Boeing Tunggu Izin Untuk Menawarkan Jet Tempur F-15EX ke India - Radar Militer

15 Februari 2020

Boeing Tunggu Izin Untuk Menawarkan Jet Tempur F-15EX ke India

Boeing sedang menunggu persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat untuk menawarkan pesawat tempur terbaru F-15EX ke India, kata Greg Waldron dari flightglobal.
Izin pemerintah diperlukan bagi Boeing untuk membahas F-15EX dengan pejabat India di bawah peraturan kontrol ekspor, Peraturan Lalu Lintas Senjata Internasional (ITAR).
 Jet Tempur F-15EX Buatan Boeing
 Jet Tempur F-15EX Buatan Boeing 
Angkatan Udara India (IAF) memiliki kebutuhan 110 jet tempur setelah pembatalan kompetisi Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA). Kompetisi tersebut untuk mendapatkan 126 pesawat tempur dan memperoleh 36 jet Dassault Rafale dari Perancis dalam kesepakatan Government-to-government (G2G).
Boeing juga menawarkan pesawat F/A-18E/F Super Hornet untuk kebutuhan IAF tersebut.
Boeing F-15EX
F-15EX adalah varian tercanggih dari pesawat tempur Boeing F-15 Eagle / F-15E Strike Eagle hingga saat ini. Ini adalah turunan dari pesawat F-15SA yang saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF).
Peningkatan atas versi sebelumnya termasuk rak senjata AMBER (Advanced Missile dan Bomb Ejection Rack) yang dapat membawa hingga 22 rudal udara-ke-udara (AAM), penjejak infra merah (IRST), peralatan avionik canggih dan peperangan elektronik (EW), radar AESA (Active Electronically Scaned Array), dan struktur yang ditingkatkan dengan masa pakai 20.000 jam.
Pesawat F-15EX sekarang sedang dibeli oleh Angkatan Udara AS. Dalam Anggaran yang dikeluarkan pada Maret 2019, Departemen Pertahanan AS mengajukan USD 1,1 miliar untuk mendapatkan delapan pesawat tempur F-15EX dari total rencana pengadaan 144 F-15EXs.
Kompetisi MMRCA Angkatan Udara India
Kompetisi MMRCA diluncurkan untuk mengisi celah antara jet tempur ringan HAL Tejas Light Combat Aircraft (LCA) IAF dan pesawat tempur superioritas udara Sukhoi Su-30MKI.
Kompetisi dimenangkan oleh French Dassault Rafale. Tetapi pada 31 Juli 2015, kesepakatan itu secara resmi dibatalkan oleh pemerintah India. Dan negara itu memesan 36 jet tempur Rafale dalam kesepakatan G2G dengan Perancis, sebesar € 7,8 miliar dengan opsi untuk 18 unit lagi. Jet tempur Rafale pertama dikirim ke IAF dalam upacara di fasilitas perakitan akhir Dassault Aviation Rafale di Mérignac di Bordeaux, Perancis pada 8 Oktober 2019 lalu.
Kompetisi MMRCA 2.0 Angkatan Udara India
Sebuah kompetisi baru, dinamakan MMRCA 2 atau MMRCA 2.0, diluncurkan untuk mendapatkan 110 jet tempur tambahan untuk IAF.
Semua pesawat yang berpartisipasi dalam kompetisi MMRCA pertama bersaing dalam kompetisi MMRCA 2.0 . Jet tempur tersebut antara lain Saab Gripen E / F (Swedia), Dassault Rafale (Prancis), Eurofighter Typhoon (Eropa), Mikoyan MiG-35 (Rusia), Boeing F/A-18E/F Super Hornet (USA) dan F-16 (dijuluki F-21 untuk varian khusus India) dari Lockheed Martin (USA). Penawaran MMRCA dari Lockheed Martin yakni F-16IN Block 70/72 “Super Viper".
Pesaing tambahan untuk kompetisi MMRCA 2 kemungkinan akan mencakup Sukhoi Su-35 (Rusia) dan Boeing F-15EX (AS).
Kompetisi MRCBF Angkatan Laut India
Selain kebutuhan Angkatan Udara India (IAF) untuk 110 pesawat tempur, Angkatan Laut India memiliki kebutuhan 57 pesawat berbasis kapal induk. Pesaing utama untuk program Multi-Role Carrier Borne Fighter (MRCBF) adalah Rafale M dan F/A-18E/F Super Hornet. Keduanya terbukti merupakan pesawat tempur berbasis kapal induk.(paijojr)


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb