkontribusi sekali lagi untuk operasi NATO, kami sekarang berusaha untuk kembali ke tugas nasional Inggris dalam mendukung prioritas pertahanan tertinggi," ujarnya. (Muhaimin)

Jerman akan Ganti Jet Tornado dengan Armada Campuran Eurofighter dan Super Hornet

radarmiliter.com - Karena masa kerja armada Tornado mendekati akhir, Angkatan Udara Jerman menghadapi masalah peningkatan yang berkelanjutan dalam biaya pemeliharaan dan masalah ketersediaan. Pemerintah Jerman sedang mengevaluasi penggantian dan sepertinya rencananya (masih belum disetujui) adalah untuk mengganti Tornado dengan armada campuran Eurofighter Typhoons dan Boeing F/A-18 Super Hornet mulai dari 2025.
Jet Tempur Tornado AU Jerman
Jet Tempur Tornado AU Jerman 
Sampai beberapa waktu yang lalu, Angkatan Udara Jerman berencana untuk mengganti armada Tornado hanya dengan Eurofighter dalam konfigurasi ECR dan Project Quadriga. Untuk referensi, Project Quadriga adalah program untuk menggantikan Eurofighter Tranche 1 yang lama dengan pesawat baru dengan peningkatan terbaru dan radar AESA Captor E-Scan Mk1 yang baru; pesawat tambahan dalam konfigurasi ini diusulkan sebagai pengganti Tornado. Varian ECR (Electronic Combat Reconnaissance) akan menggantikan kemampuan Electronic Warfare (EW) dan Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD) Tornado ECR, sementara pesawat Quadriga yang tersisa akan menggantikan kemampuan Tornado IDS.
Namun, sebelum memilih pesawat apa yang akan menggantikan Tornado, Jerman perlu untuk memenuhi persyaratan penting, yaitu pesawat baru tersebut harus memiliki kemampuan nuklir karena negara tersebut merupakan bagian dari perjanjian pembagian nuklir NATO. Karenanya, seperti dilansir surat kabar bisnis Jerman Handelsblatt, Kementerian Pertahanan Jerman memiliki rencana untuk membeli hingga 90 Eurofighter dan 45 F/A-18. 
Baik Eurofighter maupun Super Hornet tidak memiliki kemampuan nuklir, tetapi Kementerian Pertahanan Jerman tampaknya telah menilai bersama dengan Amerika Serikat, bahwa integrasi bom nuklir B-61 akan lebih cepat dilakukan pada pesawat buatan Amerika, sementara itu akan memakan waktu tiga hingga lima tahun lebih lama apabila dilakukan pada Eurofighter.
45 F/A-18 tersebut mungkin mencakup campuran sekitar 30 F/A-18E/F Super Hornet dan 15 E/A-18G Growler, yang mana hal ini akan menyebabkan batalnya pembelian varian Eurofighter ECR baru. Menurut Handelsblatt, keputusan itu mungkin dimotivasi oleh beberapa ahli yang tidak mempercayai Airbus dapat menyelesaikan pengembangan Eurofighter ECR dalam waktu yang singkat.
Pilihan F/A-18 tersebut memicu beberapa kontroversi di Jerman dimana para pejabat industri dan pemerintah berpendapat bahwa empat miliar euro akan hilang dari industri Jerman dan pemasoknya, merusak industri Jerman dan menyebabkan juga biaya yang lebih tinggi untuk para pembayar pajak, karena Angkatan Udara Jerman perlu membangun infrastruktur baru untuk jumlah pesawat yang relatif kecil.
Nampaknya pilihan AU Jerman ditentukan oleh kebutuhan untuk memiliki pesawat berkemampuan nuklir untuk menggantikan kemampuan Tornado dalam waktu yang singkat.(Angga Saja-TSM)

Sea Rider Buatan PT Lundin Industry Invest Perkuat Alutsista di Lanal Nunukan

radarmiliter.com - Pangkalan TNI AL Nunukan mendapatkan tambahan Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) berupa Sea Rider buatan PT Lundin Industry Invest, dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Komadan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo mengatakan, dua alutsista jenis Sea Rider, telah dilakukan serah terima dari perusahaan PT Lundin Industry Invest kepada Lanal Nunukan, yang diwakili Penjabat Sementara (Pjs) Pasops Lanal Nunukan Lettu Laut (P) Nanang Setyo Budi.
Sea Rider buatan PT Lundin Industry Invest
Sea Rider buatan PT Lundin Industry Invest 
“Hari ini, dilakukan serah terima Sea Rider dari perusahaan PT Lundin Industry Invest ke Lanal Nunukan diwalili Pjs Pasop Lanal,” katanya, Selasa (24/3).
Usai dilakukan serah terima, Sea Rider langsung diujicoba dari pelabuhan Tunon Taka Nunukan, menuju Mako Lanal Nunukan. Sea Rider sendiri dilengkapi dengan 2 mesin gantung merk Yamaha 300 PK.
Alutsista ini memiliki kecepatan maksimal 60 Knot di atas permukaan laut. Sea Rider Lanal juga dilengkapi dengan alat navigasi yang cukup canggih. Seperti radar, AIS (Automatic Identification System), dan Thermal Camera (Kamera Pendeteksi Temperatur).
Dengan adanya Sea Rider, personil patroli Lanal Nunukan setidaknya bisa mendeteksi musuh ataupun hal-hal membahayakan meski, dalam kondisi minim penerangan atau kegelapan, apabila ditunjang dengan kecepatan yang melebihi speedboat biasa, di wilayah perbatasan Nunukan.
“Sea Rider kita mampu mendeteksi musuh walaupun minim penerangan. Soal kecepatan, jangan diragukan lagi,” ungkapnya.
Dikatakan Danlanal, alutsista Sea Rider diharapakan mampu menjaga wilayah kedaulatan teritorial laut Indonesia bagian Utara Kalimantan, sekaligus dapat menjawab segala ancaman di perairan perbatasan Nunukan.
“Gangguan, hambatan dan tantangan di perairan perbatasan semakin kompleks. Kedepannya, Sea Rider juga akan dilengkapi dengan senjata kaliber 7,62 mm di bagian di haluan,” demikian imbuhnya.(Angga Saja-TSM)

Jepang Tempatkan Baterai SAM dan Rudal Anti Kapal ke Pulau Miyakojima

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan Jepang (Dephan) mengungkapkan pada tanggal 26 Maret bahwa Pasukan Bela Diri Jepang (JGSDF) telah mengerahkan baterai rudal permukaan-ke-udara (SAM) dan rudal anti-kapal ke Pulau Miyakojima. Di samping itu juga pengiriman sekitar 340 tentara ke Pulau Miyakojima di Prefektur Okinawa untuk mendukung kemampuan pertahanan negara di tengah meningkatnya ketegangan dengan China di dekat Kepulauan Senkaku / Diaoyu yang disengketakan di Laut Cina Timur.
SAM Jarak Menengah Tipe-03 Chū-SAM Kai Jepang
SAM Jarak Menengah Tipe-03 Chū-SAM Kai Jepang 
Tidak jelas berapa banyak baterai SAM telah dikerahkan ke Camp Miyakojima tetapi seorang juru bicara JGSDF mengatakan kepada Jane bahwa sekitar 180 tentara akan bertugas menjaga dan mengoperasikan versi yang ditingkatkan dari Tipe-03 (juga dikenal sebagai 'Chū-SAM Kai ') sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah.(paijojr)

Jerman Perpanjang Embargo Senjata Untuk Arab Saudi Hingga Desember

radarmiliter.com - Jerman telah memperpanjang embargo senjata terhadap Arab Saudi, yang diberlakukan setelah pembunuhan Khashoggi, hingga 31 Desember tahun ini. Selama konferensi pers, juru bicara Kanselir Jerman mengumumkan pada hari Senin bahwa "tidak ada permintaan baru (untuk lisensi ekspor) di Arab Saudi akan disahkan hingga 31 Desember 2020."
Kendaraan Militer MAN Rheinmetall
Kendaraan Militer MAN Rheinmetall 
Berlin telah memutuskan pada November 2018 untuk mengembargo penjualan senjata dan pengiriman ke Riyadh setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Embargo ini telah diperpanjang pada bulan September 2019 selama enam bulan.
Namun, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saoud baru-baru ini mendesak Jerman untuk menghapus embargo senjatanya. Menteri Luar Negeri mengatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman DPA "ada sumber-sumber lain di mana Anda bisa mendapatkan senjata semacam itu" menambahkan, "kami akan membeli apa yang kami butuhkan, di mana kami bisa mendapatkannya."
Larangan itu mencegah produsen senjata Jerman - Rheinmetall, untuk mengekspor kendaraan lapis baja ke Riyadh.(paijojr)


Saab Memulai Pembangunan Jet Tempur Gripen F Pertama Untuk AU Brazil

radarmiliter.com - Saab telah memulai pembuatan jet tempur dua kursi Gripen F pertama untuk Angkatan Udara Brazil. "Saab telah melakukan pemotongan logam pertama untuk jet tempur dua kursi Gripen F, menandai tonggak penting dalam program ini," kata perwakilan Saab pada Kamis.
 Jet Tempur Gripen F
 Jet Tempur Gripen F  
"Tonggak sejarah ini penting untuk proyek Gripen karena ini menunjukkan bahwa fase pengembangan berjalan dengan benar. Ini menandakan awal produksi pesawat dua tempat duduk, Gripen F, yang sangat dinanti-nantikan oleh Angkatan Udara Brasil," kata Kolonel Renato Leite, kepala Kelompok Pengawasan dan Kontrol (GAC-Saab) Angkatan Udara Brasil .
Brasil telah memesan 28 jet tempur Gripen E yang akan dikirim ke negara itu mulai tahun 2021. Dan delapan jet tempur Gripen F yang mulai dikirim tahun 2023.
Gripen F berbagi desain dan fitur canggih yang sama dengan Gripen E, tetapi dengan kursi, layar, dan kontrol untuk kedua pilotnya. Gripen F memiliki mode pelatihan untuk pembelajaran satu anggota kru dan mode di mana kedua anggota kru dapat berbagi beban kerja dengan pengaturan tampilan yang berbeda.
Bagian pertama diproduksi di fasilitas Saab di Linköping dan untuk bagian saluran udara (tepat di belakang kokpit pesawat). Program industri bersama untuk Gripen F adalah antara Saab dan perusahaan mitra Brazil Embraer, AEL Sistemas, Akaer dan Atech.
Gripen F juga ditawarkan oleh Saab ke Finlandia untuk program penggantian pesawat tempur mereka.(paijojr)

Tradisi Terbang Solo Tandai Selesainya Bina Terbang Sekbang Angkatan 98

radarmiliter.com - Komandan Lanud Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Ir. Bob Henry Panggabean memimpin Upacara Tradisi Terbang Solo bagi para siswa Sekbang Angkatan-98 di Hanggar Grob Lanud Adi Soemarmo, Kamis (26/3/2020). Kegiatan tradisi dihadiri pula oleh Danwingdikterbang, para Kepala Dinas, Danskadik 101, seluruh siswa Sekbang, Instruktur Penerbang serta Ground Crew.
Upacara Tradisi Terbang Solo
Upacara Tradisi Terbang Solo  
Kegiatan tradisi terbang solo juga diawali dengan doa syukur atas terlaksananya latihan dengan baik. Upacara Tradisi Terbang Solo yang diikuti oleh 43 Siswa Sekbang Angkatan 98 ini menandai terbang solo dengan pesawat latih jenis TP 120 Grob.
Danlanud Adisutjipto mengatakan bahwa upacara tradisi terbang solo pertama dan terakhir yang dilaksanakan, sampai sekarang ini bertujuan untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Juga sebagai tradisi pengungkapan rasa kebanggaan untuk memotivasi para siswa yang telah berhasil melaksanakan terbang solo dengan baik dan lancar. Meskipun dilaksanakan di tengah penanganan wabah corona dan dengan pembatasan, latihan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.
“Kita bersyukur karena para siswa telah dapat berhasil melaksanakan tugas tahap awal terbang nya dengan selamat. Hal ini dapat terwujud karena Tuhan yang Maha Kuasa yang selalu beserta kita dan melindungi kita dalam tugas-tugas mulia seperti saat ini dalam tugas pendidikan dan latihan-latihan selanjutnya. Kita berdoa bersama-sama dan menyatukan permohonan agar kita senantiasa dalam lindungan-Nya dan selalu diberi kelancaran serta keberhasilan”, ucap Marsma TNI Ir. Bob H Panggabean dihadapan seluruh peserta dan siswa Sekbang 98.
Usai upacara acara dilanjutkan dengan Acara Tradisi yang dipimpin langsung oleh Danlanud Adisutjipto ditandai dengan pemasangan badge, pemotongan rambut, pemberian kapas, penyiraman air bunga, dan pemecahan telur di atas kepala perwakilan siswa, sebagai tanda lahirnya sayap baru pada seluruh siswa.(Pen Lanud Adi)

Israel dan Amerika Serikat Gelar Latihan Jet Tempur F-35 di Tengah Pandemi COVID-19

radarmiliter.com - Angkatan Udara Israel (IAF) mengadakan latihan militer dengan rekan-rekannya dari Amerika Serikat (AS) yang melibatkan pesawat jet tempur siluman F-35. Latihan dimulai hari Selasa di tengah pandemi virus corona baru, COVID-19.
Jet Tempur F-35 AU Israel
Jet Tempur F-35 AU Israel 
Kementerian Kesehatan Israel memperingatkan semua pihak di negara Yahudi itu untuk menjaga social distancing atau jarak sosial untuk mencegah penyebaran lebih banyak virus corona baru. Peringatan itu membuat militer melakukan latihan hanya di udara, tanpa melakukan kontak di darat.
"Hari ini di jam-jam sore, latihan militer internasional IAF dan militer AS akan dimulai di Israel selatan, yang diharapkan berakhir pada Kamis (26/3/2020) sore," bunyi pernyataan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
"Latihan akan dilakukan hanya di udara dan tidak ada pertemuan yang diadakan di darat," lanjut IDF seperti dikutip Jerusalem Online.
Menurut IDF, latihan jet tempur siluman F-35 telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari latihan IDF yang dijadwalkan pada tahun 2020, dengan tujuan meningkatkan "kemampuan dan kesiapan pasukan".
Awal bulan ini, IDF membatalkan bagian dari latihan perang Juniper Cobra karena takut pandemi COVID-19.
Latihan perang Juniper Cobra sedianya melibatkan 1.000 tentara Israel dan 2.500 tentara Komando Eropa-Amerika Serikat (AS) selama dua minggu untuk meningkatkan koordinasi pertahanan udara. (Muhaimin)

Kapal Perang Destroyer Amerika Serikat USS McCampbell DDG-85 Muncul di Selat Taiwan

radarmiliter.com - Sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) berlayar melintasi Selat Taiwan di saat perseteruan antara Washington dengan Beijing memanas. Kedua negara itu sedang berseteru terkait asal usul virus corona baru, COVID-19.
USS McCampbell DDG-85
USS McCampbell DDG-85 
Armada Ketujuh AS melalui Twitter pada Kamis (26/3/2020) mengonfirmasi bahwa kapal perang USS McCampbell "kapal perusak bersenjata rudal" telah transit di Selat Taiwan sehari sebelumnya.
Juru bicara Armada Ketujuh AS, Anthony Junco, mengatakan kapal USS McCampbell melakukan transit rutin di Selat Taiwan pada 25 Maret waktu setempat sesuai dengan hukum internasional.
"Transit kapal melintasi Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Angkatan Laut AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional," katanya, seperti dikutip Reuters.
Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan kapal perang Amerika menjalankan "misi rutin" melintasi jalur perairan pemisah pulau yang memerintah sendiri tersebut dari daratan China.
Kemunculan USS McCampbell itu berlangsung pada saat perseteruan antara AS dan China memanas. Kapal Amerika muncul setelah Beijing berulang kali unjuk kekuatan dengan jet tempur dan kapal perang di dekat Taiwan meskipun sedang terjadi pandemi global COVID-19.
Beijing dan Washington telah berseteru perihal asal usul virus corona baru, yang mana Presiden AS Donald Trump membuat marah Beijing dengan menyebut virus itu sebagai "virus China".
Pejabat senior China juga telah menyebarkan teori konspirasi tentang asal usul COVID-19, denga mencurigai bahwa militer Washington yang membawa virus itu ke Wuhan dan menjadi pandemi global.
Selat Taiwan adalah jalur perairan yang jadi titik nyala bagi Angkatan Laut dunia.
Beijing masih mengklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan berulang kali mengancam akan menyatukan kembali wilayah itu dengan China. Beijing memandang setiap kehadiran kapal perang atau jet tempur asing di sekitar Selat Taiwan sebagai pelanggaran kedaulatannya.
Amerika Serikat dan banyak negara lain mengatakan selat itu adalah jalur perairan internasional dan Washington secara teratur melakukan apa yang mereka sebut sebagai operasi "kebebasan navigasi".
Beijing telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa tahun 2016, atau saat dia menolak untuk mengakui konsep bahwa Taiwan adalah bagian dari "satu China."
Pada bulan Januari, Tsai terpilih kembali sebagai Presiden Taiwan untuk periode kedua. Kubu Tsai berhasil mengalahkan oposisi yang menyukai hubungan yang lebih hangat dengan Beijing.
China sendiri telah mengirim kapal induk Shandong ke Selat Taiwan pada bulan Desember lalu atau hanya beberapa minggu sebelum pemilu Taiwan. Kapal induk lain milik China, Liaoning, juga telah melintasi Selat Tawian beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. (Muhaimin)

Kendaraan Tempur Infanteri UEA Al-Jasoor Rabdan

radarmiliter.com - Kendaraan tempur infanteri (IFV) 8x8 Rabdan diproduksi oleh Al-Jasoor UEA, dan kini telah masuk kedinasan angkatan bersenjata Uni Emirat Arab. Selama demonstrasi live untuk upacara pembukaan IDEX 2019 lalu di Abu Dhabi, Rabdan diperlihatkan untuk pertama kalinya kepada publik, dilengkapi dengan turret BMP-3 buatan Rusia. Penampilan terbaru kendaraan tersebut adalah pada latihan bersama UEA dan Amerika Serikat, "Native Fury 20" yang baru lalu.
IFV 8x8 Rabdan
IFV 8x8 Rabdan 
Pada tahun 2016, perusahaan patungan Otokar Land Systems Turki dan Al-Jasoor UEA menandatangani kontrak untuk melengkapi Angkatan Bersenjata UEA dengan IFV Abadan. Bertahun-tahun sebelumnya, angkatan bersenjata UEA telah mengajukanpermintaan untuk kendaraan tempur baru untuk menggantikan BMP-3 dengan kendaraan lapis baja 8x8 yang lebih mobile. UEA adalah pengguna internasional terbesar BMP-3, antara tahun 1992 dan 2000, sekitar 600 BMP-3 dikirimkan ke UEA.
Menurut spesifikasi pertama yang dikeluarkan oleh Al-Jasoor Heavy Vehicle Industries, Rabdan memiliki kapasitas untuk membawa total 12 personel militer, termasuk pengemudi dan komandan dan juru tembak. Berat kotor kendaraan bevariasi dari 28.000 kg hingga 30.000 kg. Panjang kendaraan 8 m, lebar 3,25 m dan tinggi 2,3 m. Kendaraan ditenagai dengan mesin diesel Caterpillar 12,5 liter dengan daya 600 hp dengan transmisi otomatis Allison 4500 dengan 6 gear maju dan 1 mundur. Kendaraan dapat mencapai kecepatan 105 km/jam dengan jangkauan jelajah maksimum 700 km.
Rabdan memberikan perlindungan balistik hingga STANAG Level 4 dan perlindungan ranjau hingga STANAG Level 4a/b. Kendaraan ini sepenuhnya berkemampuan amfibi; dapat mencapai kecepatan 10 km/jam di atas air berkat dua propeler yang dipasang di bawah hull belakang.
Turret dua orang BMP-3 dipersenjatai dengan meriam/peluncur rudal semi-otomatis 100mm 2A70, yang distabilkan dalam dua axis dan dapat menembakkan peluru 3UOF HE-FRAG atau rudal anti-tank 3UBK10. Persenjataan sekunder termasuk meriam koaksial 2A72 30mm dan senapan mesin koaksial 7,62mm.(Angga Saja-TSM)

Latihan Militer Taiwan, Simulasi Pencegatan Jet Tempur China

radarmiliter.com - Taiwan melakukan latihan militer tiga matra kemarin untuk mensimulasikan respon terhadap serangan udara oleh Beijing. Delapan jet F-16 lepas landas pada 25 Maret pukul 05.30 untuk mensimulasikan pencegatan pesawat yang terbang dari daratan China. Pekan lalu, China melakukan latihan di mana pesawat tempurnya mendekati wilayah udara Taiwan di malam hari untuk pertama kalinya.
Jet Tempur F-16 Taiwan
Jet Tempur F-16 Taiwan 
"Unit-unit dari semua cabang militer mengambil bagian dalam latihan, yang dimulai pukul 5.30 pagi dengan F-16 yang dikerahkan untuk menanggapi simulasi serangan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF). Latihan udara ini bertujuan mengirim pesan ke Beijing bahwa Taiwan akan melakukan apa pun untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya," kata Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan.
Pada 10 Februari, jet tempur PLAAF dilaporkan memasuki wilayah udara Taiwan dan diperingatkan. Pangkalan Udara Hualien melakukan latihan pendaratan darurat di landasan pacu cadangannya sebagai bagian dari skenario di mana landasan pacu utamanya rusak. Latihan dilakukan dengan tidak menggunakan amunisi aktif.(paijojr)

Jet Tempur Sukhoi Su-27 dan Pesawat Latih L-39 Rusia Jatuh

radarmiliter.com - Sebuah tim penyelamat yang terdiri dari pesawat An-26 dan helikopter Mi-8 dikirim untuk menyelamatkan pilot, bersama dengan kapal fregat dan beberapa kapal sipil, kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Menurut data awal, sebuah pesawat SU-27 jatuh di Laut Hitam dekat Feodosya selama penerbangan terjadwal, kata Kementerian Pertahanan Rusia hari Rabu (25/03).
Jet Tempur Sukhoi Su-27
Jet Tempur Sukhoi Su-27  
"Sekitar pukul 08.10 malam waktu Moskow [17:10 GMT] pada 25 Maret, pesawat tempur Su-27 yang menerbangkan misi yang terjadwal di Laut Hitam pada jarak sekitar 50 kilometer dari kota Feodosia, menghilang dari layar radar. Sinyal suar radio darurat terdeteksi di daerah itu, " kata pernyataan itu. "Pencarian pilot di area operasi terhambat oleh kondisi cuaca yang sulit," kata kementerian itu.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tidak ada sinyal suar di area pencarian dari pilot Su-27 yang jatuh.
Sebelumnya, aktivitas suar radio telah terekam di Laut Hitam. Dua kapal telah dikirim ke tempat di mana sinyal itu terdeteksi, menurut layanan pers Badan Federal untuk Transportasi Laut dan Sungai (Rosmorrechflot).
Pesawat Latih L-39
Pesawat Latih L-39 
"Pada pukul 5.25, informasi diterima dari pusat penyelamatan laut Sevastopol mengenai aktivitas suar, koordinat zona tanggung jawab Sevastopol ... Dua kapal yang lewat di daerah ini dikirim ke sana. Diharapkan bahwa ini adalah titik dugaan di mana pilot terletak," menurut Rosmorrechflot. Dua helikopter penyelamat darurat, fregat dan beberapa kapal sipil telah dikirim ke daerah kecelakaan.
Sebelumnya dalam kejadian yang berbeda pada hari yang sama disiang harinya, sebuah pesawat latih L-39 jatuh disekitar pemukiman Dmitrievskaya di Wilayah Krasnodar, menewaskan pilot, kata seorang juru bicara layanan darurat. Tidak ada kerusakan pada infrastruktur di lapangan, tambah juru bicara itu.(Angga Saja-TSM)

Video Promosi Terbaru Su-57 Tampilkan Penembakan Rudal Udara-ke-Udara

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan Rusia melalui saluran media sosial Youtube pada 24 Maret lalu merilis video promosi terbaru pesawat tempur Su-57.
Rekaman video tersebut menunjukkan pesawat tempur generasi ke-5 Rusia tersebut dari hampir semua sudut, ketika taxiing, lepas landas, terbang formasi, terbang ketinggian rendah, manuver high-g dan pendaratan.
Jet Tempur Sukhoi Su-57 Rusia
Jet Tempur Sukhoi Su-57 Rusia 
Video juga menampilkan penembakan rudal-udara-ke-udara yang nampaknya ditembakkan dari wing root weapon bay.
Media The Avionist (theavionist.com) menyebutkan, selama ini Su-57 belum pernah terlihat terbang dengan weapon bay yang terbuka.
Berbeda dengan fly pass yang pernah dilakukan pesawat-pesawat stealth lainnya seperti F-22, F-35 dan J-20 yang menampilkan weapon bay yang terbuka.
Dalam video Su-57 yang baru, rudal nampak sudah diluar weapon bay.(Angga Saja-TSM)

Sumber : FP Teknologi & Strategi Militer

Bell 360 Invictus dan Sikorsky Raider X Terpilih untuk Lanjut ke Fase Berikutnya Program FARA AD AS

radarmiliter.com - Angkatan Darat Amerika Serikat telah memilih Bell Textron dan Lockheed Martin Sikorsky untuk membangun prototipe untuk program Future Air Reconnaissance Aircraft (FARA) program.
Bell menawarkan desain 360 Invictus ntuk program tersebut sementara Sikorsky menawarkan desain helikopter compound coaxial Raider X.
Bell 360 Invictus
Bell 360 Invictus  
Program FARA diprakarsai oleh Angkatan Darat AS pada tahun 2018 untuk mengembangkan penerus helikopter pengintai bersenjata Bell OH-58 Kiowa sebagai bagian dari program Future Vertical Lift (FVL) yang lebih besar.
Permintaan FARA Competitive Prototype (FARA CP) membagi program menjadi tiga fase: desain awal; desain detail, pembangunan dan pengujian; dan penilaian serta evaluasi penyelesaian prototipe untuk masuk ke fase produksi.
Pada bulan April 2019, lima Other Transaction Authority for Prototype (OTAP) untuk desain, pembuatan, dan uji FARA diberikan untuk fase satu. Kelima peserta industri itu adalah AVX Aircraft Co. bermitra dengan L3Harris, Bell Helicopter Textron Inc., Boeing Company, Karem Aircraft, Inc. dan Sikorsky Aircraft Corp (Lockheed Martin). Fase satu berakhir ketika pemerintah melakukanpenilaian desain awal dan tinjauan risiko dengan masing-masing peserta dan memilih dua peserta ini untuk melanjutkan ke fase dua.
Transisi keputusan kemarin (25/03) menjadi fase dua dimana kedua peserta akan menyelesaikan desain, membangun, dan menguji pesawat udara penawaran mereka. Fase ini akan berakhir dengan evaluasi uji terbang oleh pemerintah AS paling lambat pada musim gugur 2023.
Dua desain yang dipilih untuk fase prototipe FARA adalah:

Bell 360 Invictus

Pada Oktober 2019, Bell Textron Inc. mengumumkan sebuah rotorcraft baru, Bell 360 Invictus, sebagai andalan perusahaan tersebut untuk program FARA Competitive Prototype Angkatan Darat AS.
Penawaran Bell memiliki konfigurasi helikopter konvensional dengan rotor utama tunggal dan Fenestron (ducted tail rotor). Desain sistem rotor Invictus didasarkan pada sistem rotor helikopter Bell 525 Relentless, yang telah diuji dan terbukti pada kecepatan lebih dari 200 Knots True Air Speed ​​(KTAS). 360 Invictus memiliki sayap yang akan mengurangi beban daya angkat rotor dalam penerbangan ke depan, memungkinkan kemampuan manuver berkecepatan tinggi.
Mesin utama helikopter yang akan digunakan adalah mesin turboshaft General Electric T901 tunggal, dengan daya tambahan dari mesin turboshaft Pratt & Whitney PW207D1.
Bell telah mengumumkan perjanjian kerjasama dengan Collins Aerospace Systems, sebuah unit dari United Technologies Corp. (UTC), untuk program FARA competitive prototype. Sebagai integrator sistem misi, Collins Aerospace akan memberikan perangkat keras dan perangkat lunak avionik next generation yang menampilkan solusi backbone digital dan cyber-hardened untuk pesawat prototipe nanti.
Menurut perusahaan, Bell 360 Invictus memenuhi atau melampaui semua persyaratan sebagaimana tercantum dalam kontrak FARA.

RAIDER X Sikorsky

Sikorsky, bagian dari perusahaan Lockheed Martin, menawarkan konsep helikopter intai/serang ringan RAIDER X next generation untuk program ini. Helikopter itu diluncurkan pada 14 Oktober 2019.
Konsep RAIDER X adalah desain helikopter compound coaxial yang gesit, mematikan, dan berdaya tahan tinggi yang didasarkan pada helikopter compound berkecepatan tinggi eksperimental X2 Sikorsky.
Helikopter itu adalah versi yang ditingkatkan dari helikopter Sikorsky S-97 Raider, yang awalnya dikembangkan untuk program Armed Aerial Scout (AAS) AD AS, dan juga serupa dalam konfigurasi dengan Sikorsky-Boeing SB-1 Defiant, dikembangkan bersama dengan Boeing. Boeing dan Sikorsky menawarkan helikopter SB-1 Defiant yang lebih besar untuk program Future Long Range Assault Aircraft (FLRAA) untuk menggantikan helikopter UH-60 Black Hawk.
Sikorsky Raider X
Sikorsky Raider X 
S-97 menampilkan teknologi next generation yang diharapkan untuk memenuhi atau melampaui persyaratan FARA Angkatan Darat AS. Rotor utama coaxial counter-rotating dan propeller pusher memberikan kecepatan jelajah hingga 220 knot (253 mph), secara signifikan lebih dari kecepatan helikopter konvensional. Baling-baling belakang dapat meningkatkan kecepatan atau dimatikan ketika helikopter sedang hover. Raider juga menunjukkan kemampuan manuver yang tinggi, kinerja hover high/hot yang ditingkatkan secara signifikan, dan jangkauan serta daya tahan yang lebih besar.
Helikopter ini ditenagai oleh mesin turboshaft GE Aviation YT706 tunggal, varian 2.600 shaft horse-power dari mesin T700 yang dilengkapiFADEC (full authority digital engine control).
Sementara tiga pesaing lain yang tidak dipilih untuk fase prototipe adalah:
  • Penawaran FARA Boeing - Rotor utama tunggal dengan baling-baling pendorong dan rotor ekor konvensional; kokpit kursi tandem.
  • Karem AR40 - Desain helikopter rotor aktif, bersayap, desain helikopter compund dengan rotor utama tiga bilah yang kaku dan rotor ekor putar; kokpit berdampingan.
  • AVX/L3 Compound Coaxial Helicopter (CCH) - Helikopter compound coaxial dengan dua ducted fan yang memberikan daya dorong maju dan mundur, dan sayap untuk memberikan daya angkat dalam penerbangan ke depan; kokpit berdampingan.(Angga Saja-TSM)

Sumber : defpost.com

Upacara Peletakan Lunas Fregat Kedua Tipe 054 A/P AL Pakistan Diadakan di China

radarmiliter.com - Upacara peletakan lunas kapal ke-2 Tipe 054 A/P diadakan di Hudong Zhonghua Shipyard China. Peletakan lunas kapal ini adalah tonggak penting dalam induksi Fregat canggih untuk Angkatan Laut Pakistan. Selama upacara, protokol peletakan lunas ditandatangani oleh pihak Pakistan dan China.
Fregat Tipe 054 A AL China
Fregat Tipe 054 A AL China 
Fregat Tipe 054 A/P adalah platform berteknologi canggih dan utama yang akan memperkuat kemampuan Angkatan Laut Pakistan untuk merespons tantangan di masa depan, menjaga perdamaian, stabilitas dan keseimbangan kekuatan di Wilayah Samudera Hindia.
Fregat Tipe 054 adalah kelas fregat multi-peran Tiongkok, yang pertama kali beroperasi dengan Angkatan Laut China pada tahun 2007. Fregat ini adalah pengembangan fregat Tipe 054, menggunakan lambung yang sama tetapi dengan peningkatan sensor dan senjata. Kapal ini memiliki awak 165 pelaut termasuk perwira.
Tipe 54A dilengkapi dengan 32 sistem peluncur vertikal VLS yang dapat menembakkan rudal pertahanan udara HQ-16 jarak menengah dan rudal anti-kapal selam, 2x4 C-803 rudal jelajah anti-kapal/ serangan darat dan dua CIWS tipe 730 tujuh barel 30 mm, peluncur torpedo Yu-7ASW 2x3 324mm, peluncur roket anti-kapal selam 2x6 Tipe 97 240mm dan peluncur roket umpan tipe 2 jenis 726-4 18-tabung.
Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat dari Galangan Kapal Hudong Zhonghua, perwira Angkatan Laut Pakistan dan perwakilan dari perusahaan.(paijojr)

Amerika Serikat Disebut Akan Pakai Drone China untuk Patroli Lockdown COVID-19

radarmiliter.com - Sebuah departemen kepolisian di California, Amerika Serikat (AS) dilaporkan berencana menggunakan drone buatan China guna memantau lockdown untuk menghambat penyebaran virus corona baru, COVID-19.
Rencana itu dilaporkan Financial Times pada 20 Maret 2020. Rencana ini mengejutkan karena AS saat ini menjadi rival utama China dan kerap curiga bahwa teknologi Beijing menjadi alat spionase.
Drone Dengan Kamera
Drone Dengan Kamera 
Departemen Kepolisian Chula Vista baru-baru ini mengakuisisi dua pesawat nirawak atau drone senilai USD11.000 yang dilengkapi dengan kamera penglihatan malam dan pengeras suara dari perusahaan China, DJI. Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen terkemuka kendaraan udara tak berawak komersial.
Departemen Kepolisian tersebut pertama kali mulai menggunakan drone untuk memantau situasi darurat pada Oktober 2018, dan sekarang menggandakan armadanya.
"Kami belum memasang speaker di drone kami secara tradisional, tetapi...jika kami perlu menutup area yang luas untuk mengeluarkan pengumuman, atau jika ada kerumunan di suatu tempat yang kami butuhkan untuk dibubarkan, kami dapat melakukannya tanpa meminta petugas polisi terlibat...Wabah telah mengubah pandangan saya tentang memperluas program secepat yang saya bisa," kata pejabat Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Kapten Vern Sallee.
Pejabat itu menambahkan bahwa drone juga akan berguna untuk menyebarkan pesan tentang tingkat keparahan virus corona baru kepada mereka yang tidak memiliki cara lain untuk menerima informasi, seperti populasi tunawisma di kota setempat.
"Kami perlu memberi tahu mereka bahwa kami benar-benar memiliki sumber daya untuk mereka, mereka rentan saat ini. Mungkin tidak praktis atau tidak aman bagi petugas kami untuk ditempatkan di area itu," ujar Sallee.
Sallee, yang telah bekerja dengan FAA untuk meningkatkan penggunaan drone di tengah pandemi COVID-19, merasa penggunaan drone untuk patroli lebih efektif.
"Krisis ini bisa menjadi katalis untuk memacu FAA untuk membebaskan sumber daya lebih cepat," ujarnya.
Di tengah situasi yang bergejolak saat ini, perusahaan pesawat tak berawak AS telah didesak untuk melangkah ke tugas itu. Spencer Gore, kepala eksekutif perusahaan pesawat tak berawak yang berbasis di AS; Impossible Aerospace, mengatakan ia "bekerja seperti orang gila" untuk mengalahkan lembaga penegak hukum lain dengan drone berdasarkan perangkat keras yang dibuat di dalam negeri.
"Apa yang kami lihat di China, dan apa yang mungkin akan kami lihat di seluruh dunia, adalah menggunakan pesawat tanpa awak dengan kamera dan pengeras suara untuk terbang berkeliling guna melihat apakah orang-orang berkumpul di tempat yang tidak seharusnya, dan menyuruh mereka pulang. Tampaknya sedikit Orwellian, tetapi ini bisa menyelamatkan nyawa," kata Gore.
Sementara itu, para pejabat AS terus-menerus memperingatkan bahwa pesawat tanpa awak buatan China dapat menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat.
Departemen Dalam Negeri (DOI) AS untuk sementara melarang terbang (grounded) armada lebih dari 800 drone pada tanggal 29 Januari, dengan alasan risiko keamanan dunia maya yang dirasakan.
Menteri Dalam Negeri David Bernhardt menandatangani perintah terbuka yang meresmikan "jeda" yang telah ia minta hampir tiga bulan sebelumnya, dengan mengatakan bahwa informasi yang dikumpulkan selama penerbangan drone dapat "berharga bagi entitas, organisasi, dan pemerintah asing".
Raksasa drone China, DJI dalam tanggapannya mengeluarkan pernyataan yang mengatakan "sangat kecewa" dengan keputusan Departemen Dalam Negeri Amerika.
"Kami menentang pembatasan asal negara yang bermotivasi politik yang berdalih sebagai masalah keamanan siber," kata DJI dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situsnya.
Langkah oleh DOI muncul hanya beberapa bulan setelah sebelumnya memvalidasi drone "keamanan tinggi" perusahaan China selama periode pengujian 15 bulan.
Menurut laporan Fortune, DOI menggunakan armada 810 drone dengan setidaknya 15 persen diproduksi seluruhnya oleh DJI yang berbasis di Shenzhen, sedangkan sisanya semuanya dibuat di China atau mengandung bagian-bagian buatan China.
DJI memiliki monopoli global dalam pembuatan drone. Pada tahun 2018 perusahaan ini memegang 74 persen pangsa pasar dunia dalam kendaraan udara tak berawak komersial, di mana unit militer dan polisi Prancis, Belanda, Jerman, dan Inggris secara luas menggunakan mesin mereka untuk misi pengamatan dan inspeksi. (Muhaimin)