Jaga Perbatasan ZEE, Pemerintah Bakal Banyak Belanja Kapal Perang

KangUsHa 19:00
Loading...

Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Acara digelar di PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya, Jawa Timur, kemarin, (27/1).
PKR 10514 KRI Raden Eddy Martadinata-331
PKR 10514 KRI Raden Eddy Martadinata-331 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, hasil rapat tersebut disepakati bahwa alutsista milik Indonesia perlu diperkuat. Terlebih untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Kita mencatat bahwa kita harus melengkapi alutsista untuk menjaga wilayah kedaulatan dan wilayah hak berdaulat. Bahkan juga memagari,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (28/1).
Mahfud menuturkan, pembelian kapal akan menjadi target pertama pemerintah. Dia menilai perairan Indonesia sangat luas, sehingga butuh penjagaan ekstra maksimal, terutama di wilayah perbatasan.
Dalam peta, perairan Indonesia dibagi menjadi tiga area. Yakni brown water, green water dan blue water. Brown water merupakan wilayah laut yang berbatasan dengan pantai.
Sedangkan green water termasuk wilayah berdaulat atau yang lebih dikenal Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Dan blue water adalah bagian perairan lepas.
“Nah kita akan mengusahakan segera menyediakan kapal di tepi green water. Sehingga yang dari blue water itu tidak masuk,” ucap Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menyampaikan, penguatan armada kapal akan dilakukan di area perbatasan ZEEI. Kapal tersebut akan memagari masuknya kapal-kapal asing ke wilayah perairan Indonesia.
Kendati demikian, Mahfud belum merinci jumlah kapal yang akan dibeli. “Ya nanti lah itu sangat teknis, pokoknya kita mengidentifikasi itu dan kita berkeputusan untuk memompa industri persenjataan sendiri,” pungkasnya.(Sabik Aji Taufan)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon