Kemenkeu Siap Anggarkan Dana Pengadaan Kapal Patroli Berukuran Besar Sekelas Frigat - Destroyer - Radar Militer

08 Januari 2020

Kemenkeu Siap Anggarkan Dana Pengadaan Kapal Patroli Berukuran Besar Sekelas Frigat - Destroyer


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi keinginan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk membeli kapal berukuran besar (sekelas frigat - destroyer) guna menjaga laut Indonesia. Hal ini berkaitan dengan masuknya kapal Coast Guard China ke Perairan Natuna, Kepulauan Riau.
Iver Huitfeldt-class frigate buatan Denmark
Iver Huitfeldt-class frigate buatan Denmark 
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menjelaskan, pada dasarnya pemerintah melalui Kementerian Pertahanan sudah menganggarkan pendanaan untuk alat utama sistem senjata (alutsista). Namun, terkait penambahan kapal tersebut, dirinya belum mengetahui apakah sudah masuk dalam alokasi yang ada atau belum.
"Tentunya kami tidak tahu apa yang disampaikan (penambahan kapal) itu sudah ada alokasinya atau belum, nanti dicek persisnya, tentunya di Kemenhan sudah ada pendanaan alutsista, apakah itu kapal atau peralatan untuk perang lainnya," ujar Askolani ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Kendati demikian, Askolani menyebut, jika terjadi peningkatan ketegangan antara Indonesia dan China di Perairan Natuna maka pemerintah memiliki dana on call yang bisa dicairkan kapan pun. Serupa seperti kebutuhan ketika Indonesia menghadapi konflik di Aceh dan Sulawesi.
Askolani menekankan, tentunya dana on call tersebut hanya akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Mengingat Kementerian Pertahanan sendiri merupakan kementerian dengan alokasi anggaran terbesar.
"Nanti kita lihat kebutuhan, ini baru awal tahun. Pagu Kemenhan kan banyak," kata dia.
Sebelumnya, Luhut menyebut, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berencana membeli kapal patroli dengan ukuran 138-140 kelas frigate pada tahun ini untuk menjaga wilayah Perairan Natuna. Meski demikian, Luhut tak menyebutkan berapa unit kapal yang akan dibeli.
Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memerintahkan untuk menambah pasukan serta unit kapal pengawasan guna memperketat pertahanan di Perairan Natuna yang diakuinya masih minim petugas patroli.
"Seharusnya kita marah pada diri kita sendiri. Kita punya kapal tapi belum cukup, sehingga presiden memerintahkan lagi untuk membangun lebih banyak kapal dan coast guard kita yang patroli," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2020). (Yohana Artha Uly)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb