Filipina Bakal Jadi Pembeli Pertama Rudal Supersonik BrahMos dari India? - Radar Militer

18 Januari 2020

Filipina Bakal Jadi Pembeli Pertama Rudal Supersonik BrahMos dari India?


Kepala Manajer BrahMos, Praveen Pathak, mengatakan ekspor pertama rudal ramjet supersonik BrahMos jarak menengah bakal dilakukan pada musim semi 2020.
Filipina disebut-sebut tertarik membeli dua batere rudal BrahMos. Pada Desember 2019, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, mengatakan negaranya siap merampungkan transaksi jual beli rudal ini pada semester pertama 2020.
Rudal Supersonik BrahMos
Rudal Supersonik BrahMos  
“Pembelian rudal anti-kapal oleh Filipina merupakan langkah logis untuk mengamankan wilayahnya,” begitu dilansir media Sputnik asal Rusia pada Kamis, 16 Januari 2020.
Saat ini, tim BrahMos melakukan marketing secara aktif untuk memasarkan rudal anti-kapal ini ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang jumlahnya sekitar 14 negara.
India mendapat bantuan dari Rusia untuk mengembangkan rudal jelajah supersonik untuk darat dan udara dengan kecepatan 2.8 Mach atau 2.8 kali kecepatan suara.
Desain dasar rudal BrahMos untuk kepentingan angkatan laut ini menggunakan desain rudal anti-kapal milik Rusia yaitu rudal Onyx.
Ada dua varian dari rudal ini untuk kepentingan darat dan udara dengan daya jangkau yang ditambah. Saat ini, kemampuan produksi India dan Rusia untuk membuat rudal BrahMos ini adalah beberapa lusin per tahun.
Pemerintah India telah lama merancang negaranya untuk menjadi eksportir senjata berbasis industri pertahanan dari sebelumnya merupakan importir senjata.
Selain Filipina, Vietnam disebut-sebut tertarik membeli rudal ini. Namun belakangan, Vietnam telah membeli sistem rudal pantai Bastion dari Rusia dan versi ekspor dari rudal Onyx. India juga menempatkan rudal ini diperbatasan dengan China.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb