Pakar Hukum Sarankan Indonesia Hadir Secara Fisik di ZEE Natuna - Radar Militer

02 Januari 2020

Pakar Hukum Sarankan Indonesia Hadir Secara Fisik di ZEE Natuna


Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan otoritas Indonesia berkepentingan memperlihatkan kehadirannya secara fisik di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna. Ini terkait kapal Penjaga Pantai Cina yang memasuki ZEE Indonesia di perairan Natuna.
Kapal Perang TNI AL
Kapal Perang TNI AL 
Kehadiran secara fisik wajib dilakukan oleh pemerintah karena dalam konsep hukum internasional klaim atas suatu wilayah tidak cukup sebatas klaim di atas peta atau melakukan protes diplomatik, tetapi harus ada penguasaan secara efektif ," ujar Hikmahanto Juwana melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Desember 2019.
Penguasaan efektif dalam bentuk kehadiran secara fisik, menurut dia, penting diupayakan. Sebab dalam Perkara Pulau Sipadan dan Ligitan antara Indonesia melawan Malaysia, Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia atas dasar tersebut.
Karena itu yang dibutuhkan tidak sekedar protes diplomatik oleh pemerintah Indonesia, tetapi kehadiran secara fisik otoritas perikanan Indonesia di ZEE Indonesia, mulai dari KKP, TNI AL dan Bakamla.
Para nelayan Indonesia pun harus didorong oleh pemerintah untuk mengeksploitasi ZEE Natuna. Bahkan, menurut Hikmahanto, para nelayan Indonesia pun dalam menjalankan aktifitas harus diberi pengawalan oleh otoritas Indonesia. Pengawalan ia anggap perlu dilakukan karena para nelayan kerap mengalami penghalauan atau pengusiran dari Penjaga Pantai Cina.
Menurut Hikmahanto, sikap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri yang sudah melakukan protes diplomatik ke pemerintah Cina serta memanggil Dubes China untuk Indonesia, sudah tepat.
Namun, ia memperingatkan, bahwa protes diplomatik oleh Kemlu tidak akan berpengaruh pada aktivitas para nelayan dan tindakan Penjaga Pantai Cina memasuki wilayah ZEE Indonesia di Natuna.
Keadaan itu dikarenakan keberadaan ZEE Natuna tidak dianggap ada oleh Cina. "Justru yang dianggap ada adalah wilayah penangkapan ikan tradisional nelayan Cina," kata Hikmahanto.
Cina, kata dia, akan terus melindungi nelayan-nelayannya untuk melakukan penangkapan ikan di wilayah yang diklaim Indonesia sebagai ZEE Natuna. Bahkan, Penjaga Pantai Cina akan mengusir dan menghalau nelayan-nelayan Indonesia yang melakukan penangkapan ikan.(Antara)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb